1. SUMUR DALAM Malangjiwan, Colomadu 110 Jaten
2. SUMUR DALAM 1 Malangjiwan, Colomadu 15 Colomadu
3. SUMUR DALAM 2 Malangjiwan, Colomadu 10 Colomadu
4. SUMUR DALAM 1 Wonorejo, Gondangrejo 10 Perumnas Wonorejo
5. SUMUR DALAM 2 Wonorejo, Gondangrejo 5 Perumnas Wonorejo
6. SUMUR DALAM 3 Wonorejo, Gondangrejo 10 Perumnas Wonorejo
7. SUMUR DALAM 4 Wonorejo, Gondangrejo 13 Perumnas Wonorejo
8. SUMUR DALAM 1 Ngringo, Jaten 10 Perumnas Palur
9. SUMUR DALAM 2 Ngringo, Jaten 10 Perumnas Palur
10. SUMUR DALAM 3 Ngringo, Jaten 10 Perumnas Palur
11. SUMUR DALAM 4 Ngringo, Jaten 10 Perumnas Palur
Sumber: Profil PDAM Kabupaten Karanganyar, tahun 2012
c) Tingkat pelayanan PDAM Kabupaten Karanganyar kepada pelanggan ditampilkan pada tabel VI.11 berikut.
Tabel VI.12
Tingkat Pelayanan PDAM Kabupaten Karanganyar, April 2012 No Cabang/Unit Jumlah Penduduk Daerah
Pelayanan Jumlah Penduduk Terlayani Prosentase/Tingkat Pelayanan ( % ) 1 2 3 4 5 6 7 8 PDAM Pusat Karangpandan Kerjo / Jenawi Jatiyoso / Jatipuro Perumnas Wonorejo Colomadu Jumopolo Matesih 148.552 43.802 65.863 79.061 71.109 61.843 48.438 46.245 119.275 18.310 21.025 8.715 8.685 2.925 2.880 1.755 80,29 41,80 31,92 11,02 12,22 4,73 5,94 3,79 Sumber: Laporan Bulanan PDAM Tirta Lawu Kab. Karanganyar, April 2012
B. Aspek Non Teknis
1) Aspek Pendanaan
a) Sumber pendanaan SPAM yang dikelola oleh PDAM Tirta Lawu Kabupaten Karanganyar berasal dari APBD dan dari retribusi pelanggan.
b) Volume pemakaian air di PDAM Kabupaten Karanganyar Tahun 2010 paling tinggi adalah pemakaian pada rumah tangga kelompok 2 sebesar 5.794.229 m3, sedangkan paling rendah terdapat pada kelompok tariff industri sebesar 21.931 m3. Sedangkan pendapatan air yang dihasilkan oleh PDAM Kabupaten Karanganyar tahun 2010 sebesar Rp 20.459.591.857,00. Berikut merupakan tabel 3.9, pendapatan air per kelompok tarif PDAM Kabupaten Karanganyar.
Tabel VI.13
Pendapatan Air Per Kelompok Tarif PDAM Kabupaten Karanganyar
No. Kelompok Tarif Pemakaian Air/m3 Jumlah Pendapatan Air (Rp) 1. Non Niaga: Rumah Tangga 1 113.909 215.527.100 Rumah Tangga 2 6.606.559 115.476.734.050 Rumah Tangga 3 1.494.060 4.098.565.100 2. Sosial Sosial umum 63.906 55.511.500 Sosial khusus 212.899 369.993.300
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 42
No. Kelompok Tarif Pemakaian Air/m3 Jumlah Pendapatan Air (Rp) 3. Sekolah / Instansi Pemerintah
Sekolah 184.087 547.674.350 Instansi Pemerintah 265.296 1.219.168.800 4. Niaga Niaga kecil 294.101 1.380.580.000 Niaga besar 50.241 306.329.550 5. Industri Industri kecil 749 4.060.500 Industri besar 33.276 241.322.200
6. Lain-lain beban tetap 4.994.146.780
JUMLAH 9.319.083 4.994.146.780
Sumber: Laporan Evaluasi Kinerja PDAM Tirta Lawu Kab. Karanganyar, Tahun Buku 2014
c) Berdasarkan data keuangan dari PDAM Kabupaten Karanganyar (Tabel 3.8) diketahui bahwa PDAM Kabupaten Karanganyar mulai tahun 2008 s/d 2011 mendapatkan laba/keuntungan. Setelah dilakukan analisa terhadap data keuangan didapatkan hasil bahwa laba/keuntungan tersebut didapatkan dari pendapatan penjualan air. Hasil analisa tentang keuangan PDAM Kabupaten Karanganyar dari tahun 2009 s/d 2011 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel VI.14
Analisa Data Keuangan PDAM Kabupaten Karanganyar Tahun 2008 s/d 2011
No. Uraian Tahun
2009 2010 2011
1.1 1.2 1.3
Penjualan Air (x1000 M3) Penjualan Air (Juta Rp) Harga Air/M3 (Rp) (1.2/1.1) 7.804 16.104 2.063,5 7.878 20.459 2.596,9 8.649 23.041 2.663,9 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7
Biaya Langsung Usaha (Juta Rp) Biaya Adm. & Umum (Juta Rp) Biaya Lain-lain (Juta Rp)
Biaya Penyusutan Aktiva (Juta Rp) Jumlah Biaya (Juta Rp) (2.1+2.2+2.3+2.4) Penjualan Air – Biaya (Juta Rp) (1.2-2.5)
Kelebihan/Kekurangan Biaya Produksi Air / M3 (Rp) (2.6/1.1) 5.055 7.253 79 3.070 15.457 647 82,9 10.658 10.257 (103) 4.222 25.034 -4.575 -580,7 12.515 11.290 5 5.387 29.197 -6.156 -711,7 3.1 Harga Jual Air / M3 (BEP) (Rp) (1.3-2.7) 1.980,6 3.177,6 3.375,6 Sumber data : Hasil Analisa Konsultan, 2012
2) Kelembagaan
Struktur Organisasi dan Tata Kerja PDAM Tirta Lawu Kabupaten Karanganyar tahun 2011 ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Direksi PDAM Nomor 690/001 tahun 2008 tanggal 22 Januari 2008 setelah sebelumnya mendapat persetujuan dari Bupati Karanganyar melalui surat nomor 06/0257.2 tanggal 21 Januari 2008. Sedangkan Badan pengawas PDAM Tirta Lawu Kabupaten Karanganyar ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Karanganyar Nomor 500/878 Tahun 2009 tanggal 1 November 2009.
PDAM Kabupaten Karanganyar memiliki 237 karyawan yang terdiri dari 3 direksi, 186 karyawan tetap dan 48 karyawan kontrak. Berikut merupakan tabel rincian jumlah pegawai PDAM Kabupaten Karanganyar per 31 Desember 2011.
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 43
Tabel VI.15
Jumlah Pegawai PDAM Kabupaten Karanganyar Berdasarkan Jenis Pegawai
No Jenis Pegawai Jumlah
1. 2. 3. Direktur Pegawai Tetap Pegawai Kontrak 3 196 66 Jumlah 265
Sumber: Laporan Evaluasi Kinerja PDAM Tirta Lawu, Kab. Karanganyar, Desember 2014 Tabel VI.16
Jumlah Pegawai PDAM Tirta Lawu Kabupaten Karanganyar Berdasarkan Jenis Pendidikan No Jumlah Laki-laki Perempuan Jumlah
1. 2. 3. 4. 5. 6. Sarjana (S2) Sarjana (S1) Diploma ( D3 ) SLTA SLTP SD 7 168 16 101 10 7 - 28 6 21 1 - 7 96 22 122 11 7 Jumlah 209 56 265
Sumber: Laporan Evaluasi Kinerja PDAM Tirta Lawu, Kab. Karanganyar, Desember 2014
3) Peraturan perundangan
Peraturan perundangan yang berkaitan dengan air bersih yang ada di Kabupaten Karanganyar meliputi :
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; Undang-undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 18/PRT/M/2007 Tanggal 6 Juni 2007 Tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 13 Tahun 2007 tanggal 25
Juni 2007 tentang PDAM Kabupaten Karanganyar
4) Peran serta masyarakat
Pengembangan peran serta masyarakat yang sudah dilakukan PDAM antara lain
a.Teknik-Teknik Penguatan Peran Masyarakat
Informasi dan diseminasi; Sosialisasi/Penyuluhan
Pelatihan
Pemberdayaan
Konsultasi (Forum)
Diskusi/FGD; Dengar pendapat
b.Forum Publik
Wadah penyaluran aspirasi dan tuntutan masyarakat
Mekanisme administrasi
Sifatnya terbuka
Perwakilan dari stakeholders
Ruang publik
c.Temu Pelanggan & Forum Pelanggan
Temu pelanggan : interaksi hanya dengan pelanggan dengan tujuan menyelesaikan keluhan
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 44 Forum pelanggan : interaksi dengan pemangku kepentingan & pelanggan
dengan tujuan membahas isu-isu & penanganannya
3. Permasalahan dan Tantangan Pengembangan SPAM
A. Aspek Teknis
Beberapa permasalahan menyangkut aspek teknis yang dapat diidentifikasi terjadi di PDAM Kabupaten Karanganyar adalah sebagai berikut :
a. Kabupaten Karanganyar memiliki banyak mata air, sebagian besar sudah dimanfaatkan untuk pertanian dan sebagian lagi sudah dimanfaatkan oleh PDAM Kabupaten Karanganyar dan penduduk setempat sebagai sumber air baku untuk air minum, tetapi dalam rencana pengembangan PDAM Kabupaten Karanganyar dengan memanfaatkan sumber air baku dari mata air terkendala oleh penolakan dari masyarakat setempat. Salah satunya adalah rencana pembangunan IKK baru di Kecamatan Mojogedang yang sampai sekarang tidak terealisir karena masyarakat setempat menolak pemanfaatan mata air di wilayahnya (Mata Air Watu Pawon).
b. Besarnya tingkat NRW (Non Revenue Water) produksi dan distribusi tahun 2010 yang disebabkan water meter induk dan water meter pelanggan yang sebagian tidak berfungsi/rusak, pipa distribusi yang sudah berusia tua, instalasi distribusi yang rusak/usang dan kebocoran administrasi.
c. Sistem pengaliran PDAM didominasi oleh sistem pengaliran gravitasi, seluruh produksi yang berasal dari mata air dialirkan dengan gravitasi dan memiliki tekanan yang sangat tinggi. Untuk pengaliran ini PDAM mampu mengalirkan air sepanjang hari/waktu (24 jam). Sementara Kapasitas Reservoir PDAM baru mencapai 20% dari total kebutuhan Reservoir Distribusi.
Sistem penyediaan air minum di Kabupaten Karanganyar yang diselenggarakan oleh PDAM baru mencakup 22% dari total penduduk Kabupaten Karanganyar. Sistem yang terpasang berada di 13 (tiga belas) kecamatan dari 17 (tujuh belas) total kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Sedangkan kapasitas produksi PDAM hanya mampu memenuhi 21% dari total kebutuhan domestik air bersih di Kabupaten Karanganyar. Di beberapa wilayah, pipa distribusi PDAM telah melampaui batas usia teknis. Sehingga sistem yang dialirkan berkurang optimal. Akibatnya tekanan dan debit yang dialirkan tidak sesuai dengan yang direncanakan.
B. Aspek Non Teknis
Beberapa permasalahan menyangkut aspek non teknis yang dapat diidentifikasi terjadi di PDAM Kabupaten Karanganyar adalah sebagai berikut :
Didorongnya PDAM untuk mencapai target nasional terhadap cakupan pelayanan menyebabkan diperlukannya biaya investasi yang sangat besar. Sampai tahun 2015 PDAM Karanganyar menargetkan penambahan sambungan rumah sebesar 16.000 sambungan atau rata-rata 4.000 sambungan rumah per tahun. Untuk mewujudkan target ini diperlukan kesiapan investasi yang sangat besar. Karena itu diperlukan bantuan APBN maupun penyertaan modal dari PEMDA melalui dana APBD. Sebagai BUMD yang diatur oleh PERDA Kabupaten Karanganyar No. 13 Tahun 2007 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Karanganyar, Pemerintah Daerah berkewajiban menyertakan modalnya. Namun belum ada jaminan/kepastian mengenai waktu dan besaran dari realisasi penyertaan modal tersebut.
Permasalahan aspek kelembagaan PDAM Tirta Lawu Kabupaten Karanganyar adalah perusahaan belum memiliki program pelatihan bagi pegawai dan belum memiliki
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 45
pedoman pengelolaan SDM. Kelembagaan pengelola SPAM di IKK masih memerlukan pengaturan dan pembagian kerja yang jelas.
C. Tantangan Pengembangan SPAM
Beberapa tantangan dalam pengembangan SPAM yang cukup besar ke depan, agar dapat digambarkan, misalnya :
1) Tantangan Internal:
Tantangan dalam peningkatan cakupan kualitas air minum saat ini adalah mempertimbangkan masih banyaknya masyarakat yang belum memiliki akses air minum yang aman yang tercermin pada tingginya angka prevalensi penyakit yang berkaitan dengan air.
Banyak potensi dalam hal pendanaan pengembangan SPAM yang belum dioptimalkan. Sedangkan adanya tuntutan penerapan tarif dengan prinsip full cost
recovery merupakan tantangan dalam pengembangan SPAM.
Adanya tuntutan untuk penyelenggaraan SPAM yang profesional merupakan tantangan dalam pengembangan SPAM di masa depan.
Adanya tuntutan penjaminan pemenuhan standar pelayanan minimal sebagaimana disebutkan dalam PP No. 16/2005 serta tuntutan kualitas air baku untuk memenuhi standar yang diperlukan.
Adanya potensi masyarakat dan swasta dalam pengembangan SPAM yang belum diberdayakan.
2) Tantangan Eksternal
Tuntutan pembangunan yang berkelanjutan dengan pilar pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.
Tuntutan penerapan Good Governance melalui demokratisasi yang menuntut pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan.
Komitmen terhadap kesepakatan Millennium Development Goals (2015 dan Protocol Kyoto dan Habitat, sebagai upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan.
Tuntutan peningkatan ekonomi dengan pemberdayaan potensi lokal dan masyarakat, serta peningkatan peran serta dunia usaha, swasta
Kondisi keamanan dan hukum nasional yang belum mendukung iklim investasi yang kompetitif.
6.2.3. Analisis Kebutuhan Sistem Penyediaan Air Minum
A. Analisis Kebutuhan Pengembangan SPAM Kabupaten Karanganyar
Kebutuhan akan air minum meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk atau kegiatannya. Untuk mengantisipasi kebutuhan ini dilakukan perencanaan dengan melakukan prediksi laju pertambahan penduduk dan sarana-sarana pendukung kehidupannya. Perencanaan dapat dilakukan untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Dalam pembuatan rencana induk selayaknya dilakukan berdasarkan akurasi yang diperlukan.
Jumlah penduduk masa datang diramalkan dengan proyeksi, kemudian ditentukan kebutuhan perkapitanya. Kedua faktor ini merupakan parameter penentu kebutuhan air untuk rumah tangga (domestik), selain kebutuhan air untuk non rumah tangga (non domestik). Proyeksi kebutuhan air total suatu wilayah, merupakan penjumlahan dari kebutuhan air rumah tangga, non rumah tangga, ditambah sejumlah air untuk kehilangan air yang tidak dapat ditanggulangi baik secara teknis maupun ekonomis. Perhitungan proyeksi pertumbuhan penduduk dan analisa kebutuhan air bersih/air minum PDAM Tirta Lawu Kabupaten Karanganyar dapat dilihat pada tabel 5.3 s/d 5.16 berikut.
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 46
Tabel VI.17
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 47
Tabel VI.18
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 48
Tabel VI.19
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 49
Tabel VI.20
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 50
Tabel VI.21
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 51
Tabel VI.22
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 52
Tabel VI.23
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 53
Tabel VI.24
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 54
Tabel VI.25
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 55
Tabel VI.26
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 56
Tabel VI.27
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 57
Tabel VI.28
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 58
6.2.4. Program-Program dan Kriteria Penyiapan, serta Skema Kebijakan Pendanaan
Pengembangan SPAM
1. Program-Program Pengembangan SPAM
A. Program SPAM
Distribusi penduduk Kabupaten Karanganyar didasarkan pada arah perkembangan wilayah dimana arah perkembangan wilayah sangat kuat ke arah Barat, terutama menuju ke pusat Kota Surakarta, dimana Kota Surakarta perkembangannya sangat cepat dan didukung dengan penyediaan sarana dan prasarana yang berkembang lebih cepat. Distribusi penduduk akan lebih mengarah ke Kecamatan Karanganyar Kota, Jaten, Kebakkramat, Gondangrejo dan Colomadu. Jadi, skala prioritas pengembangan SPAM di Kabupaten Karanganyar diarahkan di sepanjang perbatasan Kabupaten Karanganyar dengan Kota Surakarta.
Untuk tahap jangka pendek, direncanakan untuk memanfaatkan sisa kapasitas (idle capacity) dari masing-masing sumber air baku eksisting yang ada di PDAM Kabupaten Karanganyar. Sedangkan untuk tahap jangka menengah dan jangka panjang direncanakan untuk menambah kapasitas pada masing-masing wilayah pelayanan dan membuka sistem baru untuk memperluas jangkauan pelayanan dan meningkatkan cakupan pelayanan.
Kegiatan:
Optimalisasi terhadap kapasitas mata air dan sumur dalam yang ada di masing- masing cabang PDAM Kabupaten Karanganyar, sesuai dengan perhitungan pada Tabel 7.1., baik dengan cara memaksimalkan kapasitas produksi pada masing- masing sumur dalam sampai setara dengan kapasitas terpasang maupun dengan cara memaksimalkan jam operasi pompa sampai dengan 24 jam.
Penambahan prasarana pendukung yaitu reservoir menara untuk menampung kelebihan air pada saat pemakaian minimum.
Analisa terhadap jaringan distribusi eksisting untuk mengetahui kelemahan system distribusi dalam mendukung pelayanan SPAM.
Untuk wilayah Kecamatan Jaten dan Kebakkramat direncanakan untuk mengolah air baku dari Waduk Gajahmungkur, yang didapat dari rencana SPAM Regional Solo Raya. Untuk tahap jangka pendek akan dibuat IPA berkapasitas 200 liter/dt dan prasarana pendukungnya di Kecamatan Jaten berikut dengan jaringan distribusi untuk melayani wilayah Jaten dan Kebakkramat.
Untuk wilayah Kecamatan Gondangrejo direncanakan untuk pengembangan pelayanan, dengan program pemasangan pompa sumur dalam, pemasangan jaringan perpipaan distribusi, pembuatan reservoir dan pengadaan dan pemasangan klorinasi dan genset.
Untuk wilayah Kecamatan Colomadu direncanakan untuk pengembangan pelayanan, dengan program pemasangan jaringan perpipaan distribusi.
Indikator:
Peningkatan kapasitas (liter/detik)
Penambahan jumlah kawasan terlayani SPAM
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 59
B. Program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)
Kriteria Program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) adalah:
1) Kegiatan:
Untuk program MBR pada tahap jangka pendek akan dilakukan dengan program pengembangan distribusi untuk MBR dan pemasangan sambungan rumah untuk MBR sebanyak 4.000 unit SR.
2) Indikator:
Peningkatan kapasitas (liter/detik)
Penambahan jumlah kawasan kumuh yang terlayani SPAM
2. Kriteria Penyiapan (Readiness Criteria)
Kelengkapan (readiness criteria) usulan kegiatan Pengembangan SPAM pemerintah kabupaten adalah sebagai berikut:
a. Tersedia Rencana Induk Pengembangan SPAM (sesuai PP No. 16 /2005 Pasal 26 ayat 1 s.d 8 dan Pasal 27 tentang Rencana Induk Pengembangan SPAM.
b. Tersedia dokumen RPI2JM
c. Tersedia studi kelayakan/justifikasi teknis dan biaya
Studi Kelayakan Lengkap: Penambahan kapasitas = 20 l/detik atau diameter pipa JDU terbesar = 250 mm;
Studi Kelayakan Sederhana: Penambahan kapasitas 15-20 l/detik atau diameter pipa JDU terbesar 200 mm;
Justifikasi Teknis dan Biaya: Penambahan kapasitas = 10 l/det ik atau diameter pipa JDU terbesar = 150 mm;
d. Tersedia DED/Rencana Teknis (sesuai Permen No. 18/2007 pasal 21) e. Ada indikator kinerja untuk monitoring
Indikator Output: 100 % pekerjaan fisik
Indikator Outcome: Jumlah SR/HU yang dimanfaatkan oleh masyarakat pada tahun yang sama
f. Tersedia lahan/ada jaminan ketersediaan lahan
g. Tersedia Dana Daerah Untuk Urusan Bersama (DDUB) sesuai kebutuhan fungsional dan rencana pemanfaatan sistem yang akan dibangun
h. Institusi pengelola pasca konstruksi sudah jelas (PDAM, UPTD atau BLUD)
i. Dinyatakan dalam surat pernyataan Kepala Daerah tentang kesanggupan/ kesiapan menyediakan syarat-syarat di atas.
3. Skema Kebijakan Pendanaaan
A. Skema Kebijakan Pendanaan Pengembangan SPAM
Skema kebijakan pendanaan pengembangan SPAM sebagaimana dalam tabel di bawah ini
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 60
Tabel VI.29
Skema Kebijakan Pendanaan Pengembangan SPAM
Kegiatan SPAM Air Baku Unit Produksi Transmisi dan Distribusi (SR dan HU) Tingkat Kota APBN APBD, PDAM, KPS,
(APBN) APBN, PDAM, KPS, APBN (MBR) Catatan:
Semua sistem yang sudah ada (sudah jadi) di kelola oleh Pemda/PDAM/Masyarakat; Keikutsertaan Pemda/PDAM/Masyarakat dalam proses pembangunan adalah keharusan; HU = Hidran Umum;
SR = Sambungan rumah;
MBR = Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
B. Pendekatan Pembiayaan APBN
1) Non Cost-Recovery
Fasilitasi pengembangan SPAM (unit air baku dan unit produksi) bagi kawasan kawasan kumuh.
Fasilitasi pembangunan dan pengelolaan SPAM berbasis masyarakat;
pengembangan SPAM skala kecil pembiayaannya didorong melalui DAK.
2) Cost recovery
Fasilitasi penyediaan air baku untuk air minum melalui kerjasama dengan Ditjen Sumber Daya Air; dan
Fasilitasi penyediaan air minum (PDAM) di kawasan strategis (PKN, PKW, PKL,dll) dengan pendanaan melalui perbankan, Pemda/PDAM, serta KPS.
C. Alternatif Pola Pembiayaan
1) Equity adalah merupakan sumber pendanaan dari internal cash PDAM dan Pemda untuk program penambahan sambungan rumah (SR). Dilaksanakan oleh PDAM yang memiliki kecukupan dana untuk memenuhi sebagian kebutuhan investasi;
2) Pinjaman Bank Komersial adalah merupakan sumber pembiayaan dari pinjaman bank komersial dengan jumlah equity tertentu sebagai pendamping pinjaman. Dilaksanakan oleh PDAM yang memiliki kecukupan dana pendamping dan menerapkan tarif minimal diatas harga pokok produksi (tarif dasar);
3) Trade Credit adalah merupakan sumber pembiayaan dari pinjaman bank komersial melalui pihak ke tiga (kontraktor/supplier) dan dibayar dengan angsuran dari pendapatan PDAM dalam masa tertentu (10 tahun atau lebih). Dilaksanakan oleh PDAM yang diperkirakan dapat mengangsur sesuai dengan perjanjian;
4) Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) merupakan sumber pembiayaan dari badan usaha swasta (BUS) berdasarkan kontrak kerjasama antara BUS dengan pemerintah (BOT/Konsesi). Dilaksanakan di kabupaten/kota yang memiliki pasar potensial (captive market) dan telah dilengkapi dengan studi praFS dan kesiapan pemerintah daerah;
5) Obligasi adalah merupakan sumber dana dari penerbitan surat utang yang akan dibayar dari pendapatan PDAM. Dilaksanakan oleh PDAM yang telah memiliki rating minimal BBB;
6) CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan yang dilakukan suatu perusahaan sebagai bentuk tanggungjawab terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 61
6.2.5 Usulan Program dan Kegiatan Pengembangan SPAM
1. Usulan Program dan Kegiatan Pengembangan SPAM
Usulan dan prioritas program komponen Pengembangan SPAM disusun berdasarkan paket- paket fungsional dan sesuai kebijakan prioritas program seperti pada RPJM. Penyusunan tersebut memperhatikan kebutuhan air minum berkaitan dengan pengembangan atau pembangunan sektor dan kawasan unggulan. Dengan demikian usulan sudah mencakup pemenuhan kebutuhan dasar dan kebutuhan pembangunan ekonomi.
2. Pembiayaan Proyek Pengembangan SPAM
Pembiayaan proyek pengembangan SPAM di Kabupaten Karanganyar dapat bersumber dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI- 62
Tabel VI.30
Usulan Program dan Kegiatan SPAM Kabupaten Karanganyar Tahun 2016-2020
No.
Output
Lokasi Volu
me Satuan
Sumber Dana (dalam ribuan) Tahun Pelaksanaan
Indikator Output APBN
APBD