• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan)

3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY

(continued)

Pertimbangan (lanjutan) Judgments (continued)

Alokasi Harga Beli dan Penurunan Nilai Goodwill Purchase Price Allocation and Goodwill Impairment

Akuntansi akuisisi mensyaratkan penggunaan

estimasi akuntansi secara ekstensif dalam

mengalokasikan harga beli kepada nilai pasar wajar aset dan liabilitas yang diakuisisi, termasuk aset tak berwujud. Akuisisi bisnis tertentu oleh

Grup menimbulkan goodwill. Sesuai PSAK No. 22

(Revisi 2009), “Kombinasi Bisnis“, goodwill tidak

diamortisasi dan diuji bagi penurunan nilai setiap

tahunnya. Nilai tercatat goodwill Grup pada tanggal

31 Desember 2012 adalah Rpnil. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 14.

Acquisition accounting requires extensive use of accounting estimates to allocate the purchase price to the fair market values of the assets and liabilities purchased, including intangible assets. Certain business acquisition of the Group has resulted in goodwill. Under PSAK No. 22 (Revised 2009), “Business Combinations”, such goodwill is not amortised and subject to an annual impairment testing. The carrying amount of the Group’s goodwill as of December 31, 2012 is Rpnil. Further details are disclosed in Note 14.

Uji penurunan nilai dilakukan apabila terdapat

indikasi penurunan nilai. Dalam hal ini, goodwill

diuji untuk penurunan nilai setiap tahunnya dan jika terdapat indikasi penurunan nilai, manajemen

harus menggunakan pertimbangan dalam

mengestimasi nilai terpulihkan dan menentukan adanya indikasi penurunan nilai.

Impairment test is performed when certain impairment indicators are present. In case of goodwill, such assets are subject to annual impairment test and whenever there is an indication that such asset may be impaired, management has to use its judgment in estimating the recoverable value and determining if there is any indication of impairment.

Estimasi dan Asumsi Estimates and Assumptions

Asumsi utama masa depan dan sumber utama

estimasi ketidakpastian lain pada tanggal

pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian

disusun. Asumsi dan situasi mengenai

perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year are disclosed below. The Group based its

assumptions and estimates on parameters

available when the consolidated financial

statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments, may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Group. Such changes are reflected in the assumptions as they occur.

Penyisihan Penurunan Nilai atas Piutang Usaha - Evaluasi Kolektif

Allowance for Impairment on Trade Receivables - Collective Assessment

Bila Grup memutuskan bahwa tidak terdapat bukti obyektif atas penurunan nilai pada evaluasi individual atas piutang usaha, baik yang nilainya signifikan maupun tidak, Grup menyertakannya dalam kelompok piutang usaha dengan risiko kredit yang serupa karakteristiknya dan melakukan evaluasi kolektif atas penurunan nilai. Karakteristik yang dipilih mempengaruhi estimasi arus kas masa depan atas kelompok piutang usaha tersebut karena merupakan indikasi bagi kemampuan pelanggan untuk melunasi jumlah terutang.

If the Group determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed trade receivables, whether significant or not, it includes the asset in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and collectively assesses them for impairment. The characteristics chosen are relevant to the estimation of future cash flows for groups of such trade receivables by being indicative of the customers’ ability to pay all amounts due.

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

Penyisihan Penurunan Nilai atas Piutang Usaha - Evaluasi Kolektif (lanjutan)

Allowance for Impairment on Trade Receivables - Collective Assessment (continued)

Arus kas masa depan pada kelompok piutang usaha yang dievaluasi secara kolektif untuk

penurunan nilai diestimasi berdasarkan

pengalaman kerugian historis bagi piutang usaha dengan karakteristik risiko kredit yang serupa dengan piutang usaha pada kelompok tersebut.

Future cash flows in a group of trade receivables that are collectively evaluated for impairment are estimated on the basis of historical loss experience for the trade receivables with credit risk characteristics similar to those in the group.

Imbalan Kerja Employee Benefits

Penentuan liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah- jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Grup langsung diakui dalam laba atau rugi pada saat terjadinya. Sementara Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan kerja dan imbalan kerja neto. Nilai tercatat atas liabilitas diestimasi imbalan kerja Grup pada tanggal

31 Desember 2012 adalah sebesar

Rp21.373.253.000 (31 Desember 2011:

Rp17.224.901.000). Penjelasan lebih rinci

diungkapkan dalam Catatan 25.

The determination of the Group’s employee benefits liabilities is dependent on its selection of certain assumptions used by the independent actuaries in calculating such amounts. Those assumptions include among others, discount rates, annual salary increase rate, annual employee turn- over rate, disability rate, retirement age and mortality rate. Actual results that differ from the Group’s assumptions are recognized immediately in the profit or loss as and when they occurred. While the Group believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Group’s actual experiences or significant changes in the Group’s assumptions may materially affect its estimated liabilities employee benefits and net employee benefits expense. The carrying amount of the Group’s estimated liabilities for employee benefits as of December 31, 2012 is

Rp21,373,253,000 (December 31, 2011:

Rp17,224,901,000). Further details are disclosed in Note 25.

Penyusutan Aset Tetap, Amortisasi Beban

Renovasi Bangunan Sewa dan Beban

Ditangguhkan

Depreciation of Fixed Assets, Amortization of Renovation Costs of Rented Buildings and Deferred Charges

Biaya perolehan aset tetap, beban renovasi

bangunan sewa dan beban ditangguhkan

disusutkan dengan menggunakan metode garis

lurus berdasarkan taksiran masa manfaat

ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap, beban renovasi bangunan sewa dan beban ditangguhkan antara 3 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Grup menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.

The costs of fixed assets, renovation costs of rented building and deferred changes are depreciated on a straight-line method over their estimated useful lives. Management estimates the useful lives of these fixed assets to be within 3 to 20 years. These are common life expectancies applied in the industries where the Group conducts its businesses. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual values of these assets, and therefore future depreciations charges could be revised.

Nilai tercatat neto atas aset tetap, beban renovasi bangunan sewa dan beban ditangguhkan Grup pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar

Rp343.955.609.086, Rp194.357.918.994 dan

The net carrying amount of the Group’s fixed assets, renovation costs of rented buildings and deferred charges as of December 31, 2012

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan)

3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY

(continued)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

Instrumen Keuangan Financial Instruments

Grup mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan

estimasi akuntansi. Sementara komponen

signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Grup menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Grup. Nilai tercatat dari aset keuangan pada nilai wajar dalam laporan

posisi keuangan konsolidasian pada

tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masing-

masing sebesar Rp590.717.523.190 dan

Rp320.222.287.029. Nilai tercatat dari liabilitas keuangan pada nilai wajar dalam laporan posisi

keuangan konsolidasian pada tanggal

31 Desember 2012 dan 2011 masing-masing

sebesar Rp678.671.376.089 dan

Rp566.782.049.505 (Catatan 35).

The Group carries certain financial assets and liabilities at fair values, which requires the use of

accounting estimates. While significant

components of fair value measurement were determined using verifiable objective evidences, the amount of changes in fair values would differ if the Group utilized different valuation methodology. Any changes in fair values of these financial assets and liabilities would affect directly the Group’s profit or loss. The carrying amounts of financial assets carried at fair values in the consolidated statements of financial position as of December 31, 2012 and 2011 amounted to Rp590,717,523,190 and Rp320,222,287,029, respectively. The carrying amounts of financial liabilities carried at fair values in the consolidated statements of financial position as of December 31, 2012 and 2011 amounted to

Rp678,671,376,089 and Rp566,782,049,505

(Note 35).

Pajak Penghasilan Income Tax

Estimasi signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.

Significant estimate is involved in determining provision for corporate income tax. There are certain transactions and computation for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. The Group recognizes liabilities for expected corporate income tax issues based on estimates of whether additional corporate income tax will be due.

Nilai tercatat neto liabilitas pajak penghasilan badan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah

sebesar Rp2.651.517.801 (2011:

Rp5.093.353.641). Penjelasan lebih rinci

diungkapkan dalam Catatan 19.

The net carrying amount of corporate income tax payable as of December 31, 2012 amounted to

Rp2,651,517,801 (2011: Rp5,093,353,641).

Further details are disclosed in Note 19.

Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets

Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal

yang belum digunakan sepanjang besar

kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan.

Deferred tax assets are recognized for all unused tax losses to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the losses can be utilized. Significant management estimates are required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing and the level of future taxable profits together with future tax planning strategies.

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

Aset Pajak Tangguhan (lanjutan) Deferred Tax Assets (continued)

Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Grup telah mengakui aset pajak tangguhan masing-

masing sebesar Rp20.698.186.847 dan

Rp18.869.408.802. Penjelasan lebih rinci

diungkapkan dalam Catatan 19.

As of December 31, 2012 and 2011, the Group has recognized deferred tax assets amounting to

Rp20,698,186,847 and Rp18,869,408,802,

respectively. Further details are disclosed in Note 19.

Penyisihan Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan Persediaan

Allowance for Decline in Market Value and Obsolescence of Inventories

Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang

dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya

penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk

penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan

disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Nilai tercatat persediaan Grup sebelum penyisihan atas keusangan dan penurunan nilai persediaan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar

Rp245.904.564.626 (31 Desember 2011:

Rp177.854.910.978). Penjelasan lebih rinci

diungkapkan dalam Catatan 9.

Allowance for decline in market value and obsolescence of inventories is estimated based on available facts and circumstances, including but not limited to, the inventories’ own physical conditions, their market selling prices, estimated costs of completion and estimated costs to be incurred for their sales. The provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amount estimated. The carrying amount of the

Group’s inventories before allowance for

obsolescence and decline in value of inventories as of December 31, 2012 is Rp245,904,564,626 (December 31, 2011: Rp177,854,910,978). Further details are disclosed in Note 9.

Penurunan Nilai Aset Non-keuangan Impairment of Non-financial Assets

Penurunan nilai terjadi pada saat nilai tercatat aset atau UPK melebihi jumlah terpulihkannya, yaitu yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada data yang tersedia dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset.

An impairment exists when the carrying value of an asset or CGU exceeds its recoverable amount, which is the higher of its fair value less costs to sell and its value in use. The fair value less costs to sell calculation is based on available data from binding sales transactions in an arm’s length transaction of similar assets or observable market prices less incremental costs for disposing the asset. In assessing the value in use, the estimated net future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the specific risks to the asset.

3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan)

3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY

(continued)

Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)

Penurunan Nilai Aset Non-keuangan (lanjutan) Impairment of Non-financial Assets (continued)

Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset.

Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh

penilaian berganda atau indikator nilai wajar yang tersedia. Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan.

In determining fair value less costs to sell, recent market transactions are taken into account, if available. If no such transactions can be identified, an appropriate valuation model is used to determine the fair value of the assets. These

calculations are corroborated by valuation

multiples or other available fair value indicators. The value in use calculation is based on a discounted cash flow model.

Berdasarkan evaluasi manajemen Grup, tidak ada

peristiwa atau perubahan keadaan yang

mengindikasikan penurunan nilai dalam nilai tercatat aset tetap pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011.

Based on the assessment of the Group’s management, there are no events or changes in circumstances that may indicate impairment in the value of fixed assets as of December 31, 2012 and 2011.

4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS

Kas dan setara kas terdiri dari: Cash and cash equivalents consist of:

2012 2011

Kas - Rupiah 5.593.064.171 7.484.503.750 Cash on hand - Rupiah

Bank Cash in banks

Rekening Rupiah Rupiah accounts

PT Bank Mayapada PT Bank Mayapada

Internasional Tbk 8.578.846.545 17.624.461 Internasional Tbk

PT Bank CIMB Niaga Tbk 8.091.915.705 7.068.683.184 PT Bank CIMB Niaga Tbk

PT Bank Central Asia Tbk 7.774.034.247 7.655.638.336 PT Bank Central Asia Tbk

PT Bank Mandiri PT Bank Mandiri

(Persero) Tbk 3.892.441.061 5.819.555.382 (Persero) Tbk

PT Bank Permata Tbk 1.369.178.026 166.111.272 PT Bank Permata Tbk

PT Bank Sinarmas Tbk 508.946.489 43.687.386 PT Bank Sinarmas Tbk

PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 61.450.242 47.292.819 (Persero) Tbk

PT Bank Danamon PT Bank Danamon

Indonesia Tbk 21.926.890 50.988.444 Indonesia Tbk

PT Bank Internasional PT Bank Internasional

Indonesia Tbk 15.871.603 126.010.285 Indonesia Tbk

PT Bank Industrial and Commercial PT Bank Industrial and Commercial

Bank of China (ICBC) Indonesia 6.496.851 32.924.440 Bank of China (ICBC) Indonesia

PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia

(Persero) Tbk 6.394.744 108.407.175 (Persero) Tbk

PT Bank DBS Indonesia - 1.990.142 PT Bank DBS Indonesia

Rekening Dolar Amerika Serikat United States Dollar accounts

PT Bank CIMB Niaga Tbk 23.031.096.246 1.034.025.703 PT Bank CIMB Niaga Tbk

PT Bank Permata Tbk 1.241.372.229 6.474.913 PT Bank Permata Tbk

Bank of Tokyo - Mitsubishi UFJ 345.344.710 - Bank of Tokyo - Mitsubishi UFJ

PT Bank Sinarmas Tbk 123.142.518 10.715.112 PT Bank Sinarmas Tbk

PT Bank Industrial and Commercial PT Bank Industrial and Commercial

Bank of China (ICBC) Indonesia 36.920.447 209.267.949 Bank of China (ICBC) Indonesia

Rekening Dolar Singapura Singapore Dollar accounts

PT Bank CIMB Niaga Tbk 371.021.603 11.065.421 PT Bank CIMB Niaga Tbk

PT Bank Sinarmas Tbk 984.436 - PT Bank Sinarmas Tbk

Rekening Yen Jepang Japan Yen accounts

PT Bank Sinarmas Tbk - 1.664.879 PT Bank Sinarmas Tbk

2012 2011

Deposito berjangka - Rupiah Time deposits - Rupiah

PT Bank CIMB Niaga Tbk 112.000.000.000 - PT Bank CIMB Niaga Tbk

PT Bank Mayapada PT Bank Mayapada

Internasional Tbk 100.000.000.000 - Internasional Tbk

PT Bank Sinarmas Tbk - 45.000.000.000 PT Bank Sinarmas Tbk

Total deposito berjangka 212.000.000.000 45.000.000.000 Total time deposit

Total kas dan setara kas 273.070.448.763 74.896.631.053 Total cash and cash equivalents

Tingkat suku bunga tahunan Interest rates per annum

deposito berjangka on time deposits

Rupiah 4,55% - 7,00% 6,82% - 7,25% Rupiah

Grup tidak memiliki relasi, sebagaimana yang didefinisikan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010), dengan bank di mana kas dan setara kas ditempatkan.

The Group does not have a related relationship as defined under PSAK No. 7 (Revised 2010), with the banks where cash and cash equivalents are placed.

5. DEPOSITO BERJANGKA 5. TIME DEPOSITS

Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan memiliki deposito berjangka pada PT Bank ICBC

Indonesia sebesar Rp124.000.000.000.

Pendapatan bunga yang akan diterima dari

deposito berjangka tersebut sebesar

Rp956.186.361 dicatat sebagai bagian dari “Piutang lain-lain – lain-lain" pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

As of December 31, 2012, the Company has time deposits in PT Bank ICBC Indonesia amounting to Rp124,000,000,000. Accrued interest income from the time deposits amounting to Rp956,186,361 is recorded as part of “Other Receivable – Others” in the consolidated statements of financial position.

Tingkat suku bunga tahunan deposito berjangka tersebut adalah sebesar 7%.

Interest rate per annum on time deposits is 7%.

6. PIUTANG USAHA 6. ACCOUNTS RECEIVABLE - TRADE

Akun ini merupakan piutang yang timbul dari penjualan barang dagangan dan jasa, jasa perbaikan dan perakitan kepada:

This account represents receivables arising from sale of merchandise and services, repairs and assembling services to:

2012 2011

Pihak ketiga Third parties

Dalam Rupiah 127.763.495.900 167.587.848.604 In Rupiah

Dalam Dolar AS 2.085.608.678 2.521.104.518 In US Dollar

Sub-total 129.849.104.578 170.108.953.122 Sub-total

Pihak berelasi Related parties

Dalam Rupiah (Catatan 7) 923.774.159 370.035.000 In Rupiah (Note 7)

Total 130.772.878.737 170.478.988.122 Total

Dikurangi penyisihan

penurunan nilai Less allowance for impairment

Pihak ketiga (4.007.942.133) (3.792.096.988) Third parties

Pihak berelasi (370.035.000) (370.035.000) Related parties

Neto 126.394.901.604 166.316.856.134 Net