BAB IV HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN
4.2 Analisis Data
4.2.5 Tujuan Alih Kode
A. Tujuan Alih Kode Internal
a. Tujuan untuk Menjelaskan Sesuatu
Dalam alih kode internal, penutur biasanya menggunakan bahasa daerah sebagai peralihannya. Dalam data percakapan alih kode internal di bawah ini, peneliti menemukan penutur beralih kode dengan menggunakan faktor untuk menjelaskan sesuatu.
18. JJ Riza : “Mereka bergerak dalam model masyarakat yang ada kelas-kelasnya. Karena dulu zaman kolonial itu yang paling tinggi itu European, kemudian yang kedua Primdeosterlingen, ketiga Inlander”.
Sentilun : “Kite?” (Kita)
JJ Riza : “Iya kite, kalau Primdeosterlingen itu Cina, India. Jepang masuk European, kalau kita ini pribumi”.
(Kita) Sentilan : “Betawi?”
JJ Riza : “Betawi ini misalnya, kita masuk kolam renang, masuk stadion sepak bola, ada tulisan “Verboden voor horden en inlander”.
Anya : “Wah”.
Sentilun : “Berarti ada kelas ada diskriminasi”.
JJ Riza : “Iya, jadi ada pengkelasan, ada diskriminasi dan itu memang dibuat gitu. Jadi dianggap kelompok tersendiri, terpisah, makanya merasa jadi orang lain”. (DATA AK/RSS/03/280117)
Konteks: Peristiwa tutur terjadi dalam acara dialog interaktif
Republik Sentilan Sentilun Metro TV tanggal 28 Januari 2017 dengan tema keberagaman adalah kita. JJ Riza
menjelaskan mengenai model masyatakat zaman kolonial yang memiliki kelas-kelas atau bisa dibilang adanya diskriminasi masyarakat.
Data di atas menunjukan peristiwa tutur yang sedang terjadi dalam acara dialog interaktif Republik Sentilan Sentilun Metro TV. Dalam percakapan tersebut terdapat 4 tokoh yang terlibat dalam percakapan tersebut. Tokoh tersebut yaitu JJ Riza, Sentilan, Sentilun, dan Anya. Pada percakapan di atas suasana yang ditunjukan adalah suasana tuturan formal ke informal. Alih kode yang ditunjukan pada data di atas dapat dilihat pada tuturan Sentilun yang beralih kode menggunakan kata “kite” bahasa Betawi, yang dalam bahasa Indonesia berarti “kita”. Penggunaan bahasa Betawi dalam tuturan tokoh Sentilun kemudian di jawab oleh JJ Riza dengan menggunakan bahasa Betawi. Tuturan dari JJ Riza bermaksud menjelaskan suatu topik pembicaraan yang sedang dibahas. Peralihan kode yang terjadi dalam percakapan diatas dapat terjadi karena penutur menggunakan bahasa daerah untuk menjelaskan sesuatu. Hal ini sejalan dengan pendapat Suwito (1985: 69), yang mengatakan alih kode yang terjadi antar bahasa-bahasa dalam satu bahasa nasional, antara dialek-dialek dalam satu bahasa daerah, atau antara beberapa ragam dan gaya yang terdapat dalam satu dialek.
b. Tujuan untuk Memberitahukan Sesuatu
Dalam penelitian ini, peneliti menemukan faktor penyebab alih kode internal yaitu tujuan untuk memberitahukan sesuatu. Faktor tersebut muncul karena penutur bermaksud menjelaskan suatu topik pembicaraan kepada
mitra tuturnya. Di bawah ini, peneliti menemukan data yang menunjukkan faktor tujuan untuk memberihukan sesuatu.
19. Gareng :“Seandainya bisa mengubah perjalanan waktu, akan aku tunda kelahiranmu sampai kelahiranmu nanti. Aku malah
isin dewe”.
(Aku jadi malu sendiri) Marwoto : “La! Lala!”
Lala : “Iya pak, jangan marah-marah”. Marwoto : “Stand in here”. (AK/RSS/06/040217)
Konteks: Peristiwa tutur terjadi dalam acara dialog interaktif
Republik Sentilan Sentilun Metro TV tanggal4 Februari 2017 dengan tema Indonesia damai. Gareng sedang merayu Lala, kemudian Marwoto datang dan memarahi Lala.
Peristiwa tutur yang terjadi pada data di atas terjadi dalam suasana formal ke informal. Pada percakapan di atas, terdapat 3 tokoh yang terlibat dalam percakapan tersebut. Tokoh tersebut adalah Gareng, Lala, dan Marwoto. Pada tuturan Gareng, tokoh tersebut menggunakan alih kode dalam bahasa Jawa. Tuturan “aku malah isin dewe” yang dalam bahasa Indonesia berarti “aku jadi malu sendiri”, menunjukkan bahwa penutur ingin memberitahukan apa yang dirasakan penutur. Beralihnya bahasa yang digunakan oleh Gareng karena penutur bermaksud memberitahukan sesuatu kepada mitra tuturnya. Penggunaan bahasa daerah dalam tuturan tokoh tersebut yang menjadikan percakapan di atas masuk dalam jenis alih kode internal dengan faktor penyebab ingin memberitahukan sesuatu. Hal ini sejalan dengan pendapat I Dewa Putu Wijaya (2013), yang mengatakan bahwa alih kode berkaitan dengan siapa kita berbicara, tujuannya apa, dan unutk apa kita berbicara.
c. Perubahan Topik Pembicaraan
Faktor perubahan topik pembicaraan dalam alih kode internal juga ditemukan peneliti pada penelitian ini. Tokoh dalam acara dialog interaktif
melakukan perubahan topik pembicaraan dengan maksud untuk merubah suasana formal ke informal. Di bawah ini merupakan contoh data yang memiliki faktor perubahan topik pembicaraan.
20. Marwoto : “Inilah salah satu perjuangan yang kita pertahankan, right or wrong my country”.
Sentilun : “Kata siapa itu?”
Marwoto : “John F. Kennedy menyatakan bahwa becik ketitik ala
ketara”.
(Yang baik akan kelihatan dan yang buruk akan tampak)
(AK/RSS/01/040217)
Konteks: Peristiwa tutur terjadi dalam acara dialog interaktif
Republik Sentilan Sentilun Metro TV tanggal 4 Februari 2017 dengan tema Indonesia damai. Marwoto mengatakan untuk selalu berjuang dalam membela negara dalam keadaan benar maupun salah, kemudian Sentilun menanyakan siapa yang mengatakan pernyataan itu. Marwoto menjawab dengan suasana humor, dan mengatakan pernyataan lain dalam bahasa Jawa.
Data dalam percakapan di atas yaitu alih kode internal dengan faktor penyebab perubahan topik pembicaraan. Dalam tuturan kedua tokoh Marwowo, ia menggunakan bahasa Indonesia kemudian di akhir tuturannya beralih menggunakan bahasa Jawa. Hal ini dapat dilihat dari tuturan “becik
ketitik ala ketara” yang dalam bahasa Indonesia “Yang baik akan kelihatan
dan yang buruk akan tampak”. Dari suasana yang terlihat dalam percakapan di atas, hal ini sejalan dengan pendapat yang diutarakan Chaer (2010), yang mengatakan alih kode sebagai gejala peralihan pemakaian bahasa karena perubahan situasi atau suasana pembicaraan.
d. Kebiasaan Penutur
Pada contoh peristiwa tutur yang memiliki faktor kebiasaan penutur sebagai penyebab terjadinya alih kode internal berikut misalnya, peralihan yang terjadi dalam percakapan di bawah ini dilakukan karena kebiasaan penutur. Dalam percakapan ini, terdapat 3 tokoh yang melakukan percakapan. Tokoh tersebut adalah Asty, Marwoto, dan Gareng, suasana tuturan formal ke informal. Data ini merupakan alih kode internal karena penutur beralih menggunakan bahasa Jawa yang masih dalam satu lingkup bahasa nasional. Berikut data percakapan yang ditemukan peneliti dalam acara dialog interaktif Republik Sentilan Sentilun.
21. Asty : “Pak Marwoto, Mas Gareng?” (Kakak laki-laki)
Marwoto : “Opo sayang?” (Apa sayang) Asty : “Mas Gareng?”
(Kakak laki-laki) Gareng : “Dalem Bu”.
(Saya)
(AK/RSS/09/040217)
Konteks: Peristiwa tutur terjadi dalam acara dialog interaktif
Republik Sentilan Sentilun Metro TV tanggal 4 Februari 2017 dengan tema Indonesia damai. Asty memanggil Marwoto dan Gareng dengan suasana formal, dan di tanggapi dengan suasana tuturan informal.
Data dalam percakapan di atas yaitu alih kode yang dilakukan oleh penutur dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa. Hal ini dapat dilihat dari tuturan tokoh Asty “Pak Marwoto, Mas Gareng”, pada tuturan tersebut
awalnya penutur menggunakan bahasa Indonesia dan beralih menggunakan bahasa Jawa. Kemudian mitra tutur menjawab menggunakan bahasa Jawa “Opo sayang” dan “Dalem Bu”. Jawaban mitra tutur yang menggunakan bahasa Jawa dapat terjadi karena kebiasaan penutur yang sering menggunakan bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Suwito (1985: 69), yang mengatakan alih kode yang terjadi antar bahasa-bahasa dalam satu bahasa nasional, antara dialek-dialek dalam satu bahasa daerah, atau antara beberapa ragam dan gaya yang terdapat dalam satu dialek.
B. Tujuan Alih Kode Eksternal
Alih kode eksternal menurut Suwito (1985: 69), yang mengatakan bahwa alih kode yang terjadi antara bahasa asli dengan bahasa asing. Pada penelitian ini, munculnya alih kode eksternal dalam acara dialog interaktif Republik Sentilan
Sentilun disebabkan oleh beberapa faktor penyebab. Faktor-faktor tersebut
diantaranya sebagai berikut.
a. Tujuan untuk Menjelaskan Sesuatu
Pada penelitian ini, peneliti menemukan faktor tujuan untuk menjelaskan sesuatu yang menyebabkan terjadinya alih kode eksternal. Percakapan yang sesuai dengan faktor ini dilakukan oleh 2 tokoh, yaitu Jarwo dan Mucle. Suasanan dalam percakapan tersebut adalah suasana formal ke informal.
22. Jarwo : “Tadi Pak Budi Waseso sudah menjelaskan ke kita semua bagaimana peredaran narkoba, akibatnya, resikonya, dan bahayanya”.
Mucle : “That’s right itu kanan, that’s right”. (Betul)
Jarwo : “That’s right sama dengan betul itu!” Mucle : “Kirain itu kanan”. (AK/RSS/01/140117)
Konteks: Peristiwa tutur terjadi dalam acara dialog interaktif
Republik Sentilan Sentilun Metro TV tanggal 14 Januari 2017. Jarwo menekankan kembali apa yang telah disampaikan oleh Budi Waseso tentang peredaran narkoba, akibatnya, resikonya, dan bahayanya. Kemudian Mucle menanggapi dengan bercanda dan membangun suasana informal.
Data di atas merupakan peristiwa tutur yang ada di acara dialog Interaktif Republik Sentilan Sentilun Metro TV. Peralihan kode yang terjadi dalam percakapan di atas dilakukan oleh 2 tokoh, yaitu Jarwo dan Mucle. Pada awalnya tuturan tokoh Jarwo menggunakan bahasa Indonesia dan bermaksud untuk menjelaskan kepada Mucle sebagai mitra tuturnya. kemudian Mucle sebagai mitra tutur menjawab dengan menggunakan bahasa Inggris. Hal ini dapat dilihat dari tuturan “That’s right itu kanan,
that’s right”, yang artinya “betul”. Namun pada percakapan di atas, Mucle
sebagai mitra tutur berbeda dalam mengartikan tuturan tokoh Jarwo. Penggunaan bahas Inggris tersebut bermaksud untuk menjelaskan bahwa mitra tutur membenarkan tuturan tokoh Jarwo. Hal ini sejalan dengan teori dari Suwito (1985: 69), yang mengatakan alih kode yang terjadi antara bahasa asli dengan bahasa asing.
b. Tujuan untuk Memberitahukan Sesuatu
Pada faktor penyebab alih kode eksternal, peneliti menemukan faktor tujuan untuk memberitahukan sesuatu. Dalam contoh data di bawah ini, peneliti menemukan 4 tokoh dalam percakapan tersebut. Tokoh tersebut adalah Chacha, Philips, Jarwo, dan Mucle. Percakapan tersebut terjadi dalam suasana formal ke informal. Berikut contoh percakapan yang memiliki faktor tujuan untuk memberitahukan sesuatu.
23. Chacha : “Saya harus ketemu masyarakat?” Philips : “Ya harus, jangan lewat survai saja”.
Chacha : “Itu daddy, I need to meet the people tahu”. (Ayah, saya perlu bertemu orang-orang) Jarwo : “Nice to meet you”.
(Senang bertemu denganmu) Mucle : “ Artinya?”
Jarwo : “Tumit kamu manis”. (AK/RSS/01/180217)
Konteks: Peristiwa tutur terjadi dalam acara dialog interaktif
Republik Sentilan Sentilun Metro TV tanggal 18 Februari 2017 dengan tema demam lembaga survai. Pemilihan kepala daerah, Chacha menanyakan kepada Philips apakah dia harus bertemu langsung dengan masyarakat saat mencalonkan diri sebagai pemimpin daerah.
Data di atas merupakan contoh peristiwa tutur yang mengandung faktor penyebab tujuan untuk memberitahukan sesuatu. Pada data di atas, tokoh chacha beralih kode yang ada awalnya menggunakan bahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris. Hal tersebut dapat dilihat dalam tuturan “Itu daddy,
I need to meet the people tahu”. Kemudian Jarwo sebagai mitra tuturnya
ikut mejawab dengan menggunakan bahasa Inggris “Nice to meet you”. Maksud dari tuturan tokoh Chacha dalam percakapan di atas adalah untuk
memberitahukan keingannya kepada mitra tuturnya. Beralihnya tuturan Jarwo pada data di atas karena Jarwo mengikuti tuturandari tokoh Chacha. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh I Dewa Putu Wijaya (2013), yang mengatakan bahwa alih kode berkaitan dengan siapa kita berbicara, tujuannya apa, dan untuk apa.
c. Perubahan Topik Pembicaraan
Faktor perubahan topik pembicaraan dalam alih kode eksternal juga ditemukan peneliti pada penelitian ini. Pada data di bawah ini, terdapat 2 tokoh yang melakukan percakapan, yaitu Marwoto dan Sentilun. Tokoh dalam acara dialog interaktif melakukan perubahan topik pembicaraan dengan maksud untuk merubah suasana formal ke informal. Di bawah ini merupakan contoh data yang memiliki faktor perubahan topik pembicaraan.
24. Marwoto : “Inilah salah satu perjuangan yang kita pertahankan,
right or wrong my country”.
(Benar atau salah adalah negara saya) Sentilun : “Kata siapa itu”?
Marwoto : “John F. Kennedy menyatakan bahwa becik ketitik ala ketara”. (AK/RSS/01/040217)
Konteks: Peristiwa tutur terjadi dalam acara dialog interaktif
Republik Sentilan Sentilun Metro TV tanggal 4 Februari 2017 dengan tema Indonesia damai. Marwoto mengatakan untuk selalu berjuang dalam membela negara dalam keadaan benar maupun salah, kemudian Sentilun menanyakan siapa yang mengatakan pernyataan itu. Marwoto menjawab dengan suasana humor, dan mengatakan pernyataan lain dalam bahasa Jawa.
Data dalam percakapan di atas yaitu alih kode eksternal dengan faktor penyebab perubahan topik pembicaraan. Dalam tuturan tokoh Marwoto, ia menggunakan bahasa Indonesia kemudian di akhir tuturannya beralih menggunakan bahasa Inggris. Hal ini dapat dilihat dari tuturan “Inilah salah
satu perjuangan yang kita pertahankan, right or wrong my country” yang dalam bahasa Indonesia “benar atau salah adalah negara saya”. Maksud dari tuturan tokoh tersebut adalah untuk memberitahu mitra tuturnya tentang suatu topik pembicaraan. Dari suasana formal ke informal yang terlihat dalam percakapan di atas, hal ini sejalan dengan pendapat yang diutarakan Chaer (2010), yang mengatakan alih kode sebagai gejala peralihan pemakaian bahasa karena perubahan situasi atau suasana pembicaraan.