DAFTAR LAMPIRAN 1. LEMBAR VALIDASI ALAT UKUR
3. TEORI OPERASIONAL HOPE (HARAPAN)
Hope (harapan) merupakan suatu emosi positif yang dimiliki seseorang dalam mewujudkan suatu keinginan berdasarkan penilaian kognitif dan afektif serta diiringi dengan motivasi yang kuat. Hapan berfungsi sebagai penyeimbang dari sumber kecemasan yang mengancam dan mengacaukan rasa aman pada individdu. Apabila individu memiliki harapan yang tinggi dengan sosialisasi antisipatif yang buruk, akan mengakibatkan terhambatnya peroses pencapaian tujuan.
Dalam penelitian ini, untuk mengukur hope (harapan) pada guru BK, menggunakan skala yang disusun berdasarkan teori Snyder (2005) yang terdiri dari 2 dimensi, diantaranya: Agency (Kemauan), dan pathway (jalan pintas)
150 BURNOUT
TEORI OPERASIONAL Aspek Indikator Aitem
Burnout adalah suatu keadaan dimana individu mengalami kondisi psikis negatif dalam jangka waktu lama dan menyebabkan perubahan sikap dan perilaku. Hal ini ditandai dengan tingkat adanya kelelahan yang ekstrim, depersonalisasi dan terjadinya penurunan pencapaian prestasi diri. Khususnya pada pekerjaan pelayanan kemanusiaan (human service). Akibat ketidakpuasan terhadap hasil yang diperoleh serta tekanan-tekanan diterima dalam waktu yang relatif lama, baik secara eksternal (lingkungan pekerjaan) maupun internal yang mempengaruhi psikis seseorang, seperti: perasaan, sikap, motif, dan harapan. Harapan yang tidak ideal dengan kenyataan sehingga, menyebabkan kelelahan secara fisik, emosi, dan mental.
Dalam penelitian ini, untuk mengukur tingkat burnout ini pada guru BK, menggunakan skala yang disusun berdasarkan teori Maslach (2001), yang terdiri dari 3 dimensi, diantaranya: Exhaustion (kelelahan), Depersonalisasi, dan Ineffectiveeness
Exhaustion
Perasaan lelah secara fisik
1. Menurut merasa pekerjaan sebagai guru BK menguras energi saya.
2. Saya merasa lesu dan tidak bertenaga dalam menghadapi rutinitas kerja saya.
3. Saya merasa sulit untuk tidur dan pola tidur saya terganggu 4. Otot saya sering terasa kaku dan
badan saya terasa sakit setelah bekerja
Perasaan lelah secara emosional
1. Saya merasa emosi saya tekuras dalam pekerjaan.
2. Menghadapi beberapa kasus yang semakin bertambah, membuat saya menjadi frustasi 3. Saya merasa wali kelas
menyalahkan saya ketika kasus anak tidak tuntas.
4. Berurusan dengan wali murid merupakan sumber ketegangan Perasaan tidak
berdaya dalam bekerja
1. Saya merasa tidak ada kemajuan dari pekerjaan saya.
2. Saya merasa tertekan dengan beban pekerjaan yang diberikan.
Kurangnya minat/perhatian terhadap pekerjaan
1. saya merasa pekerjaan bukan suatu hal menyenangkan 2. kelelahan karena pekerjaan
151
membuat saya enggan untuk melanjutkan pekerjaan
Depersonalisasi
Acuh tak acuh dengan kondisi lingkungan kerja
1. saya tidak peduli dengan liingkungan kerja saya 2. Kerap kali saya mengabaikan
pkerjaan saya
3. Saya malas membalas sapaan dari rekan kerja saya
Merasa sensitive terhadap pekerjaan dan orang disekitarnya
1. akhir-akhir ini saya mudah marah 2.
Ineffectiveness
Penurunan rasa percaya diri
1. saya merasa tidak mampu memberikan pelaynan konseling dengan baik.
2. Selama bekerja saya belum pernah mencapai prestasi terbaik.
3. Saya pesimis terhdap hasil pekerjaan saya
Merasa tidak
melakukan sesuatu yang bermanfaat
1. Tidak ada yang bisa
dibanggakan dengan pekerjaan saya
2. Ketika permasalahn yang dihasapi tidak tuntas saya merasa bersalah dan menyalahkan diri saya Berpandangan negatif
terhadap oranglain dalam pekerjaan
1. saya merasa hasil kerja yang saya lakukan tidak mendapat apresiasi positif dari rekan kerja bahkan atasan saya.
152
WORK ENGAGEMENT
TEORI OPERASIONAL Aspek Indikator Aitem
Work engagement ialah, suatu kondisi psikologis positif yang melibatkan unsur kognitif, emosi, dan perilaku yang ditandai dengan adanya semangat, dedikasi dan keterlibatan penuh dalam pekerjaan yang ia miliki, dengan tujuan agar dapat memajuan suatu lembaga (sekolah).
Dalam penelitian ini, untuk mengukur work engagement pada guru BK, menggunakan skala yang disusun berdasarkan teori yang dikemukakan oleh (Schaufeli &
Bakker, 2003) yang terdiri dari 3 dimensi, diantaranya:
vigor, dedication, dan absorbtion.
Vigor
Memiliki usaha yang
besar dalam
menyelesaikan masalah
1. Saya selalu mengerjakan tugas secara maksimal, serta menjadi contoh yang baik bagi rekan kerja saya
Memiliki ketekunan dalam bekerja
2. Saya senang membuat terobosan baru di dalam menjalankan tugas
3. Saya selalu mampu
menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya
Memiliki ketahanan diri dalam bekerja
1. Walau mengalami kesulitan saya tidak mengeluh.
2. Saya dapat bekerja dalam waktu yang lama
Semangat dalam bekerja
1. Saya bersemangat ketika berangkat bekerja Selalu berinisiatif
didalam menjalankan pekerjaan
1. Saya memeriksa kelengkapan atribut sebelum bekerja
Dedication
Memiliki rasa antusiasme di dalam bekerja
1. Saya selalu berusaha dan memberikan sumbangsih untuk kemajuan instansi
2. Saya selalu ingin memberikan kontribusi terbaik pada pekerjaan
153
Bangga terhadap pekerjaannya
1. Saya akan menjaga kualitas hasil kerja saya
2. Saya bangga dengan tempat kerja saya saat ini
3. Saya merasa pekerjaan saya membuat orang – orang menghargai saya Merasa terinspirasi
dalam bekerja
1. Saya merasa bahwa
pekerjaan/tugas saya adalah sumber inspirasi dalam kehidupan saya
Pekerjaan menjadi sebuah tantangan
1. Pekerjaan yang saya lakukan menjadi sebuah tantangan yang harus dijalani
2. Tugas dalam pekerjaan
membuat saya tertantang untuk menyelesaikan
3. Pengalaman baru dalam pekerjaan membuat saya tertantang
Absorption
Sangat menikmati di dalam bekerja
1. Saya menikmati menyukai pekerjaan saya
Sulit memisahkan diri dengan pekerjaan
1. Saya tidak akan pulang bekerja sebelum pekerjaan saya selesai 2. Saya sulit berhenti ketika
mengerjakan tugas saya Totalitas di dalam
bekerja
1. Saya rela mengorbankan waktu istirahat saya dalam rangka menyelesaikan tugas/pekerjaan
154
Merasa bahagia terhadap pekerjaan yang dilakukan
1. Saya merasa bahagia terhadap pekerjaan yang saya lakukan.
2. Saya senang dapat mengetahui serta membantu siswa yang sedang terkena masalah Selalu berkonsentrasi
pada saat bekerja
1. Saya senantiasa ingat kepada pekerjaan/tugas yang harus saya selesaikan
2. Saya selalu fokus dalam bekerja 3. Sungguh sulit untuk
mengalihkan saya dari pekerjaan ketika saya sedang
mengerjakannya Pada saat bekerja,
merasa waktu berjalan dengan sangat cepat
1. Ketika bekerja, waktu berlalu begitu cepat
2. Sulit bagi saya untuk tidak memikirkan tentang pekerjaan yang harus diselesaikan 3. Saya merasa terhanyut dalam
pekerjaan, saat saya bekerja HOPE (HARAPAN)
TEORI OPERASIONAL Aspek Indikator Aitem
Hope (harapan) merupakan suatu emosi positif yang dimiliki seseorang dalam mewujudkan suatu keinginan berdasarkan penilaian kognitif dan afektif serta diiringi dengan motivasi yang kuat. Hapan berfungsi sebagai penyeimbang dari sumber kecemasan yang mengancam dan mengacaukan rasa aman pada individdu. Apabila individu memiliki harapan yang tinggi dengan sosialisasi
Pathway
Mampu merancang strategi
1. Saya membuat sebuah strategi dalam mengatasi kasus ataupun permasalahan siswa
2. Saya menetapkan tujuan dalam setiap melakukan pekerjaan saya 3. Saya optimis dengan tujuan
yang telah saya buat dalam
155 antisipatif yang buruk, akan mengakibatkan terhambatnya
peroses pencapaian tujuan.
Dalam penelitian ini, untuk mengukur hope (harapan) pada guru BK, menggunakan skala yang disusun berdasarkan teori Snyder (2005) yang terdiri dari 2 dimensi, diantaranya: Agency (Kemauan), dan pathway (jalan pintas)
pekerjaan saya
Merasa mampu
mengembangkan strategi
1. Begitu saya menentukan sebuah tujuan, saya sudah
merencanakan bagaimana cara mencapainya
2. Setiap kali berhadapan dengan masalah, saya selalu
menemukan jalan keluarnya 3. Saya memikirkan tujuan
selanjunya setelah tujuan pertama tercapai dalam pekerjaan saya
Agency
Mempertahankan motivasi
1. Saya yakin saya mampu mencapai tujuan saya dan dapat mempertahankanya
2. Saya bersemangat dalam mencapai tujuan yang telah saya buat
3. Perasaan tertekan saat mengalami kesulitan dalam pekerjaan, saya pandang sebagai hal yang wajar dan dapat dipahami
Bertahan ketika menghadapi hambatan
1. Masa lalu saya membuat saya meenjadi lebih kuat dalam menghadapi masalah
2. Saya tetap berharap dan yakin bahwa saya dapat mengatasi kesulitan dalam pekerjaan saya 3. Bila saya menemukan diri saya
berada dalam permasalahan
156
yang rumit, saya dapat
memikirkan banyak cara untuk keluar dari permasalahan tersebut
157