Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan dalam penelitian ini adalah keikutsertaan responden dalam mengikuti rapat penyusunan rencana program. Diukur berdasarkan kehadiran peserta program dalam rapat perencanaan program dan keaktifan dalam rapat tersebut. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11 Jumlah dan persentase peserta program menurut tingkat partisipasinya pada tahap perencanaan program CSR Kampung Sehat pada tahun 2014
Tahap Perencanaan Jumlah (jiwa) Total (%)
Rendah 16 45,71
Sedang 13 37,14
Tinggi 6 17,15
Total 35 100,00
Tabel 11 menunjukkan bahwa sebagian besar peserta program memiliki tingkat partisipasi yang rendah pada tahap perencanaan program. Hal ini disebabkan karena tidak semua peserta dilibatkan. Sebagian besar peserta program yang terlibat dalam proses perencanaan merupakan orang-orang yang penting dan berpengaruh di lingkungannya. Seperti yang diungkapkan oleh Ibu MAE.
“Yang rapat awal banget kita emang ga diajak Teh. Hanya
perwakilan tiap desa aja, kaya Pak PPN ama Bu IRM tuh.” – Ibu MAE.
Masing-masing desa diwakili oleh tiga orang. Masing-masing orang akan dijadikan kader di desanya. Hal ini dipertegas oleh pihak perusahaan (PT TI)
“Kita memang sengaja hanya melibatkan enam orang dari dua
desa, Mba. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat itu sendiri. Nah, ketiga orang ini tadi akan dijadikan kader untuk menggalakkan program ini ke lingkungannya.” - Bp HRY, Comdev PT TI.
Sebagian besar peserta program hanya mengetahui tentang rencana pelaksanaan program Kampung Sehat tanpa ikut terlibat dalam usaha-usaha merencanakan program. Dalam perencanaan program bukan berarti mereka bebas menentukan semua yang berkaitan dengan program Kampung Sehat yang akan dilaksanakan. Wewenang penuh tetap ada pada PT TI, termasuk dalam menentukan tahapan pelaksanaan program, waktu pelaksanaan program, dan menentukan keuangan pembangunan secara pasti melalui rapat internal perusahaan. Setelah kesepakatan internal perusahaan telah didapat, kemudian diadakan pertemuan warga untuk membahas rencana pelaksanaan program CSR Kampung Sehat.
Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan dalam penelitian ini adalah keikutsertaan dan keaktifan pada pelaksanaan kegiatan CSR. Diukur berdasarkan banyaknya kegiatan yang diikuti peserta program pada CSR PT TI serta kehadiran/keaktifan dalam tiap-tiap kegiatan tersebut. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12 Jumlah dan persentase peserta program menurut tingkat partisipasinya pada tahap pelaksanaan program CSR Kampung Sehat pada tahun 2014
Tahap Pelaksanaan Jumlah (jiwa) Total (%)
Rendah 2 5,71
Sedang 14 40,00
Tinggi 19 54,29
Total 35 100,00
Tabel 12 menunjukkan bahwa sebagian peserta program memiliki tingkat partisipasi yang tinggi pada tahap pelaksanaan program. Hal tersebut disebabkan sebagian besar peserta program yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungannya. Adapun penuturan dari salah satu peserta program oleh Ibu YYK:
“Saya senang ikut program ini. Selain bisa buat lingkungan kita
semakin bersih, program ini bisa mendekatkan kita(warga)
disini.”– Ibu YYK.
Faktor lain yang menyebabkan partisipasi yang tinggi dalam pelaksanaan yaitu waktunya yang disesuaikan dengan jadwal kegiatan masyarakat. Sehingga peserta program banyak terlibat dalam kegiatan pelaksanaan.
Tahap Menikmati Hasil
Tahap menikmati hasil dalam penelitian ini adalah pemanfaatan dan hasil dari adanya kegiatan. Diukur berdasarkan manfaat yang didapat oleh responden dari adanya kegiatan CSR serta bagaimana dia menerapkan keterampilan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada Tabel 13. Tabel 13 Jumlah dan persentase peserta program menurut tingkat partisipasinya
pada tahap menikmati hasil program CSR Kampung Sehat pada tahun 2014
Tahap Menikmati Hasil Jumlah (jiwa) Total (%)
Rendah 0 0,00
Sedang 20 57,14
Tinggi 15 42,68
Total 35 100,00
Tabel 13 menunjukkan bahwa sebagian peserta program memiliki tingkat partisipasi yang sedang pada tahap menikmati hasil. Hal tersebut disebabkan sebagian besar peserta program yang memiliki kesadaran akan manfaat program
Kampung Sehat tersebut. Oleh karena itu, masyarakat sangat antusias dalam menjalankan program seperti yang diungkapkan oleh Bp HRN.
“Menurut saya Program Kampung Sehat ini banyak manfaatnya
ya. Gak hanya buat kita aja, tapi perusahaan juga. Dengan adanya program ini, ya semoga lingkungan kita jadi lebih bersih. Masyarakatnya juga makin dekat.”- Bp HRN.
Tahap Evaluasi
Tahap evaluasi dalam penelitian ini adalah keikutsertaan responden dalam mengevaluasi kegiatan program CSR Kampung Sehat yang telah diimplementasikan oleh PT TI. Diukur berdasarkan penilaian/memberikan masukan ataupun umpan balik agar perusahaan dapat melakukan perbaikan pada program yang akan datang. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel 14. Tabel 14. Jumlah dan persentase peserta program menurut tingkat partisipasinya
pada tahap evaluasi program CSR Kampung Sehat pada tahun 2014
Tahap Evaluasi Jumlah (jiwa) Total (%)
Rendah 24 68,57
Sedang 7 20,00
Tinggi 4 11,43
Total 35 100,00
Tabel 14 menunjukkan bahwa sebagian peserta program memiliki tingkat partisipasi yang rendah pada tahap evaluasi. Seperti yang dikatakan oleh Bapak LLK:
“kalo untuk penilaian hasil kita gak pernah diundang neng. Itu
kayanya khusus buat Pak RT dan pemandu saja. Tapi gatau juga ya, apa emang perusahaan gak pernah ada kegiatan
evaluasi. Saya kurang tahu.” – Bapak LLK.
Hal tersebut disebabkan PT TI belum memiliki sumberdaya manusia dari kalangan internal PT TI untuk melakukan evaluasi program di lapang. Akibatnya, perusahaan hanya mengevaluasi secara umum saja tentang program seperti ada atau tidaknya permasalahan yang terjadi pasca dilaksanakannya program CSR Kampung Sehat PT TI Caringin.
Tingkat Partisipasi Program CSR Kampung Sehat PT TI Caringin Arnstein (1969) menjelaskan terdapat delapan tangga atau tingkatan partisipasi masyarakat, yaitu manipulation, therapy, informing, concultation, placation, partnership, delegated power dan citizen control. Selanjutnya ke delapan tangga tersebut dikelompokkan menjadi tiga besar derajat partisipasi yaitu non-partisipasi, tokenisme, dan citizen power.
Tabel 15 Jumlah dan persentase peserta program menurut tingkat partisipasinya dalam program CSR Kampung Sehat pada tahun 2014
Tingkat Partisipasi Jumlah (jiwa) Total (%)
Non-Partisipasi 8 22,68
Tokenisme 21 60,00
Citizen Power 6 17,14
Total 35 100,00
Tabel 15 menunjukkan bahwa jumlah peserta program yang memiliki tingkat tokenisme berjumlah lebih banyak dibandingkan jumlah peserta program yang memiliki tingkat partisipasi non partisipasi dan citizen power. Para peserta program yang berada ditingkat tokenisme tersebut berarti keterlibatannya dalam program dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan menikmati hasil sudah cukup baik. Secara umum, kontrol secara penuh terhadap pengimplementasian program Kampung Sehat belum dapat dilakukan oleh peserta program.