• Tidak ada hasil yang ditemukan

G. Ruang Lingkup Penelitian

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Kemampuan Guru PAUD 1. Hakikat Kemampuan

Istilah kemampuan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam (Majid, 2007:5) diartikan sebagai “kecakapan”. Pengetian kemampuan menurut Majid (2007:5) adalah:

Seperangkat tindakan intelegen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu dalam melaksanakan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu. Sifat

intelegen harus ditunjukan sebagai kemahiran, ketetapan, dan

keberhasilan bertindak. Sifat tanggung jawab harus ditunjukan sebagai kebenaran tindakan baik dipandang dari sudut ilmu pengetahuan, teknologi, maupun etika.

Adapun pengertian kompetensi menurut Johnson dalam (Sanjaya, 2006:17) bahwa “kemampuan merupakan perilaku rasional guna mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan”. Berdasarkan uraian tersebut, kemampuan ditunjukan oleh penampilan atau unjuk kerja yang dapat dipertanggungjawabkan dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Musfah (2011:29) berpendapat bahwa “kemampuan merupakan kecakapan seseorang yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat

diwujudkan dalam hasil kerja nyata yang bermanfaat bagi diri dan lingkungan”. Ketiga aspek kemampuan ini saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Sedangkan pendapat lain, menurut Sopiatin (2010:57) bahwa:

Kemampuan merupakan kecakapan yang digunakan sebagai standar kinerja seseorang yang diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap kinerja organisasi. Kompetensi adalah penjelasan mengenai tugas-tugas pekerjaan yang dilakukan oleh individu dan penjelasan mengenai perilaku individu yang berhubungan dengan bagaimana individu mengerjakan pekerjaannya.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dalam (Kurniasih dan Sani, 2015:18) menyatakan bahwa “kompetensi atau kemampuan adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugasnya”. Pengertian lain tentang kemampuan guru, dalam Surat Keputusan Mendiknas nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi dalam (Kurniasih dan Sani, 2015:18) mengemukakan “kompetensi atau kemampuan adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas- tugas di bidang pekerjaan tertentu”.

Berdasarkan definisi kompetensi di atas, pengertian kemampuan yang dimaksud adalah kecakapan yang dimiliki seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajiban di bidang pekerjaan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu lembaga dan diwujudkan dalam hasil kerja nyata yang dapat dipertanggungjawabkan.

2. Kemampuan Guru PAUD

Guru atau tenaga kependidikan memegang peran penting dalam pembelajaran. Hamalik (2012:9) berpendapat bahwa “guru atau tenaga kependidikan merupakan suatu komponen yang penting dalam penyelenggaraan pendidikan, yang bertugas menyelenggarakan, mengelola, dan/atau memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan”. Sedangkan menurut Djamarah (2010:1) bahwa “guru PAUD adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru adalah unsur manusiawi dalam pendidikan yang menepati posisi dan memegang peranan penting dalam pendidikan”.

Guru PAUD adalah seseorang yang kompeten di bidang pendidikan anak usia dini sesuai tugas keprofesionalannya yang bertugas merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, dan menilai hasil pembelajaran, serta melakukan pembimbingan, pengasuhan dan perlindungan bagi anak didik. Pendidik anak usia dini bertugas di berbagai jenis layanan baik pada jalur pendidikan formal maupun non formal, seperti: TK, RA, KB, TB dan bentuk pendidikan anak usia dini lainnya. Menurut Daryanto dan Tasrial (2015:1) bahwa “tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, dan pendidikan menengah”.

Menjadi pendidik PAUD memiliki kualifikasi atau syarat tertentu yang dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 tahun 2014 Bab VII Pasal 25 tentang Kualifikasi Akademik Guru PAUD dan Kompetensi Guru PAUD bahwa:

Syarat untuk menjadi guru pada PAUD/TK/RA harus memiliki Ijazah Diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1) dalam bidang pendidikan anak usia dini atau psikologi yang diperoleh dari program studi yang terakreditasi dan memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG). Standar kompetensi guru PAUD ini dikembangkan secara utuh mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru.

Berdasarkan syarat di atas, pendidik atau guru PAUD harus menempuh jenjeng pendidikan minimum Diploma empat (D-IV) atau Sarjana (S1) di bidang pendidikan anak usia dini atau psikologi yang terakreditasi serta memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk menjadi guru atau pendidik di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) baik formal maupun non-formal dan memiliki keterampilan dalam mendidik anak usia dini serta memiliki keterampilan dalam meranang pembelajaran sebelum melaksanakan proses pembelajaran di lembaga PAUD. Guru diharuskan memiliki empat kompetensi dasar yang perlu dikuasai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru PAUD, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.

Kemampuan guru dalam pembelajaran merupakan faktor pertama yang dapat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Mulyasa (2013:6) berpendapat bahwa:

Kemampuan guru merupakan keperpaduan antara kecakapan personal, keilmuan, teknologi, sosial, dan spiritual yang secara kafah membentuk kompetensi standar profesi guru, yang mencakup penguasaan materi, pemahaman terhadap peserta didik, pengembangan pribadi, dan profesionalitas.

Merujuk pada pengertian kemampuan guru di atas, kemampuan guru merupakan keterpaduan antara pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman guru dalam melaksanakan tugas-tugas dalam proses pembelajaran dengan penuh tanggung jawab dengan memahami wawasan dan landasan teoritis serta praktek sesuai dengan perkembangan teknologi dan keilmuan yang dimilikinya sehingga dapat menjadi panutan bagi anak didik dan lingkungan sekitarnya.

Seseorang disebut mampu dalam bidangnya jika pengetahuan, keterampilan, sikap, dan hasil kerjanya sesuai standar yang telah ditetapkan dan diakui oleh lembaga. Standar kemampuan adalah suatu ukuran yang ditentukan atau dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan berperilaku layaknya seorang guru untuk menduduki jabatan fungsional sesuai bidang tugas, kualifikasi, dan jenjang penididikan. Menurut Majid (2007:6) tentang tujuan standar kemampuan guru, yaitu “untuk memperoleh acuan baku dalam pengukuran kinerja guru untuk mendapatkan jaminan kualitas guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran”. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 bahwa “guru sebagai agen pembelajaran harus mempu mengelola pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial”.

Seorang tenaga pendidik atau guru PAUD harus melaksanakan kewajibannya dalam pembelajaran melalui keempat kompetensi tersebut. Kemampuan pedagogik, seorang guru PAUD tidak hanya memahami wawasan dan landasan teoritis tetapi juga harus memahami prakteknya, memahami anak didiknya, membuat perencanaan pembelajaran, dan melaksanakan pembelajaran dengan suasana belajar yang menyenangkan melalui kegiatan pembelajaran melalui bermain, memberikan lingkungan belajar yang nyaman, memilih media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak, dan melakukan evalusi terhadap hasil belajar anak. Kompetensi kepribadian maksudnya seorang guru PAUD harus menjadi panutan, teladan, dan dapat menjadi contoh yang baik bagi peserta didik. Selanjutnya kompetensi profesional, seorang guru PAUD harus memahami materi pembelajaran dan dapat menciptakan suatu pemebelajaran secara kreatif, inovatif, dan menyenangkan melalui kegiatan bermain untuk mengembangkan aspek pengembangan anak. Kemudian kompetensi sosial adalah kemampuan guru PAUD dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik kepada anak, sesama pendidik, dan lingkungannya.

Standar kemampuan guru yang dikembangkan olehthe Child Development

Associate(CDA) dalam (Yufiarti dan Chandrawati 2010: 3.29), terdiri dari

enam kemampuan dasar:

a. Menciptakan dan mempertahankan lingkungan belajar yang aman dan sehat,

b. Meningkatkan kompetensi intelektual dan fisik,

c. Mendukung perkembangan emosi dan sosial serta memberikan bimbingan yang positif,

e. Meyakinkan bahwa program mempunyai tujuan dan berjalan dengan baik dan disesuaikan dengan kebutuhan stakeholder

(penguna),

f. Mempertahankan komitmen pada profesionalisme.

Pendapat lain tentang standar kompetensi guru PAUD oleh Eyson dalam (Yufiarti dan Chandrawati, 2010:3.31) bahwa terdapat 15 kompetensi atau kemampuan dasar yang harus dimiliki guru/pendidik PAUD sebagai berikut:

a. Memahami perkembangan anak dan menggunakannya dalam proses pembelajaran.

b. Mengenal anak melalui pengamatan dan dokumen pertumbuhan dan perkembangan, termasuk perbedaan individu dan penyimpangan dari perkembangan yang normal.

c. Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk berkomunikasi antar anak dan teman sebaya.

d. Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk berkomunikasi dan berhubungan baik dengan guru, anak, orang tua, dan keluarga. e. Menciptakan ligkungan belajar yang memenuhi kebutuhan anak

untuk bermain.

f. Menciptakan permainan yang edukatif dengan memanfaatkan sumber-sumber lokal.

g. Menghargai kemampuan anak sebagai individu.

h. Meningkatkan perkembangan dan belajar anak yang mempunyai kemampuan kurang.

i. Mengetahui tentang prinsip-prinsip penggunaan dan keseimbangan gizi.

j. Mengetahui tantang pertolongan pertama pada anak-anak yang terluka.

k. Menciptakan kegiatan belajar (bermain) yang atraktif pada anak- anak.

l. Menilai perkembangan anak dan belajar.

m. Mempu berkomunikasi dengan baik kepada anak. n. Memberikan contoh perilaku yang baik kepada anak.

o. Mempu mengajar materi yang penting seperti sains dan matematika.

Berdasarkan uraian di atas, standar kemampuan guru PAUD sangat mempengaruhi kinerja guru PAUD memberikan pembelajaran bagi anak. Guru PAUD dituntut untuk mempu memahami materi dan selalu mengembangkan pengetahuan yang dimiliki, memahami karakteristik dan

kebutuhan anak, menciptakan pembelajaran melalui bermain dengan permainan edukatif, mampu berkomunikasi dengan baik, dan mampu menjadi panutan bagi anak.

B. Bermain bagi Anak Usia Dini

Dokumen terkait