Cara-Cara Membela Perkara
3. Surat Dakwaan
dakwaan tersebut, termasuk tidak memenuhi syarat uraian cermat, jelas, dan lengkap. Oleh karena itu, dapat menjadi alasan Majelis Hakim untuk membatalkan demi hukum surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut.
4. Bahwa Jaksa Penuntut Umum dalam surat dakwaannya men-dakwa ...
Bapak Majelis Hakim yang Mulia, Jaksa Penuntut Umum yang terhormat.
Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas kami mohon kepada Majelis Hakim memeriksa dan mengadili perkara ini dan memutus sebagai berikut:
1. Menyatakan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam perkara pidana atas nama terdakwa Soedirman tidak memenuhi ketentuan formil maupun materiil sebagaimana ditentukan dalam Pasal 143 ayat (2) KUHAP.
2. Menyatakan surat dakwaan tersebut kabur (obscuur libell), sehingga batal demi hukum.
3. Menolak surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam perkara pidana atas nama Soedirman.
Sungai Penuh,………..200…
Hormat Kami
AN, S.H.
akta yang memuat perumusan dari tindak pidana yang didakwakan, yang sementara dapat disimpulkan dari hasil penyidikan dari penyidik yang merupakan dasar bagi hakim untuk melakukan pemeriksaan di sidang pengadilan.5 Jaksa penuntut umum dalam tuntutannya tidak dapat di luar batas-batas dari dakwaannya itu. Dalam hal ini terdakwa hanya dapat dipidana jika terbukti telah melakukan tindak pidana yang tercantum dalam dakwaan itu. Apabila terdakwa terbukti telah melakukan tindak pidana tetapi tidak tercantum dalam dakwaan, maka ia tidak dapat dipidana.
Tujuan utama surat dakwaan menurut Djoko Prakoso dan Iketut Murtika adalah, bahwa undang-undang ingin melihat ditetapkannya alasan-alasan yang menjadi dasar penuntutan suatu peristiwa pidana,6 untuk itu unsur-unsur dari suatu tindak pidana yang dilakukan itu harus dicantumkan dengan sebaik-baiknya. Terdakwa harus dipersalahkan karena telah melanggar sesuatu peraturan hukum pidana, pada suatu saat dan tempat tertentu, serta dinyatakan pula keadaan-keadaan sewaktu melakukannya.
Menyebut waktu, tempat, dan keadaan, menunjukkan bahwa dakwaan itu tertuju pada perbuatan-perbuatan atau peristiwa-peristiwa tertentu, yang dispesialisasi dan diindividualisasi. Misalnya, bukanlah pencurian atau penipuan pada umumnya tetapi pencurian atau penipuan yang konkret. Dalam hal itu, kepentingan surat dakwaan bagi terdakwa adalah bahwa ia mengetahui secepatnya dan setelitinya yang didakwakan untuk dapat mempersiapkan pem-belaannya terhadap dakwaan tersebut.
Adapun syarat-syarat dakwaan menurut Pasal 143 ayat (2) KUHAP adalah:
a. syarat formal, b. syarat materiil.
5 Syarifuddin Pettenasse, Hukum Acara Pidana, Palembang: Universitas Sriwijaya, 1997, hlm. 130.
6 Djoko Prakoso, Iketut Murtika, Mengenal Lembaga Kejaksaan di Indonesia, Jakarta:
Bina Aksara, 1987, hlm. 33.
Syarat formal yaitu surat dakwaan harus berisi tentang nama lengkap, tempat lahir, umur, atau tanggal lahir, jenis kelamin, tempat tinggal, agama, dan pekerjaan tersangka/terdakwa. Adapun syarat materiil yaitu suatu dakwaan berisi uraian cermat, jelas, dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan dengan menyebut waktu dan tempat tindak pidana dilakukan.
Surat dakwaan yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a di atas tidaklah dapat diterima, sedangkan surat dakwaan yang tidak memenuhi ketentuan seperti yang tercantum pada huruf b di atas batal demi hukum. Turunan surat pelimpahan perkara beserta surat dakwaan disampaikan kepada tersangka atau penasihat hukumnya dan penyidik, pada saat yang bersamaan dengan penyampaian surat pelimpahan perkara tersebut ke pengadilan negeri.
Penuntut umum dapat mengubah surat dakwaan sebelum pengadilan menetapkan hari sidang dan perubahan ini dapat dilakukan hanya satu kali selambat-lambatnya tujuh hari sebelum sidang dimulai. Apabila ada perubahan atas surat dakwaan oleh penuntut umum maka turunan perubahan surat dakwaan disampaikan kepada tersangka atau penasihat hukum dan penyidik.
Menyusun surat dakwaan dikenal beberapa bentuk. Menurut Djoko Prakoso dan Iketut Murtika, bentuk surat dakwaan terdiri atas:
a. Dakwaan tunggal;
b. Dakwaan alternatif;
c. Dakwaan subsidiair;
d. Dakwaan kumulatif;
e. Dakwaan campuran.7 a. Dakwaan Tunggal
Dalam dakwaan tunggal, terdakwa didakwa perbuatannya yang termasuk dalam perumusan hanya satu delik atau satu perbuatan
7 Djoko Prakoso, Iketut Murtika, ibid., hlm. 36.
pidana saja, tanpa diikuti dengan dakwaan-dakwaan lain. Misalnya melakukan tindak pidana perkosaan (Pasal 285 KUHP), atau melarikan perempuan di bawah umur (Pasal 332 KUHP).
b. Dakwaan Alternatif
Dakwaan secara alternatif, kepada terdakwa secara faktual didakwakan lebih dari satu tindak pidana, tetapi pada hakikatnya ia hanya didakwa atau dipersalahkan satu tindak pidana saja.
Dinamakan alternatif sebab dakwaannya satu sama lain saling mengecualikan dan merupakan alternatif. Dipergunakan dakwaan alternatif adalah untuk menutup kemungkinan terhindarnya terdakwa dari penghukuman.
Contoh:
Terdakwa didakwa:
– primair : melakukan perbuatan pencurian barang (Pasal 362 KUHP),
– subsidiair : melakukan perbuatan menggelapkan barang (Pasal 372 KUHP),
– lebih subsidiair : melakukan perbuatan penipuan ringan (Pasal 379 KUHP),
– dan seterusnya.
c. Dakwaan Subsidiair
Dakwaan secara subsidiair sama halnya dengan dakwaan alternatif, di mana terdakwa didakwakan satu tindak pidana saja. Maka sebagai konsekuensi pembuktiannya apabila salah satu dakwaan telah terbukti, maka dakwaan selebihnya tidak perlu dibuktikan lagi.
Dalam pembuatan surat dakwaan subsidiair, terhadap kejahatan tersebut ancaman hukuman yang terberat disebutkan paling atas dan berturut-turut ke bawah yang paling ringan. Dakwaan yang terberat biasanya digunakan istilah primair, kemudian subsidiair, lebih subsidiair lagi dan seterusnya.
Contoh:
Pembunuhan, terdakwa didakwa:
– primair : melakukan perbuatan pembunuhan (Pasal 338 KUHP),
– subsidiair : melakukan penganiayaan akibatnya mening-gal (Pasal 351 ayat (3) KUHP),
– lebih subsidiair : melakukan perbuatan karena kealpaan me-nyebabkan matinya orang (Pasal 359 KUHP).
d. Dakwaan Kumulatif
Dakwaan secara kumulatif adalah dakwaan kepada seseorang atau beberapa orang terdakwa yang didakwa beberapa tindak pidana sekaligus. Masing-masing tindak pidana berdiri sendiri. Dengan demikian dakwaan akan disusun sebagai dakwaan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya dakwaan tersebut masing-masing harus dibuktikan sendiri-sendiri kebenarannya.
Contoh:
Dakwaan pertama : didakwa mencuri pada tahun 1981 (Pasal 362 KUHP).
Dakwaan kedua : didakwa penggelapan pada tahun 1982 (Pasal 372 KUHP).
Dalam surat dakwaan kumulatif ini sering pula dibuat:
Dakwaan pertama: – primair, – subsidiair,
– lebih subsidiair, dan seterusnya.
Dakwaan kedua: – primair, – subsidiair,
– lebih subsidiair, dan seterusnya.
Di dalam praktik sering terjadi, bahwa jaksa penuntut umum berpendapat dakwaan primair telah terbukti dilakukan oleh terdakwa, akan tetapi hakim berpendapat lain, yang terbukti bukanlah dakwaan primair, melainkan dakwaan subsidiair. Tegasnya bagi advokat/
penasihat hukum, setiap dakwaan baik dakwaan tunggal, alternatif, subsidiair, kumulatif, dan campuran harus dibuktikan satu persatu.
e. Dakwaan Campuran
Dakwaan campuran sebenarnya merupakan gabungan antara bentuk kumulatif dengan dakwaan alternatif ataupun dakwaan subsidiair. Jadi terdakwa di samping didakwakan secara kumulatif, masih didakwakan secara alternatif maupun secara subsidiair.