• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

D. Teknik Pengumpulan Data

Dalam suatu penelitian, data merupakan faktor yang penting. Pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh data atau keterangan yang benar dan dapat dipercaya dalam penelitian. Untuk dapat mencapai syarat validitas dan reliabilitas dalam suatu penelitian maka diperoleh cara dan teknik pengumpulan data yang tepat.

Data adalah sesuatu yang digunakan atau dibutuhkan dalam penelitian dengan menggunakan parameter tertentu yang telah ditentukan. Jenis-jenis data menurut Dwi Priyatno (2008: 7) adalah sebagai berikut:

a. Data Kualitatif

Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk bukan angka, tetapi berbentuk kata, kalimat, gambar atau bagan.

b. Data Kuantitatif

Data kuantitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka. Tipe-tipe data kuantitatif adalah sebagai berikut:

1) Data Nominal

Data hasil penggolongan atau kategorisasi yang sifatnya setara dan tidak dapat dilakukan perhitungan aritmatika. Angka yang diberikan hanya sebagai simbol saja dan tidak menunjukkan tingkatan tertentu.

2) Data Ordinal

Data hasil kategorisasi yang sifatnya tidak setara dan tidak dapat dilakukan perhitungan aritmatika. Angka yang diberikan menunjukkan peringkat dan tingkatan tertentu. Tipe data ini tidak memperhatikan jarak data, jadi jarak data bisa berbeda-beda.

3) Data Interval

Data bukan dari hasil kategorisasi dan dapat dilakukan perhitungan aritmatika. Tipe data ini menggunakan jarak data yang sama. Walaupun dapat dilakukan operasi hitung, data ini tidak mempunyai nilai nol (0) absolute, maksudnya angka 0, tetap ada nilainya.

4) Data Rasio

Data yang dapat dilakukan perhitungan aritmatika dan menggunakan jarak yang sama. Data ini mempunyai nilai nol (0) absolute, maksudnya angka 0 benar-benar tidak ada nilainya.

Pembagian data menurut Jonathan Sarwanto (2005: 37), dibedakan atas dua yaitu:

Data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya. Data primer disebut juga data asli atau data baru.

b. Data sekunder

Data yang sudah ada. Data tersebut sudah dikumpulkan sebelumnya untuk tujuan-tujuan tang tidak mendesak. Keuntungan data sekunder ialah sudah tersedia, ekonomis, dan cepat didapat. Kelemahan data sekunder ialah tidak dapat menjawab secara keseluruhan masalah yang diteliti.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data interval, data primer dan sekunder. Data interval di mana objek/kategori dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut yang memberikan informasi tentang interval antara tiap objek/kategori sama. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden melalui daftar pertanyaan yang berupa angket. Dalam penelitian ini jenis datanya adalah pengaruh pesan iklan di televisi terhadap efektivitas komunikasi iklan yang diperoleh dari konsumen. Sumber data yang dipergunakan adalah orang (person). Selain itu juga digunakan data sekunder berupa dokumen tentang jumlah mahasiswa Pendidikan Tata Niaga angkatan 2006 dan 2007.

2. Skala Pengukuran Data

Skala penilaian yang digunakana dalam penelitian ini adalah skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Menurut Sugiyono (2001: 87), bentuk skala likert dalam suatu penelitian adalah:

a. Sangat setuju bobot 4

b. Setuju bobot 3

c. Tidak setuju bobot 2

d. Sangat tidak setuju bobot 1

3. Metode Pengumpulan Data

Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 151) kuisioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden baik laporan tentang pribadinya atau hal-hal lain yang ia ketahui. Jenis-jenis kuisioner menurut Suharsimi Arikunto (2006: 152) adalah:

1) Dari cara menjawab

a) Kuisioner terbuka, yaitu memberikan kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri.

b) Kuisioner tertutup, kuisioner yang sudah disediakan jawabanya. 2) Dari jawaban yang diberikan

a) Kuisioner langsung, yaitu responden menjawab tentang dirinya. b) Kuisioner tidak langsung, yaitu jika responden menjawab tentang

orang lain. 3) Dari bentuknya

a) Kuisioner pilihan ganda, sama dengan kuisioner tertutup. b) Kuisioner isian, sama dengan kuisioner terbuka.

c) Check list, daftar dimana responden tinggal memberi tanda chek (Ö) d) Rating-scale, yaitu sebuah pertanyaan diikuti oleh kolom-kolom yang

menunjukkan tingkatan misalnya dimulai dari sangat setuju sampai ke sangat tidak setuju.

Pada penelitian ini digunakan angket jenis angket langsung dan tertutup dengan Rating-scale. Responden tinggal memilih jawaban yang sesuai pada kolom yang tersedia. Untuk menyetujui apakah angket itu baik, maka harus diuji validitas dan reliabilitasnya.

Untuk memperoleh informasi yang cukup relevan dan cukup tinggi kesahihannya, maka angket yang digunakan perlu di uji terlebih dahulu.

1) Uji Validitas

Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin diukur. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu

mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data yang diteliti dengan tepat.

Untuk mengukur ketepatan butir-butir pertanyaan tersebut dalam penelitian ini digunakan teknik uji validitas dengan program SPSS dengan metode korelasi Bivariate Pearson (Korelasi Produk Momen Pearson). Pearson correlation digunakan untuk data berskala interval atau rasio. Menurut Dwi Priyatno (2008), kriteria pengujian validitas adalah:

a) Jika r hitung ≥ r tabel (dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid).

b) Jika r hitung < r tabel (dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid).

2) Uji Reliabilitas

Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataannya, maka berapa kali pun diambil, tetap akan sama.

Uji signifikansi dilakukan pada taraf signifikansi 0,05. Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila memiliki nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,60 (Dwi Priyatno, 2008).

Menurut Sutrisno Hadi (2000: 56), langkah-langkah menyusun angket adalah sebagai berikut:

a) Menetapkan tujuan pembuatan angket. b) Menentukan aspek-aspek yang akan diukur. c) Menyusun petunjuk pengisian angket.

d) Menyusun pernyataan-pernyataan yang sesuai dengan variabel-variabel yang akan diteliti.

Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 158) dokumentasi, berasal kata dokumen artinya barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode ini dapat dilakukan dengan meneliti benda-benda tertulis seperti buku, majalah, surat kabar, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya. Dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi berupa laporan penjualan Mini Market Tania dan daftar mahasiswa BKK Pendidikan Tata Niaga Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP UNS angkatan 2006-2007.

Dokumen terkait