• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Buku

Dalam dokumen JESP Edisi 4 Vol 1 Tahun 2012 (Halaman 171-175)

Judul Penulis Penerbit Tahun Halaman Peninjau : : : : : :

Dimensi Ekonomi Perpajakan dalam Pembangunan Ekonomi

DR. Timbul Hamonangan Simanjuntak., SE., M.A

DR. Imam Mukhlis., SE., M.Si

RAS – Raih Asa Sukses

2012

iv + 236

Subagyo, SE., SH., MM

Membicarakan perihal perpajakan tidak akan pernah tuntas dalam satu dua kali telaah. Sebuah buku yang berbicara tentang perpajakan, tampaknya juga mengalami nasib serupa, sulit melahirkan ketuntasan substansial. Hal ini disebabkan setidaknya oleh liku-liku labirin pajak dalam sebuah sistem ekonomi serta dinamika perpajakan yang berakselerasi cepat. Buku Dimensi Ekonomi Perpajakan Dalam Pembangunan Ekonomi (DEPPE) yang disusun secara kolaboratif oleh Timbul Hamonangan Simanjuntak (THS) dan Imam Mukhis (IM) inipun memiliki nasib yang hampir sama dalam perspektif ketuntasan dengan buku-buku perpajakan yang lain.

Buku ini membatasi ranah substansi pada dimensi ekonomi dalam kerangka pembangunan ekonomi. Sebuah pemilihan dimensi yang menarik saat pajak menjadi A TM dalam sisi budget negara, trending topic ketika beberapa kasus perpajakan terungkap, antusiasnya pemerintah daerah mengisi pundi APBD dengan pemajakan yang beragam serta keraguan pembayar pajak atas manfaat pajak yang dibayarkan. THS dan IM memutuskan untuk memberikan titian kepada pembaca untuk melakukan pengamatan, penelitian atau bahkan sekedar refleksi dalam meneropong pajak dalam pembangunan ekonomi.

Sebagai sebuah titian, DEPPE memberikan deskripsi komprehensif mengenai teori perpajakan diawal bahasan. Y ang menarik adaah ketika THS dan IM melontarkan premis ”.... fungsi pajak juga

dimaksudkan untuk mengatur

perekonomian (reguatory role) guna mencapai sasaran keadilan ekonomi dan kemakmuran yang merata baik material maupun spiritual” (h. 13). Regulatore role

inilah yang menjadi fokus kajian THS dan IM dalam DEPPE-nya ini. Bab IV sampai Bab VII merupakan eksporasi atas kesanksian THS dan IM atas regulatore role di Indonesia dengan memberikan titian untuk menjawab, sekaligus jawaban atas kesanksian.

Fungsi pajak sebagai reguatory role

disajikan lagi pada halaman 29, THS dan IM mengutip dari Jhingan (1994), Miyasto (1991) serta Connoly dan Munro (1999). Suatu reguatory role yang telah dijabarkan dalam detail sehingga pembaca bisa melakukan penelitian, amatan atau sekedar refleksi atas reguatory role yang diemban oleh pajak, apakah pajak sudah menjalankan fungsinya dengan optimal atau belum. Kesanksian inilah yang oleh THS dan IM tidak sempat dijawab secara tuntas dalam DEPPE ini.

THS dan IM telah menangkap pula

170

masyarakat; ”Masyarakat demikian kritis akan menuntut transparansi baik terkait dengan penerimaan pajak dan juga alokasi serta distribusi hasil penerimaan pajak” (h. 30). Transparansi inilah yang menjadi titik krusial dalam kebijakan perpajakan di Indonesia. Dalam masyarakat sebagai wajib pajak dan fiscus lahir informasi yang tidak simetris (assymetric information) yang melahirkan keengganan yang berlebihan untuk membayar pajak. Dan pada gerbong berikutnya membawa implikasi pada kepatuhan dan optimalisasi penerimaan pajak.

Pada halaman 56, THS dan IM memberikan uraian mengenai kebutuhan akan pajak bagi Indonesia, yaitu untuk pertumbuhan ekonomi, full employment, stabilisasi dan distribusi pendapatan dan kekayaan yang lebih adil. Paragraf berikutnya THS dan IM memberikan juga memberikan paparan berupa jawaban atas pertanyaan ”mengapa Indonesia butuh” dan ”bagaimana memuaskan kebutuhan tersebut”, yang tidak hanya berupa deskripsi tetapi juga menggunakan beragan model matematis dan grafik. Aspek inilah yang membuat DEPPE memiiki dimensi yang lebih kaya dibandingkan dengan buku perpajakan lainnya.

Masalah pajak dan keadilan juga tidak luput untuk disandingkan dan dikonfrontasi oleh THS dan IM. (h. 70). Dengan menggunakan prinsip Keadilan V ertikal dan Keadilan Horizontal secara panjang lebar dijelaskan prinsip keadilan dalam perpajakan. Mulai dari equality, gini coefficient, atkinson index sampai dengan perspektif keadilan distributif menurut

utiitarianism, NASH dan RAWLS. (h. 70 – 80).

Kepatuhan pajak sebagai masalah klasik sekaligus laten dalam kebijakan perpajakan di Indonesia, DEPPE memberikan uraian dengan dosis tinggi di bab tersendiri, yaitu Bab III. Uraian dimulai dari Pengertian Kepatuhan, Tingkat Kepatuhan, Faktor Y ang Mempengaruhi Kepatuhan, Faktor Utama Kepatuhan, Indikator Kepatuhan, T ax Evasion dan T ax

Avoidance serta Kebijakan dalam Kepatuhan Pajak. Y ang membedakan DEPPE dengan buku perpajakan lainnya adalah pembahasan tentang kepatuhan ini, THS dan IM tidak saja memberikan uraian secara teoritis, normatif, das sollen tetapi juga das sein kepatuhan pajak di Indonesia. Serta tawaran solusi atas masalah klasik dan laten ini. (h. 83-106).

DEPPE diakhiri dengan bahasan tentang Impikasi Kebijakan Perpajakan di Indonesia. THS dan IM membandingkan impikasi perpajakan di negara-negara maju dengan impikasi di Indonesia. ”Peningkatan penerimaan pajak yang rata-rata ebih kurang 20% setiap tahun di Indonesia tidak berarti pemenuhan kebutuhan pubik berangsung dengan baik”. (h. 208). THS dan IM juga memberikan rekomendasi terkait dengan tax sharing. ”Daam upaya untuk meningkatkan dana bagi hasi pajak pusat bagi pemerintah daerah, maka tax sharing peru dikaji kembai. Oeh karena itu, asas pemberian pajak berdasarkan okasi daerah harus benar-benar diterimakan kepada daerah”. (h. 222). THS dan IM mengajak pembaca untuk berdiskusi dengan menarik untuk mengkritisi kebijakan perpajakan di Indonesia.

DEPPE mampu mengajak pembaca untuk berefeksi dan mengkritisi kebijakan perpajakan di Indonesia dengan penggunaan bahasa yang renyah dan komunikatif. Sistematika pembahasan juga tersaji secara runtut, sehingga pembaca

mampu menapak sebuah tangga

pemahaman dengan santai. THS dan IM tidak hanya memanjakan pembaca dengan penggunaan bahasa yang renyah, tetapi diengkapi pua dengan deskripsi tujuan pembelajaran, kesimpuan dan pertanyaan pada setiap bab serta daftar tabel, daftar gambar dan indeks. Akhirnya, DEPPE ayak dan penting dibaca oleh mahasiswa, dosen, praktisi, konsutan pajak, dan pihak ain yang berminat daam memahami ekonomi perpajakan. Selamat membaca dan berefeksi!

v Petunjuk bagi Kontributor Artikel JESP v

1. Artikel yang ditulis untuk JESP meliputi hasil pemikiran dan hasil penelitian yang berhubungan dengan ekonomi pembangunan (development economics) dan pembangunan ekonomi (economic development). Naskah diketik dengan huruf Times New Roman, ukuran 12 pts (12 poin), dengan spasi ganda, dicetak pada kertas A4, marjin kiri 4, kanan 3, atas dan bawah 3, sepanjang maksimum 30 halaman, dan diserahkan dalam bentuk print-out sebanyak 3 eksemplar beserta soft-copy-nya. Berkas (file) dibuat dengan Microsoft W ord. Pengiriman file lewat e-mail juga dapat dilakukan sebagai attachment e-mail ke alamat:

[email protected], [email protected]

2. Nama penulis artikel dicantumkan tanpa gelar akademik dan ditempatkan dibawah judul artikel. Jika penulis terdiri dari 4 orang atau lebih, yang dicantumkan di bawah judul artikel adalah nama penulis utama; nama penulis-penulis lainnya dicantumkan pada catatan kaki halaman pertama naskah. Dalam hal naskah ditulis oleh tim, penyunting hanya berhubungan dengan penulis utama atau penulis yang namanya tercantum pada urutan pertama. Penulis dianjurkan mencantumkan alamat e-mail untuk memudahkan komunikasi.

3. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris dengan format esai (essay), disertai judul pada masing- masing bagian artikel, kecuali bagian pendahuluan yang disajikan tanpa judul bagian. Judul artikel dicetak dengan huruf besar-kecil di tengah-tengah, dengan huruf sebesar 16 poin. Peringkat judul bagian

dinyatakan dengan jenis huruf yang berbeda (semua judul bagian dan sub-bagian dicetak tebal atau tebal dan miring), dan tidak menggunakan angka nomor pada judul bagian:

PERINGKAT 1 (HURUF BESAR SEMUA, TEBAL, RATA TEPI KIRI) Peringkat 2 (Huruf Besar Kecil, T ebal, Rata T epi Kiri)

Peringkat 3 (Huruf Besar Kecil, Tebal-Miring, Rata Tepi Kiri)

4. Sistematika artikel hasil pemikiran adalah: judul, nama penulis (tanpa gelar akademik); Abstract

(berbahasa Inggris, maksimum 250 kata); Keywords; pendahuluan (tanpa judul) yang berisi latar belakang dan tujuan atau ruang lingkup tulisan; bahasan utama (dapat dibagi ke dalam beberapa sub-bagian), penutup atau kesimpulan; daftar rujukan.

5. Sistematika artikel hasil penelitian adalah; judul, nama penulis (tanpa gelar akademik); Abstract

(berbahasa Inggris, maksimum 250 kata) yang berisi tujuan, metode, dan hasil penelitian; Keywords; pendahuluan (tanpa judul) yang berisi latar belakang, sedikit tinjauan pustaka, dan tujuan penelitian; metode; hasil; pembahasan (atau hasil dan pembahasan diintegrasikan); kesimpulan dan saran; daftar rujukan.

6. Sumber rujukan sedapat mungkin merupakan pustaka-pustaka terbitan 10 tahun terakhir. Rujukan yang diutamakan adalah sumber-sumber primer berupa laporan penelitian (termasuk skripsi, tesis, disertasi) atau artikel-artikel penelitian dalam jurnal dan/atau majalah ilmiah.

7. Perujukan dan pengutipan menggunakan teknik rujukan berkurung (nama, tahun). Pencantuman sumber pada kutipan langsung hendaknya disertai dengan keterangan tentang nomor halaman tempat asal kutipan. Contoh (Davis, 2003: 47).

8. Daftar rujukan disusun dengan tata cara seperti contoh berikut ini dan diurutkan secara alfabetis dan kronologis.

Buku:

Mubyarto. 2000. Membangun Sistem Ekonomi. Y ogyakarta: BPFE. Buku Kumpulan Artikel:

Saukah, A. & Waseso, MG. (Eds.). 2002. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah (Edisi ke-4, cetakan ke-1). Malang: UM Press.

Artikel dalam buku kumpulan artikel:

Uphoff, N. (1999). Understanding Social Capital: Learning from the Analysis and Experience of

Participation. Dalam P . Dasgupta & I. Serageldin (Eds.). Social Capital: A Multifaceted Perspective (hlm. 215-249). Washington, D.C: The World Bank.

Artikel dalam jurnal atau majalah:

Witjaksono, M. 2006. Simulasi Teori Permainan Cooperative 3-IPD: Contoh Kasus Pengelolaan Usaha Penambangan di Kecamatan Panggungrejo, Blitar. EKONOMI BISNIS. Th. 11, No. 1, hlm. 168-191.

Artikel dalam koran:

Pitunov, B. 13 Desember, 2002. Sekolah Unggulan ataukah Sekolah Peunggulan? Majapahit Pos, hlm. 4 & 11.

T ulisan/berita dalam koran (tanpa nama pengarang):

KOMP AS-Cybermedia. "Industri Komponen Ngingas Meradang, Tapi Masih Mampu Bertahan". 02 April 2004.

Kapanlagi.Com. "Lima UKM Logam Harus Bayar Royalti." Rabu, 17 September 2008. Dokumen Resmi:

BSNP . 2006. Standar Isi Mata Pelajaran Ekonomi SMA/MA. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan. Buku terjemahan:

Skousen, M. 2001. Sang Maestro "T eori-teori Ekonomi Modern": Sejarah Pemikiran Ekonomi. Terjemahan dari "The Making of Modern Economics - The Lives and Ideas of the Great Thinkers" oleh T.W .B. Santoso, 2005. Jakarta: Prenada.

Pass, C. & Lowes, B. 1988. Kamus Lengkap Ekonomi, Edisi Kedua. Terjemahan dari "Dictionary of Economics, 2nd Ed." oleh T. Rumapea & P . Haloho, 1994. Jakarta: Erlangga.

Skripsi, Tesis, Disertasi, Laporan penelitian:

Witjaksono, M. 2008. Modal Sosial dalam Dinamika Perkembangan Sentra Industri Logam W aru Sidoarjo. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Makalah, Seminar, Lokakarya, Penataran:

Waseso, M.G. 2001. Isi dan Format Jurnal Ilmiah. Makalah disajikan dalam Seminar Lokakarya Penulisan Artikel dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah, Universitas Lambungmangkurat, Banjarmasin, 9- 11 Agustus. Internet (karya individual):

Hitchcock, S., Carr, L. & Hall, W . 1996. A Survey of STM Online Journals. 1990- 1995: the Calm before the Storm, (online), (http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey.htm, diakses 12 Juni 1996).

Internet (artikel dalam jurnal online):

Angresano, J. 2007. Orthodox Economic Education, Ideology and Commercial Interests: Relationships that Inhibit Poverty Alleviation. Post-Autistic Economics Review, Issue no. 44, 9 December 2007, pp. 37-58, (http://www.paecon.net/P AEReview/issue44/Angresano44.pdf, diakses 02 April 2009).

Internet (bahan diskusi):

Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN Discussion List, (online), ([email protected]. buffalo.edu, diakses 22 November 1995).

Internet (e-mail/blog pribadi):

Naga, D.S. ([email protected]). 1 Oktober 1997. Artikel untuk JIP . E- mail kepada Ali Saukah ([email protected]).

9. Tata cara penyajian rujukan, tabel, dan gambar mengikuti ketentuan dalam Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Negeri Malang (Edisi terbaru), atau mencontoh langsung tata cara yang digunakan dalam artikel yang dimuat. Artikel berbahasa Indonesia menggunakan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan (Depdikbud, 1987). Artikel Berbahasa Inggris menggunakan ragam baku, seperti yang disarankan dalam: Menulis artikel untuk Jurnal Ilmiah, Edisi Juli 2006. Editor: A. Saukah & M.G. Waseso. Malang: Universitas Negeri Malang.

10. Semua naskah ditelaah secara anonim oleh mitra bestari (peerreviewers) yang ditunjuk oleh penyunting menurut bidang kepakarannya. Penulis artikel diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan (revisi) naskah atas dasar rekomendasi/saran dari mitra bestari atau penyunting.

11. Pemeriksaan atau penyuntingan cetak-coba (pre-print) dikerjakan oleh penyunting dan/atau dengan melibatkan penulis. Artikel yang sudah dalam bentuk cetak-coba dapat dibatalkan pemuatannya oleh penyunting jika diketahui bermasalah. Penyunting tidak berkewajiban mengembalikan artikel yang tidak dimuat.

12. Segala sesuatu yang menyangkut perijinan pengutipan atau penggunaan software komputer untuk pembuatan naskah atau ihwal lain yang terkait dengan HaKI yang dilakukan oleh penulis artikel, berikut konsekuensi hukum yang mungkin timbul karenanya, menjadi tanggung jawab penulis artikel tersebut.

Cover design: © Van M it 2012

je

s

p

J

u

rn

a

l E

k

o

n

o

m

i &

S

tu

d

i P

e

m

b

a

n

g

u

n

a

n

V

o

l.

4

, N

o

. 1

, M

a

re

t 2

0

1

2

Dalam dokumen JESP Edisi 4 Vol 1 Tahun 2012 (Halaman 171-175)