BAB III METODE PENELITIAN 44
H. Uji Coba Alat Ukur
Uji coba alat ukur dilakukan untuk melihat seberapa jauh alat ukur dapat mengukur dengan tepat apa yang hendak diukur dan seberapa jauh alat ukur menunjukkan kecermatan pengukuran (Azwar, 2009).
Penyebaran skala untuk uji coba dilakukan pada tanggal 10 – 13 Juni 2014 terhadap 100 orang PNS. Peneliti memberikan 3 skala yaitu skala komitmen karyawan pada organisasi, skala dukungan organisasi dan skala bullying di tempat kerja. Setelah data terkumpul, dilakukan uji daya beda aitem, uji validitas dan uji reliabilitas dengan menggunakan bantuan program SPSS version 20.0 for Windows.
Berikut hasil uji coba untuk setiap skala penelitian :
1. Skala Komitmen Karyawan pada Organisasi
Uji daya beda aitem untuk skala komitmen karyawan pada organisasi menunjukkan bahwa dari 30 aitem yang diujicobakan terdapat 23 aitem dengan koefisien korelasi diatas 0.30. Dengan demikian terdapat 7 aitem yang gugur yaitu aitem nomor 3, 5, 7, 9, 19, 24 dan 29. Koefisien korelasi aitem total berkisar dari 0.346 hingga 0.758. Selanjutnya dilakukan analisis faktor terhadap setiap aspek dari skala komitmen karyawan pada organisasi. Aspek pertama yaitu identification
yaitu aitem nomor 8 karena memiliki nilai loading factor dibawah 0.5. Dari analisis ini diperoleh nilai KMO sebesar 0.822 dan nilai MSA yang berkisar dari 0.787 hingga 0.853, dengan nilai loading factor berkisar dari 0.561 hingga 0.775 untuk aitem nomor 1, 4, 13, 15, 16, 21 dan 27.
Aspek kedua yaitu involvement dengan 6 aitem. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 2 aitem yang gugur yaitu aitem nomor 2 dan 22 karena memiliki nilai loading factor dibawah 0.5. Dari analisis ini diperoleh nilai KMO sebesar 0.638 dan nilai MSA yang berkisar dari 0.620 hingga 0.656, dengan nilai loading factor berkisar dari 0.645 hingga 0.722 untuk aitem nomor 11, 14, 18 dan 25.
Aspek ketiga yaitu loyalty dengan 9 aitem. Hasil analisis menunjukkan seluruh aitem memiliki nilai loading factor diatas 0.5. Dari analisis ini diperoleh nilai KMO sebesar 0.773 dan nilai MSA yang berkisar dari 0.703 hingga 0.864, dengan nilai
loading factor berkisar dari 0.541 hingga 0.818 untuk aitem nomor 6, 10, 12, 17, 20, 23, 26, 28 dan 30.
Dari hasil analisis faktor diperoleh 20 aitem yang layak digunakan untuk penelitian dengan koefisien reliabilitas sebesar 0.880. Berikut distribusi aitem setelah uji coba :
Tabel 8
Distribusi Aitem Skala Komitmen Karyawan pada Organisasi Setelah Uji Coba
No Aspek Favorable Unfavorable Jumlah Aitem
1. Identification 1, 9, 18 2, 7, 10, 14 7
2. Involvement 5, 12 8, 16 4
3. Loyalty 3, 6, 11, 19, 20 4, 13, 15, 17 9
2. Skala Dukungan Organisasi
Uji daya beda aitem untuk skala dukungan organisasi menunjukkan bahwa dari 30 aitem yang diujicobakan terdapat 25 aitem dengan koefisien korelasi diatas 0.30. Dengan demikian terdapat 5 aitem yang gugur yaitu aitem nomor 6, 14, 15, 18 dan 30. Koefisien korelasi aitem total berkisar dari 0.325 hingga 0.697. Selanjutnya dilakukan analisis faktor terhadap setiap aspek dari skala dukungan organisasi. Aspek pertama yaitu fairness dengan 9 aitem. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 2 aitem yang gugur yaitu aitem nomor 17 dan 29 karena memiliki nilai
loading factor dibawah 0.5. Dari analisis ini diperoleh nilai KMO sebesar 0.812 dan nilai MSA yang berkisar dari 0.752 hingga 0.866, dengan nilai loading factor
berkisar dari 0.561 hingga 0.772 untuk aitem nomor 1, 9, 11, 13, 21, 24 dan 25. Aspek kedua yaitu supervisor support dengan 8 aitem. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 3 aitem yang gugur yaitu aitem nomor 2, 5 dan 12 karena memiliki nilai loading factor dibawah 0.5. Dari analisis ini diperoleh nilai KMO sebesar 0.635 dan nilai MSA yang berkisar dari 0.563 hingga 0.715, dengan nilai loading factor berkisar dari 0.602 hingga 0.804 untuk aitem nomor 7, 20, 23, 26 dan 28.
Aspek ketiga yaitu organizational reward and job condition dengan 8 aitem. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa terdapat 2 aitem yang gugur yaitu aitem nomor 10 dan 19 karena memiliki nilai loading factor dibawah 0.5. dari analisis ini diperoleh nilai KMO sebesar 0.810 dan nilai MSA yang berkisar dari 0.767 hingga 0.857, dengan nilai loading factor berkisar dari 0.581 hingga 0.803 untuk aitem nomor 3, 4, 8, 16, 22 dan 27.
Dari hasil analisis faktor diperoleh 18 aitem yang layak digunakan untuk penelitian dengan koefisien reliabilitas sebesar 0.905. Berikut distribusi aitem setelah uji coba :
Tabel 9
Distribusi Aitem Skala Dukungan Organisasi Setelah Uji Coba
No Aspek Favorable Unfavorable Jumlah
1. Fairness 1,6, 8, 11, 15 7, 14 7
2. Supervisor Support 13, 18 4, 10, 16 5
3. Organizational Reward & Job Condition
3, 9, 17 2, 5, 12 6
Total 10 8 18
3. Skala Bullying di Tempat Kerja
Uji daya beda aitem untuk skala bullying di tempat kerja menghasilkan 30 aitem dengan koefisien korelasi diatas 0.30. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada aitem yang gugur. Koefisien korelasi aitem total berkisar dari 0.392 hingga 0.748.
Selanjutnya dilakukan analisis faktor terhadap setiap bentuk dari skala bullying di tempat kerja. Bentuk pertama yaitu work related bullying dengan 10 aitem. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 2 aitem yang gugur yaitu aitem nomor 5 dan 15 karena memiliki nilai loading factor dibawah 0.5. Dari analisis ini diperoleh nilai KMO sebesar 0.806 dan nilai MSA yang berkisar dari 0.736 hingga 0.880, dengan nilai loading factor berkisar dari 0.576 hingga 0.780 untuk aitem nomor 1, 4, 10, 14, 20, 21, 26 dan 27.
Bentuk kedua yaitu person related bullying dengan 10 aitem. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat aitem yang memiliki nilai loading factor
yang berkisar dari 0.736 hingga 0.858, dengan nilai loading factor berkisar dari 0.521 hingga 0.791 untuk aitem nomor 2, 6, 7, 11, 16, 17, 22, 23, 28 dan 29.
Bentuk ketiga yaitu physical intimidation bullying dengan 10 aitem. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 1 aitem yang gugur yaitu aitem nomor 12 karena memiliki nilai loading factor dibawah 0.5. Dari analisis ini diperoleh nilai KMO sebesar 0.832 dan nilai MSA yang berkisar dari 0.684 hingga 0.897, dengan nilai loading factor berkisar dari 0.593 hingga 0.867 untuk aitem nomor 3, 8, 9, 13, 18, 19, 24, 25 dan 30.
Dari hasil analisis faktor diperoleh 27 aitem yang layak digunakan untuk penelitian dengan koefisien reliabilitas sebesar 0.937. Berikut distribusi aitem setelah uji coba :
Tabel 10
Distribusi Aitem Skala Bullying di Tempat Kerja Setelah Uji Coba
No Bentuk Nomor Aitem Jumlah
1. Work related bullying 1, 4, 9, 12, 17, 18, 23, 24 8 2. Person related bullying 2, 5, 6, 10, 13, 14, 19, 20, 25, 26 10 3. Physical intimidation bullying 3, 7, 8, 11, 15, 16, 21, 22, 27 9
Total 27
I. Prosedur Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :
1. Persiapan Penelitian
Untuk dapat melaksanakan penelitian ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh peneliti, yaitu :
a. Pembuatan alat ukur
Alat ukur yang dipersiapkan yaitu skala komitmen organisasi, skala dukungan organisasi dan skala bullying di tempat kerja yang dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan teori yang telah diuraikan pada Bab II. Peneliti membuat 30 aitem untuk masing-masing skala yang selanjutnya ditelaah oleh dosen pembimbing untuk melihat kesesuaian antara aitem yang dibuat dengan variabel yang hendak diukur. Selanjutnya peneliti meminta 10 orang PNS untuk membaca aitem-aitem yang telah dibuat, untuk mengetahui apakah bahasa yang digunakan dapat dipahami oleh responden. Skala penelitian ini dibuat dalam bentuk booklet
dengan ukuran kertas F4 dan setiap pernyataan memiliki lima alternatif jawaban untuk memudahkan subjek dalam memberikan jawaban.
b. Pelaksanaan uji coba alat ukur
Skala yang telah disusun dan melalui profesional judgement kemudian dilakukan uji coba untuk melihat apakah aitem yang dibuat telah mengukur apa yang hendak diukur. Dalam tahap ujicoba alat ukur ini, peneliti menyebar sebanyak 200 skala penelitian kepada PNS. Dari penyebaran ini diperoleh 100 skala yang dapat diolah lebih lanjut untuk uji coba alat ukur.
c. Permohonan izin untuk melakukan penelitian
Sebelum melakukan pengambilan data, peneliti mengajukan permohonan izin untuk melakukan penelitian ke Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bukittinggi.
2. Pelaksanaan Penelitian
Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 – 30 Juni 2014 dengan menyebarkan sebanyak 700 skala penelitian ke 30 SKPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi sesuai dengan daftar nama PNS yang telah
dipilih secara acak. Namun peneliti menemui kendala saat menyebarkan skala penelitian dengan memberi daftar nama PNS yang harus mengisi skala penelitian, sehingga akhirnya peneliti menyerahkan kepada pimpinan unit kerja untuk menentukan secara acak PNS yang akan menjadi responden dalam penelitian ini dengan tetap memperhatikan strata yang ada. Dari 700 skala penelitian yang disebar, terdapat 424 skala yang dikembalikan dan setelah dianalisa terdapat 12 skala yang tidak dapat diolah lebih lanjut. Berdasarkan hal ini, jumlah sampel yang dapat digunakan dalam penelitian ini sebanyak 412 orang.
3. Pengolahan Data
Data-data yang diperoleh dari skala penelitian kemudian dianalisa dengan menggunakan bantuan program SPSS version 20.0 for Windows.