• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan

2. Visi Misi Perusahaan

a. Visi “ Menjadi bank syariah utama di Indonesia, dominan dipasar, spiritual, dan dikagumi dipasar nasional”

b. Misi : menjadi model lembaga keuangan syariah dunia, dan penekanan pada semangat kewirausahaan, keunggulan manajemen dan orientasi investasi yang inovatif untuk memaksimalkan nilai kepada seluruh pemangku kepentingan.56 3. Produk-Produk Pendanaan dan Jasa Bank Muamalat

a. Pendanaan

1) Giro Perorangan

Giro syariah dalam mata uang rupiah dan US dollar yang memudahkan semua jenis kebutuhan transalksi bisnis maupun transaksi keuangan personal.

Giro ini diperuntukkan perorangan dengan usia 18 keatas.

2) Giro institusi

Giro syariah dalam mata uang rupiah dan US dollar yang memudahkan dan membantu semua jenis kebutuhan transkasi bisnis perusahaan. Giro ini diperuntukkan bagi institusi yang memiliki legalitas badan.

55 https://www.bankmuamalat.co.id/profil-bank-muamalat di akses pada tanggal 26 oktober 2021

56 https://www.bankmuamalat.co.id/visi-misi di akses pada tanggal 26 oktober 2021

57

b. Tabungan

1) Tabungan muamalat

Tabungan syariah dalam mata uang rupiah yang akan meringankan tranksaksi keuangan, memberikan akses mudah serta manfaat yang luas.

Tabungan muamalat kini hadir dengan dua pilihan kartu ATM debit yaitu kartu Shar regular dan kartu debit Shar-Gold.

2) Tabungan muamalat dollar

Tabungan syariah dalam demoninasi valuta asing US dollar (USD) dan singapore (SGD) uang yang ditujukan untuk melayani kebutuhan transaksi dan investasi yang lebih beragam, khususnya yang melibatkan mata uang USD dan SGD.

3) Tabungan haji arafah

Tabungan haji dalam mata uang rupiah yang dikhusukan bagi masyarakat muslim Indonesia yang berencana menunaikan ibadah haji.

4) Tabungan haji arafah plus

Tabungan haji dalam mata uang rupiah yang dikhususkan bagi masyarakat muslim yang berencana menunaikan ibadah haji secara regular maupun plus.

5) Tabungan muamalat umrah

Tabungan berencana dalam mata uang rupiah yang akan membantu mewujudkan impian untuk berangkat beribadah umrah.

6) Tabunganku

Tabungan syariah dalam mata uang rupiah yang sangat terjangkau dan semua kalangan masyarakat serat bebas biaya administrasi.

7) Tabungan iB muamalat wisata

Tabungan ini merupakan sebuah tabungan rencana yang didesain untuk memenuhi keinginan nasabah yang memiliki rencana untuk berwisata sehingga nasabah dapat merencanakan keinginannya tersebut dengan kemampuannya.

8) Tabungan iB muamalat prima

Tabungan prioritas yang didesain bagi nasabah yang ingin mendapatkan bagi hasil yang tinggi bahkan setara dengan deposito.

c. Deposito

1) Deposito mudharabah

Deposito syariah dalam mata uang rupiah dan dollar yang fleksibel dan memberikan hasil investasi yang optimal.

2) Deposito full invest

Deposito syariah dalam mata uang rupiah dan dollar yang fleksibel dan memberikan hasil investasi yang optimal serta perlindungan asuransi jiwa gratis merupakan jenis investasi yang dikhususkan bagi nasabah perorangan dengan jangka eaktu 6 bulan dan 12 bulan.

d. Pembiayaan 1) Konsumen

a) KPR muamalat iB adalah produk pembiayaan yang akan membantu untuk memiliki rumah (ready stock/bekas, apartemen, ruko, rukun, kios maupun pengalihan take – offer KPR dari bank lain.

b) Auto muamalat adalah produk-produk pembiayaan yang akan membantu untuk memiliki kendaraan motor. Produk ini adalah kerjasama bank muamlat dengan al ijarah Indonesia finance (ALIF) dalam jangka waktu pembiayaan sampai dengan 5 tahun.

c) Dana talangan porsi haji adalah pinjaman dengan skema al qurdul hasan yang ditujukan untuk membantu mendapatkan porsi keberangkatan haji lebih awal meskipun saldo tabungan haji belum mencapai syarat pendaftaran porsi.

Jangka waktu pembiayaan sampai dengan 15 bulan.

59

d) Pembiayaan muamalat umrah adalah oroduk pembiayaan yang akan membantu mewujudkan impian untuk beribadah umrah dalam waktu yang segera. Dengan jangka waktu pembiayaan sampai dengan 36 bulan.

e) Pembiayaan anggota koperasi merupakan pembiayaan konsumtif yang diperuntukkan bagi beragam jenis pembelian konsumtif kepada karyawan/PNS (selaku end user) melalui koperasi.

2) Modal kerja

a) Pembiayaan modal kerja adalah produk pembiayaan yang akan membantu kebutuhan modal kerja usaha yang diberikan dalam rupiah maupun valuta asing sehingga kelancaran operasional dan rencana pengembangan usaha akan terjamin.

b) Pembiayaan LKM syariah adalah produk pembiayaan yang ditujukan untuk LKM syariah (BPRS/BMT/koperasi) yang hendak meningkatkan pendapatan dengan memperbesar portofolio pembiayaannya kepada nasabah atau anggotanya.

c) Pembiayaan rekening koran syariah adalah produk pembiayaan khusus yang akan meringankan usaha dalam mencairkan dan melunasi pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

3) Investasi

a) Pembiayaan investasi adalah pembiayaan yang akan membantu kebutuhan investasi jangka mennengah atau panjang usaha guna membiayai pembelian barang-barang modal dalam rangka rehabilitasi, modernisasi, perluasan atau pendirian proyek sehingga mendukung rencana ekspansi yang telah disusun.

b) KPR muamalat iB adalah produk pembiayaan yang akan membantu usaha untuk membeli, membangun ataupun merenovasi properti maupun pengalihan take-over pembiayaan properti dari bank lain untuk kebutuhan bisnis.

e. Layanan

1) International banking a) Remittance BMI

(1) Remittance BMI – maybank adalah kiriman uag TKI di malyasia ke Indonesia melalui seluruh counter maybank dan penerima kiriman dapat mengambil dana secara cash diseluruh cabang muamalat Indonesia.

(2) Remitance BMI – BMMB adalah kiriman uang TKI di Malaysia ke Indonesia melalui seluruh counter bank muamalat Malaysia berhak kepada nasabah bank muamalat Indonesia.

(3) Remittance BMI – NCB adalah kiriman uang bagi TKI arab saudi ke Indoensia melalui seluruh counter payQuick maupun fasilitas ATM nasional komersial bank kepada nasabah muamalat Indonesia maupun bank lain.

(4) Tabungan nusantara adalah tabungan syariah yang dikelola dengan akad berbagai hasil dengan tambahan keuntungan kemudahan layanan remittance, sehingga selain menabung juga mudah melakukan transaksi remittance. Tabungan nusantara merupakan tabungan yang bebas biaya administrasi (untuk saldo rata-rata tertentu)

b) Trade finance

(1) Bank garansi adalah jaminan pembayaran yang diberikan oleh bank atas permintaan nasabahnya, kepada pihak penerima jaminan dalam hal nasabah yang dijamin tidak memenuhi keajibannya kepada pihak penerima jaminan. Bank garansi merupakan fasilitas non dana yang diberikan bank berdasarkan akad kafalah bil ujrah.

(2) Ekspor merupakan layanan secara syariah, produk atau layanan untuk eksporter didasarkan pada akad al-wakalah, al-qard, maupun al-hiwalah

61

yang dapat digunakan dalam bentuk advising L/C, transfer L/C, konfimasi L/C, negosiasi wesel ekspor, collection documen L/C dan collection non L/C.

(3) Impor merupakan layanan secara syariah, produk layanan untuk eksporter didasarkan pada akad al-wakalah, al-qard, al-kafalah, al-murabahah maupun al-hiwalah yang dapat digunakan dalam bentuk issuing L/C Amendment L/C, realisasi L/C dan inward collection document impor non L/C

c) Transfer

(1) Transfer ke rekening bank muamalat

(2) Transfer ke rekening 72 bank yang tergabung di ATM bersama dan 37 bank yang tergabung di ATM bca/prima.

d) Layanan 24 jam (1) Sms banking (2) Salam muamalat (3) Muamalat mobile (4) Internet banking (5) PC Banking.57

B. Karakteristik Responden

Responden dalam penelitian ini adalah nasabah bank syariah muamalat cabang makassar. Karakteristik responden berguna untuk menguraikan deskripsi identitas responden menurut sampel penelitian yang telah ditetapkan. Salah satu tujuan dari karakteristik responden adalah memberikan gambaran objek yang

57

https://text-id.123dok.com/document/1y9ggn2dq-visi-misi-dan-strategi-pt-bank-muamalat-indonesia-misi-struktur-organisasi-pt-bank-muamalat-indonesia.html di akses pada tanggal 26 oktober 2021

menjadi sampel dalam penelitian ini. Karakteristik responden yang diteliti kemudian dikelompokkan menurut jenis kelamin, umur, pendidikan terakhir, pekerjaan dan agama. Untuk memperjelas karakteristik responden yang dimaksud, maka disajikan karakteristik responden dalam bentuk tabel sebagai berikut:

1. Responden Menurut Jenis Kelamin

Analisis terhadap responden menurut jenis kelamin dilakukan untuk mengetahui proporsi jenis kelamin responden. Berikut adalah komposisi jenis kelamin responden yang disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:

Tabel 4.1

Jenis Kelamin Responden Jenis Kelamin

Responden Jumlah Persentase (%)

Laki-laki 44 44%

Perempuan 56 56%

Total 100 100%

Sumber: Data Primer yang diolah, 2021

2. Responden Menurut Umur

Umur dalam keterkaitannya dengan produk yang diambil nasabah biasanya adalah sebagai gambaran akan pengalaman dan tanggung jawab individu. Berikut adalah komposisi menurut umur responden yang disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:

Tabel 4.2 Umur Responden

Umur Responden Jumlah Persentase (%)

20 – 30 46 46%

30 – 40 26 26%

40 – 50 28 28%

Total 100 100%

Sumber: Data Primer yang diolah, 2021

63

3. Responden Menurut Pendidikan

Pendidikan seringkali dipandang sebagai satu kondisi yang mencerminkan kemampuan seseorang. Penyajian data responden berdasarkan pendidikan sebagai berikut:

Tabel 4.3

Pendidikan Responden

Pendidikan Responden Jumlah Persentase (%)

SMA 46 46%

Diploma 24 24%

Sarjana 23 23%

Lainnya 7 7%

Total 100 100%

4. Responden Menurut Pekerjaan

Berikut karakteristik responden berdasarkan pekerjaan. Pekerjaan dinilai sebagai gambaran kemampuan responden dari segi finasial untuk mengambil produk pada perbankan. Responden berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.4

Masa Kerja Responden

Pekerjaan Jumlah Persentase (%)

Pedagang/Pengusaha 38 38%

Pegawai Swasta 29 29%

TNI/Polri 30 30%

Lain-lain 3 3%

Total 100 100%

5. Responden Menurut Agama

Berikut karakteristik responden berdasarkan agama. Agama dinilai sebagai gambaran kedalaman intelektualisme responden dari segi kedekatan Tuhan untuk mengambil produk pada perbankan. Responden menurut agama dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.5

Responden Menurut Agama

Masa Kerja Responden Jumlah Persentase (%)

Kristen 66 66%

Hindu 18 18%

Lain-lainnya 6 6%

Total 100 100%

C. Hasil Analisis Data

Adapun alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan realibilitas, uji asumsi klasik, uji hipotesis, R2 dengan hasil pen gujian sebagai berikut:

1. Uji Validitas

Tabel 4.6

Tabel Hasil Uji Validasi

Variabel Item r-hitung r-tabel Keterangan

Y1 0,736 0,163 Valid

65

Variabel Item r-hitung r-tabel Keterangan

X53 0,710 0,163 Valid

X54 0,625 0,163 Valid

X61 0,856 0,163 Valid

X62 0,877 0,163 Valid

X63 0,869 0,163 Valid

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa seluruh item pertanyaan variabel kualitas produk (X1), kualitas layanan (X2), lokasi (X3), religius (X4), reputasi (X5), promosi (X6) dan minat (Y) memilki corrected-total correlation (r-hitung) > r-tabel yaitu pada taraf signifikan 5% (α = 0,05) dan n = 100.

Olehkarena itu, nilai r-tabel = 0,163 membuktikan bahwa seluruh item pernyataan dalam penelitian ini dinyatakan valid.

2. Uji Reliabilitas

Tabel 4.7

Tabel Uji Hasil Reliabilitas

Hasil output diatas menunjukkan Cronbach‟s Alpha variable kualitas produk (X1), kualitas layanan (X2), lokasi (X3), religius (X4), reputasi (X5), promosi (X6) dan minat (Y) > 0,60. Hal ini menunjukkan seluruh item pernyataan dalam penelitian ini dinyatakan reliable atau konsisten.

Variabel Cronbach’s Alpha N of Items

Minat (Y) 0,460 3

Kualitas Produk (X1) 0,722 5

Kualitas Pelayanan (X2) 0,620 5

Lokasi (X3) 0,808 4

Religius (X4) 0,508 4

Reputasi (X5) 0,623 4

Promosi (X6) 0,835 3

3. Uji Asumsi Klasik

Pengujian normalitas menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Hasil statistik non-parametrik Kolmogorov Smirnov (KS). Berdasarkan table output diatas. Nilai signifikansi Asiymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,419 > 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan uji normalitas kolomogrov-smirnov yang berarti data dalam penelitian ini berdistribusi normal.

b. Uji Multikolinearitas

Normal Parametersa,b Mean 0E-7

Std. Deviation 1,45298199

Asymp. Sig. (2-tailed) ,419

67

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

Collinearity Statistics B Std.

Error Beta Tolerance VIF

Religius ,120 ,096 ,134 1,257 ,212 ,678 1,474

Reputasi ,073 ,090 ,087 ,802 ,424 ,647 1,546

Promosi ,000 ,066 ,000 -,004 ,997 ,865 1,156

a. Dependent Variable: Minat

Berdasarkan output hasil Uji multikolinearitas diperoleh nilai VIF untuk masing-masing variable kualitas produk (X1), kualitas layanan (X2), lokasi (X3), religius (X4), reputasi (X5), promosi (X6) dan minat (Y) < 10,00 dan nilai tolerance > 0,10. maka dapat dinyatakan dalam penelitian ini tidak terjadi gejala multi-kolinearitas.

c. Uji Heterokedastisitas

Gambar 4.1 Uji Heterokedastisitas

Berdasarkan output scatter plot diatas diketahui titik-titik data menyebar diatas dan dibawah atau sekitar titik 0, titik tidak mengumpul hanya diatas atau dibawah saja dan penyebaran data tidakb erpola, berdasarkan pengambilan keputusan uji scatterplot maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas dalam data penelitian ini.

d. Uji Autokorelasi

Tabel 4.10

Tabel Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std.

Error of the Estimate

Durbin-Watson

1 ,723a ,522 ,519 2,642 2,882

a. Predictors: (Constant), Promosi, Religius, Reputasi, Kualitas Pelayanan, Lokasi, Kualitas Produk

b. Dependent Variable: Minat

Berdasarkan tabel output “Model Summary” diatas diketahui nilai durbin Watson adalah sebesar 2,882 pada taraf signifikan 5% dengan rumus (K;N), Adapun jumlah variable independen dalam penelitian ini adalah 6 atau K = 6 sementara jumlah sampel atau N = 100. Maka diperoleh nilai table durbin Watson dL sebesar 1,665 dan dU 1,734 Karena niali Durbin Watson sebesar 2,882 lebih besar dari nilai dL dan dU maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji durbin watson, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah atau gejala autokorelasi.

69

4. Uji Regresi Liniear Berganda

Tabel 4.11

Tabel Hasil Uji Regresi Liniear Berganda Coefficientsa produk (X1), kualitas layanan (X2), lokasi (X3), religius (X4), reputasi (X5), promosi (X6) nilainya konstan atau 0 maka nilai Minat (Y) sebesar 3,154.

b. Kualitas produk (X1). Output koofisien regresi linear untuk variable kualitas produk sebesar 0,104 artinya jika nilai kualitas produk perbankan meningkat 1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat sebesar 0,104. Arah hubungan antara kualitas produk dan minat searah (+), dimana meningkatnya kualitas produk perbankan yang ditawarkan akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.

c. Kualitas layanan (X2). Output koofisien regresi linear untuk variable kualitas layanan sebesar 0,075 artinya jika nilai kualitas layanan perbankan meningkat

1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat sebesar 0,075. Arah hubungan antara kualitas layanan dan minat searah (+), dimana meningkatnya kualitas layanan yang diberikan oleh pegawai perbankan akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.

d. Kualitas layanan (X2). Output koofisien regresi linear untuk variable kualitas layanan sebesar 0,075 artinya jika nilai kualitas layanan perbankan meningkat 1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat sebesar 0,075. Arah hubungan antara kualitas layanan dan minat searah (+), dimana meningkatnya kualitas layanan yang diberikan oleh pegawai perbankan akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.

e. Lokasi (X3). Output koofisien regresi linear untuk variable lokasi sebesar 0,140 artinya jika nilai lokasi perbankan meningkat 1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat sebesar 0,140. Arah hubungan antara lokasi dan minat searah (+), dimana stretegisnya lokasi perbankan akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.

f. Lokasi (X3). Output koofisien regresi linear untuk variable lokasi sebesar 0,140 artinya jika nilai lokasi perbankan meningkat 1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat sebesar 0,140. Arah hubungan antara lokasi dan minat searah (+), dimana stretegisnya lokasi perbankan akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk

71

menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.

g. Religius (X4). Output koofisien regresi linear untuk variable religius sebesar 0,120 artinya jika nilai religius perbankan meningkat 1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat sebesar 0,120. Arah hubungan antara religius dan minat searah (+), dimana faktor religius responden akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.

h. Religius (X4). Output koofisien regresi linear untuk variable religius sebesar 0,120 artinya jika nilai religius perbankan meningkat 1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat sebesar 0,120. Arah hubungan antara religius dan minat searah (+), dimana faktor religius responden akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.

i. Reputasi (X5). Output koofisien regresi linear untuk variable reputasi sebesar 0,120 artinya jika nilai reputasi perbankan meningkat 1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat sebesar 0,120. Arah hubungan antara reputasi dan minat searah (+), dimana meningkatnya nilai reputasi perbankan akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.

j. Promosi (X6). Output koofisien regresi linear untuk variable promosi sebesar 0,120 artinya jika nilai promosi produk perbankan meningkat 1% maka nilai variable minat (Y) nasabah dalam menggunakan produk juga akan meningkat

sebesar 0,120. Arah hubungan antara promosi dan minat searah (+), dimana meningkatnya nilai promosi produk perbankan akan meningkatkan pula minat nasabah non muslim untuk menggunakan produk yang sesuai pada Bank Syariah Muamalat Kota Makassar.

5. Uji T Parsial

Tabel 4.12

Tabel Hasil Uji T Parsial Coefficientsa

a. Kualitas Produk. Berdasarkan pengambilan keputusan uji hipoesis parsial t maka Ha diterima dan H0 di tolak yang artinya kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah non muslim dalam menggunakan produk tabungan bank syariah muamalat Kota Makassar.

b. Kualitas layanan. Berdasarkan hasil uji SPSS statistik diketahui nilai variabel kualitas layanan (X2) pada tabel cooficient sebesar 0,002 < 0,05. Berdasarkan pengambilan keputusan uji hipoesis parsial t maka Ha diterima dan H0 di tolak yang artinya kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah non muslim dalam menggunakan produk tabungan bank syariah muamalat Kota Makassar.

73

c. Lokasi. Berdasarkan hasil uji SPSS statistik diketahui nilai variabel lokasi (X3) pada tabel cooficient sebesar 0,044 < 0,05. Berdasarkan pengambilan keputusan uji hipotesis parsial t maka Ha diterima dan H0 di tolak yang artinya lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah non muslim dalam menggunakan produk tabungan bank syariah muamalat Kota Makassar.

d. Religius. Berdasarkan hasil uji SPSS statistik diketahui nilai variabel faktor religus (X4) pada tabel cooficient sebesar 0,012 < 0,05. Berdasarkan pengambilan keputusan uji hipoesis parsial t maka Ha diterima dan H0 di tolak yang artinya faktor religius berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah non muslim dalam menggunakan produk tabungan bank syariah muamalat Kota Makassar.

e. Berdasarkan hasil uji SPSS statistik diketahui nilai variabel reputasi (X5) pada tabel cooficient sebesar 0,004 < 0,05. Berdasarkan pengambilan keputusan uji hipoesis parsial t maka Ha diterima dan H0 di tolak yang artinya reputasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah non muslim dalam menggunakan produk tabungan bank syariah muamalat Kota Makassar.

Berdasarkan hasil uji SPSS statistik diketahui nilai variabel promosi (X1) pada tabel cooficient sebesar 0,007 < 0,05. Berdasarkan pengambilan keputusan uji hipoesis parsial t maka Ha diterima dan H0 di tolak yang artinya promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah non muslim dalam menggunakan produk tabungan bank syariah muamalat Kota Makassar. Salah satu hal yang dapat meningkatkan daya saing bank syariah ditengah persaingannya dengan bank konvensional yang eksis hingga saat ini ialah faktor promosi. Karena dengan promosi baik meliputi promosi produk perbankan yang baru dikeluarkan maupun layanan jasa mempengaruhi minat nasabah dalam membuka tabungan termasuk nasabah non muslim yang merasa cocok dengan apa yang ditawarkan

oleh bank dan sejalan dengan visi keuangan finansial maka akan menjadi tempat investasi ataupun menabung yang sangat menarik bagi nasabah non muslim dalam mempercayakan dana yang dimilikinya, hal ini terealiasasikan pada bank syariah muamalat kota makassar, salah satu bank yang memiliki nasabah non muslim dalam jumlah besar.

6. Uji F Simultan

Tabel 4.13

Tabel Hasil Uji F Simultan ANOVAa

Model Sum of

Squares Df Mean

Square F Sig.

1

Regression 84,305 6 14,051 62,252 ,000b

Residual 209,005 93 2,247

Total 293,310 99

a. Dependent Variable: Minat

b. Predictors: (Constant), Promosi, Religius, Reputasi, Kualitas Pelayanan, Lokasi, Kualitas Produk

a. Berdasarkan output spss tabel ANOVA diatas diperoleh nilai sig. Sebesar 0,000. Berdasarkan pengambilan keputusan dilihat dari nilai sig. Jika nilai sig

< 0,05 maka variabel independen memiliki pengaruh simultan atau memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Dari tabel diatas diperoleh nilai sig. Sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima yang artinya variabel kualitas produk (X1), kualitas layanan (X2), lokasi (X3), religius (X4), reputasi (X5), promosi (X6) berpengaruh secara simultan terhadap minat (Y) nasabah non muslim dalam menggunakan produk tabungan Bank Syariah Muamalat di Kota Makassar.

b. Berdasarkan perbandingan nilai F hitung dan F tabel diperoleh nilai F sebesar 62,252. Sesuai dengan pengambilan keputusan dalam uji F simultan jika nilai F hitung > F tabel maka variabel independen dalam penelitian memiliki pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Untuk mengetahui nilai

75

F tabel maka menggunakan rumus (K ; n-K), K=2, n=100 maka K ; n-K = 2 ; 100 –2: (98) diperoleh nilai F tabel sebesar 3.070 Karena nilai F hitung sebesar 62,252 > F tabel 3.070 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan F tabel artinya variabel kualitas produk (X1), kualitas layanan (X2), lokasi (X3), religius (X4), reputasi (X5), promosi (X6) berpengaruh secara simultan terhadap minat (Y) nasabah non muslim dalam menggunakan produk tabungan Bank Syariah Muamalat di Kota Makassar.

7. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Tabel 4.14 Tabel Hasil Uji Koefsien Determinasi (R2)

a. Predictors: (Constant), Promosi, Religius, Reputasi, Kualitas Pelayanan, Lokasi, Kualitas Produk

b. Dependent Variable: Minat

a. Berdasarkan table diatas dapat dilihat sifat korelasi pada (r) menunjukkan nilai 0,794. Hal ini menujukkan bahwa hubungan antara variable independent kualitas produk (X1), kualitas layanan (X2), lokasi (X3), religius (X4), reputasi (X5), promosi (X6) dengan variable dependen yaitu Minat (Y) sangat kuat karena berada pada interval korelasi 0,71-0,90.

b. Hasil output diatas menunjukkan nilai koefisien determinasi (R2) yang dituntukan dengan R square sebesar 0,546 (pengkuadratan dari koefisien korelasi atau R, yaitu 0,739 x 0,739 = 0,546) atau sama dengan sebesar 54,6%

dari nilai ini menunjukan bahwa hubungan variabel independen kualitas produk (X1), kualitas layanan (X2), lokasi (X3), religius (X4), reputasi (X5), promosi (X6) dengan variabel dependen Minat (Y) sebesar 54,6%. Sedangkan sisanya (100% - 54,6% =45,4%) dipengaruhi oleh variabel faktor luar lainnya.

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1 ,739a ,546 ,540 2,642 2,882

D. Hasil dan Pembahasan Responden Bank Syariah Muamalat Kota Makassar Tabel 4.15

Hasil Uji Hipotesis

Variabel Standarized

Cooficient

Sig.

Value

Sig Levels Independent Dependent

Kualitas Produk Minat 0,170 0,002 Signifikan Kualitas Pelayanan Minat 0,104 0,009 Signifikan

Lokasi Minat 0,222 0,044 Signifikan

Religius Minat 0,134 0,012 Signifikan

Reputasi Minat 0,087 0,004 Signifikan

Promosi Minat 0,000 0,007 Signifikan

Dalam uji hipotesis, pengujian statistic setiap variable independent ke variable dependen dilakukan dengan pengujian secara parsial mengunakan uji spss yang nilainya dilihat pada nilai sig. value pada output table. Pengujian ini dilakukan untuk melihat lebih jelas nilai pengaruh variable independent ke variable dependen.

1. Pengaruh Faktor Kualitas Produk Terhadap Minat Nasabah Non Muslim Dalam Menggunakan Produk Tabungan Bank Syariah Muamalat Kota Makassar

Berdasarkan hasil uji SPSS statistik diketahui nilai variabel kualitas produk (X1) pada tabel cooficient sebesar 0,009 < 0,05. Berdasarkan pengambilan keputusan uji hipoesis parsial t maka Ha diterima dan H0 di tolak yang artinya

Berdasarkan hasil uji SPSS statistik diketahui nilai variabel kualitas produk (X1) pada tabel cooficient sebesar 0,009 < 0,05. Berdasarkan pengambilan keputusan uji hipoesis parsial t maka Ha diterima dan H0 di tolak yang artinya