BAB II FUNGSI TUTURAN LANGSUNG DALAM NOVEL
2.2 Tuturan Langsung yang Berfungsi Instrumental
Berdasarkanfungsi tuturannya, tuturan langsung pada novel I Feel Bad about My Neck yang berfungsi instrumental dapat dikelompokkan menjadi tuturan langsung yang berfungsi instrumental ‘menyuruh’ dan tuturan langsung yang berfungsi instrumental ‘melarang’.
2.2.1 Tuturan Langsung yang Berfungsi Instrumental ‘Menyuruh’
Tuturan langsung pada novel I Feel Bad about My Neck yang berfungsi instrumental ‘menyuruh’ terdapat pada data (27) sampai dengan (35) berikut ini:
27) a. Jane pernah tidur dengan sejumlah jurnalis, editor, dan novelis sukses. b. Yang paling terkenal dari semua pria itu, pada malam terakhir mereka bersama, memberi Jane sebuah buku hasil karyanya, teronggok di sebuah kotak yang diletakkan tepat di samping pintu depan rumahnya. c. Menurut Jane, ucapan pria itu ketika ia melangkah keluar adalah: “Ambil satu buku itu saat kau keluar.” (Ephron 2007 : 37)
28) a. Seringkali, kalimat-kalimat yang tidak ingin kita utarakan (karena orang tua kita mengatakan semua itu pada kita saat kita kecil) keluar dari bibir kita, kalimat-kalimat seperti: “Apa kau tahu berapa harganya itu?” b. Karena mama bilang tidak. c. Itu sebabnya. d. Mama bilang sekarang. e. “Hentikan itu sekarang juga.” f. “Masuk ke kamarmu.” (Ephron 2007 : 96)
29) a. Aku pergi ke apartemen orang tuaku. b. Saat itu jam empat pagi. c. Aku duduk sebentar dengan ayahku, kemudian kami memutuskan untuk tidur sejenak sebelum hari baru tiba. d. Ayahku merogoh saku jubah mandinya dan mengeluarkan sebotol pil tidur. e. “Dokter memberiku obat ini kalau-kalau aku sulit tidur,” ujarnya. f. “Buang semuanya ke dalam toilet.” (Ephron 2007 : 175)
30) a. Lee tinggal di East Forties, satu lantai di bawah tanah, dan aku dengan jelas bisa mengingat rumahnya dengan tikar jerami di dinding yang mungkin berasal dari Azuma, dan rumahnya adalah tempat yang paling menakjubkan yang pernah aku lihat. b. Rumahnya sederhana, enak dipandang mata, dan nyaman, tapi tidak ada benda-benda mahal, tidak ada masalah seni yang bisa dijadikan bahan pembicaraan di sana, dan sama sekali tidak berwarna. c. Semua bagian rumahnya berwarna beige (warna antara abu-abu dan cokelat). d. Lee pernah berkata, “Berhati-hatilah dengan warna.” (Ephron 2007 : 46-47)
31) a. Parenting menggunakan bahasa yang benar-benar berbeda dari sekedar menjadi orang tua, bahasa yang tidak akan pernah kita tuliskan dengan huruf-huruf kapital berukuran besar guna memastikan bahwa kata-kata itu sudah diutarakan sesuai emosi atau dalam keadaan marah. b. Kurang lebih akan seperti ini jadinya: “Mama yakin kamu tidak bermaksud memecahkan vas antik mama, sayang.” c. Sebaiknya kita bahas hal ini. d. Mama tahu betapa frustasi dan marahnya kamu saat ini. e.“Cobalah kamu masuk ke kamarmu untuk menenangkan diri di sana, dan kembalilah jika perasaanmu sudah lebih baik.” f. Kalau kamu mau, mama akan telepon mamanya Jesica untuk menanyakan apa alasannya. g. Kalau kamu sudah menyelesaikan pekerjaan rumahmu, kita bisa bicara mengenai tiara itu. (Ephron 2007 : 101-102)
32) a. Anyway, aku bilang kepada redaktur itu bahwa ia salah, sangat salah, ini bukan masa kita, ini masa mereka. b. Namun ia bergeming. c. Ia berkata kepadaku, “Kalau begitu, aku punya ide lain. Cobalah kau menulis tentang Malu Karena Usia.” d. Pun seandainya aku pernah mengalaminya, pastilah itu sudah lama berlalu. e. Bisa sampai di usiaku yang sekarang saja sudah membuatku bahagia. (Ephron 2007 : 219)
33) a. “Kami punya masalah berat, rabi.” ujar pasangan tersebut. b. “Kami punya lima orang anak dan kami semua tinggal di rumah dengan hanya satu ruangan, dan ini membuat kami semua gila.” c. Sang rabi berkata, “Masukkan seekor domba ke rumah kalian.” d. Maka mereka pun memasukkan seekor domba ke rumah mereka. e. Seminggu kemudian mereka kembali menemui sang rabi dan berkata bahwa keadaan malah bertambah, ditambah lagi ada seekor domba. f. “Masukkan seekor sapi,” ujar sang rabi. g. Seminggu kemudian mereka kembali mengeluh, karena keadaan sekarang benar-benar bertambah buruk karena ada seekor sapi. h. “Masukkan seekor kuda,” ujar sang rabi. i. Seminggu kemudian mereka kembali menemui sang rabi dan mengatakan bahwa mereka tidak pernah merasakan kondisi yang lebih buruk daripada saat ini. j.“Kalian siap menerima solusinya,” ujar sang rabi. k. “Keluarkan semua binatang itu dari rumah kalian.” (Ephron 2007 : 106-107)
34) a. Sekarang tahun 1963. b. Aku menulis parodi tentang New York Post pada saat terjadi aksi mogok panjang surat kabar. c. Para redaktur Post kesal dengan parodiku, namun penerbit Post justru terpikat. d. “Jika mereka bisa memarodikan Post, maka mereka juga bisa menulis untuk Post,” ujarnya. e. “Pekerjakan mereka.”
f. Ketika aksi mogok berakhir, aku diberi waktu satu minggu untuk uji coba di Post. (Ephron 2007 : 172-173)
35) a. Ketika ibuku dirawat di rumah sakit, dalam keadaan sakit parah ia berujar padaku, “Kau seorang reporter, Nora. Perhatikan sekelilingmu.” b. Apa yang dikatakannya menurutku tidaklah sama dengan “Semuanya palsu.” (Ephron 2007 : 174)
Data (27) terdiri dari tiga kalimat, yaitu kalimat (27a), (27b), dan (27c). Data (27) mengandung satu tuturan langsung yang berfungsi instrumental ‘menyuruh’, yaitu (27c). Tuturan langsung yang berfungsi instrumental ‘menyuruh’ dipakai untuk mengekspresikan sesuatu keinginan dan menciptakan kondisi (keadaan) tertentu, yaitu menyuruh untuk mengambil satu buku, seperti Menurut Jane, ucapan pria itu ketika ia melangkah keluar adalah: “Ambil satu buku itu saat kau keluar.” Tuturan tersebut diujarkan oleh seorang pria kepada Jane yang ditandai oleh verba perintah ambil.
Data (28) terdiri dari enam kalimat, yaitu kalimat (28a) sampai dengan (28f). Data (28) mengandung dua tuturan langsung, yaitu kalimat (28e) dan (28f). Tuturan langsung (28e) dan (28f) merupakan tuturan langsung yang berfungsi instrumental ’menyuruh’. Tuturan langsung yang berfungsi instrumental ‘menyuruh’ dipakai untuk mengekspresikan sesuatu keinginan dan menciptakan kondisi tertentu, seperti “Hentikan itu sekarang juga” dan “Masuk ke kamarmu.” Tuturan tersebut diujarkan oleh seorang ibu kepada anaknya berupa suatu nasihat yang ditandai oleh kata kerja perintah hentikan dan masuk.
Data (29) terdiri dari enam kalimat,yaitu kalimat (29a) sampai dengan (29f). Data (29) mengandung satu tuturan langsung, yaitu (29f). Tuturan langsung (29f) berfungsi instrumental ‘menyuruh’ yang dipakai untuk menciptakan kondisi
tertentu atau mengekspresikan keadaan tertentu, seperti “Buang semuanya ke dalam toilet.” Tuturan tersebut diujarkan oleh seorang dokter kepada pasiennya (ayahku) dengan menyuruhnya membuang semua obat yang ditandai oleh kata kerja perintah buang.
Data (30) memiliki empat kalimat, yaitu (30a), (30b), (30c), dan (30d). Data tersebut mengandung satu tuturan langsung, yaitu kalimat (30d). Kalimat (30d) merupakan tuturan langsung berfungsi instrumental ‘menyuruh’. Tuturan langsung yang berfungsi instrumental ‘menyuruh’ dipakai untuk menciptakan kondisi tertentu atau mengekspresikan keadaan tertentu, seperti “Berhati-hatilah dengan warna.” Tuturan tersebut diujarkan oleh Lee kepada aku yang mempunyai maksud untuk berhati-hati terhadap warna yang ditandai oleh verba perintah berhati-hatilah.
Contoh (31) terdiri dari tujuh kalimat, yaitu kalimat (31a), (31b), (31c), (31d), (31e), (31f), dan (31g). Contoh (31) mengandung satu tuturan langsung yang berfungsi instrumental ‘menyuruh’, yaitu kalimat (31e). Tuturan langsung yang berfungsi instrumental ‘menyuruh’ dipakai untuk menciptakan kondisi tertentu atau keadaan tertentu, seperti .“Cobalah kamu masuk ke kamarmu untuk menenangkan diri di sana, dan kembalilah jika perasaanmu sudah lebih baik.”Tuturan tersebut diujarkan oleh seorang ibu kepada anaknya berupa saran yang ditandai oleh verba menyuruh cobalah.
Contoh (32) mempunyai lima kalimat yang terdiri dari kalimat (32a), (32b), (32c), (32d), dan (32e). Contoh (32) mengandung satu tuturan langsung, yaitu tuturan (32c). Tuturan langsung (32c) merupakan tuturan langsung yang
berfungsi instrumental ‘menyuruh’ yang dipakai untuk menciptakan kondisi tertentu atau mengekspresikan keadaan tertentu, seperti Ia berkata kepadaku, “Kalau begitu, aku punya ide lain. Cobalah kau menulis tentang Malu Karena Usia.” Tuturan tersebut diujarkan oleh seorang direktur kepada aku dengan maksud memberikan sebuah saran yang ditandai oleh verba menyuruh cobalah.
Data (33) terdiri dari sebelas kalimat, yaitu kalimat (33a) sampai dengan (33k). Data (33) mengandung empat tuturan langsung, yaitu tuturan (33c), (33f), (33h), dan (33k). Tuturan langsung (33c), (33f), (33h), dan (33k) yang berfungsi instrumental ‘menyuruh’ yang dipakai untuk menciptakan kondisi tertentu atau mengekspresikan keadaan tertentu, seperti “Masukkan seekor domba ke rumah kalian.” “Masukkan seekor sapi,” ujar sang rabi. “Masukkan seekor kuda,” ujar sang rabi. “Keluarkan semua binatang itu dari rumah kalian.” Tuturan tersebut diujarkan oleh seorang rabi kepada pasangan suami istri berupa sebuah petunjuk yang ditandai oleh verba menyuruh masukkan dan keluarkan.
Data (34) terdiri dari enam kalimat, yaitu kalimat (34a), (34b), (34c), (34d), (34e), dan (34f). Data (34) mengandung satu tuturan langsung yang berfungsi instrumental ‘menyuruh’, yaitu tuturan (34e). Tuturan langsung (34e) yang berfungsi instrumental ‘menyuruh’ dipakai untuk menciptakan kondisi tertentu atau keadaan tertentu, seperti “Pekerjakan mereka.” Tuturan tersebut diujarkan oleh seorang penerbit Post kepada aku (wartawan) untuk menyuruh melakukan sesuatu hal yang ditandai oleh verba perintah pekerjakan.
Data (35) terdiri dari dua kalimat, yaitu kalimat (35a) dan (35b). Data (35) mengandung satu tuturan langsung, yaitu tuturan (35a). Tuturan langsung
(35a) yang berfungsi instrumental ‘menyuruh’ dipakai untuk menciptakan kondisi atau keadaan tertentu, seperti ketika ibuku dirawat di rumah sakit, dalam keadaan sakit parah ia berujar padaku, “Kau seorang reporter, Nora. Perhatikan sekelilingmu.” Tuturan tersebut diujarkan oleh seorang ibu kepada anaknya berupa suruhan yang ditandai oleh verba perintah perhatikan.
No. Tuturan Langsung Penanda Fungsi Instrumental ‘Menyuruh’
1. “Ambil satu buku itu saat kau
keluar.”
kata kerja (verba) perintah ambil
2. “Hentikan itu sekarang juga,”
“Masuk ke kamarmu.”
kata kerja (verba) perintah hentikan dan masuk
3. “Buang semuanya ke dalam toilet.” kata kerja (verba) perintah buang 4. “Berhati-hatilah dengan warna.” kata kerja (verba) perintah
berhati-hatilah
5. “Cobalah kamu masuk ke kamarmu
untuk menenangkan diri di sana, dan kembalilah jika perasaanmu sudah lebih baik.”
kata kerja (verba) perintah cobalah
6. “Kalau begitu, aku punya ide lain. Cobalah kau menulis tentang Malu Karena Usia.”
kata kerja (verba) perintah cobalah
7. “Masukkan seekor domba ke
rumah kalian.” “Masukkan seekor sapi,” “Masukkan seekor kuda,” “Keluarkan semua binatang itu dari rumah kalian.”
kata kerja (verba) perintah masukkan dan keluarkan
8. “Pekerjakan mereka.” kata kerja (verba) perintah
9. “Kau seorang reporter, Nora. Perhatikan sekelilingmu.”
kata kerja (verba) perintah perhatikan
Tabel 1. Tuturan Langsung yang Berfungsi Instrumental ‘Menyuruh’
2.2.2 Tuturan Langsung yang Berfungsi Instrumental ‘Melarang’
Tuturan langsung yang terdapat pada novel I Feel Bad about My Neck yang berfungsi instrumental tidak hanya bermakna ‘menyuruh’, tetapi juga bermakna ‘melarang’. Tuturan tersebut terdapat pada data berikut:
36) a. Salah seorang temanku tinggal bersama seorang pria yang ia cintai. b. Ibunya merasa putus asa dan memperingatkannya bahwa pria itu tidak akan pernah menikahinya karena mereka berdua sudah tidur bersama. c. “Apa pun yang kau lakukan,” ujar ibu temanku itu, “jangan pernah memasak untuk lelaki itu.” d. Tapi semuanya sudah terlambat. e. Temanku itu memasak untuk pacarnya. f. Dan pria itu pun menikahinya. (Ephron 2007 : 39) 37) a. Ibuku mengatakan ini setidaknya lima ratus kali sepanjang
masa aku tumbuh dewasa, “Semuanya palsu.” b. Ia juga berpesan, “Jangan pernah membeli mantel berwarna merah.” (Ephron 2007 : 167-168)
Data (36) terdiri dari enam kalimat, yaitu kalimat (36a) sampai dengan (36f). Data (36) mengandung satu tuturan langsung, yaitu tuturan (36c). Tuturan langsung (36c) berfungsi instrumental ‘melarang’, seperti “Apa pun yang kau lakukan,” ujar ibu temanku itu, “jangan pernah memasak untuk lelaki itu.” Tuturan tersebut diujarkan oleh seorang ibu kepada anaknya yang ditandai oleh kata jangan.
Data (37) terdiri dari dua kalimat, kalimat (37a) dan (37b). Data (37) mengandung satu tuturan langsung. Tuturan langsung yang terjadi pada kalimat (37b) Ia juga berpesan, “Jangan pernah membeli mantel berwarna merah,”
merupakan tuturan langsung yang berfungsi instrumental ‘melarang’. Tuturan tersebut diujarkan oleh seorang ibu kepada anaknya yang mempunyai maksud memberi nasihat dalam bentuk larangan yang ditandai oleh kata jangan.
No. Tuturan Langsung Penanda Fungsi Instrumental ‘Melarang’
1. “Apa pun yang kau lakukan,”
“jangan pernah memasak untuk lelaki itu.”
kata jangan
2. “Jangan pernah membeli mantel berwarna merah.”
kata jangan
Tabel 2. Tuturan Langsung yang Berfungsi Instrumental ‘Melarang’
2.3 Tuturan Langsung yang Berfungsi Regulatif
Tuturan langsung dalam novel I Feel Bad About My Neck memiliki fungsi regulasi yang terdapat pada data (38) dan (39).
38) a. Kami menyerahkan tajuk berita yang sudah kami buat. b. Kami merasa sangat bangga. c. Mr. Simms melihat karya kami dan kemudian melemparkan semaunya ke tong sampah. d. Ia berkata, “Tajuk beritanya adalah: ‘Sekolah libur pada hari Kamis’.” (Ephron 2007 : 169)
39) a. Ibuku dirawat di rumah sakit. b. Setiap hari ayahku mengunjunginya dan berkata, “Inilah saatnya, ia akan pergi.” c. Tapi tidak ada yang pergi. d. Ibuku kembali pulang ke rumah. e. Beberapa hari berlalu. f. Suatu hari ayahku berkata, “ Malam ini ayah yang jaga ibumu menggantikan perawat.” g. Malam itu, ayah meneleponku dan memberitahukan bahwa ibuku meninggal dunia. h. Pengurus pemakaman sudah datang dan membawa pergi jasad ibuku. (Ephron 2007 : 175).
Data (38) terdiri dari empat kalimat, yaitu kalimat (38a), (38b), (38c), dan (38d). Data (38) mengandung satu tuturan langsung, yaitu tuturan (38d). Tuturan langsung (38d) yang berfungsi regulatif dipakai untuk mengatur tingkah laku atau perbuatan manusia., yaitu peraturan sekolah (pengumuman) yang bertuliskan ‘Sekolah libur pada hari Kamis’. Tuturan tersebut diujarkan oleh Mr. Simms kepada kami (karyawannya).
Data (39) terdiri dari delapan kalimat, yaitu kalimat (39a) sampai dengan (39h). Data (39) mengandung satu tuturan langsung yang berfungsi regulatif, yaitu tuturan (39f). Tuturan langsung yang berfungsi regulatif dipakai untuk mengontrol dan mengendalikan tingkah laku atau perbuatan manusia, seperti suatu hari ayahku berkata, “ Malam ini ayah yang jaga ibumu menggantikan perawat.” Tuturan tersebut yang diujarkan oleh ayah kepada aku mempunyai maksud untuk memberi tahu tentang keadaan ibu sehingga diperlukan orang untuk menjaga.
No. Tuturan Langsung Penanda Fungsi Regulatif 1. “Tajuk beritanya adalah: ‘Sekolah
libur pada hari Kamis’.”
pengumuman sekolah yang bertuliskan sekolah libur pada hari Kamis
2. “ Malam ini ayah yang jaga ibumu menggantikan perawat.”
peraturan atau kata jaga
2.4 Tuturan Langsung yang Berfungsi Interaksional
Tuturan langsung yang memiliki fungsi interaksional yang terdapat pada novel I Feel Bad about My Neck dapat dilihat pada data (40) dan (41) berikut ini:
40) a. Asisten magang John F. Kennedy kemarin mengakui kepada Daily News bahwa: “Akulah Mimi.” (Ephron 2007 : 143)
41) a. Di atas perapian itu ada poster burung camar yang ia hadiahkan padaku dua tahun lalu. b. Sekarang bulan Juni; biasanya di bulan ini salah seorang dari kami membuat puding roti jagung, resep konyol yang sama-sama kami sukai, yang berupa campuran roti jagung dan krim jagung kalengan. c. Ia membuatnya dengan susu asam, sementara aku tidak. d. Ia selalu memanggilku, “Hai, manis,” “Hai, cantik,” “Halo, sayang.” e. Aku rasa ia tidak pernah memanggilku, atau orang lain yang ia kenal, dengan nama asli. (Ephron 2007 : 222)
Data (40) terdiri dari satu kalimat dan satu tuturan langsung, yaitu (40a). Tuturan langsung (40a) berfungsi interaksional. Tuturan langsung yang berfungsi interaksional dipakai untuk membuat kontak (berinteraksi) dengan orang lain, seperti asisten magang John F. Kennedy kemarin mengakui kepada Daily News bahwa: “Akulah Mimi.” Tuturan tersebut diujarkan oleh seseorang yang mempunyai pekerjaan sebagai asisten John F. Kennedy untuk menyampaikan identitas diri (nama) yang ditandai oleh salam pembuka berupa perkenalan diri (petunjuk identitas) akulah Mimi.
Contoh (41) terdiri dari lima kalimat, yaitu kalimat (41a), (41b), (41c), (41d), dan (41e). Contoh (41) mengandung satu tuturan langsung, yaitu (41d). Tuturan langsung (41d) berfungsi interaksional yang dipakai untuk membuat komunikasi lebih akrab, seperti ia selalu memanggilku, “Hai, manis,” “Hai,
cantik,” “Halo, sayang.” Tuturan tersebut diujarkan oleh dua orang yang mempunyai hubungan (pasangan) ketika bulan Juni yang ditandai oleh pemberian atau penyampaian kata salam hai dan halo.
No. Tuturan Langsung Penanda Fungsi Interaksional
1. “Akulah Mimi.” petunjuk identitas (nama) akulah mimi
2. “Hai, manis,” “Hai, cantik,” “Halo, sayang.”
kata salam hai dan halo
Tabel 4. Tuturan Langsung yang Berfungsi Interaksional
2.5 Tuturan Langsung yang Berfungsi Personal
Tuturan langsung yang berfungsi personal terdapat pada novel I Feel Bad about My Neck, data tuturan langsung tersebut dapat dilihat pada data (42), (43), (44), (45), dan (46).
42) a. “Aku benci tasku.” b. Benar-benar benci. c. Jika kau termasuk wanita yang berpikiran bahwa ada hal-hal menyenangkan mengenai tas, maka jangan pernah membaca bab ini karena tidak akan ada gunanya bagimu. d. Bab ini diperuntukkan bagi para wanita yang membenci tas-tas mereka, yang merasa tidak senang pada tas, yang mengerti bahwa tas mereka adalah cermin dari kesembronoan dalam mengatur rumah, kekacauan yang sangat parah dalam mengorganisasikan sesuatu, ketidakmampuan kronis untuk membuang barang-barang yang tidak berguna, dan kegagalan sinambung dalam memilih aksesori yang pas (misalnya, tas harus serasi dengan busana yang kita kenakan). (Ephron 2007 : 21).
43) a. Marion (Mimi) Fahnestock, sekarang 60 tahun, akhirnya mengungkapkan apa yang ia sebut sebagai beban berat di pundaknya, yaitu hubungannya dengan presiden muda nan tampan itu yang terjadi empat dekade lalu. b. “Ini merupakan berkah bagiku, karena dengan demikian aku bisa mengungkapkan kepada dua anak perempuanku yang sudah menikah sebuah
rahasia yang telah kusimpan selama 41 tahun,” ujarnya. c. “Begitu lega rasanya. Dan sekarang aku tidak akan berkomentar apa-apa lagi mengenai masalah ini. Kuharap media menghormati privasiku dan juga privasi keluargaku.” (Ephron 2007 : 143-144).
44) a. “Aku tidak suka leherku.” b. Aku benar-benar tidak suka. c. Jika kau melihat leherku, kau mungkin juga tidak akan suka, namun kau mungkin akan bersikap sopan dan tidak berterus terang. (Ephron 2007 : 11)
45) a. Jika aku berkata padamu tentang hal itu—seperti, ‘Aku benar-benar tidak tahan dengan leherku ini’---pasti kau akan merespons dengan mengatakan sesuatu yang enak didengar seperti, “Aku tidak tahu apa maksudmu.” b. Tentu saja kau bohong, tapi aku akan memaafkannya. (Ephron 2007 : 11).
46) a. Aku bahkan belum memutuskan apakah aku nantinya mau dikubur atau dikremasi---ini lebih dikarenakan aku selalu takut kalau kremasi bisa mempersempit peluang kita untuk bereinkarnasi. (Itu jika reinkarnasi benar-benar nyata.) (Sebenarnya aku yakin itu tidak nyata.) (Tapi tetap saja…) b. “Aku tidak ingin mati,” ujar Judy. c. “Aku meyakini mukjizat,” katanya. d. “Aku mencintaimu,” ujarnya. e. “Kau percaya ini?” tanyanya. f. “Tidak, aku tidak percaya. Aku masih belum bisa mempercayai kematian.” g. Tapi, janganlah kita berpikir yang bukan-bukan. h. Mari kita pasang senyum di wajah kita. (Ephron 2007 :226-227).
Data (42) terdiri dari empat kalimat, yaitu kalimat (42a), (42b), (42c), dan (42d). Data (42) mengandung satu tuturan langsung, yaitu tuturan (42a). Tuturan langsung (42a) berfungsi personal. Tuturan langsung yang berfungsi personal dipakai untuk mengekspresikan perasaan atau emosi pribadi, seperti “Aku benci tasku.” Tuturan langusng tersebut dimaksudkan untuk seorang wanita yang ditandai oleh kata sifat benci (kebencian terhadap tas).
Contoh (43) terdiri dari tiga kalimat, yaitu kalimat (43a), (43b), dan (43c). Contoh (43) mengandung satu tuturan langsung, yaitu (43c). Tuturan
langsung (43c) berfungsi personal. Tuturan langsung yang berfungsi personal dipakai untuk mengekspresikan perasaan atau emosi pribadi, seperti “Begitu lega rasanya. Dan sekarang aku tidak akan berkomentar apa-apa lagi mengenai masalah ini. Kuharap media menghormati privasiku dan juga privasi keluargaku.” Tuturan tersebut diujarkan oleh Marion Fanestock kepada sebuah media massa yang dimaksudkan untuk memberi tahu akan keadaan yang terjadi pada dirinya yang ditandai oleh kata lega.
Contoh (44) terdiri dari tiga kalimat, yaitu kalimat (44a), (44b), dan (44c). Contoh (44) mengandung satu tuturan langsung yang terdapat pada kalimat (44c). Tuturan langsung (44c) berfungsi personal. Fungsi personal pada tuturan itu dipakai untuk mengekspresikan perasaan atau emosi pribadi, seperti “Aku tidak suka leherku.” Tuturan tersebut diujarkan oleh seorang wanita yang ingin memberi tahu tentang lehernya yang ditandai oleh kata tidak suka.
Contoh (45) mempunyai tiga kalimat, yaitu kalimat (45a), (45b), dan (45c). Contoh (45) mengandung satu tuturan langsung, yaitu tuturan (45a). Tuturan langsung (45a) merupakan tuturan langsung yang memiliki fungsi personal. Fungsi personal dipakai untuk mengekspresikan perasaan atau emosi pribadi, seperti “Aku benar-benar tidak tahan dengan leherku ini” Tuturan tersebut diujarkan oleh seseorang yang tidak suka akan lehernya. Hal ini dapat ditunjukkan dengan ekspresi pribadi tidak tahan.
Contoh (46) terdiri dari dua kalimat, yaitu kalimat (46a) dan (46b). Contoh (46) mengandung satu tuturan langsung, yaitu (46a). Tuturan langsung (46a) memiliki fungsi personal sebagai ekspresi perasaan atau emosi pribadi,
seperti “Aku mencintaimu,” ujarnya. Tuturan tersebut diujarkan oleh seseorang yang hidupnya tidak akan lama lagi sehingga ingin mengungkapkan yang ada dalam hatinya (berupa perasaan) yang ditandai kata mencintaimu.
No. Tuturan Langsung Penanda Fungsi Personal
1. “Aku benci tasku.” kata sifat benci
2. “Begitu lega rasanya. Dan
sekarang aku tidak akan berkomentar apa-apa lagi mengenai masalah ini. Kuharap media menghormati privasiku dan juga privasi keluargaku.”
kata sifat lega
3. “Aku tidak suka leherku.” kata tidak suka
4. . ‘Aku benar-benar tidak tahan dengan leherku ini’
kata tidak tahan
5. “Aku mencintaimu,” ujarnya. kata mencintaimu
Tabel 5. Tuturan Langsung yang Berfungsi Personal