MONITORING DAN EVALUAS
B. Tantangan dan Peluang Pengembangan Sektor Air Limbah
Tantangan Sektor Air Limbah meliputi tantangan internal dan tantangan eksternal. Tantangan internal berhubungan 194 Pedoman Penyusunan RPI2-JM Bidang Cipta Karya dengan cakupan pelayanan air limbah, kejadian penyakit karena buruknya pengelolaan air limbah, perlindungan sumber air baku, kualitas kelembagaan, penggalian sumber dana serta pembagian porsi dana APBN dan APBD. Sedangkan tantangan eksternal berkaitan dengan target RPJMN bebas pembuangan tinja secara terbuka di tahun 2014 dan Target MDGs 7c terlayaninya 50% masyarakat yang belum mendapatkan akses air limbah sampai tahun 2015.
Selain itu, Peraturan Menteri PU Nomor 14/PRT/M/2010 Tentang Standar Pelayanan Minimum menekankan tentang target pelayanan dasar bidang PU yang menjadi tanggungjawab pemerintah kabupaten/kota. Target pelayanan dasar yang ditetapkan dalam Permen ini yaitu pada Pasal 5 ayat 2, dapat dilihat sebagai bagian dari beban dan tanggungjawab kelembagaan yang menangani bidang ke PU an, khususnya untuk sub bidang Cipta Karya yang dituangkan didalam dokumen RPI2JM yang merupakan tantangan tersendiri bagi pelayanan pengelolaan Air Limbah. Target pelayanan dasar bidang Air Limbah sesuai dengan Peraturan Menteri PU Nomor 14/PRT/M/2010 Tentang Standar Pelayanan Minimum dapat dilihat melalui tabel 8.35.
Tabel VI.46
Standar Pelayanan Minimal Bidang Cipta Karya berdasarkan Permen PU No.14/PRT/M/2010 Jenis Pelayanan Dasar Standar Pelayanan Minimal Batas Waktu Pencapaian Ket Indikator Nilai Penyehatan Lingkungan Permukiman Air Limbah Permukiman Tersedianya sistem air limbah setempat yang memadai. 60% 2014 Dinas yg membidangi PU Tersedianya sistem air 5% 2014 Dinas yg membidangi
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI - 114 Jenis Pelayanan Dasar Standar Pelayanan Minimal Batas Waktu Pencapaian Ket Indikator Nilai limbah skala komunitas/ kawasan/kota PU
Sedangkan tantangan dan peluang pengembangan sektor air limbah di Kabupaten Karanganyar, antara lain :
Kondisi topografi lokasi IPLT Karanganyar sudah memenuhi yaitu pada topografi sekitar 99-102 mdpl, dengan kondisi topografi tersebut maka sistem pengaliran limbah pada IPLT Karanganyar sesuai dengan gravitasinya.
Daerah layanan dapat ditingkatkan sesuai dengan kapasitas maksimum debit limbah yang masuk ke IPLT dengan menambah 1 unit mobil sedot tinja.
Kurangnya debit yang mengalir pada tiap-tiap kolam pengolahan mengakibatkan proses pengolahan limbah tidak dapat berjalan dengan lancar.
Tidak adanya manajemen khusus yang menangani IPLT membuat unit ini tidak mendapatkan pemeliharaan harian.
6.4.1.3 Analisis Kebutuhan Air Limbah
a. Analisis Kebutuhan
Analisis kebutahan air limbah di Kabupaten Karanganyar didasarkan dari Isu strategis yang telah disusun sebelumnya. Kebutuhan juga didasarkan dari sasaran pengembangan infrastruktur sanitasi dalam program 100-0-100 yakni pada tahun 2019 terbangun infrastruktur limbah dengan sistem terpusat skala kota, kawasan, komunal di 438 kota/ka dan terbangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di 409 kota/ka. Sehingga dapat disusun kebutuhan dalam pengembanan PLP sektor Air limbah sebagai berikut
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI - 115
Tabel VI.47
Analisis Kebutuhan dan Target Pencapaian Aspek Non Teknis
No Uraian Kondisi eksisting Kebutuhan
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
Aspek Non Teknis 1 Peraturan terkait sektor air
limbah
Ketersediaan Peraturan bidang Air Limbah (Perda, Pergub, Perwali,dst)
Belum ada peraturan yang mengatur kewajiban dan sanksi bagi:
• Masyarakat dan atau pengembang untuk menyediakan sarana pengelolaan air limbah domestik di hunian rumah
• Industry rumah tangga untuk menyediakan sarana pengelolaan air limbah domestik di tempat usaha
• Kantor untuk menyediakan sarana pengelolaan air limbah domestik di tempat usaha
Belum ada peraturan secara khusus tentang penanganan lumpur tinja Belum adana manajemen khusus yang
menangani IPLT
Perlu peraturan secara khusus tentang penanganan lumpur tinja
Perlu perda yang mengatur kewajiban dan sanksi bagi pihak masyarakat/pengembang/ pengelola badan usaha untuk menyediakan sarana pengelolaan air limbah domestik di hunian rumah dan tempat usaha (kantor & industri rumah tangga)
Tidak perlu Tidak perlu Perlu perda yang mengatur tarif retribusi yang sesuai dengan kondisi operasional 2 Kelembagaan
Kualitas dan kuantitas SDM
Belum ada pihak yang memiliki fungsi: Menyediakan sarana pembuangan awal
air limbah domestik
Membangun jaringan atau saluran pengaliran limbah dari sumber ke IPAL (pipa kolektor)
Memberikan sanksi terhadap pelanggaran pengelolaan air limbah domestik
petugas petugas petugas petugas petugas
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI - 116
No Uraian Kondisi eksisting Kebutuhan
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
Sumber pembiayaan (APBN/ APBD Prov/ Kota/ swasta/ masyarakat/ hibah)
Penyertaan modal dari Pemerintah Kota Surakarta
Retribusi dan APBD Kabupaten Karanganyar
Retribusi dan APBD Kabupaten Karanganyar Retribusi dan APBD Kabupaten Karanganyar Retribusi dan APBD Kabupaten Karanganyar Retribusi dan APBD Kabupaten Karanganyar
Tarif Retribusi Rp 5.000/ bulan (terendah) 6.500 7.200 7.900 8.800 9.700
Realisasi penarikan retribusi (%terhadap target)
100% 100% 100% 100% 100%
4
Peran swasta dan masyarakat
Peran swasta belum ada
Peran masyarakat masih kurang karena: Kurang sosialisasi kemanfaatan IPLT
Bertambahnya peran swasta dan
masyarakat
Bertambahnya peran swasta dan masyarakat
Bertambahnya peran swasta dan masyarakat
Bertambahnya peran swasta dan masyarakat
Bertambahnya peran swasta dan masyarakat Aspek Teknis
1 Sistem setempat (on site) Ketersediaan dan kondisi
IPLT
1 unit IPLT Kaliboto belum berjalan secara optimal
1 unit IPLT kondisi
sedang 1 unit IPLT kondisi baik
1 unit IPLT kondisi baik
1 unit IPLT kondisi baik
1 unit IPLT kondisi baik Kapasitas IPLT 257 m3 = 25700 lt
Dengan debit eksisting 1286 m³/hari 1500 m³/hari 1800 m³/hari 2000 m³/hari 2220 m³/hari 2474 m³/hari
Tingkat cakupan Pelayanan IPLT
Sebatas daerah Ibu Kota Kabupaten yaitu Kecamatan Karanganyar dan sekitarnya (21,3% dari 17 kecamatan) Dalam 1 minggu ritasi truk tinja hanya 3
kali pada musim kemarau dan 5 kali pada musim penghujan.
25% 30% 35% 40% 2 kecamatan (5
desa/kel)
Ketersediaan dan kondisi Truk tinja (mendorong jasa swasta)
1 truck dengan kapasitas 3 m3 11 truck 12 truck 13 truck 14 truck 15 truck
Jumlah kk terlayani 21,3% 30% 45% 60% 75% 100%
Biaya O&P (per tahun) 1,042,392,234 1,873,005,096 Rp 3.122.000.000 Rp 4.500.000.000 Rp 6.696.000.000
Kualitas efluen IPLT (BOD dan COD) BOD : COD : BOD : COD : BOD : COD : BOD : COD : BOD : COD : BOD : COD : Cakupan layanan sistem
pengolahan air limbah
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI - 117
No Uraian Kondisi eksisting Kebutuhan
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
skala kecil/kawasan/ komunitas
Penggunaan jamban yang
bertangki septik 61 % dari 8 desa zona onsite individual 62% 63% 64% 65% 65%
2 Sistem Terpusat (off site) Ketersediaan dan kondisi
IPAL
0 unit 3 unit 3 unit 3 unit 3 unit 3 unit
Kapasitas IPAL 150 liter/detik 150 liter/detik 150 liter/detik 150 liter/detik 150 liter/detik 150 liter/detik
Tingkat cakupan Pelayanan IPAL (jumlah SR terlayani)
13 % 20% 27% 35% 42% 50 %
Kualitas efluen IPAL (BOD dan COD) BOD : COD : BOD : COD : BOD : COD : BOD : COD : BOD : COD : BOD : COD : Ketersediaan sistem
pengolahan air limbah skala kecil/kawasan/ komunitas
RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar Tahun 2015 VI - 118
6.4.1.4 Kesiapan Daerah terhadap Kriteria Kesiapan (Readiness Criteria) Sektor Pengembangan PLP Bidang Air Limbah
A. Program Pembangunan Prasarana Air Limbah Sistem Setempat (on-site) dan Komunal