BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Temuan Hasil Penelitian
Berikut ini merupakan pemaparan hasil wawancara peneliti dengan 5 responden sebagai penjual :
1. Apa yang Bapak/ Ibu ketahui mengenai barang mewah ?
Dari sisi penjual, menurut Bapak Anwar, barang mewah adalah barang yang nilainya mewah.1 Selain Bapak Anwar, Bapak Agus memberikan opininya dengan menyatakan bahwa barang mewah adalah barang-barang yang mahal.2 Pernyataan tersebut ditegaskan kembali oleh Bapak Indra yang menyebutkan bahwa barang mewah itu biasanya memiliki harga yang mahal dan hanya bisa dibeli oleh orang-orang yang memiliki pendapatan besar.3 Responden lainnya, Ibu Nita dan Bapak Sulaiman, menambahkan barang mewah itu bersifat relatif, tergantung kebutuhan seseorang dan jenisnya banyak sekali.4
2. Menurut Bapak/ Ibu, barang-barang apa saja yang termasuk kategori barang mewah?
Dari 5 orang responden yang berprofesi sebagai penjual di toko barang-barang elektronik, yaitu Bapak Anwar, Indra, Agus, Sulaiman dan Ibu Nita, menyatakan bahwa mobil termasuk kategori barang mewah. Selain mobil, Bapak Anwar dan Ibu Nita juga sepakat menyatakan bahwa perhiasan juga termasuk kategori barang mewah. Ibu Nita juga memasukan elektronik untuk tipe-tipe tertentu sebagai barang mewah. Responden lainnya, Bapak Indra, menambahkan jenis barang lain yang dinilai sebagai barang mewah menurut persepsinya yaitu motor sport dan rumah.5
3. Apakah barang yang Bapak/ Ibu jual termasuk kategori barang mewah ?
Dari jawaban 5 responden yang berprofesi sebagai penjual di toko barang elektronik, diantaranya Bapak Anwar, Ibu Nita, Bapak Indra, Bapak Agus dan Bapak Sulaiman, mereka menyatakan barang yang mereka jual (barang elektronik) bukan termasuk kategori barang mewah.
1Wawancara Pribadi dengan Anwar, Tangerang Selatan, 13 Agustus 2016.
2Wawancara Pribadi dengan Agus, Tangerang Selatan, 21 Agustus 2016.
3Wawancara Pribadi dengan Indra, Tangerang Selatan, 08 Agustus 2016.
4Wawancara Pribadi dengan Nita dan Sulaiman, Tangerang Selatan, 08 Agustus 2016.
4. Apakah Bapak/ Ibu mengetahui bahwa tepat pada 11 Juni 2015, Pemerintah melalui Kementrian Keuangan menerbitkan surat keterangan pers mengenai kebijakan Pemerintah menghapuskan beberapa kelompok barang yang termasuk kategori barang mewah menjadi tidak mewah lagi?
Dari 5 responden yang berprofesi sebagai penjual di toko barang elektronik, diantaranya Bapak Anwar, Ibu Nita, Bapak Indra, Bapak Agus dan Bapak Sulaiman, terdapat 3 responden yang menyatakan telah mengetahui kebijakan tersebut. Ketiga responden tersebut diantaranya Bapak Anwar, Bapak Agus dan Bapak Sulaiman. Dari ketiga responden yang menyatakan telah mengetahui kebijakan tersebut, hanya Bapak Agus yang dapat menjelaskan jenis barang mewah yang dihapuskan pengenaan PPnBM nya atau tidak lagi menjadi objek PPnBM. Menurut pernyataannya, jenis barang mewah yang dihapuskan pengenaan PPnBM nya diantaranya seperti AC, kulkas dan mesin cuci.6
5. Apasaja jenis barang mewah yang dihapuskan pengenaan PPnBM nya atau tidak lagi menjadi objek PPnBM?
Dari ketiga responden yang berprofesi sebagai penjual di toko barang elektronik yang menyatakan telah mengetahui kebijakan tersebut, diantaranya Bapak Anwar, Bapak Agus dan Bapak Sulaiman, hanya Bapak Agus yang dapat menjelaskan jenis barang mewah yang dihapuskan pengenaan PPnBM nya atau tidak lagi menjadi objek PPnBM. Menurut pernyataannya, jenis barang mewah yang dihapuskan pengenaan PPnBM nya diantaranya seperti AC, kulkas dan mesin cuci.7
6. Apakah kebijakan Pemerintah menghapuskan sebagian objek PPnBM diantaranya AC, lemari es, mesin cuci, TV dan kamera dapat mempengaruhi harga beli dan harga jual? (untuk penjual)
Lima responden yang berprofesi sebagai penjual di toko barang elektronik, diantaranya Bapak Anwar, Ibu Nita, Bapak Indra, Bapak Agus dan Bapak Sulaiman, mereka menyatakan kebijakan penghapusan sebagian objek PPnBM diantaranya AC, lemari es, mesin cuci, TV dan kamera, dapat mempengaruhi harga beli dan harga jual. Namun, kelima responden tersebut memiliki alasan masing-masing. Menurut pengakuan Bapak Anwar, jika memang dihapuskan, masyarakat
6Wawancara Pribadi dengan Agus, Tangerang Selatan, 21 Agustus 2016.
menengah kebawah tidak mengetahui kebijakan tersebut. Tapi untuk kalangan atas (masyarakat ekonomi kelas atas) kebijakan tersebut akan meningkatkan pembelian.8
Menurut Ibu Nita, kebijakan tersebut dapat mengurangi harga produk itu sendiri. Pasalnya jika pengusaha kena pajak dia kan otomatis udah akumulasi dengan harga itu. Misalnya harga belinya 2 juta kena PPN berapa persen menjadi 2.200.000.9
Sejalan dengan itu, Bapak Indra menyebutkan jika tidak ada pajak maka harga bisa menjadi lebih murah. Jika terdapat pajak harga bisa kena tambah pajak, sehingga harga bisa menjadi lebih mahal.10 Menurut pengakuan Bapak Agus, biasanya yang kena pajak otomatis customer belinya lebih mahal, kalau sekarang bebas, ya belinya lebih murah.11 Berbeda dengan 4 responden lainnya, Bapak Sulaiman hanya memberikan pernyataan bahwa kebijakan tersebut mempengaruhi harga beli dan harga jual tetapi tidak mengemukakan alasannya.12
7. Apakah kebijakan Pemerintah menghapuskan sebagian objek PPnBM diantaranya AC, lemari es, mesin cuci, TV, kamera dapat meningkatkan atau menurunkan jumlah penjualan barang tersebut? (untuk penjual)
Menurut keterangan dari Bapak Anwar, Ibu Nita dan Bapak Sulaiman, kebijakan
menghapuskan sebagian objek PPnBM diantaranya AC, lemari es, mesin cuci, TV, dan kamera dapat menurunkan jumlah penjualan terhadap barang tersebut. Sedangkan menurut Bapak Indra dan Bapak Agus penjualan masih standar, tidak terjadi perubahan yang signifikan.
8. Berapa jumlah barang elektronik yang terjual seperti AC, lemari es, mesin cuci, TV, dan kamera sejak akhir Juni 2015 hingga saat ini? (untuk penjual)
Dari seluruh responden yang merupakan penjual di toko barang elektronik, tidak ada satupun yang bersedia memberikan data berupa laporan jumlah barang
8Wawancara Pribadi dengan Anwar, Tangerang Selatan, 08 Agustsus 2016.
9Wawancara Pribadi dengan Nita, Tangerang Selatan, 08 Agustus 2016.
10Wawancara Pribadi dengan Indra, Tangerang selatan, 08 Agustus 2016.
11Wawancara Pribadi dengan Agus, Tangerang Selatan, 21 Agustus 2016.
elektronik yang berhasil terjual selama periode akhir Juni 2015 hingga saat ini. Mereka hanya dapat memberikan keterangan secara lisan. Menurut pengakuan Ibu Nita, data itu rahasia perusahaan, dan ia tidak bisa sembarangan memberikannya. Namun menurutnya, penjualan AC Samsung mencapai 10, AC Polytron 10, TV sehari bisa 15 unit, dalam bentuk LED ataupun tabung. Ia juga menjelaskan, bahwasannya grafik penjualan antara bulan Juni, Juli, Agustus sedikit menurun karena anak-anak masuk sekolah. Selain itu, menurutnya, lebaran beberapa tahun terakhir masuk pada bulan Juni Agustus, bersamaan dengan anak masuk sekolah.13 Sejalan dengan Ibu Nita, Bapak Sulaiman juga menyatakan :
“AC satu bulan 4 unit. Kalau seluruhnya sebulan maksimal sekitar 45 unit, cuma di bulan-bulan ini loh. Pokoknya sejak Jokowi naik, maaf aja ya, elektronik tuh turun tajam, pemasarannya. Pasaran barang tuh turun. Karena mungkin gajinya standar, ga cukup buat beli barang-barang ini. Kebetulan bulan ini kan anak-anak masuk sekolah”.14
Menurut Bapak Indra yang dijumpai peneliti, menurutnya untuk penjualan dari bulan Juni sampai sekarang, 2015-2016, itu yang pasti banyak. Namun untuk jumlah pastinya ia tidak mengetahuinya karena tugasnya hanya menjual saja. Penjualan juga tidak menentu. Kalau perkiraan AC kadang satu kadang dua.15
Menurut Bapak Agus, penjualan untuk AC naik, untuk lemari es standar, mesin cuci turun, TV turun, kamera turun juga.16 Berbeda dengan responden lainnya, Bapak Anwar mengaku tidak bisa memprediksikan jumlah barang elektronik yang telah terjual seperti AC, lemari es, mesin cuci, TV, dan kamera sejak akhir Juni 2015 hingga saat ini.17
9. Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu terhadap kebijakan yang ditempuh Pemerintah menghapuskan sebagian objek PPnBM diantaranya AC, lemari es, mesin cuci, TV, kamera?
Bapak Anwar sebagai penjual di toko barang elektronik setuju dengan kebijakan tersebut karena bisa meningkatkan penjualan dan kesejahteraan.18 Menurut Ibu Nita, ia mengaku kalau untuk rakyat biasa kebijakan penghapusan
13 Wawancara Pribadi dengan Nita, Tangerang Selatan, 08 Agustus 2016. 14Wawancara Pribadi dengan Sulaiman, Tangerang Selatan, 08 Agustus 2016. 15Wawancara Pribadi dengan Indra, Tangerang Selatan, 08 Agustus 2016. 16 Wawancara Pribadi dengan Agus, Tangerang selatan, 21 Agustus2016.
17Wawancara Pribadi dengan Anwar, Tangerang Selatan, 08 Agustsus 2016.
sebagian objek PPnBM tidak terlalu berpengaruh, mungkin untuk pengusaha saja.19 Menurut Bapak Agus, kebijakan tersebut bagus, tapi yang perlu diperhatikan kenaikan harga barangnya. Faktanya, walaupun pajaknya sudah dihapus tapi harganya mengalami kenaikan terus menerus.20 Menurut Bapak Sulaiman, kebijakan ini berdampak pada penjualan yang mengalami penurunan.21 Terakhir, menurut pengakuan Bapak Indra, kebijakan penghapusan sebagian objek PPnBM memiliki dampak positif dan negatif. Menurutnya :
“Positifnya misalkan sebelumnya harganya mahal karena ada pajak, orang-orang kan yang biasanya yang menengah ke bawah kan belum bisa meraskan barang elektronik seperti yang tadi disebutkan, kayak AC, mesin cuci atau yang lain. Sedangkan barang tersebutkan membantu dalam kehidupan sehari-hari, misalkan mesin cuci itu kan, mungkin kita udah kerja tenaganya cape, mau nyuci juga kan repot, kalau ada mesin cuci kan bisa terbantu. Kalau dulunya belum bisa beli, karena mahal mungkin harganya sekarang dengan pajaknya dihapus itu bisa jadi bisa lebih murah harganya, bisa beli, jadi lebih terbantu untuk beberapa yang dulunya ga bisa beli sekarang bisa beli, terus bisa merasakan.22
10. Menurut Bapak/Ibu, bagaimana cara Pemerintah mensosialisasikan suatu peraturan yang telah dibuatnya agar sampai ke masyarakat (masyarakat mengetahuinya)?
Menurut penuturan Bapak Anwar, Ibu Nita, Bapak Indra, dan Bapak Agus peran media sangat penting dalam mensosialisasikan suatu kebijakan. Bentuk media yang dianjurkan keempat responden tersebut berupa media elektronik berupa seperti iklan yang tayang di televisi hingga beberapa kali dalam satu hari. Menurut mereka, hampir seluruh penduduk Indonesia saat ini sudah memiliki televisi, sehingga masyarakat lebih mudah memahaminya. Selain itu, menurut Bapak Indra, bentuk sosialisasi lewat sosial media diantaranya: facebook, twitter dan instagram
dapat lebih mudah diterima anak muda.23 Sedangkan menurut responden lainnya,
19Wawancara Pribadi dengan Nita, Tangerang Selatan, 08 Agustus 2016. 20Wawancara Pribadi dengan Agus, Tangerang Selatan, 21 Agustus2016.
21 Wawancara Pribadi dengan Sulaiman, Tangerang Selatan, 08 Agustus 2016.
22Wawancara Pribadi dengan Indra, Tangerang Selatan, 08 Agustus 2016. 23 Wawancara Pribadi dengan Indra, Tangerang Selatan, 08 Agustus 2016.
responden ke-5, Bapak Sulaiman, kebijakan tersebut dapat disampaikan melalui pertemuan dengan Pemerintah yang diwakili kepala daerahnya.24
Berikut ini merupakan pemaparan hasil wawancara peneliti dengan 6 responden sebagai pembeli:
1. Apa yang Bapak/ Ibu ketahui mengenai barang mewah ?
Menurut Ibu Supriati barang mewah adalah barang yang harganya tidak terjangkau.25 Responden lainnya, Ibu Hamidah bahkan mengatakan dengan rasa pesimis bahwa barang mewah adalah barang yang tidak dapat dibeli olehnya.26 Sejalan dengan Ibu Supriati dan Ibu Hamidah, Ibu Fatimah menyatakan bahwa barang mewah merupakan barang yang nilai pembeliannya lebih dari Rp 5.000.000,.27 Berbeda dengan ketiga responden diatas yang merupakan pembeli di toko barang elektronik, Ibu Uwertis memberikan penafsiran bahwa barang mewah adalah barang-barang yang bagus.28 Dua responden lainnya Ibu Mursiyani dan Bapak Ahwat ketika dimintai pendapatnya mengenai barang mewah, keduanya justru memberikan contoh dari barang mewah menurut persepsinya masing-masing. Bapak Ahwat menyatakan barang mewah seperti mobil dan motor29 sedangkan menurut Ibu Mursiyani, barang mewah itu seperti perhiasan.30
2. Menurut Bapak/ Ibu, barang-barang apa saja yang termasuk kategori barang mewah?
Menurut Ibu Supriati, mesin cuci dan AC termasuk kategori barang mewah.31 Sejalan dengan Ibu Supriati, Ibu Uwertis menyebutkan bahwa AC termasuk kategori barang mewah. Selain AC, Ibu Uwertis menambahkan HP yang bermerk,
24Wawancara Pribadi dengan Sulaiaman, Tangerang Selatan, 08 Agustsus 2016.
25Wawancara Pribadi dengan Supriati, Tangerang Selatan, 08 Agustus 2016. 26Wawancara Pribadi dengan Hamidah, Tangerang Selatan, 15 Agustus 2016.
27Wawancara Pribadi dengan Fatimah, Tangerang Selatan, 15 Agustsus 2016.
28Wawancara Pribadi dengan Uwertis, Tangerang Selatan, 15 Agustsus 2016.
29Wawancara Pribadi dengan Ahwat, Tangerang Selatan, 13 Agustsus 2016.
30Wawancara Pribadi dengan Mursiyani, Tangerang Selatan, 13 Agustsus 2016.
TV, kulkas dan barang elektronik merupakan jenis barang mewah.32 Bapak Ahwat, Ibu Mursiyani dan Ibu Hamidah, ketiganya sepakat menyatakan bahwa mobil merupakan jenis barang mewah. Selain mobil, Bapak Ahwat menambahkan motor, rumah, real estate, apartemen sebagai barang mewah.33 Menurut Ibu Mursiyani perhiasan juga termasuk barang mewah.34 Ibu Hamidah juga menambahkan
handphone dan barang elektronik dengan harga 10 jutaan termasuk kategori barang mewah.35 Terakhir, Ibu Fatimah menyebut laptop, TV yang besar, emas dengan berat lebih dari 10 gram, berlian, intan dan tas yang bermerk sebagai kelompok barang mewah.36
3. Apakah barang yang Bapak/ Ibu jual termasuk kategori barang mewah ?
Dari sudut pandang pembeli yang diwakili oleh 6 responden di toko barang elektronik, 5 diantaranya yaitu Ibu Supriati, Bapak Ahwat, Ibu Mursiyani, Ibu Hamidah dan Ibu Fatimah menyatakan bahwa barang yang mereka beli bukan termasuk kategori barang mewah. Saat peneliti melakukan wawancara dengan Ibu Supriati dan Ibu Mursiyani, mereka mengaku sedang melakukan pembelian mesin cuci. Bapak Ahwat sedang mencari pompa air yang akan dibelinya. Ibu Hamidah sedang melakukan pembelian TV dan blender. Ibu Fatimah sedang melakukan negosiasi harga barang pendingin minuman (show case). Berbeda dengan 5 responden yang telah disebutkan, 1 responden lainnya yaitu Ibu Uwertis menyatakan kasur, barang yang akan dibelinya termasuk kategori barang mewah.37
4. Apakah Bapak/ Ibu mengetahui bahwa tepat pada 11 Juni 2015, Pemerintah melalui Kementrian Keuangan menerbitkan surat keterangan pers mengenai kebijakan Pemerintah menghapuskan beberapa kelompok barang yang termasuk kategori barang mewah menjadi tidak mewah lagi?
Seluruh responden yang berprofesi sebagai pembeli di toko barang elektronik yang berjumlah 6 orang diantaranya Bapak Sulaiman, Bapak Agus, Ibu Mursiyani, Ibu Hamidah, Ibu Fatimah dan Ibu Uwertis menyatakan tidak mengetahui adanya
32Wawancara Pribadi dengan Uwertis, Tangerang Selatan, 15 Agustsus 2016.
33Wawancara Pribadi dengan Ahwat, Tangerang Selatan, 13 Agustsus 2016.
34Wawancara Pribadi dengan Mursiyani, Tangerang Selatan, 13 Agustsus 2016.
35Wawancara Pribadi dengan Hamidah Tangerang Selatan, 15 Agustsus 2016.
36Wawancara Pribadi dengan Fatimah, Tangerang Selatan, 15 Agustsus 2016.
kebijakan penghapusan objek PPnBM yang dipublikasikan oleh Pemerintah melalui Kementrian Keuangan dalam bentuk surat keterangan pers.
5. Apasaja jenis barang mewah yang dihapuskan pengenaan PPnBM nya atau tidak lagi menjadi objek PPnBM?
Seluruh responden yang berprofesi sebagai pembeli di toko barang elektronik yang berjumlah 6 orang diantaranya Bapak Sulaiman, Bapak Agus, Ibu Mursiyani, Ibu Hamidah, Ibu Fatimah dan Ibu Uwertis menyatakan tidak mengetahui adanya kebijakan penghapusan objek PPnBM. Dengan demikian, mereka tidak dapat menjawab pertanyaan poin 5 ini. Dalam hal ini, peneliti tidak mengajukan pertanyaan ini kepada responden. Peneliti mengubah pertanyaan ini menjadi pernyataan dengan tujuan membantu Pemerintah mensosialisasikan kebijakan yang telah dibuatnya agar masyarakat mengetahui adanya kebijakan ini.
6. Apakah kebijakan Pemerintah menghapuskan sebagian objek Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) diantaranya AC, lemari es, mesin cuci, TV, kamera dapat mempengaruhi keputusan Bapak/ Ibu untuk meningkatkan daya beli terhadap barang tersebut? (untuk pembeli)
Bagi Ibu Hamidah, Fatimah dan Uwertis, ketiganya memiliki pandangan yang sama, bahwasannya kebijakan Pemerintah menghapuskan sebagian objek Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) diantaranya AC, lemari es, mesin cuci, TV, dan kamera tidak mempengaruhi keputusannya untuk meningkatkan daya beli terhadap barang tersebut. Sedangkan Ibu Supriati dan Ibu Mursiyani mengakui tetap akan melakukan pembelian sesuai kebutuhannya, tidak terpengaruh kebijakan tersebut. Bapak Ahwat memiliki pandangan yang lain. Menurutnya kebijakan tersebut otomatis menyebabkan berkurang nilai/daya belinya.38
7. Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu terhadap kebijakan yang ditempuh Pemerintah menghapuskan sebagian objek PPnBM diantaranya AC, lemari es, mesin cuci, TV, kamera?
Ibu Supriati, Bapak Ahwat, Ibu Mursiyani, Ibu Hamidah, Ibu Fatimah dan Ibu Uwertis sebagai pembeli ditoko barang elektronik menyambut baik kebijakan tersebut. Menurut Ibu Supriati kebijakan tersebut dapat memberikan keringanan
kepada pembeli.39 Menurut Bapak Ahwat, kebijakan penghapusan sebagian objek PPnBM dinilai bagus, karena dengan adanya penghapusan otomatis daya beli masyarakat berkurang.40 Bapak Ahwat pun memberikan contoh mengenai maksud dari pendapatnya :
“misalkan sekarang kita beli 110.000, 10 ribunya otomatis ilang kan? Tapi kalau kita kembali lagi, ke yang tadi ya ga ngaruh tergantung kebutuhan kita. Ya setuju. Ya sekarang siapa yang ga setuju kalau mengurangi gitu loh, kalau setuju mah udah pasti setuju.”41
Berbeda dengan Ibu Mursiyani, menurutnya yang terpenting sebenarnya pajak itu harus jelas, jelas kemana arahnya, dan jatuhnya kemana, jadi biar lebih jelas karena selama ini ada yang diselewengkan.42 Menurut Ibu Hamidah, ia mengaku setuju karena tidak lagi harus membayar pajak.43 Ibu Fatimah menilai kebijakan tersebut bagus, tapi jangan sebaliknya dibebankan pembeli.44 Ibu Uwertis, responden yang terakhir peneliti temukan di lapangan merasa senang jika dihapuskan pajaknya.45
8. Menurut Bapak/Ibu, bagaimana cara Pemerintah mensosialisasikan suatu peraturan yang telah dibuatnya agar sampai ke masyarakat (masyarakat mengetahuinya)?
Kelompok pembeli pun memberikan masukan mengenai cara Pemerintah mensosialisasikan kebijakan yang telah dibuatnya. Bentuk sosialisasi yang efektif menurut Ibu Supriati adalah melalui TV, radio, promo yang diselenggarakan di pusat perbelanjaan.46 Sejalan dengan Ibu Supriati, Ibu Uwertis pun menyarankan bentuk sosialisasi melalui TV, radio, dan HP melalui sms.47 Bapak Ahwat menyarankan bentuk sosialisasi lain yang paling efektif saat ini yaitu sosialisasi menggunakan android.48 Berbeda dengan Ibu Supriati, Ibu Uwertis dan Bapak
39Wawancara Pribadi dengan Supriati, Tangerang Selatan, 13 Agustus 2016.
40Wawancara Pribadi dengan Ahwat, Tangerang Selatan, 13 Agustus 2016. 41Wawancara Pribadi dengan Ahwat, Tangerang Selatan, 13 Agustus 2016. 42 Wawancara Pribadi dengan Mursiyani, Tangerang Selatan, 13 Agustus 2016. 43 Wawancara Pribadi dengan Hamidah, Tangerang Selatan, 15 Agustus 2016. 44 Wawancara Pribadi dengan Fatimah, Tangerang Selatan, 15 Agustus 2016. 45 Wawancara Pribadi dengan Uwertis, Tangerang Selatan, 15 Agustus 2016.
46Wawancara Pribadi dengan Supriyati, Tangerang Selatan, 08 Agustus 2016.
47Wawancara Pribadi dengan Uwertis, Tangerang Selatan, 15 Agustus 2016.
Ahwat, Ibu Mursiyani dan Ibu Fatimah justru lebih memilih bentuk sosialisasi dengan cara Pemerintah memberikan penyuluhan langsung kepada masyarakat. Bentuk sosialisasi lain yang mungkin bisa diterapkan oleh Pemerintah yaitu melalui iklan dan penyuluhan langsung di toko-toko barang elektronik.