Seperti yang dikatakan sebelumnya, di dalam lapisan badan-badan manusia yang lebih halus, misalnya lapisan badan-badan Etherik, Astral hingga Mental, terdapat sentra-sentra titik energi beserta jalur-jalur nadi besar dan kecil yang tak terhitung banyaknya. Pengetahuan ‘sakral’ yang sangat esoterik ini berasal dari tradisi Tantra Yoga yang esensinya dapat juga ditemukan di Vedanta dan Vajrayana.
Terdapat tujuh titik sentra cakra utama dalam anatomi triad badan spiritual kita (Badan etherik, astral dan mental) yang berkorelasi langsung dengan fungsi indera dan organ-organ utama di dalam kendaraan badan fisik atau sthula. Tradisi Hindhu dan Sansekerta menyebutkan adanya 5 tattva (unsur alam semesta) yang berhubungan langsung dengan kelima sentra energi di badan-badan halus manusia, namun secara esoterik telah lama diamati dan dikenal bahwasanya terdapat tujuh titik cakra yang berkorelasi langsung dengan sifat septenaris atau kelipatan tujuh yang terdapat di alam semesta.
Salah satu alasan mengapa hanya disebutkan lima tattva dalam tradisi Perenial bangsa Aryan, karena berkorelasi langsung dengan skema perkembangan ras manusia pada saat ini yang hanya memiliki pancaindera atau 5 indera fisik aktif, sedangkan
dua indera lainnya, yaitu indera keenam dan ketujuh yang saat ini masih sangat occult atau tersembunyi, akan perlahan dibukakan di putaran ras yang berikutnya, yaitu ras keenam akan memiliki 6 indera fisik dan disempurnakan pada kehadiran ras ketujuh manusia dengan 7 indera fisiknya di era peradaban yang akan datang.
Pembahasan mengenai ras-ras manusia ini, dari ras awal yaitu Lemuria, Atlantis hingga ras manusia saat ini akan dituliskan lebih mendalam lagi di buku ‘Kunci Esoteris jilid II” nanti. Dikarenakan keterbatasan waktu dan tema pembahasan kali ini, maka penulis hanya akan memfokuskan pembahasan di seputar tujuh cakra berikut fungsi-fungsinya. Berikut ini adalah gambar anatomi ‘fisiologi spiritual’ kita dengan susunan jalur-jalur halus dan ketujuh titik sentra yang terdapat di dalam triad spiritual kita :
Ketujuh titik sentra energi atau Cakra adalah :
1. Cakra Dasar/tulang ekor - memiliki pancaran warna Merah Berhubungan dengan dasar atau fundamental dari tulang belakang, yang membawa fungsi-fungsi vitalitas dasar dari aspek badan dan kesadaran fisik. Unsurnya Tatva-nya adalah Prithivî atau Materi Solid (padat).
2. Cakra Seks - memiliki pancaran warna jingga
Berhubungan dengan Kelenjar reproduksi dan aspek kreativitas. Unsur Tattva-nya adalah Apas atau air.
3. Cakra Perut/pusar - memiliki pancaran warna kuning. Unsur Tattva-nya adalah Agni atau Api, memiliki aspek Ego personalitas yang berkaitan dengan rasa. Di cakra ini juga terdapat sambungan The Silver Cord atau Kabel Perak yang menghubungkan badan fisik dengan kembaran Etheriknya. 4. Cakra Hati/Jantung- memiliki pancaran warna hijau. Unsur
Tattva-nya adalah Vâyu atau udara, memiliki aspek Cinta Kasih tak terkondisi. Di titik ini juga terdapat beberapa titik lain yang sifatnya sangat esoteris yang akan dibuka seiring dengan pelatihan kriya yoga.
5. Cakra Tenggorokan - memiliki pancaran warna biru, unsur Tattvanya adalah Ãkâsha atau suara yang berkaitan dengan getaran suara semesta.
6. Cakra Ajna - memiliki pancaran warna ungu, unsur esoterisnya adalah Buddhi (tidak terdapat dalam sistem Tattva), merupakan ‘lensa’ terdepan dari kelenjar Pineal yang disebut sebagai pituitari, berkaitan dengan kebangkitan kesadaran spiritual kita.
7. Cakra Mahkota - memiliki pancaran keemasan, unsur esoterisnya adalah Adi (tidak terdapat dalam sistem tattva),
berkaitan dengan The holy Seat atau Tempat duduk kesadaran Diri yang sejati dan jembatan Antahkarana.
Prinsip pengembangan kesadaran yang terdapat di setiap cakra adalah :
- Cakra Dasar - Aku adalah - Cakra Seks - Aku merasa - Cakra Perut - Aku melakukan - Cakra Jantung - Aku mencintai - Cakra tenggorokan - Aku bersabda - Cakra Ajna - Aku melihat
- Cakra Mahkota - Aku mengerti
Perlu diingat di sini, bahwa titik pusat cakra terletak di daerah sushumna atau tulang belakang dan mengembang membentuk corong di sisi depan dan sisi belakang dari kendaraan fisik kita di dalam lapisannya yang paling halus, yaitu badan Etherik.
Selain dari ketujuh titik cakra yang ada, terdapat 72.000 sistem nadi atau jalur-jalur energi badan halus manusia dengan dua nadi utamanya yaitu Ida dan Pingala, yang pada gambar di bawah yang mengalir membentuk untaian saluran energi yang mengalir dari atas ke bawah dan bawah ke atas. Dalam beberapa cabang ilmu esoteris lain, Ida Pingala juga dikenal dengan istilah Ying-Yang.
Ida adalah aliran chi atau energi di tubuh sisi kiri, yang mewakili aspek energi feminim (-) dengan sifat dingin yang dilambangkan dengan Bulan. Aliran Ida berasal dari Muladara atau Cakra Dasar yang berada di tulang ekor dan bermuara di lubang hidung sebelah kiri.
Pingala adalah aliran chi atau energi di tubuh sisi kanan, yang mewakili aspek energi maskulin (+), dengan sifat panas yang dilambangkan dengan Matahari. Pingala juga berawal dari Cakra Muladhara dan berakhir di lubang hidung sebelah kanan.
Kriya Yoga merupakan salah satu teknik yoga yang mempergunakan ilmu bernafas atau pranayama pada ketujuh titik cakra ini dalam upayanya untuk menggugah sang ular atau energi laten dalam badan manusia yang dinamakan dengan istilah Kundalini. Dalam hubungannya dengan Kundalini, Teknik Kriya Yoga berkorelasi dengan ‘dua’ macam kundalini yang bercokol dalam lapisan badan-badan spiritual manusia, yaitu Kundalini atas
yang sifatnya lebih halus atau feminim (-) dan Kundalini bawah yang sifatnya lebih kasar atau maskulin (+). Kriya Yoga memahami setiap tarikan udara atau nafas ke dalam tubuh yang dipraktikkan dalam setiap tekniknya sebagai perwujudan dari ‘nafas kehendak’ secara mental, yang apabila dipraktikkan dengan benar akan membawa praktisinya ke titik kuliminasi tertinggi pencapaian daya-daya clairvoyant yang tertinggi, yaitu berfungsinya mata ‘ketiga’ atau Pineal di dalam organ otak yang terletak di kepala.
Secara Esoteris, Cakra dapat dibagi menjadi dua wilayah, yaitu :
1. Susunan cakra yang lebih rendah, yang juga sangat erat kaitannya dengan keberadaan dari diri personalitas kita, yang biasanya terdapat di lapisan cakra pertama hingga kelima (cakra dasar hingga cakra tenggorokan)
2. Susunan cakra yang lebih tinggi, yaitu cakra Ajna dan Mahkota yang sangat erat berkorelasi dengan Diri individualitas kita yang sejati atau Badan Kausal.
Juga dikatakan, bahwa cakra ‘Ajna’ yang pada skema perkembangan evolusi manusia saat ini adalah merupakan cakra yang sangat esoteris atau tersembunyi ini pada awalnya terdiri dari 3 unit yang terpisah, yaitu :
A. Kelenjar Pineal yang terletak di bagian tengah dalam organ otak di kepala
B. Pituitari yang merupakan sisi unit yang posisinya agak menjorok ke depan yaitu sebagai apa yang dipahami sebagai titik cakra Ajna itu sendiri oleh golongan profane
C. Medulla oblongata yang terletak di sisi belakang kepala (di beberapa tradisi dikenal sebagai titik cakra Bindu)
Pada awalnya akan berfungsi sebagai 3 unit yang terpisah, namun setelah berhasil dikuasai akan menjadi satu, yang dikenal dengan Cakra Master, dengan titik pusatnya di kelenjar Pituitari. Inilah yang dikenal oleh kaum esoteris sebagai ‘The Eye of Dangma” atau Mata Sang Dangma atau Mata Shiwa, yaitu mata ketiga kita.
Jadi pelatihan lima nafas terhadap kelima tattva yang sifatnya material, yang berkaitan dengan fungsi-fungsi prostatik epigastrik, cardiak, and laringealnya, akan dilengkapi dengan kulitivasi nafas keenam dan ketujuh, yaitu cakra Ajna dan Mahkota.
“Ia yang telah terinisiasi, kaya dengan pengetahuan yang diberikan oleh generasi pendahulunya, yang tidak banyak jumlahnya, mengarahkan “Mata Dangma”-nya terhadap esensi dari segala sesuatu hal, di mana Maya tidak dapat lagi memiliki pengaruh apapun kepadanya.” [SD 1:45]
yang mistis ini harus dikuasai oleh para yogi sebelum ia dapat menjadi seorang Adepta atau Master” – [SD 2: 615]
“Mata Ketiga terletak di belakang kepala, bukan depan. Hal ini hanya untuk tujuan ilustrasi saja, maka sering digambarkan sebagai antara dua mata fisik atau di dahi”
“Mata ketiga berada di belakang kepala.” [SD 2: 294]
Cakra mahkota yang dikatakan memiliki seribu kelopak bunga lotus, berada beberapa cm di atas ‘ubun-ubun’ dan merupakan Singasana tempat Sang Ego atau Diri yang sejati duduk. Di sini juga terdapat sambungan halus Antahkarana yang menghubungkan lapisan badan fisik terhalus atau etherik kita dengan lapisan badan-badan lain yang lebih halus. Cakra Mahkota adalah titik universalitas yang menghubungkan diri Personalitas dengan alam-alam Svaha yang sifatnya Satvik atau mulia.
Ini adalah ulasan mengenai sentra-sentra energi yang terdapat di badan-badan halus kita yang juga sering disamarkan sebagai tujuh kunci pembuka alam kesejatian dalam berbagai jenis praktik esoteris lain, yang awalnya hanya dibukakan bagi segelintir golongan orang-orang yang terinisiasi. Apabila dikultivasi dengan benar dan tepat, teknik pranayama Raja Yoga, dalam hal ini Kriya, akan menghantarkan kita untuk membuka semua potensi keilahian yang saat ini masih tersembunyi dan merealisasikan Kesadaran Ilahiah, yaitu Diri yang sebenarnya dalam kehidupan dunia ini. Inilah daya kekuatan spiritual yang sejati.
“Kunci-kunci apa yang dapat digunakan untuk menyingkap makna-makna terpendam di dalam tulisan-tulisan sakral itu?” Sepertinya terdapat tujuh kunci yang dapat digunakan untuk
“membuka semua rahasia spiritualitas Timur” seperti yang pernah dituliskan dalam SD halaman 318. Cara satu-satunya untuk mendapatkan ketujuh kunci ini adalah lewat proses inisiasi dan praktik langsung dimana si Chela atau (murid) secara perlahan diberikan cara untuk menggunakan ketujuh kunci itu, satu demi satu lewat proses inisiasinya yang bertahap.