BAB III PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS TEKS BERITA
B. ANALISIS TEKS BERITA
2. Teks Berita “Nazaruddin Tak Ingin Pulang”
” Nazaruddin Tak Ingin Pulang”
“Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin memilih tetap berada di Singapura. Ia pun melakukan perlawanan, dengan menyebut sejumlah kader Demokrat yang diduga terlibat kasus
commit to user
korupsi atau menerima suap, dan menyiapkan upaya hukum lain dari Singapura.”(lead)
Berita dengan judul ”Nazaruddin Tak Ingin Pulang” tampil di headline Kompas pada Sabtu, tanggal 2 Juli 2011. Teks ini secara umum menguraikan tentang pembelaan diri dan proses penangkapan Nazaruddin yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi Wisma Atlet dan proses pemulangannya dari Singapura.
a. Tematik
Tema utama dalam teks ini adalah tentang perlawanan dari Nazaruddin di tengah proses penangkapannya. Nazaruddin lebih memilih berada di Singapura dan berniat meminta perlindungan hukum dari negara itu karena merasa tidak mendapatkannya jika ia kembali ke Indonesia. Selain itu, selama proses pemulangannya Nazar juga menyebutkan siapa saja kader partai Demokrat yang ikut ambil bagian dalam kasus Wisma Atlet. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan atas kekecewaannya yang dia rasa karena telah dijadikan korban dalam kasus ini.
Teks juga disertai dengan subtopik yang membahas tentang langkah-langkah yang diambil pemerintah selama proses pengembalian Nazaruddin ke Indonesia. Dalam hal ini Presiden meminta kerjasama KPK dan POLRI, dibantu lembaga-lembaga lain untuk mempercepat dan memperlancar proses tersebut.
commit to user
Wacana dalam suatu teks umumnya didukung dengan cara penceritaan (skematik) tertentu, yakni bagaimana satu fakta maupun opini dirangkai dengan fakta/opini lain dalam suatu teks. Pada konteks penyajian berita, van Dijk membagi dua kategori skema besar. Pertama, summary yang ditandai dengan dua elemen yaitu judul dan lead. Kedua, story yaitu isi berita secara keseluruhan.
Judul yang digunakan adalah ”Nazaruddin Tak Ingin Pulang”. Judul ini cukup jelas mengantarkan pembaca pada tema utama yang ingin dibangun dalam teks, yaitu keinginan Nazaruddin untuk tetap berada di Singapura sebagai salah satau bentuk perlawanannya, lead juga menunjukan hal yang sama dengan memberikan penekanan pada wacana yang ingin disampaiakan.
Pada isi teks secara keseluruhan, disusun bagian-bagian tertentu untuk mendukung topik utama yang ingin disampaikan. Isu pertama adalah mengenai berbagai upaya Nazaruddin dalam menghadapi tuntutan pulang dari pemerintah Indonesia dengan tetap memilih berada di Singapura. Isu selanjutnya adalah langkah pemerintah untuk menghadapi ulah Nazaruddin dan segera menangkap tersangka kasus Korupsi Wisma Atlet tersebut.
Di bagian awal teks melalui lead kita telah mendapat gambaran mengenai isi teks berita dimana Nazaruddin menolak perintah untuk segera kembali ke Tanah Air. Ia bahkan menunjukkan sejumlah perlawanan dengan langkah-langkah yang diambilnya seperti menyiapkan strategi melawan hukum melalui pengadilan Singapura. Tidak hanya itu Nazaruddin juga
commit to user
membuka suara tentang siapa saja kader Demokrat lain yang ikut ambil bagian dalam aliran dana korupsi Wisma Atlet seperti dalam paragraf 1, 3, dan 5.
Bagian teks dilanjutkan dengan pembahasan mengenai subtopik, yaitu tentang usaha pemulangan Nazaruddin dari Singapura oleh pemerintah dengan meminta bantuan dari berbagai pihak seperti kepolisian, KPK, dan lembaga lainnya. Kompas menjelaskan apa saja yang sudah dilakukan pemerintah untuk mengusahakan kepulangan Nazaruddin. Disitu ditulis bahwa presiden memerintahkan Kapolri untuk berkoordinasi dengan KPK dan sejumlah lembaga lain (paragraf 6, 7, 11, dan 15).
Kemudian pada paragraf 16, Kompas mengambil narasumber dari pihak luar, yaitu Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana yang menyatakan sebenarnya setelah menjadi tersangka Nazaruddin dapat dibawa pulang dengan cara ekstradisi maupun deportasi. Kompas seakan menunjukkan bahwa pemerintah memiliki rencana sendiri terkait kasus ini dengan tidak melakukan tindakan yang dapat dilakukan secara hokum untuk mempercepat kepulangan Nazaruddin, yang bahkan orang luar saja dapat memikirkan cara tersebut.
c. Semantik
Struktur semantik berkaitan dengan makna yang tersembunyi dari hubungan antar kalimat, antar proposisi dalam teks secara keseluruhan.
commit to user
Elemen ini dapat menunjukan bagian mana yang ingin ditekankan dari struktur wacana, serta ke arah mana suatu realitas akan digiring. Semantik memiliki tiga elemen yaitu latar, detail, dan maksud.
Latar umumnya ditampilkan di awal, sebelum pendapat penulis muncul. Latar yang dipilih dapat menjadi alasan pembenar gagasan yang diajukan dalam suatu teks. Pada teks ini, latar terletak pada bagian lead yang berisi tentang tersangka tindak pidana korupsi yang melarikan diri ke Singapura serta melakukan perlawanan dengan cara meminta perlindungan hukum dan menyeret nama pelaku lain pada masa pelariannya. Dengan pemberitakan langkah hukum yang diambilnya, Kompas menempatkan diri sebagai pihak netral yang tidak menyudutkan Nazaruddin sebagai tersangka. Nazaruddin membela dirinya dengan bantuan ahli hukum Singapura yang berarti meyakini bahwa dirinya tidak bersalah.
Detail dapat diteliti dengan melihat keseluruhan dari dimensi peristiwa. Berhubungan dengan bagian mana yang diurai secara panjang, serta bagaian mana yang diurai dengan sedikit detail. Dalam teks ini, bagian yang diuraikan lebih panjang adalah mengenai perlawanan yang dilakukan Nazaruddin dengan meminta perlindungan hukum Singapura dan nama-nama kader Demokrat yang menurutnya harus ikut bertanggung jawab. (paragraf 4)
Elemen wacana pranggapan merupakan pernyataan yang digunakan untuk mendukung makna suatu teks. Pranggapan adalah upaya mendukung pendapat dengan memberikan premis yang dipercaya kebenarannya.
commit to user
Pranggapan hadir dengan pernyataan yang dipandang terpercaya sehingga tidak perlu dipertanyakan. Dalam teks ini Nazaruddin melalui kuasa hukumnya OC Kaligis telah menyimpulka scenario yang telah disiapkan untuknya. Menurutnya apa yang terjadi padanya semua telah direncanakan dan itu yang menyebabkan ia tidak mau bekerja sama dengan pemerintah.
Dengan sikap Nazaruddin, Kompas menggiring pembaca untuk berfikir lebih kritis tentang apa hal yang membuat Nazaruddin tidak mempercayai pemerintah. Kompas memiliki persepsi bahwa pemerintah memiliki agenda sendiri terhadap penanganan kasus korupsi ini.
Maksud dalam analisis wacana memiliki tujuan akhir untuk menyajikan informasi secara eksplisit, serta menyembunyikan informasi atau fakta secara implisit. Keberanian Nazaruddin menentang pemerintah dan hokum yang memintanya segera kembali merupakan suatu bentuk pembelaan diri. Ia tidak merasa bersalah, tetapi justru merasa dirinya melakukan tindakan yang benar yang ditunjukkan dengan rencananya menyiapkan pembelaan hokum dari Singapura. Tidak hanya itu, Nazaruddin juga menempatkan dirinya bukan sebagai tersangka tetapi saksi dengan menyebutkan nama-nama lain yang tersangkut masalah Wisma Atlet ini. Hal tersebut tertangkap pada paragraf 1.
commit to user
Dalam analisis wacana, elemen sintaksis memiliki beberapa strategi diantaranya koherensi, bentuk kalimat, serta penggunaan kata ganti.
Koherensi ada pertalian atau jalinan antar kata, proposisi, atau kalimat dalam teks. koherensi merupakan elemen yang menggambarkan bagaimana peristiwa dihubungkan atau dipandang saling terpisah oleh wartawan.
Koherensi yang mengaitkan peristiwa satu dengan peristiwa lain, dapat dilihat dalam kalimat berikut:
“Tanggal 21 April lalu, KPK menangkap (mantan) Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang, dan Manajer PT Duta Graha Indah (DGI) Mohammad El-Idris karena diduga terlibat kasus suap proyek wisma atlet. PT DGI adalah pemenang proyek wisma atlet.” (par.2)
“Wakil Ketua KPK M Jasin dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, menegaskan, KPK bisa memaksa Nazaruddin untuk pulang dari Singapura karena telah ditetapkan menjadi tersangka kasus suap proyek wisma atlet.” (par.10)
Pada kedua paragraf tersebut dipakai kata ”karena” yang menunjukkan pemakaian koherensi sebab-akibat, dimana terdapat penyebab terjadinya sesuatu pada induk kalimat. Pada paragraf 2 misalnya, yang menjadi penyebab penangkapan Wafid Muharam, Mindo Rosalia Manulang, dan Muhammad El-Idris adalah dugaan tindak korupsi yang telah mereka lakukan. Fungsi kata ”kerena” pada paragraf 10 juga menjelaskan bahwa KPK bisa memaksa Nazaruddin untuk pulang disebabkan oleh sudah ditetapkannya dirinya sebagai tersangka.
commit to user
Koherensi Kondisianal diantaranya ditandai dengan pemakian anak kalimat sebagai penjelas. Seperti pada paragraf yang berbunyi ”Selain upaya hukum, Nazaruddin juga melawan dengan melemparkan tuduhan kepada kader Demokrat yang menerima uang suap sebesar Rp 9 miliar, seperti disampaikan Kaligis.” Kompas menulis ini sebagai penjelas bahwa uang yang dirampas para koruptor itu memiliki nominal yang sangat besar, yang diingatkan Kompas dengan menyebutkannya lagi dalam anak kalimat walaupun sebenarnya tidak mengubah inti informasi jika tidak disampaikan.
e. Stilistik
Stilistik merupakan elemen yang berkaitan dengan pilihan leksikal berupa kata maupun frasa pada sebuah teks, dapat menunjukan bagaimana pemaknaan seseorang terhadap fakta/realitas. Pilihan leksikal dapat diamati mulai dari judul hingga isi teks secara keseluruhan.
Pada lead terdapat kata ”perlawanan” pada kalimat ”Ia pun melakukan perlawanan, dengan menyebut sejumlah kader Demokrat yang diduga terlibat
kasus korupsi atau menerima suap, dan menyiapkan upaya hukum lain dari Singapura.” Hal ini menunjukkan bahwa Nazaruddin melakukan sesuatu dengan berjuang mencari keadilan untuk dirinya dalam menghadapi masalah yang menimpanya.
Kata ”strategi” juga digunakan dalam kalimat ”Nazaruddin sedang menyiapkan strategi untuk melakukan perlawanan hukum melalui pengadilan
commit to user
di Singapura.” (par.1). Pengertian ”strategi” yang sesuai dengan kalimat tersebut dalam KBBI berarti rencana yg cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus (KBBI. 2008) Dengan pemilihan kata ini Kompas menunjukkan bahwa Nazaruddin telah menyusun rencana untuk siap menghadapi segala kemungkinan untuk menyelamatkan dirinya.
Atau penggunaan frasa “korban pembunuhan karakter” seperti terdapat pada kutipan dalam paragraf 5 menjelaskan bahwa status Nazaruddin sebagai tersangka dan berita-berita yang ada di berbagai media di Indonesia hanyalah usaha untuk membuat dirinya tidak memiliki kekuatan untuk membela diri. Dengan namanya yang sudah di cap sebagai penjahat maka tidak ada lagi keadilan yang akan didapat meski ia melakukan pembelaan apapun.
Kemudian frase “tebang pilih” yang pada teks berita ini terdapat dalam kalimat “Siapa pun kader Partai Demokrat, oleh Ketua Dewan Pembina, apabila terseret dan terbukti bersalah secara hukum harus diproses hukum. Tak ada tebang pilih”(par.9) berarti hukum akan ditegakkan untuk semua kader dalam partai Demokrat dan siapapun jika memang dia bersalah tanpa ada pengecualian.
Kata “projusista” merupakan istilah hokum yang berarti peradilan. Penggunaan istilah hokum dalam penulisan teks berita seakan menegaskan bahwa dalam tindak pidana korupsi Wisma Atlet ini hokum harus dipatuhi dan peradilan yang benar-benar adil harus diterapkan.
commit to user
f. Retoris
Elemem ini merupakan bagian untuk memberikan apa yang ditekankan atau ditonjolkan (yang berarti dianggap penting) oleh seseorang yang dapat diamati dari teks. Dalam berita elemen grafis ini biasanya muncul lewat bagian tulisan yang dibuat berbeda dibandingkan tulisan lain.
Pada teks berita ini elemen retoris ditunjukksn dengan kiasan menggunakan majas metafora dan dua rangkuman yang berisi poin-poin yang bersumber dari bagian Litbang Kompas. Yang pertama adalah berisi 5 poin dugaan kasus korupsi yang dilakukan Nazaruddin yang disertai tanggal proses penyidikannya. Salah satu contohnya adalah terkait pemalsuan dokumen garansi Bank Syariah Mandiri dan Asuransi Syariah Takaful Cabang Pekanbaru (2005).
Sedangkan rangkuman kedua berisi penetapan tersangka terkait korupsi pembangunan Wisma Atlet yakni Wafid Muharam selaku Sekretaris Kemenpora, Mindo Rosalina Manulang selaku Direktur Pemasaran PT Anak Negeri, Muhammad El Idris selaku Manajer PT Duta Graha Indah dimana ketiganya ditetapkan sebagai tersangka pada 22 April 2011 dan Muhammad Nazaruddin sendiri dengan jabatannya sebagai anggota DPR yang statusnya menjadi tersangka pada 16 Juni 2011.
Gaya bahasa yang digunakan dalam teks berita ini adalah metafora, atau kiasan, yang terdapat pada kalmat “Uang itu mengalir sebagian kepada
commit to user
Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum serta Menteri Pemuda dan Olahraga Andi A Mallarangeng. Tuduhan Nazaruddin itu disangkal oleh mereka yang disebutkan.”(par. 4). Kata “uang itu mengalir” tentu tidak memiliki arti sebenarnya, yang dimaksud adalah uang itu juga dinikmati oleh mereka yang bersangkutan.