• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESKRIPSI, ANALISIS DATA, INTERPRETASI HASIL ANALISIS, DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data 1. Data Awal

1) Tahap Perencanaan

Pada pembelajaran siklus I, terdapat kekurangan yaitu terdapat beberapa siswa yang tidak peduli terhadap tugas yang diberikan kepada kelompoknya, bahkan mereka hanya mengobrol atau bermain dengan sumber belajar yang ada. Oleh karena itu, pada siklus II ini akan diperbaiki dengan bantuan sumber belajar berupa media bangun datar yang dibuat oleh masing-masing siswa, tali rafia, penggaris dan buku cetak matematika, metode yang digunakan

adalah penemuan terbimbing. Selain itu, pemberian tugas dilakukan secara individu, tidak secara kelompok lagi.

Adapun target yang ingin dicapai pada siklus II ini adalah adanya peningkatan indikator prilaku kemandirian belajar pada siswa. Selain itu, diharapkan pula terdapat peningkatan nilai tes hasil belajar sehingga mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan.

2) Tahap Pelaksanaan dan Pengamatan

a) Pertemuan Pertama/Jumat, 22 Januari 2010

Pada pertemuan seluruh siswa kelas VII B yang hadir. Siswa diberikan LKS mengenai cara menemukan “Luas Persegi”, mereka secara individu mengerjakan LKS tersebut. Siswa terlihat serius dalam mengerjakan.

Dalam proses mengerjakan LKS, terdapat beberapa siswa yang bertanya ataupun mengutarakan ide kepada guru. Beberapa siswa bertanya mengenai cara mengukur luas bangun datar yang mereka miliki. Namun ada juga 6 siswa yang tidak membawa penggaris, sehingga mereka meminjam kepada temannya.

Mereka mengerjakan LKS dengan tekun dan terlihat sebagin besar tidak mencontek kepada temannya, jika mereka bingung, mereka langsung bertanya kepada guru. Suasana belajar cukup tertib. Sebagian besar juga menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.

Setelah itu, guru menawarkan kepada siswa, siapa yang ingin maju untuk menjelaskan mengenai cara menemukan rumus “Luas Persegi”. Beberapa anak antusias untuk maju, namun guru mengambil keputusan bahwa yang sudah maju di siklus I dharapkan tidak maju lagi dan memberikan kesempatan kepada temannya. Akhirnya terpilih dua siswi yang maju,

mer oran terda “car terse masa kedua leta Keg ada menge menge dipe jika ada Terda yan menj penj

ereka bekerjasama. Satu siswi menulis di papa orang lagi menjelaskan kepada teman-teman. P

erdapat 2 siswa yang bertanya mengenai “s itu a cara nentuin luas persegi jadinya gimana?”. K ersebut menjawab pertanyaan pertama dengan sa asa ga tau siih” siswa-siswa tertawa. Kemudi kedua dijawab “dari sisi dikali sisi (s x s)” sambi

etak sisi persegi dari gambar persegi yang ada egiatan belajar terasa menyenangkan. Walaup da siswa yang tidak fokus. Kemudian guru

engenai konsep luas persegi dan memberika engenai soal-soal yang berkenaan dengan ma dipelajari.

Gambar 4.3

Kemandirian Belajar Siswa ketika Menger

Hanya ada beberapa siswa yang berani untuk ika mencatat siswa harus diperintah oleh guru

da siswa tidak membawa sumber belajar de erdapat beberapa siswa yang terlambat meny ang diberikan oleh guru. Di sisi lain, pada saat

enjelaskan, siswa yang lain mulai antusias penjelasan tersebut.

papan tulis dan satu n. Pada saat maju, tu apaain sih?” dan . Kemudian siswa n santai,“ s itu sisi, udian pertanyaan mbil menunjukkan ada di papan tulis. laupun masih saja uru memantapkan rikan tanya jawab materi yang telah

gerjakan LKS

untuk bertanya dan uru dahulu. Masih dengan lengkap. nyelesaikan tugas saat ada siswa yang as memperhatikan

b) Pertemuan kedua/Senin, 25 Januari 2010

Pada pertemuan ini seluruh siswa kelas VII B hadir. Siswa diberikan LKS mengenai cara menemukan “Keliling Persegi”, mereka secara individu mengerjakan LKS tersebut.

Dalam proses pembelajaran ini terdapat 11 siswa yang bertanya ataupun mengutarakan ide. Beberapa siswa menanyakan kembali atau mengutarakan pendapatnya mengenai cara mengukur keliling bangun datar yang mereka miliki. Masih ada juga beberapa siswa yang tidak membawa sumber belajar yang lengkap seperti penggaris atau tali rafia, sehingga mereka masih meminjam kepada temannya.

Mereka mengerjakan LKS dengan tekun dan terlihat sebagian besar tidak mencontek kepada temannya, jika mereka bingung, mereka langsung bertanya kepada guru. Siswa yang menyelesaikan tugas tepat pada waktunya meningkat menjadi 14 orang.

Guru menawarkan kepada siswa, siapa yang ingin maju untuk menjelaskan mengenai cara menemukan rumus “keliling persegi”. Akhirnya terpilih dua siswa yang maju. Seperti biasa mereka berdiskusi dahulu lalu satu siswa menulis di papan tulis dan satu orang lagi menjelaskan kepada teman-teman. Pada saat maju, ada siswa yang meledek siswa yang sedang menulis di papan tulis, sehingga dia terlihat tidak fokus. Dan pada saat diterangkan oleh siswa yang satunya lagi, masih terdapat siswa yang bercanda. Kegiatan belajar terasa menyenangkan. Walaupun masih saja ada siswa yang tidak fokus. Kemudian guru memantapkan mengenai konsep keliling persegi dan memberikan tanya jawab mengenai soal-soal yang berkenaan dengan materi yang telah dipelajari.

Gambar 4.4

Kemandirian Belajar ketika Mengerjakan LKS

Keberanian dlam mengutarakan ide atau bertanya mengalami peningkatan, hal ini terlihat dengan adanya 11 siswa yang berani untuk bertanya dan siswa juga sudah merasa penting untuk mencatat materi pelajaran, terdapat 16 siswa yang mencatat. Namun masih terdapat 3 siswa tidak membawa sumber belajar dengan lengkap. Ada 4 siswa yang terlambat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Dan 4 siswa yang tidak fokus atau masih bercanda pada saat ada penjelasan materi oleh temannya.

c) Pertemuan ketiga/Rabu, 27 Januari 2010

Pada pertemuan ini, terdapat 4 siswa kelas VII B yang tidak hadir hadir. Siswa diberikan LKS mengenai “Pengertian dan sifat-sifat jajargenjang”, mereka secara individu mengerjakan LKS tersebut.

Dalam proses pembelajaran, terdapat beberapa siswa yang bertanya ataupun mengutarakan ide kepada guru. Mereka mengerjakan LKS dengan tekun, namun masih saja 2 siswa yang melirik jawaban LKS dari temannya. Sebagian besar juga menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.

Seperti biasa, guru menawarkan kepada siswa, siapa yang ingin maju untuk menjelaskan mengenai “pengertian dan

sifat-sifat jajargenjang”. Terpilih dua siswa yang maju, mereka bekerjasama. Satu siswa menulis di papan tulis dan satu orang lagi menjelaskan kepada teman-teman. Pada saat maju, terdapat 1 siswa yang bertanya mengenai “kedua diagonal berpotongan dititik apa?” dan. Kemudian siswa tersebut menjawab pertanyaan pertama dengan santai,“di titik O” sambil menunjukkan letak titik O dimana kedua buah diagonal jajargenjang saling berpotongan, yang ada di papan tulis. Namuh masih saja ada siswa yang tidak fokus, mengobrol dengan temannya ataupun mengganggu temannya yang sedang menjelaskan ke depan. Setelah itu, guru memantapkan mengenai konsep materi yang sedang dipelajari.

Gambar 4.5

Kemandirian Belajar di Kelas

Terdapat 10 siswa yang berani untuk bertanya dan mengutarakan ide, serta seluruh siswa sudah mau mencatat dan menyiapkan sumber belajar dengan lengkap. Masih terdapat beberapa 2 siswa yang terlambat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Dan 3 siswa yang tidak fokus atau masih bercanda pada saat temannya sedang menjelaskan.

d) Pertemuan keempat/Jumat, 29 Januari 2010

Pada pertemuan ini, terdapat 1 siswa kelas VII B yang tidak hadir. Siswa diberikan LKS mengenai cara menemukan “keliling

jajargenjang”, mereka secara individu mengerjakan LKS tersebut. Siswa terlihat serius dalam mengerjakan.

Dalam proses mengerjakan LKS, terdapat beberapa siswa yang bertanya ataupun mengutarakan ide kepada guru. Kebanyakan dari siswa bertanya mengenai cara mengukur keliling jajargenjang yang mereka miliki. Sambil mereka mempraktekkan caranya kepada guru. Namun masih terdapat 4 siswa yang tidak lengkap membawa sumber belajar dengan lengkap, sehingga mereka meminjam kepada temannya.

Mereka mengerjakan LKS dengan tekun, jika mereka bingung, mereka langsung bertanya kepada guru. Sebagian besar juga menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.

Kemudian ada dua siswa yang maju, mereka bekerjasama. Satu siswa menulis di papan tulis dan satu orang lagi menjelaskan mengenai cara menemukan “keliling jajargenjang” kepada teman-temannya. Pada saat maju, terdapat 1 siswa yang bertanya mengenai “a itu apaan?”. Kemudian siswa tersebut menjawab pertanyaan“a itu sisi, yang ini” sambil menunjukkan letak sisi a yang merupakan sisi terpanjng pada bangun jajar genjang yang ada di papan tulis. Seluruh siswa antusias dalam mendengarkan, bahkan ketika temannya salah menyebutkan nama sisi pada bangun jajargenjang, beberapa siswa serentak membenarkan kesalahan temannya. Kegiatan belajar terasa hidup.setelah itu, guru memantapkan mengenai konsep luas jajargenjang dan tanya jawab mengenai soal-soal yang berkenaan dengan materi tersebut.

Gambar 4.6

Kemandirian Belajar di Kelas

Pada proses pembelajaran ini seluruh siswa berani untuk bertanya ataupun mengeluarkan pendapat. Mereka juga mencatat materi yang ada di papan tulis. Ketekunan siswa dalam mengerjakan tugasnya meningkat, walaupun masih terdapat beberapa siswa yang tidak lengkap membawa sumber belajar dan melirik jawaban temannya. Selain itu masih terdapat 2 siswa yang terlambat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya. Di sisi lain, pada saat ada siswa yang menjelaskan, seluruh siswa yang lain mulai antusias memperhatikan penjelasan dari temannya.

e) Pertemuan kelima/1 Februari 2010

Pada pertemuan ini diadakan tes akhir siklus II. Tes ini berbentuk soal pilihan ganda berjumlah 20 soal. Materi tes meliputi 5 soal keliling persegi, 4 soal luas persegi, 9 soal sifat-sifat jajargenjang dan 2 soal kelling jajargenjang.

Selama proses ulangan berlangsung, suasana terlihat tenang. Siswa berusaha menyelesaikannya dengan baik.

3) Analisis Data

a) Kemandirian Belajar Matematika Siswa 1. Inisiatif

Inisiatif dalam pembelajaran ini sama seperti siklus I, meliputi dua indikator yaitu berani bertindak dan paham kebutuhan belajar. Dalam lembar observasi, indikator berani untuk bertindak meliputi berani bertanya atau mengutakan ide. Sedangkan indikator paham kebutuhan belajar meliputi mencatat materi pelajaran.

Pada siklus ini, beberapa siswa sudah berani untuk mengutarakan pendapatnya ataupun mengutarakan ide. Proses ini berlangsung selama proses pembelajaran di kelas. Selain itu, siswa yang mencatat materi juga sudah meningkat dibandingkan dengan siklus I.

2. Percaya Diri

Percaya diri dalam pembelajaran ini meliputi tiga indikator yaitu yakin dengan kemampuan diri, yakin dalam menyelesaikan permasalahan, tidak bergantung kepada orang lain. Dalam lembar observasi, indikator yakin dengan kemampuan diri ditunjukkan dengan prilaku tidak mencontek ketika mengerjakan tugas. Sedangkan indikator yakin dalam menyelesaikan permasalahan ditunjukkan dengan prilaku tenang dan tekun dalam mengerjakan soal. Dan indikator tidak bergantung kepada orang lain ditunjukkan dengan prilaku menyiapkan sumber belajar sendiri.

Prilaku menyiapkan sumber belajar secara individu dapat diamati ketika diawal pembelajaran. Sedangkan prilaku tidak mencontek, tenang atau tekun dalam mengerjakan soal, dapat diamati ketika proses pengerjaan LKS. Siswa yang melirik jawaban temannya sudah

berkurang. Siswa terlihat mulai tekun dalam mengerjakan soal. Sebagian siswa juga menyiapkan sumber belajarnya secara pribadi, terutama media bangun datar yang mereka buat sendiri.

3. Tanggung jawab

Tanggung jawab dalam pembelajaran ini meliputi dua indikator yaitu menyelesaikan tugas tepat pada waktunya dan bersungguh-sungguh. Dalam lembar observasi, indikator bersungguh-sungguh ditunjukkan dengan prilaku siswa yang antusias dalam mengikuti pelajaran atau memperhatikan penjelasan teman dan guru.

Pada siklus ini, sebagian besar siswa menyelesaikan LKS tepat pada waktunya. Dan siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran dengan memperhatikan penjelasan dari teman ataupun guru.Inisiatif secara serius.

Hasil observasi tentang kemandirian belajar dalam pelajaran matematika dapat dilihat pada lampiran 6 dan disajikan pada tabel 4.4

Tabel 4.4

Persentase Observasi Kemandirian Belajar Matematika Siklus II

No Kemandirian Belajar

Persentase Pertemuan Ke- Persentas e 1 2 3 4 1 Inisiatif Berani untuk bertindak 56% 61% 71% 100% 72% Paham kebutuhan belajar 83% 89% 100% 100% 93% 2 Percaya Diri Yakin dengan kemampuan diri 83% 78% 86% 71% 79% Yakin dalam menyelesaikan permasalahan 56% 67% 93% 82% 74% Tidak bergantung

3 Tanggung Jawab Menyelesaikan tugas

tepat pada waktunya. 67% 78% 86% 88% 80%

Bersungguh-sungguh 89% 78% 79% 100% 86%

Persentase Kemandirian Belajar 81%

Dan hasil observasi pembelajaran tersebut disajikan dalam bentuk diagram batang seperti berikut:

Grafik 4.2

Persentase Observasi Kemandirian Belajar Matematika Siklus II

Pada tabel 4.4 terlihat bahwa dari tujuh aspek kemandirian belajar yang diobservasi melalui lembar observasi pembelajaran siswa pada pertemuan pertama, kedua, ketiga dan keempat didapatkan persentase kemandirian belajar di kelas sebesar 81%. Persentase yang diperoleh di siklus II ini meningkat dibandingkan dengan siklus I.

Pada angket kemandirian belajar siswa, diperoleh rata-rata kemandirian siswa 76% dengan persentase tertinggi 79% dan terendah 69%. Berikut ini persentase kemandirian belajar siswa tiap indikatornya, disajikan pada tabel 4.5

Tabel 4.5 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% P e r se n tas e Indikator Kemandirian

Persentase Observasi Kemandirian Belajar Siklus II

pertemuan ke 1 pertemuan ke 2 pertemuan ke 3 pertemuan ke 4

Persentase Tiap Indikator Angket Kemandirian Belajar Matematika Siklus II

No Indikator Persentase

1 Berani Bertindak 69%

2 Paham Kebutuhan Belajar 77%

3 Yakin dengan kemampuan diri 76%

4 Yakin dalam menyelesaikan permasalahan 76%

5 Tidak bergantung kepada orang lain 78%

6 Menyelesaikan tugas tepat pada waktunya 77%

7 Bersungguh-sungguh 79%

Rata-rata 76%

Terdapat 14 dari 18 siswa yang memiliki skor kemandirian belajar ≥70%. Dengan kata lain, ada 78% dari jumlah siswa yang memiliki skor kemandirian belajar ≥70%. Hasil ini dapat dilihat pada lampiran 14 dan disajikan pada grafik 4.3, berikut ini:

Grafik 4.3

Persentase Angket Kemandirian Belajar Matematika Akhir Siklus

Dari hasis analisis kemandirian belajar matematika dari lembar observasi, dapat diketahui bahwa persentase kemandirian belajar matematika siswa mencapai 81% dengan persentase tiap indikator

≥69%, dan ada 78% siswa yang memiliki skor kemandirian belajar

≥70%. Dengan demikian indikator keberhasilan telah tercapai dengan kriteria minimal 75% dari jumlah siswa memiliki skor kemandirian belajar≥70% 0% 20% 40% 60% 80% 100% A B C D E F G H I J K L M N O P Q R P e r se n ta se K e m a n d ir ia n Siswa

b) Hasil Belajar Matematika Siswa

Penilaian hasil belajar setiap siswa mengacu pada indikator keberhasilan yaitu hasil belajar matematika siswa yang ditunjukkan oleh skor siswa yaitu 60% dari jumlah siswa mendapat skor ≥nilai rata-rata tes keseluruhan siswa. Hasil tes akhir siklus II menunjukkan bahwa dari seluruh siswa yang dikenai tindakan, diperoleh nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 95, dengan nilai rata-rata kelas adalah 75. Terdapat 13 orang atau 72.5% siswa yang nilainya diatas rata-rata kelas dan 5 orang atau 27.5% siswa nilainya masih dibawah rata-rata kelas. Hasil tes tersebut disajikan dalam tabel 4.6.

Tabel 4.6

Nilai Tes Akhir Siklus II

No Nilai Frekuensi Frelatif FrelatifKomulatif

1 40 1 5.5% 100% 2 55 2 11% 94.5% 3 65 2 11% 83.5% 4 75 5 28% 72.5% 5 80 2 11% 44.5% 6 85 1 5.5% 33.5% 7 90 3 17% 28% 8 95 2 11% 11% Jumlah 18 100%

Hasil tes akhir siklus I ini disajikan dalam poligon sebagai berikut:

Poligon 4.2

Poligon Distribusi Frekuensi Hasil Tes Akhir Siklus II

Dengan demikian, hasil belajar matematika sudah mencapai indikator keberhasilan. Karena 72.5% > 60% (kriteria indikator keberhasilan: 60% dari jumlah siswa mendapat skor≥nilai rata-rata tes keseluruhan siswa.)

4. Tahap Refleksi

Kemandirian belajar dengan Resource Based Learning di siklus II ini telah mencapai indikator keberhasilan. Kriteria pencapaian penelitian yang telah ditentukan diawal penelitian telah tercapai, sehingga kegiatan penelitian tindakan kelas dalam rangka meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa dengan Resource Based Learning tidak dilanjutkan lagi ke siklus berikutnya.

Rekapitulasi hasil pelaksanaan penelitian dalam upaya meningkatkan kemandirian belajar matematika siswa dengan menerapkan Resource Based Learning, pada siswa kelas VII SMP Dahlia Tangerang pada setiap siklus disajikan pada tabel 4.7 dan tabel 4.8 berikut ini:

0 1 2 3 4 5 6 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100 F r e k u e n s i Nilai Siswa

Dokumen terkait