Gambar 6.5 Sistem Pengolahan Air Limbah Terpusat/Off Site (skala kota) Dalam pengembangan pengolahan air limbah sistem terpusat, pemerintah pusat memiliki peran melakukan pembangunan IPAL dan mengembangkan jaringan pipa sewer sampai dengan pipa lateral. Sedangkan pemerintah kabupaten/kota mempunyai peran dalam penyediaan lahan, penyediaan biaya operasi dan pemeliharaan, dan pembangunan sambungan rumah.
PPeerrssaammppaahhaann 44..44..22
IIssuu SSttrraatteeggiiss,, KKoonnddiissii EEkkssiissttiinngg,, PPeerrmmaassaallaahhaann,, ddaann TTaannttaannggaann PPeerrssaammppaahhaann 44..44..22..11
A
A.. IIssuu SSttrraatteeggiiss PPeennggeemmbbaannggaann PPeerrssaammppaahhaann
Untuk merumuskan isu strategis ini, perlu dilakukan identifikasi data dan informasi dari dokumen-dokumen perencanaan pembangunan terkait dengan pengembangan permukiman tingkat nasional maupun daerah, seperti dokumen RPJMN, MDGs, RPJMD, RTRW Kabupaten/Kota, Renstra Dinas, Dokumen SPPIP, Rencana Induk Persampahan dan dokumen lainnya yang selaras menyatakan isu strategis pengembangan
permukiman di Kabupaten/Kota.
Berikut adalah isu-isu strategis dan permasalahan dalam pengelolaan persampahan di Indonesia antara lain:
11.. KKaappaassiittaass PPeennggeelloollaaaann SSaammppaahh
Kapasitas pengelolaan sampah erat kaitannya dengan:
a. Makin besarnya timbulan sampah berupa peningkatan laju timbulan sampah perkotaan antara 2-4% per tahun. Dengan bertambahnya penduduk, pertumbuhan industri dan peningkatan konsumsi masyarakat dibarengi peningkatan laju timbulan sampah.
b. Rendahnya kualitas dan tingkat pengelolaan persampahan. Rendahnya kualitas pengelolaan persampahan terutama pengelolaan TPA memicu berbagai protes masyarakat. Di sisi lain rendahnya tingkat pengelolaan sampah mengakibatkan masyarakat yang tidak mendapat layanan membuang sampah sembarangan atau membakar sampah di tempat terbuka.
Keterbatasan Lahan TPA Keterbatasan lahan TPA merupakan masalah terutama di b.
kota-kota besar dan kota metropolitan. Fenomena keterbatasan lahan TPA memunculkan kebutuhan pengelolaan TPA Regional namun banyak terkendala dengan banyak faktor kepentingan dan rigiditas otonomi daerah.
22.. KKeemmaammppuuaann KKeelleemmbbaaggaaaann
Masih terjadinya fungsi ganda lembaga pengelola sampah sebagai regulator sekaligus operator pengelolaan serta belum memadainya SDM (secara kualitas dan kuantitas) menjadi masalah dalam pelayanan persampahan.
33.. KKeemmaammppuuaann PPeemmbbiiaayyaaaann
Kemampuan pendanaan terutama berkaitan dengan rendahnya alokasi pendanaan dari pemerintah daerah yang merupakan akibat dari rendahnya skala prioritas penanganan pengelolaan sampah. Selain itu adalah rendahnya dana
beban APBD. Permasalahan pendanaan secara keseluruhan berdampak pada buruknya kualitas penanganan sampah.
44.. PPeerraann SSeerrttaa MMaassyyaarraakkaatt ddaann DDuunniiaa UUssaahhaa//SSwwaassttaa
Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan belum dikembangkan secara sistematis potensi masyarakat dalam
melakukan sebagian sistem pengelolaan sampah, serta rendahnya minat pihak swasta berinvestasi di bidang persampahan karena belum adanya iklim kondusif membuat pengelolaan sampah sulit untuk ditingkatkan.
PPeerraattuurraann ppeerruunnddaannggaann ddaann LLeemmaahhnnyyaa PPeenneeggaakkaann HHuukkuumm 55..
Lemahnya penegakan hukum terkait pelanggaran dalam pengelolaan sampah dan kurangnya pendidikan masyarakat dengan PHBS sejak dini juga menjadi kendala dalam penanganan sampah
Setiap kabupaten/kota wajib merumuskan isu strategis yang ada di daerah masing- masing karena isu strategis ini akan menjadi dasar dalam pengembangan infrastruktur, prasarana dan sarana, serta akan menjadi landasan penyusunan program dan kegiatan dalam Rencanan Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM).
BB.. KKoonnddiissii EEkkssiissttiinngg PPeennggeemmbbaannggaann PPeerrssaammppaahhaann
Untuk menggambarkan kondisi eksisting pengembangan persampahan yang telah dilakukan pemerintah Kota/Kabupaten, perlu diuraikan hal-hal berikut ini: a
a.. AAssppeekk tteekknniiss
Menguraikan sistem pengelolaan persampahan aspek teknis saat ini yang dilaksanakan oleh masyarakat (individu/komunal), pemerintah/dinas dan swasta, meliputi hal-hal berikut:
Teknik Operasional pengelolaan persampahan o
Sumber sampah yang dihasilkan dan ditangani (m3/hari);
Jumlah sampah terkumpul, terangkut dan terolah sd TPA (m3/hari);
Cakupan pelayanan (ha)
Daerah Pelayanan dan Kondisi Spesifiknya (fisik dan sosial); o
Upaya pengurangan sampah di sumber melalui kegiatan 3R
(reduce, reuse,
orecycle);
Kapasitas kerja dan efisiensi pemanfaatan; o
Dampak negatif yang terjadi akibat sistem pengelolaan persampahan yang o
ada;
Pola Penanganan (Pewadahan, pengumpulan, pemindahan, pengangkutan, o
pengolahan, pembuangan akhir);
Rentang tanggung jawab instansi terkait dalam teknik operasional o
Kondisi eksisting pengembangan persampahan sebagaimana diuraikan di atas dapat ditampilkan dalam tabel-tabel berikut ini:
Tabel 6.33 Teknis Operasional Pelayanan Persampahan Saat Ini
No Uraian Volume Ket
1 Cakupan Pelayanan Cakupan penduduk
dilayani 63% dari total penduduk daerah pelayanan (perkotaan ) Daerah Pelayanan meliputi 16 Kecamatan 2 Perkiraan Timbunan Sampah ± 4.553 m³ / Hari
3 Timbunan Sampah yang terangkut :
- Sampah Domestik - Sampah Pasar
- Sampah Daerah Komersial dan Jalan
± 3.187 m³ / Hari ± 1.275 m³ / Hari ± 91 m³ / Hari
4 Kapasitas Pelayanan TPA 2.500 m³ / Hari TPA Sukawinatan TPA Karya Jaya
SSiisstteemm PPeennggeelloollaaaann//
SSuubb SSiisstteemm
PPrraassaarraannaa ddaann SSaarraannaa SSaattuuaann KKaappaassiittaass p
peerr uunniitt JJuumaahhmll LLaayyaLLookkaannaassiiann PPeennggaaddaaaann KKoddiissiionn KKeett.. TTaahhuunn SSuummbbeerr
D
Daannaa JJuumBBiiamllaayyaahha D
DIIKKEELLOOLLAA OOLLEEHH MMAASSYYAARRAAKKAATT
1. Pewadahan. a.Bin/Tong Sampah 2.Pengumpulan a. Gerobak sampah
b. Becak sampah c. Lainnya 3.Penampungan
Sementara a. Transfer depob. Container c. lainnya 4.Pengangkutan a. Dump Truck
b. Arm Roll Truck 5. Pengolahan a. Pengomposan
b. Daur ulang D
DIIKKEELLOOLLAA OOLLEEHH PPEEMMEERRIINNTTAAHH
1. Pewadahan. a. Bin/Tong Sampah 2. Pengumpulan a. Gerobak sampah
b. Becak sampah c. Lainnya 3.
Penampung-an Sementara a. Transfer depob. Container c. lainnya 4.
Pengangkutan a. Dump Truckb. Arm Roll Truck 5. Pengolahan a. Pengomposan
SSuubb SSiisstteSSiisstteemmemm PPeennggeelloollaaaann//
SSuubb SSiisstteemm
PPrraassaarraannaa ddaann SSaarraannaa SSaattuuaann KKaappaassiittaass p
peerr uunniitt JJuumaahhmll LLaayyaLLookkaannaassiiann TTaahhuunn SSuumDaDmbannabeaerr JJuumBBiiamllaayyaahha KKoddiissiionn KKeett.. TTeemmppaatt PPeennggeelloollaaaann AAkkhhiirr ((TTPPAA))
Nama dan Lokasi TPA:
A. TPA……….Lokasi ………..(sistem yang digunakan……….) B. TPA……….Lokasi…………..(sistem yang digunakan……….) 6. TPA ………… 1. Pembuangan Akhir
a. Alat berat b. Luas area TPA 2. Pengendalian
pencemaran di TPA a. Lapisan kedap air b. Perpipaan pengumpul lindi c. Instalasi pengolahan lindi d. Buffer zone e. Perpipaan gas metan f. Sumur monitoring g. Drainase air hujan
3. Sarana penunjang a. Jalan masuk b. Kantor c. Pos jaga d. Bengkel, garasi, cuci kendaraan e. Jembatan timbang
Sub Sistem Pengelolaan/
Sub Sistem per unit ah Layanan Dana Biaya disi
DIKELOLA OLEH SWASTA
1. Pewadahan. a. Bin/TongSampah 2. Pengumpulan a. Gerobak sampah
b. Becak sampah c. Lainnya 3.Penampungan Sementara a. Transfer depo b. Container c. lainnya 4.Pengangkutan a. Dump Truck
b. Arm Roll Truck 5. Pengolahan a. Pengomposan
b. Daur ulang Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Nama dan lokasi TPA:
A. TPA……….Lokasi…………(sistem yang digunakan……….) B. TPA……….Lokasi…………(sistem yang digunakan……….) C. Dst.
6. TPA ………… 1. Pembuangan Akhir a. Alat berat b. Luas area TPA 2. Pengendalian
pencemaran di TPA a. Lapisan kedap air b. Perpipaan
pengumpul lindi c. Instalasi pengolahan
lindi d. Buffer zone *Dalam Proses Pendataan
Menguraikan kemampuan masyarakat/Pemda/Swasta dalam membiayai
penyediaan serta operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan seperti pembiayaan pembangunan sarana individual, retribusi persampahan serta anggaran pemerintah kota/kabupaten untuk pengelolaan persampahan. Dalam aspek pendanaan perlu juga diuraikan tentang;
Sumber Pendapatan (Pemda, Retribusi); 1.
Struktur biaya operasional 2.
Pengumpulan dan penyampuran; o Penampungan sementara; o Pengangkutan; o Pembuangan akhir o
Struktur tarif retribusi 3.
Kondisi dan kemampuan daerah; o
Kemampuan masyarakat; o
Institusi yang mengelola retribusi o
c
c.. KKeelleemmbbaaggaaaann
Menguraikan organisasi pengelolaan persampahan yang mencakup bentuk organisasi (lampirkan struktur organisasi), uraian tugas, tata laksana kerja, serta kualitas dan
kuantitas sumber daya manusia yang dimiliki. Uraian tersebut harus mencerminkan kemampuan organisasi pengelola persampahan saat ini.
Termasuk juga informasi tentang :
Pelaksanaan penanganan sampah skala sumber, kawasan, kota/kabupaten o
dan regional;
pemisahan fungsi regulator dan operator pengelolaan persampahan o
Kabupaten/Kota
d
d.. PPeerraattuurraann PPeerruunnddaannggaann
Menguraikan peraturan-peraturan yang sudah ada saat ini yang terkait dengan pengelolaan persampahan (tingkat propinsi dan kabupaten/kota), diantaranya :
Peraturan perundangan tentang Pembentukan badan pengelola o
persampahan skala kota/kabupaten Peraturan perundangan tentang retribusi (struktur tarif, prosedur dan kewajiban pelanggan)
Peraturan perundangan tentang kerjasama pengelolaan persampahan skala o
regional dengan pemerintah kota/kabupaten lain;
Peraturan perundangan tentang kerjasama pengelolaan persampahan skala o
kawasan dengan badan usaha swasta
Peraturan perundangan tentang peran serta masyarakat o
Dalam aspek peraturan perundangan perlu juga diuraikan tentang Kesesuaian peraturan dan kondisi lapangan serta pelaksanaan peraturan yang ada.
e
e.. PPeerraann SSeerrttaa MMaassyyaarraakkaatt
Menguraikan peran serta masyarakat dan swasta dalam pengelolaan persampahan serta kondisi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di dalam masyarakat
Kota/Kabupaten yang meliputi kesediaan masyarakat membayar retribusi,
penerimaan masyarakat terhadap aturan terkait pengelolaan persampahan, perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah (apakah sudah melakukan 3R), kegiatan-kegiatan apa yang telah dilakukan dalam mendorong peran serta masyarakat
misalnya saja kegiatan kampanye dan edukasi terkait pengelolaan persampahan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat/swasta, maupun peran masyarakat dan swasta dalam pengelolaan sampah serta operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada
BB.. PPeerrmmaassaallaahhaann DDaann TTaannttaannggaann PPeennggeemmbbaannggaann PPeerrssaammppaahhaann
ii.. IIddeennttiiffiikkaassii PPeerrmmaassaallaahhaann PPeerrssaammppaahhaann
Setiap Kab/Kota wajib menguraikan besaran masalah yang dihadapi di Kab./Kota masing-masing dengan membandingkan antara kondisi yang ada dengan sasaran yang ingin dicapai, untuk memenuhi kebutuhan dasar
(basic need)
dan kebutuhan pengembangan(development need)
yang ditinjau dari aspek teknis, keuangan dan kelembagaan. Selain itu, dilakukan inventarisasi persoalan setiap masalah yang sudahdirumuskan dengan mempertimbangkan tipologi serta parameter- parameter teknis yang ada di kawasan tersebut.
Hasil dari kegiatan inventarisasi tersebut akan didapatkan data-data permasalahan pada sub sektor persampahan. Hasil identifikasi permasalahan
dituangkan dalam bentuk tabel identifikasi permasalahan seperti yang dicontohkan pada tabel 4.35.
Tabel 6.35 Permasalahan Pengelolaan Persampahan Yang Dihadapi
Aspek Non Teknis
No Aspek Pengelolaan Persampahan
Permasalahan
yang di hadapi Tindakan
Yang sudah dilakukan Yang sedang dilakukan A Kelembagaan - Bentuk Organisasi Pengelola
- Tata Laksana (Tupoksi, SOP dll)
- Kuantitas dan Kualitas SDM
Kualifikasi SDM masih terbatas Peningkatan pendidikan formal para aparatur, kursus singkat, pelatihan dll Peningkatan pendidikan formal para aparatur, kursus singkat, pelatihan dll B Pembiayaan : - Sumber pembiayaan - Retribusi C Perundangan
D Peran serta Masyarakat dan Swasta Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan Penyuluhan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan Penggalakan gotong royong kebersihan lingkungan perumahan masing-masing warga Penyuluhan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan Penggalakan gotong royong kebersihan lingkungan perumahan masing-masing warga
Aspek Teknis
N
Noo.. AAssppeekk PPeennggeelloollaaaann PPeerrssaammppaahhaann PPeerrmmaassaallaahh YYaanngg D
Diihhaaddaappii
TTiinnddaakkaann N
Noo.. AAssppeekk PPeennggeelloollaaaann PPeerrssaammppaahhaann PPeerrmmaassaallaahh YYaanngg D
Diihhaaddaappii
YYaanngg SSuuddaahh D
Diillaakkuukkaann
YYaanngg SSeeddaanngg D
Diillaakkuukkaann EE.. TTeekknniiss OOppeerraassiioonnaall::
1. Dokumen perencanaan (MP, FS, DED) 2. Pewadahan 3. Pengumpulan 4. Penampungan Sementara 5. Pengangkutan 6. Pengolahan 3R
7. Pengelolaan Akhir di TPA
8. Pengendalian pencemaran di TPA 9. Sarana penunjang TPA
Permasalahan Pembangunan Sektor Persampahan di Indonesia, secara umum adalah:
Makin tingginya timbulan sampah (jumlah penduduk makin tinggi, jumlah o
sampah per kapita meningkat);
Belum optimalnya manajemen persampahan o
Belum optimalnya sistem perencanaan (rencana sampai dengan monitoring o
dan evaluasi);
Belum memadainya pengelolaan layanan perencanaan persampahan o
(kapasitas, pendanaan dan asset manajemen); Belum memadainya penanganan sampah o
iiii.. TTaannttaannggaann PPeennggeemmbbaannggaann PPeerrssaammppaahhaann
Setiap Kabupaten/Kota perlu menguraikan tantangan dan peluang sesuai karakteristik masing-masing daerah terkait pembangunan sektor persampahan. Tantangan dalam sektor persampahanan meliputi peningkatan cakupan pelayanan, peningkatan kelembagaan, penggalian sumber dana dari pihak swasta, peningkatan kondisi dan kualitas TPA melalui peningkatan komitmen stakeholder kota/kabupaten dalam hal alokasi pembiayaan dan inovasi teknologi pengolahan sampah,
peningkatan pelaksanaan program 3R, serta peningkatan upaya penegakan hukum atas pelanggaran pembuangan sampah.
Tantangan lainnya adalah dalam rangka pemenuhan Standar Pelayanan Minimum. Target pelayanan dasar yang ditetapkan dalam Permen PU
No.14/PRT/M/2010 yaitu pada Pasal 5 ayat 2, dapat dilihat sebagai bagian dari beban dan tanggungjawab kelembagaan yang menangani bidang ke PU an, khususnya untuk sub bidang Cipta Karya yang dituangkan didalam dokumen RPIJM yang merupakan tantangan tersendiri bagi pelayanan pengelolaan Persampahan. Target pelayanan dasar bidang Persampahan sesuai dengan Peraturan Menteri PU Nomor 14/PRT/M/2010 Tentang Standar Pelayanan Minimum dapat dilihat melalui tabel 4.36. Tabel 6 .36 Standar Pelayanan Minimal Bidang Cipta Karya berdasarkan Permen PU No.14/PRT/M/2010
Jenis Pelayanan Dasar Standar Pelayanan Minimal Waktu Pencapaian
Ket Jenis Pelayanan Dasar Indikator Nilai Waktu
Pencapaian Ket Penyehatan Lingkungan Permukiman (Sanitasi Lingkungan & Persampahan) Pengelolaan sampah Tersedianya fasilitas pengurangan sampah di perkotaan. 20% 2014 Dinas yg membidangi PU Penyehatan Lingkungan Permukiman (Sanitasi Lingkungan & Pengelolaan
sampah Tersedianya sistempenanganan sampah di perkotaan.
70% 2014 Dinas yg
membidangi PU
A
Annaalliissiiss KKeebbuuttuuhhaann PPeennggeemmbbaannggaann PPeerrssaammppaahhaann AAnnaalliissiiss KKeebbuuttuuhhaann 44..44..22..22
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis kebutuhan Sistem
Persampahan adalah uraian faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pengelolaan persampahan kota, baik itu untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat
(basic need)
maupun kebutuhan pengembangan kota(development need).
Pada bagian ini Kabupaten/Kota harus menguraikan kebutuhan komponen pengelolaan persampahan yang meliputi aspek teknis operasional (sejak dari sumber sampai dengan pengolahan akhir sampah), aspek kelembagaan, aspek pendanaan aspek peraturan perundangan dan aspek peran serta masyarakat serta
memperlihatkan arahan struktur pengembangan prasarana kota yang telah disepakati. Analisis yang terkait dengan kebutuhan persampahan adalah analisis
system pengelolaan persampahan, analisis kualitas dan tingkat pelayanan serta analisis ekonomi. Hasil analisis kebutuhan dituangkan dalam tabel 6.37 berikut ini.
Tabel 6.37 Analisis Kebutuhan dan Target Pencapaian Daerah
Aspek non teknis
N
Noo.. UUrraaiiaann KKoonnddiissii
EEkkssiissttiinngg KKeebbuuttuuhhaann KKeett.. N
Noo.. UUrraaiiaann KKoonnddiissii
EEkkssiissttiinngg TTaahhuunnII TTaahhuunnIIII TTaahhuunnIIIIII TTaahhuunnIIVV TTaahhuunnVV KKeett.. A
A PPeerraattuurraann tteerrkkaaiitt PPeerrssaammppaahhaann - Ketersediaan Peraturan bidang
Persampahan (Perda, Pergub, Perwali,dst)
BB KKeelleemmbbaaggaaaann - Bentuk Organisasi
- Ketersediaan tata laksana (Tupoksi, SOP, dll)
- Kualitas dan kuantitas SDM C
C PPeemmbbiiaayyaaaann
- Sumber pembiayaan (APBDProv/
Kab/kota, - Tarif Retribusi
- Realisasi penarikan retribusi (%terhadap target)
D
D PPeerraann sswwaassttaa ddaann mmaassyyaarraakkaatt (Sudah ada, blm ada, bentuk kontribusi, dll)
N
Noo.. UUrraaiiaann KKoonnddiissii
EEkkssiissttiinngg KKeebbuuttuuhhaann KKeett.. N
Noo.. UUrraaiiaann KKoonnddiissii
EEkkssiissttiinngg TTaahhuunnII TTaahhuunnIIII TTaahhuunnIIIIII TTaahhuunnIIVV TTaahhuunnVV KKeett.. TTeekknniiss OOppeerraassiioonnaall
1. Perencanaan (dokumen MP, FS, DED)
2. Prasarana dan sarana Pewadahan
a. Bin/Tong Sampah (unit,kondisi) Pengumpulan a. Gerobak sampah b. Becak sampah c. Lainnya (unit,kondisi) Penampungan Sementara a. Transfer depo b. Container c. lainnya (unit,kondisi) Pengangkutan a. Dump Truck b. Arm Roll Truck c. Lainnya (unit,kondisi) Pengolahan a. Pengomposan b. Daur ulang c. Lainnya (unit,kondisi) TPA 1. Pemerosesan Akhir a. Alat berat (excavator, dll) b. Lahan TPA 2. Fasilitas umum a. Jalan masuk b. Air bersih c. Kantor 3. Pengendalian pencemaran di TPA a. Lapisan kedap air b. Perpipaan pengumpul lindi c. Instalasi pengolahan lindi (unit,kondisi) ...ha (baik,rusak, aspal,tanah, dll) (tersedia/tidak) (ada/tidak, kondisi)
N
Noo.. UUrraaiiaann KKoonnddiissii
EEkkssiissttiinngg KKeebbuuttuuhhaann KKeett.. N
Noo.. UUrraaiiaann KKoonnddiissii
EEkkssiissttiinngg TTaahhuunnII TTaahhuunnIIII TTaahhuunnIIIIII TTaahhuunnIIVV TTaahhuunnVV KKeett.. d. Buffer zone
e. Perpipaan gas metan
f. Sumur monitoring g. Drainase air hujan 4. Sarana penunjang a. Jalan operasi b. Pos jaga c. Bengkel, garasi, tempat cuci kendaraan d. Jembatan timbang e. Tanah penutup
*Dalam Proses Pendataan
PPrrooggrraamm ddaann KKrriitteerriiaa KKeessiiaappaann PPeennggeemmbbaannggaann SSiisstteemm PPeerrssaammppaahhaann 44..44..22..33
A
A.. PPeemmbbaanngguunnaann PPrraassaarraannaa TTPPAA
Kriteria kegiatan infrastruktur tempat pemrosesan akhir sampah (TPA) LLiinnggkkuupp KKeeggiiaattaann ::
PPeenniinnggkkaattaann KKiinneerrjjaa TTPPAA 11..
Pembuatan tanggul keliling TPA, jalan operasional, perbaikan saluran gas dan saluran drainase serta pembuatan sel dan lapisan bawah yang kedap sesuai persyaratan sanitary landfill;
Pengadaan alat berat setelah TPA selesai dibangun dan pemerintah kab./kota bersedia mengoperasikan TPA secara sanitary landfill;
Pembuatan jalan akses, pagar hijau (buffer zone) di sekeliling TPA, pembangunan pos pengendali, sumur pemantau, jembatan timbang, kantor operasional oleh pemerintah kab./kota ;
Pemerintah kab./kota bersedia menyediakan dana untuk pengolahan sampah di TPA serta pengadaan alat angkut sampah (melalui MoU Pemda dan Dit. PPLP);
TOT kepada Tim Pelatih Kabupaten/Kota untuk dapat melaksanakan pelatihan operator Instalasi Pengolahan Leachate (IPL);
Sosialisasi/diseminasi NSPM pengelolaan IPL;
Produk materi penyuluhan/promosi kepada masyarakat;
Penyediaan media komunikasi (brosur, pamflet, baliho, iklan layanan masyarakat, pedoman dan lain sebagainya)
PPeennggeemmbbaannggaann TTPPAA RReeggiioonnaall 22..
Penyiapan MOU antara 2 (dua) atau lebih kab./kota untuk pengelolaan TPA bersama secara regional;
Penetapan daerah yang akan memanfaatkan TPA, serta yang bersedia menyediakan lahan sebagai lokasi TPA regional;
Penyerahan urusan pengelolaan teknis TPA regional kepada Provinsi, selanjutnya Pemerintah Provinsi membentuk unit pelaksana teknis pengelolaan TPA regional;
Fasilitasi pembentukan unit pelaksana teknis pengelolaan TPA regional. PPeemmaannffaaaattaann PPrraassaarraannaa ddaann SSaarraannaa yyaanngg aaddaa
33..
Rehabilitasi Prasarana Sarana;
Melengkapi Prasarana Sarana yang telah ada; Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan.
PPeennyyeeddiiaaaann PPrraassaarraannaa ddaann SSaarraannaa PPeerrssaammppaahhaann aattaauu PPeemmbbiinnaaaann SSiisstteemm MMoodduull 44..
PPeerrssaammppaahhaann ::
Pengadaan dan penambahan peralatan; Pembangunan Prasarana dan sarana; Pilot Project TPA.
PPiirraannttii LLuunnaakk 55..
Peningkatan kelembagaan;
Peningkatan peran serta masyarakat dan swasta;
Penyiapan hukum dan kelembagaan
KKrriitteerriiaa KKeessiiaappaann
(1) Sudah memiliki RPIJM dan SSK/Memorandum Program atau sudah mengirim surat minat untuk mengikuti PPSP;
(2) Adanya minat/permohonan dari Pemerintah Kabupaten/Kota untuk prasarana yang direncanakan;
(3) Adanya dokumen Master Plan Persampahan/Studi/DED; (4) Adanya kesiapan lahan;
(5) Adanya kesiapan institusi pengelola
BB.. PPeemmbbaanngguunnaann PPrraassaarraannaa PPeerrssaammppaahhaann 33RR
Kriteria kegiatan infrastruktur tempat pengolahan sampah terpadu 3R : LLookkaassii::
Kawasan permukiman di perkotaan yang memungkinkan penerapan kegiatan o
berbasis masyarakat;
Kawasan rumah sederhana sehat (RSH) yang berminat o
LLiinnggkkuupp KKeeggiiaattaann::
Fasilitasi pembentukan kelompok masyarakat (sebagai pengelola), o
penyusunan rencana kegiatan;
Pembangunan hanggar, pengadaan alat pengumpul sampah, alat o
komposting;
Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R dapat difungsikan sebagai pusat o
pengolahan sampah tingkat kawasan, daur ulang atau penanganan sampah lainnya dari kawasan yang bersangkutan
TOT kepada Tim Pelatih Kabupaten/Kota untuk dapat melaksanakan pelatihan o
KSM dan pemberdayaan masyarakat;
Sosialisasi/diseminasi/ kampanye NSPM TPS 3R; o
Produk materi penyuluhan/promosi kepada masyarakat o
Penyediaan media komunikasi (brosur, pamflet, baliho, iklan layanan