BAB III METODELOGI PENELITIAN
G. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
3. Uji Regresi Linear Berganda
Untuk menjawab hipotesis yang telah diajukan, maka metode yang digunakan adalah analisis regresi berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi minat nasabah non muslim dalam menggunakan jasa bank syariah di Makassar dengan menggunakan Rumus dengan Formula sebagai berikut:
Y = a + β1X1+ β2X2 + β3X3 + e
54Sunandar, Pengaruh Job Insecurity dan Stres Kerja Terhadap Turnover Intention pada Karyawan PT.Ukhuwah Itu Indah (Baklave) Makassar”(Skripsi.2018),h.39
Keterangan:
Y = Minat Nasabah Non Muslim (Y) a = Konstanta
β1- β3 = Koefisien masing-masing variabel X1 = Produk
X2 = Kualitas pelayanan X3 = Lokasi
X4 = Religius X5 = Reputasi X6 = Promosi e = Standar Error.
a. Uji Parsial (Uji t)
Uji t adalah pengujian koefisien regresi parsial individual yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X) secara individual memengaruhi variabel dependen (Y). Pengambilan kesimpulan:
Jika Sig > 0,05 maka Ho diterima Jika Sig < 0,05 maka Ho ditolak b. Uji simultan (Uji F)
Uji F adalah pengujian signifikasi persamaan yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1, X2, X3) secara bersamasama terhadap variabel tidak bebas (Y). Pengambilan kesimpulan:
1) Jika Sig > 0,05 maka Ho diterima dan jika Sig < 0,05 maka Ho ditolak 2) Jika F hitung < F tabel maka Ho diterima dan jika F hitung > F tabel maka
Ho ditolak
53
c. Koefisien Determinasi (R2)
Nilai koefisien determinasi adalah nol atau satu. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabelvariabel dependen. Koefisien determinasi yaitu untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel independen (produk, kualitas pelayanan, lokasi, relijius, reputasi dan promosi) terhadap variabel dependen (minat nasabah non Muslim di Makassar).
54 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Singkat Perusahaan
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk berdiri pada tahun 1991. Bank ini di perkarasai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah Indonesia. Munas MUI memutuskan agar mendirikan bank tanpa bunga meskipun berdiri pada tahun 1991, bank ini baru mulai beroperasi pada tahun 1992. Pergerakannya kala itu didukung oleh cendekiawan muslim dan pengusaha serta masyarakat di tanah air.
Bank muamalat bisa dikatakan sebagai bank pertama di Indonesia yang merapkan sistem syariah islam dalam operasionalnya. Sejak tahun 1994 bank ini sudah menjad bank devisa, produk pendanaannya menggunakan sistem wadiah (titipan) dan mudharabah (bagi hasil). Sementara penanaman dananya menggunakan prinsip jual beli, bagi hasil dan sewa.
Nama muamalat sendiri dapat diartikan dalam fiqih yaitu hukum yang mengatur hubungan antara manusia. Sejak lahirnya bank muamalat, banyak kemudahan bagi para pelanggan untuk bertransasksi secara murni syariah tetapi selalu dilengkapi dengan keunggulan ‘Real Time On Line” terluas di Indonesia.
Setelah dua tahun beroperasi, bank muamalat berhasil menyandang predikat sebagai bank devisa pada 27 oktober 1994. Pengakjuan ini semakin memperkuat posisinya sebagai bank syariah pertama di Indonesia dengan beragam jasa dan produk yang terus dikembangkan. Pada tahun 2008 merupakan tahun yang sangat berat sekali untuk dunia perbankan, krisis finansial menghantam Indonesia dan berdampak luas terhadap bisnis, termasuk sektor perbankan dikarekan kondisi bisnis yang tidak kondusif, sejumlah bank di Inonesia Collapse, dengan memakai
55
sistem syariah menjadikan bank muamalat terjaga dari negatif spreat pada saat terjadi krisis moneter pada tahun 1997-1998, sehingga membuat bank muamalat tetap bertahan dalam kategori A dan dalam hal ini bank muamalat tidak membutuhkan pengawasan BPP (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) maupun rekapitalisasi modal dari pemerintah, namun bank muamalat tetap berupaya mencari pemodal potensial guna memperkuat permodalannya dengan menyelenggarakan req issue 1 pada tahun 1999 dan dalam kegiatan ini berhasil mendapatkan pemegang saham baru yaitu islamic development bank (IDB).
Dengan usaha yang ekstra keras dan disiplin bank muamalat telah berhasil membalikkan kerugian finansial pasca krisis tahun 1998 menjadi keuntungan yang signifika n bagi bank. Pasca krisis tahun 1998, bank muamalat mulai bangkit dari keterpurukan dan mengawalinya dengan pengangkatan direksi baru dari internal. Kemudian menggelar rencana kerja 5 tahun untuk mengembalikan bank muamalat ke kondisi keuangan dan pertumbuhan yang berkesinambungan. Hasil kinerja bank muamalat dari tahun 1998 hingga 2008 tersebut dibuktikan dengan meningkatnya total aktiva bank muamalat sebesar 25,3 kali lipat menjadi RP 12,60 tiriliun. Jumlah equitas tumbuh sebesar 23,6 kali lipat menjadi RP 966 miliar dan perkembangan jumlah nasabah hingga menjadi 2,9 juta nasabah. Bank muamalat menutup tahun kirisis finansial global 2008 dengan peningkatan laba bersih 43% menjadi Rp 207 miliar, dikala laba sektor perbankan konvensional nasional secara agregat menurun sebesar 13% dan laba agregat perbankan syariahpun turun 20%. Pada tahun 2009, PT bank syariah muamalat Indoenesia Tbk berubah nama menjadi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sesuai dengan akta 0.104 tgl 12 november 2008 dari notaris Arri Supratno SH. Akta pernyataan tersebut disetujui oleh menteri hukum dan hak asasi manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan nomor AHU-98507.AH.01.02.TH.08 tanggal 22 desember
2008 dan dicatat dalam tat usaha pengawasan Bank Indonesia sejak 4 september tahun 2009 pada tahun yang sama Bank muamalat pertama kalinya membuka cabang internasional dikuala lumpur malaysia dan melaksanakan pergantian manajemen pada bulan juli 2009. Berdasarkan laporan keuangan (Auditted) pada akhir 2009 total aset bank muamalat mencapai RP16.027,18 miliar atau tumbuh 27,09% yang sebagian besarnya berasal dari dana pihak ketiga (DPK) yaitu sebesar RP13.316,90 miliar dan dari dana piuhak ketiga yang terkumpul tersebut sebesar RP 11,428,01 miliar disalurkan pada aktivitas pembiayaan serta investasi syariah lainnya.55
2. Visi Misi Perusahaan
a. Visi “ Menjadi bank syariah utama di Indonesia, dominan dipasar, spiritual, dan dikagumi dipasar nasional”
b. Misi : menjadi model lembaga keuangan syariah dunia, dan penekanan pada semangat kewirausahaan, keunggulan manajemen dan orientasi investasi yang inovatif untuk memaksimalkan nilai kepada seluruh pemangku kepentingan.56 3. Produk-Produk Pendanaan dan Jasa Bank Muamalat
a. Pendanaan
1) Giro Perorangan
Giro syariah dalam mata uang rupiah dan US dollar yang memudahkan semua jenis kebutuhan transalksi bisnis maupun transaksi keuangan personal.
Giro ini diperuntukkan perorangan dengan usia 18 keatas.
2) Giro institusi
Giro syariah dalam mata uang rupiah dan US dollar yang memudahkan dan membantu semua jenis kebutuhan transkasi bisnis perusahaan. Giro ini diperuntukkan bagi institusi yang memiliki legalitas badan.
55 https://www.bankmuamalat.co.id/profil-bank-muamalat di akses pada tanggal 26 oktober 2021
56 https://www.bankmuamalat.co.id/visi-misi di akses pada tanggal 26 oktober 2021
57
b. Tabungan
1) Tabungan muamalat
Tabungan syariah dalam mata uang rupiah yang akan meringankan tranksaksi keuangan, memberikan akses mudah serta manfaat yang luas.
Tabungan muamalat kini hadir dengan dua pilihan kartu ATM debit yaitu kartu Shar regular dan kartu debit Shar-Gold.
2) Tabungan muamalat dollar
Tabungan syariah dalam demoninasi valuta asing US dollar (USD) dan singapore (SGD) uang yang ditujukan untuk melayani kebutuhan transaksi dan investasi yang lebih beragam, khususnya yang melibatkan mata uang USD dan SGD.
3) Tabungan haji arafah
Tabungan haji dalam mata uang rupiah yang dikhusukan bagi masyarakat muslim Indonesia yang berencana menunaikan ibadah haji.
4) Tabungan haji arafah plus
Tabungan haji dalam mata uang rupiah yang dikhususkan bagi masyarakat muslim yang berencana menunaikan ibadah haji secara regular maupun plus.
5) Tabungan muamalat umrah
Tabungan berencana dalam mata uang rupiah yang akan membantu mewujudkan impian untuk berangkat beribadah umrah.
6) Tabunganku
Tabungan syariah dalam mata uang rupiah yang sangat terjangkau dan semua kalangan masyarakat serat bebas biaya administrasi.
7) Tabungan iB muamalat wisata
Tabungan ini merupakan sebuah tabungan rencana yang didesain untuk memenuhi keinginan nasabah yang memiliki rencana untuk berwisata sehingga nasabah dapat merencanakan keinginannya tersebut dengan kemampuannya.
8) Tabungan iB muamalat prima
Tabungan prioritas yang didesain bagi nasabah yang ingin mendapatkan bagi hasil yang tinggi bahkan setara dengan deposito.
c. Deposito
1) Deposito mudharabah
Deposito syariah dalam mata uang rupiah dan dollar yang fleksibel dan memberikan hasil investasi yang optimal.
2) Deposito full invest
Deposito syariah dalam mata uang rupiah dan dollar yang fleksibel dan memberikan hasil investasi yang optimal serta perlindungan asuransi jiwa gratis merupakan jenis investasi yang dikhususkan bagi nasabah perorangan dengan jangka eaktu 6 bulan dan 12 bulan.
d. Pembiayaan 1) Konsumen
a) KPR muamalat iB adalah produk pembiayaan yang akan membantu untuk memiliki rumah (ready stock/bekas, apartemen, ruko, rukun, kios maupun pengalihan take – offer KPR dari bank lain.
b) Auto muamalat adalah produk-produk pembiayaan yang akan membantu untuk memiliki kendaraan motor. Produk ini adalah kerjasama bank muamlat dengan al ijarah Indonesia finance (ALIF) dalam jangka waktu pembiayaan sampai dengan 5 tahun.
c) Dana talangan porsi haji adalah pinjaman dengan skema al qurdul hasan yang ditujukan untuk membantu mendapatkan porsi keberangkatan haji lebih awal meskipun saldo tabungan haji belum mencapai syarat pendaftaran porsi.
Jangka waktu pembiayaan sampai dengan 15 bulan.
59
d) Pembiayaan muamalat umrah adalah oroduk pembiayaan yang akan membantu mewujudkan impian untuk beribadah umrah dalam waktu yang segera. Dengan jangka waktu pembiayaan sampai dengan 36 bulan.
e) Pembiayaan anggota koperasi merupakan pembiayaan konsumtif yang diperuntukkan bagi beragam jenis pembelian konsumtif kepada karyawan/PNS (selaku end user) melalui koperasi.
2) Modal kerja
a) Pembiayaan modal kerja adalah produk pembiayaan yang akan membantu kebutuhan modal kerja usaha yang diberikan dalam rupiah maupun valuta asing sehingga kelancaran operasional dan rencana pengembangan usaha akan terjamin.
b) Pembiayaan LKM syariah adalah produk pembiayaan yang ditujukan untuk LKM syariah (BPRS/BMT/koperasi) yang hendak meningkatkan pendapatan dengan memperbesar portofolio pembiayaannya kepada nasabah atau anggotanya.
c) Pembiayaan rekening koran syariah adalah produk pembiayaan khusus yang akan meringankan usaha dalam mencairkan dan melunasi pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan.
3) Investasi
a) Pembiayaan investasi adalah pembiayaan yang akan membantu kebutuhan investasi jangka mennengah atau panjang usaha guna membiayai pembelian barang-barang modal dalam rangka rehabilitasi, modernisasi, perluasan atau pendirian proyek sehingga mendukung rencana ekspansi yang telah disusun.
b) KPR muamalat iB adalah produk pembiayaan yang akan membantu usaha untuk membeli, membangun ataupun merenovasi properti maupun pengalihan take-over pembiayaan properti dari bank lain untuk kebutuhan bisnis.
e. Layanan
1) International banking a) Remittance BMI
(1) Remittance BMI – maybank adalah kiriman uag TKI di malyasia ke Indonesia melalui seluruh counter maybank dan penerima kiriman dapat mengambil dana secara cash diseluruh cabang muamalat Indonesia.
(2) Remitance BMI – BMMB adalah kiriman uang TKI di Malaysia ke Indonesia melalui seluruh counter bank muamalat Malaysia berhak kepada nasabah bank muamalat Indonesia.
(3) Remittance BMI – NCB adalah kiriman uang bagi TKI arab saudi ke Indoensia melalui seluruh counter payQuick maupun fasilitas ATM nasional komersial bank kepada nasabah muamalat Indonesia maupun bank lain.
(4) Tabungan nusantara adalah tabungan syariah yang dikelola dengan akad berbagai hasil dengan tambahan keuntungan kemudahan layanan remittance, sehingga selain menabung juga mudah melakukan transaksi remittance. Tabungan nusantara merupakan tabungan yang bebas biaya administrasi (untuk saldo rata-rata tertentu)
b) Trade finance
(1) Bank garansi adalah jaminan pembayaran yang diberikan oleh bank atas permintaan nasabahnya, kepada pihak penerima jaminan dalam hal nasabah yang dijamin tidak memenuhi keajibannya kepada pihak penerima jaminan. Bank garansi merupakan fasilitas non dana yang diberikan bank berdasarkan akad kafalah bil ujrah.
(2) Ekspor merupakan layanan secara syariah, produk atau layanan untuk eksporter didasarkan pada akad al-wakalah, al-qard, maupun al-hiwalah
61
yang dapat digunakan dalam bentuk advising L/C, transfer L/C, konfimasi L/C, negosiasi wesel ekspor, collection documen L/C dan collection non L/C.
(3) Impor merupakan layanan secara syariah, produk layanan untuk eksporter didasarkan pada akad al-wakalah, al-qard, al-kafalah, al-murabahah maupun al-hiwalah yang dapat digunakan dalam bentuk issuing L/C Amendment L/C, realisasi L/C dan inward collection document impor non L/C
c) Transfer
(1) Transfer ke rekening bank muamalat
(2) Transfer ke rekening 72 bank yang tergabung di ATM bersama dan 37 bank yang tergabung di ATM bca/prima.
d) Layanan 24 jam (1) Sms banking (2) Salam muamalat (3) Muamalat mobile (4) Internet banking (5) PC Banking.57
B. Karakteristik Responden
Responden dalam penelitian ini adalah nasabah bank syariah muamalat cabang makassar. Karakteristik responden berguna untuk menguraikan deskripsi identitas responden menurut sampel penelitian yang telah ditetapkan. Salah satu tujuan dari karakteristik responden adalah memberikan gambaran objek yang
57
https://text-id.123dok.com/document/1y9ggn2dq-visi-misi-dan-strategi-pt-bank-muamalat-indonesia-misi-struktur-organisasi-pt-bank-muamalat-indonesia.html di akses pada tanggal 26 oktober 2021
menjadi sampel dalam penelitian ini. Karakteristik responden yang diteliti kemudian dikelompokkan menurut jenis kelamin, umur, pendidikan terakhir, pekerjaan dan agama. Untuk memperjelas karakteristik responden yang dimaksud, maka disajikan karakteristik responden dalam bentuk tabel sebagai berikut:
1. Responden Menurut Jenis Kelamin
Analisis terhadap responden menurut jenis kelamin dilakukan untuk mengetahui proporsi jenis kelamin responden. Berikut adalah komposisi jenis kelamin responden yang disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Tabel 4.1
Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin
Responden Jumlah Persentase (%)
Laki-laki 44 44%
Perempuan 56 56%
Total 100 100%
Sumber: Data Primer yang diolah, 2021
2. Responden Menurut Umur
Umur dalam keterkaitannya dengan produk yang diambil nasabah biasanya adalah sebagai gambaran akan pengalaman dan tanggung jawab individu. Berikut adalah komposisi menurut umur responden yang disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Tabel 4.2 Umur Responden
Umur Responden Jumlah Persentase (%)
20 – 30 46 46%
30 – 40 26 26%
40 – 50 28 28%
Total 100 100%
Sumber: Data Primer yang diolah, 2021
63
3. Responden Menurut Pendidikan
Pendidikan seringkali dipandang sebagai satu kondisi yang mencerminkan kemampuan seseorang. Penyajian data responden berdasarkan pendidikan sebagai berikut:
Tabel 4.3
Pendidikan Responden
Pendidikan Responden Jumlah Persentase (%)
SMA 46 46%
Diploma 24 24%
Sarjana 23 23%
Lainnya 7 7%
Total 100 100%
4. Responden Menurut Pekerjaan
Berikut karakteristik responden berdasarkan pekerjaan. Pekerjaan dinilai sebagai gambaran kemampuan responden dari segi finasial untuk mengambil produk pada perbankan. Responden berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.4
Masa Kerja Responden
Pekerjaan Jumlah Persentase (%)
Pedagang/Pengusaha 38 38%
Pegawai Swasta 29 29%
TNI/Polri 30 30%
Lain-lain 3 3%
Total 100 100%
5. Responden Menurut Agama
Berikut karakteristik responden berdasarkan agama. Agama dinilai sebagai gambaran kedalaman intelektualisme responden dari segi kedekatan Tuhan untuk mengambil produk pada perbankan. Responden menurut agama dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.5
Responden Menurut Agama
Masa Kerja Responden Jumlah Persentase (%)
Kristen 66 66%
Hindu 18 18%
Lain-lainnya 6 6%
Total 100 100%
C. Hasil Analisis Data
Adapun alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan realibilitas, uji asumsi klasik, uji hipotesis, R2 dengan hasil pen gujian sebagai berikut:
1. Uji Validitas
Tabel 4.6
Tabel Hasil Uji Validasi
Variabel Item r-hitung r-tabel Keterangan
Y1 0,736 0,163 Valid
65
Variabel Item r-hitung r-tabel Keterangan
X53 0,710 0,163 Valid
X54 0,625 0,163 Valid
X61 0,856 0,163 Valid
X62 0,877 0,163 Valid
X63 0,869 0,163 Valid
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa seluruh item pertanyaan variabel kualitas produk (X1), kualitas layanan (X2), lokasi (X3), religius (X4), reputasi (X5), promosi (X6) dan minat (Y) memilki corrected-total correlation (r-hitung) > r-tabel yaitu pada taraf signifikan 5% (α = 0,05) dan n = 100.
Olehkarena itu, nilai r-tabel = 0,163 membuktikan bahwa seluruh item pernyataan dalam penelitian ini dinyatakan valid.
2. Uji Reliabilitas
Tabel 4.7
Tabel Uji Hasil Reliabilitas
Hasil output diatas menunjukkan Cronbach‟s Alpha variable kualitas produk (X1), kualitas layanan (X2), lokasi (X3), religius (X4), reputasi (X5), promosi (X6) dan minat (Y) > 0,60. Hal ini menunjukkan seluruh item pernyataan dalam penelitian ini dinyatakan reliable atau konsisten.
Variabel Cronbach’s Alpha N of Items
Minat (Y) 0,460 3
Kualitas Produk (X1) 0,722 5
Kualitas Pelayanan (X2) 0,620 5
Lokasi (X3) 0,808 4
Religius (X4) 0,508 4
Reputasi (X5) 0,623 4
Promosi (X6) 0,835 3
3. Uji Asumsi Klasik
Pengujian normalitas menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Hasil statistik non-parametrik Kolmogorov Smirnov (KS). Berdasarkan table output diatas. Nilai signifikansi Asiymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,419 > 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan uji normalitas kolomogrov-smirnov yang berarti data dalam penelitian ini berdistribusi normal.
b. Uji Multikolinearitas
Normal Parametersa,b Mean 0E-7
Std. Deviation 1,45298199
Asymp. Sig. (2-tailed) ,419
67
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
Collinearity Statistics B Std.
Error Beta Tolerance VIF
Religius ,120 ,096 ,134 1,257 ,212 ,678 1,474
Reputasi ,073 ,090 ,087 ,802 ,424 ,647 1,546
Promosi ,000 ,066 ,000 -,004 ,997 ,865 1,156
a. Dependent Variable: Minat
Berdasarkan output hasil Uji multikolinearitas diperoleh nilai VIF untuk masing-masing variable kualitas produk (X1), kualitas layanan (X2), lokasi (X3), religius (X4), reputasi (X5), promosi (X6) dan minat (Y) < 10,00 dan nilai tolerance > 0,10. maka dapat dinyatakan dalam penelitian ini tidak terjadi gejala multi-kolinearitas.
c. Uji Heterokedastisitas
Gambar 4.1 Uji Heterokedastisitas
Berdasarkan output scatter plot diatas diketahui titik-titik data menyebar diatas dan dibawah atau sekitar titik 0, titik tidak mengumpul hanya diatas atau dibawah saja dan penyebaran data tidakb erpola, berdasarkan pengambilan keputusan uji scatterplot maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas dalam data penelitian ini.
d. Uji Autokorelasi
Tabel 4.10
Tabel Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std.
Error of the Estimate
Durbin-Watson
1 ,723a ,522 ,519 2,642 2,882
a. Predictors: (Constant), Promosi, Religius, Reputasi, Kualitas Pelayanan, Lokasi, Kualitas Produk
b. Dependent Variable: Minat
Berdasarkan tabel output “Model Summary” diatas diketahui nilai durbin Watson adalah sebesar 2,882 pada taraf signifikan 5% dengan rumus (K;N), Adapun jumlah variable independen dalam penelitian ini adalah 6 atau K = 6 sementara jumlah sampel atau N = 100. Maka diperoleh nilai table durbin Watson dL sebesar 1,665 dan dU 1,734 Karena niali Durbin Watson sebesar 2,882 lebih besar dari nilai dL dan dU maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji durbin watson, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah atau gejala autokorelasi.
69
4. Uji Regresi Liniear Berganda
Tabel 4.11
Tabel Hasil Uji Regresi Liniear Berganda Coefficientsa produk (X1), kualitas layanan (X2), lokasi (X3), religius (X4), reputasi (X5), promosi (X6) nilainya konstan atau 0 maka nilai Minat (Y) sebesar 3,154.
b. Kualitas produk (X1). Output koofisien regresi linear untuk variable kualitas produk sebesar 0,104 artinya jika nilai kualitas produk perbankan meningkat 1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat sebesar 0,104. Arah hubungan antara kualitas produk dan minat searah (+), dimana meningkatnya kualitas produk perbankan yang ditawarkan akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.
c. Kualitas layanan (X2). Output koofisien regresi linear untuk variable kualitas layanan sebesar 0,075 artinya jika nilai kualitas layanan perbankan meningkat
1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat sebesar 0,075. Arah hubungan antara kualitas layanan dan minat searah (+), dimana meningkatnya kualitas layanan yang diberikan oleh pegawai perbankan akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.
d. Kualitas layanan (X2). Output koofisien regresi linear untuk variable kualitas layanan sebesar 0,075 artinya jika nilai kualitas layanan perbankan meningkat 1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat sebesar 0,075. Arah hubungan antara kualitas layanan dan minat searah (+), dimana meningkatnya kualitas layanan yang diberikan oleh pegawai perbankan akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.
e. Lokasi (X3). Output koofisien regresi linear untuk variable lokasi sebesar 0,140 artinya jika nilai lokasi perbankan meningkat 1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat sebesar 0,140. Arah hubungan antara lokasi dan minat searah (+), dimana stretegisnya lokasi perbankan akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.
f. Lokasi (X3). Output koofisien regresi linear untuk variable lokasi sebesar 0,140 artinya jika nilai lokasi perbankan meningkat 1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat sebesar 0,140. Arah hubungan antara lokasi dan minat searah (+), dimana stretegisnya lokasi perbankan akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk
71
menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.
g. Religius (X4). Output koofisien regresi linear untuk variable religius sebesar 0,120 artinya jika nilai religius perbankan meningkat 1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat sebesar 0,120. Arah hubungan antara religius dan minat searah (+), dimana faktor religius responden akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.
h. Religius (X4). Output koofisien regresi linear untuk variable religius sebesar 0,120 artinya jika nilai religius perbankan meningkat 1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat sebesar 0,120. Arah hubungan antara religius dan minat searah (+), dimana faktor religius responden akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.
i. Reputasi (X5). Output koofisien regresi linear untuk variable reputasi sebesar 0,120 artinya jika nilai reputasi perbankan meningkat 1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat sebesar 0,120. Arah hubungan antara reputasi dan minat searah (+), dimana meningkatnya nilai reputasi perbankan akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.
j. Promosi (X6). Output koofisien regresi linear untuk variable promosi sebesar 0,120 artinya jika nilai promosi produk perbankan meningkat 1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat
sebesar 0,120. Arah hubungan antara promosi dan minat searah (+), dimana meningkatnya nilai promosi produk perbankan akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.
5. Uji T Parsial
Tabel 4.12
Tabel Hasil Uji T Parsial Coefficientsa
a. Kualitas Produk. Berdasarkan pengambilan keputusan uji hipoesis parsial t maka Ha diterima dan H0 di tolak yang artinya kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah non muslim dalam menggunakan produk tabungan bank syariah muamalat Kota Makassar.
b. Kualitas layanan. Berdasarkan hasil uji SPSS statistik diketahui nilai variabel kualitas layanan (X2) pada tabel cooficient sebesar 0,002 < 0,05. Berdasarkan pengambilan keputusan uji hipoesis parsial t maka Ha diterima dan H0 di
b. Kualitas layanan. Berdasarkan hasil uji SPSS statistik diketahui nilai variabel kualitas layanan (X2) pada tabel cooficient sebesar 0,002 < 0,05. Berdasarkan pengambilan keputusan uji hipoesis parsial t maka Ha diterima dan H0 di