SERIKAT PEKERJA DI INDONESIA DAN POLANDIA
2. TOPIK BAHASAN
5. Disiplin
6. Keluhan 7. Senioritas 8. Upah
9. Kesehatan dan keselamatan kerja 10. Tunjangan 11. Hak-‐Hak atasan 2. TOPIK BAHASAN Negara Polandia
Nama Polandia berasal dari kata Slavia, yang berarti “lapangan”. Nama ini tepat, karena Polandia mencakup bagian dari dataran luas yang membentang di sebagian besar wilayah Eropa tengah timur. Polandia terletak di antara Jerman di barat, Republik Ceko dan Slovakia di selatan, dan Rusia, Lithuania, Belarus, dan Ukraina di timur. Lokasi Polandia yang seperti ini ditambah kurangnya hambatan alam sangat mempengaruhi sejarah negara ini. Di sebagian besar sejarahnya, Polandia berjuang untuk menjadi independen dari tetangga-‐tetangganya yang kuat.
Polandia pernah menjadi salah satu kerajaan terbesar di Eropa. Namun, pada abad-‐abad selanjutnya, Polandia sering ditaklukkan dan diduduki oleh negara-‐ negara lain. Antara akhir tahun 1700 dan awal 1900,
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 111
Polandia menghilang dari peta Eropa. Wilayahnya telah dipartisi dibagi antara negara-‐negara tetangganya. Selama periode ini, patriotisme menyatukan rakyat Polandia bersama-‐sama. Polandia kembali meraih kemerdekaannya pada tahun 1918, di akhir Perang Dunia I. Tapi negara ini diserbu oleh tentara Jerman pada tahun 1939, saat pecah Perang Dunia II. Sebagian besar Polandia hancur selama pertempuran.
Setelah perang berakhir pada tahun 1945, Polandia harus membangun kembali negara mereka dari reruntuhan. Pemerintahan komunis didirikan di Polandia setelah Perang Dunia II, di bawah arahan Uni Soviet, yang didukung oleh pasukan Soviet. Komunis memegang semua kendali kekuasaan sampai tahun 1989, ketika Polandia pertama kali mengadakan pemilihan umum yang bebas dan terbuka. Mereka membentuk pemerintahan yang mereka pilih sendiri.
Sejarah Serikat Pekerja Polandia
Pada hakikatnya kemunculan gerakan anti komunis di Polandia diakibatkan oleh sistem yang diterapkan oleh pemerintah komunis yang berkuasa di Polandia pada masa itu. Latar belakang budaya serta kehidupan rakyat Polandia tidak sama dengan kehidupan rakyat Rusia atau negara komunis lain, yang mana kehidupan rakyat Polandia merupakan kehidupan yang berbentuk demokratis dan bebas. Oleh karena itu
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 112
budaya serta kehidupan rakyat yang dahulunya hidup di dalam kemerdekaan tentunya membentuk jiwa yang demokratis pula, maka dengan sendirinya segala bentuk sistem kehidupan Polandia yang berubah menetapkan posisi kedalam posisi yang terjepit. Hal ini dialami oleh rakyat Polandia sejak intervensi Negara Uni Soviet ke Polandia pada tahun 1945 yang memaksa rakyat untuk masuk kedalam suatu bentuk dan sistem kehidupan yang sangat lain dari kehidupan sebelumnya dan ini yang menyebabkan ketakutan rakyat Polandia terhadap kekejaman militer Uni Soviet pada masa itu.
Perlawanan dan pergolakan serta usaha yang dilakukan untuk mencoba menyingkirkan sistem otoriter yang dilaksanakan di Polandia berasal dari kaum sastrawan dan seniman. Sastrawan dan seniman mengkritik sistem otoriter yang sangat mendominasi segala aspek kehidupan rakyat Polandia, namun usaha memperjuangkan aspirasinya harus dibayar dengan darah dan bahkan dengan nyawa. Pergolakan politik yang terjadi tahun 1956, disusul pada tahun 1970 merupakan sebagian rangkaian usaha yang akhirnya selalu berakhir dengan kegagalan. Kegagalan tersebut diakibatkan oleh kuatnya cengkraman Negara Uni Soviet di Polandia serta kegagalan kegiatan yang mengarah kepada pertentangan terhadap ideologi komunis.
Pergantian kepemimpinan di Polandia sering terjadi, hal ini disebabkan karena pemimpin yang berkuasa saat masa itu dianggap lemah dan memiliki toleransi terhadap kelompok-‐kelompok yang berusaha
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 113
menyalurkan aspirasinya melalui berbagai aksi. Pada tahun 1970, pemimpin Polandia Wladyslaw Gomulka terpaksa turun dari kursi tertinggi partai komunis Polandia karena dinilai lemah dalam memberikan tekanan terhadap penentang sistem komunis, dan dinilai ragu-‐ragu serta bahkan mau berkompromi dengan kelompok penentang, dengan kata lain kelompok Solidaritas.
Pemogokan dan kekacauan yang terjadi pada tahun 1970, diawali dengan keputusan pemerintah untuk menaikkan harga pangan, sandang dan bahan bakar sehingga membuat rakyat gelisah dan menentang keputusan pemerintah tersebut. Kekacauan politik tersebut kemudian menyebabkan turunya Wladyslaw Gomulka sebagai pemimpin dan pemerintahan kemudian menggantikannya dengan Edward Gierek. Perlu untuk diketahui bahwa lahirnya Solidaritas, Serikat Buruh Bebas adalah sebuah bentukan oleh para buruh serta pekerja. Lahirnya Solidaritas dan Serikat Buruh Bebas merupakan kelompok yang berhasil menjatuhkan kepemimpinan Wladyslaw Gomulka.
Jatuhnya kepemimpinan penguasa Polandia masa itu karena dinilai tidak mampu untuk mengatasi situasi yang dilakukan oleh para pekerja yang tergabung dalam Serikat Buruh Bebas. Seluruh pekerja pelabuhan ketika masa itu melakukan pemogokan dan melakukan tuntutan di depan pelabuhan yang tidak dapat dibendung lagi oleh pemerintah. Dalam aksi inilah seorang tokoh rakyat Polandia bernama Lech Walesa
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 114
tampil sebagai pembicara yang menyampaikan aspirasinya di depan semua pekerja, buruh hingga petani yang telah berkumpul ditempat tersebut. Sebelum Lech Walesa datang telah ada seorang pekerja kapal Erzy Borowzack yang terlebih dahulu melakukan orasi. Orasi tersebut sekaligus bertujuan untuk menunjuk sebuah Komite Pemogokan serta orang yang dapat dipercaya sebagai pemimpinnya, yang akhirnya menetapkan Lech Walesa lah yang menjadi ketua komite mogok tersebut.
Setelah hari pemogokan itu, Lech Walesa di tunjuk dan resmi menjadi ketua komite mogok. Lewat komite mogok yang telah terbentuk ini Solidaritas melakukan perjuangan lewat aksi-‐aksi mogok dan berjuang menentang pemerintah komunis di Polandia. Kaum buruh merupakan penggerak dari sekian banyak aksi-‐aksi yang terjadi di Polandia. Dari aksi yang dilakukan inilah terjadi pembaharuan-‐pembaharuan di Polandia. Semua kebijakan yang di buat pemerintah sebagian berhubungan langsung dengan para buruh. Terutama kebijakan ekonomi, perlu di ketahui bahwa suatu pabrik tidak bisa beroperasi tanpa buruh dan hal ini tidak disadari oleh para pemerintah di Polandia.
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 115
Lahirnya Serikat Pekerja Polandia
Para buruh membentuk suatu Komite Pemogokan yang berasal dari 24 perusahaan berbeda di Gdansk maupun di kota-‐kota besar lainnya seperti Gdynia. Komite inilah yang nantinya merupakan badan tunggal kaum buruh yang mewakili untuk perundingan dengan wakil pemerintah dalam hal menyelesaikan permasalahan. Komite ini juga yang merupakan pencetus lahirnya kaum Solidaritas. Dari awalnya hanya 24 buah perusahaan yang berasal dari tiap-‐tiap perusahaan, selang beberapa waktu kemudian jumlah perusahaan terus bertambah hingga seratusan lebih jumlahnya dan secara bersama-‐sama menyepakati membentuk serikat yang di sebut dengan “Komite Gabungan Pemogokan Antar Perusahaan” (KGPAP) dan mereka menyepakati Lech Walesa untuk mewakili mereka dalam perundingan dengan pemerintah komunis Polandia.
Pada tanggal 31 Agustus 1980 ditandatanganilah kesepakatan yang memperlihatkan kemenangan berada di pihak kaum Solidaritas dan momentum tersebut dijadikan sebagai hari lahirnya Kaum Solidaritas. Peristiwa ini dikalangan rakyat Polandia disebut dengan Perjanjian Gdansk. Perjanjian Gdansk adalah sebuah perjanjian yang berisikan 21 tuntutan pokok kaum buruh atas pemerintah.
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 116 Setelah ditetapkannya tanggal 31 Agustus 1980 sebagai hari lahirnya kaum Solidaritas, maka tidak lama setelah itu utusan-‐utusan yang mewakili hampir seperempat kaum buruh Polandia secara resmi pula mengesah kan anggaran dasar baru bagi gerakan Serikat Buruh Nasional dan ini untuk pertama kalinya di negara-‐ negara blok timur serikat buruh tidak diawasi lansung oleh Partai Komunis. Serikat Buruh yang baru memiliki dan mempunyai hak otonomi dengan sebutan “Solia Solidarnosc” yang mempunyai arti “setia kawan” sesuai dengan dasar perjuangan.
Utusan-‐utusan komite buruh di Polandia tersebut berkumpul untuk bersama-‐sama mengesahkan Piagam Serikat Buruh Bebas dan selanjudnya membahas rencana pengelolaan gerakan baru. Setelah itu sekitar 30 sampai 40 utusan yang berangkat ke Warsawa pada tanggal 25 September 1980 Lech Walesa mengadakan kunjungan ke pengadilan Warsawa untuk mendaftarkan organisasi tersebut sebagai suatu Serikat Buruh yang otonomi.
Sejarah Serikat Pekerja Indonesia
Perjalanan sejarah serikat pekerja/serikat buruh di Indonesia telah dimulai sejak akhir abad ke-‐18. Beberapa peristiwa penting dalam sejarah termasuk perjuangan dalam membebaskan nusantara dari tangan kolonial diprakarsai, dikordinir dan digerakan oleh serikat pekerja/serikatb uruh. Hingga saat ini catatan
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 117 sejarah perjalanan serikat pekerja/serikat buruh di Indonesia masih berlanjut. Berikut catatan singkat perjalanan serikat pekerja/serikat buruh di Indonesia dari tahun ke tahun sebagai berikut :
Tahun 1878
Muncul serikat buruh guru Bahasa Belanda yang dipengaruhi oleh pergerakan sosial demokrat di Belanda.Pada masa itu serikat buruh tampil sebagai organisasi golongan yang hanya menampung kulit putih.
Tahun 1879 : Lahir Nederland Indische Onderwys
Genootschap (NIOG), Serikat Pekerja Guru Belanda.
Tahun 1905 : Lahir Serikat Pekerja Pos (Pos Bond). Tahun 1906 : Lahir Serikat Pekerja Perkebunan (Cultuur
Bond) dan Serikat Pekerja Gula (Zuiker Bond).
Tahun 1907 : Lahir Serikat Pegawai Pemerintah.
Tahun 1908 : Lahir Vereniging Spoor-‐Traam Personeel
(VSTP)
Tahun 1909
Pada 26 September di kalangan Tionghoa di Jakarta dibentuk Tiong Hoa Sim Gie dipimpin oleh Lie Yan Hoei. Empat bulan kemudian kelompok ini merubah nama menjadi Tiong Hoa Keng Kie Hwee yang kemudian menjadi inti dari Federasi Kaoem Boeroeh Tionghoa.
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 118
Tahun 1911 : Lahir Perkumpulan Bumi Putra Pabean
(PBPP).
Tahun 1912
Lahir Sarekat Dagang Islam (SDI) yang bergerak di bidang perekonomian dan perdagangan, Serikat Islam sebagai serikat buruh kaum pribumi dan Persatuan Guru Bantu (PGB).
Tahun 1913 : Lahir Serikat Pekerja Kereta Api (Spoor
Bond).
Tahun 1914 : Lahir Persatuan Pegawai Pegadaian
Bumiputra (PPPB).
Tahun 1915 : Lahir Serikat Pekerja Perusahaan Swasta
(Partikulir) / (SPPP).
Tahun 1916 : Lahir Serikat Pekerja Opium Regie Bond
(ORB).
Tahun 1917 : Lahir Serikat Pekerja Pabrik Gula. Tahun 1918
Pada bulan Agustus lahir PFB (Personeel Fabriek Bond) yang beranggotakan buruh tetap, Perkumpulan Tani dan koperasi yang kemudian lazim disebut sebagai Sarekat Tani dengan anggota kuli kenceng atau pemilik tanah yang disewa pabrik, serta Perserikatan Kaum Buruh Umum (PKBO) yang beranggotakan buruh musiman. Ketiga perhimpunan itu diketuai Suryopranoto yang juga menyebut dirinya sebagai komandan Tentara Buruh Adidarmo.
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 119
Tahun 1919 : Lahir Persatuan Pergerakan Kaum Buruh
(PPKB) dipimpin oleh Semaoen.
Tahun 1920
Pemogokan buruh terjadi pada 72 pabrik gula di seluruh Jawa. Dari jumlah itu 28 pemogokan terjadi pada masa sebelum dan sesudah giling yang meliputi 4.700 pekerja; sedangkan pemogokan yang lain terjadi dalam masa giling (dari bulan Mei sampai Oktober) dengan pemogokan terdiri dari 20.716 orang. Pemogokan yang terjadi di luar musim giling biasanya terpaksa dilakukan sebagai reaksi tindakan pengusaha yang dianggap tidak adil dan sewenang-‐wenang. Dari jumlah 4.700 pemogok sebagian besar terdiri dari tukang yang berperan penting dalam menjalankan proses produksi di pabrik gula. Pemogokan dalam musim giling biasanya dilakukan atas inisiatif buruh karena motif-‐motif ekonomis. Gerakan telah dipersiapkan sehingga meskipun pemogok yang terdiri dari buruh tetap hanya mencapai 1.997 orang tetapi mereka mampu memimpin sejumlah besar buruh musiman (7.584 orang) dan buruh tidak tetap sekitar pabrik (11.135 orang).
Tahun 1920
Para pekerja anggota Personeel Fabrik Bond (PFB) mogok kerja, menuntut majikan supaya mau mengakui keberadaan Serikat Pekerja mereka.
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 120
Tahun 1921
Harga gula, komoditas andalan Belanda di tanah jajahannya jatuh di pasaran dunia.Pemodal Belanda yang mengalami kerugian cukup besar terpaksa harus menekan ongkos produksi secara besar-‐besaran, diantaranya adalah dengan memangkas upah buruh.Buruknya kondisi kerja waktu itu memicu pergolakan aksi buruh. Pemerintah mengaktifkan kantor Pengawasan Perburuhan yang berada dibawah Departemen Kehakiman. Ia punya bagian yang secara terpusat mengawasi pergerakan serikat buruh dan mengamati kebutuhan dikeluarkannya peraturan hukum baru menyangkut perburuhan.
Tahun 1922
Para pekerja pelabuhan Surabaya melancarkan aksi mogok kerja, menuntut perbaikan nasib. PPKB dan Revolutionaire Vakcentrale berhasil membangun aliansi yang bernama PVH (Persatuan Vakbond Hindia).
Tahun 1923
Pegawai Kereta Api mogok kerja.Tuntutan mereka kala itu kurang berhasil.Pemerintah kolonial melarang adanya aksi mogok kerja, yang dilakukan kaum pekerja dan segera dikeluarkan Undang-‐Undang tentang larangan mogok kerja (artikel 161 bis Buku Hukum Pidana) tanggal 10 Mei 1923. Serikat Pekerja Kereta Api dan Trem-‐Vereniging van Spoor en Trem Personeel
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 121 (VSTP) menjadi anggota Gabungan Serikat Pekerja International yaitu International Federation of Trade Union (IFTU) yang bermarkas besar di Moskow Rusia. Revolutionaire Vakcentrale membangun hubungan dengan Profintern (Red International Labour Union) dan menjadi anggotanya.
Tahun 1924
Pada bulan Juni Serikat Pekerja Indonesia bersama-‐sama Serikat Pekerja Filipina, India, Jepang dan Tiongkok di undang untuk menghadiri Konferensi Serikat Pekerja Angkutan Laut di Kanton. Dengan demikian keberadaan dan kehidupan Serikat Pekerja di samping Iebih erat menjalin hubungan kerja sama dengan Serikat-‐Serikat Pekerja Internasional, juga lebih memperkuat posisi.
Tahun 1926
PVH (Persatuan Vakbond Hindia) berakhir akibat dari kegagalan aksi politik PKI yang disusul penangkapan besar-‐besaran terhadap aktivis RV.
Tahun 1930
Serikat Kaum Buruh Indonesia (SKBI) dibubarkan oleh pemerintah kolonial, dicurigai turut aktif dalam kegiatan perjuangan kebangsaan.
Tahun 1932
Lahir dua organisasi Serikat Pekerja, yaitu Persatuan Vakbonden Pegawai Negeri (PVPN) dan Persatuan
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 122 Serikat Pekerja Indonesia (PSPI), yang didirikan oleh dr. Soetomo.
Tahun 1937
Direktur Intemasional Labour Organization (ILO), Harold B. Butle berkunjung ke Indonesia pada bulan Oktober untuk memperoleh informasi tentang perkembangan kehidupan perburuhan di Indonesia yang akan dijadikan bahan laporan dalam Konfrensi ILO.
Tahun 1938
Lahir gerakan politik yang bekerja sama dengan gerakan serikat pekerja untuk bersama-‐sama melindungi dan membebaskan hak-‐hak dan kepentingan pekerja, memberantas pengangguran, mengantisipasi tantangan industrialisasi yang menggusur lapangan usaha kerajinan rakyat.
Tahun 1940
Pemerintah kolonial mengeluarkan Ordonansi Regeling Arberdsverhouding (ORA), suatu peraturan yang mengatur tentang jaminan dan perlindungan kaum pekerja di perusahaan-‐perusahan swasta (partikelir).
Tahun 1945
Pada 15 September lahir sebuah organisasi masa buruh yang bernama BBI (Barisan Buruh Indonesia). BBI mengutamakan barisan buruh untuk memudahkan mobilisasi oleh serikat sekerja dan Partai Buruh.Dalam kongresnya pada bulan September 1945 yang dihadiri
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 123 oleh kaum buruh dan tani, tercetuslah Partai Buruh Indonesia.BBI juga sepakat untuk menuntaskan revolusi nasional.Untuk mempertahankan tanah air dari serangan musuh, BBI membentuk Laskar Buruh bersenjata di pabrik-‐pabrik.Untuk kaum perempuan dibentuk Barisan Buruh Wanita (BBW).
Tahun 1946
BBI dilebur menjadi GASBI (Gabungan Serikat Buruh Indonesia).Serikat buruh yang tidak sepakat dengan struktur GASBI keluar dan membentuk GASBV (Gabungan Serikat Buruh Vertikal). Tetapi pada bulan November, tahun yang sama, atas usaha Alimin dan Harjono, GASBI dan GASBV berhasil dilebur menjadi SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia).
Tahun 1948
SOBSI sempat mengalami perpecahan akibat perbedaan sikap dalam menanggapi perjanjian Renville.Tetapi tidak
lama kemudian SOBSI berhasil kembali
mengkonsolidasikan pecahan-‐pecahannya.Bahkan
dalam pernyataan politiknya tahun 1948, SOBSI
kemudian menegaskan menolak perjanjian
Renville.SOBSI kemudian menyatakan keluar dari HISSBI (Himpunan Serikat-‐serikat buruh Indonesia) karena perbedaan garis politik.
Tahun 1957
Soekarno mengeluarkan dua konsepsi mengenai kabinet karya dan dewan nasional.Kabinet karya ini adalah
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 124 kabinet eksekutif yang menampung orang-‐orang di parlemen dan partai politik.Buruh sebagai golongan fungsional mendapatkan tempat di Dewan Perancang Nasional. Anggota Dewan ini 77 orang, dan dari 77 itu ada lima wakil angkatan buruh/pegawai yaitu dari SOBSI, SOBRI,RKS dan dua orang dari KBKI. Sementara di Dewan Pertimbangan Agung, duduk dua orang wakil dari buruh yaitu dari SOBSI dan KBKI.
Tahun 1973
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) didirikan sebagai satu-‐satunya serikat buruh yang diakui pemerintah.
Tahun 1990
Pada bulan November serikat buruh independen pertama dibentuk dengan nama Serikat Buruh Merdeka Setia Kawan (SBM-‐SK) di bawah kepemimpinan HJC. Princen.Karena adanya konflik internal dan tekanan pemerintah, serikat ini berhenti beraktivitas.
Tahun 1992
Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) didirikan pada 25 April oleh sekelompok aktivis pro-‐demokrasi yang mengadakan “pertemuan buruh nasional” di Cipayung, Jawa Barat.Hadir sekitar 100 buruh dari 18 propinsi.SBSI mendapat dukungan dari Abdurrahman Wahid (NU), Sabam Sirait (PDI) dan Asmara Nababan. Mochtar Pakpahan, seorang lawyer buruh dari Medan menjadi Sekjen SBSI.
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 125
Tahun 1993
Pada 14 Juni, 7 buruh pabrik udang, PT. Tambaksari Jalmorejo di Medan di-‐PHK karena menjadi anggota SBSI.Kongres SBSI yang sedianya diselenggarakan pada 29 Juli tidak mendapat ijin pemerintah.
Tahun 1994
Konfederasi Serikat Pekerja Bebas Internasional mengajukan pengaduan resmi terhadap Indonesia ke Organisasi Buruh Internasional, ILO.Mereka menuduh pemerintah menolak hak pekerja untuk membentuk serikat pekerja atas pilihan mereka sendiri, mengganggu organisasi pekerja independen, dan melakukan tindakan yang bertentangan dengan standar ILO mengenai kebebasan berserikat dan hak untuk tawar-‐menawar kolektif.
Serikat buruh independen ketiga, Pusat Perjuangan Buruh Indonesia (PPBI), lahir pada bulan Oktober. Permohonan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) untuk didaftar sebagai serikat pekerja kembali ditolak pada bulan November.Departemen Tenaga Kerja juga menghalangi niat SBSI untuk mendaftar pada Departemen Dalam Negeri sebagai organisasi sosial di
bawah Undang-‐undang Keormasan.Pemerintah
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 126
Tahun 1995
Struktur Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), dengan 13 federasi serikat pekerja sektoralnya berubah
dari kesatuan (sentralisasi) menjadi federasi
(desentralisasi) dengan nama Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI). Ke-‐13 sektor industrinya didaftar sebagai serikat pekerja nasional yang terpisah; SPSI merupakan satu-‐satunya federasi serikat pekerja yang diakui oleh Departemen Tenaga Kerja. Menteri Tenaga Kerja menyatakan bahwa serikat pekerja yang dibentuk harus berafiliasi dengan SPSI, dan bahwa pemerintah tidak akan mengakui setiap serikat pekerja di luar federasi.
Tahun 1996
PPBI membantu mengorganisasi demo buruh pada bulan Juli di Surabaya. Dengan partisipasi sekira 15.000 buruh dari 10 pabrik, demo ini barangkali merupakan demonstrasi terbesar di masa Orde Baru.
Tahun 1998
Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) diakui oleh pemerintah. Ketuanya, Mochtar Pakpahan, dibebaskan pada bulan Mei setelah beberapa tahun mendekam di penjara.
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 127 Undang-‐Undang No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh disahkan di Jakarta pada 4 Agustus oleh Presiden Abdurrahman Wahid.
Tahun 2003
Kongres Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang merupakan gabungan dari 12 organisasi serikat pekerja melaksanakan kongres pendirian pada bulan Januari di Jakarta.
Tahun 2004
Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) yang bertujuan untuk memperjuangkan aspirasi Buruh Migran Indonesia di tingkat nasioanal maupun internasional dideklarasikan di Semarang pada tanggal 10 Juli.Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sumatera Utara mendapat kehormatan menjadi tuan rumah kongres World Federation of Clerical Workers (WFCW) pada 1-‐4 November. WFCW beranggotakan 70 negara Asia, Afrika, Eropa dan Amerika, merupakan federasi dari World Confederation of Labour (WCL), organisasi buruh dunia yang terkuat.
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 128 5. KESIMPULAN
Serikat pekerja muncul atas dari ketidakadilan sang pemilik usaha maupun sistem yang ditetapkan oleh pemerintah karena dianggap melanggar hak-‐hak sebagai
pekerja. Serikat pekerja yaitu organisasi yang dibentuk
dari, oleh ,dan untuk pekerja atau buruh baik di perusahaan maupun diluar perusahan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja atau buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja atau buruh dan keluargannya. Bukan hanya memperjuangkan serta melindungi hak para pekerja saja, serikat pekerja juga berfungsi sebagai jembatan antara perusahaan dan pekerja, serta tugas serikat pekerja juga menjaga hubungan yang baik antara serikat pekerja dengan perusahaan atau antara pekerja dengan perusahaan. Maka dari itu, dengan adanya serikat pekerja, dapat membantu pekerja untuk mendapatkan haknya sehingga kesejahteraan pekerja dan keluarganya pun terjamin. Bukan hanya pekerja saja yang mendapatkan kesejahteraan, dan kelangsungan perusahaanpun dapat diperoleh dengan adanya semangat kerja, dan produktivitas tinggi dari pekerja.
Serikat Pekerja Di Indonesia Dan Polandia 129
6. DAFTAR PUSTAKA
Husni, Lalu. 2003. Pengantar Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. Jakarta: Rajawali Press.
Prints. Darwan. 2002. Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. Bandung: PT Citra Aditya Bakti
Sastrohadiwiryo. Siswanto 2003. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. Pendekatan
Administrasi Dan Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.
Simamora, Henry. 1999. Manajemen sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Bagian
Penerbitan STIE YKPN
Simanjuntak, Payaman. 2003. Manajemen Hubungan Industrial. Jakarta: Pustaka Sinar
Harapan.
Undang-‐Undang Nomor. 21 Tahun 2000 Undang-‐Undang Nomor. 13 Tahun 2003
http://www.hubunganindustri.com/2016/10/28/sejarah -‐perkembangan-‐serikat-‐buruh-‐di-‐indonesia/
Be´la Greskovits. 2015. Ten years of enlargement and the forces of labour in Central and Eastern Europe. Vol.