• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

4.5. Wahana Melon PT. Mekar Unggul Sari

4.5.2. Teknik Budidaya Melon Hidroponik

Budidaya merupakan proses pengembangan suatu komoditas tanaman untuk memperoleh hasil produk sesuai dengan yang diinginkan. Adapun langkah-langkah budidaya melon hidroponik antara lain (Lampiran 22):

38

a. Pembibitan

Kegiatan ini dilaksanakan selama 14 hari. Kegiatan ini meliputi penghitungan jumlah benih, perendaman benih, persiapan media semai, persemaian, dan transplanting.

1. Penghitungan jumlah benih

Penghitungan jumlah benih dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pada setiap penanaman dalam GH. Setiap GH terdapat 324 polybag penanaman buah yang berkapasitas 2 tanaman setiap polybagnya, sehingga setiap GH setidaknya diperlukan 648 bibit melon yang diperoleh dari 700-750 benih yang memiliki daya kecambah 80 % - 90 %.

2. Perendaman benih

Benih direndam delam 1 liter air yang diberi zat pengatur tumbuh (ZPT). ZPT yang digunakan adalah jenis raptor dengan konsentrasi 2 ml/l. Benih direndam selama 12 jam.

3. Persiapan media semai

Media yang digunakan untuk media semai adalah arang sekam dan cocofeat

dengan perbandingan 2 : 1. Alasan menggunakan media semai ini karena media semai ini poros dan remah sehingga hipokotil akan mudah keluar dan mempercepat waktu perkecambahan.

4. Persemaian

39 5. Transplanting

Transplanting adalah pemindahan bibit dari media semai ke media tumbuh. Media tumbuh yang digunakan adalah rockwool. Rockwool yang digunakan berbentuk kubus dengan ukuran 4x4x4 cm yang kemudian diletakkan kedalam tray. Tujuan transplanting adalah untuk meminimalisir kerusakan pada saat penanaman di media arang sekam.

b. Pratanam

Kegiatan ini dilaksanakan selama 14 hari. Kegiatan ini meliputi sanitasi rumah plastik, sterilisasi rumah plastik dan persiapan medaia tanam.

1. Sanitasi rumah plastik

Sanitasi rumah plastik dilakukan untuk menghilangkan gulma dan rumput. 2. Sterilisasi rumah plastik

Sterilisasi dilakukan dengan cara penyemprotan campuran dithane M-45 dan

Curacron yang dilarutkan dalam 60 l air dengan dosis 2 ml/L.

3. Persiapan media tanam

Media yang digunakan untuk budidaya melon hidroponik di PT. MUS adalah arang sekam.

c. Penanaman

Penanaman dilakukan pada bibit yang telah berumur 10-14 hari yang biasanya sudah memiliki jumlah daun 3-4 helai daun.

d. Pemeliharaan tanaman

Kegiatan pemeliharaan tanaman melon harus dilakukan secara berkesinambungan dan hati-hati. Pemeliharaan tanaman melon meliputi

40 penyiraman larutan nutrisi, pelilitan, pewiwilan, pemangkasan, penyerbukan, seleki buah, topping, dan pengendalian hama penyakit tanaman (HPT).

1. Penyiraman nutrisi

Nutrisi yang telah dibuat terlebih dahulu diukur EC dan PH dengan EC meter dan PH meter, sebelum dilakukan penyiraman. Penyiraman nutrisi melon dilakukan setiap 1 jam sekali dengan volume air yang diperlukan sesuai dengan usia pertumbuhan melon tersebut. Adapun pedoman volume penyiraman nutrisi melon adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Pedoman Penyiraman

Umur Tanaman Volume Nutrisi

1 – 14 hari 100 ml 15 – 21 hari 200 ml 22 – 30 hari 300 ml 31 – 37 hari 350 ml 38 – 60 hari 400 ml 61 – 70 hari 350 ml 71 – 75 hari 200 ml

Sumber : PT. Mekar Unggul Sari

2. Pelilitan

Pelilitan dilakukan pada tanaman melon setelah berumur ± 6 hari setelah tanam. Pelilitan berfungsi untuk memberi sokongan pada tanaman agar dapat tumbuh tegak.

3. Pewiwilan

Pewiwilan pada tanaman melon merupakan kegiatan pembuangan tunas air dan calon bunga serta sulur yang tidak diinginkan. Fungsi pewiwilan ini adalah untuk mengarahkan penyaluran asimilat ke pertumbuhan tertentu yang diinginkan. Pewiwilan dapat dilakukan seminggu setelah tanam pada semua

41 tunas-tunas yang tumbuh di ketiak daun pada ruas ke-1 sampai ke-11. Tunas yang tumbuh pada ruas ke 12-14 dipelihara untuk dibuahkan.

4. Penyerbukan

Penyerbukan dilakukan setelah pemeliharaan tunas ke 14 – 16, setelah tanaman berbunga kira-kira sudah berusia 21 hari setelah tanam. Penyerbukan dilakukan secara buatan yaitu dengan mengambil bunga jantan yang berada diketiak daun, kemudian mahkota bunga jantan dibuang lalu putar bunga jantan tersebut sampai sebuk sari menempel keputik bakal buah bunga betina.

5. Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan setelah tanaman melon berusia 30 – 40 hari, pemangkasan ini dimulai dari bagian bawah tanaman melon, daun melon yang dipangkas hanya 3 – 4 helai daun saja..

6. Seleksi buah

Seleksi buah dilakukan ketika buah berukuran sebesar telur ayam, karena untuk budidaya melon hidroponik di PT. MUS dalam satu tanaman hanya satu buah yang dipertahankan agar nutrisinya tidak terserap pada buah lain. Seleksi buah ini dilakukan untuk memproduksi buah yang baik pada setiap tanaman.

7. Topping

Topping adalah penghentian pertumbuhan vegetatif dengan cara pemangkasan pucuk pada tanaman melon. Topping dilakukan agar nutrisi terserap pada buah pertama sehingga dapat mempercepat pertumbuhan buah.

42

8. Pengendalian hama penyakit tanaman (HPT)

Pengendalian hama penyakit dilakukan dengan melakukan penyemprotan insektida dan fungisida setiap dua minggu sekali. Penyemprotan dihentikan saat tanaman berumur 2 minggu sebelum panen. Hama yang menyerang tanaman melon dalam rumah plastik pada umumnya masuk melalui bagian atas rumah plastik yang terbuka. Hama yang sering muncul pada budidaya melon di PT. MUS adalah ulat daun dan thrip, sedangkan penyakit yang menyerang adalah embun tepung.

a. Ulat daun (Palpita sp)

Ulat ini menyerang daun pada bagian atas. Pestisida yang digunakan adalah regent.

b. Thrip (Frakliniella sp)

Pengendaliannnya adalah penyemprotan insektisida regent, abuki 50 SL,

agrimec 18 EC dengan dosis 1-2 ml/l.

c. Embun Tepung (Powdery mildew)

Pengendaliaannya adalah dengan penyemprotan fungisida belkute 40 WP, nimrot 250 EC dengan dosis 2-3 ml/l.

e. Panen

Panen merupakan tahap akhir dari proses budidaya melon hidroponik pada PT. MUS. Buah melon dapat dipanen pada umur 60-75 hari setelah tanam ditandai dengan mengeringnya 2 helai daun diatas buah melon tersebut. Proses pemanenan buah melon dilakukan dengan memilih buah yang benar-benar sudah mengalami masak fisiologis dan pemetikkan dilakukan menggunakan gunting

43 panen. Pemetikan dilakukan pada tangkai buah paling tidak sepanjang 3 cm dari pangkal buah. Hal ini bertujuan untuk menambah masa simpan buah dari kerusakan mikrobiologis baik dari bakteri maupun virus.

Proses pemanenan difokuskan untuk pemenuhan wisata petik pengunjung, sehingga panen dilakukan setiap hari. Pengunjung secara langsung dapat memilih buah yang diinginkan dan sekaligus merasakan panen melon dengan tangan sendiri. Pemetikan oleh pengunjung turut diawasi oleh karyawan sekaligus diberikan penjelasan kepada pengunjung bagaimana cara panen buah melon yang baik dan menjelaskan tentang budidaya melon itu sendiri. Panen yang dilakukan pengunjung tidak dibatasi, sehingga pengunjung dapat melakukan panen sesuai dengan konsumsi pengunjung.

4.5.3. Pemasaran

Buah melon yang dibudidayakan di PT. MUS ditujukan untuk komersial sebagai sarana petik buah di wahana melon Taman Wisata Mekarsari dan pemenuhan konsumsi pengunjung. Oleh karena itu, PT. MUS melakukan produksi melon secara berkesinambungan. Pangsa pasar yang dapat diserap oleh pengelola yaitu pengunjung Taman Wisata Mekarsari. Khususnya pengunjung greenland

Dokumen terkait