• Tidak ada hasil yang ditemukan

TANggUNg JAWAB DEWAN KOmiSARiS

Setiap anggota Dewan Komisaris wajib dengan itikad baik dan bertanggung jawab menjalankan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi untuk kepentingan dan tujuan Perusahaan. Setiap anggota Dewan Komisaris ikut bertanggung jawab secara pribadi dan tanggung renteng atas kerugian Perusahaan apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai menjalankan tugasnya. Dewan Komisaris bertanggung jawab penuh atas pengawasan BUMN untuk kepentingan dan tujuan BUMN.

Dewan Komisaris juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan pemantauan terhadap efektivitas praktik GCG dan memberikan saran-saran perbaikan sistem dan implementasi GCG.

Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris

Selama Tahun Buku 2014 Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas dan kegiatan sebagai berikut: 1. Memberi persetujuan dan pengesahan atas:

a. Penunjukan Konsultan PT Towers Watson sebagai konsultan remunerasi dalam rangka pelaksanaan RUPS Tahunan Tahun Buku 2013; b. Penunjukan KAP Purwantono, Suherman &

Surja (Ernst & Young) sebagai pelaksana Audit Umum Laporan Keuangan Konsolidasian PGN Tahun Buku 2014 dan Audit Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan dan Pengendalian Internal sekaligus melakukan Audit Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014; c. Pendirian Anak Perusahaan bidang jasa

dan properti;

d. Penerbitan Obligasi pada tahun 2014 dengan nilai sampai dengan USD1,350,000,000,-; e. Pemberian pinjaman dan penyertaan kepada

PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) dalam rangka pelaksanaan pembangunan, pengoperasian dan pendanaan Proyek Pipa Transmisi Ruas Kalimantan-Jawa Tahap I (Kepodang-Tambaklorok);

f. Pemberian tambahan penyertaan modal kepada PT PGN LNG Indonesia (”PGN LNG”) sebesar USD372,000,000,-;

g. Pinjaman Sindikasi perusahaan sebesar USD650,000,000,- pada Triwulan 3 tahun 2014

dengan tenor selama 5 tahun;

h. Perpanjangan waktu penghapusbukuan dan/ atau pemindahtanganan Material dan/atau (HBB) Korporat Tahun 2013;

i. Pendanaan Investasi kepada Anak

Perusahaan PT Saka Energi Indonesia sebesar USD803,578,816,-, dengan rincian sebagai berikut:

• USD668,700,000,- untuk pendanaan investasi di WK Pangkah;

• USD134,878,816,- untuk pendanaan investasi di Blok Fasken.

j. Penambahan penyertaan modal pada PT Permata Graha Nusantara sampai dengan

Rp95 Miliar melalui :

• Konversi piutang sebesar USD5,000,000.- ditambah bunga pinjaman berdasarkan Perjanjian Pinjaman dari Pemegang Saham;

r. Memantau dan memonitor pergerakan harga saham PGAS;

s. Revisi RKAP 2014, RKAP 2015, dan RJPP 2015-2019. 3. Memberi tanggapan atas laporan berkala Direksi, menyampaikan tanggapan atas Laporan Keuangan

Perusahaan Triwulanan Tahun 2014 kepada Pemegang Saham Dwiwarna.

4. Melaksanakan tugas Dewan Komisaris terkait dengan pelaksanaan RUPS:

a. Membahas agenda RUPS Tahunan Tahun Buku 2013 yang dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2014;

b. Membahas dan mengusulkan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan melakukan audit Laporan Keuangan Tahun Buku 2014 dan Audit Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan dan Pengendalian Internal, sekaligus melakukan Audit Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014; c. Membahas dan mengusulkan remunerasi bagi

Direksi dan Dewan Komisaris;

d. Menindaklanjuti hasil keputusan RUPS Tahunan Tahun Buku 2013.

• Tambahan modal kerja sebesar Rp6.000.000.000,-.

k. Revisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2014;

l. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2015;

m. Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2015-2019.

2. Membahas, memberi pendapat dan nasihat serta meminta penjelasan antara lain mengenai: a. Isu-isu strategis yang mempengaruhi

jalannya operasional Perusahaan;

b. Progress RKAP 2014 beserta permasalahannya; c. KPI Dewan Komisaris dan Direksi, Program

Kerja Bersama Dewan Komisaris dan Direksi Tahun 2014 serta pembagian tugas Dewan Komisaris;

d. Tindaklanjut hasil audit Auditor Eksternal maupun Auditor Internal;

e. Penyertaan di Sektor Hulu melalui beberapa Anak Perusahaan (PT Saka Energi Indonesia, PT Permata Graha Nusantara, PT PGN LNG Indonesia dan PT Kalimantan Jawa Gas); f. Implementasi praktik GCG dilingkungan

Perusahaan;

g. Kebijakan portofolio investasi dalam rangka pengembangan usaha;

h. Kebijakan tentang pengelolaan SDM dan tenaga kerja outsourcing;

i. Kebijakan tentang pengadaan barang dan jasa;

j. Kebijakan tentang pengembangan sistem IT; k. Kebijakan tentang penguatan sistem

pengendalian internal;

l. Kebijakan tentang manajemen risiko; m. Transformasi Perusahaan (organisasi dan

SDM) dalam rangka menghadapi tantangan bisnis ke depan dan rencana besar PGN menjadi National Gas Company;

n. Pendirian Anak Perusahaan bidang jasa dan properti;

o. Persiapan peresmian FSRU (Floating Storage Regasification Unit) Lampung;

p. Kebijakan tentang Public Relation (PR) dan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka membangun citra Perusahaan dan memperluas networking;

q. Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK RI;

PEDOmAN DAN TATA TERTiB KERJA DEWAN KOmiSARiS (BOARD CHARTER)

Dalam rangka menjalankan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi, Dewan Komisaris mengacu kepada Pedoman Kerja Dewan Komisaris dan Direksi (Board Charter). Board Charter berisi tentang petunjuk tata laksana kerja Dewan Komisaris dan Direksi serta menjelaskan tahapan aktivitas secara terstruktur, sistematis, mudah dipahami dan dapat dijalankan dengan konsisten, dapat menjadi acuan bagi Dewan Komisaris dan Direksi dalam melaksanakan tugas masing-masing untuk mencapai Visi dan Misi Perusahaan.

Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris dalam Board Charter PT PGN (Persero) Tbk diatur secara khusus dalam Bab III yang mencakup: • Tugas dan Kewajiban Dewan Komisaris; • Hak dan Wewenang Dewan Komisaris; • Etika Jabatan;

• Komite-komite Dewan Komisaris; • Sekretaris Dewan Komisaris.

KebIJAKAN dAN PRoSedUR PeNeTAPAN ReMUNeRASI ANGGoTA dewAN KoMISARIS

Tim Remunerasi meminta Konsultan Independen melakukan kajian remunerasi bagi Dewan Komisaris Tim Remunerasi menyusun rekomendasi remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris Tim Remunerasi mengusulkan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris kepada Dewan Komisaris Dewan Komisaris membahas usulan Tim Remunerasi Dewan Komisaris mengusulkan penetapan Remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris kepada RUPS Dewan Komisaris mengusulkan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris Tahun 2014 kepada Menteri BUMN selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna Menteri BUMN selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna menetapkan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris RUPS Tahunan Tahun Buku 2013 yang dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2014 melimpahkan kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk penetapan gaji/ honorarium serta fasilitas dan tunjangan lainnya bagi anggota Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2014 setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna

1 2 3 4 5 6 7 8

REmUNERASi UNTUK SETiAP ANggOTA DEWAN KOmiSARiS

Dasar Penetapan Remunerasi

Penetapan remunerasi bagi Dewan Komisaris mengacu kepada Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-04/MBU/2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara.

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara BUMN tersebut, prinsip penetapan penghasilan Dewan Komisaris ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dimana komponen penghasilan Dewan Komisaris terdiri dari:

a. Honorarium; b. Tunjangan; c. Fasilitas; dan

d. Tantiem/Insentif Kinerja.

Struktur Remunerasi Dewan Komisaris

Berdasarkan Peraturan Menteri tersebut, prinsip penetapan penghasilan Dewan Komisaris ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Komponen penghasilan Dewan Komisaris terdiri dari :

1. Honorarium

Honorarium anggota Dewan Komisaris ditetapkan dengan komposisi faktor jabatan sebagai berikut:

• Komisaris Utama sebesar 45% dari gaji Direktur Utama;

• Anggota Dewan Komisaris sebesar 90% dari honorarium Komisaris Utama.

2. Tunjangan Dewan Komisaris a. Tunjangan Hari Raya

Tunjangan Hari Raya diberikan sebesar 1 (satu) kali Honorarium.

b. Tunjangan Transportasi

Tunjangan Transportasi diberikan sebesar 20% dari Honorarium masing-masing anggota Dewan Komisaris.

c. Asuransi Purna Jabatan

• Asuransi Purna Jabatan diberikan selama menjabat (mulai diangkat sampai berhenti); • Premi yang ditanggung oleh Perusahaan

paling banyak 25% dari Honorarium dalam satu tahun.

3. Fasilitas

a. Fasilitas Kesehatan

• Fasilitas kesehatan diberikan dalam bentuk asuransi kesehatan atau penggantian biaya pengobatan;

• Fasilitas kesehatan diberikan kepada anggota Dewan Komisaris beserta seorang istri/suami dan maksimal 3 (tiga) orang anak yang belum mencapai usia 25 tahun sesuai dengan ketentuan yang berlaku; • Fasilitas yang diberikan berupa rawat jalan

dan obat, rawat inap dan obat serta medical check-up.

b. Fasilitas Bantuan Hukum

Fasilitas Bantuan Hukum diberikan dalam hal terjadi tindakan/perbuatan untuk dan atas nama jabatannya yang berkaitan dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perusahaan.

4. Tantiem/Insentif Kinerja

a. Pemberian Tantiem/Insentif Kinerja (Tantiem/ IK) kepada Dewan Komisaris berdasarkan

Adapun besaran remunerasi Dewan Komisaris Tahun 2014 adalah sebagai berikut:

REMUNERASI DEwAN KOMISARIS TAHUN 2014

Jabatan Remunerasi Rp USD

Komisaris Honorarium 3.796.237.500,- 305,163.79

Tunjangan 1.994.100.000,- 160,297.43

Tantiem 17.600.000.000,- 1,414,791.00

Total 23.390.337.500,- 1,880,252.21

• Untuk tujuan komparasi menggunakan kurs tengah BI akhir tahun 2014 USD 1 = IDR

12.440,-penetapan RUPS/Menteri dalam pengesahan Laporan Tahunan apabila:

• Realisasi tingkat kesehatan paling rendah dengan nilai 70; atau

• Target tingkat kesehatan dalam RKAP tercapai meskipun nilainya di bawah 70. b. Tantiem/IK merupakan beban biaya Tahun

Buku yang bersangkutan dan oleh karenanya harus dianggarkan secara spesifik dalam RKAP tahun tersebut, sehingga Pemberian Tantiem/ IK tidak boleh melebihi anggaran Tantiem/IK yang telah ditetapkan dalam RKAP.

c. Komposisi besarnya Tantiem/IK ditetapkan sebagai berikut:

• Komisaris Utama sebesar 45% dari tantiem Direktur Utama;

• Anggota Dewan Komisaris sebesar 90% dari Tantiem Komisaris Utama.

d. Dalam Tantiem, dapat diberikan tambahan berupa Penghargaan Jangka Panjang (Long Term Incentive/LTI).

Pemberian remunerasi kepada setiap anggota Dewan Komisaris telah dilaksanakan berdasarkan Keputusan RUPS Tahunan tanggal 27 Maret 2014 dan Surat Komisaris Utama kepada Direktur Utama PT PGN (Persero) Tbk Nomor: 20/D-KOM/2014 tanggal 15 April 2014 dengan mengacu kepada Surat Menteri BUMN Nomor: SR-155/MBU/d2/2014 tanggal 7 April 2014 perihal Penetapan Tantiem dan Remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris.

KEBiJAKAN PERUSAHAAN TENTANg FREKUENSi RAPAT DEWAN KOmiSARiS

Sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-01/M-MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) Pada Badan Usaha Milik Negara khususnya Pasal 14 dan Ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan Pasal 16, Rapat Dewan Komisaris harus diadakan secara berkala sekurang-kurangnya sekali dalam setiap bulan dan dalam rapat tersebut Dewan Komisaris dapat mengundang Direksi.

Frekuensi Pertemuan

Selama periode tahun 2014, Dewan Komisaris telah menyelenggarakan Rapat sebanyak 24 (dua puluh empat) kali dengan perincian sebagai berikut:

• Periode 1 Januari – 27 Maret 2014 : 7 kali. • Periode 28 Maret – 31 Desember 2014 : 17 kali.

TINGKAT KEHADIRAN DEwAN KOMISARISPERIODE 1 JANUARI – 27 MARET 2014

Jumlah

Kehadiran* % Kehadiran

Bayu Krisnamurthi 6 kali 85,71% Kiagus Ahmad Badaruddin 4 kali 57,14% M. Zamkhani 5 kali 71,43% Firmanzah 3 kali 42,86% Pudja Sunasa 7 kali 100% Widya Purnama 7 kali 100%

*Ketidakhadiran dikarenakan cuti dan/atau tugas kedinasan

TINGKAT KEHADIRAN DEwAN KOMISARIS PERIODE 28 MARET – 31 DESEMBER 2014

Jumlah

Kehadiran* % Kehadiran

Bayu Krisnamurthi 17 kali 100% M. Zamkhani 8 kali 47,06% Firmanzah 16 kali 94,12% A. Edy Hermantoro 14 kali 82,35% Pudja Sunasa 15 kali 88,24% Widya Purnama 9 kali 52,94%

PROgRAm PELATiHAN DALAm RANgKA mENiNgKATKAN KOmPETENSi DEWAN KOmiSARiS

Untuk meningkatkan kompetensi dan untuk menunjang pelaksanaan tugas Dewan Komisaris PT PGN (Persero) Tbk, selama tahun 2014 telah mengikuti program pelatihan, workshop, konferensi dan seminar, antara lain :