BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
C. Uji Pengaruh Variabel Input-Output Terhadap Total Biaya
Setelah statistika deskriptif dan analisis tingkat efisiensi biaya perbankan, maka selanjutnya adalah uji pengaruh variabel input-output terhadap total biaya pada efisiensi BUK dan BUS sebagai berikut :
1. Bank Umum Konvensional (BUK)
Gambar 4.9
Hasil Analisis Uji Chi-Square dan Uji Z (BUK)
1) Menguji Serentak koefisien regresi dengan uji Wald (Uji Chi-Square). Pengujian ini diharapkan terdapat pengaruh serentak/bersama variabel-variabel prediktor terhadap variabel respon berdasarkan pengujian serentak koefisien regresi. Pengujian ini terpenuhi ketika nilai P-value (Sig.) ≤ α dengan α ditentukan sebesar 5%. Dari hasil output, dihasilkan nilai statistik
uji Chi-Square (Wald chi2(4)) sebesar 15032,66 dan P-value (Prob > chi2) sebesar 0,0000 sehingga pengujian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh serentak/bersama lnP1, lnP2, lnQ1, dan lnQ2 terhadap lnTC, karena P-value < 0,05.
2) Menguji individu koefisien regresi dengan uji z.
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan setiap variabel prediktor terhadap variabel respon. Pengujian ini menunjukkan pengaruh yang signifikan ketika nilai P-value(Sig.) ≤ α dimana α
sama dengan 5%. Dari hasil output, pengujian ini memberikan kesimpulan bahwa:
1. Nilai P-value (Sig.) untuk variabel lnP1 diperoleh sebesar 0,000 (P-value < 0,05) sehingga pengujian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan lnP1 terhadap lnTC sebesar 0,0207679 (pengaruh positif). 2. Nilai P-value (Sig.) untuk variabel lnP2 diperoleh sebesar 0,081 (P-value
> 0,05) sehingga pengujian dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan variabel lnP2 terhadap lnTC.
3. Nilai P-value (Sig.) untuk variabel lnQ1 diperoleh sebesar 0,000 (P-value < 0,05) sehingga pengujian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan lnQ1 terhadap lnTC sebesar 0,9155801 (pengaruh positif).
4. Nilai P-value (Sig.) untuk variabel lnQ2 diperoleh sebesar 0,000 (P-value < 0,05) sehingga pengujian dapat disimpulkan bahwa terdapat
pengaruh signifikan lnQ2 terhadap lnTC sebesar -0,0103543 (pengaruh negatif).
Stochastic Frontier Model dengan melibatkan semua variabel untuk kelompok bank BUK dirumuskan berikut:
lnTC =0,0991048 + 0,0207679 lnP1 + 0,0072714 lnP2 + 0,9155801 lnQ1 –
0,0103543 lnQ2 + e
Gambar 4.10 (BUK)
Hasil Analisis Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) diperoleh sebesar 0,99470728 yang berarti bahwa keragaman lnTC yang mampu dijelaskan lnP1, lnP2, lnQ1, dan lnQ2 secara bersama-sama adalah 99,47% dengan 0,53% sisanya dijelaskan oleh error (e) atau variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam model regresi.
2. Bank Umum Syariah (BUS)
Gambar 4.11
Hasil Analisis Uji Chi-Square Dan Uji Z (BUS)
1) Menguji serentak koefisien regresi dengan uji Wald (Uji Chi-Square). Pengujian ini diharapkan terdapat pengaruh serentak/bersama variabel-variabel prediktor terhadap variabel respon berdasarkan pengujian serentak koefisien regresi. Pengujian ini terpenuhi ketika nilai P-value (Sig.) ≤ α dengan α ditentukan sebesar 5%. Dari hasil output, dihasilkan ilai statistik uji Chi-Square (Wald chi2(4)) sebesar 386,85 dan P-value (Prob > chi2) sebesar 0,0000 sehingga pengujian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh
serentak/bersama lnP1, lnP2, lnQ1, dan lnQ2 terhadap lnTC, karena P-value < 0,05.
2) Menguji individu koefisien regresi dengan uji z.
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan setiap variabel prediktor terhadap variabel respon. Pengujian ini menunjukkan pengaruh yang signifikan ketika nilai P-value (Sig.) ≤ α dimana α
sama dengan 5%. Dari hasil output, pengujian ini memberikan kesimpulan bahwa:
1. Nilai P-value (Sig.) untuk variabel lnP1 diperoleh sebesar 0,003 (P-value < 0,05) sehingga pengujian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan lnP1 terhadap lnTC sebesar -0,1899954 (pengaruh negatif). 2. Nilai P-value (Sig.) untuk variabel lnP2 diperoleh sebesar 0,000 (P-value
< 0,05) sehingga pengujian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan lnP2 terhadap lnTC sebesar 0,4466447 (pengaruh positif). 3. Nilai P-value (Sig.) untuk variabel lnQ1 diperoleh sebesar 0,000 (P-value
< 0,05) sehingga pengujian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan lnQ1 terhadap lnTC sebesar 0,3192071 (pengaruh positif). 4. Nilai P-value (Sig.) untuk variabel lnQ2 diperoleh sebesar 0,864 (P-value
> 0,05) sehingga pengujian dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan variabel lnQ2 terhadap lnTC dapat diartikan jika ada kenaikan
ataupun penurunan surat berharga yang dimiliki tidak memiliki pengaruh terhadap total biaya.
Stochastic Frontier Model dengan melibatkan semua variabel untuk kelompok bank BUS dirumuskan berikut:
lnTC = 0,3177230 – 0,1899954 lnP1 + 0,4466447 lnP2 + 0,3192071 lnQ1 + 0,0079172 lnQ2 + e
Gambar 4.12
Hasil Analisis Koefisien Determinasi
Sumber: Data Sekunder yang Diolah
Koefisien determinasi (R2) diperoleh sebesar 0,83550701 yang berarti bahwa keragaman lnTC yang mampu dijelaskan lnP1, lnP2, lnQ1, dan lnQ2 secara bersama-sama adalah 83,55% dengan 16,45% sisanya dijelaskan oleh error (e) atau variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam model regresi.
D. Pembahasan
Hasil penelitian ini difokuskan pada komparasi tingkat efisiensi biaya yang terdiri dari empat Bank Umum Syariah (BUS) dan empat Bank Umum Konvensional (BUK) periode 2011 hingga 2015. Dimana komponen input yang dipakai adalah lnP1 (beban personalia) dan lnP2 (beban bagi hasil / beban bunga), sedangkan komponen outputnya yaitu lnQ1 (total pembiayaan) dan lnQ2 (total surat berharga yang dimiliki). Model Stochastic Frontier Approach (SFA) digunakan untuk menghitung efisiensi biaya dari masing-masing bank.
Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi biaya pada BUK hampir seragam. BUK yang memiliki efisiensi biaya tertinggi ada pada Bank Sinarmas dengan nilai efisiensi sebesar 99,99090%, sedangkan efisiensi biaya terendah ada pada Bank Victoria Internasional dengan nilai efisiensi sebesar 99,99083%. Selanjutnya untuk BUS yang memiliki efisiensi biaya tertinggi ada pada Bank Panin dengan nilai efisiensi sebesar 85,53661%, sedangkan efisiensi biaya terendah ada pada BNI Syariah dengan nilai efisiensi sebesar 71,85749%.
Apabila membandingkan nilai efisiensi biaya tertinggi dari BUK dan BUS, BUK masih lebih tinggi 14,45429% dari BUS. Selanjutnya, membandingkan nilai efisiensi biaya terendah dari BUK dan BUS, BUK masih lebih tinggi 28,13334% dari BUS. Terlihat bahwa efisiensi biaya pada BUK masih relatif lebih tinggi dari pada efisiensi biaya pada BUS, baik itu diukur dari bank yang memiliki nilai efisiensi terbaik maupun dari bank yang memiliki efisiensi biaya terendah.
Dalam komponen input dan output pada BUK terlihat bahwa BUK masih memiliki masalah dalam mengoptimalkan surat berharga yang dimiliki karena dianggap masih belum sanggup menutupi besarnya total biaya yang dikeluarkan bank. Bank Umum Konvensional perlu untuk memperhatikan pengelolaan pada surat berharga yang dimiliki karena surat berharga yang dimiliki merupakan dana produktif yang memiliki kontribusi dalam mengurangi total biaya yang dikeluarkan bank.
Dalam komponen input dan output pada BUS terlihat bahwa BUS masih memiliki masalah pada beban personalia yang memiliki dampak negatif sehingga BUS perlu untuk memperhatikan kinerja sumber daya manusia yang dimiliki dengan melakukan pelatihan-pelatihan yang dapat menunjang kinerja agar bisa bekerja lebih efisien.
Selanjutnya, surat berharga yang dimiliki pada BUS berdampak positif, walaupun mampu memberikan kontribusi untuk mengurangi total biaya namun kontribusinya terbilang kecil. Sehingga Bank Umum Syariah dirasa perlu untuk meningkatkan surat berharga yang dimiliki karena surat berharga yag dimiliki merupakan dana produktif yang akan mengurangi total biaya.
Pada uji pengaruh serentak (Uji Wald) semua komponen input (beban personalia dan beban bagi hasil / beban bunga) dan output (total pembiayaan dan surat berharga yang dimiliki) pada BUK dan BUS berpengaruh terhadap efisiensi biaya. Namun, lain halnya dengan uji pengaruh individu (uji Z), untuk BUK beban bunga tidak memiliki pengaruh pada efisiensi biaya, hal tersebut
bisa saja terjadi karena beban bunga merupakan dana pihak ketiga yang telah diinvestasikan oleh bank dan diperkirakan beban bagi hasil yang dikeluarkan tidak disertakan dengan hasil investasi yang signifikan dan membuat beban bunga tidak memiliki pengaruh terhadap efisiensi biaya. Sedangkan pada BUS surat berharga yang dimiliki tidak memiliki pengaruh pada efisiensi biaya. Nampaknya hal tersebut bisa terjadi karena hasil dari surat berharga yang dimiliki tidak memberikan kontribusi yang signifikan pada efisiensi biaya.
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan efisiensi biaya menggunakan metode stochastic frontier approach pada Bank Umum Konvensional (BUK) dan Bank Umum Syariah (BUS) selama periode 2011-2015 yang telah diuraikan sebelumnya dapat ditarik kesimpulan :
1. Diketahui bahwa terdapat nilai efisiensi biaya yang hampir seragam dan mendekati 100% pada empat BUK yang menjadi objek penelitian. Hal tersebut menggambarkan bahwa BUK masih memiliki kinerja yang sangat baik.
2. Diketahui bahwa terdapat nilai efisiensi biaya yang tidak seragam dari empat BUS yang menjadi objek penelitian. Hanya ada satu BUS yang memiliki nilai efisiensi mendekati 100%. Hal tersebut menggambarkan bahwa BUS masih harus memperhatikan kinerjanya. 3. Secara jelas bahwa efisiensi biaya BUK masih lebih unggul dari BUS. Terlihat dari nilai efisiensi BUK yang terbaik lebih tinggi dari nilai efisiensi BUS yang terbaik, bahkan nilai efisiensi BUK yang terendah masih lebih tinggi dibandingkan nilai efisiensi BUS yang terbaik.
4. Ditinjau dari segi komponen input dan output, BUK masih harus mengoptimalkan pengolahan outputnya terutama pada surat berharga yang dimiliki, sedangkan untuk BUS terdapat satu komponen input yaitu beban personalia dan satu komponen output yaitu surat berharga yang dimiliki sebagai fokus untuk diperhatikan agar bisa menunjang efisiensi biaya menjadi lebih baik lagi.
B. SARAN
Setelah hasil yang didapat dari penelitian ini dan berdasarkan kesimpulan yang telah disebutkan diatas, saran-saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu :
1. Bagi pihak manajemen bank, diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi kepada setiap manajemen BUK dan BUS untuk terus meningkatkan efisiensi biaya, karena dari biaya yang dikeluarkan masih ada dana yang tidak digunakan secara efisien. Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat efisiensi biaya yang belum mencapai 100%. Pihak manajemen bank pun perlu memperhatikan faktor-faktor yang menyebabkan inefisiensi, selain itu diharapkan juga hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam membuat regulasi khususnya dalam pengukuran kesehatan bank.
2. Bagi Masyarakat / Nasabah Bank, disarankan dapat merujuk pada hasil penelitian ini sebelum menjadi nasabah maupun yang sudah
menjadi nasabah, untuk melihat bank mana yang paling efisien dan memberikan manfaat atau keuntungan pada nasabahnya.
3. Bagi penelitian selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan metode pengukuran stochastic frontier approach ini, karena pengukuran efisiensi akan terus berkembang. Penentuan variabel input dan output pun juga diharapkan agar lebih bervariasi agar model yang diformulasikan menjadi lebih baik lagi.
Tersedia pada http//.www.bi.go.id.
[BI] Bank Indonnesia. 2015. Statistik Perbankan Indonesia. [diunduh 2016 Januari 10]. Tersedia pada http//.www.bi.go.id.
Abidin, Zaenal dan Endri. 2009. Kinerja Efisiensi Teknis Bank Pembangunan Daerah Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA). Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 11, No. 1.
Aigner, D.Lovell, CAK.dan Schmidt,P.1977. Formulation and Estimation Of Stochastic Frontier Production Function Models. Journal Of Econometrics 6 (21).
Ansari, Muhammad Sadiq. 2006. An Empirical Investigation of Cost Efficiency in the Banking Sector of Pakistan. SBP Working Paper Series No. 12, Pakistan.
Apriyana, A. Siregar, H. dan Hasanah, H.2015. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Efisiensi Biaya Perbankan di Kawasan ASEAN-5.Jurnal Manajemen Teknologi, Vol.14, No.3.
Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan. Industri Perbankan Syariah Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean Mea 2015 Peluang dan Tantangan Kontemporer. http://www.bppk.kemenkeu.go.id diakses pada tanggal 7 Januari 2016.
Badan Pusat Statistik. 2015. Publikasi Laporan Perekonomian Indonesia 2015. [diunduh 2016 Januari 10].Tersedia pada http://www.bps.go.id.
Bauer, P. W, Berger, A. N and Ferrier, G. D. 1998. Consistency Condition For Regulatory Analysis Of Financial Institutions: A Comparison Of Frontier Efficiency Methods.
Journal Of Economics and Bussines.
Farrell, MJ. 1957. The Measurement Of Productive Efficiency. Journal Of The Royal Statistical Society, Series A (General), Vol.120, No.3.
Firdaus, MF. dan Hosen, MN. 2013. Efisiensi Bank Umum Syariah Menggunakan Pendekatan Two-Stage Data Envelopment Analysis. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Vol.16,No.2.
Hadad, MD. Santoso, W.Mardanugraha, E. dan Illyas, D.2003. Pendekatan Parametrik untuk Efisiensi Bank Syariah. Jurnal Bank Indonesia.
Hartono, I. Djohar, S. dan Daryanto, HK.2008. Analisis Efisiensi Bank Perkreditan Rakyat di Wilayah Jabodetabek dengan Pendekatan Data Envelopment Analysis. Jurnal Manajemen dan Agribisnis, Vol. 5, No.2.
Hartono,Edy.2009. Analisis Efisiensi Biaya Industri Perbankan Indonesia Dengan Menggunakan Metode Parametrik Stochastic Frontier Approach Analysis. Tesis Universitas Diponegoro Semarang.
Hassan, MK. 2006. The X-Efficiency In Islamic Banks. Islamic Economic Studies, Vol. 13, No.2.
Hidayat, Rahmat.2012. Kepala Bidang Inovasi Pembiayaan Syariah Kemenpera dan Peneliti Tamu FEM IPB. http://jurnalekis.blogspot.co.id/2012/07/efisiensi-perbankan-syariah-di-indonesia.html diakses pada tanggal 11 Januari 2016.
Hidayat, Rahmat.2014.Efisiensi Perbankan Syariah Teori dan Praktik (Bekasi : Gramata Publishing.
Irfan, M. Majeed,Y. dan Zaman, K.2014. The Performance And Efficiency Of Islamic Banking In South Asian Countries, Economia Seria Management. Vol.17, Issue 2. K.Lewis, Mervyn dan M.Algaoud, Latifa. Perbankan Syariah. Jakarta: Serambi Ilmu
Semesta.2003.
Kompas.2015. OJK: Kondisi Perbankan Indonesia Sehat. [diakses 2016 Januari 10]. Tersedia pada http://bisniskeuangan.kompas.com
Mokhtar, HAS. Abdullah, N. dan Al-Habshi, SM. 2006. Efficiency Of Islamic Banking In Malaysia, A Stochastic Frontier Approach. Journal Of Economic Cooperation (27).
Muharam, Harjum dan Rizki Pusvitasari. 2007. Analisis Perbandingan Efisiensi Bank Syariah di Indonesia dengan Metode Data Envelopment Analysis Periode Tahun 2005. Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Vol.11 No .03.
Nisfiyani, Syifa.”Pengaruh Efisiensi Terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah Periode 2011-2013 dengan Metode Stochastic Frontier Approach (SFA).” Skripsi
Program Studi Muamalat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 2011. Otoritas Jasa Keuangan.2015. Roadmap Perbankan Syariah Indonesia 2015-2019.
[diunduh 2016 Januari 10]. Tersedia pada http://www.ojk.go.id/id/Default.aspx
Rahmawati, Rafika. “Efisiensi Pengelolaan Dana Bank Syariah di Indonesia dengan
Pendekatan Parametrik.” Skripsi Program Studi Muamalat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 2011.
Rahmawati, Rafika.2015. Strategi Peningkatan Efisiensi Biaya Pada Bank Umum Syariah Berbasis Stochastic Frontier Approach dan Data Envelopment Analysis. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Vol.17,No.4.
Santoso, RT. 2010. Pengaruh Merger Dan Akuisisi Terhadap Efisiensi Perbankan Di Indonesia Tahun 1998-2009. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, Vol.12, No.2. Sarwoko, Endi. 2009. Analisis Kinerja Bank Swasta Nasional Devisa dan Non Devisa
di Indonesia. Jurnal Ekonomi Modernisasi, Vol. 5 No. 2
Savitri Kusmargiani, Ida. 2006. Analisis Efisiensi Operasional dan Efisiensi Profitabilitas Pada Bank yang Merger dan Akuisisi Di Indonesia. Tesis Univesitas Diponegoro.
Shafitranata. 2011. Tingkat Efisiensi Bank Umum Syariah (BUS) Menggunakan Metode
Data Envelopment Analysis (DEA). Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Sukarno. Kartika Wahyu dan Muhammad Syaichu. 2006. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Bank Umum di Indonesia.,Jurnal Studi Manajemen dan Organisasi, Vol. 3 No.2.
Suswandi. 2007. Analisa Efisiensi Perbankan Syariah Di Indonesia (Stochastic Frontier
Eighteen Banks. Islamic Economic Studies, Vol.12, No. 1.
Yusnita, Heni. Mulyadi dan Erick. 2015. Pengaruh Manajemen Laba Akrual dan Aktivitas Manajemen Laba Riil Terhadap Kinerja Perusahaan. Jurnal JAFFA Vol.3 No.1.