BAB III METODOLOGI PENELITIAN
G. Uji Coba Instrumen
Sebelum melakukan eksperimen yang sebenarnya perlu terlebih dulu dilakukan pengujian terhadap instrumen-instrumen yang akan digunakan dalam penelitian. Uji coba instrumen ini dilaksanakan pada kelas yang mempunyai level yang sama dengan kelas yang digunakan sebagai obyek penelitian. Tujuan uji coba ini adalah untuk mengetahui apakah instrumen yang akan kita gunakan benar-benar valid dan reliabel atau tidak. Selain itu juga digunakan untuk mengetahui derajat kesukaran dan indeks daya pembeda, serta waktu yang dibutuhkan.
1.Uji Validitas
Validitas adalah keadaan yang menggambarkan tingkat instrumen bersangkutan yang mampu mengukur apa yang akan diukur. Sebuah instrumen akan
dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Teknik yang
digunakan untuk menentukan validitas butir soal adalah menggunakan teknik
korelasi rumus Product-Moment dari Pearson dengan rumus sebagai berikut :
rxy =
( )( )
( )
{
2 2}{
2( )
2}
Y -Y N X -X N Y X -XY Nå
å
å
å
å
å
å
Keterangan :rxy : koefisien korelasi suatu butir soal (koefisien validitas), X : skor butir item nomor tertentu, Y : skor total, N : jumlah subjek. Kriteria pengujian: Kriteria item
dinyatakan valid jika, rxy > rtabel. Kriteria item dinyatakan tidak valid jika rxy ≤
rtabel. Kriteria validitas suatu tes (rxy) adalah sebagai berikut: 0,800 – 1,00: Sangat
Tinggi (ST), 0,600 – 0,800 : Tinggi (T), 0,400 – 0,600: Cukup (C), 0,200 – 0,40:
Rendah (R), 0,000 – 0,200 : Sangat Rendah (SR) (Suharsimi Arikunto, 2009:
commit to user
Hasil perhitungan uji validitas angket aktivitas setelah dikonsultasikan
dengan rtabel hasil korelasi product moment dengan N=24 dan taraf signifikansi 5% ternyata hasil rtabel adalah 0,404. Soal yang valid adalah soal yang harga rxy lebih
besar dari rtabel (0,404). Sedangkan soal yang tidak valid adalah soal yang harga
rxy lebih kecil dari rtabel (0,404). Hasil Kesimpulan validitas angket aktivitas bisa
dilihat pada tabel 3.5.
Tabel 3.5. Rangkuman Validitas Soal angket aktivitas
No Soal Kesimpulan Jumlah Soal Soal Valid 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 12, 13, 14, 15, 17, 18, 19, 20, 22, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30. Dipakai 25
Soal Tidak Valid 7, 11, 16, 21, 23. Diperbaiki 5
Jumlah total 30
Jumlah seluruh soal ada 30 butir soal. Soal yang valid berjumlah 25 butir soal dan
soal yang tidak valid berjumlah 5 butir soal. Soal yang valid dipakai dan soal
yang tidak valid diperbaiki. Untuk selengkapnya merujuk pada lampiran 26
Hasil perhitungan uji validitas soal uji tes kemampuan memori setelah
dikonsultasikan dengan rtabel hasil korelasi product moment dengan N=24 dan taraf signifikansi 5% ternyata hasil r tabel adalah 0,404. Soal yang valid adalah
soal yang harga rxy lebih besar dari rtabel (0,404). Soal yang tidak valid adalah soal
yang yang harga rxy lebih kecil dari rtabel (0,404). Hasil Kesimpulan validitas soal
tes kemampuan memori bisa dilihat pada tabel 3.6.
Tabel 3.6. Rangkuman Validitas Soal Tes Kemampuan Memori
No Soal Kesimpulan Jumlah Soal Soal Valid 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 9, 11, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 22, 24, 25, 26, 29, 30. Dipakai 24
Soal Tidak Valid 12,13,21,23,27,28. Tidak dipakai 6
commit to user
Jumlah seluruh soal ada 30 butir soal. Soal yang valid berjumlah 24 butir soal
sedangkan soal yang tidak valid berjumlah 6 butir soal. Soal-soal yang valid
dipakai dan soal yang tidak valid tidak dipakai. Untuk selengkapnya merujuk pada
lampiran 27.
Hasil perhitungan uji validitas soal uji coba tes prestasi kognitif setelah
dikonsultasikan dengan rtabel hasil korelasi product moment dengan N=24 dan taraf signifikansi 5% ternyata hasil rtabel adalah 0,404. Soal yang valid adalah soal
yang harga rxy lebih besar dari rtabel (0,404). Sedangkan soal yang tidak valid
adalah soal yang harga rxy lebih kecil dari rtabel (0,404). Hasil Kesimpulan
validitas soal tes prestasi kognitif bisa dilihat pada tabel 3.7.
Tabel 3.7. Rangkuman Validitas Soal Tes Prestasi Kognitif
No Soal Kesimpulan Jumlah Soal Soal Valid 1, 2, 3, 4, 5, 7, 9, 10, 11, 12, 13 ,14, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 33, 35, 36, 37, 39 Dipakai 31
Soal Tidak Valid 8, 15, 24, 31, 32, 34, 38, 40. Tidak dipakai 8
32 Diperbaiki 1
Jumlah total 40
Jumlah seluruh soal ada 40 butir soal. Soal yang valid berjumlah 31 butir soal
sedangkan soal yang tidak valid berjumlah 9 butir soal. Soal-soal yang valid
dipakai dan soal yang tidak valid tidak dipakai dan ada yang diperbaiki. Karena
soal no 32 indeks kesukarannya kriterianya sedang maka memperbaiki soalnya
dengan memperjelas soal. Untuk selengkapnya merujuk pada lampiran 24.
Hasil perhitungan uji validitas angket afektif setelah dikonsultasikan
dengan rtabel hasil korelasi product moment dengan N=24 dan taraf signifikansi 5% ternyata hasil rtabel adalah 0,404. Soal yang valid adalah soal yang harga rxy lebih
commit to user
dari rtabel (0,404). Hasil Kesimpulan validitas soal tes prestasi afektif bisa dilihat
pada tabel 3.8.
Tabel 3.8. Rangkuman Validitas Soal Angket Prestasi Afektif
No Soal Kesimpulan Jumlah Soal
Soal Valid 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 15, 17, 18, 19, 20, 22, 23, 24, 25, 27, 28, 29, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40. Dipakai 35
Soal Tidak Valid 16, 21, 26 Tidak dipakai 3
14,30 Diperbaiki 2
Jumlah total 40
Jumlah seluruh soal ada 40 butir soal. Soal yang valid berjumlah 35 butir soal
sedangkan soal yang tidak valid berjumlah 5 butir soal. Soal-soal yang valid
dipakai dan soal yang tidak valid tidak dipakai dan ada yang diperbaiki. Untuk
selengkapnya merujuk pada lampiran 25.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas suatu tes adalah seberapa besar derajat tes mengukur secara konsisten sasaran yang diukur. Sebuah instrumen dinyatakan reliabel bila
memberikan hasil yang relatif sama saat dilakukan pengukuran kembali pada
subjek yang berbeda pada waktu berlainan. Salah satu cara yang digunakan untuk
pengujian reliabilitas ini dapat digunakan rumus Kuder dan Richardson (KR-20)
sebagai berikut : r11 = ú ú û ù ê ê ë é -å úû ù êë é - 2 2 S pq S 1 n n Keterangan :
r11 = reliabilitas tes secara keseluruhan, p = proporsi subyek yang menjawab item
commit to user
å
pq = jumlah hasil perkalian antara p dan q, n = banyaknya item, S = standar deviasi dari tes (standar deviasi adalah akar dari varian). Tes dikatakan reliabeljika r11 > rtabel . Kriteria reliabilitas suatu tes (rxy) adalah sebagai berikut: 0,800 –
1,00: Sangat Tinggi (ST), 0,600 – 0,800 : Tinggi (T), 0,400 – 0,600: Cukup (C),
0,200 – 0,40: Rendah (R), 0,000 – 0,200 : Sangat Rendah (SR).
(Suharsimi Arikunto, 2009: 75-101). Hasil analisis reliabilitas uji coba instrumen dapat ditunjukkan pada tabel 3.9. Dari table 3.9 dapat diketahui bahwa angket maupun tes mempunyai reliabilitas lebih besar dari r table. Jadi baik angket maupun tes bisa dikatakan reliabel. Reliabilitas dari angket dan tes termasuk sangat tinggi.
Tabel 3.9 Rangkuman Uji Reliabilitas
Tes Kemampuan memori
Angket
Aktivitas belajar Tes Kognitif
Angket Afektif
rtabel 0,404 0,404 0,404 0,404
r11 0,858 0856 0,907 0,911
3. Uji Derajat Kesukaran Soal
Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sukar.
Bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya suatu soal disebut indeks
kesukaran (difficulty index). Indeks Kesukaran ini menunjukkan derajat kesukaran soal. Untuk menentukan indeks kesukaran digunakan rumus sebagai berikut :
JS B P=
Keterangan :
P= indeks kesukaran, B= banyaknya siswa yang menjawab soal dengan
commit to user
sebagai berikut : 0,71 – 1,00 = Mudah; 0,31 – 0,70 = Sedang; 0,00 – 0,30 = Sukar.
Dengan ketentuan bila jawaban betul skornya adalah 1 dan bila jawaban salah
skornya adalah 0 (Suharsimi Arikunto, 2001: 207-210). Kesimpulan indeks
kesukaran tes kemampuan memori digambarkan dalam tabel 3.10
Tabel 3.10 Rangkuman Indeks Kesukaran Tes Kemampuan Memori
Klasifikasi Keterangan No Soal Jumlah soal 0,71 - 1,00 Mudah 3, 4, 17, 18, 22, 25, 27. 7 0,31 - 0,70 Sedang/Cukup 1, 2, 5, 7, 8, 9, 10, 11 12, 13,
15, 16, 19, 20, 21, 24, 26, 28.
18 0,00 - 0,30 Sukar 6,14, 23, 29, 30 5
Jumlah total soal 30
Jumlah seluruh soal ada 30 butir soal. Soal dengan katagori mudah berjumlah 7
butir soal, soal dengan katagori sedang berjumlah 18 butir soal sedangkan soal
dengan katagori sukar 5 soal. Untuk selengkapnya merujuk pada lampiran 27.
Kesimpulan indeks kesukaran tes prestasi kognitif digambarkan dalam
tabel 3.11
Tabel 3.11 Rangkuman Indeks Kesukaran Tes Prestasi Kognitif
Klasifikasi Keterangan No Soal Jumlah soal 0,71 - 1,00 Mudah 2, 4, 7, 15, 17, 20, 36. 7 0,31 - 0,70 Sedang/Cukup 1, 3, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 16, 18, 21, 22, 23, 25, 26, 27, 28, 29, 31, 32, 34, 35, 37, 39 27 0,00 - 0,30 Sukar 19, 24, 30, 33, 38, 40. 6 Jumlah soal 40
Jumlah seluruh soal ada 40 butir soal. Soal dengan katagori mudah berjumlah 7
butir soal, soal dengan katagori sedang berjumlah 27 butir soal sedangkan soal
dengan katagori sukar 6 soal. Untuk selengkapnya merujuk pada lampiran 24.
4. Daya Pembeda Soal
Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan
antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh
B A B B A A P P J B J B D= - =
-commit to user
(berkemampuan rendah) Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indeks diskriminasi (D) (Suharsimi Arikunto, 2009: 211).
Keterangan :
D = indeks diskriminasi, JA = banyaknya peserta kelompok atas, JB= banyaknya
peserta kelompok bawah, BA= banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab
soal itu dengan benar, BB= banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab
soal itu dengan benar, PA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab soal
itu dengan benar (P sebagai indeks kesukaran), PB = proporsi peserta kelompok
bawah yang menjawab benar(Suharsimi Arikunto, 2009: 213-214)
Kualifikasi daya pembeda adalah sebagai berikut : 0,71 – 1,00 = baik sekali
(exellent); 0,41 – 0,70 = baik (good); 0,21 – 0,40 = cukup (satisfactory); 0,00 –
0,20 = jelek (poor); Negatif = tidak baik (butir soal dibuang). (Suharsimi
Arikunto, 2001: 218). Semakin baik suatu soal maka daya pembedanya semakin
tinggi. Hasil perhitungan uji daya pembeda soal tes kemampuan memori
ditunjukkan dalam tabel 3.12.
Tabel 3.12 Rangkuman Daya Pembeda Soal tes kemampuan memori
Klasifikasi Keterangan No Soal Jumlah soal
0,71 – 1,00 Baik sekali - 0 0,41 – 0,70 Baik 1, 2, 3, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 24, 25, 29, 30. 20 0,21 – 0,40 Cukup 4, 6, 22, 26. 4 0,00 – 0,20 Jelek 12, 13, 21, 27 4
negatif Sangat jelek 23, 28. 2
Jumlah total soal 40
Jumlah seluruh soal ada 40 butir soal. Soal yang mempunyai daya pembeda
commit to user
dengan katagori baik berjumlah 20 butir soal, soal yang mempunyai daya
pembeda dengan katagori cukup 4 butir soal, soal yang mempunyai daya pembeda
dengan katagori jelek 4 soal sedangkan soal yang mempunyai daya pembeda
dengan katagori sangat jelek 2 soal. Soal yang mempunyai daya pembeda dengan
katagori jelek dan sangat jelek didrop. Untuk selengkapnya merujuk pada
lampiran 27.
Hasil perhitungan uji daya pembeda soal tes prestasi kognitif ditunjukkan
dalam tabel 3.13.
Tabel 3.13 Rangkuman Daya Pembeda Soal tes prestasi kognitif
Klasifikasi Keterangan No Soal Jumlah soal
0,71 – 1,00 Baik sekali - 0 0,41 – 0,70 Baik 1, 3, 4, 5, 6, 9, 12, 13, 14, 16, 17, 18, 19, 21, 25, 26, 27, 30, 36, 37. 20 0,21 – 0,40 Cukup 2, 7, 10, 11, 20, 22, 23, 28, 29, 33, 35, 39. 12 0,00 – 0,20 Jelek 24, 32, 40 3
negatif Sangat jelek 8, 15, 31, 34, 38 5
Jumlah total soal 40
Jumlah seluruh soal ada 40 butir soal. Soal yang mempunyai daya pembeda
dengan katagori baik sekali tidak ada. Soal yang mempunyai daya pembeda
dengan katagori baik berjumlah 20 butir soal, soal yang mempunyai daya
pembeda dengan katagori cukup 12 butir soal, soal yang mempunyai daya
pembeda dengan katagori jelek 3 soal sedangkan soal yang mempunyai daya
pembeda dengan katagori sangat jelek 5 soal. Soal yang mempunyai daya
pembeda dengan katagori jelek dan sangat jelek didrop. Untuk selengkapnya
merujuk pada lampiran 24.