• Tidak ada hasil yang ditemukan

THREAT/ANCAMAN

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS (Halaman 33-39)

No. Aspek Bobot Nilai Hasil

2 Tata Pamong

Prodi TMOM Program Vokasi UMY masih terakreditasi C 5% 3 0,15 3 Mahasiswa dan Lulusan

34

THREAT/ANCAMAN

No. Aspek Bobot Nilai Hasil

Tingkat persaingan lulusan semakin berat 6% 3 0,18 Lemahnya penerapan peraturan pemerintah setempat yang

mengatur tentang kost mahasiswa 6% 3 0,18

Tuntutan stakeholders makin meningkat. 6% 3 0,18

4 Sumber Daya Manusia 0

Tuntutan kecepatan pelayanan semakin meningkat 7% 2 0,14 Tuntutan terhadap sertifikasi keahilan SDM 7% 3 0,21 Ketersediaan tenaga dosen yang kompeten/profesional di

bidang elektromedik yang masih rendah 6% 3 0,18

5 Kurikulum, Pembelajaran dan Suasana Akademik 0 Tuntutan terhadap kemampuan berbahasa Inggris, Arab dan

budaya tinggi 6% 4 0,24

Tingginya kecepatan perkembangan TI di luar 6% 3 0,18 Penerimaan PNS mensyaratkan Akreditasi minimal B dan

IPK minimal 3.0 7% 4 0,28

6 Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, Sistem Informasi 0 Tuntutan terhadap fasilitas lab yang modern 7% 4 0,28 Kebijakan Pemerintah tentang Standar Gaji yang selalu naik 6% 3 0,18 Inflasi berpengaruh pada kenaikan harga kebutuhan sarana

dan fasilitas pendidikan 6% 2 0,12

Harga alat lab yang modern dan cangih masih relatif mahal 6% 3 0,18 Munculnya persepsi masyarakat tentang mahalnya biaya

pendidikan di perguruan tinggi 5% 2 0,1

Tuntutan masyarakat terhadap aplikasi hasil penelitian dan

pengabdian masyarakat di bidang kesehatan semakin tinggi 6% 2 0,12 Munculnya Perguruan Tinggi baru/Program Studi baru yang

sejenis sebagai akibat dari adanya otonomi daerah/otonomi kampus.

6% 3 0,18

100% Total 2,96

ts 2,66 To 2,67

tw 3,315 Tt 2,96

ts-tw = -0,745 to-tt = -0,29

35

3 S

IV

2

I

1

4 3 2 1 1 2 3 4

T ● 1 O

III 2 II

3

4 W

Gambar 4.1. Peta hasil analisis SWOT

Berdasarkan selisih skor total kekuatan dan kelemahan serta selisih skor total peluang dan ancaman dalam Gambar diatas dapat disimpulkan bahwa posisi Program Studi Teknik Mesin Otomotif dan Manufaktur, Program Vokasi UMY dari analisis SWOT berada dalam kuadran I (positif, positif) yang artinya berada pada posisi progresif. Program Studi Teknik Mesin Otomotif dan Manufaktur, Program Vokasi UMY memiliki posisi yang prima dan mantap untuk menggunakan kekuatan internalnya guna memanfaatkan peluang eksternal, mengatasi kelemahan internal, dan menghindari ancaman ekternal sehingga sangat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi,memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal.

2.5. FAKTOR LINGKUNGAN

Di dalam masyarakat masa depan, ilmu pengetahuan diyakini akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan merupakan peluang dan tantangan

Diversifikasi Ekspansi

Konsolidasi Efisiensi

36

yang memerlukan tanggapan cepat dan strategis. Prodi Teknik Mesin Otomotif dan Manufaktur, Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bertekad memainkan peran sebagai kekuatan intelektual bagi lahirnya masyarakat baru yang berbasis pengetahuan (knowledge society) dan keahlian. Di samping itu, tuntutan dan harapan masyarakat semakin meningkat sehingga Prodi TMOM-PV Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berkewajiban untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas makin tinggi, berperan aktif dalam pembangunan masyarakat, serta menghasilkan karya yang mampu mendorong peningkatan keunggulan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

1. Asean Economic Community (AEC)

Perubahan lingkungan eksternal yang harus diantisipasi juga adalah penerapan Asean Economic Community yang efektif akan berlaku pada Januari 2015. Salah satu program dalam AEC adalah adanya liberalisasi jasa dibidang pendidikan. Liberalisasi bidang jasa pendidikan tersebut, seluruhnya ditargetkan selesai pada tahun 2015. Komitmen Indonesia dalam penjadwalan liberalisasi jasa tercantum dalam Schedule of Specific Commitment pada pertemuan AFAS paket ke-6 tahun 2007 meliputi jasa bisnis (jasa profesi seperti : insinyur, akuntan, jasa legal, arsitektur, konsultan manajemen, dan jasa penyewaan), jasa komunikasi, jasa konstruksi, jasa pendidikan, jasa lingkungan, jasa distribusi, jasa kesehatan, jasa pariwisata dan perhotelan, jasa teknologi dan informasi, jasa energi, dan jasa periklanan. Untuk memfasilitasi liberalisasi jasa dan mempermudah mobilisasi tenaga kerja profesional lintas negara dalam kawasan ASEAN, dipandang perlu ada kesepakatan pengakuan tenaga profesional di bidang jasa yang diwujudkan dalam nota saling pengakuan (mutual recognition arrangements/MRAs). Sejauh ini nota saling pengakuan sudah dilakukan untuk jasa arsitektur, jasa akutansi, kualifikasi survei, praktisi medis pada 2008, dan praktisi gigi pada 2009.

2. Perubahan Politik dan Regulasi Pendidikan Tinggi

Perubahan politik dan regulasi pendidikan tinggi adalah ketidakpastian politik pendidikan tinggi dan regulasinya, yang sangat memperngaruhi perguruan

37

tinggi swasta, yang antara lain diukur dengan kepemimpinan menteri yang membawahi pendidikan tinggi, baik di Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Agama, kepemimpinan seorang direktur jenderal pendidikan tinggi, perlakuan pemerintah pada perguruan tinggi swasta, kemampuan pimpinan UMY untuk membuat jejaring politik dan lain sebagainya.

3. Kecendrungan Demografi dan Permintaan akan Pendidikan Tinggi Berdasarkan data demografi Indonesia pada tahun 2014 tingkat partisipasi kasar pendidikan tinggi.APK perguruan tinggi terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2012, APK perguruan tinggi meningkat dua kali lipat menjadi 28 persen dari APK di 2004. Targetnya, hingga 2015 APK akan mencapai 35 persen.

4. Kualitas Pendidikan Tinggi di Indonesia

Jumlah perguruan tinggi yang terakreditasi institusi dengan terakreditasi A, hingga saat ini berjumlah 19 PT. Adapun distribusi data PT tersebut antara lain: di Kopertis Wilayah V terdapat 4 perguruan tinggi, 2 (dua) dari PTN yaitu UGM dan UIN dan dua PTS yaitu UII dan UMY. Selain itu pula kualitas perguruan tinggi dapat dinilai dari jumlah prodi yang terakreditasi A. Terdapat 531 prodi di Kopertis Wil V dan yang terakreditasi A sebanyak 130 prodi. Hal ini berarti bahwa prodi di Kopertis wilayah V yang terakreditasi A sebanyak 24,48%. Akreditasi merupakan salah satu bentuk penilaian (evalauasi) mutu dan kelayakan institusi perguruan tinggi. Akreditasi merupakan salah satu bentuk penilaian (evaluasi) mutu dan kelayakan institusi PT atau Prodi yang dilakukan oleh organisasi atau Badan Mandiri di luar PT.

UMY harus berbangga atas capaian selama ini, karena kita telah mendapatakan penilaian peringkat A(364) artinya UMY akan lebih di percaya oleh pihak ekternal, dengan penerapan Asean Economic Community yang efektif akan berlaku pada Januari 2015. Perguruan Tinggi yang akan masuk Indonesia pasti akan memilih UMY seabagi patner kerja bahkan sebagai patner joint research. Karena dengan terakreditasi AIPT, akan memiliki manfaat sebagai berikut:

38

a. Pemberian jaminan bahwa Institus PT yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT, sehingga mampu memberikan perlidungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan PT yang tidak memenuhi standar.

b. Mendorong PT untuk terus mendorong melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi.

c. Hasil akreditasi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam tranfer kredit, usulan bantuan dan alokasi dana, serta mendapat pengakuan dari Badan atau Institusi yang berkepentingan.

39

BAB III

Dalam dokumen RENCANA STRATEGIS (Halaman 33-39)

Dokumen terkait