Tingkat jaringan dalam penelitian ini adalah hubungan timbal balik yang terjalin antara sesama peserta program, dan peserta program dengan pengurus program Posdaya Geulis Bageur. Hubungan timbal balik ini menunjukkan kedekatan antara peserta program juga antara peserta dan pengurus program yang diukur kuesioner. Pertanyaan yang diajukan diberikan pilihan jawaban dengan skala ordinal dengan jawaban “tidak setuju”, “setuju”, dan “sangat setuju”. Setiap jawaban memiliki bobot nilai yang berbeda sehingga dapat dikategorikan rendah, sedang, dan tinggi. Tingkat jaringan peserta program Posdaya Geulis Bageur dapat dilihat dalam Tabel 24.
Tabel 24 Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Tingkat Jaringan Peserta Program Posdaya Geulis Bageur
Tingkat Jaringan Jumlah (n) Persentase (%)
Rendah 6 17,14
Sedang 22 62,86
Tinggi 7 20,00
Total 35 100,00
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 6 atau 17,14 persen responden memiliki tingkat jaringan yang rendah, sebanyak 22 atau 62,86 persen responden memiliki tingkat jaringan sedang, dan sebanyak 7 atau 20,00 persen responden memiliki tingkat jaringan yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta program Posdaya Geulis Bageur memiliki tingkat jaringan yang sedang.
Tingkat jaringan yang dimiliki peserta program mayoritas berada pada tingkat sedang.Hal ini berkaitan dengan bagaimana individu dari masing-masing peserta. Contohnya peserta program yang memiliki tingkat jaringan tinggi adalah peserta program yang mudah bergaul, memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, menjadi tokoh masyarakat, dan memiliki sumberdaya ekonomi yang tinggi. Peserta program yang memiliki tingkat jaringan rendah adalah peserta yang susah bergaul, pendidikannya kurang tinggi, dan sumber daya ekonomi yang dimiliki terbatas atau rendah. Peserta program yang memiliki tingkat jaringan sedang merupakan masyarakat biasa atau bukan tokoh masyarakat, memiliki pendidikan rata-rata sedang.
Tingkat Jaringan dan Partisipasi dalam Perencanaan
Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tingkat jaringan dan tingkat partisipasi dalam perencanaan memiliki hubungan yang nyata nilai koefisien 0,575 dengan klasifikasi keeratan hubungan yang sedang atau cukup berarti (0,401-0,700). Berikut tabulasi silang antara tingkat jaringan terhadap tingkat partisipasi pada tahap perencanaan.
Tabel 25 Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Tingkat Jaringan dan Tingkat Partisipasi pada Perencanaan
Tingkat Jaringan
Perencanaan
Total Rendah Sedang Tinggi
f % f % f % f %
Rendah 3 50 2 33,33 1 16,67 6 100 Sedang 1 4,55 11 50,00 10 45,45 22 100 Tinggi 0 0,00 0 0,00 7 100,00 7 100
Tabel di atas menunjukkan banyaknya jumlah peserta yang memiliki tingkat jaringan tertentu dihubungkan dengan tingkat partisipasi dalam perencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat jaringan yang rendah mayoritas sebanyak 50 persen responden memiliki tingkat partisipasi dalam perencanaan yang rendah. Pada tingkat jaringan yang sedang mayoritas sebanyak 50 persen responden pada tingkat partisipasi dalam perencanaan yang sedang. Pada tingkat jaringan yang tinggi terdapat sebanyak 100 persen responden dengan tingkat partisipasi dalam perencanaan yang tinggi. Mayoritas peserta program yang memiliki tingkat partisipasi dalam perencanaan tinggi adalah peserta program yang memiliki tingkat jaringan yang sedang.
Tingkat Jaringan dan Partisipasi dalam Pelaksanaan
Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tingkat jaringan dan tingkat partisipasi dalam pelaksanaan memiliki hubungan yang nyata nilai koefisien 0,520 dengan klasifikasi keeratan hubungan yang sedang atau cukup berarti (0,401- 0,700). Berikut tabulasi silang antara tingkat jaringan terhadap tingkat partisipasi pada tahap pelaksanaan.
Tabel 26 Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Tingkat Jaringan dan Tingkat Partisipasi pada Pelaksanaan
Tingkat Jaringan
Pelaksanaan
Total Rendah Sedang Tinggi
f % f % f % f %
Rendah 1 16,67 4 66,66 1 16,67 6 100 Sedang 0 0,00 18 81,82 4 18,18 22 100 Tinggi 0 0,00 1 14,29 6 85,71 7 100
Tabel di atas menunjukkan banyaknya jumlah peserta yang memiliki tingkat jaringan tertentu dihubungkan dengan tingkat partisipasi dalam pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat jaringan yang rendah mayoritas sebanyak 66,66 persen responden memiliki tingkat partisipasi dalam pelaksanaan yang sedang. Pada tingkat jaringan yang sedang mayoritas sebanyak 81,82 persen responden dengan tingkat partisipasi dalam pelaksanaan yang sedang. Pada tingkat jaringan yang tinggi mayoritas sebanyak 85,71 persen responden dengan tingkat partisipasi dalam pelaksanaan yang tinggi.
Hasil tabel di atas menunjukkan semakin tinggi tingkat jaringan maka semakin tinggi pula partisipasi dalam pelaksanaan. Hal ini disebabkan peserta program yang memiliki tingkat jaringan yang tinggi akan semakin mudah mengikuti program dan tingkat keberhasilan dalam menjalankan program lebih besar.
Tingkat Jaringan dan Partisipasi dalam Pemanfaatan Hasil
Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tingkat jaringan dan tingkat partisipasi dalam pemanfaatan hasil memiliki hubungan yang nyata nilai koefisien 0,374 dengan klasifikasi keeratan hubungan yang lemah (0,200-0,400). Berikut tabulasi silang antara tingkat jaringan terhadap tingkat partisipasi pada tahap pemanfaatan hasil.
Tabel 27 Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Tingkat Jaringan dan Tingkat Partisipasi pada Pemanfaatan Hasil
Tingkat Jaringan
Pemanfaatan Hasil
Total Rendah Sedang Tinggi
f % f % f % f % Rendah 0 0,00 6 100,00 0 0,00 6 100
Sedang 0 0,00 15 68,18 7 31,82 22 100 Tinggi 1 14,28 1 14,28 5 71,23 7 100
Tabel di atas menunjukkan banyaknya jumlah peserta yang memiliki tingkat jaringan tertentu dihubungkan dengan tingkat partisipasi dalam pemanfaatan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat jaringan yang rendah terdapat sebanyak 100 persen responden memiliki tingkat partisipasi dalam pemanfaatan hasil yang sedang. Pada tingkat jaringan yang sedang mayoritas sebanyak 68,18 persen responden dengan tingkat partisipasi dalam pemanfaatan hasil yang sedang. Pada tingkat jaringan yang tinggi mayoritas sebanyak 71,23 persen responden dengan tingkat partisipasi dalam pemanfaatan hasil yang tinggi.
Hasil tabel di atas menunjukkan semakin tinggi tingkat jaringan maka semakin tinggi pula partisipasi dalam pemanfaatan hasil. Hal ini disebabkan karena peserta program yang memiliki tingkat jaringan yang tinggi akan lebih mudah memasarkan produk dari hasil program dari tingginya tingkat jaringan yang ia miliki.
Tingkat Jaringan dan Partisipasi dalam Evaluasi
Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tingkat jaringan dan tingkat partisipasi dalam tahap evaluasi tidak memiliki hubungan. Hasil penelitian dapat dilihat pada Tabel 28.
Tabel 28 Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Tingkat Jaringan dan Tingkat Partisipasi pada Evaluasi
Tingkat Jaringan
Evaluasi
Total Rendah Sedang Tinggi
f % f % f % f %
Rendah 1 16,67 3 50,00 2 33,33 6 100 Sedang 2 9,09 8 36,36 12 54,55 22 100 Tinggi 0 0,00 4 57,14 3 42,86 7 100
Tabel di atas menunjukkan banyaknya jumlah peserta yang memiliki tingkat jaringan dihubungkan dengan tingkat partisipasi dalam evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat jaringan yang rendah mayoritas sebanyak 50 persen responden memiliki tingkat partisipasi dalam evaluasi yang sedang. Pada tingkat jaringan yang sedang mayoritas sebanyak 54,55 persen responden dengan tingkat partisipasi dalam evaluasi yang tinggi. Pada tingkat jaringan yang tinggi mayoritas sebanyak 57,14 persen responden dengan tingkat partisipasi dalam pelaksanaan yang sedang. Hasil penelitian tersebut tidak menunjukkan adanya hubungan antara tingkat jaringan dan tingkat partisipasi karena tinggi rendahnya jaringan dalam hal ini tidak ada hubungan dengan tinggi rendahnya partisipasi dalam evaluasi.