• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian

B. Hasil Penelitian Pemberdayaan Masyarakat Desa Berbasis Program Padat Karta Tunai di Desa Tongkonan Basse Kecamatan Masalle

1. Tahap Penyadaran

Untuk memberdayakan masyarakat itu sendiri pemerintah desa harus lebih mampu memberikan kesadaran yang penuh untuk masyarakat itu sendiri agar dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan yang telah di tentukan. Dalam tahap

xlv

penyadaran ini pemerintah desa harus melalukan beberapa cara untuk menyadarkan masyarakat salah satu diantaranya yaitu sosialisasi

(Sosialisasi) Sebagaimana ditemukan dilapangan bahwa proses pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Desa Berbasis Program Padat Karya Tunai pada tahap pertama penyadaran yang dilakukan meliputi pemberian sosialisasi mengenai program yang akan dikerjakan, dan cara atau proses yang dilakukan dalam pelaksanaan padat karya tunai. Cara dalam memberikan sosialisasi dilakukan oleh Pemerintah Desa (Kapala Desa) Tongkonan Basse yaitu melakukan pertemuan dengan beberapa Tokoh Masyarakat yang dapat mewakili Masyarakat lainnya di Kantor Desa dan berkoordinasi dengan Perangkat Desa lainnya untuk mengajak Masyarakat mengikuti pertemuan di Kantor Desa Tongkonan Basse yang diadakan hanya setahun setahun sekali. Jadi masyarakat yang telah ikut dalam pertemuan sosialisasi tersebut menyadarkan masyarakat lainnya untuk lebih berparisipasi dalam pelaksanaan padat karya tunai.

Tahap penyadaran ini masyarakat diberi pengetahuan atau wawasan mengenai pentingnya Program Padat Karya Tunai karena dengan berjalannya program ini masyarakat yang tadinya tidak berdaya akan terberdayakan dan yang tadinya pengangguran akan memiliki kerjaan dengan berpartisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan Padat Karya Tunai sehingga pembangunan cepat terselesaikan sehingga dapat pergunakan dan dapat membuat aktifitas lebih mudah.

Cara yang dilakukan pemerintah tersebut sudah sesuai dalam tahapan penyadaran yang ada dibagian proses pelaksanaan pemberdayaan, dan Pemerintah

xlvi

Desa harus mempertahankan kegiatan sosialisasi yang dilakukan sebelum akan melakukan kegiatan agar hasilnya lebih baik dan masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan padat karya tunai akan lebih mudah memahami.Untuk memberikan penjelasan mengenai tahap penyadaran maka dilakukan wawancara dengan informan selaku Kepala Desa Tongkonan Basse Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang yang mengatakan bahwa:

“Tetap di sosialisasikan, dan dilakan juga pertemuan di kantor desa satu tahun sekali untuk membahas perencanaan kalau sudah mi pembahasan di bahas mi juga itu padat karya tunai jadi kan yang ikut tidak semua masyarakat jdi yang ikut dalam pertemuan nanti na sampaikan kambali sama yang masyarakat yang tidak ikut dalam pertemuan. karena pada saat kita mau kerja pasti saya umumkan di masjid, jadi misalnya di dusun A ada kegiatan yang mau dilaksanakan tetap saya umumkan juga di tempat itu, mengenai prosesnya di lapangan tergantung dari kesepakatan antara pak dusun dengan masyarakat”(Wawancara AR, Tanggal 5 juli 2019) Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa tahap penyadaran disini Pemerintah Desa melakukan sosialisasi dengan cara mengumumkan di masjid dan disetiap dusun jika akan dilaksanakan padat karya tunai dan mengenai proses pelaksanaannya dilapangan Pemerintah Desa tidak campur tangan dan mengenai hasilnya tergantung dari bagaimana kesepakatan antara pak dusun dan masyarakat setempat yang akan ikut dalam Proses Pelaksanaan Pembangunan Program Padat Karya Tunai.

Sama halnya dengan pendapat yang disampaikan di atas timbul pendapat dari informan lain selaku Pak Dusun Desa Tongkonan Basse Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang yang mengatakan bahwa:

“Kalau caraku saya mengikut jika sama pak desa karena kan sudah mi na sampaika pak desa secara langsung bahwa ada itu program jadi tugasku saya

xlvii

ini untuk bekerja sama sama masyarakat yang mau ikut dalam pengerjaan pembangunan program padat karya tunai ini”

(Wawancara SLH, tanggal 22 juli 2019)

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak SLH mengatakan bahwa sebagai Pak Dusun di Desa Tongkonan Basse dia tidak terlalu mensosialisasikan program padat karya tunai karena dia hanya mengikuti arahan pak desa karena setelah pak desa menyampaikan bahwa adanya program padat karya tunai otomatis semua masyarakat sudah mengetahuinya jadi tugas pak dusun hanya bekerja sama dengan masyarakat desa.

Adapun pendapat lain dari tokoh masyarakat yang mengatakan bahwa: “Pak desa menyampaikan ke kami lewat masjid dengan diumumkan jadi semua warga mendengarnya jadi setelah pak desa sampaikan itu kami langsug pergi mendaftarkan nama kami di pak dusun”

(wawancara SPR, tanggal 15 juli 2019)

Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak SPR di atas yang menyatakan bahwa pada saat akan dilaksanakannya program padat karya tunai pemerintah desa (pak desa) mengumumkan atau memberitahukan kepada masyarakat bahwa akan dilaksanakan pembangunan padat karya tunai dan masyarakat diharap untuk ikut berpartisipasi dalam pelaksanaannya setelah pemerintah desa mengumumkan adanya program padat karya tunai masyarakat yang mau berpartisipasi segera mendaftarkan namanya di pak dusun setempat.

Hal senada juga di sampaikan oleh informan selaku kulibangunan/tukang yang menyatakan bahwa:

“Pak desa menyampaikan ke kami lewat masjid na umumkan ii di masjid jadi setelah pak desa sampaikan itu kami langsug pergi mendaftarkan nama kami di pak dusun”(Wawancara KDN, Tanggal 1 Agustus 2019)

xlviii

Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak KDN mengatakan bahwa jika akan dilaksanakan pengerjaan program padat karya tunai pemerintah desa menyampaikan kepada masyarakat kemudian masyarakat yang berminat ikut dalam pengerjaan bangunan padat karya tunai akan mendaftarkan namanya di pak dusun agar segera didata untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Adapun pendapat lain dari hasil wawancara dengan bapak AR yang mengatakan:

“Sebenarnya kalau kita berbicara dana desa yang jelas itu pasti masyarakat tahu persis tentang adanya program yang seperti itu dan yang sering juga menonton televisi pasti sudah mendengar seperti apa itu Padat Karya Tunai. Tapi mungkin kalau yang orang tua mungkin tidak terlalu mengerti”(Wawancara AR, tanggal 5 juli 2019 )

Dari hasil wawancara dengan bapak AR yang mengatakan bahwa Sebernarnya Program padat karya tunai itu sendiri menggunakan dana desa jadi masyarakat sudah mengetahui cuman kalau istilah padat karya tunai tidak terlalu di pahami oleh masyarakat terutama masyrakat yang sudah lansia apa lagi yang jarang nonton tv otomatis tidak mengetahui akan adanya padat karya tunai yang di ketahui hanya pembangunan menggunakan dana desa kalau itu mutlak masyarakat semua sudah mengetahui akan hal itu.

Hal senada juga di sampaikan oleh informan lain sebagai pak dusun di desa tongkonan basse yang mangatakan bahwa:

“kalau padat karya tunai ini mungkin hanya sebagianji yang tau itu ji saja yang tau yang masih muda apalgi kalau sering menonton tv pasti itu na tauji kecuali yang org tuami tidak na tau ini program paingan yang na tau hanya pembangunan desa menggunakan dana desa”

xlix

Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak SLH yang mengatakan bahwa Seperti jawaban-jawaban sebelumnya rata-rata masyarakat yang tahu program padat karya tunai ini hanya sebatas masyarakat yang tidak terlalu tua dan selalu menonton acara televisi.

Melihat dari beberapa pendapat di atas maka Pendapat lain muncul dari informan yang berbeda selaku tokoh masyarakat yang mengatakan bahwa:

“Kalau di bilang namanya padat karya tunai itu banyak masyarakat yang tidak terlalu na tau ituji na tau masyarakat yang pembangunan menggunakan dana desa tapi org yang selalu menonton telefisi pasti na tauji tentang padat karya tunai itu”

(Wawancara SPR, Tanggal 15 juli 2019)

Sehubungan dengan hasil wawancara di atas Jika mengenai program padat karya tunai masyrakat di Desa Tongkonan Basse tidak terlalu banyak yang mengetahui akan program ini kecuali masyarakat yang memang peduli akan kondisi lingkungan serta masyarakat yang sering nonton tv pasti yang namanya program padat karya tunai sudah tidak asing lagi bagi mereka tetapi untuk masyarakat yang sudah berumur(lansia) pasti sama sekali tidak mengetahui apa yang dimaksud akan program padat karya tunai kecuali jika di sebut dengan pembangunan menggunakan Dana Desa pasti otomatis semua masyarakat mengetahui akan hal itu bahkan tidak asing lagi bagi mereka.

Hal senada juga di sampaikan oleh informan lain yang berprofesi sebagai kuli bangunan/tukang yang mengatakan bahwa:

“Kalau di bilang padat karya tunai tidak terlalu na tau orang ituji na tau kalau di bilang pembangunan menggunakan dana desa tapi org yang selalu menonton pasti na tauji itu”

l

Jika dilihat dari jawaban informan diatas bahwa program padat karya tunai tidak terlalu di ketahui atau dikenal Masyarakat Desa Tongkonan Basse yang mereka tahu hanyala pembangunan infrastruktur desa yang menggunakan dana desa.

Berdasarkan hasil pengamatan penulis di lapangan mengenai tahap penyadaran dalam proses pelaksanaan pemberdayaan Masyarakat Desa berbasis Program Padat Karya Tunai menunjukkan bahwa untuk menyadarkan Masyarakat Pemerintah Desa memang sudah seharusnya melalukan sosialisasi bahkan harus menyampaikan secara langsung kepada masyarakat akan pentingnya program padat karya tunai dan menghimbau kepada semua masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam proses pengerjaan padat karya tunai yang akan di laksanakan sehingga pembangunan dapat terselesaikan dengan cepat dan mengenai program padat karya tunai itu sendiri hanya sebagian masyarakat yang tahu akan hal itu kebanyak masyarakat di Desa Tongkonan Basse hanya mengetahui pembanguna menggunakan Dana Desa

Dokumen terkait