BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
H. TEKNIK PENGUJIAN INSTRUMEN
Dalam setiap penelitian, masalah penggunaan alat ukur perlu mendapat perhatian agar hasil yang diperoleh benar dan mencerminkan keadaan yang sesungguhnya dari masalah yang diteliti. Alat pengukuran yang ilmiah haruslah memenuhi kriteria valid dan reliable (andal). Sebelum menganalisa mengenai konsumen, perlu terlebih dahulu diadakan pengujian validitas dan reliabilitas dari kuesioner sebagai alat mengukur konsumen 1. Pengujian Validitas
Menurut Simamora (2004: 172) pengujian validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan kesahihan suatu instrumen. Dimana suatu instrumen dianggap valid apabila mampu mengukur apa yang diukur, dengan kata lain mampu memperoleh data yang tepat dari variabel yang diteliti.
Untuk mengetahui apakah kuesioner yang kita buat untuk responden mampu mengukur variabel X (alasan seseorang) mempengaruhi variabel Y(membeli produk fashion secara online). Maka kita menggunakan rumus
: Koefisien korelasi antara X dan Y (product moment) X : Skor item bernomer ganjil
Y : Skor item bernomer genap N : Banyaknya sampel uji coba
Untuk menentukan instrumen itu valid atau tidak maka ketentuannya adalah sebagai berikut :
a. Jika r hitung ≥ r tabel dengan taraf keyakinan 95 %, maka instrumen tersebut dikatakan valid.
b. Jika r hitung < r tabel dengan taraf keyakinan 95 %, maka instrumen tersebut dikatakan tidak valid.
3. Pengujian Reliabilitas
Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Butir pertanyaan dikatakan reliabel atau handal apabila jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten. Dalam penelitian ini, pengujian reliabilitas menggunakan one shot atau pengukuran sekali saja. Pengukuran kehandalan butir pertanyaan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian hasil skornya diukur korelasinya antara skor jawaban pada butir pertanyaan yang sama dengan bantuan komputer program SPSS dengan fasilitas Cronbach Alpha (a ). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60.
1. Teknik Analisis Test Cochran Q
Setelah data siap untuk dianalisis, peneliti menentukan teknik analisis data yaitu dengan menggunakan metode test cochran Q. karena melalui metode ini peneliti ingin mengetahui atribut apa saja yang dianggap sah (valid). Atribut yang valid merupakan atribut yang berpengaruh dan dipertimbangkan konsumen dalam melakukan pembelian produk fashion secara online (Simamora:2004). Adapun rumus yang digunakan
Dimana :
K = banyak perlakuan
Ri = jumlah data pada kelompok ulangan ke-j Cj = jumlah data pada kategori /perlakuan ke-i N = jumlah sampel yang diuji
Dengan data yang ada, selanjutnya perhitungan statistic menggunakan rumus Cochran Q–Test. Bunyi H0 dan Ha sebagai berikut:
H0: Alasan konsumen melakukan pembelian produk fashion secara online
Ha: Bukan/tidak alasan konsumen melakukan pembelian produk fashion secara online.
atribut, bila hasil perhitungan menolak H0 maka langkah selanjutnya adalah menghilangkan nilai Cj terendah kemudian kembali melakukan perhitungan statistik dengan Cochran Q-Test. Bila hasil perhitungan tersebut masih menolak H0 maka langkah selanjutnya adalah dengan menghilangkan nilai Cj terendah yang kedua, kemudian kembali dilakukan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus Cochran Q-Test. Langkah tersebut harus dilakukan sampai pada perhitungan statistik memperoleh hasil menerima H0 dan dapat disimpulkan atribut-atribut apa saja yang menentukan pembelian produk fashion secara online.
46 A. Gambaran umum Belanja Online
Belanja daring atau sering kita kenal dengan sebutan Belanja Online adalah kegiatan pembeli belanja online atau belanja melalui internet seorang pembeli (konsumen) bisa melihat terlebih dahulu barang dan jasa yang hendak ia belanjakan melalui
Kegiatan belanja online ini merupakan bent tidak memerlukan komunikasi tatap muka secara langsung, melainkan dapat dilakukan secara terpisah dari dan ke selur internet.
Belanja online adalah salah satu bent digunakan untuk kegiata
1. Sejarah Belanja Online
Belanja online pertama kali dilakukan di ole berwarna denga belanja online yang ia temukan diberbagai penjuru inggris.
dan beberapa negara di daratan fitur belanja online untuk memasarka
Pada ta pertamanya yang bernama Book Stacks Unlimited yang berkembang menjadi Books.com yang kemudian diikuti ole membuat situs web Amazon.com dua tahun kemudian. Selain it pembukaan toko pizza online.
Pada taSSL encryption of
data transferred online karena dianggap hal yang paling penting dari belanja online adalah media untuk transaksi onlinenya yang aman dan bebas dari pembobolan.
Pada ta kemudian berkembang menjadi salah satu situs transaksi online terbesar hingga saat ini.
2. Perkembangan belanja online di Indonesia
Belanja online di perkembangan yang signifikan. Belanja online, tidak hanya dimonopoli oleh belanj memperkenalkan teknik
air, telepon, internet, pembelian pulsa, pembayaran uang kuliah dan lain sebagainya.
Belanja online di Indonesia untuk pembelian suatu barang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Mulai dari situs yang menjua alat
3. Media belanja online di Indonesia
a. Blog
Salah satu media yang menampilkan belanja daring antar lain adal daring menggunakan blog sebagai menjual sekaligus mempromosikan barang dan jasa yang ia tawarkan kepada calon konsumen. Karena sifatnya yang mudah di kustomisasi oleh penggunanya, maka belanja daring melalui media blog cukup riskan karena pembeli cukup sulit mengetahui reputasi dari penjual. Biasanya penjual mengunggah bukti bukti transfer yang ia miliki sebagai bentuk jaminan kepada pelanggan bahwa ia merupakan penjual terpercaya.
b. Situs web
Ada banyak situs web yang menyediakan layanan belanja daring baik web lokal maupun we
diantaranya yang terkenal adalah lelang. Lelang merupakan kegiatan belanja daring dimana pembeli menetapkan batas bawah suatu harga yang hendak dilelang, kemudian sang pembeli yang tertarik dapat
menawar (biasa disebut bidding) sesuai kelipatan yang diajukan.
denga inginkan sesuai dengan harga yang ia ajukan.
c. Situs Jejaring Sosial
Seiring dengan maraknya pertumbuhan situs dunia, media social networking ini juga dilirik oleh pelaku belanja daring untuk memasarkan produknya. Penjual akan mengunggah barang yang ia tawarkan kemudian disebarkan melalui messaging atau fitur photo sharing. Bentuk penawaran ini merupakan perkembangan dari media per bulan, kini disebarkan melalui media penawarannya dapat diupdate kapan saja.
4. Keuntungan dan Kelemahan belanja online Keuntungan belanja online:
1. Pembeli tidak perlu mengunjungi tempat penjualan baik itu toko, butik, mall, dan lain sebagainya. Pembeli cukup klik ke web yang dituju dan memilih barang yang dikehendaki
pembelian bisa dilakukan berjam-jam tanpa harus keluar rumah
3. Penjual dapat menekan ongkos pembukaan toko karena melalui belanja
online, penjual cukup memasarkan produknya melalui internet Kelemahan belanja online:
1.
yang tercantum di website.
2. Rentan aksi
mengirim sejumlah uang yang disepakati, barang yang dibeli tidak dikirim
3. Rentan rusak atau pecah karena media pengiriman adalah pos
4. Rentan aksi pemboboloan rekening karena pembayaran dilakukan
melalui internet
5. Marak aksi spamming karena setelah pembeli melakukan registrasi,
penjual cenderung selalu mengirimkan katalog online melalui email pembeli dan hal ini cukup mengganggu privasi.