Sektor agrobisnis merupakan sektor yang menyediakan kesempatan kerja yang besar, mencapai hingga puluhan ribu karyawan dan pekerja. Hal tersebut juga berlaku bagi sebuah perusahaan agribisnis seperti Sampoerna Agro dengan 13 anak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Sumatera dan Kalimantan.
Hal ini menjadikan pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia sebagai pekerjaan penting dan strategis di Sampoerna Agro. Oleh karenanya, Perseroan menyediakan berbagai program seperti pelatihan dan pendidikan untuk para karyawan terlatih yang bekerja dalam bidang pembibitan sampai penanaman, pemanenan
dan pengolahan; program pelatihan manajemen bagi karyawan baru lulusan sekolah; program pengembangan eksekutif sebagai bagian dari perkembangan karier mereka di Perseroan; insentif
untuk para manajer dan keluarganya yang ditempatkan di daerah
terpencil; dan perjanjian kerja bersama dengan serikat pekerja
yang merupakan bagian yang berlaku di lingkungan pekerjaan dan operasi Perseroan.
Mengingat kebanyakan pekerja yang terlibat dalam penanaman dan pemanenan perkebunan kelapa sawit berasal dari masyarakat setempat yang merupakan petani plasma dan pekerja lepas, maka kebanyakan kegiatan Perseroan yang berhubungan dengan manajemen sumber daya manusia, juga melibatkan hubungan dan keterikatan dengan masyarakat setempat.
Oleh karena itu, manajemen sumber daya manusia di Sampoerna Agro berjalan saling bahu-membahu dengan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, dan dipandang sebagai faktor kunci untuk bisnis perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dikarenakan alasan-alasan tersebut, Perseroan memahami pentingnya mengembangkan dan menjaga hubungan industrial yang baik dan harmonis dengan karyawan, pekerja dan masyarakat setempat.
Jauh sebelum masuknya Kelompok Usaha Sampoerna Strategic, Perseroan telah memiliki program-program hubungan karyawan dan pekerja yang berjalan efektif. Kehadiran Sampoerna telah memperkuat hubungan tersebut lebih jauh lagi.
Sampoerna Agro saat ini mendukung penuh aspirasi pekerja untuk membentuk serikat pekerja di dalam Perseroan dan anak perusahaan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Selain dari serikat pekerjanya sendiri yang telah terdaftar di Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ogan Komering Ilir di Sumatera Selatan (Disnakertrans OKI) pada tanggal 29 April 2008, serikat pekerja lainnya di anak perusahaan juga telah dibentuk.
The agribusiness sector is one that provides large employment opportunities numbering in the tens of thousands of employees and workers. Such is the case for a typical agribusiness company such as Sampoerna Agro with currently 13 oil palm plantations subsidiaries operating in Sumatra and Kalimantan.
This makes the management and development of human resources a key and strategic undertaking at Sampoerna Agro. Hence, the Company provides programs such as training and education for skilled personnel working in the ields from nurseries to planting, harvesting and milling; management trainee programs for newly recruited fresh graduates; executive development programs as part of their career growth with the Company; incentives accorded to managers and their families for tours of duties in far-away remote places; and collective working agreements with labor unions that are part and parcel of the Company’s operating and working environment.
Since most of the workers who are engaged in cultivating and harvesting its oil palm estates come from surrounding communities made up of plasma farmers as well as locally hired hands, much of the Company’s activities relating to human resources management also involve community relations and engagements.
Hence, human resources management at Sampoerna Agro goes hand-in-hand with Corporate Social Responsibility programs, and is considered as a key factor to a sustainable oil palm plantation business over the long term.
For those reasons, the Company understands the importance of developing and maintaining good and harmonious industrial relations with employees, workers and surrounding communities.
Long before the arrival of the Sampoerna Strategic Business Group into the Company, it has had an effective employee and worker relations program in place. The arrival of Sampoerna has since strengthened these relations further.
Sampoerna Agro today fully supports the aspirations of its workers to form labor unions within the Company and its subsidiaries that are in accordance with the prevailing laws and regulations. Apart from its own labor union, that was registered with the Labor and Transmigration Ofice of Ogan Komering Ilir Regency in South Sumatra (Disnakertrans OKI) on April 29, 2008, other labor unions in subsidiary companies
Serikat Pekerja PT Gunung Tua Abadi dibentuk oleh para pekerja PT Gunung Tua Abadi dan telah dicatat di Disnakertrans OKI pada tanggal 7 Mei 2007. Kemudian para pekerja PT Aek Tarum telah pula membentuk Serikat Pekerja PT Aek Tarum, para pekerja PT Mutiara Bunda Jaya membentuk Serikat Pekerja PT Mutiara Bunda Jaya, para pekerja PT Telaga Hikmah membentuk Serikat Pekerja PT Telaga Hikmah dan para pekerja PT Binasawit Makmur membentuk Serikat Pekerja PT Binasawit Makmur, yang seluruhnya telah dicatat di Disnakertrans OKI pada tanggal 29 April 2008. Adapun Serikat Pekerja PT Binasawit Makmur untuk para pekerja yang berlokasi di Seed Processing Unit Palembang dicatat di Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang pada tanggal 4 Juni 2008.
Dengan dibentuknya serikat-serikat pekerja tersebut, kemudian Perseroan membuat Perjanjian Kerja Bersama (PKB/Collective Labor Agreement) dengan para perwakilan dari masing-masing serikat pekerja. PKB telah didaftarkan di Kantor Departeman Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumatera Selatan pada tanggal 31 Desember 2008.
Selama tahun 2009, Sampoerna Agro terus memelihara hubungan terbaik dengan karyawan dan pekerja, sesuai dengan peraturan pemerintah mengenai upah dan juga perlakuan adil dan merata terhadap para karyawan dan pekerjanya, dan menciptakan saluran komunikasi terbuka antara Perseroan dengan karyawannya. Selama tahun 2009, tidak terjadi masalah ketenagakerjaan di Sampoerna Agro.
Profil Karyawan
Sampai dengan 31 Desember 2009, Sampoerna Agro dan anak perusahaan mempekerjakan sebanyak 10.194 orang, termasuk pekerja kontrak dan pekerja lepas. Jumlah ini 1.971 orang lebih banyak dari tahun lalu.
Dalam Sampoerna Agro sendiri, Perseroan memiliki 4.826
karyawan hingga akhir tahun 2009, meningkat sebesar 3.779 orang dibanding tahun 2008.
Berikut ini adalah tabel mengenai proil karyawan Perseroan di akhir
tahun 2009.
had also been formed.The PT Gunung Tua Abadi Labor Union was formed by its workers and registered with Disnakertrans OKI on May 7, 2007. Subsequently, workers at PT Aek Tarum formed the PT Aek Tarum Labor Union, workers at PT Mutiara Bunda Jaya formed the PT Mutiara Bunda Jaya Labor Union, workers at PT Telaga Hikmah formed the PT Telaga Hikmah Labor Union, and workers at PT Binasawit Makmur formed the PT Binasawit Makmur Labor Union; all of which were registered with Disnakertrans OKI on April 29, 2008. Whereas the labor union for workers at PT Binasawit Makmur’s seed processing unit in Palembang was registered with the Labor Ofice in Palembang on June 4, 2008.
With the formation of these labor unions, the Company subsequently secured the Collective Labor Agreement (CLA) between Sampoerna Agro and the representatives of respective labor unions. The CLA was registered in the South Sumatra Department of Labor and Transmigration Ofice on December 31, 2008.
Throughout 2009, Sampoerna Agro continued to maintain excellent relations with employees and workers, comply with government regulations on wages as well as fair and equal treatment among employees and workers, and create open communication channels between the Company and its employees. There were no labor related disputes at Sampoerna Agro in 2009.
Employee Profile
As at year-end 2009, Sampoerna Agro and its subsidiaries employed a total of 10,194 people, including contract workers and hired hands. This was 1,971 more people than the igure of a year ago.
Within Sampoerna Agro itself, the Company had a total of 4,826 personnel as at year-end 2009, up from 3,779 in 2008.
The following table presents a proile of the Company’s employees as at year-end 2009. Golongan Sumatera Sumatra Kalimantan Kalimantan Jakarta Jakarta Jumlah Total Grade Staf 205 63 54 322 Staff
Pegawai Bulanan 886 72 5 963 Monthly Employee
Karyawan Harian Tetap 1.318 2.223 - 3.541 Permanent Daily Employee
Jumlah Karyawan Tetap 2.409 2.358 59 4.826 Total Permanent Employee’s
Jumlah Karyawan Sementara 5.329 39 - 5.368 Total Non Permanent
Golongan Pendidikan Education Sumatera Sumatra Kalimantan Kalimantan Jakarta Jakarta Jumlah Total Grade Staf SD/Elementary School 1 - - - Staff SMP/High School 64 23 1 88 D3/Diploma 8 3 4 15 S1/Bachelor 128 37 42 207 S2/Master 4 - 6 10 S3/Doctor - - 1 1
Jumlah Staf 205 63 54 322 Total Staff
Pegawai Bulanan Pekerja Terlatih
Skilled Labor 886 72 5 63 Monthly Employee
Karyawan Harian Tetap PekerjaTerlatih
Skilled Labor 1.318 2.223 - 3.541 Permanent Daily Employee
Jumlah Karyawan Tetap 2.409 2.358 59 4.826 Total Permanent
Pengembangan dan Pelatihan
Sepanjang tahun 2009, program pelatihan dan pengembangan Perseroan fokus untuk mendukung operasi kelompok Perusahaan.
Rekrutmen lulusan baru terus dilakukan dalam berbagai tahap untuk memenuhi kebutuhan kelompok perusahaan di operasi perkebunan dan pabrik. Rekrutmen tersebut dilakukan melalui kerjasama dengan perguruan tinggi-perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Para lulusan baru menjalani enam bulan pelatihan perkenalan tentang praktik-praktik terbaik di bidang manajemen perkebunan dan pabrik, lalu mereka ditempatkan di masing-masing pos di seluruh wilayah operasi kelompok usaha di Sumatera dan Kalimantan.
Bagi staf manajemen yang lebih senior, program pengembangan termasuk partisipasi dalam seminar dan konferensi tingkat tinggi mengenai praktik dan prakarsa-prakarsa global di industri kelapa sawit, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Kelas pelatihan manajemen juga dilakukan, yang berfokus pada implementasi sistem pengendalian mutu.
Kesejahteraan Karyawan
Sampoerna Agro berkomitmen untuk menciptakan lingkungan bekerja yang kondusif termasuk pengembangan berkesinambungan terhadap kesejahteraan karyawan dan keluarganya.
Di tahun 2009, Perseroan telah menyelesaikan standarisasi kompensasi diantara operasi dan unit bisnis kelompok perusahaan.
Untuk tujuan tersebut, struktur organisasi dideinisikan kembali
untuk mencerminkan keseragaman di seluruh unit bisnis
yang berbeda; peninjauan ulang dan restrukturiasi peringkat karyawan; sedangkan mengenai kebijakan gaji, bonus dan cuti
disinkronisasikan diantara semua unit bisnis.
Bagi para karyawan yang tinggal dan bekerja di daerah terpencil, Perseroan menyediakan kemudahan untuk berbagai kegiatan sosial seperti fasilitas medis, kesehatan, sekolah untuk anak-anak,
Training and Development
Throughout 2009, the Company’s training and development programs were focused on supporting the operations of the Group.
Recruitments of fresh graduates were carried out in several batches to meet the Group’s need in both estates and mills operations. These recruitments were undertaken in cooperation with leading universities in Indonesia. The newly recruits undergo six months of induction training in best-practice management of estates and mills, and subsequently stationed in their respective posts throughout the Group’s operations in Sumatra and Kalimantan.
For more senior management staff, development programs included participation in high level seminars and conferences on global palm oil initiatives and practices, both in Indonesia and overseas. Management classroom trainings were also undertaken, focusing on the implementation of quality management system.
Employee Welfare
Sampoerna Agro is committed to creating a conducive working environment that includes the continuing improvement of the welfare of employees and their families.
In 2009, the Company completed the standardization of compensation among the Group’s regional operations and business units. For this purpose, the organization structure was redeined to relect uniformity across different business units; employees grading level reviewed and restructured; while policies on salaries, bonuses and leaves were synchronized among the business units.
For workers living and working in remote areas, the Company provided the amenities for various social facilities such as medical and healthcare facilities, schooling for children,