• Tidak ada hasil yang ditemukan

SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT Saya yang bertanda tangan di bawah ini,

METODE GRANULASI BASAH DAN CETAK LANGSUNG

SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT Saya yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama : Vivian Loletta

Nomor Induk Mahasiswa : 121501118

Program Studi : S-1 Farmasi Reguler

Judul Skripsi : Studi Pembuatan Tablet Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dengan Metode Granulasi Basah dan Cetak Langsung Dengan ini menyatakan bahwa skripsi ini ditulis berdasarkan data dari hasil pekerjaan yang saya lakukan sendiri, dan belum pernah di ajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar kesarjanaan di perguruantinggi lain, dan bukan plagiat karena kutipan yang ditulis telah disebutkan sumbernya di dalam daftar pustaka. Apabila dikemudian hari ada pengadukan dari pihak lain karena di dalam skripsi ini ditemukan plagiat karena kesalahan saya sendiri, maka saya bersedia menerima sanksi apapun oleh Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Utara dan bukan menjadi tanggung jawab pembimbing.

Demikianlah surat pernyataan ini saya perbuat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan jika diperlukan sebagaimana mestinya.

Medan, Agustus 2016 Yang membuat pernyataan,

Vivian Loletta NIM 121501118

STUDI PEMBUATAN TABLET EKSTRAK RIMPANG

TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DENGAN

METODE GRANULASI BASAH DAN CETAK LANGSUNG

ABSTRAK

Latar belakang: Temulawak mengandung kurkumin yang dapat digunakan sebagai hepatoprotektor. Saat ini tablet ekstrak temulawak masih jarang diproduksi. Keuntungan sediaan tablet adalah dosis pemakaian yang tepat, stabilitas yang baik dan praktis digunakan.

Tujuan: Untuk mengetahui jumlah ekstrak temulawak yang dapat dicetak dengan metode granulasi basah dan bahan pengisi yang baik pada metode cetak langsung. Metode: Ekstrak kental diperoleh dengan maserasi dan dikeringkan menggunakan amilum manihot (1:2). Pembuatan tablet dengan metode granulasi basah dibuat dalam 4 formula dengan berbagai variasi jumlah ekstrak kering temulawak berturut-turut, yaitu F1 (300 mg), F2 (375 mg), F3 (412,5 mg) dan F4 (450 mg) untuk setiap tablet. Pada metode cetak langsung dibuat dalam 4 formula berturut-turut, yaitu F5 (granul amilum manihot), F6 (granul laktosa), F7 (granul campuran amilum manihot-laktosa(1:1)) dan F8 (Avicel PH 102 ) dimana setiap formula mengandung 190 mg ekstrak kering temulawak per tablet. Uji preformulasi granul dan uji evaluasi tablet dilakukan untuk menentukan kualitas tablet.

Hasil: Pada metode granulasi basah hanya F1 yang dapat dicetak menjadi tablet dan memiliki nilai kekerasan yang kurang baik tetapi dapat diterima karena nilai friabilitas yang memenuhi persyaratan. Pada metode cetak langsung F5, F6, F7 dan F8 dapat dicetak menjadi tablet tetapi memiliki nilai kekerasan dan fribilitas yang kurang baik.

Kesimpulan: Tablet yang mengandung 300 mg ekstrak kering temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dapat dibuat menjadi sediaan tablet dengan metode granulasi basah. Granul amilum manihot, granul laktosa, granul amilum manihot-laktosa dan avicel PH 102 kurang baik dijadikan sebagai bahan pengisi pada metode cetak langsung.

STUDY OF CURCUMA RHIZOME (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) TABLETPREPARATIONSUSING WET GRANULATION

AND DIRECT COMPRESSION METHODS

ABSTRACT

Background: Curcuma contains curcumin that can be used as hepatoprotector. Nowdays tablet of curcuma was still rarely produced.Advantage of tablet dosage form is exact dosage, good stability and practically used.

Objective:To determine the amount of curcuma extract that can be formed using wet granulation method and proper filler on direct compression method.

Methods: Thick extract of curcuma was made by maseration dan dryed used manihot starch (1: 2). Tablet made by wet granulation method created in 4 formulas respectively F1 (300 mg), F2 (375 mg), F3 (412,5 mg) and F4 (450 mg) for each tablet. In the direct compression method with a variety of filler and each tablet contained 190 mg dry extract were created in 4 formulas respectively F5 (granules starch manihot), F6 (granules lactose), F7 (granules mixture of starch manihot-lactose (1:1)) and F8 (Avicel PH 102) which is each formulas contain 190 mg dryed extract curcuma per tablet. Preformulation and evaluation test was done for the quality of tablets.

Results: In the wet granulation method only F1 is can be tableted and the hardness value is poor but can be accepted cause the friability value meet the requirements. In the direct compression method F5, F6, F7 and F8 can be tableted but the hardness dan friability value is poor.

Conclusion: Tablet contains 300 mg dry extract curcuma (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) can be made into tablet with wet granulation method. Manihot starch granules, lactose granules, starch manihot-lactose granules and Avicel PH 102 was not so good as filler in direct compression method.

Keywords: extract of curcuma rhizome, wet granulation, direct compression, tablets.

DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT ... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Perumusan Masalah ... 3 1.3 Hipotesis ... 3 1.4 Tujuan Penelitian ... 3 1.5 Manfaat Penelitian ... 4

1.6 Kerangka Pikir Penelitian ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Uraian Tumbuhan ... 5

2.1.1 Sistematika tumbuhan ... 5

2.1.2 Morfologi tumbuhan ... 5

2.1.4 Manfaat tumbuhan ... 7

2.2 Ekstrak ... 9

2.3 Tablet ... 11

BAB III METODE PENELITIAN ... 18

3.1 Tempat Penelitian ... 18 3.2 Alat ... 18 3.3Bahan ... 18 3.4 Prosedur Kerja ... 19 3.4.1 Pengambilan bahan ... 19 3.4.2Identifikasi tumbuhan ... 19 3.4.3Pembuatan simplisia ... 19

3.4.4Pemeriksaan karakterisasi simplisia ... 19

3.4.4.1 Pemeriksaan makroskopik ... 19

3.4.4.2 Pemeriksaan mikroskopik ... 19

3.4.4.3 Penetapan kadar abu total ... 20

3.4.4.4 Penetapan kadar abu tidak larut asam ... 20

3.4.4.5 Penetapan kadar sari larut dalam air ... 20

3.4.4.6 Penetapan kadar sari larut dalam etanol ... 21

3.4.4.7 Penetapan kadar air ... 21

3.4.5Pembuatan ekstrak rimpang temulawak ... 22

3.4.6Skrining fitokimia ... 22

3.4.6.1 Pemeriksaan alkaloida ... 23

3.4.6.2 Pemeriksaan flavonoid ... 23

3.4.6.3 Pemeriksaan glikosida ... 24

3.4.6.5 Pemeriksaan saponin ... 25

3.4.6.6 Pemeriksaan steroida/triterpenoida ... 25

3.4.7Formula sediaan tablet ... 25

3.4.8 Pembuatan sediaan tablet ... 27

3.4.9 Uji preformulasi ... 29

3.4.9.1 Sudut diam granul ... 29

3.4.9.2 Waktu alir granul ... 30

3.4.9.3 Indeks tap granul ... 30

3.4.10 Evaluasi tablet ... 30

3.4.10.1 Keseragaman bobot ... 30

3.4.10.2 Uji friabilitas ... 31

3.4.10.3 Uji kekerasan ... 31

3.4.10.4 Uji waktu hancur ... 32

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 33

4.1 Identifikasi Tumbuhan ... 33

4.2 Pemeriksaan Karakterisasi Simplisia... 33

4.3Hasil Ekstraksi Rimpang Temulawak ... 34

4.4 Skrining Fitokimia ... 34

4.5 Uji Preformulasi ... 35

4.5.1 Sudut diam granul... 35

4.5.2Waktu alir granul ... 37

4.5.3 Indeks tap granul ... 38

4.6 Uji Evaluasi Tablet ... 41

4.6.2Uji friabilitas ... 41

4.6.3 Uji kekerasan ... 43

4.6.4 Uji waktu hancur ... 45

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 49

5.1 Kesimpulan ... 49

5.2 Saran ... 49

DAFTAR PUSTAKA ... 50

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

3.1 Formula untuk metode granulasi basah ... 26

3.2 Formula untuk metode cetak langsung ... 27

3.3 Syarat penyimpangan bobot ... 31

4.1 Hasil penetapan kadar rimpang temulawak ... 34

4.2 Hasil skrining fitokimia rimpang temulawak ... 34

4.3 Hasil uji sudut diam granul dengan metode granulasi basah ... 35

4.4 Hasil uji sudut diam granul dengan metode cetak langsung ... 36

4.5 Hasil uji waktu alir granul dengan metode granulasi basah ... 37

4.6 Hasil uji waktu alir granul dengan metode cetak langsung ... 38

4.7 Hasil uji indeks tap granul dengan metode granulasi basah ... 39

4.8 Hasil uji indeks tap granul dengan metode cetak langsung ... 39

4.9 Hasil uji evaluasi friabilitas tablet dengan metodegranulasibasah .... 42

4.10 Hasil uji evaluasi friabilitas tablet dengan metodecetak langsung .... 42

4.11 Hasil uji evaluasi kekerasan tablet dengan metodegranulasibasah .... 43

4.12 Hasil uji evaluasi kekerasan tablet dengan metodecetak langsung ... 44

4.13 Hasil uji evaluasi waktu hancur tablet dengan metodegranulasi basah ... 44

4.14 Hasil uji evaluasi waktu hancur tablet dengan metodecetak langsung ... 44

Dokumen terkait