• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teks Berita “Jaga Keselamatan Nazaruddin”

Dalam dokumen KONSTRUKSI REALITAS DALAM BERITA KASUS (Halaman 139-147)

BAB III PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS TEKS BERITA

B. ANALISIS TEKS BERITA

6. Teks Berita “Jaga Keselamatan Nazaruddin”

” Jaga Keselamatan Nazaruddin”

“Muhammad Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, dilaporkan tertangkap di Cartagena, Kolombia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia memulangkan Nazaruddin dan menjaga keselamatannya.”(lead)

Berita “Jaga Keselamatan Nazaruddin” tampil di headline Kompas pada tanggal 9 Agustus 2011. Teks ini secara umum menguraikan tentang upaya penjagaan atas keselamatan Nazaruddin yang dilakukan tim kepolisian NKRI pasca penangkapan dirinya di Kolumbia.

a. Tematik

Elemen tematik menunjuk gambaran umum pada teks. Tema atau topik menggambarkan gagasan yang dikedepankan atau gagasan terhadap suatu peristiwa. Topik menggambarkan tema umum dari suatu teks, topik akan

commit to user

didukung oleh subtopik satu dan subtopik lain yang saling mendukung terbentuknya topik umum.

Tema utama yang dikembangkan melalui teks ini adalah tentang upaya penjagaan pria yang diyakini adalah Nazaruddin, yang telah berhasil ditangkap di Kolumbia. Penjagaan ini dilakukan oleh tim kepolisian NKRI atas perintah langsung dari presiden agar keselamatan Nazaruddin dapat terjaga sehingga dapat menjalani pemeriksaan dan proses selanjutnya untuk penyelesaian kasus Wisma Atlet.

b. Skematik

Wacana dalam satu teks umumnya didukung dengan penceritaan (skematik) tertentu, yakni bagaimana satu fakta maupun opini dirangkai dengan fakta/opini lain dalam suatu teks. Dalam konteks penyajian berita, secara hipotetik memiliki dua kategori skema besar. Pertama, summary yang ditandai dengan dua elemen yaitu judul dan lead. Kedua, story yaitu isi berita secara keseluruhan.

Judul yang digunakan adalah ” Jaga Keselamatan Nazaruddin”. Judul ini cukup jelas mengantarkan khalayak untuk memahami tema dengan mengetahui bahwa keselamatan Nazaruddin sangatlah penting, sehingga ia harus mendapatkan perlindungan yang ketat

commit to user

Presiden Susilo Bamabang Yudhoyono memerintahkan Nazaruddin harus mendapatkan perlindungan yang ketat. Presiden memerintahkan untuk menjaga keselamatannya.

Sedangkan lead pada teks berita ini menunjukkan pada tema utama teks, yaitu tentang upaya penjagaan pria yang diyakini sebagai Nazaruddin ini, yang telah berhasil ditangkap di Cartagena. Perintah penjagaan ini langsung diberikan Presiden kepada Kepolisisan NKRI yang bertugas membawanya pulang.

Kemudian pada isi teks, berurutan dibahas tentang skenario penangkapan Nazaruddin dan langkah yang diambil pemerintah untuk menangani tersangka Wisma Atlet yang cukup lama menjadi buronan pemerintah ini. Seperti pada paragraf 2, 5, 7, 11, dan 14.

Diawali dengan laporan mengenai Nazaruddin yang berhasil ditangkap pada Minggu malam di Cartagena, kemudian dilanjutkan dengan memastikan identitas pria tersebut karena mengaku bukan orang yang dimaksud. Dengan memeriksa surat-surat yang dimiliki dan melihat ciri fisik maka petugas meyakini pria tersebut benar tersangka Wisma Atlet yang dicari selama ini. Proses pemulangan pun berlangsung dengan pesawat carter yang khusus disediakan oleh pemerintah. Kompas juga menyertakan kutipan nazaruddin yang bersikeras menyebut dirinya bukan penjahat, lagi-lagi Kompas membentuk persepsi public bahwa Nazaruddin ingin menunjukkan kebenaran dan bahwa ia hanyalah korban.

commit to user

c. Semantik

Semantik dalam skema van Dijk dikategorikan sebagai makna lokal, yaitu makna yang muncul dari hubungan antar kalimat, hubungan antar proposisi yang membangun makna tertentu dalam suatu bangunan teks. Makna yang ingin ditekankan dalam sebuah teks dapat dilihat dari elemen latar, detail, maksud, pengandaian, dan nominalisasi.

Latar umumnya ditampilkan di awal, sebelum pendapat penulis muncul. Latar yang dipilih dapat menjadi alasan pembenar gagasan yang diajukan dalam suatu teks. Latar pada teks ini adalah tentang keselamatan Nazaruddin yang harus mendapat penjagaan selama pemulangannya ke tanah air, seperti pada paragraf lead berikut:

” Muhammad Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, dilaporkan tertangkap di Cartagena, Kolombia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia memulangkan Nazaruddin dan menjaga keselamatannya.” (lead)

Elemen detail berhubungan dengan kontrol informasi oleh seorang komunikator. Detail umumnya dimaksudkan sebagai strategi bagaimana wartawan mengekspresikan sikapnya dengan cara yang implisit terhadap keseluruhan dimensi peristiwa. Disini penulis memberikan penjelasan mengenai langkah pemerintah dalam memberikan pengamanan pada tersangka sekaligus orang kunci dalam kasus korupsi Wisma Atlet. Perintah langsung dari presiden ini seperti ingin menunjukkan pada khalayak bahwa meski

commit to user

Nazaruddin merupakan kader dari partai yang juga dipimpin Presiden, hukum tetap berjalan dan tidak pandang bulu. (lihat paragraf 6, 10, 13, 17)

Elemen maksud dalam analisis wacana memiliki tujuan akhir untuk menyajikan informasi secara eksplisit, serta menyembunyikan informasi atau fakta secara implisit, maka elemen maksud dalam teks ini jelas pada upaya menginternasionalkan kain tradisi. Maksud atau tujuan akhir dari teks ini adalah menunjukan bahwa keselamatan Nazaruddin sangat penting karena dengan munculnya Nazaruddin, Presiden ingin penyelidikan kasus suap dalam pembangunan Wisma Atlet diharapkan mendapat titik cerah. Seperti terdapat pada paragraf berikut:

“Nazaruddin adalah tersangka suap pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan. Presiden berharap Nazaruddin langsung menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengungkap kasus yang selama ini disebutkannya. ”Saya berharap setelah kembali ke Tanah Air, nanti segalanya menjadi lebih terang,” kata Presiden, Senin (8/8), seusai berbuka puasa bersama prajurit di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta.” (par. 2)

d. Sintaksis

Sintaksis merupakan elemen analisis yang umumnya digunakan untuk menampilkan diri secara positif dengan menggunakan kalimat. Terdapat tiga strategi pada level sintaksis, yaitu dengan koherensi, bentuk kalimat dan kata ganti. Koherensi yang mengaitkan peristiwa satu dengan peristiwa lain, dapat dilihat dalam kalimat berikut:

commit to user

“Saat didatangi polisi, pria mirip Nazaruddin tersebut sempat menolak dibawa ke kantor polisi karena dia menyatakan bukan orang yang dimaksud.” (par.4)

Kata ”karena” dalam kalimat diatas menghubungakan dua kalimat yang sebenarnya berbeda menjadi satu kalimat yang memiliki hubungan sebab-akibat. Kalimat pertama adalah pria yang mirip Nazaruddin itu menolak di bawa ke kantor polisi, dan kalimat kedua adalah orang itu menyatakan dirinya bukan Nazaruddin. Dengan kata ”karena” kedua kalimat tersebut menjadi satu dengan pengertian baru bahwa kalimat kedua menjadi penyebab apa yang terjadi dalam kalimat pertama.

Terdapat pula koherensi kondisional yang ditandai dengan pemakian anak kalimat sebagai penjelas. Di sini ada dua kalimat,di mana kalimat kedua adalah penjelas atau keterangan dari proposisi pertama, yang dihubungkan dengan kata hubung konjungsi, seperti “yang” atau “dimana”. Seperti dalam kalimat berikut: ”Saya kan bukan penjahat” ujar anggota staf KBRI, yang menemui Nazaruddin di kantor polisi, menirukan ucapan Nazaruddin saat meminta borgol di tangannya dilepas.”(par. 11) Anak kalimat “yang menemui Nazaruddin di kantor polisi” merupakan kalimat penjelas yang apabila tidak ada pun tidak akan mengubah arti kalimat.

Koherensi lainnya yang terdapat pada teks berita ini pengingkaran. Elemen wacana pengingkaran adalah bentuk praktik wacana yang menggambarkan bagai mana wartawan menyembunyikan apa yang ingin diekpresikan secara amplisit. Ini terdapat pada kalimat ” Nazaruddin

commit to user

berangkat ke Bogota dengan menggunakan paspor palsu. Namun, Polri belum mengetahui lokasi pembuatan paspor palsu itu.”(par. 16) Wartawan menunjukkan bahwa polisi sudah mengetahui paspor yang digunakan Nazaruddin palsu, tetapi selanjutnya wartawan mengingkari dengan menyatakan polisi tidak tahu pembentukan paspor tersebut.

e. Stilistik

Elemen stilistik berkaitan dengan cara untuk menyatakan maksud, menggunakan leksikon atau pemilihan kata maupun frase. Pilihan kata yang dipakai tidak semata hanya karena kebetulan, tetapi juga secara ideologis menunjukan bagaiaman pemaknaan seseorang terhadap fakta/realitas. Leksikon dapat ditelusuri mulai dari judul hingga isi teks.

Penggunaan istilah ”terang” memberikan pemaknaan yang kuat pada upaya penyelesaian kasus suap pembangunan Wisma Atlet ini. Seperti dalam kalimat ini, ” Saya berharap setelah kembali ke Tanah Air, nanti segalanya menjadi lebih terang”, kata Presiden..”(par. 1) Kata terang disini menunjukkan pada khalayak bahwa masih banyak sisi gelap dari kasus ini yang belum terkuak, dan diharapkan keterangan yang diberikan Nazaruddin nanti dapat menbuat masalah yang belum jelas menjadi jelas.

Selain itu, dalam teks ini, kata ”seorang penting” menjadi kata kunci tema utama yang ingin disampaikan. Seperti dalam kalimat berikut: “Informasi penangkapan itu dilaporkan KBRI di Kolombia kepada dirinya,

commit to user

Minggu malam, dengan istilah ”seorang penting” asal Indonesia telah ditangkap.” (par. 18). Yang dimaksudkan dengan seorang penting tersebut adalah Nazaruddin yang memiliki peran besar untuk memberi keterangan dalam kasus ini. Informasi dari pihak Kolumbia yang menamai dirinya seorang penting asal Indonesia menjelaskan posisi Nazaruddin sebagai orang yang sangat dibutuhkan bagi penyelidikan.

f. Retoris

Elemen retoris terkait fungsi persuasif dengan menggunakan gaya bahasa, interaksi, ekspresi, metafora, dan grafis. Penggunaan retoris dapat diamati dari judul hingga isi dalam teks.

Elemen grafis juga turut menguatkan tema teks. Tidak semua headline Kompas memiliki kelengkapan keterangan grafis. Dalam teks berita ini kita dapat menemukan grafis berupa foto dan juga grafis berupa kesimpulan.

Grafis pertama berupa foto dimana Presiden SBY dikerumuni sejumlah wartawan. Dari caption foto tersebut kita dapat mengetahui bahwa wawancara itu dilakukan oleh pers yang meminta penjelasan mengenai proses pemulangan Nazaruddin.

Sedangkan penekanan lain yang digunakan pada elemen retoris ini adalah grafis berupa kesimpulan. Bentuk kesimpulan ini merangkum dua hal pokok. Yang pertama merupakan rangkuman jejak pelarian Nazaruddin ke berbagai Negara sejak Mei-Agustus. Sedangkan yang kedua berisi sejumlah

commit to user

kasus yang diungkap Nazaruddin beserta nama-nama siapa saja yang tersangkut kasus tersebut.

Dalam dokumen KONSTRUKSI REALITAS DALAM BERITA KASUS (Halaman 139-147)