• Tidak ada hasil yang ditemukan

URAIAN DIREKSI

Dalam dokumen PRESERVING SUSTAINABILITY (Halaman 94-99)

kesehatan kerja yang tinggi

C. URAIAN DIREKSI

Direksi bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif kolegial dalam mengelola Perseroan. Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, Direktur Utama dan salah satu anggota Direksi lainnya, atau dalam hal Direktur Utama tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun yang tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, 2 (dua) anggota Direksi lainnya berhak dan berwenang mewakili Perseroan di dalam dan di luar Pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian, mengikat Perseroan dengan pihak lain serta menjalankan segala tindakan kepengurusan Perseroan.

Sesuai Anggaran Dasar Perseroan, anggota Direksi diangkat dan diberhentikan oleh pemegang saham melalui mekanisme RUPS. Masa jabatan Direksi adalah terhitung sejak tanggal RUPS yang mengangkatnya sampai ditutupnya RUPS Tahunan yang kelima setelah tanggal pengangkatannya tersebut, dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu sebelum masa jabatannya tersebut berakhir. RUPS mempunyai wewenang untuk memberhentikan anggota Direksi sebelum masa jabatannya berakhir apabila anggota Direksi yang bersangkutan tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai anggota Direksi.

Komposisi Direksi

Direksi Perseroan berjumlah empat orang termasuk di dalamnya seorang Direktur Independen sebagaimana dipersyaratkan dalam Lampiran I Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00001/BEI/01-2014 tanggal 20 Januari Kep-00001/BEI/01-2014. Direktur Independen tidak terafiliasi dengan pemegang saham pengendali Perseroan.

Berdasarkan keputusan RUPS Tahunan tanggal 28 Juni 2013, komposisi Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

Direksi Nama

Direktur Utama/Independen Justarina S. M. Naiborhu

Direktur Pandu P. Syahrir

Direktur Arthur M. E. Simatupang

Direktur Sudharmono Saragih

Tugas Direksi

Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, Direksi wajib melakukan semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan Perseroan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. Direksi juga mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan dalam segala hal dan kejadian dengan pengecualian tertentu sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan dan/atau Anggaran Dasar Perseroan.

Tugas Direksi antara lain:

• Memastikan kegiatan Perseroan dilakukan sesuai dengan tujuan usahanya.

• Merumuskan Rencana Bisnis Jangka Panjang Perseroan dan menyiapkan Rencana Anggaran Tahunan untuk mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris.

• Melaksanakan rencana bisnis Perseroan sebaik mungkin demi mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

• Menyusun laporan tahunan Perseroan sebagai bentuk akuntabilitas kinerja Direksi, dan laporan keuangan Perseroan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas.

• Mempersiapkan laporan keuangan Perseroan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum dan menyampaikan laporan kepada Akuntan Publik untuk audit keuangan.

TATA KELOLA

• Membangun struktur organisasi Perseroan, dan mengisi masing-masing posisi dengan karyawan yang ahli sesuai dengan deskripsi pekerjaannya.

• Memberikan laporan dan penjelasan atas permintaan Dewan Komisaris.

• Menjalankan tanggung jawab lainnya sesuai dengan aturan yang tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan dan keputusan RUPS berdasarkan hukum dan peraturan perundangan yang berlaku.

Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi menjunjung tinggi prinsip-prinsip GCG, termasuk tanggung jawab sosial perusahaan.

Ruang Lingkup Pekerjaan dan Tanggung Jawab Direksi

Agar dapat melaksanakan tugasnya mengelola Perseroan secara lebih efektif dan efisien, Direksi berdasarkan kesepakatan diantara anggota Direksi melakukan pembagian tugas sesuai bidang dan kompetensinya. Namun demikian, untuk memberikan hasil yang seimbang dalam setiap pengambilan keputusan, pembagian fungsi dan tugas tersebut tidak membatasi kewenangan mereka sebagai Direktur yang harus lintas direktorat.

Remunerasi Direksi

Sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, gaji, honorarium dan tunjangan lainnya yang diberikan kepada anggota Direksi ditetapkan dalam RUPS dengan memperhatikan rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi bila telah terbentuk. Dengan belum terbentuknya Komite Nominasi dan Remunerasi, besaran remunerasi untuk anggota Direksi ditetapkan dalam RUPS atau diberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium dan tunjangan lainnya bagi anggota Direksi serta rincian alokasi pembagiannya bagi setiap Direktur.

Jumlah remunerasi untuk anggota Direksi termasuk gaji, tantiem dan manfaat lainnya ditentukan dengan mempertimbangkan pencapaian target usaha, kondisi keuangan Perseroan, dan faktor-faktor lain yang relevan.

Rapat Direksi

Rapat Direksi diadakan secara rutin minimal satu bulan sekali dan dapat diadakan setiap waktu jika dianggap perlu atas permintaan seorang atau lebih anggota Direksi. Secara umum rapat Direksi membahas masalah bisnis dan memastikan bahwa Perseroan berada di jalur yang benar dalam menjalankan strategi bisnis yang telah ditetapkan.

Pada tahun 2014, Direksi mengadakan 12 kali rapat. Tingkat kehadiran Direksi dalam rapat adalah sebagai berikut:

Peserta Rapat Jabatan Kehadiran

(%) Justarina Naiborhu Presiden Direktur/Independen 100%

Pandu P. Syahrir Direktur 100%

Arthur Sumatupang *) Direktur 42%

Sudharmono Saragih Direktur 100%

*Mengikuti pendidikan di Lemhanas April – Oktober 2014

Agenda Rapat Direksi pada tahun 2014 diantaranya adalah:

• Pembahasan kinerja operasional dan keuangan Entitas Anak dan konsolidasi akhir tahun 2013. • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)

2014.

• Pembahasan kinerja operasional dan keuangan Entitas Anak dan konsolidasi bulanan.

• Pembahasan kinerja operasional dan keuangan Entitas Anak dan konsolidasi kuartalan.

• Rencana RUPS dan pembagian dividen. • Rencana paparan publik.

• RKAP 2015.

Pertanggungjawaban Direksi

Direksi menyusun pertanggungjawaban pengelolaan Perseroan dalam bentuk laporan tahunan yang memuat antara lain laporan keuangan, laporan kegiatan Perseroan dan laporan pelaksanaan GCG untuk disampaikan kepada RUPS. Laporan tahunan harus memperoleh persetujuan RUPS, sedangkan laporan keuangan harus memperoleh pengesahan RUPS. Pertanggungjawaban Direksi kepada RUPS merupakan perwujudan akuntabilitas pengelolaan Perseroan dalam rangka pelaksanaan prinsip GCG.

Penilaian Kinerja Direksi

Kinerja Direksi secara individu maupun kolegial dievaluasi oleh Dewan Komisaris. Hasil evaluasi terhadap kinerja Direksi dan kinerja masing-masing anggota Direksi secara individual disampaikan kepada RUPS dan akan menjadi bagian tak terpisahkan dalam pertimbangan skema kompensasi dan pemberian insentif bagi Direksi. Hasil evaluasi kinerja Direktur secara individual merupakan salah satu dasar pertimbangan bagi pemegang saham untuk memberhentikan dan/atau menunjuk kembali Direktur yang bersangkutan untuk masa jabatan berikutnya. Hasil evaluasi kinerja tersebut merupakan sarana penilaian serta peningkatan efektivitas Direksi.

Pengembangan Kompetensi Dewan Komisaris dan Direksi

Anggota Dewan Komisaris dan Direksi terus mengikuti perkembangan industri, serta perkembangan umum di berbagai bidang seperti manajemen, teknologi, sumber daya manusia, keuangan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pengembangan kompetensi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi perlu dilakukan secara

berkesinambungan untuk peningkatan pengetahuan dan menunjang pelaksanaan tugas. Selama tahun 2014, anggota Direksi mengikuti berbagai seminar, workshop dan konferensi sebagai berikut:

No Nama Kegiatan Tanggal Tempat Penyelenggara Peran

1 Citi Asia Pacific Investor Conference 15 - 17 Januari Hongkong Citi Partisipan

2 5th Annual Asia Pacific Export & Agency Finance 2014 20 Februari Grand Hyatt Hotel, Jakarta Euro Money Asia Panelis

3 4th Annual Corporate Treasury & CFO Summit 20 Februari Hotel Mulia, Jakarta Haymarket Asia Panelis

4 12th Annual Coal Markets 26 Februari Hilton Hotel, Singapore IBC Asia Panelis 5 Coal Trans Asia 2014 1-4 Juni Westin Nusa Dua Bali Euro Money Plc Peserta 6 IHS Asia Coal Market Outlook 13 Agustus Pullman Hotel, Jakarta IHS Asia Panelis

7 Goldman Sachs South of Asia Conference 11-12 September Singapore Goldman Sachs Partisipan

8 CLSA Investor Forum 16 September Grand Hyatt Hotel, Hongkong CLSA Partisipan

9 Macquarie Indonesia Commodities Conference 23-24 September Ritz Carlton Mega Kuningan Macquarie Pembicara

10 IHS Asia Pacific Coal Outlook Conference 4-6 November Bali McCloskey Pembicara

Program Pengenalan Perusahaan Untuk Dewan Komisaris dan Direksi

Pada tahun 2014 Perseroan tidak melakukan program pengenalan perusahaan karena tidak ada pengangkatan anggota Dewan Komisaris atau Direksi yang baru.

Pengungkapan mengenai Pedoman Direksi dan Dewan Komisaris Saat ini Perseroan sedang menyusun pedoman Direksi dan Dewan Komisaris. Pengungkapan Hubungan Afiliasi antara Direksi dan Dewan Komisaris

Independensi dan Hubungan Afiliasi Dewan Komisaris

Setiap anggota Dewan Komisaris Perseroan wajib bertindak independen, tidak memiliki benturan kepentingan dan bebas dari intervensi pihak manapun yang berkaitan dengan perusahaan yang dapat mengganggu dan mempengaruhi tindakan yang diambil selaku anggota Dewan Komisaris.

TATA KELOLA

Seluruh anggota Dewan Komisaris Perseroan tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga sedarah sampai dengan derajat kedua, baik menurut garis lurus maupun garis ke samping atau hubungan semenda dengan anggota Dewan Komisaris lainnya dan/atau dengan Pemegang Saham dan/atau dengan anggota Direksi sehingga dalam pelaksanaan tugasnya sebagai Komisaris dapat bertindak independen.

Independensi dan Hubungan Afiliasi Direksi

Semua anggota Direksi tidak mempunyai Afiliasi dengan Dewan Komisaris. Independensi Direksi ditetapkan untuk menjalankan segala tindakan pengurusan Perseroan atau hubungan dengan pihak lain secara independen tanpa campur tangan pihak-pihak lain atau yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar yang secara material dapat mengganggu objektivitas dan kemandirian tugas Direksi yang dijalankan untuk kepentingan Perseroan. Antara Anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga sampai derajat kedua, baik menurut garis lurus maupun garis ke samping termasuk hubungan yang timbul karena perkawinan. Pengungkapan Kepemilikan Saham Dewan Komisaris dan Direksi

Mengacu pada Peraturan No.X.M.1 Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor: Kep-82/ PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 tentang Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu, sampai akhir tahun 2014 tidak ada anggota Dewan Komisaris yang memiliki saham Perseroan. Sedangkan salah satu anggota Direksi Perseroan yaitu Sudharmono Saragih memiliki saham Perseroan dalam jumlah yang diijinkan peraturan perundang-undangan yang diperoleh melalui program ESA di saat yang bersangkutan belum menjadi Direktur Perseroan.

KOMITE AUDIT

Dewan Komisaris membentuk Komite Audit sesuai Peraturan Nomor IX.I.5 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK nomor: Kep-643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. Komite Audit Perseroan beranggotakan satu orang Komisaris Independen dan dua orang pihak eksternal yang independen.

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit Fungsi utama Komite Audit adalah membantu Dewan Komisaris dalam memenuhi tanggung jawab pengawasan. Tugas dan tanggung jawab Komite Audit diatur dalam Piagam Komite Audit (Audit Committee

Charter) diantaranya adalah sebagai berikut:

• Melakukan tugas dan tanggung jawab Komite Audit berdasarkan Peraturan No. IX.I.5 lampiran Keputusan Bapepam-LK No. KEP-643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit

• Mengawasi kegiatan audit internal maupun eksternal Perseroan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, temuan dan aksi tindak lanjut.

• Memberi saran kepada Dewan Komisaris dalam memastikan integritas laporan keuangan Perseroan. • Memberikan pendapat profesional dan independen

kepada Dewan Komisaris atas laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris dan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Komisaris.

Komposisi Anggota Komite Audit

Sampai dengan 31 Desember 2014, komposisi anggota Komite Audit Perseroan adalah sebagai berikut:

Nama Jabatan

Bacelius Ruru, SH, LLM Ketua/Komisaris Independen Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, M.Sc. Anggota

Aria Kanaka, CA, CPA Anggota

Profil Anggota Komite Audit

Bacelius Ruru, SH, LLM – Ketua Komite Audit dan Komisaris Independen

Profil beliau disajikan pada bagian Profil Dewan Komisaris pada Laporan Tahunan ini.

Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, M.Sc – Anggota Komite Audit

Doktor lulusan Ecole des Mines de Nancy, Perancis, S1 Teknik Pertambangan dan S2 Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung. Beliau adalah salah satu tenaga ahli di industri pertambangan Indonesia. Ditunjuk sebagai Anggota Komite Audit Perseroan sejak Januari 2013. Posisi yang sedang dan pernah dijabat diantaranya menjadi Anggota Komite Audit PT Adaro Energy Tbk (sejak 2008), Ketua Komite Audit PT Aneka Tambang Tbk (Persero) (2004 – 2009), Komisaris Independen di sejumlah perusahaan dan Tenaga Ahli/Peneliti di berbagai lembaga keilmuan di bidang pertambangan dan teknologi mineral. Beliau masih aktif mengajar di Jurusan Teknik Pertambangan ITB dan melakukan penelitian serta menulis jurnal-jurnal pertambangan dan geoteknik.

Aria Kanaka, CA, CPA – Anggota Komite Audit

Sarjana Akuntansi dan Magister Akuntansi lulusan Universitas Indonesia. Beliau memperoleh Register Negara untuk Akuntan dari Departemen Keuangan RI pada tahun 2000 dan lulus ujian sertifikasi akuntan publik (USAP) Ikatan Akuntan Indonesia pada tahun 2003. Ditunjuk sebagai Anggota Komite Audit Perseroan sejak Januari 2013. Posisi yang sedang dijabat

diantaranya Anggota Komite Audit di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (sejak 2010), PT Metrodata Electronics Tbk (sejak 2010), PT Total Bangun Persada Tbk (sejak

2014). Beliau masih menjadi partner pada Kantor Akuntan Publik Aria Kanaka & Rekan (firma anggota Mazars SCRL) dan aktif mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Independensi Anggota Komite Audit

Komite Audit diketuai oleh Komisaris Independen dan anggota yang independen berasal dari luar Perseroan. Hal ini sejalan dengan Peraturan Bapepam nomor IX.I.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Komite Kerja Audit. Komite Audit menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional dan independen. Tugas dan Tanggung Jawab

Komite Audit menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan mengacu kepada Peraturan Nomor IX.1.5 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK nomor: KEP-643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. Tugas dan tanggung jawab tersebut diantaranya adalah:

a. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perseroan kepada publik dan/ atau pihak otoritas, antara lain laporan keuangan, proyeksi dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan Perseroan;

b. Melakukan penelaahan atas ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan Perseroan;

c. Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan akuntan publik atas jasa yang diberikannya;

d. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan akuntan publik yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan dan biaya;

e. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan

pemeriksaan oleh auditor internal dan mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan auditor internal;

f. Melakukan penelaahan terhadap aktivitas

pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi;

g. Menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan; h. Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan

Komisaris terkait dengan adanya potensi benturan kepentingan; dan

i. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan.

TATA KELOLA

Rapat Komite Audit

Sepanjang tahun 2014, Komite Audit mengadakan 9 kali rapat. Tingkat kehadiran anggota dalam rapat adalah sebagai berikut:

Peserta Rapat Jabatan Kehadiran

(%) Bacelius Ruru, SH, LLM Ketua/Komisaris Independen 88,9% Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, M.Sc. Anggota 100,0%

Aria Kanaka, CA, CPA Anggota 100,0%

Ringkasan Kegiatan Komite Audit tahun 2014 Sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, Komite Audit memberikan pendapat profesional dan independen kepada Dewan Komisaris atas laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris dan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Komisaris. Hal ini dilakukan melalui rapat rutin dan kunjungan kerja ke tambang batubara di lingkungan Perseroan. Fokus program kerja Komite Audit adalah pada usaha Perseroan dalam menjaga peningkatan nilai tambah dalam rangka pencegahan risiko melalui produktivitas operasional.

Pelaksanaan kegiatan Komite Audit di tahun 2014 diantaranya adalah membuat program kerja Komite Audit, membahas RKAP 2014, mempelajari laporan Internal Audit, membahas penerapan ketentuan baru terkait penyusunan laporan keuangan dengan auditor eksternal dan membahas kinerja Entitas Anak: ABN, IM, TMU, dan PKU I.

Komite Audit juga menelaah laporan keuangan tahun 2013 serta kuartal 1, 2 dan 3 tahun 2014 dan memberikan catatan bila diperlukan untuk disampaikan kepada Dewan Komisaris. Sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas, Komite Audit membuat dan menyampaikan laporan kuartalan, laporan tahunan serta rencana kerja Komite Audit tahun 2015 kepada Dewan Komisaris.

Selain kegiatan tersebut, sepanjang tahun 2014 Komite Audit juga ikut menjaga pelaksanaan jadwal audit yang tepat waktu, menjaga kinerja operasional dan keuangan dengan strategi ke depan, mengidentifikasi risiko menyangkut keuangan Perseroan dan mengevaluasi pelaksanaan ketaatan hukum Perseroan.

Terkait aspek operasional Perseroan, Komite audit mengevaluasi sistem dan strategi pemasaran batubara menyangkut produk ketiga Entitas Anak, mengevaluasi upaya peningkatan produktivitas Entitas Anak termasuk kelancaran pelaksanaan sistem supply chain dan logistik dalam rangka ekspor serta memantau pelaksanaan meningkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Komite Audit ikut terlibat dalam pembahasan implementasi sistem akuntasi baru khususnya ISAK 29 sebagai pengganti PSAK 33 dalam proses penyusunan laporan keuangan sesuai kebijakan akuntansi baru dan ketentuan baru tentang penyusunan laporan keuangan. Selain itu, bersama Internal Audit, Komite Audit membahas strategi pelaksanaan audit tahun 2014 yang antara lain meliputi pemantauan perkembangan yang berdampak pada bisnis Perseroan, mengawasi penyusunan prosedur operasi baku (SOP) Internal Audit dan rencana kerja Internal Audit tahun 2015.

Dalam dokumen PRESERVING SUSTAINABILITY (Halaman 94-99)

Dokumen terkait