a. Umtuk mengetahui bagaimana Kesiapan BPJPH dalam Pelaksanaan UU No 33 Tahun 2014 Tentang JPH.
b. Untuk mengetahui tugas-tugas antara BPJPH, LPH dan komisis fatwa MUI.
2. Manfaat penelitian
Sedangkan manfaat dari penelitian ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu : a. Manfaat secara Teoritis, yakni memperkaya khazanah keilmuan
khususnya di lingkungan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
b. Manfaat secara Praktisi, yakni memberikan informasi kepada masyarakat tentang Kesiapan BPJPH dalam pelaksanaan uu no 33 tahun 2014 tentang JPH
c. Manfaat pragmatis :
1. Diharapkan dapat bermanfaat atau dapat di gunakan sebagai informasi bagi masyarakat terkait masalah Kesiapan BPJPH dalam pelaksanaan uu no 33 tahun 2014 tentang JPH.
2. Memberikan bahan masukan bagi akademis dalam menyelesaikan tentang Kesiapan BPJPH dalam pelaksanaan uu no 33 tahun 2014 tentang JPH.
E. Review Studi Terdahulu
Pertama, yaitu, Kewenangan LPPOM MUI Dalam Penentuan Sertifikasi Halal Pasca Berlakunya UU No 33 Tahun 2014:
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarata (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarata ) Oleh M. Ade Septiawan Putra Tahun 2013/2014
Dalam penelitian tersebut terdapat permasalahan mengenai kewenangan LPPOM MUI pasca Undang-Undang No 33 Tahun 2014.
Hasil dari penelitian tersebut menunjukan Undang-Undang No 33 Tahun 2014 JPH maka peluang untuk turut serta berpartisipasi dalam penanganan sertifikasi halal terbuka bagi ormas Islam yang berbadan hukum dengan ini akan terwujud perlindungan konsumen mulim di Indonesia terkait dengan kehalalan sebuah produk.
Kedua yaitu, Kriteria Sertifikasi Makanan Halal Dalam Prespektif Ibnu Hazm Dan MUI: Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarata (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarata )Oleh: Hasyim Asy’ari. Tahun 2011
Permasalahan dalam penelitian ini bagaimana pandangan dan metode istinbaht hukum Ibnu Hazm tentang sertifikasi makanan halal dan bagaimana metode istinbaht hukum MUI tentang sertifikasi makanan halal . Lalu hasil penelitian menunjukan bahwa pandangan dan metode istnbath hukum ibnu Hazm tentang sertifikasi makanan halal yaitu ada empat sumber hukum berdasarkan Al-Qur’an khabar dari rosulullah, ijma , dan dalil . dan hasil dari penelitian pandangan dan metode istinbaht hukum MUI tentang sertifikasi makanan halal yaitu setiap keputusan fatwa harus mempunyai dasar dan kitabullah dan sunnag rasul yang mu’tabbarah, serta tidak bertentangan dengan kemaslahatan umat. Jika tidak terdapat dalam kitabullah dan sunnah rasul sebagaimana ditentukan pada pasal 2 ayat 1, keputusan fatwa hendaklah todak bertentangan dengan ijma, Qiyas, yang mu’tabar dan dalil-dalil hukum yang lain, seperti masalah, mursalah dan sadd az-Zari’ah.
Ketiga yaitu Pengaruh Label Halal Dan Tingkat Harga Terhadap Keputusan Menggunakan Prodak Kosmetik (Studi Kasus: Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarata (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarata ) Oleh: Titi Ernawati Tahun 2015
Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana pangaruh label halal terhadap keputusan menggunakan produk kosmetik dan bagaimana pangaruh harga terhadap keputusan menggunakan produk kosmetik dan hasil dari penelitian tersebut yaitu dari 100 % responden 75% responden telah memakai yang telah berlabel halal sebanyak 15%
responden tidak memakai produk kosmetik yang berlabel halal dan sisanya 10% responden tidak memakai kosmetik yang berlabel halal sangat tinggi karena menjadi pililhan utama dalam ibadah dan berpenampilan. Dan nilai F perhitungan sebesar 7,841 dengan tingkar signifikansi 0,000. Karena tingkat signifikasi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05) dan nilai F tabel sebesar 3,04, sehingga F hitung > F tabel (7,481>3,04), maka H0 do tolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa variable label halal dan tingkat harga secara simultan mempengaruhi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta untuk mengambil keputusan menggunakan produk kosmetik.
Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya, dalam penelitian yang penulis bahas dengan judul Kepastian Hukum Dalam Sertifikasi Produk Halal Menurut Hukum Islam Dan UU No 33 Tahun 2014.
Penelitian ini membahas mengenai bagaimana kesiapan BPJPH dalam sertifikasi produk halal yang dengan lahirnya UU No 33 tahun 2014 tersebut maka semua produk harus mempunyai sertifikasi halal, di antaranya produk pangan, obat-obatan, kosmetik, barang gunaan (bahan
kimia, sabun, detergen,dll) dan akan menjadi sebuah kewajiban (mandatory) bukan bersifat sukarela (sukarela) . dalam penelitian ini penulis juga akan menelusuri secara langsung dengan bertanya kepada BPJPH bagaimana kesiapan BPJPH dalam sertifikasi produk halal . G. Metode Penelitian
1. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini berdasarkan kepada penelitian hukum yang dilakukan dengan memakai pendekatan normatif empiris, yang mana metode penelitian hukum normatif empiris ini pada dasarnya merupakan penggabungan antara pendekatan hukum normatif dengan adanya penambahan berbagai unsur empiris. Metode penelitian normatif-empiris mengenai implementasi ketentuan hukum normatif dalam aksinya pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam suatu masyarakat.
2. Jenis Penelitian
Dalam jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Kualitatif adalah nilai dari perubahan-perubahan yang tidak dapat dinyatakan dalam angka, melainkan memberikan uraian-uraian sesuai dengan kenyataan dan keadaan yang sebenarnya yang terjadi pada objek penelitian.
Menurut Lexy J. Moleong proses analisis data kualitatif dimulai dengan menelah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambare foto dan sebagainya.
Setelah ditelaah, langkah selanjutnya adalah reduksi data, penyusunan satuan, kategorisasi dan terakhir adalah penafsiran data. Mengenai penelitian deskriptif, metode ini bertujuan untuk menggambar sifat
sesuatu yang tengah berlangsung pada saat riset dilakukan dan memeriksa sebab dari suatu gejala tertentu.9
Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menguraikan tentang sifat-sifat dari suatu keadaan dan sekedar memaparkan uraian (data dan informasi) yang berdasarkan pada fakta yang diperoleh dari lapangan.
3. Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1) Data primer, yaitu data yang dikumpulkan melalui penelitian lapangan dengan metode wawancara kepada pihak yang berkompetensi, dalam hal ini BPJPH menjadi kewenangan dalam mendapatkan informasi dalam penelitian ini.
2) Data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan melalui metode studi kepustakaan atas buku-buku, dokumen-dokumen serta literature lain yang menunjang objek yang sedang diteliti.
Jenis data yang digunakan pada penelitian ini antara lain:
a. Penelitian pustaka (library research) dengan melakukan telaah mendalam atas buku, karya ilmiah, artikel, dan dokumen lainnya yang sesuai dengan objek yang diteliti.
b. Penelitian lapangan (field research) yaitu pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara menyeluruh terhadap hal-hal yang sesuai dengan objek yang diteliti.
4. Teknik Pengolahan Data
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dengan cara :
a. Observasi adalah proses penelitian, mengamati, dan menganalisis terhadap objek yang diteliti.10 Jadi penulis secara langsung datang ke lokasi penelitian untuk memperoleh data dan informasi
3 Husen Umar, Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, (Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 2004) (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004), 22.