BAB VI SIMPULAN DAN SARAN
6.2 Saran
6.2.2 Untuk Para Klinisi
- Pemeriksaan kadar vitamin D penting dilakukan pada pasien PPOK.
- Dengan adanya hasil pemeriksaan kadar vitamin D pada pasien PPOK, klinisi dapat menjadikannya sebagai point penting dalam mengobati dan mencegah progresifitas penyakit pada pasien PPOK.
DAFTAR PUSTAKA
Boyan BD, Wong KL, Fang M, Schwartz Z. 2007. 1alpha, 25(OH)2D3 is an autocrine regulator of extracellular matrix turnover and growth factor release via ERp60 activated matrix vesicle metalloproteinases. J Steroid Biochem Mol Biol,103:467-472
Buist Sonia, et al. Global Stategy for the Diagnosis, Management, and Prevention of COPD.In : NHLBI/WHO Global Initiative for COPD Workshop
Summary : 2006
Cao Y, Wang X, Cao Z, Cheng X. Vitamin D receptor gene Fokl
polymorphisms and tuberculosis susceptibility: a meta analysis. Arch Med Sci 2016;12,5:1118-1134.
Fauci AS, Kasper DL, Longo DL, Braunwald E, Hauser SL, Jameson JL, et al. editors. Harrison’s Principle of Internal Medicine. 17th ed. New York:
Mc Graw Hill; 2008.
Forli L, Halse J, Haug E, Bjortuft O, Vatn M, Kofstad J, et al. 2004.
Vitamin D deficiency, bone mineral density and weight in patients with advanced pulmonary disease. J Intern Med, 256:56-62.
Ganji V, Zhang X, Tangpricha V. (2012) Serum 25-hydroxyvitamin D concentrations and prevalence estimates of hypovitaminosis D in the U.S.
population based on assay-adjusted data. J Nutr, 142:498-507.
Global Strategy for the Diagnosis, Management, and Prevention of Chronic Obstructive Lung Disease. Global Strategy for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD); 2013.
Gan WQ, Man SF, Senthilselvan A, Sin DD. 2004.Association between chronic obstructive pulmonary disease and systemic inflammation: a systematic review and a meta-analysis. Thorax 59: 574-580.
[GOLD] Global Initiative FOR Chronic Obstructive Lung Disease. 2017.
Pocket guide to COPD diagnosis, management, and prevention. GOLD, Medical Communication Resources, Inc.
Grey A, Lucas J, Horne A, Gamble G, Davidson JS, Reid IR. (2005)Vitamin D
repletion in patients with primary hyperparathyroidism and coexistent vitamin D insufficiency. J Clin Endocrinol Metab, 90:2122-6.
Hadfied R. 2017. Pocket Guide to COPD to diagnosis, management, and prevention. Global initiative for GOLD 2017-ed.
Harishankar M, Anbalagan S, Selvaraj P. Effect of vitamin D3 on chemokine levels and regulatory T-cells in pulmonary tuberculosis.International immunepharmacology 3r(2016):86-91.
Heidari B, Javadian Y, Monadi M, et al. Vitamin D status and distribution in patients with chronic obstructive pulmonary disease versus healthy controls. Caspian J Intern Med 2015;6(2):93-97.
Herr et al. The role of vitamin D in pulmonary disease:
COPD, asthma, infection, and cancer. Respiratory Research 2011, 12:31.
Holick M.F, Binkley N.C, Bischoff-Ferrari H. A, Gordon C.M, Hanley D.A, and Heaney R.P. 2011. Evaluation, treatment, and prevention of vitamin D deficiency: an endocrine society clinical practice guideline. J Clin Endocrinol Metab. 96: 1911-1930.
Janssens W, Bouillon R, Claes B, Carremans C, Lehouck A, Buysschaert I, et al. 2010. Vitamin D Deficiency is Highly Prevalent in COPD and
Correlates with Variants in the Vitamin D Binding Gene. Thorax 2010, 65:215-20.
Lee JY, So TY, Thackray J. (2013)A review on vitamin D deficiency treatment in pediatric patients. J Pediatr Pharmacol Ther, 18:277-91.
Mathers CD, Loncar D. "Projections of Global Mortality and Burden of Disease from 2002 to 2030". PLoS Med. 3,2006(11):
e442:10.1371/journal.pmed.0030442
Neme A, Nurminen V, Seuter S, Carlberg C.The vitamin D-dependent transcriptome oh human monocytes. Journal of steroid biochemistry
& molecular biology, 2015.10.018
Nair R, Maseeh A. Vitamin D: The “sunshine” vitamin. J Pharmacol Pharmacother. 2012; 3:118-26.
PDPI. Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan penyakit paru di Indonesia, 2010.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Penyakit paru obstruksi kronik, pedoman praktis diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia. Jakarta: Indah offiset grafika; 2011. 1-86.
Saccone D, Asani F, Bornman L. Regulation of the vitamin D receptor gene by environment, genetics, and epigenetics. Gene 40273(2015)02,024: 1 -10.
Sarkar S, et al. Role of Vitamin D in cytotoxic T lymphocyte immunity to pathogens and cancer. Crit Rev Clin Lab Sci, Early Online, 2015: 1 -14.
Soeroto AY, Suryadinata H. Penyakit Paru Obstruktif Kronis. Ina J Chest Crit and Emerg Med | Vol. 1, No. 2 | June - August 2014
Tabrani R. Ilmu Penyakit Paru. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta , 2010:
3-8.
Tsiligianni I., van der Molen. 2010. A systematic review of the role of vitamin insufficiencies and supplementation in COPD. Respiratory Research, 11:171.
Vestbo J, Hurd S, Agusti A, Jones P, Vogelmeier C, Anzueto A, et al. Global strategy for the diagnosis, management, and prevention of chronic obctructive pulmonary disease: GOLD executive summary. Am J Respir Crit Care Med. 2014;187(4):347 - 65.2.
Zitterman A, Pilz S, Hoffmann H, Marz W. Vitamin D and airway infection:
a European perspective. Eur J Med Res (2016)21:14.
Zullieskawati. Penyakit Paru Obstruktif Kronik.
http://zullieskawati.staff.ugm.ac.id/wpcontent/uploads/lung -function-tests.pdf. 2017
Lampiran 1
LEMBARAN PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK PENELITIAN
Assalamualaikum Wr Wb
Selamat pagi Bapak/ Ibu/ Saudara/ Saudari Yth
Saya dr.Syahni Wirdani Pulungan saat ini sedang menjalani pendidikan Strata (S) 2 di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan saat ini sedang melakukan penelitian yang berjudul:
HUBUNGAN KADAR VITAMIN D DENGAN DERAJAT OBSTRUKSI PADA PASIEN PENYAKIT PARU
OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) STABIL
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan kadar vitamin D dengan derajat obstruksi penyakit pada pasien PPOK.
Adapun manfaatnya bagi Bapak/Ibu/Saudara/Saudari adalah dari hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan informasi ke masyarakat mengenai manfaat pemeriksaan vitamin D sebagai suatu pemeriksaan noninvasive dalam mengetahui derajat obstruksi penyakit PPOK dan cara penanggulangannya secara non medis dan medis.
Prosedur penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
Pasien yang dicurigai PPOK harus ditegakkan diagnosisnya menggunakan spirometri. Spirometri direkomendasikan untuk semua perokok > tahun, terutama mereka yang dengan sesak napas, batuk, mengi, atau dahak persisten.
Pemeriksaan vitamin D di lakukan di laboratorium H.adam Malik Medan.
Bahan pemeriksaan laboratorium berupa darah tanpa antikoagulan untuk pemeriksaan kadar serum Vitamin D.
Cara kerja
a) Subjek penelitian yaitu penderita PPOK dilakukan anamnesis dan pemeriksaan klinis.
b) Setelah memenuhi kriteria diagnosis, kemudian ditentukan memenuhi kriteria inklusi dan tidak kriteria eksklusi.
c) Penderita yang memenuhi kriteria inklusi dilakukan informed consent dan mengisi surat persetujuan mengikuti penelitian.
d) Dilakukan pengambilan sampel darah.
e) Pengambilan dan Pengolahan Bahan :
1. Bahan darah subjek diambil melalui vena punksi dari vena mediana cubiti.
Tempat vena punksi terlebih dahulu dibersihkan dengan alkohol 70% dan dibiarkan kering. Darah diambil dengan menggunakan venoject sebanyak 10 ml dan dibagi dua pada tabung vacutainer gel clot activator (3 ml).
Masing-masing berisi 5 ml. Darah pada tabung vacutainer gel clot activator dibiarkan membeku selama 20 menit pada suhu ruangan, dilakukan sentrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm selama 20 menit, serum dipisahkan dan dimasukkan ke dalam tabung plastik (aliquot) 1 ml untuk bahan pemeriksaan kadar vitamin D serum.
2. Untuk pemeriksaan vitamin D, serum disimpan dalam freezer -20°C sampai waktu pemeriksaan yang telah ditentukan (maksimum 6 bulan).
Pemeriksaan kadar 25(OH) vitamin D Total dilakukan dengan
menggunakan alat MINI VIDAS BRAHMS. Prinsip pemeriksaan 25(OH) vitamin D Total dengan metode Enzyme-Linked Fluourescent Assay (ELFA) sesuai rekomendasi The Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI).
Reagen untuk pengujian telah tersedia siap digunakan dan telah terbagi di setiap strip reagen yang tersegel. Semua langkah-langkah uji yang dilakukan secara otomatis oleh instrumen. Media reaksi dengan siklus masuk dan keluar dari SPR beberapa kali.
Pada lazimnya penelitian ini tidak menimbulkan hal-hal yang berbahaya pada Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sekalian, efek samping yang mungkin muncul
adalah seperti nyeri atau bengkak pada tempat diambilnya darah dan hal ini dapat hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua hari.
Partisipasi Bapak/Ibu/Sdra/Sdri bersifat sukarela dan tanpa paksaan dan dapat mengundurkan diri sewaktu-waktu Namun bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama penelitian berlangsung atau ada hal yang kurang jelas yang ingin ditanyakan, Bapak/Ibu/Saudara/Saudari dapat menghubungi saya ke no 081367774216 untuk mendapat pertolongan.
Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang telah ikut berpartisipasi dalam penelitian ini, diharapkan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari bersedia mengisi lembar persetujuan turut serta dalam penelitian yang telah disiapkan.
Medan , 7 November 2017 Peneliti
( dr. Syahni Wirdani Pulungan )
Lampiran 2
LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (INFORMED CONSENT)
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
Umur :
Alamat : Telp/HP :
Setelah mendapat penjelasan dari peneliti tentang Penelitian “ HUBUNGAN KADAR VITAMIN D DENGAN DERAJAT OBSTRUKSI PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) STABIL”, maka dengan ini saya secara sukarela dan tanpa paksaan menyatakan bersedia ikut serta dalam penelitian tersebut. Dan dapat mengundurkan diri sewaktu-waktu
Demikianlah surat pernyataan ini untuk dapat dipergunakan seperlunya.
Medan, ...2017
( )
Lampiran 5