TEUKU ZULKARNAEN
TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Pemasaran ( Marketing )
Pemasaran merupakan suatu alat atau proses yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan para konsumen. Secara teoritis banyak pendapat yang menjelaskan tentang makna dari pemasaran diantaranya menurut Kotler (2002), mendeinikan bahwa marketing adalah kegiatan pemasaran suatu produk adalah kegiatan menga- nalisis, merencanakan, melaksanakan, dan men- gawasi seluruh program yang telah dirancang sebelumnya agar terjadi pertukaran nilai secara sukarela (dengan konsumen), sehingga tercapai tujuan perusahaan. Menurut Rangkuti (2006), mengatakan bahwa, pemasaran adalah suatu pros- es kegiatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, budaya, politik, ekonomi, dan manajerial. Akibat dari pengaruh berbagai faktor tersebut ada- lah masing-masing individu maupun kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mencipta- kan, menawarkan, dan menukarkan produk yang dimiliki nilai komoditas. Disisi yang lain Stanton (2007) juga memiliki pandangan tentang pemasa- ran yaitu: sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk meren- canakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembe- li aktual maupun potensial. Dari pendapat diatas secara umum pemasaran dapat dikatakan sebagai tugas untuk menciptakan, memperkenalkan, dan menyerahkan barang dan jasa kepada konsumen dengan tujuan agar kebutuhan dan keinginan konsumen terpenuhi sehingga memunculkan rasa puas dan loyal para konsumen terhadap produk atau perusahaan tersebut.
Bauran Pemasaran
Salah satu konsep utama dalam dunia usaha adalah kebijakan bauran pemasaran. Dimana pe- rusahaan untuk menjangkau konsumen sebagai
sasaran pasarnya, perusahaan harus dapat men- etapkan bauran pemasaran dengan tepat pada seg- men pasar yang diinginkan agar tingkat penjualan dapat tercapai. Bauran pemasaran (marketing mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang diguna- kan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran (Kotler, 2002). Adapun bauran pemasaran adalah strategi yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan den- gan penentuan bagaimana perusahaan menyaji- kan penawaran produk pada segment pasar tert- entu yang merupakan pasar sasarannya (Assauri, 1999).
Menurut Stanton (2000:147), pengertian Mar-
keting Mix secara umum adalah istilah yang di-
pakai untuk menjelaskan kombinasi empat besar pembentuk inti sistem pemasaran sebuah organ- isasi. Keempat unsur tersebut adalah penawaran produk/jasa, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi. Empat variabel bauran pemasa- ran tersebut adalah:
a. Produk, adalah segala sesuatu yang dapat di- tawarkan kepada pasar untuk dimiliki atau dikonsumsi serta memberikan kepuasan ke- pada konsumen. Strategi produk mencakup keputusan bauran produk, merk dagang, pem- bungkusan, tingkat mutu, dan pelayanan. b. Harga, merupakan jumlah uang yang harus
dibayarkan konsumen untuk mendapatkan produk tersebut. Harga mempengaruhi tingkat penjualan, keuntungan serta market share yang dapat dicapai perusahaan.
c. Tempat, menunjukkan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk menjadikan produk dapat diperoleh dan tersedia bagi kon- sumen sasaran.
d. Promosi, merupakan berbagai kegiatan yang dilaksanakan perusahaan untuk menjual produknya, yang dilakukan dengan strategi promosi yang mencakup periklanan, penjualan perorangan, promosi penjualan, dan publisitas. Variabel–variabel dalam bauran pemasaran perlu dikombinasikan dan dikoordinasikan agar perusahaan dapat melakukan tugas pemasaran seefektif mungkin. Jadi perusahaan tidak hanya sekedar memilih kombinasi yang terbaik saja, tetapi juga harus mengkoordinasikan berbagai
macam elemen dari variabel bauran pemasaran tersebut untuk melaksanakan kebijakan dan pro- gram pemasaran secara tepat.
Pengertian Strategi
Banyak pakar yang menjelaskan tentang mak- na dari strategi diantaranya Menurut M.grant, Robert (1996), mengatakan bahwa, strategi adalah suatu seni menggunakan kecakapan dan sumber daya suatu organisasi untuk mencapai sasaran- nya melalui hubungannya yang efektif dengan lingkungan dalam kondisi yang paling mengun- tungkan. Pendapat lain disampaikan oleh Robert (1996), strategi adalah suatu bentuk atau rencana yang mengintegrasikan tujuan-tujuan utama, ke- bijakan-kebijakan, dan rangkaian tindakan dalam suatu organisasi menjadi suatu kesatuan yang utuh. Strategi yang di formulasikan dengan baik akan membantu penyusunan dan pengalokasian sumber daya yang dimiliki perusahaan menjadi suatu ben- tuk yang unik dan dapat bertahan. Strategi yang baik disusun berdasarkan kemampuan internal dan kelemahan perusahaan, antisipasi perubahan dalam lingkungan, serta kesatuan pergerakan yang dilakukan oleh mata-mata musuh.
Secara pengertian khusus strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang di- harapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competen- cies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.
Jenis-Jenis Strategi
Jenis-jenis strategi adalah sebagai berikut : a. Strategi Agresif.
Integrasi ke depan, integrasi ke belakang, in- tegrasi horizontal kadang semuanya disebut se- bagai integrasi vertikal. Strategi integrasi vertikal memungkinkan perusahaan dapat mengendalikan para distributor, pemasok, dan atau pesaing. b. Strategi Intensif.
kadang disebut sebagai strategi intensif karena semuanya memerlukan usaha-usaha intensif jika posisi persaingan perusahaan dengan produk yang ada hendak ditingkatkan.
c. Strategi Diversiikasi.
Strategi diversiikasi tu sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu :
- Diversiikasi konsentrik, yaitu menam- bah produk atau jasa baru, namun masih terkait.
- Diversiikasi horizontal, yaitu menambah produk atau jasa baru yang tidak terkait untuk pelanggan yang sudah ada.
- Diversiikasi konglomerat, yaitu yang tidak menambah produk atau jasa baru. d. Strategi Defensif.
Di samping strategi integratif, intensif, dan diversiikasi, organisasi juga dapat menjalankan strategi rasionalisasi biaya, divestasi, atau likui- dasi. Rasionalisasi Biaya, terjadi ketika suatu organisasi melakukan restrukturisasi melalui penghematan biaya dan aset untuk meningkatkan kembali penjualan dan laba yang sedang menurun. Kadang disebut sebagai strategi berbalik (turn
around) atau reorganisasi, rasionalisasi biaya
dirancang untuk memperkuat kompetensi pem- beda dasar organisasi. Selama proses rasionalisasi biaya, perencana strategi bekerja dengan sumber daya terbatas dan menghadapi tekanan dari para pemegang saham, karyawan dan media.
e. Strategi Umum Michael Porter.
Menurut Porter, ada tiga landasan strategi yang dapat membantu organisasi memperoleh keunggulan kompetitif, yaitu keunggulan biaya, diferensiasi, dan fokus. Porter menamakan ketig- anya strategi umum.
Keunggulan biaya menekankan pada pembua- tan produk standard dengan biaya per unit sangat rendah untuk konsumen yang peka terhadap peru- bahan harga. Diferensiasi adalah strategi dengan tujuan membuat produk dan menyediakan jasa yang dianggap unik di seluruh industri dan ditu- jukan kepada konsumen yang relatif tidak terlalu peduli terhadap perubahan harga. Fokus berarti membuat produk dan menyediakan jasa yang me- menuhi keperluan sejumlah kelompok kecil kon- sumen.
Perusahaan–perusahaan yang melaksanakan
strategi tersebut dengan paling baik akan mem- peroleh laba paling besar. Setiap perusahaan me- miliki strategi berbeda dengan berbagai kegiatan yang berbeda tetapi harus tetap konsisten dan sin- ergis sehingga sulit untuk ditiru oleh para pesaing secara keseluruhan.
Perumusan Strategi
Perumusan strategi merupakan proses penyu- sunan langkah-langkah ke depan yang dimaksud- kan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan keuangan peru- sahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan cus- tomer value terbaik.
Beberapa langkah yang perlu dilakukan pe- rusahaan dalam merumuskan strategi (http:// id.wikipedia.org/wiki/perumusan_strategi, 2010), yaitu :
1. Mengidentiikasi lingkungan yang akan di- masuki perusahaan di masa depan dan menen- tukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-citakan pada lingkungan tersebut. 2. Melakukan analisis lingkungan internal dan
eksternal untuk mengukur kekuatan dan kele- mahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan misinya.
3. Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasi- lan (key success factors) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebel- umnya.
4. Menentukan tujuan dan target terukur, men- gevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumber daya yang dimi- liki dan kondisi eksternal yang dihadapi. 5. Memilih strategi yang sesuai untuk mencapai
tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Langkah-langkah dalam perumusan masalah ini jika diterapkan dengan tepat dan akurat oleh pengelola perusahaan maka bias mencapai visi misi perusahaan dan melancarkan kegiatan produksi/ usaha perusahaan.
Mengelola Strategi
Manajemen strategi tidak hanya mempunyai hubungan dengan formulasi strategi kemenangan,
tetapi juga terikat erat dengan implementasinya. Manajemen strategi konvensional berhubungan dengan pekerjaan manajer senior, strategi yang paling efektif adalah strategi-strategi ynag me- nyebar ke seluruh organisasi dan tertanam dalam budaya organisasi.
Kebutuhan akan pendekatan analitik terhadap formulasi strategi berdasarkan pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang perusahaan dan lingkungan sekelilingnya ditekankan mela- lui tantangan-tantangan yang meningkat yang di- hadapi oleh para manajer. Pokok-pokok masalah lingkungan, sosial dan etika mengantarkan kriteria baru dan kendala- kendala yang menambah keru- mitan dalam pengambilan keputusan. Akibatnya para manajer harus selalu memecahkan masalah- masalah:
a. Antara leksibilitas rencana jangka pendek dan panjang yang diperlukan oleh investasi b. Antara perlunya eisiensi biaya yang teliti den-
gan kebutuhan akan kreasi dan inovasi c. Antara integrasi global dengan adaptasi ling-
kungan dan permintaan pasar setempat d. Antara persaingan dan kolaborasi.
Manajer diharapkan cepat tanggap terhadap berbagai masalah yang timbul baik dari dalam maupun luar perusahaan dan penyelesaian masalah disesuaikan dengan kondisinya.
Pengertian Usaha
Kata usaha merupakan kata yang tidak asing lagi didengar oleh masyarakat. Beberapa ahli tel- ah memberikan pengertian mengenai usaha yaitu direncanakan sebelumnya dan memerlukan se- jumlah pembiayaan, serta penggunaan tujuan te- tentu dan dilaksanakan dalam waktu tertentu pula. Seperti disampaikan oleh Sudantoko (2002), men- deinisikan usaha adalah kegiatan yang dilakukan secara terus menerus untuk mengolah sumber daya (bahan baku) untuk menghasilkan barang atau jasa. Sedangkan menurut Umar (1997), mem- berikan pengertian usaha adalah suatu keseluru- han kegiatan yang menggunakan sumber-sumber agar memperoleh manfaat (beneit), atau suatu kegiatan dengan sejumlah pengeluaran biaya den- gan harapan dapat memperoleh hasil pada waktu yang akan datang, dan dapat direncanakan, dibi-
ayai dan dilaksanakan sebagai satu unit.
Dari beberapa pengertian diatas dapat diambil suatu kesimpulan tentang pengertian usaha adalah suatu pendirian usaha baru dengan menginvesta- sikan modal yang dimiliki oleh investor yang ber- sal dari sumber-sumber modal agar memperoleh manfaat dalam jangka waktu tertentu.
Faktor Penentu Keberhasilan Usaha
Berikut ini adalah faktor-faktor yang dapat menentukan pencapaian target atau penentu ke- berhasilan usaha yaitu:
1. Konsep yang matang.
Penentuan konsep usaha diawal harus matang karena akan menentukan langkah usaha selan- jutnya dalam mencapai keberhasilan.
2. Perencanaan usaha yang baik.
Perencanaan usaha (Business Plan) sebaiknya dibuat diawal usaha agar usaha berjalan den- gan panduan yang baik.
3. Pengelolaan usaha yang professional.
Setelah usaha mulai berjalan, kelolalah usaha secara baik dan professional.
4. Strategi usaha yang jitu.
Memiliki suatu strategi jitu dan berbeda den- gan pesaing untuk mencapai target.
5. Inovasi tiada henti.
Dengan inovasi dapat memberikan kelebihan baru yang tidak dimiliki usaha lainnya. 6. Kontrol usaha secara cermat.
Pengawasan dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
7. Evaluasi usaha terus menerus.
Evaluasi dilakukan setiap saat agar dapat mengkoreksi jalannya usaha.
Setiap faktor-faktor di atas harus di perhatikan secara seksama dan diterapkan dalam setiap pen- gelolaan usaha sehingga pencapaian target yang diterapkan benar-benar dapat tercapai bahkan me- lebihi target.
Perkembangan Strategi Bisnis
Identiikasi perkembangan strategi bisnis da- pat diikuti melalui empat tahap berikut :
1. Perencanaan Keuangan.
Perlunya pengendalian atas bisnis yang se- makin meningkat, perencanaan anggaran,
digabungkan dengan penerapan analisis cash low untuk proposal investasi, guna membuat kerangka kerja yang benar-benar.
2. Perencanaan Perusahaan.
Pada tingkat perusahaan, perencanaan ter- dorong oleh ramalan tentang permintaan jang- ka menengah, rencana pasar sasaran, proyeksi penjualan dan investasi, dan peluang-peluang yang diidentiikasi untuk pengembangan pasar, produk dan perusahaan.
3. Analisis industri dan posisi persaingan. Analisis penentu daya tarik industri yang ber- hubungan dengan strategi perusahaan diran- cang untuk menempatkan kembali portofolio bisnis perusahaan melalui diversiikasi, dives- tasi dan relokasi arus dan perusahaan.
4. Mengeksploitasi keunggulan strategi khusus perusahaan.
Strategi yang didasarkan pada analisis indus- tri dan posisi pasar mendorong perusahaan menerapkan posisi yang sama. Pada akhirnya mendorong perusahaan mencari bersaing yang unik yang didasarkan atas pemanfaatan sum- ber daya dan kemampuan khusus perusahaan. Setiap tahapan yang ada berbeda-beda tetapi tahapan-tahapan ini memiliki satu kesatuan yang tak bias dipisahkan begitu saja, sehingga strategi bisnis yang telah direncanakan dapat dijalankan dengan baik.
Analisis SWOT
Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek atau konsep bisnis yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar) yaitu Strengths, Weakness, Oppor- tunities, dan Threats. Metode ini paling sering di- gunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk men- cari strategi yang akan dilakukan. Analisis SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai pemecah masalah.
Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu: 1. Strengths (kekuatan)
Merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupa- kan faktor yang terdapat dalam tubuh organ-
isasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. 2. Weaknesses (kelemahan)
Merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kelemahan yang dianalisis merupa- kan faktor yang terdapat dalam tubuh organ- isasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. 3. Opportunities (peluang)
Merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang ter- jadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. Misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.
4. Threats (ancaman)
Merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organ- isasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. Melalui analisis SWOT, perusahaan dapat melihat evaluasi keseluruhan terhadap kekuatan
(strengths), kelemahan (weaknesses), peluang
(opportunities), dan hambatan atau gangguan
(threats). Tujuan mengadakan analisis SWOT pada
perusahaan adalah untuk menentukan aktivitas pe- rusahaan berdasarkan kekuatan yang dimiliki, un- tuk mengekploitasi peluang dan kesempatan yang ada, dengan mengurangi atau menghilangkan an- caman dan gangguan yang membahayakan posisi perusahaan di pasar, dalam rangka mempertinggi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan dan memperoleh laba.
Analisis SWOT didahului dengan identiikasi posisi perusahaan melalui evaluasi nilai faktor in- ternal (kekuatan dan kelemahan), dan faktor ek- sternal (peluang dan ancaman). Identiikasi posisi perusahaan sangat penting dalam membuat kepu- tusan untuk memilih alternatif strategi yang paling tepat sesuai kondisi internal dan eksternal perusa- haan saat ini.
Analisis Matriks IFE (Internal Factor Evaluation)
Analisis internal merupakan evaluasi terhadap kekuatan dan kelemahan lingkungan yang dihada- pi. Setiap unit bisnis harus mengevaluasi kekua- tan dan kelemahannya secara periodik. Unit bis- nis tidak perlu memperbaiki setiap kelemahannya
maupun merasa bangga dengan setiap kekuatan- nya. Pertanyaan yang penting adalah apakah unit bisnis itu harus membatasi diri pada peluang di- mana unit bisnis tersebut memiliki kekuatan ynag dibutuhkan, atau harus mempertimbangkan untuk meraih peluang yang lebih baik walaupun unit bisnis tersebut harus mendapatkan atau mengem- bangkan kekuatan tertentu.
Dalam bukunya, Kotler (2000), menjabarkan faktor-faktor yang biasanya di perhatikan dalam analisis internal:
1. Kebudayaan perusahaan 2. Image perusahaan 3. Struktur organisasi 4. Staf
5. Akses terhadap sumber daya alam 6. Posisi dalam “Kurva Pengalaman” 7. Eisiensi operasional
8. Kapasitas operasional 9. Kesadaran terhadap brand 10. Marketshare
11. Sumber daya inansial 12. Kontrak eksklusif
13. Paten dan rahasia perusahaan
Disisi lain ada juga pendapat yang dsampaikan oleh Fatima (2009) dimana indikator-indikator faktor internal adalah sebagai berikut:
1. Manajer berpengalaman 2. Persepsi publik terhadap produk 3. Citarasa dan aroma khas 4. Kualitas produk baik
5. Tata letak pabrik yang strategis
6. Profesionalisme karyawan masih rendah 7. Harga produk tidak kompetitif
8. Promosi produk kurang 9. Kemasan berlogo ganda
10. Jaringan pemasaran masih terbatas 11. Pangsa pasar belum optimal Analisis Matriks EFE (External Factor Evaluation)
Analisis eksternal merupakan evaluasi terha- dap peluang dan ancaman dalam lingkungannya. Peluang dideinisikan sebagai kesempatan untuk mengenalkan produk atau jasa bagi perusahaan.
Peluang dapat muncul ketika terjadi perubahan pada lingkungan eksternal. Perubahan yang terja- di dapat pula menimbulkan ancaman bagi produk dan mungkin juga diperlukan perubahan spesii- kasi produk agar produk yang ada dapat bersaing di pasaran.
Umumnya, suatu unit bisnis harus memantau kekuatan lingkungan makro (demograi-ekonomi, teknologi, politik-hukum, dan sosial-budaya) dan pelaku lingkungan mikro utama (pelanggan, pesa- ing, saluran distribusi, pemasok) yang mempen- garuhi kemampuannya memperoleh laba. Unit bisnis harus memiliki sistem intelijen pemasaran untuk mengikuti kecenderungan atau perkemban- gan, manajemen perlu mengindetiikasi peluang dan ancaman yang ditimbulkannya. Dalam buku- nya, Kotler (2000) menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi pada lingkungan eksternal antara lain memiliki keterkaitan dengan hal-hal berikut : 1. Konsumen 2. Pesaing 3. Tren pasar 4. Supplier 5. Rekanan 6. Perubahan social 7. Teknologi baru
8. Lingkungan ekonomi lingkungan politik dan regulasi
Perubahan – perubahan bisa terjadi secara ti- ba-tiba dan tidak terduga. Oleh karena itu manajer diharapkan cepat tanggap dalam menghadapi pe- rubahan-perubahan ini. Fatima (2009) indikator- indikator faktor eksternal (peluang dan ancaman) adalah sebagai berikut :
1. Preferensi dan pendapatan konsumen 2. Kebijakan pemerintah
3. Perubahan teknologi yang mendukung 4. Pertumbuhan ekonomi baik
5. Jumlah penduduk semakin meningkat 6. Budaya masyarakat seetempat 7. Persaingan
8. Hambatan perdagangan
9. Kenaikan harga BBM dan tarif listrik 10. Nilai tukar yang berubah-rubah 11. Nilai produksi meningkat
Penelitian Sebelumnya
Penelitian ini mengacu pada penelitian sebe- lumnya yang dilakukan oleh Fatima (2009) yang berjudul Strategi Pemasaran Kopi Bubuk Flores NusaTenggara Trading Co. Ltd. (NTC) Di Ruteng Kabupaten Manggarai. Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dilakukan pada NV. Nusatenggara Trading Co (Indonesia) Ruteng, Dari penelitian ini diketahui bahwa (1) Kekuatan internal NV Nu- satenggara Trading Co (Indonesia) Ruteng dimana NTC memiliki manajer berpengalaman. persepsi publik terhadap produk baik, citarasa dan aroma kas, kualitas produk baik, tata letak pabrik strat- egis, dan saluran distribusi lancar. Kelemahannya adalah profesionalisme karyawan masih rendah, harga produk tidak kompetitif, promosi produk kurang, kemasan berlogo ganda, jaringan pemasa- ran terbatas, dan pangsa pasar domestik belum optimal. Sedangkan peluang eksternalnya adalah prefensi dan pendapatan konsumen, kebijakan pemerintah, perubahan teknologi, pertumbuhan ekonomi baik, jumlah penduduk bertambah, dan budaya masyarakat setempat. Ancamannya ada- lah persaingan, hambatan perdagangan, kenai- kan BBM dan tariff listrik, nilai tukar berubah- ubah, biaya produksi meningkat, dan dampak negatif kopi terhadap kesehatan; (2) Posisi NV. NTC Ruteng lebih kuat dibandingkan dengan CV. Agape Ruteng sebagai pesaing utamanya; (3) Alternatif strategi yang memiliki ketertarikan relative tertinggi yang direkomendasikan adalah strategi intensif urutan pertama, integrasi kedua dan terakhir adalah diversiikasi.
Penelitian yang dilakukan Budi Rahayu Tana- ma Putri (2007) dengan judul penelitian Analisis Strategi Pemasaran DOC Pedaging Pada PT. X Unit Bali. Penelitian dilakukan pada salah satu pe- rusahaan yang bergerak dibidang pemasaran DOC
(day old chicks). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa PT X Unit Bali berada pada sel IV, yang masuk ke dalam kelompok pertama yaitu strategi tumbuh dan bina. Formulasi yang disarankan ada- lah: 1) melakukan riset pasar, 2) melakukan pro- mosi penjualan, dan 3) melakukan analisis kem- bali terhadap sistem dalam pola kemitraan yang telah diterapkan agar mampu menyerap lebih ban- yak DOC.
Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara ter- hadap suatu masalah yang dihadapi dimana ke- benarannya harus dibuktikan sehingga dapat di- terima atau ditolak, terlebih dahulu dirumuskan hipotesis yang akan diuji kebenarannya sehubun- gan dengan masalah yang dihadapi.
Sebagai jawaban sementara tersebut, maka da- pat dibuat sebagai berikut:
Ho : Diduga bahwa strategi pemasaran yang dit- erapkan oleh Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis adalah strategi agresif.
Hi : Diduga bahwa strategi pemasaran yang dit- erapkan oleh Rumah Makan Ayam penyet Pak Ulis adalah bukan strategi agresif.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis di Jalan Mahoni No.9, Kutablang di kota Lhokseumawe dan yang men- jadi objeknya adalah karyawan Rumah Makan tersebut untuk menilai strategi IFE sedangkan konsumen untuk menilai strategi EFE.
Populasi ialah keseluruhan dari unit-unit ana- lisa yang ciri-ciri akan diduga (Supranto, 2003). Menurut Kuncoro (2003) menyatakan bahwa “Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap, dimana kita tertarik untuk mempelajarinya atau menjadi objek penelitian”. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kar- yawan Rumah Makan Ayam Penyet Pak Ulis se- banyak 36 orang untuk menilai faktor internal dan konsumen untuk menilai faktor eksternal tidak da- pat diketahui dengan pasti jumlahnya.