• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORITIS

C. Penelitian Relevan

1. Skripsi oleh Dilla Amelia dengan judul upaya meingkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran bahasa Indonesia berbasis Online di kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Nurul Ittuhat Kota jambi. Adapu hasil penelitiannya yaitu untuk mencapai suatu keberhasilan belajar pada masa covid-19 adalah perlu kerja sama antara guru dan orang tua untuk mencapai keberhasilan belajar siswa. persamaan dan perbedaannya dengan penulis yaitu persamaannya sama-sama membahas tentang motivasi belajar, dan juga waktunya pada masa pandemi Covid-19, sedangkan perbedaannya saudari dilla membahas bagaimana upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswanya ada mata pelajaran bahasa Indonesia berbasisi online, dan juga perbedaannya juga terletak pada tempat penelitiannya,

58 Komang Trisnadewi, Ni Made Muliani, Dkk. Covid-19: Perspektif Pendidikan,…

hal.47-48

sementara penulis membahas bagaimana motivasi mahasiswa pada pembelajaran daring di IAIN Bukittinggi

2. Skripsi oleh Azmi Wati dengan judul Factor-faktor motivasi belajar siswa sekolah dasar luar biasa (SDLB) Negeri Ganting Bukittinggi. Adapun hasil penelitiannya adalah yaitu faktor motivasi dikelompokkkan menjadi dua macam, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah keadaan atau kondisi dari dalam diri seseorang sedangkan factor internal keadaan dari luar diri seseorang seperti kondisi lingkungan.. persamaan dan perbedaannya dengan penulis yaitu, persamaannya terletak pada pembehasan motivasi belajar, sedangkan perbedaannya terletak pada faktor-faktor motivasi belajar. Yang mana saudari azmi tersebut terfokus kepada faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar, dan juga terletak pada siapa yang akan diteliti dan tempat penelitian, yang mana saudara azmi memfokuskan motivasi belajar pada siswa SDLB dan tempatnya juga berbeda yitu di Negeri Manggis Ganting Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi, sedangkan penulis motivasi belajar pada mahasiswa pada pembelajaran daring masa pandemi Covid-19.

3. Skripsi oleh Evi Yuneti dengan judul Motivasi belajar siswa berprestasi akademika tinggi dalam pembelajaran pendidikan agama islam di SMP N 1 Purwokerto. Adapun hasil penelitiannya adalah motivasi belajar siswa yang beprestasi akademika tinggi dalam pembelajaran PAI ada dua yaitu

motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik, dan juga faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa berprestasi tinggi dalam pembelajaran PAI diantaranya cita-cita, adanya kebutuhan, adanya penghargaan, rasa ingin tahu, kepercayaan diri, factor fisik, sosial media, orang tua, lingkungan dan guru. Persamaan dan perbedaannya dengan penulis yaitu persamaan terletak pada pembehasan motivasi belajar, sedangkan perbedaannya terletak pada siapa yang akan diteliti dan tempat penelitian. Evi yuneti terfokus pada motivasi belajar siswa beprestasi akademika tinggi dan tempat penelitiannya di SMP N 1 Purwokerto sementara penulis motivasi belajar pada mahasiswa pada pembelajaran daring masa pandemi Covid-19.

4. Skripsi oleh Muhammad Nur Ihsan dengan judul Motivasi belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Islam (studi kasus siswa/siswi di SMP N 181 Jakarta Pusat. Adapun hasil penelitiannya adalah motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa sangat positif, atau cenderung tinggi pada pelajaran PAI. Selain itu guru juga sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup dalam memnggambarkan gejala-gejala yang timbul dari motivasi siswa, dan siswa yang mengikuti proses belajar mengajar dalam kelas dengan sangat baik. Persamaan dan perbedaannya dengan penulis yaitu, persamaanya terletak pada pembahasan motivasi belajar sedangkan, perbedaanya terletak pada siapa yang akan diteliti dan juga tempat penelitian. Yang mana disini peneliti mengambil siswa yang

akan diteliti dan tempatnya di SMP N 181 Jakarta Pusat, sedangkan penulis motivasi belajar pada mahasiswa pada pembelajaran daring masa pandemi Covid-19.

5. Skripsi oleh Asih dengan judul Motivasi belajar siswa di SMP N 5 Yogyakarta. Adapun hasil penelitiannya adalah motivasi intrinsik yang dimiliki oleh siswa di SMP N 5 Yogyakarta adalah minat yang berasal dari diri sendiri sedangkan ekstrinsik berasal dari pemberian nilai. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi adalah minat, fasilitas belajar, dan teman-teman sepermainan, dan upaya yang dilakukan oleh sekolah antara lain memberikan angka yang objektif pada tugas harian. Persamaan dan perbedaanya dengan penulis adalah persamannya terletak pada pembahasan motivasi elajar, sedangkan perbedaannya terletak pada siapa yang akan diteliti yaitu siswa, dan tempat penelitian di SMP N 5 Yogyakarta, sedangkan penulis motivasi belajar pada mahasiswa pada pembelajaran daring masa pandemi Covid-19.

63 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang dilaksanakan di lapangan atau di lokasi atau tempat penelitian yang dipilih dalam rangka meneliti gejala objektif yang juga dilaksanakan guna penulisan karya ilmiah.59

Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deksriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dicermati.60 Penelitian ini mendeskripsikan tentang bagaimana motivasi belajar mahasiswa program studi PAI semester dua angkatan 2020 mata kuliah tahsin pada pembelajaran daring masa pandemi Covid-19 di IAIN Bukittinggi.

B. Lokasi Penelitian

Penentuan lokasi dipilih ditempat penulis akan melakukan proses penelitian. Tepatnya di IAIN Bukittingi. Adapun alasan penulis mengambil karena penulis menemukan suatu permasalahan yang perlu dilakukan penyelesaian secara ilmiah yaitu mengenai motivasi belajar mahasisiwa PAI

59Asep Kurniawan., Metodologi Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT.

Rosdakarya,2018), hal.42

60Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitataif. (Bandung: Pt. Rosdakarya, 1995), hal. 3

64

semester dua angkatan 2020 mata kuliah tahsin pada pembelajaran daring masa pandemi Covid-19 di IAIN Bukitinggi. Penulis mengambil mahasiswa PAI semester dua karena mereka merupakan mahasiswa baru angkatan 2020 yang baru merasakan duduk di bangku perkuliahan namun pembelajarannya dilakukan secara daring sejak awal pertama masuk kuliah dan jumlah mereka yang banyak yaitu terdiri dari 10 lokal dari lokal A-J.

C. Informan Penelitian

Infrorman adalah orang yang dimanfaaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan lokasi kondisi latar penelitian. Jadi, ia mempunyai banyak pengalaman tentang latar penelitian. Ia berkewajiban secara sukarela menjadi anggota tim penelitian, walaupun hanya bersifat informan sebagai tim dengan kebaikannya dan kesukarelaannya, ia dapat memberikan pandangan tentang nilai-nilai, sikap, bangunan, proses dan kebudayaan yang menjadi latar peneltian setempat.61

Informan dalam penelitian ini terbagi kepada 2 macam yaitu:

1. Informan Kunci

Informan kunci merupakan informan yang memiliki informasi secara menyeluruh tentang permasalahan yang diangkat oleh peneliti. Dalam penelitian ini yang menjadi informan kunci adalah mahasiswa prodi PAI

61 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitataif……..Hal. 3

semester dua angkatan 2020 IAIN Bukittinggi, dengan menggunakan teknik Snowball Sampling (bola salju).

Satu informan dapat memberikan informasi-informasi akan dikembangkan sampai titik kejenuhan sehingga semakin lama maka semakin banyak informasi yang diperoleh.

2. Informan Pendukung

Informan pendukung adalah informan tambahan. Informan pendukung ini ada setelah adanya informan kunci. Adapun yang menjadi informan pendukung dalam penelitian ini adalah beberapa dosen IAIN Bukittinggi yang mengajar mahasiswa PAI semester dua pada mata kuliah tahsin.

D. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini penulis menggunakan Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi.

1. Wawancara

Wawancara merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dari informan.62 Adapun teknik wawancara yang penulis gunakan yaitu wawancara tidak terstruktur.

Wawancara tidak terstrukur adalah wawancara yang bebas, dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara

62 Joko Subagyo, Metode Penelitian Dalam Studi Dan Praktek,…., Hal. 39

yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan nantinya.63 Maka disini yang menjadi yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa PAI semester dua IAIN Bukittinggi dan dosen IAIN Bukittinggi yang mengajar mahasiswa prodi PAI Angkatan 2020 mata kuliah tahsin.

2. Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen biasa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya meonumental dari seseorang.64 Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode metode wawancara dalam penelitian kualitatif. Dokumentasi adalah salah satu sumber data sekunder yang diperlukan dalam penelitian.

Adapun contoh dokumentasinya yaitu kehadiran atau absen mahasiswa PAI semester dua.

E. Teknik Analisis Data

Untuk penelitian kualitatif analisis data dilakukan sejak awal penelitian penelitian dan selama proses penelitian dilaksanakan, dengan menggunakan proses berfikir induktif, dalam Analisa data kualitatif bertitik tolak dari data yang terkumpul melalui wawancara dan dokumentasi kemudian dikumpulkan

63Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R & D….hal. 233-234

64Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R & D….hal. 240

secara sistematis.65 Langkah-langkah yang dilakukan untuk menganalisis data yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data.

1. Reduksi data

Reduksi data merupakan proses berfikir sensitive yang memerlukan kecerdasan dan keluasan dan kedalaman wawancara yang tinggi. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok memfokuskan pada hal-hal yang penting. Dengan demikian data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.66

Data yang telah terkumpul dari lokasi penelitian diedit, dirangkum.

Disederhanakan dan dipilah-pilah hal yang pokok sesuai dengan fokus penelitian yaitu Motivasi Belajar Mahasiswa PAI Semester Dua Aangkata 2020 Mata Kuliah Tahsin Pada Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19 PAI di IAIN Bukittinggi.

2. Display data atau penyajian data

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya.

65Mattew B. Milles Dan Michael Huberman, Analisis Data Kualitatif, Terjemahan Oleh Rohendi Rohadi, (Universitas Indonesia, 2002), hal. 10

66Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R & D….. Hal. 247-249

Dengan mendisplaykan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah difahami tersebut.67

3. Verifikasi data atau penarikan kesimpulan

Pada penelitian kualitatif, verifikasi data dilakukan secara terus menerus sepanjang proses penelitian dilakukan sampai mendapatkan data yang pasti sehingga dapat diambil kesimpulan akhir yang didukung oleh bukti-bukti yang valid.

F. Triangulasi Data

Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber yang telah ada. Penulis menggunakan wawancara dan dokumentasi. Triangulasi melakukan pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu.

Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Dari data sumber yang berbeda di deskripsikan, dikategorikan mana pandangan yang sama, berbeda, dan mana yang lebih spesifik.68 Jadi disini yang menjadi sumber data yaitu mahasiswa PAI semester dua sebagai informan kunci dan beberapa dosen IAIN Bukittinggi

67Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R & D……Hal. 249

68 Anis Fuad, Dkk, Panduan Praktis Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014), Hal 16-19

yang mengajar mahasiswa PAI semester dua mata kuliah tahsin sebagai informan pendukung, lalu penulis mendeskripsikan, dan mengkategorikan mana pandangan yang sama, berbeda, dan mana yang lebih spesifik sehingga menghasilkan suatu kesimpulan. Selanjutnya penulis menggunakan triangulasi teknik.

Triangulasi teknik dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.69 Misalnya data yang diperoleh dari teknik wawancara, lalu dicek dengan dokumentasi.

69Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R & D…….hal. 274

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Sejarah berdiri Prodi PAI FTIK IAIN Bukittinggi

Program Studi Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu Program Studi yang ada di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Istitut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Prodi Pendidikan Agama Islam mulai dilaksanakan pada tahun 1998 setelah pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) pada tahun 1998 yang sekarang menjadi IAIN Bukittinggi.

Adapun kronologis sejarah dan status akreditasi Prodi PAI sebagai berikut : a. Didirikan dengan Nomor SK Pendirian PS: Nomor E/151/001 Tanggal SK:

29 Mei 2001 Pejabat penandatangan SK: Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama.

b. Status Izin Perpanjangan Prodi Oleh Deparetemen Agama dengan SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor Dj/385/2008 27 Oktober 2008

c. Akreditasi Program Studi Pendidikan Agama Islam adalah B berdasarkan Keputusan BAN-PT No.004/BAN-PT/Ak-XII/S1/IV/2009 berlaku 17 April 2009 sampai dengan 17 April 2014 tanggal 17 April 2007

d. Akreditasi Program Studi Pendidikan Agama Islam adalah B berdasarkan Keputusan BAN-PT No.004/BAN-PT/Ak-XII/S1/IV/2009 berlaku 17 April 2009 sampai dengan 17 April 2014 tanggal 17 April 2007

e. Akreditasi Peringkat B dengan SK dari BAN PT No.

004/SK/BANPT/Akred/S/I/2015 Untuk menjamin mutu proses pembelajaran dan hasil belajar, di dukung oleh sarana prasarana dan kualifikasi dosen yang profesional dan kompeten di bidangnya dengan kualifikasi pendidikan S2 dan S3.

B. Budaya Akademik Program Studi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Bukittinggi

Sebagai Program Studi di lingkungan Institut Agama Islam Negeri di bawah Kemenetrian Agama Republik Indonesia, Program Studi PAI secara umum mengikut kepada budaya akademik Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dan IAIN Bukittinggi yang terangkum pada Visi FTIK dan IAIN Bukittinggi serta Visi Program Studi PAI. Adapun bentuk budaya akademik tersebut adalah sebagai berikut:

a. Bertakwa Kepada Allah Yang Maha Esa

b.Berpedoman Kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW dan berkomitmen interaksi maksimal pada keduanya.

c. Tazkiyatun Nafsi dan Berakhlak Karimah

d.Berwawasan Luas dengan konsep integrasi keilmuan

e. Berkompetensi dan berwawasan luas dalam bidang keagamaan, seni dan kepemimpinan Islami.

f. Ukhuwah islamiyah yang kuat

g.Bermanfaat di tengah ummat dengan pengabdian kepada masyarakat.

Budaya akademik program Studi Pendidikan Agama Islam menjadi inspirasi dalam melaksanakan kegiatan akademik dan kegaiatan non akademik di Program Studi PAI.

C. Visi, Misi dan Tujuan Prodi PAI FTIK IAIN Bukittinggi 1. Visi Prodi PAI FTIK IAIN Bukittinggi

Menjadi program studi terkemuka dalam mengembangkan sumberdaya berkualitas yang mampu mengintegrasikan ilmu, sains dan agama di tingkat nasional pada tahun 2025

2. Misi Prodi PAI FTIK IAIN Bukittinggi

a. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran secara profesional dan berbasis mutu.

b. Mengembangkan penelitian pendidikan agama Islam berbasis 1 0 kerjasama dosen dan mahasiswa.

c. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat berbasis kemitraan di madrasah, sekolah dan pesantren.

d. Menyelenggarakan layanan akademik dan kemahasiswaan berbasis ICT.

e. Mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak pada tingkat regional, nasional maupun internasional.

3. Tujuan Prodi PAI FTIK IAIN Bukittinggi

a. Terciptanya Sarjana Pendidikan Islam yang berkualitas, berakhlak mulia, profesional, responsif, inovatif dan mandiri, serta mampu berkiprah di madrasah, pesantren dan sekolah.

b. Tersedianya karya penelitian pendidikan agama Islam hasil kerjasama dosen dan mahasiswa.

c. Terselenggaranya pengabdian kepada masyarakat secara berkelan jutan melalui mekanisme kemitraan dengan pihak-pihak terkait.

d. Terselenggaranya layanan akademik dan kemahasiswaan berbasis ICT.

e. Terjalinnya jaringan kemitraan dengan lembaga-lembaga terkait, baik regional, nasional dan internasional

D. Motivasi Belajar Mahasiswa Prodi PAI Semester II Angkatan 2020 Pada Mata Kuliah Tahsin, Pada Pembelajaran Daring Masa Pandemi Covid-19 di IAIN Bukittinggi

Menurut Schunk motivasi berhubungan dengan tujuan, aktivitas, dan ketekunan. Peserta didik yang memiliki motivasi akan berupaya menggunakan kemampuannya untuk bekerja terus menerus dan ketika menghadapai tantangan mereka akan bertahan bahkan berjuang untuk memecahkan masalah.70

70 Lidia Susanti, Pembelajaran Berbasis Motivasi, (Jakarta: Pt. Alex Medis Komputindo, 2020), hal. 2

Clayton Aldelfer dalam Nashar mengungkapkan bahwa motivasi belajar adalah kecenderungan peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi hasil belajar sebaik mungkin.

Dari penjelasan diatas dapat penulis simpulkan bahwa motivasi belajar itu adalah sesuatu yang mendorong peserta didik untuk semangat dalam belajar sehingga mencapai prestasi belajar sebaik mungkin, meskipun banyak tantangan yang dihadapi, tetapi peserta didik tersebut akan terus berusaha semaksimal mungkin untu mengatasi dan memecahkan masalah yang dihadapinya.

Pembelajaran daring adalah materi pembelajaran yang dipresentasikan pada sebuah computer. Pembelajaran daring dapat diartikan sebagai sebuah interaksi antara pengajar dan pembelajaran yang dibangun dalam jaringan melalui komputer atau alat elektronik lain.

Dari penjelasan diatas dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran daring ini adalah pembelajaran yang menggunakan computer atau alat elektronik lainnya dan membutuhkan jaringan internet sebagai perantara untuk berinteraksi dalam proses belajar mengajar. Karena dalam pembelajaran ini antara guru dan siswa tidak berada didalam sebuah kelas seperti biasanya namun mereka berada didalam jaringan atau kelas virtual dengan menggunakan computer atau alat elektronik lainnya sebagai perantara untuk berinteraksi.

Menurut Selvi menjelaskan bahwa pembelajaran daring sering dituntut untuk lebih termotivasi karena lingkungan belajar biasanya bergantung pada motivasi dan karakteristik terkait dari rasa ingin tahu dan pengaturan diri untuk melibatkan pada proses pembelajaran.71

Dari penjelasan diatas dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran daring ini sangat membutuhkan motivasi untuk belajar karena lingkungan belajar atau suasana belajar yang terkadang tidak mendukung sehingga seorang siswa kurang terdorong untuk belajar.

Jadi dapat penulis simpulkan bahwa motivasi belajar mahasiswa pada pembelajaran daring itu maksudnya adalah suatu yang ada dalam diri mahasiswa, yang mendorong dan mengarahkan perilakunya pada tujuan yang ingin dicapainya di perguruan tinggi pada saat pembelajaran daring. Sehingga dalam mempelajari setiap bahan pembelajaran, mahasiswa terdorong untuk menguasai bahan pembelajaran tersebut dengan baik, bukan hanya untuk sekedar lulus dengan nilai yang sangat baik sekalipun, dan pembelajaran itu dilaksanakan didalam jaringan dengan menggunakan komputer atau alat elektronik lainnya dan jaringan internet sebagi perantaranya.

Jadi, motivasi belajar sangat dibutuhkan oleh mahasiswa selama pembelajaran daring ini sehingga apa yang menjadi tujuannya itu tercapai.

71 Yani Fitriani, Dkk. Motivasi Belajar Mahasiswa Pada Pembelajaran Daring Selama Pandemic Covid-19, Jurnal Kependidikan, Vol. 6 No. 2 Juli 2020 Hal.167

Dalam penelitian ini penulis melihat motivasi belajar mahasiswa program studi PAI semester II pada pembelajaran daring masa pandemi covid-19 khususnya mata kuliah tahsin pada angkatan 2020 di IAIN Bukittinggi. Maka disusunlah hasil penelitian ini melalui wawancara via chat dan video call dengan mahasiswa sedangkan dosen yang mengajar mata kuliah tahsin wawancara dilakukan melalui via chat dan telfon. Adapun aspek-aspek yang menjadi indikator seseorang atau mahasiswa yang memiliki motivasi dalam belajar daring pada masa pandemi ini yaitu:

1. Adanya Hasrat Dan Keinginan Untuk Berhasil

Yaitu memiliki keinginan yang kuat untuk berhasil menguasai materi dan mendapatkan nilai yang tinggi dalam kegiatan belajarnya. Hasrat dan keinginan untuk berhasil dalam belajar dan dalam kehidupan sehari-hari pada umumnya disebut motif berprestasi. Seseorang yang mempunyai motif berprestasi tinggi cenderung untuk berusaha menyelesikan tugasnya secara tuntas, tanpa menunda-nunda.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan mahasiswa prodi PAI semester II:

“Saya bersungguh-sunggguh dalam mempelajari mata kuliah tahsin ini karena ingin sekali memahami ilmu tajwid. Namun saat ada tugas saya tahsin sering menunda untuk mengerjakannya karena adanya rasa malas. Saya juga tidak pernah mecatat apa yang dijelaskan oleh ibuk, saya hanya mendengarkan voice note dari ibuk atau dari teman-teman selama diskusi saja, kalau diluar diskusi saya jarang untuk mengulang pembelajaran kembali. Saya juga jarang bertanya saat diskusi, karena pertanyaannya

dibatasii. Jadi setiap orang harus bertanya, jika semua sudah pernah bertanya maka yang lain boleh untuk bertanya lagi.”72

Sejalan dengan wawancara selanjutnya yang penulis lakukan dengan mahasiswa prodi PAI yang mengatakan bahwa:

“saya bersungguh-sungguh belajar tahsin ini dan akan mempraktekkan langsung ilmu tahsin yang saya peroleh ketika membaca Al-quran.

Selain mendapatkan ilmu, ketika bacaan Al-quran sudah tepat dan sesuai dengan tajwidnya maka juga pahala yang akan saya dapatkan.

Saya juga ingin mendapatkan nilai yang bagus. Ketika ada tugas saya selalu menunda untuk mengerjakannya dan mengerjakan tugas apa yang terlebih dahulu dikumpul. Saat diskusi saya jarang untuk bertanya, saya lebih sering menyimak jalnnya diskusi”73

Senada juga dengan mahasiswa yang mengatakan bahwa:

“Saat diskusi saya jarang sekali untuk bertanya. Kecuali jika kelompok saya yang tampil makalah. Jika kelompok saya yang tampil berarti saya harus mempersiapkan diri untuk menjawab dan menanggapi pertanyaan dari teman-teman. kalau ada tugas tahsin saya sering menunda untuk mengerjakannya. Saya akan mengerjakan tugas apa yang terlebih dahulu untuk dikumpulkan”74

Berdasarkan hasil wawancara penulis bersama dosen yang mengajar mata kuliah tahsin, menyatakan bahwa:

“kalau pembelajaran daring ini tolak ukur semangat dan kesungguhan mereka dalam belajar ibuk melihatnya dari bagaimana antusias mereka mengikuti perkuliahan melalui absen, kalau via zoom berarti seberapa besar perhatian mereka dan keinginan mereka untuk tepat waktu dalam perkuliahan kan itu yang bisa kita nilai. dimulai dari absen, tugas-tugas ataupun kehadirannya via zoom. Dalam perkuliahan aplikasi yang

72 Resa Pini Nosa, Mahasiswa prodi PAI semester II IAIN Bukittinggi, wawancara pribadi jum’at 25 Juni 2021

73 Legi Aulia Putri, Mahasiswa prodi PAI semester II IAIN Bukittinggi, wawancara pribadi senin 28 Juni 2021

74 Ilsa Putri Sakinah, Mahasiswa prodi PAI II IAIN Bukitinggi, wawancara pribadi selasa

74 Ilsa Putri Sakinah, Mahasiswa prodi PAI II IAIN Bukitinggi, wawancara pribadi selasa

Dokumen terkait