• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber-Sumber yang Menjadi Dasar-Dasar Tujuan dan Maksud Pendidikan

Dalam dokumen Dengan Pendekatan Teologis dan Filosofis (Halaman 92-102)

TUJUAN PENDIDIKAN

C. Kandungan-Kandungan Pokok Tujuan Pendidikan 1.Konsep Tujuan Pendidikan

3. Sumber-Sumber yang Menjadi Dasar-Dasar Tujuan dan Maksud Pendidikan

Pendidikan yang didasari nilai Islami, maka diperlukan pelbagai ilmu pengetahuan dan pengalaman seluas pandangan Islam baik sebagai agama maupun sebagai peradaban manusia.43 Dengan demikian maka suatu falsafah pendidikan yang berdasar Islam tidak lain adalah pandangan dasar tentang pendidikan yang bersumberkan ajaran Islam dan yang orientasi pemikirannya berdasarkan ajaran tersebut.44

43M. Arifin, Filsafat Pendidikan Islam,(Jakarta: Bumi Aksara, 1994), Cetakan ke empat, hlm. 27.

44Fadhil Al-Djamaly, Tarbiyha Al-insan Al-Jadid, (Tunis: Mathba’ah Al-Ittihad Al-‘Am At-Tunisiyah Al-Syughli, 1967), hlm. 97-98.

Ilmu Pendidikan Islam | 77 Sumber ajaran Islam yang dimaksud adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam yang pertama dan utama mempunyai hakikat keberadaaan dan tujuan kehadirannya ke dunia. firman Allah Q.S An-Nahl:89 menerangkan tujuan diturunkannya Al-Qur’an.

Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

Ayat ini jelas dan nyata bahwa Al-Qur’an diturunkan mempunyai fungsi dan tujuan untuk menjelaskan segala sesuatu, bahkan lebih dari itu ia juga membawa petunjuk (hidayah) dan berita gembira bagi orang-orang yang patuh dan taat kepada ajaran Allah Swt. Secara umum Al-Qur’an tidak hanya diperuntukkan bagi kaum muslim saja, tetapi bagi seluruh manusia bahkan bangsa jin sekalipun. Tetapi diantara mereka ada mau mengikutinya ada juga yang tidak. Dengan demikian Al-Qur’an akan menjadi hidayah dan berita gembira bagi orang yang mengikutinya. diantara fungsi-fungsi Al-Qur’an ialah:

a. Sebagai pedoman hidup manusia

b. Sebagai hidayah bagi orang-orang yang bertaqwa

c. Sebagai pembenar dan penyempurna kitab-kitab terdahulu d. Membawa berita gembira dan peringatan

e. Sebagai sumber pokok ajaran Islam

Sumber yang kedua adalah Al-Hadits, ia berperan sangat penting dalam menjelaskan keterangan apa yang dimaksud oleh Al-Qur’an, baik itu dengan:

a. Hadits memperinci keterangan Al-Qur’an yang masih global. Seperti perintah shalat dalam Al-Qur’an kemudian Rasulullah bersabda “shalatlah! sebagaiman kalian melihaku shalat”

b. Hadits membatasi kemutlakan Al-Qur’an, seperti hukuman potong tangan dengan membatasinya pada pergelangan tangan.

Ilmu Pendidikan Islam | 78

c. Hadits mengkhususkan kandungan Al-Qur’an yang masih umum. Seperti dzalim yang bersifat umum, lalu Rasulullah Saw bersabda dengan memakai ayat Al-Qur’an bahwa yang dimaksud dengan dzalim itu adalah perbuatan syirik.

d. Hadits memperjelas hal yang masih terdapat kesulitan (musykil) dalam memahami maksudnya. Seperti memaknai khaith abyadh wa aswad dengan terangnya siang hari (terbit fajar), dan gelapnya malam hari (matahari terbenam).

Selain mendampingi Al-Qur’an sebagai juru tafsir, hadits juga mempunyai fungsi-fungsi yang lain:

a. Hadits menciptakan hukum secara mandiri, seperti larangan memadu seorang perempuan dengan bibinya baik dari ayah (ammah) maupun dari ibu (khalah).

b. Hadits membatalkan hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an (menasakhkannya), seperti ahli waris tidak dapat menerima wasiat.

Kedua sumber tersebut merupakan sumber filsafat pendidikan Islam. Artinya pemahaman dan perenungan terhadap Al-Qur’an dan Al-Hadits menghasilkan falsafah-falsafah hidup, diantaranya adalah falsafah dalam aspek pendidikan. Karena filsafat pendidikan ini bersumber kepada ajaran Islam maka tujuan dari filsafat pendidikan ini juga harus sesuai dengan sumber ajaran Islam. Adapun penamaannya dengan filsafat hanya sebagai pola pikir, karena berfikirnya bersifat abstrak dan untuk membedakan dengan ilmu pendidikan Islam yang sebenarnya ilmu pendidikan Islam ini lahir dari filsafat pendidikan Islam, dinamakan demikian karena ia berupa ide-ide yang belum dibuktikan dengan bukti empirik. Sebab setelah ide-ide itu dapat dibuktikan maka akan beralih menjadi ilmu pendidikan Islam.

Ilmu Pendidikan Islam | 79

D. Tinjauan Filsafat terhadap Tujuan Pendidikan Islam

Tujuan pendidikan dihasilkan dari rumusan kehendak dan cita-cita yang akan dicapai, yang menurut pertimbangan dapat memberi kebahagiaan dan makna hidup bagi manusia.45

Tujuan pendidikan dipengaruhi oleh falsafah negara yang dianut, tetapi bagaimanapun bentuknya falsafah negara itu dihasilkan dari pikiran-pikiran manusia atau dihasilkan dari falsafah-falsafah manusia, yang tentunya dipengaruhi oleh keyakinan mereka dalam memahami hakikat manusia dan hakikat kehidupannya.

Jika paradigma umumnya adalah rasional maka hasilnya adalah falsafah-falsafah rasionalime dan falsafah ini mempunyai kelebihan plus kekurangannya juga sangat banyak. Jika paradigma umumnya adalah humanisme yang menganggap bahwa manusia mampu mengatur manusia dan alam semesta tanpa membutuhkan tuhan, maka falsafah yang dihasilkan adalah falsafah humanisme dan efek-efek darinya. Ini juga mempunyai kelebihan plus kekurangannya.

Bagi kita sebagai umat Islam, paradigma dasar atau sumber yang paling utama adalah sumber agama Islam, maka yang dipakai adalah sumber tersebut, tentunya melalui pendekatan filosofis sebagai alat untuk memahaminya, bukan isi filsafat. Karena bagaimanapun, yang namanya manusia, apakah dia belajar filsafat ataukah tidak, selama ia masih berfikir maka ia sebenarnya berfilsafat, namun ia tidak mengetahui ilmunya.

Tujuan pendidikan Islam dirumuskan dari nilai-nilai filosofis yang kerangka dasarnya termuat dalam filsafat pendidikan Islam. Seperti halnya dasar pendidikannya maka tujuan pendidikan Islam juga identik dengan tujuan Islam itu sendiri.46

Ajaran Islam adalah ajaran tauhid, bukan ajaran manusia. Oleh karena itu ajaran Islam bersumber kepada wahyu, dimana

45Jalaludin, Teologi Pendidikan, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2003), Cetakan ketiga, hlm. 81.

Ilmu Pendidikan Islam | 80

pembuktiannya tidak perlu secara empiris. Tetapi walaupun demikian, pembuktian ajaran Islam dapat dilakukan dengan pendalaman ajaran agama, yaitu dengan pembekalan rohani untuk memasukkan sifat-sifat tuhan terhadap manusia (asma’ul husna).

Dengan demikian ruang lingkup tujuan pendidikan Islam sangat luas, bahkan mungkin tidak ada batasnya. Menurut Jalaludin tujuan pendidikan Islam memiliki tujuh dimensi, yaitu:47

1. Dimensi hakikat Penciptaan Manusia, 2. Dimensi Wahyu

3. Dimensi Moral

4. Dimensi perbedaan individu 5. Dimensi sosial

6. Dimensi profesional 7. Dimensi ruang dan waktu

Pendidikan Islam mempunyai tujuan yang tertinggi, tujuan umum dan tujuan khusus. Semua tujuan tersebut dapat diaplikasikan dengan menurunkannya dalam tataran yang empirik yang kemudian menjadi tujuan pendidikan Islam dengan ilmunya adalah ilmu pendidikan Islam.

Selanjutnya adalah mengembangkan ilmu pendidikan Islam ini menjadi ilmu-ilmu yang berdiri sendiri sebagai hasil dari penjabaran ilmu pendidikan Islam.

Isu-Isu Etis (Analisis Kritis)

1. Hampir di seluruh institusi pendidikan yang telah Terakreditasi mempunyai tujuan pendidikan karena memang merupakan komponen utama akreditasi. Namun semua itu

hanyalah dalam goresan tinta pada kertas, ia hanya sebagai simbol dan dibutuhkan pada waktu tertentu, sehingga keberadaannya hanyalah sementara pada waktu yang sangat terbatas yaitu akreditasi. Padahal kalau disimak secara

Ilmu Pendidikan Islam | 81 seksama tujuan pendidikan ini merupakan turunan dari visi dan misi institusi yang kemudian dirumuskan pada strategi terhadap target dan sasaran. Seandainya komponen akreditasi itu menjadi akhlak institusi yang secara langsung “behavior” terlaksana secara otomatis, maka apa yang telah menjadi visi dan misi institusi tersebut akan tercapai.

2. Banyak siswa yang tidak mau belajar, bukan karena ketidakmampuan, tetapi lebih karena malas karena merasa belajar itu hanyalah formalitas. Itu semua terjadi karena yang bersangkutan tidak mengetahui tujuan dari sebuah materi dalam proses pembelajaran. Bahkan yang sudah mengetahui tujuanpun kadang-kadang tidak mempedulikan materi tersebut, karena menganggap dirinya mampu tanpa bantuan sedikitpun. Menganggap remeh suatu perkara merupakan celah atau kerugian besar bagi yang bersangkutan.

3. Kesesuaian dan keserasian antara tujuan institusi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat sangat signifikan untuk menyeimbangkan tantangan zaman. Terutama menjelang pasar global, dampaknya adalah kompetitor semakin banyak karena teritorialnya semakin luas bahkan mendunia. Seolah-olah dunia ini berada dalam genggaman yang dapat diatur behind screen bahkan dapat dikendalikan dari jarak jauh. Termasuk proses belajar mengajar dapat dilakukan tanpa harus bertatap muka secara langsung. Apa yang disebut dengan pembelajaran jarak jauh distance learning sudah merupakan sebuah keniscayaan. Ia dapat dilakukan dengan penguasaan teknologi yang semakin hari semakin murah karena ketersediaan operator yang kompetitif. Oleh karena itu tujuan pendidikan tidak lagi berbasis lokal dan nasional, ia harus menyiapkan diri untuk hidup di dunia global. Artinya bahwa penguasaan bahasa asing dan teknologi informasi dan komunikasi sudah merupakan sesuatu yang harus ada dalam dunia pendidikan. Karena keduanya merupakan based indicator untuk menguasai dunia. Jika tidak adaftif dan akomodatif, maka ia akan tertinggal bahkan ditinggalkan oleh kemajuan zaman. Oleh karena itu kedua aspek dasar ditambah dengan

Ilmu Pendidikan Islam | 82

manajemen yang baik harus dituangkan dalam tujuan pendidikan pada setiap institusi sebagai pengantar atau bekal hidup abad milenium.

Ilmu Pendidikan Islam | 83 1. Segala sesuatu yang Allah ciptakan mempunyai tujuan tertentu

yang terarah dan terukur.

2. Tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah, tidak sedikit manusia yang hidup, tetapi ia tidak mengetahui tujuan hidupnya. Sehingga hidup manusia seperti itu bagaikan hewan dalam hal makan, minum dan menuruti keinginan nafsunya. 3. Manusia dapat berfikir, karena manusia mempunyai akal. 4. Secara global faktor-faktor yang mempengaruhi proses berfikir

itu dapat dibagi dua; Faktor yang datang dari dalam (internal) dan Faktor yang datang dari luar (external).

5. Faktor internal yang mempengaruhi proses berfikir adalah kesiapan fisik, kesiapan akal dan kesiapan ruhani.

6. Faktor external yang mempengaruhi proses berfikir adalah pengaruh dari lingkungan, mulai dari keluarga (keluarga serumah, kerabat dekat dan kerabat jauh), lingkungan tetangga (dekat atau jauh), lingkungan bermain, lingkungan belajar (sekolah, kursus, lembaga pendidikan full day dan boarding school). 7. Manusia adalah makhluk unik, keunikan ini diakibatkan karena manusia berfikir, semakin banyak manusia berfikir, maka semakin banyak pula keunikannya. Disebut unik karena kepribadian manusia dinamis, tidak seperti hewan yang statis. 8. Karena berfikir bagi manusia adalah suatu kebutuhan, maka

pendidikan adalah kebutuhan pokok umat manusia.

9. Tujuan pendidikan Islam tentu sesuai dengan ajaran Islam yang berdasarkan kepada Al-Qur’an dan Hadits dimana kedua sumber ini adalah dua perkara yang diwariskan oleh Allah Swt.

Ilmu Pendidikan Islam | 84

10. Menurut Omar Al-Syaibani konsep tujuan pendidikan yang paling sederhana adalah “perubahan yang diingini yang diusahakan oleh proses pendidikan atau usaha pendidikan untuk mencapainya, baik pada tingkah laku individu dan pada kehidupan pribadinya, atau pada kehidupan masyarakat dan pada alam sekitar tentang individu itu hidup, atau pada proses pendidikan sendiri dan proses pengajaran sebagai suatu aktivitas sasi dan sebagai proporsi di antara profesi-profesi asasi dalam masyarakat.

11. Tujuan-tujuan pendidikan memiliki tahapan-tahapan, yaitu: tujuan tertinggi atau tujuan akhir, tujuan umum, dan tujuan khusus.

12. Menurut Jalaludin tujuan pendidikan Islam memiliki tujuh dimensi, yaitu: Dimensi hakikat Penciptaan Manusia, Dimensi Wahyu, Dimensi Moral, Dimensi perbedaan individu, Dimensi sosial, Dimensi profesional dan Dimensi ruang dan waktu

Ilmu Pendidikan Islam | 85 1. Buktikan bahwa Manusia itu makhluk berfikir!

2. Buktikan bahwa manusia itu makhluk unik!

3. Jelaskan bahwa manusia membutuhkan pendidikan! Bagaimana keadaan manusia yang tidak memiliki pendidikan

4. Jelaskan kedudukan tujuan dalam pendidikan! 5. Sebutkan tahapan-tahapan tujuan pendidikan

6. Sebutkan sumber-sumber yang menjadi dasar tujuan pendidikan 7. Sebutkan dimensi apa saja yang menjadi tujuan pendidikan Islam

***

Ilmu Pendidikan Islam | 86

Dalam dokumen Dengan Pendekatan Teologis dan Filosofis (Halaman 92-102)