BAB II LANDASAN TEORI LANDASAN TEORI
HAS IL DAN PEMBAHAS AN
A. DES KRIPS I DATA 1. Profile S ekolah
3) Umpan Balik S upervisi Akademik
Ump an balik dalam p elaksanaan sup ervisi akademik di SD Negeri 2
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
balik tersebut diharapkan ada p erbaikan p roses p embelajaran. Setelah disup ervisi guru dip anggil di ruang kepala sekolah untuk diajak berdiskusi mengenai hasil sup ervisi. Kep ala sekolah memberikan balikan dalam bentuk informasi untuk mempengaruhi kualitas hasil p embelajaran di SD Negeri 2 Kokosan dengan harap an kedepanny a akan nada p erubahan kearah lebih baik.
Hasil sup ervisi akademik SD Negeri 2 Kokosan merup akan hasil p elaksanaan sup ervisi masing-masing guru, sedangkan tindak lanjutny a merupakan rangkaian p embicaraan kep ala sekolah dengan guru yang disep akati keduany a. Tindak lanjut atau umpan balik dari hasil sup ervisi akademik SD Negeri 2 Kokosan y ang dilakukan oleh kep ala sekolah berup a p emberian, p enguatan, kep uasan, motivasi, kerjasama, intervensi memberi bantuan didaktis atau bimbingan, sup ervise terhadap diri sendiri dan diberi p engetahuan tambahan termasuk p engiriman, p enataran untuk beberap a guru. Penataran itu p ada akhirnya bertjuan untuk memp ersiapkan skill atau kemampuan guru dalm kegiatan p embelajaran sehingga mamp u membentuk guru p rofessional.
Pemanfaatan hasil sup ervisi akademik SD Negeri 2 Kokosan untuk meningkatkan kinerja guru terlihat dari tingkat kehadiran guru, baik di sekolah maup un di kelas y ang selalu dip antau oleh kepala sekolah dan menunjukkan p eningkatan kinerja guru. Hal ini dap at dilihat dari hasil p enilaian oleh kep ala sekolah setelah dilaksanakan sup ervisi akademik.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
Tabel 4.4
Penilaian Kinerja Guru SD Negeri 2 Kokosan setelah dilaksanakan Sup ervisi oleh Kep ala Sekolah
Guru Kegiatan Pendahuluan
Kegiatan Inti p embelajaran Kegiatan Penutup
Skor Keterangan Eksp lorasi Elaborasi Konfirmasi
Guru 1 3,75 3,4 3,11 3,33 3,67 3,45 Sangat Baik
Guru 2 4,0 3,2 3,67 3,33 3,0 3,44 Sangat Baik
Guru 3 3,5 3,4 3,22 3,33 3,0 3,29 Sangat Baik
Guru 4 3,5 3,6 3,22 3,17 3,0 3,29 Sangat Baik
Guru 5 3,5 3,2 3,22 3,17 3,0 3,22 Baik
Guru 6 3,5 3,2 3,22 3,17 3,0 3,22 Baik
Guru 7 3,5 3,2 3,22 3,17 3,0 3,22 Baik
Guru 8 3,5 3,6 3,33 3,5 3,0 3,39 Sangat Baik
TOTAL 3,32 Sangat Baik
Sumber : Data Diolah, 2017
Dalam tabel diatas menunjukkan bahwa terdapat p eningkatan y ang menggembirakan terhadap kemajuan p eningkatan kinerja guru dimana nilai rata-rata kinerja guru di SD Negeri 2 Kokosan adalah 3,32 atau Sangat Baik. Kemudian berdasarkan hasil observasi memang terlihat setelah dilakukan p embinaan Kep ala Sekolah, kemudian guru menjadi lebih memahami p entingny a sup ervisi kepala sekolah demi p eningkatan kinerja guru, hal ini tentuny a akan berdamp ak baik bagi siswa di SD Negeri 2 Kokosan. Perbaikan y ang dilakukan oleh guru antara lain guru sudah mamp u meny usun tujuan p embelajaran, menguraikan materi ajar dengan baik, membuat langkah-langkah strategi
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
p embelajaran sesuai metode p embelajaran y ang dituliskan, mamp u membuat p enilaian sesuai dengan metode y ang digunakan serta sudah mamp u memanajemen waktu y ang baik dalam kegiatan awal, inti dan menutup. Hal ini dap at terwujud karena guru melakukan diskusi dan berkoordinasi dengan Kep ala Sekolah, guru y ang lain kemudian aktif dalam kegiatan KKG.
Kemudian ketika guru diberi p ertany aan mengenai up ay a y ang sebaikny a dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru dan guru memberikan p endap atny a sebagai berikut :
Guru 1 :
“upaya yang sebaiknya dilakukan menurut saya adalah dilakukan
secara kontinue dan berkelanjutan dengan dibarengi pembinaan berkelanjutan sehingga dapat saling berdiskusi untuk meningkatkan
kemampuan pribadi.”
Guru 2 :
“upaya yang dilakukan misalnya memberi tugas mengajar baru sesuai dengan bidang dan kompetensi yang dikuasi oleh guru baru; membentuk dan melaksanakan kelompok kerja guru, melakukan supervisi administrasi dan akedemik terhadap guru baru sebagai bahan perbaikan dan menentukan kebijakan; melakukan pembinaan baik bersifat administratif, akademik, maupun karier guru baru; memberi kesempatan pada guru baru untuk mengikuti pelatihan baik yang dilaksanakan di sekolah, kabupaten, propinsi maupun pada tingkat nasional; memberi reward (penghargaan) pada guru yang berprestasidan memberikan hukuman pada guru yang malas dan bermasalah; dan lainnya yang berkaitan dengan memotivasi guru supaya lebih meningkatkan kinerjanya”.
Guru 3 :
“upayanya banyak yang harus dilakukan mmm...misalnya melakukan
pembinaan baik bersifat administratif, akademik, maupun karier guru baru; mengikuti pelatihan, memberikan penghargaan, memberi tugas tambahan pada guru baru; kemudian membentuk ikatan keluarga di sekolah masing-masing dengan pertemuan dilaksanakan di rumah anggota ikatan keluarga secara bergiliran, jadi menurut saya
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
kemampuan pribadi, sosial dan profesional penting ditingkatkan dalam meningkatkan kegiatan supervisi kepala sekolah”.
Berdasarkan p endapat diatas ada beberapa masukan dari guru dalam meningkatkan kinerjany a dan sejawat guru dengan p eningkatan kegiatan sup ervisi kepala sekolah secara kontinue, kemudian memberi tugas mengajar baru sesuai dengan bidang dan komp etensi yang dikuasi oleh guru baru; membentuk dan melaksanakan kelomp ok kerja guru; melakukan sup ervisi administrasi dan akedemik terhadap guru baru sebagai bahan p erbaikan dan menentukan kebijakan; melakukan p embinaan baik bersifat administratif, akademik, maup un karier guru baru; memberi kesemp atan p ada guru baru untuk mengikuti p elatihan baik yang dilaksanakan di sekolah, kabupaten, prop insi maup un p ada tingkat nasional; memberi reward (p enghargaan) pada guru y ang berp restasidan memberikan hukuman p ada guru y ang malas dan bermasalah; memberi tugas tambahan p ada guru baru; membentuk ikatan keluarga di sekolah masing-masing dengan p ertemuan dilaksanakan di rumah anggota ikatan keluarga. Kemudian terutama dengan meningkatkan kemamp uan p ribadi, kemamp uan sosial dan kemamp uan p rofesional y ang dimiliki oleh guru.
B. PEMBAHASAN
Dalam p elaksanaan sup ervisi akademik, Kep ala Sekolah SD Negeri 2 Kokosan sudah memahami model-model sup ervisi sebagai bekal p engetahuan (knowledge) dan
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
p enelitian terjadi p eningkatan y ang menggembirakan terhadap kemajuan p eningkatan kinerja guru dimana nilai rata-rata kinerja guru di SD Negeri 2 Kokosan adalah 3,32 atau Sangat Baik, sep erti dijelaskan dalam tabel berikut ini :
Tabel 4.5. Penilaian Kinerja Guru SD Negeri 2 Kokosan Sebelum dan Setelah Dilaksanakan Sup ervisi Oleh Kep ala Sekolah
Guru Sebelum Sup ervisi Sesudah Supervisi
Skor Keterangan Skor Keterangan
Guru 1 2,56 Baik 3,45 Sangat Baik
Guru 2 2,25 Cukup Baik 3,44 Sangat Baik
Guru 3 2,51 Baik 3,29 Sangat Baik
Guru 4 2,55 Baik 3,29 Sangat Baik
Guru 5 2,36 Cukup Baik 3,22 Baik
Guru 6 2,44 Cukup Baik 3,22 Baik
Guru 7 2,40 Cukup Baik 3,22 Baik
Guru 8 2,53 Baik 3,39 Sangat Baik
2,45 Cukup Baik 3,32 Sangat Baik
Sumber : Data y ang diolah 2017
Hal ini berarti sup ervisi (Kepala Sekolah) dalam p elaksanaanan tugas kepengawasan sudah sesuai dengan sasaran y ang akan disup ervisi (compatible) sehingga pelaksanaan sup ervisi dap at berlangsung secara efektif dan efesien walaup un terkadang p ula y ang tidak sesuai dengan kondisi sasaran (uncompatible) sehingga pelaksanaaan sup ervisi kurang berjalan sesuai dengan harap an.
Di sisi lain up ay a y ang dap at dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru melalui sup ervisi akademik di SD Negeri 2 Kokosan berdasarkan hasil wawancara dan observasi adalah dengan :
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
1. M eningkatkan kegiatan supervisi baik oleh Kep ala Sekolah maup un pengawas sehingga ada suasana bukan hany a evaluasi kinerja namun juga mengarah p ada bahan p erbaikan, menentukan kebijakan dan p embinaan berkelanjutan
2. M emberi tugas mengajar baru sesuai dengan bidang dan komp etensi y ang dikuasi oleh guru baru;
3. M endorong keikutsertaan guru dalam kelomp ok kerja guru (KKG) sebagai wadah bagi guru untuk berdiskusi merencanakan masalah dan memecahkan masalah y ang terjadi di kelas;
4. M elakukan pembinaan baik bersifat administratif, akademik, maup un karier guru baru;
5. M emberi reward (p enghargaan) p ada guru y ang berp restasidan memberikan hukuman p ada guru yang malas dan bermasalah;
6. M emberi tugas tambahan p ada guru baru;
7. M embentuk ikatan keluarga di SD Negeri 2 Kokosan dengan p ertemuan dilaksanakan di rumah anggota ikatan keluarga.
8. M eningkatkan kompetensi kep emimp inan, melip uti asp ek kualitas Kep ala Sekolah dan team leader dalam memberikan dorongan, semangat, arahan dan dukungan kerja p ada guru untuk meningkatkan kinerjany a
9. Kemamp uan p ribadi guru melip uti hal-hal yang bersifat fisik sep erti p enamp ilan, suara, mata atau p andangan, kesehatan, p akaian, p endengaran, dan hal y ang bersifat p sikis sep erti humor, ramah, intelek, sabar, sop an, rajin, kreatif,
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
10.Kemamp uan sosial antara lain bersifat terbuka, disiplin, memiliki dedikasi, tanggung jawab, suka menolong, bersifat membangun, tertib, bersifat adil, p emaaf, jujur, demokratis, dan cinta anak didik; serta mau menerima masukan dari kep ala sekolah, pengawas dan rekan sejawat.
11.Kemamp uan p rofesional guru y aitu: menguasai bidang studi dalam kurikulum sekolah dan menguasai bahan pendalaman/ap likasi bidang studi, mengelola p rogram belajar mengajar, mengelola kelas, menggunakan media dan sumber, menguasai landasan-landasan kep endidikan, mengelola interaksi belajar mengajar, menilai p restasi siswa untuk kepentingan p endidikan, mengenal fungsi dan p rogram bimbingan p eny uluhan, mengenal dan meny elenggarakan administrasi sekolah
12.M emberi kesemp atan p ada guru baru untuk mengikuti p elatihan baik y ang dilaksanakan di sekolah, kabup aten, p rop insi maupun p ada tingkat nasional;
Up aya di atas dap at berhasil ap abila kebijakan p endidikan ditopang oleh p elaku p endidikan y ang berada di front terdep an y akni guru melalui interaksinya dalam p endidikan. Up aya meningkatkan kinerja guru p erlu dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada rencana strategis. Keterlibatan seluruh komp onen p endidikan (guru, Kep ala Sekolah, masy arakat, Komite Sekolah, Dewan Pendidikan, dan isntitusi) dalam perencanaan dan realisasi p rogram p endidikan y ang diluncurkan sangat dibutuhkan dalam rangka mengefektifkan p encapaian tujuan.
Imp lementasi kemamp uan p rofessional guru mutlak dip erlukan sejalan diberlakukanny a otonomi daerah, khsususnya bidang p endidikan. Kemamp uan
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
p rofessional guru akan terwujud ap abila guru memiliki kesadaran dan komitmen y ang tinggi dalam mengelola interaksi belajar-mengajar p ada tataran mikro, dan memiliki kontribusi terhadap up ay a p eningkatan mutu p endidikan p ada tataran makro.
Salah satu up ay a p eningkatan p rofesional guru adalah melalui sup ervisi p engajaran. Pelaksanaan sup ervisi p engajaran perlu dilakukan secara sistematis oleh kepala sekolah dan p engawas sekolah bertujuan memberikan p embinaan kep ada guru-guru agar dap at melaksanakan tugasny a secara efektif dan efisien. Dalam p elaksanaanny a, baik kep ala sekolah dan p engawas menggunakan lembar p engamatan y ang berisi asp ek-asp ek yang perlu diperhatikan dalam p eningkatan kinerja guru dan kinerja sekolah. Untuk mensup ervisi guru digunakan lembar observasi y ang berup a alat p enilaian kemampuan guru (APKG), sedangkan untuk mensup ervisi kinerja sekolah dilakukan dengan mencermati bidang akademik, kesiswaan, p ersonalia, keuangan, sarana dan p rasarana, serta hubungan masy arakat.
Imp lementasi kemamp uan p rofessional guru mensy aratkan guru agar mamp u meningkatkan p eran y ang dimiliki, baik sebagai informatory (p emberi informasi), organisator, motivator, director, inisiator (p emrakarsa inisiatif), transmitter (penerus), fasilitator, mediator, dan evaluator sehingga diharapkan mamp u mengembangkan komp etensiny a. Mewujudkan kondisi ideal di mana kemampuan p rofessional guru dapat diimp lementasikan sejalan diberlakukannya otonomi daerah, bukan merup akan hal y ang mudah. Hal tersebut lantaran aktualisasi kemamp uan guru tergantung p ada berbagai komp onen sy stem p endidikan y ang saling berkolaborasi. Oleh karena itu,
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
kemamp uan guru agar mamp u mengelola p embelajaran y ang efektif, selaras dengan p aradigma p embelajaran y ang direkomendasiklan Unesco, “belajar mengetahui
(learning to know), belajar bekerja (learning to do), belajar hidup bersama (learning
to live together), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be)”.
STIE
Widya
Wiwaha
Jangan
BAB V