BAB III METODE PENELITIAN
3.10 Uji Hipotesis
3.10.2 Uji Parsial (Uji t)
Menurut Ghozali (2016), bahwa Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Hipotesis nol (H0) yang hendak diuji adalah apakah suatu parameter (bi) sama dengan 0, atau:
1. Volume Perdagangan
, Artinya Volume Perdagangan berpengaruh tidak signifikan terhadap Harga Saham.
, Artinya Volume Perdagangan berpengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham.
2. Volume Bid
, Artinya Volume Bid berpengaruh tidak signifikan terhadap Harga Saham.
, Artinya Volume Bid berpengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham.
3. Harga Saham Masa Lalu
, Artinya Harga Saham Masa Lalu berpengaruh tidak signifikan terhadap Harga Saham.
, Artinya Harga Saham Masa Lalu berpengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham.
Kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut :
1. Terima jika atau .
2. Tolak jika atau .
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Perusahaan
Jumlah perusahaan dalam sampel penelitian ini sebanyak 18 perusahaan.
Profil masing-masing peruahaan sektor industri barang konsumsi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia yang menjadi sampel penelitian adalah sebagai berikut:
1. PT. Akasha Wira International, Tbk. (ADES)
Akasha Wira International Tbk didirikan dengan nama PT Alfindo Putrasetia pada tanggal 06 Maret 1985. Kantor pusat Akasha Wira International berdomisili di Perkantoran Hijau Arkadia Tower C Lantai 15 Jl. Letjen TB Simatupang Kav 88 Jakarta. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan adalah industri air kemasan, industri kosmetika, industri minuman ringan susu kedelai dan distribusi produk kosmetika professional merk Wella dan Clairol di Indonesia.
2. PT. Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk. (AISA)
Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk didirikan oleh Joko Mogoginta, Budhi Istanto dan Priyo Hadisusanto pada tanggal 26 Januari 1990. Kantor pusat perusahaan beralamat di Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E. 1,2 No.
1&2 Jakarta Selatan. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk merupakan perseroan yang menjalankan kegiatan usaha dalam bidang perdagangan, perindustrian, perkebunan, pertanian, ketenagalistrikan dan jasa. Kegiatan usaha tersebut dijalankan melalui divisi makanan atau TPS Food.
3. PT. Tri Banyan Tirta, Tbk. (ALTO)
Tri Banyan Tirta Tbk didirikan pada tanggal 03 Juni 1997. Tujuan perusahaan adalah membangun Alto Natural Spring Water sebagai produk lokal dengan kualitas standar internasional. Kantor pusat perusahaan berada di Graha Inovasi lantai 2 Jl. Panjang No. 28, Kebon Jeruk Jakarta.
PT Tri Banyan Tirta, Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor industri minuman dalam kemasan.
4. PT. Bumi Teknokultura Unggul, Tbk. (BTEK)
Bumi Teknokultura Unggul Tbk didirikan pada tanggal 06 Juni 2001.
Kantor pusat perusahaan beralamat di Komplek Permata Senayan, Rukan Blok E No. 37-38 Jl. Tentara Pelajar Jakarta Selatan. Ruang lingkup perusahaan berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan adalah mencakup bioteknologi pertanian, Hak Perusahaan Hutan (HPH), Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Perdagangan.
5. PT. Budi Strach & Sweetener, Tbk. (BUDI)
Budi Strach & Sweetener Tbk didirikan pada tanggal 15 Januari 1979. Kantor pusat Budi Strach & Sweetener Tbk terletak di Wisma Budi lantai 8-9 Jl.
H.R Rasuna Said Kav. C-6 Jakarta. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan lingkup kegiatan perusahaan bergerak di bidang agribisnis, dengan produk utama tepung tapioka, sweetener, terpal plastik dan asam sulfat. Sedangkan produk sampingan adalah pupuk organik.
6. PT. Wilmar Cahaya Indonesia, Tbk. (CEKA)
Wilmar Cahaya Indonesia Tbk didirikan pada tanggal 09 Desember 1980.
Kantor pusat Wilmar Cahaya Indonesia Tbk berlokasi di Jl. Industri Selatan
Blok GG 1 Kawasan Industri Jababeka, Pasirsari, Cikarang Selatan Bekasi Provinsi Jawa Barat. Sesuai dengan Anggaran Dasar, perusahaan bergerak di bidang industri antara lain minyak nabati yaitu minyak kelapa sawit beserta produk turunannya, biji tengkawang, minyak tengkawang dan minyak nabati spesialitas, usaha bidang perdagangan lokal, ekspor impor dan berdagang hasil bumi, hasil hutan, berdagang barang keperluan sehari-hari, berdagang sebagai grosir, distribusi, leveransir, eceran dan lain-lain.
7. PT. Delta Djakarta, Tbk. (DLTA)
Delta Djakarta Tbk didirikan pertama kali di Indonesia pada tahun 1932 sebagai perusahaan produksi bir Jerman. Perseroan resmi menggunakan nama PT Delta Djakarta sejak tahun 1970. Kantor pusat Delta Djakarta terletak di Jl. Inspeksi Tarum Barat, Setiadharma, Tambun Jawa Barat. PT Delta Djakarta bergerak sebagai perusahaan yang menghasilkan produk bir, saat ini memproduksikan bir Pilsner dan bir Stout dengan merek Anker Bir, Anker Stout, Anker Lychee, Carlsberg, San Miguel Pale Pilsen, San Mig Light, San Miguel Cervenza Negra, Kuda Putih dan Batavia.
8. PT. Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk. (ICBP)
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk didirikan pada tanggal 02 September 2009 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2010. Kantor pusat Indofood CBP Sukses Makmur terletak di Sudirman Plaza, Indofood Tower lantai 23 Jl. Jendral Sudirman Kav. 76-78 Jakarta. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup produk Indofood CBP Sukses Makmur Tbk meliputi mie instan, susu, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi &
makanan khusus dan minuman.
9. PT. Inti Agri Resources, Tbk. (IIKP)
Inti Agri Resources Tbk didirikan dengan nama PT Indah Karya Plasindo tanggal 16 Maret 1999. Kantor pusat Inti Agri Resources Tbk terletak di Puri Britania Blok T7 No. B 27-29 Kembangan Selatan Jakarta Barat. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, Inti Agri Resources Tbk bergerak di sektor agribisnis yaitu dalam lingkup penangkaran dan perdagangan ikan arwana.
10. PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk. (INDF)
Indofood Sukses Makmur Tbk didirikan dengan nama PT. Panganjaya Intikusuma pada tanggal 14 Agustus 1990 dan telah beroperasi sejak awal tahun 1980an. Indofood Sukses Makmur Tbk berdomisili di Sudirman Plaza, Indofood Tower lantai 27 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 76-78 Jakarta.
Berdasarkan Angaran Dasar Perusahaan, Indofood Sukses Makmur Tbk bergerak di bidang makanan dan minuman.
11. PT. Multi Bintang Indonesia, Tbk. (MLBI)
Multi Bintang Indonesia Tbk didirikan dengan nama N.V. Nederlandsch-Indische Bierbrouwerijen di Medan pada tahun 1921 dan secara resmi beroperasi secara komersial pada 21 November 1931. Kantor pusat berada di Jl. Daan Mogot Km. 19 Tangerang. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup Multi Bintang Indonesia Tbk terutama adalah produksi minuman bir dan minuman ringan.
12. PT. Mayora Indah, Tbk. (MYOR)
Mayora Indah Tbk didirikan pada tanggal 17 Februari 1977. Mayora Indah
Tbk berkantor pusat di Gedung Mayora Jl. Tomang Raya Kav 21-23, Jakarta Barat. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Mayora Indah Tbk makanan dan minuman olahan yang meliputi enam divisi yang masing-masing menghasilkan produk berbeda namun terintegrasi, meliputi biskuit, kembang gula, wafer, cokelat, kopi dan makanan kesehatan.
13. PT. Prasidha Aneka Niaga, Tbk. (PSDN)
Prasidha Aneka Niaga Tbk didirikan pada tanggal 16 April 1974. Prasidha Aneka Niaga berkantor pusat di Gedung Plaza Sentral Lt. 20 Jl. Jendral Sudirman No. 47 Jakarta. Perusahaan ini kegiatan utamanya bergerak pada pemrosesan dan ekspor komoditas pertanian yang ditangani terutama oleh perusahaan anggotanya dan anak perusahaannya yang juga memiliki diversifikasi di bidang makanan, manufaktur dan perkebunan. Lini usaha utama perusahaan dan anak perusahaan adalah mengolah dan memperdagangkan karet remah, memproduksi kopi instan dan kopi bubuk sangria serta perkebunan kopi.
14. PT. Nippon Indosari Corpindo, Tbk. (ROTI)
Nippon Indosari Corpindo Tbk (Sari Roti) didirikan pada tanggal 08 Maret 1995 dengn nama PT. Nippon Indosari Corporation dan mulai beroperasi komersial pada tahun 1996. Kantor pusat dan salah satu pabrik berkedudukan di Kawasan Industri MM 2100 Jl. Selayar blok A9, Desa Mekarwangi, Cikarang Barat, Bekasi Jawa Barat. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup usaha bergerak di bidang pabrikasi, penjualan dan distribusi roti dan minuman, tetapi tidak terbatas pada macam-macam roti, roti tawar,
roti isi dan segala macam jenis kue lainnya serta segala jenis minuman ringan, termasuk tetapi tidak terbatas pada minuman sari buah, minuman berbahan dasar susu dan minuman lainnya.
15. PT. Sekar Bumi, Tbk. (SKBM)
Sekar Bumi Tbk didirikan pada tanggal 12 April 1973. Kantor pusat Sekar Bumi terletak di Plaza Asia Lt. 21 Jl. Jendral Sudirman Kav 59 Jakarta. Sekar Bumi Tbk merupakan perusahaan manufaktur dan distributor produk makanan beku. Sekar Bumi memiliki tiga merek dagang diantaranya: SKB (menghasilkan makanan beku seperti udang dan ikan), Bumifood (menghasilkan dimsum, bakso, seafood, lumpia, samosa dan lain-lain) dan Mitraku (menghasilkan bakso ikan, bakso udang, fish cake dan produk berbasis sarumi lainnya).
16. PT. Sekar Laut, Tbk. (SKLT)
Sekar Laut Tbk didirikan pada tanggal 19 Juli 1976. Kantor pusat Sekar Laut Tbk beralamat di Jl. Raya Darmo 23-25 Surabaya. PT. Sekar Laut Tbk merupakan perusahaan di bidang industri, pertanian, perdagangan dan pembangunan, khususnya dalam industri di sektor manufaktur untuk sub sektor makanan dan minuman. Produk yang dihasilkan adalah: kerupuk, saos, sambal, bumbu masak dan roti. Perusahaan memulai industri rumah tangga di bidang perdagangan dan produk kelautan sejak tahun 1966, kemudian usaha berkembang menjadi pabrik kerupuk udang hingga menjadi PT Sekar Laut.
17. PT. Siantar Top, Tbk. (STTP)
Siantar Top Tbk berdiri pada tanggal 12 Mei 1987. Kantor pusat PT. Siantar
Top terletak di Jl. Tambak Sawah No. 21-23, Waru Sidoarjo. PT Siantar Top Tbk, telah ada dari tahun 1972 sebagai pelopor industri makanan ringan di Jawa Timur. Saat ini PT Siantar Top terus berkembang dan meperkuat posisinya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manufakturing makan ringan. Produk-produk makanan ringan yang dihasilkan diantaranya: snack, biskuit dan wafer, snack mi, kopi dan mi instan.
18. PT. Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company, Tbk. (ULTJ)
Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk didirikan pada tanggal 02 November 1971. Kantor pusat Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk beralamat di Jl. Cimareme 131, Padalarang Kab. Bandung Barat, Bandung. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup perusahaan bergerak dalam sektor industri makanan dan minuman dalam bidang perdagangan dan pembuatan minuman UHT kemasan steril.
4.2 Analisis Statistik Deskriptif
Analisis deskriptif memberikan gambaran dari fenomena atau karakteristik dari data. Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam membaca data serta memahami maksudnya. Hasil olahan data dalam bentuk deskriptif statistik akan menampilkan karakteristik sampel yang digunakan di dalam penelitian ini meliputi jumlah sampel (N), nilai rata-rata (mean), nilai tengah (median), nilai minimum dan maksimum, serta standar deviasi untuk masing-masing variabel penelitian. Peneliti menggunakan statistik deskriptif untuk variabel-variabel yang diukur dengan skala rasio.
Tabel 4.1
Statistik Deskriptif Variabel Penelitian
HS VP VB HSML
Mean 2636.654 93515.64 3498.144 2628.298 Median 1175.500 20907.50 1262.500 1172.500 Maximum 16800.00 990106.0 39800.00 16800.00 Minimum 62.00000 12.00000 61.00000 62.00000 Std. Dev. 3324.466 176922.8 5599.880 3305.158
Sumber: Lampiran 3
Berdasarkan Tabel 4.1 dapat dideskripsikan beberapa hal sebagai berikut : 1. Jumlah seluruh sampel penelitian adalah 18 perusahaan dengan data yang
diamati sebanyak 1.080, yaitu 18 perusahaan dikali dengan 60 bulan (5 tahun periode penelitian). Empat variabel yang menggunakan skala rasio Volume Perdagangan, Volume Bid, Harga Saham Masa Lalu dan Harga Saham.
2. Variabel dependen Harga Saham (Y) memiliki nilai maksimum sebesar Rp 16.800 yang dimiliki oleh perusahaan Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) pada bulan Mei 2018 dan nilai minimum sebesar Rp 62 yang dimiliki oleh perusahaan Budi Strach & Sweetener Tbk (BUDI) pada bulan Februari 2016 dengan mean Rp 2.636. Nilai standar deviasi sebesar Rp 3.324 yang lebih besar jika dibandingkan dengan nilai mean artinya jarak rata-rata setiap unit data terhadap rata-rata hitung semakin besar.
3. Variabel independen Volume Perdagangan (X1) memiliki nilai maksimum sebesar 990.106 yang dimiliki oleh perusahaan Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) pada bulan Desember 2015 dan nilai minimum sebesar 12 yang dimiliki oleh perusahaan Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) pada bulan Mei 2015 dengan mean 93.515. Nilai standar deviasi sebesar 176.922 yang
lebih besar jika dibandingkan dengan nilai mean artinya jarak rata-rata setiap unit data terhadap rata-rata hitung semakin besar.
4. Variabel independen Volume Bid (X2) memiliki nilai maksimum sebesar 39.800 yang dimiliki oleh perusahaan Mayora Indah Tbk (MYOR) pada bulan September 2016 dan nilai minimum sebesar 61 yang dimiliki oleh perusahaan Budi Strach & Sweetener Tbk (BUDI) pada bulan Januari 2015 dengan mean 3.498. Nilai standar deviasi sebesar 5.599 yang lebih besar jika dibandingkan dengan nilai mean artinya jarak rata-rata setiap unit data terhadap rata-rata hitung semakin besar.
5. Variabel independen Harga Saham Masa Lalu (X3) memiliki nilai maksimum sebesar Rp 16.800 yang dimiliki oleh perusahaan Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) pada bulan Juni 2018 dan nilai minimum sebesar Rp 62 yang dimiliki oleh perusahaan Budi Strach & Sweetener Tbk (BUDI) pada bulan Maret 2016 dengan mean Rp 2.628. Nilai standar deviasi sebesar Rp 3.305 yang lebih besar jika dibandingkan dengan nilai mean artinya jarak rata-rata setiap unit data terhadap rata-rata hitung semakin besar.
4.3 Regresi Linier Berganda Data Panel
Analisis regresi digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian.
Analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda data panel yang digunakan untuk menguji apakah variabel independen yaitu Volume Perdagangan (X1), Volume Bid (X2) dan Harga Saham Masa Lalu (X3) berpengaruh langsung terhadap Harga Saham (Y).
Tabel 4.2
Hasil Uji Regresi Linier Berganda Data Panel
Dependent Variable: HS
Method: Panel EGLS (Cross-section weights) Date: 02/01/21 Time: 16:54
Sample: 2014M01 2018M12
Total panel (balanced) observations: 1080
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 214.7226 30.98020 6.930963 0.0000
VP -2.54E-06 1.03E-05 -0.245789 0.8059 VB -0.003749 0.001246 -3.008726 0.0027 HSML 0.926562 0.011176 82.90487 0.0000
R-squared 0.991639 Mean dependent var 3467.533 Adjusted R-squared 0.991481 S.D. dependent var 1840.514 S.E. of regression 326.8894 Sum squared resid 1.13E+08 F-statistic 6279.676 Durbin-Watson stat 2.034305 Prob(F-statistic) 0.000000
Sumber: Lampiran 4
Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui persamaan regresi linier berganda data panelnya, yaitu :
Yit = 214,7226– 0,00000254X1it – 0,0037X2it + 0,9265X3it +
ε
itDari persamaan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Konstanta (α) = 214,7226. Ini menunjukkan tingkat konstanta, dimana jika variabel Volume Perdagangan (X1), Volume Bid (X2) dan Harga Saham Masa Lalu (X3) adalah 0, maka Harga Saham (Y) akan tetap sebesar 214,72 dengan asumsi variabel lain tetap.
2. Koefisien Volume Perdagangan (β1) = -0,00000254 < 0. Ini menunjukkan bahwa variabel Volume Perdagangan (X1) berpengaruh secara negatif terhadap Harga Saham. Jika variabel Volume Perdagangan ditingkatkan,
maka Harga Saham akan menurun dengan asumsi variabel lain tetap, demikian sebaliknya.
3. Koefisien Volume Bid (β2) = -0,003749 < 0. Ini menunjukkan bahwa variabel Volume Bid (X2) berpengaruh secara negatif terhadap Harga Saham. Jika variabel Volume Bid ditingkatkan, maka Harga Saham akan menurun dengan asumsi variabel lain tetap, demikian sebaliknya.
4. Koefisien Harga Saham Masa Lalu (β3) = 0,926562 > 0. Ini menunjukkan bahwa variabel Harga Saham Masa Lalu (X3) berpengaruh positif terhadap Harga Saham. Jika variabel Harga Saham Masa Lalu ditingkatkan, maka Harga Saham juga akan meningkat dengan asumsi variabel lain tetap, demikian sebaliknya.
4.3.1 Common Effect Model
Common Effect Model merupakan pendekatan model data panel yang paling sederhana karena hanya mengombinasikan data time series dan cross section dan mengestimasinya dengan menggunakan pendekatan kuadrat terkecil (Ordinary Least Square/OLS). Pada model ini tidak diperhatikan dimensi waktu maupun individu, sehingga diasumsikan bahwa perilaku data perusahaan adalah sama dalam berbagai kurun waktu.
Dari Uji Common Effect Model (CEM) terlihat bahwa nilai Prob (F- statistic) yaitu sebesar 0.000000 lebih kecil jika dibandingkan dengan batas kritis yaitu 0,05. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa 1 diterima atau berarti pengaruh simultan variabel predictor terhadap variabel responden terbukti bermakna statistic.
Tabel 4.3 Common Effect Model
Dependent Variable: HS Method: Panel Least Squares Date: 02/01/21 Time: 16:48 Sample: 2014M01 2018M12 Periods included: 60 Cross-sections included: 18
Total panel (balanced) observations: 1080
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 11.58753 15.33433 0.755659 0.4500
VP -6.74E-05 6.01E-05 -1.121313 0.2624
VB 0.002425 0.002163 1.121123 0.2625
HSML 0.997942 0.003670 271.8859 0.0000
R-squared 0.989149 Mean dependent var 2636.654 Adjusted R-squared 0.989119 S.D. dependent var 3324.466 S.E. of regression 346.7872 Akaike info criterion 14.53900 Sum squared resid 1.29E+08 Schwarz criterion 14.55746 Log likelihood -7847.058 Hannan-Quinn criter. 14.54599 F-statistic 32694.85 Durbin-Watson stat 2.064063 Prob(F-statistic) 0.000000
Sumber: Lampiran 5
4.3.2 Fixed Effect Model
Model ini mengasumsikan bahwa perbedaan antar individu dapat diakomodasi dari perbedaan intersepnya, dimana setiap individu merupakan parameter yang tidak diketahui. Oleh karena itu, untuk mengestimasi data panel model fixed effect menggunakan teknik variable dummy untuk menangkap perbedaan intersepnya antar perusahaan.
Namun demikian, slopnya sama antar perusahaan karena menggunakan variable dummy, model estimasi ini disebut juga dengan teknik Least Square Dummy Variable (LSDV).
Selain diterapkan untuk efek tiap individu, LSDV juga dapat mengakomodasi efek waktu yang bersifat sistematik, melalui penambahan variable dummy waktu di dalam model.
Tabel 4.4 Fixed Effect Model
Dependent Variable: HS Method: Panel Least Squares Date: 02/01/21 Time: 16:50 Sample: 2014M01 2018M12 Periods included: 60 Cross-sections included: 18
Total panel (balanced) observations: 1080
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 196.0401 35.03542 5.595484 0.0000
VP -0.000110 7.62E-05 -1.440459 0.1500 VB -0.002861 0.003201 -0.893723 0.3717 HSML 0.936306 0.011390 82.20752 0.0000
Effects Specification
Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.989540 Mean dependent var 2636.654 Adjusted R-squared 0.989343 S.D. dependent var 3324.466 S.E. of regression 343.1961 Akaike info criterion 14.53373 Sum squared resid 1.25E+08 Schwarz criterion 14.63066 Log likelihood -7827.216 Hannan-Quinn criter. 14.57043 F-statistic 5009.381 Durbin-Watson stat 2.012004 Prob(F-statistic) 0.000000
Sumber: Lampiran 6
Dari Uji Fixed Effect Model (FEM) terlihat bahwa nilai Prob (F- statistic) yaitu sebesar 0.000000 lebih kecil dari batas kritis yaitu 0,05. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa 1 diterima atau berarti pengaruh simultan variabel predictor terhadap variabel responden terbukti bermakna statistic.
4.3.3 Random Effect Model
Tabel 4.5 Random Effect Model
Dependent Variable: HS
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects) Date: 02/01/21 Time: 16:51
Sample: 2014M01 2018M12 Periods included: 60 Cross-sections included: 18
Total panel (balanced) observations: 1080
Swamy and Arora estimator of component variances
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 11.58753 15.17554 0.763566 0.4453
VP -6.74E-05 5.95E-05 -1.133046 0.2574 VB 0.002425 0.002140 1.132854 0.2575 HSML 0.997942 0.003632 274.7309 0.0000
Effects Specification
S.D. Rho
Cross-section random 0.000000 0.0000
Idiosyncratic random 343.1961 1.0000
Weighted Statistics
R-squared 0.989149 Mean dependent var 2636.654 Adjusted R-squared 0.989119 S.D. dependent var 3324.466 S.E. of regression 346.7872 Sum squared resid 1.29E+08 F-statistic 32694.85 Durbin-Watson stat 2.064063 Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.989149 Mean dependent var 2636.654 Sum squared resid 1.29E+08 Durbin-Watson stat 2.064063
Sumber: Lampiran 7
Model ini akan mengestimasi data panel dimana variabel gangguan mungkin saling berhubungan antar waktu dan antar individu. Berbeda dengan
fixed effect model, efek spesifik dari masing-masing individu diperlakukan sebagai bagian dari komponen eror yang bersifat acak (random) dan tidak berkorelasi dengan variabel penjelas yang teramati.
Dari Uji Random Effect Model (REM) terlihat bahwa nilai Prob (F- statistic) yaitu sebesar 0.000000 lebih kecil dari batas kritis yaitu 0,05. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa 1 diterima atau berarti pengaruh simultan variabel predictor terhadap variabel responden terbukti bermakna statistic.
4.4 Pemilihan Model Regresi Linier Data Panel 4.4.1 Uji Chow
Uji chow berfungsi untuk menentukan model, apakah common effect atau fixed effect yang paling sesuai digunakan dalam data panel.
Tabel 4.6 Uji Chow
Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled
Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 2.331531 (17,1059) 0.0017
Cross-section Chi-square 39.683924 17 0.0014
Sumber: Lampiran 8
Jika dilihat pada Tabel 4.6 nilai pada Cross section Chi-square kolom Prob. Maka nilainya adalah 0,0014. Jika nilai Prob. Cross section Chi-square <
0,05 maka yang dipilih adalah Fixed Effect dari pada Common Effect.
4.4.2 Uji Hausman
Uji Hausman digunakan untuk memilih apakah model fixed effect atau
random effect yang paling tepat digunakan. Melakukan uji Hausman data juga diregresikan dengan model random effect dan fixed effect.
Ketika hasil yang diperoleh uji chow adalah fixed effect maka langkah selanjutnya yaitu melakukan hausman test.
Tabel 4.7 Uji Hausman
Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled
Test cross-section random effects
Test Summary
Chi-Sq.
Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.
Cross-section random 34.797494 3 0.0000
Sumber: Lampiran 9
Dari hasil olah data pada Tabel 4.7 diperoleh nilai Prob. sebesar 0,0000 dimana nilai Prob. < dari 0,05 maka H1 yang diterima, yaitu metode terbaik yang digunakan adalah Fixed Effect.
4.5 Model Regresi Linier Data Panel Terpilih
Menurut Gujarati (2005), apabila model estimasi sudah bersifat General Least Square, maka tidak dibutuhkan uji asumsi klasik Normalitas, Multikolinieritas, Heterokedastisitas dan Autokorelasi.
Karena sifat dari model estimasi General Least Square sudah memenuhi syarat uji asumsi klasik.
Berdasarkan Tabel 4.7 model estimasi yang terpilih adalah Fixed Effect Model. Tabel 4.8 model estimasi Fixed Effect diubah dengan bersifat General Least Square.
Tabel 4.8
Fixed Effect Model GLS
Dependent Variable: HS Method: Panel Least Squares Date: 02/01/21 Time: 16:50 Sample: 2014M01 2018M12 Periods included: 60 Cross-sections included: 18
Total panel (balanced) observations: 1080
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 196.0401 35.03542 5.595484 0.0000
VP -0.000110 7.62E-05 -1.440459 0.1500 VB -0.002861 0.003201 -0.893723 0.3717 HSML 0.936306 0.011390 82.20752 0.0000
Effects Specification
Cross-section fixed (dummy variables)
R-squared 0.989540 Mean dependent var 2636.654 Adjusted R-squared 0.989343 S.D. dependent var 3324.466 S.E. of regression 343.1961 Akaike info criterion 14.53373 Sum squared resid 1.25E+08 Schwarz criterion 14.63066 Log likelihood -7827.216 Hannan-Quinn criter. 14.57043 F-statistic 5009.381 Durbin-Watson stat 2.012004 Prob(F-statistic) 0.000000
Sumber: Lampiran 10
4.6 Uji Hipotesis
4.6.1 Uji Simultan (Uji F)
Untuk melihat pengaruh seluruh variabel independen terhadap variabel dependen secara serempak pada model regresi linier berganda data panel digunakan uji statistik F. Untuk menguji hubungan secara serempak antara Volume Perdagangan, Volume Bid dan Harga Saham Masa Lalu terhadap Harga Saham menggunakan uji kelinieran persamaan regresi. Nilai df1 = k-1 = 4 - 1 = 3;
df2 = n-k = 18 - 4 = 14, maka pada α = 0,05 diperoleh Ftabel = 3,34. Berdasarkan Tabel 4.8 diperoleh nilai probabilitas dari uji F (Prob. F-statistic) adalah 0,0000. Karena nilai probabilitas, yaitu 0,0000 < dibandingkan tingkat signifikansi 0,05 dan Fhitung (6.279) > Ftabel (3,34) maka Ho ditolak (H1 diterima). Maka dapat disimpulkan secara serempak Volume Perdagangan, Volume Bid dan Harga Saham Masa Lalu berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham.
4.6.2 Uji Parsial (Uji t)
Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen yaitu Volume Perdagangan, Volume Bid dan Harga Saham Masa Lalu secara langsung mempengaruhi variabel dependen secara signifikan atau tidak. Uji t dilakukan menggunakan Fixed Effect Model sebagaimana direkomendasikan pada uji Hausman.
Tabel 4.9 Uji t
Dependent Variable: HS
Method: Panel EGLS (Cross-section weights) Date: 02/01/21 Time: 16:54
Sample: 2014M01 2018M12 Periods included: 60 Cross-sections included: 18
Total panel (balanced) observations: 1080 Linear estimation after one-step weighting matrix
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 214.7226 30.98020 6.930963 0.0000
VP -2.54E-06 1.03E-05 -0.245789 0.8059 VB -0.003749 0.001246 -3.008726 0.0027 HSML 0.926562 0.011176 82.90487 0.0000
Lanjutan Tabel 4.9
Effects Specification
Cross-section fixed (dummy variables)
Cross-section fixed (dummy variables)