BAB I PENDAHULUAN
C. Teknik Mind Mapping tentang Peluang Usaha
Mind mapping dapat membantu seseorang belajar, menyusun, dan menyimpan sebanyak mungkin informasi yang diinginkan, dan mengelompokkannya dengan cara yang alami, memberikan akses yang mudah dan langsung kepada apa pun yang diinginkan. Menurut Iwan Sugiarto (2004: 75), peta pikiran adalah teknik meringkas materi yang akan dipelajari dan memproyeksikan masalah yang dihadapi ke dalam bentuk peta atau teknik grafik agar lebih mudah.
Menurut Buzan (2004: 68) mind map (peta pikiran) adalah metode untuk menyimpan suatu informasi yang diterima oleh seseorang dan mengingat kembali informasi yang diterima tesebut. Selain itu Buzan (2005: 6) memaparkan bahwa mind map adalah bentuk penulisan catatan yang penuh warna dan bersifat visual, yang
51
bisa dikerjakan oleh suatu orang atau sebuah tim yang terdiri atas beberapa orang. Dipusatnya terdapat sebuah gagasan atau gambar central. Kemudian gagasan utama ini dieksplorasi melalui cabang-cabang yang mewakili gagasan-gagasan utama, yang kesemuanya terhubung pada gagasan central ini.
Menurut Melania Sutarni (2011: 29) mind map (peta pikiran) bermanfaat untuk berfikir secara fleksibel, memusatkan perhatian, meningkatkan pemahaman, dan menyenangkan seseorang. Mind Map (peta pikiran) bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam, memperkuat, dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. Buzan juga mengemukakan “your brain is like a sleeping giant,hal itu disebabkan 99% kehebatan otak manusia belum dimanfaatkan secara optimal.” Tabel 1. Penggunaan Otak pada Mind Mapping
Otak Kiri Otak Kanan
1. Tulisan
2. Urutan Penulisan 3. Hubungan Antar Kata
1. Warna 2. Gambar 3. Dimensi
Mind Mapping bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam, memperkuat, dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. Dengan
52
adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara verbal. Adanya kombinasi warna, simbol, bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima.
Berdasarkan penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian mind mapping adalah teknik meringkas dalam bentuk peta dengan catatan yang penuh warna dan bersifat visual yang cara kerjanya disesuaikan dengan kerja otak kanan dan otak kiri sehingga mampu menyimpan suatu informasi mengingat kembali informasi yang diterima.
2. Keuntungan Teknik Mind Mapping
Menurut Iwan Sugiarto (2004: 78) keuntungan menggunakan mind mapping adalah :
a. Lebih mudah dimengerti dalam menangkap isi mind mapping tersebut.
b. Lebih dapat berkonsentrasi dan mengembangkan pikiran melalui penggunaan kata-kata kunci.
c. Mind mapping sangat cocok untuk mengulang kembali apa yang telah dipelajari. Melalui pemikiran dasar yang sudah ada, direkonstruksi dan diingat kembali lalu dikaitkan dengan kata-kata kunci yang telah dipergunakan.
53
d. Dapat digunakan untuk meringkas beberapa lembar bahan yang dipelajari, menjadi satu halaman.
e. Lebih mudah diingat karena dalam mind mapping menggunakan gambar, warna, serta simbol-simbol.
f. Mind mapping memberikan langkah pertama menuju era persaingan.
3. Kegunaan Mind Mapping
Menurut Buzan (2007: 5) mind mapping memiliki kegunaan sebagai berikut:
a. Memberikan pandangan menyeluruh pokok masalah atau area yang luas.
b. Memungkinkan kita merencanakan rute atau membuat pilihan-pilihan dan mengetahui ke mana kita akan pergi dan di mana kita berada.
c. Mengumpulkan sejumlah besar data dari datu tempat.
d. Mendorong pemecahan massalah dengan membiarkan kita melihat jalan-jalan terobosan kreatif baru.
e. Menyenangkan untuk dilihat, dibaca, dicerna, dan diingat.
Menurut Michael Michalko dalam Buzan (2007: 6), metode mind mapping dapat dimanfaatkan atau berguna untuk berbagai bidang termasuk bidang pendidikan.
a. Memungkinkan kita berfokus pada pokok bahasan. b. Mengaktifkan seluruh otak.
54
c. Membereskan akal dari kekusutan mental.
d. Membantu menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah.
e. Memberikan gambaran yang jelas pada keseluruhan dan perincian. f. Memungkinkan kita mengelompokkan konsep, membantu kita
membandingkannya.
g. Mensyaratkan kita untuk memusatkan perhatian pada pokok bahasan yang membantu mengalihkan informasi tentangnya dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang.
Selain itu menurut Buzan (2007: 6) metode mind mapping dapat bermanfaat untuk :
a. Merangsang bekerjanya otak kiri dan kanan secara sinergis.
b. Membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar.
c. Membantu seseorang mengalirkan diri tanpa hambatan. d. Membuat rencana atau kerangka cerita.
e. Mengembangkan sebuah ide.
f. Membuat perencanaan sasaran pribadi. g. Memulai usaha baru.
h. Meringkas isi sebuah buku. i. Dapat memusatkan perhatian. j. Meningkatkan pemahaman.
k. Menyenangkan dan mudah diingat.
4. Langkah-langkah Membuat Mind Mapping a. Alat dan bahan yang dibutuhkan
Buzan (2007: 14), sarana dan prasarana untuk membuat mind mapping adalah :
1) Kertas kosong tak bergaris. 2) Pena dan pensil warna. 3) Otak.
55 b. Cara membuat mind mapping
Menurut Buzan (2007: 15) membuat mind mapping membutuhkan imajinasi atau pemikiran, adapun langkah-langkah pembuatan mind mapping adalah:
1) Mulailah dari tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar, memulai dari tengah memberi kebebasan kepada otak untuk menyebar ke segala arah dan untuk mengungkapkan dirinya dengan lebih bebas dan alami.
2) Gunakan gambar (simbol) untuk ide utama, gambar bermakna seribu kata dan membantu kita menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik, membuat kita tetap terfokus, membantu kita berkonsentrasi, dan mengaktifkan otak kita.
3) Gunakan warna, bagi otak warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat mind map lebih hidup, menambah energi kepada pemikiran kreatif, dan menyenangkan.
4) Hubungan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Otak bekerja menurut asosiasi, otak senang mengaitkan dua (atau tiga, atau empat) hal sekaligus. Bila kita menghubungkan cabang-cabang, kita akan lebih mudah mengerti dan mengingat.
5) Buatlah garis hubung yang melengkung karena garis lurus akan membosankan otak.
6) Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis karena kata kunci tunggal member lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada mind map.
5. Peluang Usaha
Menurut Hendro (2010: 5) peluang berasal dari kesempatan yang muncul dan menjadi ilham (Ide) bagi seseorang. Ketika seseorang memperoleh inspirasi, berarti dia membuka sebuah peluang untuk suatu hal baru. Inspirasi muncul ketika terjadi konektivitas (pertemuan atau titik temu) antara pengetahuan, memori, dan latar belakang pendidikan atau pengalaman yang dimiliki oleh seseorang
56
dengan cara pandangnya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Inspirasi bisa muncul dari berbagai faktor yaitu internal dan eksternal. Faktor internal antara lain berasal dari pengetahuan yang dimiliki, pengalaman, pengalaman saat melihat orang lain menyelesaikan masalah, intuisi yang muncul dari diri. Sedangkan faktor dari eksternal antara lain berasal dari masalah yang dihadapi, kesulitan yang dihadapi, kebutuhan yang belum terpenuhi, pemikiran untuk menciptakan sesuatu. Adapun sub-bab dalam materi peluang usaha adalah sebagai berikut :
a. Sumber Peluang Usaha dan Cara Mengembangkannya
Peluang bisa bersumber dari berbagai macam hal, yaitu sebagai berikut :
1) Peluang dari diri sendiri yaitu hobi yang dimiliki, keahlian yang dimiliki, pengetahuan dan latar belakang pendidikan. 2) Peluang dari lingkungan yaitu bisni orang tua, lingkungan
rumah, kebiasaan yang sering dilakukan, saat mengunjungi berbagai tempat.
3) Peluang dari perubahan yang terjadi antara lain terjadinya perubahan global, perubahan lingkungan, perubahan peraturan pemerintah, perubahan musim, perubahan gaya hidup, perubahan tingkat kebutuhan tentang kesehatan, perubahan tingkat pekerjaan yang semakin berat, perubahan teknologi dan informatika, dan perubahan laju kendaraan.
4) Peluang dari konsumen antara lain keluahan-keluhan konsumen, saran-saran dari konsumen, permintaan khusus dari konsumen dan calon konsumen, angan-angan yang diimpikan konsumen tentang produk atau jasa tertentu, harapan dari konsumen terhadap produk atau jasa.
5) Peluang dari gagasan orang lain yang bersifat orisinil akan memunculkan sebuah peluang usaha yang baru pula.
6) Peluang dari informasi yang diperoleh misalnya informasi tentang produk yang lebih murah dari pada produk lain, informasi tentang kebutuhan produk yang sedang dibutuhkan dan trend dimasyarakat.
57
b. Faktor-faktor Keberhasilan dan Kegagalan Peluang Usaha 1) Faktor-faktor Keberhasilan Peluang Usaha
Faktor-faktor keberhasilan sebuah peluang usaha adalah sebagai berikut :
a) Peluang tersebut memenuhi ciri-ciri peluang usaha yang baik.
b) Peluang tersebut berasal dari hubungan yang bersinergi antara wirausaha dengan usahanya, pasar usaha, dan produk yang dihasilkan.
c) Peluang tersebut memiliki tingkat risiko kegagalan yang kecil bila dijalankan.
d) Produk yang akan dihasilkan dari peluang tersebut telah melalui uji pasar seperti seberapa besar tingkat kebutuhannya, seberapa tinggi tingkat kontinuitas kebutuhan produk tersebut, mengapa orang enggan membeli dan memakai produk tersebut.
e) Produk yang akan dihasilkan dari peluang tersebut mengikuti tren perubahan pasar.
f) Produk yang akan dihasilkan dari peluang dapat terus-menerus diinovasi dan ditingkatkan kualitasnya.
2) Faktor-faktor Kegagalan Peluang Usaha
Banyak inspirasi yang bagus dan brilian, namun terkadang gagal dijadikan sebuah usaha yang sukses. Untuk itu perlu diketahui faktor-faktor kegagalan peluang usaha agar dapat meminimalisir risiko usaha. Faktor-faktor tersebut adalah:
a) Peluang tersebut bersifat jangka pendek, karena kebutuhan pasar yang bersifat musiman dan tidak kontinu.
b) Peluang tersebut sudah ‘kadaluarsa’ atau telah ada orang yang memulai usaha tersebut.
c) Peluang tersebut lewat begitu saja karena tidak segera diambil keputusan untuk memulainya.
58
d) Peluang tersebut tidak berasal dari hubungan yang bersinergi antara wirausaha dengan usaha yang dijalankan, pasar usaha, dan produk yang dihasilkan.
e) Produk yang dihasilkan dari peluang tidak melalui uji pasar yang akurat, sehingga produk tidak laku, produk terlihat kuno, produk mudah ditiru.
c. Tahap-tahap Penerapan Mind Mapping tentang Peluang Usaha Dalam memanfaatkan peluang menjadi sebuah usaha adalah dengan mengetahui hubungan antara Aku, Bisnis, dan Pasar. Perhatikan gambar berikut:
Gambar 1. Penerapan Mind Mapping tentang Peluang Usaha
Berdasarkan gambar terlihat bahwa ada empat langkah untuk menemukan inspirasi usaha, yaitu sebagai berikut :
1) Tentukan dari mana siswa akan mulai menemukan sebuah sumber peluang. Kemudian setelah memilih sumber peluang usaha tersebut, kembangkan sesuai dengan usaha yang akan siswa jalani.
59
2) Temukan sektor yang tepat untuk siswa masuki. Kekuatan peluang bertumpu pada kekuatan sektor bisnis yang tepat sehingga siswa harus benar-benar memilih yang paling sesuai dengan minat. Kekuatan sebuah bisnis yang tepat adalah kekosongan pasarnya sehingga siswa dapat mengisi kekosongan pasar itu.
3) Berdayakan kekuatan produk siswa tersebut agar memiliki nilai jual. Memiliki peluang bagus dan mampu mengisi kekosongan pasar tetapi tidak memiliki nilai jual yang tinggi, akan membuat peluang itu hanya sekedar impian karena produk tidak akan laku dipasaran (tidak memenuhi kebutuhan dan tren pasar). Ini sebuah proses yang sangat penting dari tahapan di atas.
4) Evaluasi dan berdayakan peluang siswa menjadi produk (bisnis). Langkah terakhir untuk memanfaatkan peluang adalah dengan mengevaluasi dan menganalisa faktor keberhasilan dan faktor kegagalan peluang usaha siswa, lalu kembangkan menjadi sebuah produk sebelum siswa memulai bisnis.
60
D. Peningkatan Motivasi Berwirausaha melalui Metode Mind Mapping