• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Pengilahan Data

4.2.3 Uji Hipotesis

Untuk mengetahui adanya pengaruh pendidikan (X1), usia nikah pertama (X2), pendapatan keluarga (X3), jam kerja (X4), terhadap fertilitas pasangan usia subur di Kecamatan Garoga kabupaten Tapanuli Utara secara bersama–sama digunakan alat analisis yaitu uji F (F-test). Kriteria pengambilan keputusan dalam uji F ini yaitu apabila nilai signifikansi (sig)>0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak, dengan kata lain bahwa secara bersama–sama variabel pendidikan (X1), usia nikah pertama (X2), pendapatan keluarga (X3), jam kerja (X4)tidak berpengaruh terhadap fertilitas pasangan usia subur di kecamatan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara (Y).Sebaliknya, apabila nilai signifikansi (sig) < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa secara bersama-sama variabel pendidikan (X1), usia nikah pertama (X2), pendapatan keluarga (X3), jam kerja (X4) berpengaruh terhadap fertilitas pasangan usia subur di Kecamatan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara (Y).

Tabel 4.9 Hasil Uji Simultan (Uji F)

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 31.802 4 7.950 5.160 .001b

Residual 141.745 92 1.541

Total 173.546 96

a. Dependent Variable: Fertilitas

b. Predictors: (Constant), Jamkerja, UNP, Pendapatan, pendidikan

Dari hasil regresi pada table 4.9 menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0.001, dengan kata lain nilai signifikansi lebih kecil dari 0.005 maka H0 ditolak dan Ha diterima. artinya adalah secara bersama sama variable pendidikan (X1),variabel usia nikah pertama (X2),variabel pendapatan keluarga (X3) dan variabel jam kerja (X4) berpengaruh terhadap fertilitas (Y) pasangan usia subur di Kecamatan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara.

4.2.4 Uji Parsial (Uji t)

Uji t dalam analisis ini bertujuan untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh secara parsial antara variabel bebas pendidikan (X1), usia nikah pertam (X2), pendapatan keluarga (X3), jam kerja (X4) terhadap fertilitas pasangan usia subur di Kecamatan Garoga Kabuipaten Tapanuli Utara (Y). Kriteria pengujian untuk uji t antara lain: bila nilai signifikansi(sig)< 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima berarti ada pengaruh signifikasi antar variabel bebas terhadap variabel terikat; dan bila nilai signifikansi (sig) > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak sehingga tidak ada pengaruh yang signifikan antar masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat.kriteria pengujian untuk uji t juga dapat diketahui dengan membandingkan thitung dengan ttabel hasilnya juga akan sama.

Tabel 4.10 Hasil Uji Parsial (Uji t)

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 4.526 1.061 4.267 .000

pendidikan -.418 .172 -.311 -2.423 .017

UNP -.357 .236 -.163 -1.512 .134

Pendapatan .546 .151 .396 3.624 .000

Jamkerja .132 .289 .048 .458 .648

a. Dependent Variable: Fertilitas

Dari hasil analisis linear berganda diatas maka diperoleh hasil sebagai berikut:

a. Variabel pendidikan (X1) mempunyai nilai signifikan sebesar 0.017.dan hal ini menunjukkan bahwasannya nilai signifikansi sebesar 0.017 lebih kecil dari α=0,05. Dengan demikian terdapat pengaruh signifikan pendikan (X1) terhadap fertilitas (Y) pasangan usia subur di Kecamatan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara.

b. Variabel Usia Nikah Pertama (X2) mempunyai nilai signifikan sebesar 0.134. dan hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikan sebesar 0.134 lebih besar dari α=0,05. Dengan demikian Usia Nikah Pertama (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap Fertilitas (Y) pasangan usia subur di Kecamatan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara.

c. Variabel Pendapatan Keluarga (X3) mempunyai nilai signifikan sebesar 0.000. dan hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikan sebesar

0.000 lebih kecil dari α=0.05. dengan demikian terdapat pengaruh signifikan pendapatan (X3) terhadap Fertilitas (Y) pasangan usia subur di Kecamatan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara.

d. Variabel Jam Kerja (X4) mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,648.

Dan hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,648 lebih besar dari α= 0,05. Dengan demikianJam Kerja (X4) tidak berpengaruh signifikan terhadap Fertilitas (Y) pasangan usia subur di Kecamatan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara.

4.2.5 Koefisien Determinasi Berganda ( )

Koefisien determinasi atau R square merupakan sumbangan pengaruh yang diberikan variabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen).

Atau dengan kata lain koefisien determinasi ini berguna untuk memprediksi dan melihat seberapa besar kontribusi pengaruh yang diberikan variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen. Apabila nilai koefisiendeterminasi mendekati 1 maka pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat adalah kuat, apabila (R²) adalah 0 maka tidak ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

Tabel 4.11 Koefisien Determinasi ( )

Model Summary

a. Predictors: (Constant), Jamkerja, UNP, Pendapatan, pendidikan

Dari hasil analisis diketahui bahwa nilai koefisien ( ) sebesar 0.183 sesuai dengan kriteria pengujian = 0.183 terletak diantara 0 sampai dengan 1, dengan demikian pendidikan (X1), usia nikah pertama (X2), pendapatan keluarga

(X3), jam kerja (X4) mempunyai pengaruh yang kecil terhadap fertilitas. Data tersebut juga menunjukkan bahwa variabel bebas mampu menjelaskan persentase sumbangan terhadap naik turunnya fertilitas sebesar 18 sedangkan sisanya 82 perubahan besarnya fertilitas disebabkan oleh faktor lain di luar model penelitian ini.

4.3 Pembahasan

4.3.1 Pengaruh pendidikan terhadap Fertilitas

Pada table 4.10 variabel pendidikan menunjukkan nilai signifikansi 0.017<α (0,017<0,05)dengan nilai koefisien regresi (b1) sebesar -0,418. Koefisien regresi menunjukkan pengaruh pendidikan responden yang bernilai negatif.Berarti variabel pendidikan berpengaruh signifikan dan berhubungan negatif terhadap fertilitas. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan yang tinggiakan mengurangi fertilitas .dengan kata lain semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin kecil pula peluang seseorang mempunyai anak (fertilitas semakin sedikit).

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Eka Rizky Syam tahun 2016 dengan judul Analisis Faktor yang Mempengaruhi Tenaga Kerja Wanita Dikecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba dengan nilai koefisien regresi yang bernilai negatif,artinya pendidikan mempunyai pengaruh negatif terhadap fertilitas.

pendidikan merupakan salah satu faktor bahkan bagi kelompok menengah keatas pendidikan merupakan faktor kebutuhan pokok karena bagi mereka pendidikan sudah merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat disampingkan, karena seorang yang memiliki pendidikan tinggi pada umumnya memiliki wawasan yang luas dan menyadari arti pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anaknya, sehingga mereka akan berusaha agar anak-anaknya memiliki pendidikan yang tinggi pula. Sedangkan bagi kelompok menengah bawah yang

rata rata tingkat pendidikannya rendah menganggap pendidikan bukan prioritas utama atau kebutuhan pokok, karena untuk memenuhi kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan) masih belum tercukupi sehingga alokasi danabagi kebutuhan pendidikan anak terganggu dan disubsitusikan untuk kebutuhan sehari-hari, karena mengingat biaya pendidikan anak mahal maka mereka membatasi untuk memiliki jumlah anak.

Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa pendidikan berpengaruh negatif terhadap fertilitas pasangan usia subur di Kecamatan Garoga,Kabupaten Tapanuli Utara terbukti kebenarannya.

4.3.2 Pengaruh Usia Nikah Pertama Terhadap Fertilitas

Pada table 4.10 Usia Nikah Pertama menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.134>α (0.134>0,05) dengan nilai koefisien regresi (b2) sebesar -0,357 Koefisien regresi menunjukkan pengaruhUsia Nikah Pertama responden yang bernilai negatif.berarti variabel usia nikah pertama tidak berpengaruh signifikan dan berhubungan negative terhadap fertilitas.artinya bahwa peningkatan Usia Nikah Pertama akan menurunkan fertilitas dengan asumsi variabel yang lain dianggap konstan (tetap).

Pada masyarakat di Negara yang sedang berkembang usia perkawinan pertama cenderung muda sehingga mempunyai masa reproduksi yang panjang akibatnya nilai fertilitas yang tinggi. Dengan kata lain, semakin cepat usia nikah pertama, semakin besar kemungkinan mempunyai anak.Pengaruh usia pernikahan pertama orang tuaterhadap fertilitas di Indonesia sejalan dengan pemikiran bahwa makin muda seseorang melakukan perkawinan makin panjang masa reproduksinya.Maka dapat diharapkan makin muda seseorang untuk melangsungkan pernikahannya makin banyak pula anak yang dilahirkan, jadi hubungan antara umur perkawinan dan fertilitas negatif.

Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa Usia Nikah Pertamaberpengaruh negatif terhadap fertilitas pasangan usia subur di Kecamatan Garoga,Kabupaten Tapanuli Utara terbukti kebenarannya.

4.3.3 Pengaruh Pendapatan Keluarga Terhadap Fertilitas

Pada table 4.10 Pendapatan Keluarga menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000<α (0,000<0,05) dengan nilai koefisien regresi (b3) sebesar 0,546.

Koefisien regresi menunjukkanPendapatan Keluarga yang bernilai positif.berartiVariabel pendapatan keluarga berpengaruh signifikan dan berhubungan positif.hal ini berari bahwa pendapatan yang semakin tinggi akan menyebabkan fertilitas yang tinggi pula dengan asumsi variabel yang lain dianggap konstan (tetap).

Pendapatan adalah faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi suatu keputusan seseorang atau keluarga dalam merencanakan jumlah anak.

Hubungan antara fertilitas dengan penghasilan keluarga menurut Terence Hull dalam menyatakan bahwa wanita dalam kelompok berpenghasilan rendah akan cenderung mengakhiri masa reproduksinya lebih awal dibandingkan dengan wanita pada kelompok berpenghasilan sedang dan tinggi.

Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa Pendapatan Keluargaberpengaruh negatif terhadap fertilitas pasangan usia subur di Kecamatan Garoga,Kabupaten Tapanuli Utara tidak terbukti kebenarannya.

4.3.4 Pengaruh Jam Kerja Terhadap Fertilitas

Pada table 4.10Jam Kerjamenunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.648>α (0,648>0,05)dengan nilai koefisien regresi (b4) sebesar 0,132. Berartti variabel jam kerja tidak berpengaruh secara signifikan dan berhubungan positif terhadap fertilitas.Koefisien regresi menunjukkan Jam Kerja yang bernilai positif.

Koefisien regresi yang bernilai positif memiliki arti bahwa peningkatan

jumlahJam Kerjaakan menaikkan fertilitas dengan asumsi variabel yang lain dianggap konstan (tetap).

Jam kerja biasa digunakan sebagai salah satu indikator untuk menilai produktivitas kerja. Semakin banyak jam kerja seseorang maka akan semakin besar produktivitasnya dan semakin banyak waktu yang digunakan untuk bekerja maka akan semakin kecil pula peluang untuk memperoleh anak

Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa Jam Kerjaberpengaruh negatif terhadap fertilitas pasangan usia subur di Kecamatan Garoga,Kabupaten Tapanuli Utara tidak terbukti kebenarannya.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan data yang diperoleh dari penelitian mengenai Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Fertilitas Di Kecamatan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara, makadapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Variabel pendidikan berpengaruh signifikan dan berhubungan negative terhadap Fertilitas pasangan usia subur di Kecamatan Garoga Kabuppaten Tapanuli Utara.

2. Variabel Usia Nikah Pertama tidak berpengaruh signifikan tetapi berhubungan negatif terhadap fertilitas di Kecamatan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara.

3. Variabel Pendapatan Keluarga berpengaruh signifikan dan berngaruh positif terhadap Fertilitas di Kecamatan Gaoga Kabupten Tapanuli Utara.

4. Variabel Jam Kerja tidak berpengaruh signifikan dan berhubungan positif terhadap Fertilitas di Kecamatan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara.

5. Variabel pendidikan, Usia Nikah Pertama, pendapatan Keluarga dan jam kerja secara simultan berpengaruh terhadap Feertilitas di Kecamatan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara

5.2 SARAN

Setelah mengetahui hasil dari penelitian dengan judul analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Fertilitas di Kecamatan Garoga Kabupaten Tapanuli Utara,maka peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Kepada Pasangan Usia Subur (PUS) yang ingin memiliki keinginan untuk memiliki banyak anak perlu diperhatikan bahwa jumlah anak yang dilahirkan disesuaikan demngan kemampuan untuk merawat anak, karena anak merupakan tanggung jawab dari oang tua

2. Dalam meningkatkan pendapatan mkasyarakat pemerintah berupaya menciptakan lapangan kerja dan pendanaan usaha mikro kecil menengah yang dapat mendukung perekonomian masyarakat agar lebih sejahtera.

3. Perlu diadakannya penyuluhan kepada masyarakat (terutama dengan fertilitas tinggi) tentang adanya program Keluarga Berencan (KB) untuk menurunkan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi.

4. Melakukan penyuluhan akan pentingnya pendidikan dengan program wajib belajar 12 tahun serta diikuti dengan penurunan biaya pendidikan serta subsidi pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu dengan harapan akan menunda pernikahan diusia dini terkhusus bagi remaja dan akan menurunkan tingkat fertilitas.

DAFTAR PUSTAKA

Adi, E. S. (2013). Faktor Yang Mempengaruhi Fertilitas Di Desa Kandangtepus Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajan.Skripsi.Jakarta:UI.

Cahya. (2004). Faktor Yang Mempengaruhi Fertilitas Pada Keluarga Nelayan Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan.Skripsi.

BR,Dra.Arfrida,M. (2003). Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Hidayati. (2008).Faktor sosial ekonomi yang mempengaru hi fertilitas pada keluarga petani di Desa Klorongan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun.Skripsi.

Wirosuhardjo,Kartomo. (1981). Dasar Dasar DemografI. Jakarta: Lembaga Penerbit F.E.U.I.

ISMAIL, A. W. (2016). Faktor Yang Mempengaruhi Fertilitas Di Kelurahan Tanjung Raya Kecamatan Kedamaian Kota Bandar Lampung.Skripsi. Lampung: FEB UNILA. 62.

Kartomo,Wirosuhardjo, d. (1986). Kebijaksanaan Kependudukan Dan

Ketenagakerjaan Di Indonesia. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Subri, M. (2002). Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Syam, E. R. (2016). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Fertilitas Tenaga Kerja Wanita di Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba.Skripsi. Makassar.

UIN Alauddin.91.

Yati, N. (2005). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fertilitas Tenaga Kerja Wanita di Kelurahan Nangkaan Kecamatan Kota Bondowoso Kabupaten

Bondowoso.Skripsi.

Lampiran

KUESIONER PENELITIAN FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FERTILITAS (KELAHIRAN) DI KECAMATAN GAROGA

Bapak/ibu yang saya hormati,

Saya mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.dalam hal ini saya sedang mengadakan tugas akhir (skripsi),untuk itu saya memohon kepada bapak/ibu untuk bersedia mengisi kuesioner ini untuk mendapatkan informasi atau data yang berhubungan dengan penelitian saya.

Atas kesediaan waktunya sya mengucapkan terima kasih

Petunjuk pengisian : lingkari jawaban yang menurut anda benar.

I. Identitas responden

1. Pendidikan terahir bapak/ibu? 5. Berapa jumlah anak (fertilitas) bapak/ibu?

3. Pendapatan/pengeluaran bapak/ibu perbulan?

4. Berapa lama jam kerja bapak/ibu dalam satu bulan?

a. 10-80 jam b. 90-150 jam c. 160-320 jam d. 330-420 jam

Table hasil penelitian

No Pendidikan UNP Pendapatan jam kerja Fetilitas

1 1 1 1 3 2

23 2 2 1 3 3

61 3 2 2 3 6

REGRESSION

/MISSING LISTWISE

/STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA COLLIN TOL /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10)

/NOORIGIN

/DEPENDENT Fertilitas

/METHOD=ENTER pendidikan UNP Pendapatan Jamkerja /SCATTERPLOT=(*SRESID ,*ZPRED)

/RESIDUALS HISTOGRAM(ZRESID) NORMPROB(ZRESID) /SAVE RESID. b. All requested variables entered.

Model Summaryb

a. Predictors: (Constant), Jamkerja, UNP, Pendapatan, pendidikan b. Dependent Variable: Fertilitas

ANOVAa

b. Predictors: (Constant), Jamkerja, UNP, Pendapatan, pendidikan

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients

t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

Model Dimension Eigenvalue Condition Index Variance Proportions

(Constant) pendidikan UNP Pendapatan Jamkerja

1

Residuals Statisticsa

Minimum Maximum Mean Std. Deviation N

Predicted Value 2.04 5.19 3.76 .576 97

Std. Predicted Value -2.987 2.486 .000 1.000 97

Standard Error of Predicted

Value .177 .582 .265 .095 97

Adjusted Predicted Value 2.06 5.49 3.76 .595 97

Residual -3.235 3.535 .000 1.215 97

Std. Residual -2.606 2.848 .000 .979 97

Stud. Residual -2.667 2.887 .001 1.009 97

Deleted Residual -3.389 3.632 .003 1.294 97

Stud. Deleted Residual -2.762 3.011 .001 1.023 97

Mahal. Distance .967 20.119 3.959 4.138 97

Cook's Distance .000 .258 .013 .031 97

Centered Leverage Value .010 .210 .041 .043 97

a. Dependent Variable: Fertilitas