MOTIVASI BERKUNJUNG WISATAWAN MANCANEGARA KE KARANGASEM PASCA ERUPSI GUNUNG AGUNG
L. G. Leli Kusuma Dewi 2)
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Konsep Motivasi
Motivasi berasal dari kata bahasa Inggris yakni motivation. Namun perkataan asalnya adalah motive yang juga telah digunakan dalam bahasa Melayu yakni kata motif yang berarti tujuan atau segala upaya untuk mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu. Kajian mengenai motivasi wisatawan mengalami pergeseran dan memandang motivasi sebagai proses singkat untuk melihat perilaku perjalanan wisata, ke arah yang lebih menekankan bagaimana motivasi mempengaruhi kebutuhan psikologis dan rencana jangka panjang seseorang, dengan melihat bahwa motif intrinsik (seperti self actualization) sebagai komponen yang sangat penting (Cohen, 1984 dalam Pitana dan Gayatri, 2005). Menurut Pearce, Morrison, dan Rutledge
(1998), motivasi adalah “as the global integrating network of biological and cultural forces which gives value and direction to travel choices, behavior and experience”. Selain itu, pengertian motivasi merupakan suatu perubahan yang terjadi pada diri seseorang yang muncul adanya gejala perasaaan, kejiwaan dan emosi sehingga mendorong individu untuk melakukan atau bertindak sesuatu yang disebabkan karena kebutuhan, keinginan, dan tujuan.
Secara umum, motivasi adalah kebutuhan yang membuat seseorang melakukan tindakan tertentu untuk memuaskan kebutuhannya. Menurut Moutinho (1987), motivasi adalah keadaan membutuhkan, suatu kondisi yang memberikan sebuah dorongan pada individu terhadap beberapa jenis tindakan yang dipandang sebagai kemungkinan untuk membawa kepuasan (Moutinho, 1987). Menurut Crompton (1979), Dann (1977), dan McIntosh & Goeldner (1990), motivasi wisatawan dalam memilih tujuan wisata dapat diklasifikasikan ke dalam 'push' dan 'pull' factors.
Keputusan seseorang untuk melakukan perjalanan wisata dipengaruhi oleh kuatnya factor-faktor pendorong (push factor) dan factor-faktor penarik (pull factor). Faktor pendorong dan penarik ini sesungguhnya merupakan factor internal dan eksternal yang memotivasi wisatawan untuk mengambil keputusan untuk melakukan perjalanan. Faktor pendorong umumnya bersifat social-psikologis, atau merupakan person-spesific motivation, sedangkan factor penarik merupakan destination-spesific atributes (Richardson dan Fluker dalam Pitana dan Gayatri, 2005).
Berdasarkan beberapa pengertian mengenai motivasi, maka yang dimaksud dengan motivasi pada pada tulisan ini adalah segala upaya yang mendorong wisatawan untuk
melakukan perjalanan wisata berkunnjung ke Karangasem pasca erupsi Gunung Agung. Push factor dalam penelitian ini adalah factor yang berasal dari dalam diri (internal) yang mendorong wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Karangasem pasca erupsi Gunung Agung. Sedangkan yang dimaksud dengan pull factor dalam penelitian ini adalah faktor yang bersifat eksternal yang mendorong wisatawan untuk melakukan sesuatu dalam perjalanan wisata untuk berkunjung ke Kabupaten Karangasem pasca erupsi Gunung Agung.
2.2. Konsep Wisatawan
Wisatawan adalah orang-orang yang melakukan kegiatan wisata (Undang-undang nomor 10 tahun 2009). Menurut pengertian ini, semua orang yang melakukan perjalanan wisata dinamakan wisatawan. Tujuan perjalanan itu bukan untuk menetap dan tidak untuk mencari nafkah ditempat yang dikunjungi. Pacific Area Travel Association memberi batasan bahwa wisatawan sebagai orang-orang yang sedang mengadakan perjalanan dalam jangka waktu 24 jam dan maksimal tiga bulan di dalam suatu negeri yang bukan negeri biasanya ia tinggal.
Melihat sifat perjalanan dan ruang lingkup di mana perjalanan itu dilakukan, maka wisatawan dapat diklasifikasikan menjadi:
1. Wisatawan asing (foreign tourist) Adalah orang asing yang melakukan perjalanan wisata, yang datang memasuki suatu negara lain yang bukan merupakan negara di mana dia berdiam. (umumnya terllihat dari status kewarganegaraannya, dokumen perjalanan dan uang yang dibelanjakannya)
2. Domestic Foreign Tourist
Orang asing yang berdiam atau tinggal di suatu negara, melakukan perjalanan wisata di wilayah negara di mana ia tinggal (orang yang bekerja di kedutaan besar dll)
3. Domestic tourist
Seorang warga negara suatu negara yang melakukan perjalanan wisata dalam batas wilayah negaranya sendiri tanpa melewati perbatasan negaranya
4. Indegenous Foreign tourist
Warga negara suatu negara tertentu, yang karena tugas atau jabatannya di luar negeri, pulang ke negara asalnya dan melakukan perjalanan wisata di wilayah negaranya sendiri
5. Transit Tourist
Wisatawan yang sedang melakukan perjalanan wisata ke suatu negara tertentu, yang menumpang kapal udara atau kapal laut ataupun kereta api, yang terpaksa singgah pada suatu pelabuhan/airport/stasiun bukan atas kemauannya sendiri
6. Bussines Tourist
Orang yang melakukan perjalanan (baik asing atau warga negara sendiri) yang mengadakan perjalanan untuk tujuan lain bukan wisata, tetapi melakukan perjalanan wisata setelah tujuan yang utama selesai
Wisatawan mancanegara yang dimaksud pada tulisan ini adalah orang asing yang melakukan perjalanan wisata, yang datang memasuki negara atau wilayah lain yang bukan merupakan tempat asalnya dan melakukan kunjungan ke Karangasem pasca erupsi Gunung Agung.
III. METODE
Lokasi penyebaran kuisioner dilakukan di tiga daya tarik wisata yang berada di Kabupaten
Karangasem, yakni Amed, Tirta Gangga, Virgin Beach. Tiga daya tarik wisata ini dipilih sebagai lokasi penyebaran kusioner dikarenakan tiga lokasi ini merupakan daya tarik wisata populer dan banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.
Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: 1) observasi, 2) studi pustaka, 3) dokumentasi, 4) penyebaran kuisioner. Penyebaran kuisioner dilakukan kepada 100 orang responden dengan menggunakan teknik purposive dan pada pengambilannya bersifat accidental.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif-kuantitatif atau disebut mix metodh. Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk mengeksplorasi dan mengklarifikasi suatu fenomena atau kenyataan sosial dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti (Faisal, 2001: 20). Tulisan ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi dan mengklarifikasi mengenai motivasi tertinggi wisatawan mancangeara berkunjung ke Karangasem pasca erupsi Gunung Agung. Untuk penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, dan tabel. Pengolahan data secara kuantitatif dilakukan dengan mempergunakan bantuan skala likert.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Motivasi Berkunjung Wisatawan Mancanegara ke Karangasem Pasca Erupsi Gunung Agung Motivasi dalam tulisan ini terbagi menjadi dua, yakni push factors dan pull factors. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, yang dimaksud sebagai motivasi pada aspek push factors adalah sebuah dorongan dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu yang dalam hal ini adalah
berkunjung ke salah satu daya tarik wisata yang berada di Kabupaten Karangasem. Sedangkan yang dimaksud dengan motivasi pada aspek pull factors adalah dorongan yang berasal dari luar diri seseorang, yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Kedua motivasi tersebut akan dijelaskan lebih jauh pada masing-masing sub bab berikut.
a. Motivasi Push Factors
Motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang dapat menjadi latar belakang mengapa seseorang melakukan suatu tindakan. Begitu juga dalam melakukan kegiatan berwisata. Push factor merupakan bentuk dorongan dari dalam diri wisatawan itu sendiri untuk melakukan kegiatan berwisata. Pada tulisan ini motivasi push factor dapat dibagi lagi ke dalam sepuluh indikator. Indikator yang termasuk ke dalam push faktor dalam tulisan ini antara lain: 1) lari dari rutinitas; 2) relax; 3) kesenangan dan bermain; 4) memperkuat pertalian keluarga; 5) melakukan interaksi social dengan masyarakat local; 6) memperoleh kesempatan yang romantic; 7) kesempatan belajar mengenai kebudayaan lain; 8) pemenuhan diri; 9) memenuhi harapan; 10) prestise . Sembilan indikator yang digunakan dalam tulisan ini merupakan modifikasi dari indikator yang disampaikan oleh Crompton (1979), Dann (1977) dan Mcintosh dan Goeldner (1990). Adapunu untuk lebih jelasnya mengenai skor dan hasil analsis data dari masing-masing indikator yang termasuk ke dalam motivasi push faktor indikator yang digunakan dalam tulisan ini akan disajikan dalam bentu tabel. Pada tabel 1 akan disajikan hasil olah data mengenai motivasi pada aspek push factors wisatawan mancanegara berkunjung ke Karangasem pasca erupsi Gunung Agung.
Tabel 1 Motivasi Push Factors Wisatawan Mancanegara
Berdasarkan pada tabel 1 di atas, maka diperoleh hasil mengenai motivasi pada aspek push factors
wisatawan mancanegara berwisata ke Karangasem pasca erupsi Gunung Agung sebagai berikut. Motivasi tertinggi pada dimensi push factor berada pada indikator motivasi berkunjung ke Karangasem adalah untuk mendapatkan kesempatan mempelajari budaya lain. Hal ini ditunjukkan dengan rerata likert yakni sebesar 3,41 dengan kategori sikap sangat setuju. Data ini menunjukkan bahwa wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Karangasem pasca erupsi, memiliki motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri adalah terdorong dengan keinginan untuk mendapatkan kesempatan mempelajari budaya yang ada di Karangasem. Budaya inilah yang mendorong mereka untuk datang berkunjung ke Karangasem. Hal ini diperkuat dengan hasil observasi di lapangan, bahwa wisatawan mancanegara lebih banyak ditemui di daya tarik wisata Tirta Gangga, yang merupakan salah satu daya tarik wisata budaya yang terkenal di Karangasem. Sedangkan untuk rerata likert terendah terdapat pada indikator motivasi berkunjung adalah untuk meningkatkan harga diri yakni sebesar 1,92 dengan kategori sikap kurang setuju.
b. Motivasi Pull Factors Wisatawan Mancanegara
Pada sub bab ini akan dijelaskan mengenai motivasi wisatawan mancanegara pada dimensi pull factors. Motivasi ini merupakan suatu dorongan yang berasal dari luar diri seseorang. Dalam hal ini dorongan itu ditimbulkan dari ketertarikan terhadap sesuatu yang membuat seorang wisatawan berkunjung ke Karangasem pasca eruspi Gunung Agung. Adaapun untuk faktor-faktor pendorong wisatawan untuk berkunjung ke Karangasem dapat dibagi ke dalam sembilan indikator. Adapun indikator tersebut antara lain: 1) tertarik oleh NO Pernyataan Skor Like
rt Skala Sikap 1 My motivation visit this tourist attraction is to escape from my routine day life
329 3,29 Sangat Setuju 2 My motivation visit this tourist attraction is to relax 328 3,28 Setuju 3 My motivation visit this tourist attraction is to have joy and play
314 3,14 Setuju 4 My motivation visit this tourist attraction to strengthening family bond 236 2,36 Tidak Setuju 5 My motivation visit this tourist attraction to have social interaction with local people
296 2,96 Setuju 6 My motivation visit this tourist attraction to have romantic moment 230 2,30 Tidak Setuju 7 My motivation visit this tourist attraction to have an educational opportunity to learn other culture 341 3,41 Sangat Setuju 8 My motivation visit this tourist attraction in order to have self-fulfillment 286 2,86 Setuju 9 My motivation visit this tourist attraction in order to fill my wish-fulfillment 285 2,85 Setuju 10 My motivation visit this tourist attraction is for prestige 192 1,92 Kuran g Setuju TOTAL 2837 2,84 Setuju
erupsi Gunung Agung; 2) tertarik karena iklim dan cuaca; 3) tertarik karena promosi nasional; 4) tertarik karena iklan; 5) pemasaran grosir; 6) harga special dari travel agent; 7) layanan jasa dan fasilitas yang baik; 8) tertarik karena program insentif; 9) tertarik karena daya tarik wisata di Karangasem unik. Secara lebih rinci dan jelas hasil pengolahan data mengenai motivasi pull factor akan disajikan dalam tabel 2 berikut ini.
Tabel 2
Motivasi Pull Factors Wisatawan Mancanegara
No Pernyataan Skor Skor Likert Skala Sikap 1 My motivation visit this tourist attraction pulled by the eruption of Mount Agung 186 1,86 Tidak Setuju 2 My motivation visit this tourist attraction pulled by the location climate 248 2,48 Tidak Setuju 3 My motivation visit this tourist attraction pulled by national promotion 201 2,01 Tidak Setuju 4 My motivation visit this tourist attraction pulled by retail advertising 199 1,99 Tidak Setuju 5 My motivation visit this tourist attraction pulled by wholesale marketing 197 1,97 Tidak Setuju 6 My motivation visit this tourist 178 1,78 Tidak Setuju attraction pulled by special price from travel agent package 7 My motivation visit this tourist attraction pulled by service and good facilities 242 2,42 Tidak Setuju 8 My motivation visit this tourist attraction pulled by incentive scheme 193 1,93 Tidak Setuju 9 My motivation visit this tourist attraction pulled by the uniqueness of tourist attractions in Karangasem Regency 308 3,08 Setuju TOTAL 1952 2,16 Tidak Setuju Sumber : Hasil olah data, 2018
Berdasarkan pada Tabel 2 mengenai Motivasi pull factors wisatawan mancanegara, diperoleh hasil bahwa motivasi pull factors dengan skor rerata likert tertinggi terletak pada indikator motivasi berkunjung didasarkan pada keunikan daya tarik wisata yang ada di Karangasem yakni sebesar 3,08 dengan kategori sikap setuju. Sedangkan untuk indikator motivasi terendah terletak pada indikator motivasi berkunjung disebabkan oleh harga special yang ditawarkan oleh travel agent.
Berdasarkan pada hasil penelitian mengenai motivasi pull factors di atas, dapat diketahui bahwa sampai saat ini daya tarik wisata yang terdapat di Karangasem masih memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Walaupun saat ini erupsi Gunung Agung masih
terjadi dan kondisi Gunung Agung yang tidak menentu, tidak menyurutkan minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung dan menikmati daya tarik wisata yang ada di Karangasem.
Jika dianalisis lebih jauh, mengacu pada rata-rata skor Liekrt yang didapatkan dari penyebaran kuisioner terhadap 100 orang wisatawan mancanegara maka terlihat bahwa motivasi push factors yakni dorongan yang berasal dari dalam diri mendapatkan rerata skor keseluruhan Likert yang lebih tinggi yakni sebesar 2,83 yang jika dikategorikan dalam rentang kategori sikap adalah setuju. Jika dibandingkan dengan rerata skor Likert keseluruhan mengenai motivasi pull factors yang memperoleh rerata keseluruhan sebasar 2,16 dengan kategori sikap tidak setuju.
Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa motivasi push factors lebih mendominasi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Karangasem. Dapat diartikan bahwa dorongan yang berasal dari dalam diri lebih memotivasi wisatawan mancanegara untuk memilih Karangasem sebagai salah satu destinasi wisata yang dikunjungi selama mereka berwisata di Bali. Keinginan mereka untuk belajar dan mendapatkan pengalaman mengenai budaya baru khususnya di Karangasem membuat mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan wisata ke Karangasem.
Berdasarkan hasil pengolah data dia atas, maka diketahui bahwa motivasi tertinggi wisatawan mancanegara berkunjung ke Karangasem pasca erupsi adalah berasal dari push factor yakni pada indikator memperoleh kesempatan untuk mempelajari budaya lain. Walaupun demikian, berdasarkan pada hasil olahan data, diketahui bawah erupsi Gunung Agung mampu
menjadi salah satu motivasi wisatawan mancanegara berkunjung ke Karangasem hanya sebesar 1,86 dengan kategori sikap berada pada kategori tidak setuju.