• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRESERVING SUSTAINABILITY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PRESERVING SUSTAINABILITY"

Copied!
246
0
0

Teks penuh

(1)

PT TOBA BARA SEJAHTRA Tbk Wisma Bakrie 2, 16th Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-2 Jakarta 12920, Indonesia phone : +6221 5794 5779 fax : +6221 5794 5778 email : [email protected]

PRESERVING

SUSTAINABILITY

PRESER

VING

SUS

TAINABILIT

Y

P T T OBA BARA SEJ AHTRA Tbk

(2)

DAFTAR ISI

74-83

SUMBER DAYA MANUSIA

1-19

PEMBUKA

PRESERVING SUSTAINABILITY 2 IKHTISAR KEUANGAN 4 IKHTISAR SAHAM 6 PERISTIWA PENTING 2014 8

PENGHARGAAN DAN SERTIFIKASI 9

LAPORAN KOMISARIS UTAMA 10

LAPORAN DIREKTUR UTAMA 14

PANDANGAN PEMEGANG SAHAM PENDIRI 19

20-41

PROFIL PERUSAHAAN

SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN 20

LINI USAHA 22

VISI & MISI 24

STRATEGI USAHA 25

STRUKTUR ORGANISASI 26

PROFIL DEWAN KOMISARIS 28

PROFIL DIREKSI 32

INFORMASI BAGI PEMEGANG SAHAM 36

URAIAN ENTITAS ANAK 38

LEMBAGA DAN/ATAU PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL

40

ALAMAT PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK 41

42-73

ANALISA DAN PEMBAHASAN

MANAJEMEN

TINJAUAN INDUSTRI 44

TINJAUAN OPERASIONAL 54

TINJAUAN KEUANGAN 62

84-107

TATA KELOLA PERUSAHAAN

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM 88

URAIAN DEWAN KOMISARIS 90

URAIAN DIREKSI 92

KOMITE AUDIT 95

SEKRETARIS PERUSAHAAN 97

HUBUNGAN INVESTOR 98

BIDANG HUKUM 99

AKSES INFORMASI DAN DATA PERUSAHAAN 99

SATUAN KERJA AUDIT INTERNAL 103

AKUNTAN PUBLIK 105

MANAJEMEN RISIKO 105

PERKARA PENTING 106

SISTEM PENGADUAN PELANGGARAN

(WHISTLEBLOWING SYSTEM) 106

108-118

TANGGUNG JAWAB

SOSIAL PERUSAHAAN

KEGIATAN CSR TAHUN 2014 111 Lingkungan 112 Sosial Kemasyarakatan 112 Praktik Ketenagakerjaan 117

Tanggung Jawab Produk 118

119

TANGGUNG JAWAB LAPORAN TAHUNAN

(3)

PRESERVING

SUSTAINABILITY

Setelah membangun landasan yang kokoh untuk

mendukung sinergitas Entitas Anak di tahun 2013,

PT Toba Bara Sejahtra Tbk (“Perseroan” atau “Toba Bara”)

siap melanjutkan berbagai inisiatif untuk mengelola

pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Kami terus

berupaya memaksimalkan efisiensi biaya operasi,

membangun kompetensi human capital, memperkuat

strategi pemasaran untuk mendapatkan pelanggan

berkualitas, serta menjaga kesinambungan produksi

pada tingkat yang optimal.

Kami mendorong Entitas Anak agar terus

menyempurnakan proses bisnis, mendayagunakan aset

dengan cerdas dan mengintegrasikan sumber daya yang

dimiliki demi mencapai tingkat efisiensi dan produktivitas

terbaik. Setiap Entitas Anak harus memiliki semangat

yang sama untuk mencapai keunggulan operasional dan

menjadi kontributor penting bagi profitabilitas Perseroan.

“Preserving Sustainability” merupakan tema Laporan

Tahunan 2014 yang merefleksikan berbagai upaya kami

dalam menjaga performa dan pertumbuhan yang sehat,

agar Toba Bara siap menangkap peluang kebutuhan

energi global yang terus meningkat di masa mendatang.

(4)

PRESERVING

SUSTAINABILITY

PENINGKATAN EFISIENSI

Toba Bara terus meningkatkan efisiensi biaya melalui sinergi operasional tiga

Entitas Anak, meningkatkan efektivitas kerja dengan kontraktor serta lebih agresif

memasarkan batubara ke pengguna akhir untuk lebih mengoptimalkan harga jual.

Sinergitas Entitas Anak terus ditingkatkan melalui optimalisasi penggunaan bersama

fasilitas produksi dan infrastruktur.

PERTUMBUHAN TERJAGA

Toba Bara fokus untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dengan mempertahankan

volume produksi pada tingkat yang optimal dalam menghasilkan marjin

keuntungan. Pertumbuhan penjualan tidak hanya dicapai dengan memacu volume

produksi, melainkan juga dengan strategi pemasaran yang menghasilkan kontrak

jangka menengah dan panjang kepada pengguna akhir dengan menggunakan

harga tetap yang lebih baik.

MENJAGA JUMLAH CADANGAN

Untuk menjaga kesinambungan usaha dan mengantisipasi peluang peningkatan

kebutuhan energi di masa mendatang, Toba Bara berupaya menjaga jumlah

cadangan batubara melalui implementasi rencana tambang yang lebih baik,

kegiatan eksplorasi ataupun menjajaki kemungkinan untuk akuisisi perusahaan

tambang.

PENGEMBANGAN SDM

Lebih dari separuh karyawan Toba Bara adalah kelompok muda yang penuh

semangat, memiliki etos kerja tinggi, produktif dan mempunyai visi jauh ke depan.

Setiap karyawan diberi tanggung jawab dan independensi yang memadai agar

mereka mempunyai ruang untuk mengembangkan kreativitas dan menunjukkan

kinerja terbaiknya. Melalui berbagai pelatihan yang konsisten, terencana dan

berkesinambungan, karyawan Toba Bara dipersiapkan untuk memiliki kompetensi

kelas dunia dan mampu menghadapi tantangan bisnis yang ada.

FOKUS TERHADAP PELANGGAN

Toba Bara menjalin hubungan bisnis yang selektif untuk mendapatkan pelanggan

yang berkualitas. Perseroan membangun hubungan yang intensif dengan

pelanggan untuk memahami keinginan dan kebutuhan mereka serta berkomitmen

menjaga konsistensi harga dan kualitas produk.

PERTUMBUHAN NILAI PERUSAHAAN

Perseroan terus berupaya meningkatkan nilai perusahaan dengan menjaga

pertumbuhan dan tingkat profitabilitas yang baik. Selain itu, Perseroan berusaha

meningkatkan kepercayaan publik melalui peningkatan prinsip keterbukaan,

akuntabilitas, dapat dipercaya, bertanggung jawab dan adil agar Perusahaan

memiliki daya saing yang kuat baik di lingkungan domestik, regional maupun

internasional.

(5)
(6)

IKHTISAR

KEUANGAN

(dalam US$ kecuali disebutkan lain) 2014 2013 2012

Laba (Rugi)

Penjualan 499.965.642 421.849.737 396.685.875

Laba Bruto 86.201.207 79.552.405 48.150.372

Laba Operasi 56.029.248 50.015.314 21.083.331

Laba Tahun Berjalan yang dapat Diatribusikan kepada:

• Pemilik Entitas Induk 18.327.272 18.543.538 3.198.832

• Kepentingan Non-Pengendali 17.473.232 16.060.255 8.733.850

Total Laba Tahun Berjalan 35.800.504 34.603.793 11.932.682

Laba per Saham 0,0091 0,0092 0,0032

Total Laba Komprehensif yang dapat Diatribusikan kepada:

• Pemilik Entitas Induk 16.180.692 19.919.574 3.269.250

• Kepentingan Non-Pengendali 15.961.155 16.213.148 8.733.850

Total Laba Komprehensif 32.141.847 36.132.722 12.003.100

Neraca

Aset Lancar 112.496.094 130.198.784 106.512.473

Aset Tidak Lancar 188.114.148 181.449.155 155.014.027

Total Aset 300.610.242 311.647.939 261.526.500

Liabilitas Jangka Pendek 90.633.530 145.451.672 140.537.280

Liabilitas Jangka Panjang 67.624.126 35.715.023 10.044.913

Total Liabilitas 158.257.656 181.166.695 150.582.193

Total Ekuitas 142.352.586 130.481.244 110.944.307

Total Liabilitas dan Ekuitas 300.610.242 311.647.939 261.526.500

Rasio Keuangan

Marjin Laba Bruto 17,0% 19,0% 12,0%

Marjin Laba Operasi 11,0% 12,0% 5,0%

Marjin Laba Tahun Berjalan 7,0% 8,0% 3,0%

Rasio Laba Tahun Berjalan terhadap Jumlah Aset 0,1 0,1 0,0

Rasio Laba Tahun Berjalan terhadap Jumlah Ekuitas 0,3 0,3 0,1

Rasio Lancar 1,2 0,9 0,8

Rasio Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas 1,1 1,4 1,4

Rasio Total Liabilitas terhadap Total Aset 0,5 0,6 0,6

Data Operasional

Volume Produksi (dalam juta ton) 8,1 6,5 5,6

Nisbah Pengupasan (x) 13,3 13,4 14,9

(7)

Penjualan

(dalam juta US$)

18,5%

2014

2013 2012

Laba Operasi

(dalam juta US$)

12,0%

2014

2013 2012 Total Aset

(dalam juta US$)

(3,5)%

2014

2013 2012

Total Liabilitas

(dalam juta US$)

(12,6)%

2014

2013 2012

Total Ekuitas

(dalam juta US$)

9,1%

2014

2013 2012

Total Laba Tahun Berjalan

(dalam juta US$)

3,5%

2014 2013 2012 300.610.242 311.647.939 261.526.500 158.257.656 181.166.695 150.582.193 142.352.586 130.481.244 110.944.307 499.965.642 421.849.737 396.685.875 56.029.248 50.015.314 21.083.331 35.800.504 34.603.793 11.932.682

(8)

IKHTISAR

SAHAM

KINERJA SAHAM TAHUN 2014

Harga Saham Volume

1.000

750

500

250

0

3.000.000

2.250.000

1.500.000

750.000

0

Des Nov Okt Sep Agt Jul Jun Mei Apr Mar Feb Jan

(9)

Kebijakan Dividen

Berdasarkan hukum di Indonesia, keputusan tentang pembagian dividen dilakukan melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham atas rekomendasi Direksi. Perseroan dapat mengumumkan pembagian dividen setiap tahun jika memiliki penghasilan yang positif. Sebelum berakhirnya suatu tahun buku, dividen interim dapat dibagikan selama diperbolehkan berdasarkan anggaran dasar dan bila pembagian dividen interim tidak mengakibatkan jumlah aset neto menjadi lebih kecil dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh serta memperhatikan ketentuan mengenai penyisihan cadangan wajib sebagaimana yang dipersyaratkan dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (“UU PT”). Pembagian dividen interim tersebut ditentukan oleh Direksi setelah terlebih dahulu disetujui oleh Dewan Komisaris.

Perseroan berencana untuk membagikan dividen dalam bentuk uang tunai sekurang-kurangnya sekali dalam setahun. Besarnya dividen dikaitkan dengan laba Perseroan pada tahun buku yang bersangkutan, dengan tidak mengabaikan tingkat kesehatan Perseroan dan tanpa mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perseroan untuk menentukan lain sesuai

dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan bermaksud untuk membayarkan dividen dalam jumlah minimum 30% dari laba berjalan konsolidasian (setelah dikurangi kepentingan non-pengendali dan laba komprehensif lainnya) Perseroan sejak tahun buku 2012 serta memperhatikan ketentuan mengenai penyisihan cadangan wajib sebagaimana yang dipersyaratkan dalam UU PT. Jumlah dividen yang akan dibagikan Perseroan tergantung pada arus kas, rencana investasi, kondisi likuiditas, prospek masa depan bisnis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan oleh Direksi serta ketentuan pembatasan mengenai pembayaran dividen berdasarkan perjanjian terkait. Pemegang saham pada tanggal pencatatan sesuai ketentuan yang berlaku berhak atas dividen yang telah disetujui dan dikenai pajak penghasilan yang berlaku di Indonesia.

Pembayaran Dividen

Pembahasan mengenai pembayaran dividen disajikan pada bab Analisis dan Pembahasan Manajemen, halaman 71 pada Laporan Tahunan ini.

Kinerja Saham 2013

Kuartal 1 Kuartal 2 Kuartal 3 Kuartal 4

Harga Tertinggi (dalam Rp) 1.330 920 860 810

Harga Terendah (dalam Rp) 770 720 680 630

Harga Penutupan (dalam Rp) 880 860 710 740

Volume Transaksi* (Unit) 148.771.500 17.548.000 7.246.000 9.487.500

Nilai Transaksi* (dalam Rp) 149.293.019.320 20.770.194.968 5.073.634.976 6.436.890.000

Kinerja Saham 2014

Kuartal 1 Kuartal 2 Kuartal 3 Kuartal 4

Harga Tertinggi (dalam Rp) 750 925 900 920

Harga Terendah (dalam Rp) 630 650 800 750

Harga Penutupan (dalam Rp) 650 835 845 920

Volume Transaksi* (Unit) 369.800 16.711.600 5.041.500 7.197.800

Nilai Transaksi* (dalam Rp) 259.986.734 13.416.843.785 4.308.572.841 6.192.289.152

* Nilai kumulatif

(10)

PERISTIWA

PENTING 2014

19 Maret 2014

Penandatanganan Revolving Loan

Facility

Penandatanganan Revolving Loan Facility senilai US$ 75 juta berjangka waktu 4 tahun dari BNP Paribas, Citibank N.A. dan Standard Chartered Bank. Fasilitas ini digunakan untuk pelunasan pinjaman, belanja modal dan pembiayaan modal kerja.

Rapat Umum Pemegang Saham Toba Bara menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan bertempat di Gedung Bursa Efek Indonesia. Salah satu keputusan RUPS Tahunan 2014 adalah menyetujui pembagian dividen untuk tahun buku 2013 sebesar US$ 6,49 juta atau US$ 0,032 per saham pada tanggal 16 Juli 2014.

21 Mei 2014

IHS Coal Market Outlook Direktur Toba Bara Pandu Syahrir menjadi pembicara di IHS Coal Market Outlook dengan materi terkait situasi pasar batubara pasca pemilihan presiden Indonesia. Pandu Syahrir bertindak sebagai salah satu panelis pada pertemuan yang mendiskusikan faktor-faktor utama yang dihadapi pasar batubara Asia terkait dengan prospek permintaan dan pasokan batubara Indonesia.

13 Agustus 2014

Macquarie Indonesia Commodities Conference Direktur Toba Bara Pandu Syahrir menjadi Pembicara di Macquarie Indonesia Commodities Conference dengan membawakan topik “New Paradigm for Coal Producers”. Konferensi ini mendiskusikan tren pertumbuhan pasar komoditas dan dampaknya bagi Indonesia.

23-24

September 2014

November 2014

6

Asia Pacific Coal Outlook Conference

Iwan Sanyoto, Head of Investor Relations dan Ernald Kamil, Marketing Manager Toba Bara manjadi panelis pada acara Asia Pacific Coal Outlook Conference yang diselenggarakan di Bali.

Paparan Publik Toba Bara

menyelenggarakan acara Paparan Publik bertempat di Ruang Seminar Gedung Bursa Efek Indonesia. Materi yang disampaikan diantaranya adalah profil perusahaan, kinerja dalam 9 bulan pertama tahun 2014, inisiatif dan realisasi investasi serta aktivitas CSR.

12

November 2014

Media Site Visit Toba Bara mengundang 5 wartawan dari 5 media untuk berkunjung ke lokasi tambang di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan bertajuk “Media Site Visit” ini bertujuan memberikan gambaran dan tambahan pengetahuan bagi para jurnalis mengenai kegiatan operasional di tambang batubara.

18-19

November 2014

(11)

DAN SERTIFIKASI

PT Adimitra Baratama Nusantara memperoleh Sertifikasi ISO 14001:2004 mengenai Sistem Manajemen

Lingkungan pada bulan Agustus 2014 Sertifikat Peringkat Biru dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup diberikan kepada PT Adimitra Baratama Nusantara oleh Gubernur Kalimantan Timur pada bulan Juni 2014

Sertifikat Peringkat Biru dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup diberikan kepada PT Indomining oleh Gubernur Kalimantan Timur pada bulan Juni 2014

PT Adimitra Baratama Nusantara memperoleh Sertifikasi OHSAS 18001:2007 mengenai Sistem

Manajemen Kesehatan dan Keselamatan pada bulan Agustus 2014

(12)

Jusman Syafii Djamal

Komisaris Utama

LAPORAN

(13)

mengapresiasi berbagai inisiatif Direksi

untuk menjaga keberlanjutan usaha

dan mampu mencapai kinerja yang

menguntungkan.

PARA PEMEGANG SAHAM YANG TERHORMAT,

Ijinkan saya mengawali laporan ini dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya, PT Toba Bara Sejahtra Tbk mampu melewati tahun 2014 yang penuh tantangan dengan mencatatkan kinerja yang membesarkan hati.

Kondisi pasar batubara masih belum mampu melepaskan diri dari tekanan berkepanjangan. Harga batubara terus memburuk sejak tiga tahun terakhir seiring terjadinya krisis ekonomi yang terutama melanda Amerika Serikat, Eropa dan Jepang, membanjirnya pasokan dari negara-negara produsen, serta perlambatan perekonomian Tiongkok.

Selain faktor-faktor tersebut, penguatan harga juga terhadang isu lingkungan yang menguat di Tiongkok. Keluhan atas polusi udara di kota-kota besar Tiongkok semakin keras. Pemerintah Tiongkok pun, sebagaimana dilaporkan, merespons dengan mencanangkan peningkatan penggunaan energi ramah lingkungan dan pengurangan konsumsi batubara hingga di bawah 65% dari total kebutuhan energi primer pada tahun 2017.

Selama ini, lebih dari 70% pemenuhan kebutuhan energi primer Tiongkok menggunakan batubara. Sebagai konsumen utama batubara dunia, pasar Tiongkok mampu menyerap batubara impor sekitar 200 juta ton per tahun. Tentu keputusan Tiongkok ini sangat berdampak pada kinerja ekspor batubara Indonesia karena Tiongkok merupakan salah satu negara tujuan ekspor utama batubara dari Indonesia.

Penilaian atas kinerja Direksi

Memperhatikan kondisi-kondisi tersebut, Dewan Komisaris memberikan apresiasi atas inisiatif yang telah dilakukan Direksi untuk mengurangi ketergantungan pada pasar Tiongkok dan mencari pasar potensial lainnya. Perseroan berhasil melakukan repositioning strategi pemasaran dengan mengembangkan basis pelanggan dan memperluas tujuan ekspor baru. Selain pasar Tiongkok, Perseroan telah menjual batubara ke Taiwan, India, Korea Selatan dan Jepang. Di samping menjalin hubungan bisnis dengan beberapa trader terkemuka dunia, Perseroan juga berupaya melakukan penetrasi langsung ke para pengguna akhir batubara dalam rangka menekan biaya pemasaran dan meminimalisasi risiko dominasi pasar Perseroan oleh kelompok tertentu.

(14)

Dengan strategi pemasaran yang tepat didukung oleh upaya efisiensi di segala aspek operasional, di tahun yang penuh tantangan ini Toba Bara dapat mempertahankan kinerja terbaiknya. Perseroan mampu meningkatkan volume produksi batubara sebesar 24,6% mencapai 8,1 juta ton pada tahun 2014. Perseroan mencatat laba tahun berjalan sebesar US$ 35,8 juta dari penjualan bersih sebesar US$ 500,0 juta, masing-masing meningkat sebesar 3,5% dan 18,5% dari pencapaian tahun 2013.

Dewan Komisaris sangat menghargai pencapaian yang telah diraih oleh manajemen di tengah kondisi industri batubara yang kurang menguntungkan. Direksi bersama Entitas Anak dan seluruh jajaran Perseroan telah mengatasi tantangan dengan baik, menciptakan peluang dan membangun landasan yang kokoh untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Pandangan atas Prospek Usaha yang Disusun Direksi

Ke depan, kunci keberhasilan suatu perusahaan tambang batubara adalah kemampuan menghasilkan produk batubara dengan biaya yang lebih efisien dari perusahaan tambang batubara lainnya. Selain itu, perusahaan batubara harus melakukan pengembangan usaha yang sinergis dan memberi nilai tambah produk sebagai upaya untuk menjaga keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, Dewan Komisaris sangat mendukung rencana Perseroan untuk mengembangkan portofolio bisnisnya. Rencana ekspansi ke bidang pembangkit listrik merupakan sebuah langkah prospektif yang harus didukung oleh semua pihak dan seluruh sumber daya yang dimiliki. Dewan Komisaris menelaah dengan seksama semua aspek risiko dari rencana bisnis yang diajukan, dan memberikan pandangan agar Direksi melakukan perencanaan yang matang dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Dengan memperhatikan masukan dari seluruh pemangku kepentingan, Dewan Komisaris meyakini bahwa setiap peluang yang ada perlu dikaji agar dapat mendatangkan manfaat optimal bagi Perseroan dan bagi seluruh pemangku kepentingan. Kami berkeyakinan bahwa Toba Bara akan mampu meraih pertumbuhan yang berkesinambungan di tahun-tahun mendatang.

Pelaksanaan Tugas Pengawasan

Sepanjang tahun 2014, Dewan Komisaris telah melaksanakan fungsi pengawasan dan memberikan pandangan atas kebijakan dan langkah-langkah yang diambil Direksi dalam pengelolaan Perseroan. Komunikasi antara Dewan Komisaris dengan Direksi tidak hanya dilakukan melalui rapat gabungan berkala, tetapi juga dilakukan sewaktu-waktu melalui berbagai media. Dengan demikian, Dewan Komisaris dapat mengetahui serta memberikan arahan dan masukan atas berbagai masalah secara cepat dan tepat sesuai wewenang dan tanggung jawab Dewan Komisaris. Berdasarkan evaluasi atas kondisi pasar batubara dan pencapaian kinerja operasional Perseroan, Dewan Komisaris meminta Direksi untuk terus meningkatkan efisiensi di seluruh lini sehingga Perseroan dapat menjaga marjin usaha dan meningkatkan pangsa pasar Perseroan.

Peningkatan Kualitas Tata Kelola Perusahaan

Dewan Komisaris terus berupaya meningkatkan kualitas dan efektivitas fungsi pengawasan dan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik. Komite Audit yang dibentuk pada awal tahun 2013 telah menjalankan fungsinya secara penuh. Sepanjang tahun 2014, Komite Audit memantau pelaksanaan kebijakan manajemen risiko, penerapan audit internal, memastikan kepatuhan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan

LAPORAN

(15)

yang berlaku serta membantu Dewan Komisaris

menelaah laporan keuangan Perseroan dan memberikan catatan bila diperlukan. Komite Audit memberikan arahan dan masukan kepada Satuan Kerja Audit Internal berkaitan dengan penyusunan Rencana Kerja Audit Tahunan, Laporan Hasil Audit, rekomendasi dan tindak lanjut.

Dewan Komisaris dan Direksi sedang melakukan kajian untuk memberlakukan Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System) sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan mencegah berbagai jenis pelanggaran yang dapat menimbulkan kerugian finansial maupun non finansial, termasuk hal-hal yang dapat merusak reputasi Perseroan. Pada dasarnya, mekanisme pengaduan telah berjalan sejak lama di Perseroan melalui open door

policy.

Dewan Komisaris mendorong Perseroan untuk terus meningkatkan kualitas penerapan Good Corporate

Governance (GCG) termasuk menyusun kodifikasi

aturan, kebijakan dan panduan (soft structure) GCG

sesuai kebutuhan. Dewan Komisaris berpendapat, dengan skala perusahaan yang sudah semakin meningkat, sudah saatnya Toba Bara memiliki panduan tata kelola dan kebijakan turunannya sebagai pedoman bagi seluruh komponen Perseroan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sesuai aturan, etika dan norma yang berlaku.

Perubahan Komposisi Dewan Komisaris

Pada tahun 2014, tidak terjadi perubahan komposisi anggota Dewan Komisaris PT Toba Bara Sejahtra Tbk.

Penutup

Akhirnya, atas nama Dewan Komisaris, saya menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan PT Toba Bara Sejahtra Tbk. Penghargaan yang tulus kami sampaikan kepada Direksi, Direksi Entitas Anak, manajemen dan seluruh karyawan yang telah bekerja dengan penuh kesungguhan dan dedikasi dalam mewujudkan pencapaian terbaik Perseroan di tahun 2014.

Jusman Syafii Djamal

(16)

Justarina S. M. Naiborhu

Direktur Utama

LAPORAN

(17)

pertumbuhan produksi yang optimal, Toba

Bara berhasil menjaga keberlanjutan usaha dan

menghasilkan EBITDA yang meningkat 14,8%

dari tahun sebelumnya.

PARA PEMEGANG SAHAM YANG TERHORMAT,

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, PT Toba Bara Sejahtra Tbk dapat melalui tahun 2014 yang penuh tantangan dengan sejumlah pencapaian yang semakin mengukuhkan optimisme kami akan keberlanjutan usaha Perseroan di masa mendatang. Mewakili Direksi, perkenankanlah saya melaporkan ringkasan kinerja Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2014.

Kondisi Perekonomian Global dan Pasar Batubara

Perekonomian global di tahun 2014 masih belum menunjukkan tren pemulihan. Walaupun perekonomian Amerika Serikat terus membaik yang tercermin dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang meningkat dan tingkat pengangguran yang menurun, Eropa dan Jepang masih mengalami perlambatan. Demikian pula Tiongkok yang mengindikasikan kecenderungan pertumbuhan yang melambat.

Perlambatan ekonomi negara-negara utama dunia yang telah berlangsung setidaknya empat atau lima tahun terakhir mengakibatkan menurunnya aktivitas perdagangan internasional. Melemahnya permintaan terutama dari Tiongkok, berdampak pada menurunnya harga komoditas pertambangan termasuk batubara. Selain karena turunnya permintaan, turunnya harga batubara juga disebabkan oleh tingginya persediaan sebagai dampak dari harga batubara domestik yang menurun dan kurang terkendalinya produksi dari negara-negara pemasok utama seperti Indonesia dan Australia.

Harga batubara di pasar internasional yang terus mengalami penurunan sejak awal tahun 2011 mencapai titik terendah di tahun ini. Harga acuan Newcastle (NEWC) Index pada tahun 2012 masih di kisaran US$ 97,0 per ton, turun menjadi US$ 85,3 per ton di tahun 2013 dan terus merosot ke kisaran US$ 70,8 per ton di tahun 2014. Penurunan harga batubara ini menyebabkan banyak produsen batubara Indonesia yang menghentikan operasinya. Hanya perusahaan yang mampu beroperasi secara efektif dan efisien yang masih dapat bertahan dengan marjin operasi yang sehat.

Strategi dan Inisiatif

Pada tahun 2012, Toba Bara telah mencanangkan semangat tumbuh dan berkembang dengan mengimplementasikan sejumlah strategi yang berfokus pada upaya membangun dasar pertumbuhan dan mengembangkan organisasi. Sebagai perusahaan publik yang bertanggung jawab, Toba Bara berkomitmen untuk mengupayakan pertumbuhan jangka panjang yang menguntungkan secara berkesinambungan.

(18)

Dalam perkembangannya, menyikapi kondisi pasar batubara yang terus tertekan, pada tahun 2013 Perseroan telah mengambil langkah-langkah penting dalam kerangka konsolidasi dan integrasi internal. Upaya konsolidasi dilakukan terhadap berbagai kekuatan yang dimiliki seperti sumber daya manusia, pola kerja, efisiensi biaya dan strategi pemasaran. Sedangkan upaya integrasi dilakukan terhadap

infrastruktur dan sumber daya tambang lainnya di ketiga Entitas Anak yang bergerak di usaha tambang batubara yaitu Adimitra Baratama Nusantara (ABN), Indomining (IM) dan Trisensa Mineral Utama (TMU).

Strategi konsolidasi dan integrasi telah berhasil membangun landasan yang kokoh untuk menjadi perusahaan yang terus tumbuh secara berkelanjutan. Di tahun 2014, sinergi antar ketiga Entitas Anak semakin diperkuat, sehingga efisiensi tercapai lebih baik dan peningkatan kinerja menjadi lebih optimal.

Salah satu upaya efisiensi adalah pengelolaan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM). Untuk mendapatkan harga pembelian yang lebih optimal Perseroan melakukan pengelolaan pembelian BBM secara terintegrasi untuk kebutuhan seluruh Entitas Anak sehingga harga yang didapatkan dari pemasok menjadi lebih rendah dibandingkan apabila setiap Entitas Anak melakukan negosiasi dengan pemasok. Biaya konsumsi BBM merupakan komponen biaya yang cukup signifikan, yaitu mencapai 1/3 dari keseluruhan biaya operasional tambang.

Dari sisi pemasaran, sejak akhir tahun 2013

Perseroan telah menerapkan beberapa inisiatif untuk mengamankan pangsa pasar. Kami menjalin hubungan bisnis yang selektif untuk mendapatkan pelanggan yang berkualitas, memperluas cakupan pasar ekspor.

Pelanggan Perseroan adalah trader internasional terbaik dan end-user perusahaan-perusahaan pembangkit listrik terkemuka. Kami membangun hubungan yang intensif dengan pelanggan untuk memahami keinginan dan kebutuhan mereka. Perseroan senantiasa berkomitmen untuk menjaga reputasi dan konsistensi kualitas produk. Kekuatan yang kami miliki adalah produk batubara dengan tingkat kalorifik tinggi dan kandungan sulfur rendah. Batubara jenis ini sangat diminati di Jepang yang mempunyai referensi harga lebih tinggi dari referensi Newcastle. Melalui tim marketing internal yang kuat, kami dapat menjual langsung kepada end-user

ternama di Jepang sehingga dapat mengurangi biaya pemasaran secara signifikan. Selama tahun 2014, Toba Bara telah memperluas pasar ekspor ke negara-negara Asia, termasuk Tiongkok, Korea, Taiwan, India, dan Filipina.

Perseroan telah menjual sebagian besar volume produksi batubara tahun 2014 dengan mengutamakan penjualan melalui kontrak harga tetap di akhir tahun 2013. Metode pembayaran tersebut antara lain mencakup sebagian Persentase dari nilai kontrak penjualan dibayar di muka. Dengan menerapkan kontrak penjualan batubara menengah-jangka panjang dengan harga tetap, Perseroan dapat mengamankan sebagian besar harga penjualan pada harga yang relatif lebih baik berdasarkan kontrak yang telah disepakati di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Salah satu efisiensi infrastruktur yang telah memberikan dampak bermakna adalah penggunaan hauling road baru milik sendiri yang telah selesai pembangunannya pada tahun 2013. Jalan tambang antara TMU ke Indomining melalui ABN tersebut mampu menekan biaya transportasi TMU sekitar US$ 5-7 per ton. Hasilnya, pada tahun 2014 TMU mampu menggandakan

produksinya hingga 1,4 juta ton dengan keuntungan yang cukup baik.

Kinerja Tahun 2014

Produksi batubara Perseroan meningkat 24,6% dari 6,5 juta ton pada tahun 2013 menjadi 8,1 juta ton yang merupakan kontribusi dari ketiga Entitas Anak. Nisbah pengupasan (Stripping Ratio/SR) di tahun 2014 menurun 0,7% dari 13,4x menjadi 13,3x sejalan dengan strategi Perseroan menjaga efisiensi biaya untuk mengelola marjin keuntungan ditengah kondisi harga jual yang melemah.

Perseroan membukukan penjualan yang meningkat 18,5% dari US$ 421,8 juta di tahun 2013 menjadi US$ 500,0 juta. Sementara beban pokok penjualan naik 20,9% dari US$ 342,3 juta di tahun 2013 menjadi US$ 413,8 juta seiring dengan peningkatan produksi. EBITDA Perseroan tercatat meningkat 14,8% dari US$ 58,6 juta di tahun 2013 menjadi US$ 67,3 juta. Perpaduan antara inisiatif efisiensi biaya dan peningkatan aktivitas penjualan dan pemasaran secara positif menjaga marjin EBITDA di tahun 2014. Hasilnya, Perseroan membukukan total laba tahun berjalan sebesar US$ 35,8 juta, meningkat 3,5% dari

LAPORAN

(19)

US$ 34,6 juta di tahun 2013. Secara keseluruhan, Perseroan dapat meraih target pertumbuhan

sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan tahun 2014.

Kendala yang Dihadapi

Kendala utama yang dihadapi produsen batubara di sepanjang tahun 2014 adalah pelemahan harga batubara global yang terus berlanjut. Berbagai kebijakan energi di negara-negara konsumen batubara terbesar yang mengarah kepada pengurangan penggunaan batubara karena isu kesehatan dan lingkungan turut memberi tekanan bagi pasar batubara. Kondisi

pasokan batubara dunia yang sudah oversupply, sangat kompetitif dan dihadapkan oleh tantangan keramahan lingkungan, memaksa setiap pelaku industri batubara untuk beroperasi secara efisien, efektif dan responsif terhadap permintaan pasar.

Di tengah kondisi seperti itu, Toba Bara harus bekerja keras untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik agar Perseroan tetap dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pemegang saham, karyawan dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. Dengan biaya produksi yang terus meningkat, Perseroan harus menjalankan operasinya secara lebih ketat. Perseroan berupaya mempertahankan struktur biaya yang relatif stabil sebagai bagian dari inisiatif efisiensi biaya yang dimulai sejak tahun 2013, dengan tetap fokus pada pertumbuhan produksi yang dapat mendukung perolehan marjin keuntungan yang diharapkan.

Prospek dan Rencana ke Depan

Di tahun 2015, kondisi pasar batubara diprediksi tidak akan jauh berubah dibandingkan tahun 2014. Diperkirakan, pelaku bisnis tambang batubara yang dapat bertahan semakin berkurang. Meskipun demikian, Perseroan tetap memiliki optimisme yang tinggi dalam menghadapi masa-masa penuh tantangan tersebut. Kami berpandangan bahwa tahun 2015 adalah saat yang tepat untuk berinvestasi dalam pengembangan usaha.

Toba Bara memiliki rencana pengembangan usaha jangka panjang secara vertikal dan horizontal. Secara horizontal adalah menambah cadangan batubara melalui kegiatan eksplorasi di wilayah konsesi Perseroan yang masih luas maupun mencari peluang untuk melakukan akuisisi tambang. Secara vertikal adalah pengembangan usaha ke arah bisnis pembangkit

listrik berbahan bakar batubara dan energi alternatif. Penjajakan awal telah dimulai dengan mempelajari peluang untuk mengikuti tender IPP (Independent Power

Producer) di PLN.

Kedua rencana pengembangan merupakan bagian dari upaya efisiensi dan menjaga keberlanjutan usaha. Dengan membangun pembangkit listrik, Perseroan dapat memastikan pendapatan sekaligus menaikkan marjin keuntungan dari sinergitas kedua bidang usaha tersebut.

Di kuartal ketiga tahun 2014, salah satu Entitas Anak yaitu PT Perkebunan Kaltim Utama I (PKU) yang diakuisisi tahun 2013 telah memulai proses pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas 30 ton per jam. PKS yang direncanakan mulai beroperasi di akhir tahun 2015 akan menambah pendapatan Perseroan.

Tata Kelola Perusahaan yang Baik

Sebagai perusahaan terbuka, Toba Bara berkomitmen untuk menjalankan usaha dengan memenuhi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good

Corporate Governance) dan menjunjung tinggi etika

bisnis. Nilai-nilai integritas yang ditanamkan oleh pendiri Perseroan diadopsi untuk diterapkan dalam seluruh kegiatan operasional Perseroan. Nilai-nilai inti seperti perilaku jujur serta semangat kerja pantang menyerah telah menjadi karakter serta perilaku dasar bagi setiap karyawan dalam menjalankan aktivitasnya.

Sepanjang tahun 2014, Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) telah menjalankan fungsinya dengan baik dengan pengarahan dan pengawasan dari Komite Audit. Pelaksanaan audit internal Perseroan dilakukan berbasiskan risiko untuk memastikan bahwa kepatuhan terhadap standar operasi baku, peraturan dan sistem pengendalian internal berjalan sesuai dengan acuan yang ditetapkan. Manajemen juga menugaskan SKAI untuk menyusun Business Continuity Plan (BCP) sebagai pedoman menjalankan operasional perusahaan saat terjadi bencana.

Perseroan berencana menyusun pedoman-pedoman dan kebijakan (soft structure) terkait GCG seperti Pedoman Pelaksanaan GCG, Kode Etik Perusahaan,

Board Manual dan sebagainya secara bertahap, sebagai

acuan dalam pelaksanaan tugas dan kegiatan yang menjadi kewenangan setiap fungsi.

(20)

Perseroan sedang mengkaji kebutuhan pembentukan

whistleblowing system. Meskipun demikian, selama

ini Perseroan telah menerapkan open door policy untuk menerima pengaduan dan membahas permasalahannya. Pada intinya, Perseroan ingin senantiasa membangun suasana kerja yang kondusif antara lain dengan menegakkan etika kerja yang baik.

Pengembangan Sumber Daya Manusia

Perseroan memahami pentingnya kompetensi karyawan sebagai salah satu keunggulan kompetitif di dalam industri batubara. Mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berkinerja unggul telah dimulai sejak proses rekrutmen untuk menjaring calon karyawan berpotensi. Program pengembangan karyawan dilakukan melalui berbagai kegiatan pelatihan secara konsisten dan berkelanjutan. Setiap karyawan didorong untuk menunjukkan kinerja terbaiknya dan mampu menghadapi tantangan bisnis yang ada. Sebaliknya, Perseroan memberikan kesempatan promosi yang adil dan transparan untuk karyawan yang berprestasi. Setiap karyawan berhak mencapai karir terbaiknya.

Sebagian besar SDM Toba Bara adalah orang-orang muda di rentang usia 26 hingga 35 tahun yang penuh semangat dan dinamis. Perseroan memberikan independensi yang memadai agar mereka mempunyai ruang untuk mengembangkan kreativitas dan tanggung jawabnya.

Sebagai perusahaan yang baru berkembang, interaksi antar karyawan dan manajemen berlangsung intens. Semua karyawan memiliki semangat yang sama; menunjukkan kinerja dan kerja sama tim terbaik untuk kemajuan perusahaan karena mereka menyadari, dalam lingkungan industri yang sulit, perusahaan ini tidak boleh stagnan. Toba Bara harus terus bertumbuh

secara konsisten untuk mencapai keberlanjutan usaha. Di tahun 2014, proses rekrutmen orang-orang terbaik di bidangnya terus dilakukan karena Perseroan sedang bersiap melakukan ekspansi di tahun-tahun mendatang.

Perubahan Komposisi Direksi

Pada tahun 2014 tidak terjadi perubahan pada komposisi Direksi Perseroan.

Apresiasi

Mewakili Direksi, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Pemegang Saham, Dewan Komisaris, pelanggan, mitra usaha, pemerintah pusat dan daerah serta para pemangku kepentingan lainnya atas dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan. Saya sampaikan penghargaan kepada seluruh karyawan Perseroan dan Entitas Anak yang telah menunjukkan kerja kerasnya sehingga kita dapat melalui tahun yang berat dengan baik. Saya yakin, dengan dukungan semua pihak, Perseroan akan tetap bertumbuh secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan nilai bagi Pemegang Saham, memberi kontribusi yang bermanfaat bagi negara dan masyarakat serta mencapai visi menjadi salah satu perusahaan tambang batubara terbaik kelas dunia di Indonesia.

Justarina S. M. Naiborhu

Direktur Utama

LAPORAN

(21)

SAHAM PENDIRI

Jend. (Purn) Luhut B. Pandjaitan merupakan pendiri PT Toba Sejahtra yang memiliki 71,8% saham PT Toba Bara Sejahtra Tbk.

Seorang Jenderal Purnawirawan TNI, Negarawan, mantan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI, Pengusaha dan Filantrofis, Luhut B. Pandjaitan mencurahkan seluruh tenaga dan pikirannya demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia yang dicintainya.

Sebagai pengusaha, visinya adalah bagaimana meningkatkan daya saing dunia usaha Indonesia agar mampu bersaing secara regional maupun global. Secara regional, tuntutan peningkatan daya saing Indonesia sudah di depan mata dengan akan

diberlakukannya pasar bebas ASEAN mulai tahun 2015. Sedangkan secara global, Indonesia patut meningkatkan kekuatan industrinya diantara kelompok 20 negara-negara industri terkemuka dunia saat ini - yaitu kelompok G-20.

Luhut B. Pandjaitan percaya bahwa pendidikan

merupakan kunci peningkatan daya saing suatu bangsa. Untuk itu, Beliau mendirikan Yayasan DEL, yayasan nirlaba yang aktif dalam pengembangan masyarakat di Sumatra Utara dengan fokus di bidang pendidikan melalui PI DEL, yaitu universitas nasional terkemuka di bidang teknologi informasi, yang telah diakreditasi oleh Kementerian Pendidikan RI.

Beliau percaya bahwa Indonesia perlu meningkatkan nilai tambah yang dapat diperoleh dari kekayaan sumber daya alamnya. Oleh karenanya dibentuklah Toba Bara untuk menciptakan nilai tambah dari industri pertambangan batubara - komoditas unggulan Indonesia.

“The Social Entrepreneur of the Year” versi Ernst & Young Global Entrepreneurship Award 2012, Luhut B. Pandjaitan, sangat memahami arti pembangunan yang berkelanjutan yang bertumpu pada tiga pilar, yaitu kinerja ekonomi (profit), kinerja lingkungan (planet) dan kinerja sumber daya manusia (people). Oleh sebab itu, beliau meminta agar Toba Bara mulai menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam setiap kegiatan usahanya.

Saya yakin Toba Bara mampu

mempertahankan kinerja yang

baik dan terus memberikan

kontribusi yang maksimal bagi

masyarakat.

Jend. (Purn) Luhut B. Pandjaitan

(22)

SEJARAH SINGKAT

PERUSAHAAN

2004

ABN dan TMU didirikan

pada tahun 2004.

IM didirikan pada

tahun 2005.

ABN dan IM menerima izin

eksplorasi.

2005

2006

2010

IM dan TMU merubah KP

menjadi IUPOP.

Perseroan mengakuisisi

51,0% ABN, 52,5% TBE

(yang memiliki IM), dan

51,0% TMU.

Produksi konsolidasi

Toba Bara mencapai lebih

dari 3,9 juta ton/tahun.

TMU mulai produksi.

Produksi konsolidasi

Toba Bara menembus

5 juta ton/tahun.

Perseroan menambah

kepemilikan di TBE dan

TMU, menjadi

99,99% dan 99,99%.

Perseroan mencatatkan

saham di Bursa Efek

Indonesia (Juli).

Perseroan menyelesaikan

masalah tumpang tindih

lahan dengan PKU.

(23)

Produksi TMU siap

ditingkatkan menjadi 80

ribu ton - 100 ribu ton/

bulan.

CPP baru telah dibangun

di IM.

Jalan Angkut TMU – IM

dioperasikan lebih cepat

dari jadwal.

PKU memulai proses pembangunan pabrik kelapa

sawit dengan kapasitas 30 ton/jam.

Indomining menyelesaikan pembangunan transfer

conveyor belt yang menghubungkan antara CPP

baru dengan existing conveyor belt.

Produksi konsolidasi Toba Bara menembus

8 juta ton/tahun.

2013

2014

ABN dan IM menerima KP

eksplorasi.

IM mulai produksi.

TMU menerima KP

eksplorasi.

ABN mulai produksi.

ABN merubah KP

menjadi IUPOP.

2007

2008

2009

Underpass

kedua di ABN telah

selesai dibangun.

(24)

LINI USAHA

Kota terdekat berjarak kurang dari 50 km

Jarak pit ke jetty terjauh ~25 km & terdekat ~5 km

Jarak yang dekat antara

jetty dan pengapalan

Lokasi tambang yang bersebelahan SUN GAI M AHAKAM

SAMARINDA

~120 Km Kutai Energy ABN Jetty Kota besar Jetty Transhipment Point

TMU-IM Hauling Road

TMU IM ABN ~25 km ~5 km IM Jetty

BALIKPAPAN

(25)

konsesi berdampingan serta satu Entitas Anak

bergerak di perkebunan kelapa sawit di daerah

Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi

Kalimantan Timur.

SELAT MAKASSAR ~55 Km (total ~120 Km) ~65 Km MUARA JAWA MUARA BERAU

Produk Batubara

Area Konsesi TM Ash TS Nilai Kalori (kcl/kg)

(% GAR) (% GAD) (% GAD) GAR GAD

PT ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA

ABN 52 23 6 0,8 5.200 5.800 ABN 56-HS 20 6 1,8 5.600 6.100 ABN 56-RS 20 6 0,8 5.600 6.100 ABN 58 19 6 0,8 5.800 6.250 PT INDOMINING Indomining 19 8 0,9 5.700 6.200

PT TRISENSA MINERAL UTAMA

Trisensa - 47 28 4 0,3 4.700 5.600

Produksi Batubara (dalam juta ton)

2014 2013 2012

147

juta ton

Cadangan Batubara*

236

juta ton

Sumber Daya Batubara*

* Berdasarkan laporan Runge untuk ABN per tanggal 31 Desember 2011, Laporan SMGC untuk IM per tanggal 1 Januari 2012, Laporan Marston untuk TMU per tanggal 30 Oktober 2011

8,1

6,5 5,6

(26)

VISI & MISI

VISI

Membangun salah satu perusahaan tambang batubara

terbaik kelas dunia di Indonesia yang memfokuskan diri

pada laju pertumbuhan dengan membangun kompetensi

melalui pengembangan karyawan, kinerja keuangan

yang kuat dan keuntungan yang solid untuk pemegang

saham kami.

MISI

• Menciptakan nilai pemegang saham yang

berkelanjutan dari pertambangan Indonesia

• Membangun sumber daya manusia yang berkelanjutan

• Investasi pada anak perusahaan dan bisnis lainnya

yang berhubungan yang akan meningkatkan nilai bagi

para pemegang saham

• Mengelola biaya operasional penambangan secara

efektif

• Meningkatkan integrasi rantai pasokan batubara untuk

memastikan kehandalan dan efisiensi

• Membangun hubungan yang kuat dengan mitra bisnis

kami dan dengan komunitas keuangan

• Menjadi perusahaan yang bertanggung jawab

dalam mendukung pengembangan komunitas dan

mengimplementasikan praktik tata kelola perusahaan

yang baik.

(27)

Strategi Perseroan pada tahun 2014 merupakan kelanjutan dari strategi yang telah dicanangkan pada tahun 2012 yaitu semangat tumbuh dan berkembang dengan sejumlah inisiatif yang berfokus untuk membangun fondasi pertumbuhan yang solid dan mengembangkan organisasi.

Selanjutnya, menyikapi perkembangan industri batubara yang terjadi, di tahun 2013 Perseroan mengambil langkah-langkah penting untuk mengkonsolidasikan dan mengintegrasikan berbagai kekuatan yang dimiliki untuk menghasilkan kinerja yang lebih tangguh, lebih efisien dan lebih kompetitif. Langkah konsolidasi dilakukan dalam aspek sumber daya manusia, pola kerja, struktur biaya dan strategi pemasaran. Sedangkan langkah integrasi dilakukan terhadap infrastruktur dan sumber daya tambang lainnya di ketiga Entitas Anak yang bergerak di usaha tambang batubara yaitu Adimitra Baratama Nusantara (ABN), Indomining (IM) dan Trisensa Mineral Utama (TMU).

Di tahun 2014, Perseroan mampu bergerak lebih dinamis karena strategi konsolidasi dan integrasi telah berhasil membangun landasan yang kokoh untuk menjadi perusahaan yang terus tumbuh secara berkelanjutan. Sinergi antar ketiga Entitas Anak semakin diperkuat, sehingga efisiensi tercapai lebih baik dan peningkatan kinerja menjadi lebih optimal.

Dari sisi operasional, Perseroan mengoptimalkan program efisiensi melalui joint mine plan dan

infrastructure sharing dengan inisiatif seperti:

• Penurunan nisbah kupas (stripping ratio/SR) dan pengelolaan jarak buang.

• Memaksimalkan penggunaan infrastruktur bersama seperti CPP (Coal Processing Plant) dan jetty. • Efisiensi dalam pembelian bahan bakar melalui

pengelolaan pembelian bahan bakar yang terintegrasi.

• Penurunan biaya kontraktor pertambangan.

Sedangkan dari sisi pemasaran, Perseroan menerapkan inisiatif sebagai berikut:

• Memberdayakan pemasaran terpusat (central

marketing) bagi ketiga Entitas Anak untuk

membangun basis pelanggan secara internal sehingga memangkas biaya pemasaran. • Meningkatkan kualitas buyer melalui perbaikan

kualitas kontrak dan terms of payment yang ditopang oleh prepayment.

• Memaksimalkan penentuan pricing melalui strategi kontrak penjualan jangka panjang, menengah dan

spot yang ideal.

• Memaksimalkan metode penetapan harga melalui berbagai strategi lindung nilai.

• Menjaga kualitas produk dan komitmen harga agar

brand produk batubara Perseroan semakin dikenal di

pasar global.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, Perseroan mampu menjaga kesinambungan produksi untuk mencapai tingkat profitabilitas yang sehat dan menjaga keberlanjutan usaha.

(28)

STRUKTUR

ORGANISASI

DEWAN KOMISARIS

1. Jusman Syafii Djamal

Komisaris Utama

2. Bacelius Ruru

Komisaris Independen

3. Farid Harianto

Komisaris Independen

Hubungan Investor

Iwan Sanyoto

Sekretaris Perusahaan

Pandu P. Syahrir

Bidang Hukum

Bima Sinung Widagdo

DIREKSI

1. Justarina S. M. Naiborhu

Direktur Utama/Direktur tidak terafiliasi

2. Pandu P. Syahrir

Direktur

3. Arthur M. E. Simatupang

Direktur

4. Sudharmono Saragih

Direktur

(29)

KOMITE AUDIT

1. Bacelius Ruru, SH, LLM

Ketua Komite Audit

2. Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, M.Sc

Anggota Komite Audit

3. Aria Kanaka, CA, CPA

Anggota Komite Audit

Government Relations

Vacant

Keuangan & Akuntansi

Tries Nainggolan

Internal Audit

Pria Fardio Syaiful Dinar

Direksi

PT ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA

Direksi

PT INDOMINING

Direksi

PT TRISENSA MINERAL UTAMA

(30)

PROFIL DEWAN

(31)

Komisaris Independen

3. Farid Harianto

Komisaris Independen

(32)

PROFIL DEWAN

KOMISARIS

01

03

02

(33)

Jusman Syafii Djamal

Komisaris Utama

01

Lahir di Kota Langsa - Nanggroe Aceh Darussalam, 28 Juli 1954, Jusman Syafii Djamal adalah Sarjana Teknik Mesin sub-jurusan Teknik Penerbangan/Aeronautika dari Institut Teknologi Bandung tahun 1982. Pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan dalam Kabinet Indonesia Bersatu Pertama (Mei 2007 - Oktober 2009), anggota Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi (Januari – Mei 2007), anggota Balai Inkubator Teknologi BPPT (2003), dan Insinyur Kepala Proyek Pesawat Turboprop N250 Fly by Wire 50 penumpang IPTN Indonesia (1990 - 1995). Saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Cardig Aero Services Tbk (sejak Juli 2011), Komisaris Utama PT Telkom Indonesia Tbk (sejak Januari 2011), Anggota Komite Inovasi Nasional (sejak Mei 2010), Ketua Dewan

Penasihat Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (sejak Januari 2010), dan Ketua Yayasan Matsushita Gobel (sejak Januari 2005) dan Komisaris Utama/Komisaris Independen PT Garuda Indonesia Tbk (sejak 2015).

Usia per 31 Desember 2014 adalah 60 tahun. Ditunjuk sebagai Komisaris Utama Perseroan sejak 1 Oktober 2010. Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi maupun pemegang saham.

Bacelius Ruru

Komisaris Independen

02

Farid Harianto

Komisaris Independen

03

Lahir di Desa Kakaskasen, Tomohon - Sulawesi Utara, 14 Juni 1948, Bacelius Ruru menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 1975 dan memperoleh gelar LLM (Master of Laws) dari Harvard Law School, Amerika Serikat. Pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (2004 - 2008), Komisaris Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (2001 - 2004), Komisaris Utama PT Bursa Efek Indonesia (2001 - 2008), Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) (2001 - 2004), Deputi Menteri Negara/Deputi Kepala Badan Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN Bidang Pengawasan dan Pengendalian, Kantor Menteri Negara BUMN (2000 - 2001), Asisten Menteri/Deputi Bidang Usaha Pertambangan dan Agro Industri, Kantor Menteri Negara Pendayagunaan BUMN (1999 – 2000), Asisten Menteri Negara Pendayagunaan BUMN/ Deputi Bidang Usaha Kompetitif Badan Pengelola BUMN (1998 – 1999), Direktur Jenderal Pembinaan BUMN, Departemen Keuangan (1995 - 1998), dan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal, Departemen Keuangan (1993 – 1995). Saat ini masih menjabat sebagai Komisaris Independen PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (sejak 2011), Komisaris Independen PT Agung Podomoro Land Tbk (sejak 2010), Komisaris Utama PT Axle Asia (broker insurance) (sejak 2008), Komisaris Utama PT Jababeka Tbk (sejak 2007), Komisaris Utama PT Tuban Petrochemical Industries (sejak 2003), dan Komisaris Utama PT Polychem Indonesia (sejak 2003). Ditunjuk pertama kali sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak 30 Maret 2012.

Usia per 31 Desember 2014 adalah 66 tahun. Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi maupun pemegang saham.

Lahir di Madiun - Jawa Timur, 4 September 1952, Farid Harianto meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung, gelar Master di bidang Ekonomi Terapan dan Ilmu Manajerial dan Ph.D di bidang Ekonomi Terapan dan Ilmu Manajerial dari The Wharton School di University of Pennsylvania, Amerika Serikat. Pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Penyehatan Perbankan Indonesia (1998 - 2000), Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia (1995 - 1998), Visiting Professor dan Ketua, ASEAN Studies, University of Toronto, Kanada (1993 - 1995), dan Direktur, Program Pascasarjana, Institut PPM (1990 - 1993). Saat ini masih dipercaya sebagai anggota President’s Advancement Advisory Council di National University of Singapore (sejak 2011), Komisaris Independen PT BATA Indonesia Tbk (sejak 2011), Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia (sejak 2009), Komite Pemantau Risiko PT Bank Internasional Indonesia Tbk (sejak 2007), Komisaris Independen PT Unggul Indah Cahaya Tbk (sejak 2005), Komisaris Independen PT Lippo Karawaci Tbk (sejak 2004), dan Anggota Dewan Eksekutif Asia, Wharton School, University of Pennsylvania (sejak 2000). Ditunjuk pertama kali sebagai Komisaris Independen Perseroan sejak 30 Maret 2012.

Usia per 31 Desember 2014 adalah 62 tahun. Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi maupun pemegang saham.

(34)

1. Justarina S. M. Naiborhu

Direktur Utama/Direktur tidak terafiliasi

2. Pandu P. Syahrir

Direktur

3. Arthur M. E. Simatupang

Direktur

4. Sudharmono Saragih

Direktur

PROFIL

DIREKSI

(35)
(36)

01

03

02

04

PROFIL

DIREKSI

(37)

Justarina S. M. Naiborhu

Direktur Utama/

Direktur tidak terafiliasi

01

Lahir di Jakarta, 27 Oktober 1963, Justarina Sinta Marisi Naiborhu memperoleh gelar sarjana dari Institut Pertanian Bogor, Master dalam International Securities, Investment and Banking dari Reading University, UK, dan Magister Manajemen dari Universitas Indonesia. Pernah menjadi Presiden Direktur PT CIMB-Principal Asset Management (2008-2011), Direktur PT CIMB-GK Securities Indonesia (2003-2008), Wakil Presiden Institutional Business & Advisory PT Kuo Capital Raharja (2001–2003) Manajer Portofolio Institutional Asset Management PT Danareksa Investment Management (1999-2001), dan Research & Development Analyst, kemudian sebagai Assistant to the President Director PT Bursa Efek Jakarta (1992 - 1997). Usia per 31 Desember 2014 adalah 51 tahun. Diangkat pertama kali sebagai Direktur Utama PT Toba Bara Sejahtra Tbk sejak 5 Mei 2011. Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi lainnya, Dewan Komisaris maupun pemegang saham.

Pandu P. Syahrir

Direktur

02

Lahir di Boston - Amerika Serikat, 17 Mei 1979, Pandu Patria Syahrir meraih gelar sarjana dari University of Chicago, Amerika Serikat dan Master of Business Administration dari Stanford Graduate School of Business, Amerika Serikat. Sebelum bergabung dengan Perseroan pernah berkarir sebagai analis senior spesialisasi sektor energi dan pertambangan di Matlin Patterson dari tahun 2007, sebagai Principal di Byun & Co, dana energy alternatif Asia (2002 - 2005) dan sebagai analis di Lehman Brothers (2001 - 2002). Di tahun 2014 mendapat “Asian Society Young Leaders Awards”, yaitu penghargaan untuk pemimpin muda di bawah usia 40 tahun, oleh Asia Society. Usia per 31 Desember 2014 adalah 35 tahun. Diangkat pertama kali sebagai Direktur PT Toba Bara Sejahtra Tbk sejak 1 Oktober 2010.

Arthur M. E. Simatupang

Direktur

03

Lahir di Bandung - Jawa Barat, 12 Febuari 1973, Arthur Mangaratua Ebenhaezer Simatupang lulus dengan gelar Sarjana Bisnis Internasional dari University of Seattle, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Commerce di bidang Keuangan dan Akuntansi dari The University of Sydney, Australia. Pernah menjadi Advertising and Promotion Supervisor di PT Indofood Sukses Makmur Tbk (1998 -2004) dan Direktur dan Chief Financial Officer di ABN sejak 2007.

Usia per 31 Desember 2014 adalah 41 tahun. Diangkat pertama kali sebagai Direktur PT Toba Bara Sejahtra Tbk sejak 5 Mei 2011.

Sudharmono Saragih

Direktur

04

Lahir di Pematang Siantar - Sumatera Utara, 2 Agustus 1978, Sudharmono Saragih meraih gelar sarjana Teknik Pertambangan sub-jurusan Pertambangan Umum dari Institut Teknologi Bandung. Pernah berkarir sebagai Project Manager di PT Toba Sejahtra (2011 - 2012). Sebelumnya pernah menjadi Site Manager PT Raja Kutai Baru Makmur, Grup Ancora (2010 - 2011), Manajer Operasional PT Wijaya Karya Aneka Mineral, Harita Grup (2009 - 2010), Site General Manager PT Agrabudi Jasa Bersama, Titan Mining Indonesia Group (2009), Operations General Manager PT Riau Bara Harum, Andaru Resources Group (2008 - 2009) dan Inspektur Produksi di PT Kaltim Prima Coal (2004 - 2005).

Usia per 31 Desember 2014 adalah 36 tahun. Diangkat pertama kali sebagai Direktur PT Toba Bara Sejahtra Tbk sejak 20 Juni 2012.

(38)

INFORMASI BAGI

PEMEGANG SAHAM

Nama Pemegang Saham Jumlah Saham Kepemilikan Saham

PT Bara Makmur Abadi 125.755.000 6,25%

Bintang Bara B.V 201.250.000 10,00%

PT Sinergi Sukses Utama 102.700.000 5,10%

PT Toba Sejahtra 1.444.750.000 71,79%

Pemegang Saham di atas 5%

Laporan Kepemilikan Saham - Direksi & Komisaris per 31 Desember 2014

Nama Jabatan Jumlah Saham Persentase

Jusman Syafii Djamal Komisaris Utama 0 0,00%

Bacelius Ruru Komisaris Independen 0 0,00%

Farid Harianto Komisaris Independen 0 0,00%

Justarina S. M. Naiborhu Direktur Utama 0 0,00%

Pandu P. Syahrir Direktur 0 0,00%

Arthur M. E. Simatupang Direktur 0 0,00%

Sudharmono Saragih Direktur 54.800 0,003%

Total 54.800 0,003%

PT Sinergi Sukses Utama 5,1% Roby Budi Prakoso 3,6%

PT Toba Sejahtra 71,8% Davit T. Pandjaitan 0,8% PT Bara Makmur Abadi 6,2%

Publik 12,5%

Luhut Pandjaitan 99,98%

PT Adimitra Baratama Nusantara 51% PT Toba Bumi Energi 99,99% PT Trisensa Mineral Utama 99,99% PT Perkebunan Kaltim Utama I 90,00%

(39)

Informasi Mengenai Pemegang Saham Mayoritas Pengendali

Perseroan secara mayoritas dimiliki oleh PT Toba Sejahtra (TS), yang memegang 71,8% saham Perseroan, dan secara tidak langsung dimiliki oleh Bapak Luhut Pandjaitan, yang memegang 99,98% saham Toba Sejahtra.

PT Toba Sejahtra merupakan perusahaan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia pada tanggal 6 Agustus 2004, dan saat ini bergerak di sektor pertambangan, energi dan perkebunan. Bisnis TS kini mencakup antara lain pendayagunaan sumber daya alam (batubara termal dan migas), pembangkit listrik (sebagai Independent Power

Producer dari pembangkit listrik tenaga batubara dan tenaga gas), serta sumber daya pertanian dan perkebunan

(kelapa sawit, karet, gula tebu dan kehutanan). Kelompok TS terdiri atas 16 perusahaan afiliasi yang terlibat dalam berbagai kegiatan industri.

Toba Sejahtra bekerja sama dengan berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia maupun dunia dalam

pengembangan berbagai aset dan sumber daya alam di Indonesia, dengan tujuan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia yang sebesar-besarnya guna meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Kronologi Pencatatan Saham

Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 6 Juli 2012, di tengah situasi penuh tantangan bagi pasar batubara pada umumnya. Sebanyak 210.681.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp 200 per saham, tercatat di Bursa, yang mewakili 10,47% dari modal disetor penuh dan ditempatkan Perseroan. Jumlah saham yang ditawarkan kepada publik dengan harga Rp 1.900 per saham melalui IPO menghasilkan dana Rp 400.293.900.000 untuk Perseroan. Saham Perseroan tercatat di BEI dengan kode ticker TOBA.

Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Per Desember 2014 (dalam jutaan Rp)

No Penawaran Jenis Umum

Tanggal Efektif

Nilai Realisasi Hasil Penawaran

Umum Rencana Penggunaan Dana Menurut Prospektus Realisasi Penggunaan Dana Menurut Prospektus

Sisa Dana Hasil Penawaran Umum Jumlah hasil Penawaran Umum Biaya Penawaran Umum Hasil Bersih Bayar Pinjaman ke BNP Paribas Belanja Modal Akuisisi Konsesi Pertambangan Batubara, Modal Kerja dan Operasional, dan kegiatan eksplorasi Total Bayar Pinjaman ke BNP Paribas Belanja Modal Akuisisi Konsesi Pertambangan Batubara, Modal Kerja dan Operasional, dan kegiatan eksplorasi Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1 Penawaran umum (IPO) 6-Jul-12 400.294 38.871 361.423 94.476 189.711 77.236 361.423 94.116 179.396 77.236 350.748 10.675 Jumlah 400.294 38.871 361.423 94.476 189.711 77.236 361.423 94.116 179.396 77.236 350.748 10.675 Catatan

a. (i) Rencana penggunaan dana menurut Prospektus

7 Lebih kurang 26,14% dari hasil bersih untuk membayar fasilitas pinjaman kepada BNP Paribas.

8 Lebih kurang 52,49% dari hasil bersih untuk membiayai belanja modal berkaitan dengan kegiatan pertambangan, infrastruktur dan pengembangan fasilitas penunjang di area konsesi Entitas Anak.

9 Lebih kurang 21,37% dari hasil bersih untuk membiayai modal kerja Perusahaan dan Entitas Anak dan/atau mendanai kegiatan eksplorasi pada konsesi Entitas Anak serta dan/atau akuisisi konsesi pertambangan batubara.

(ii) Realisasi Penggunaan dana menurut Prospektus:

11 Pembayaran pokok pinjaman ke BNP Paribas sebesar US$ 9.946.782,69, setara dengan Rp 94.116 juta.

12 Belanja modal berkaitan dengan pembelian aset tetap perusahaan dan kegiatan pengembangan fasilitas penunjang di area konsesi Entitas Anak. 13 Pembiayaan modal kerja dan kegiatan ekplorasi pada konsesi Entitas Anak melalui pinjaman kepada Entitas Anak sebesar Rp 18.485 juta rupiah dan

modal kerja dan operasional Perusahaan.

b. Dana hasil Penawaran Umum per tanggal 31 Desember 2013 didepositokan di Standard Chartered Bank (non afiliasi) dengan jangka waktu satu bulan dan tingkat suku bunga Rupiah 7,50%.

(40)

URAIAN

ENTITAS ANAK

PT INDOMINING

99,99%

Persentase Kepemilikan Saham

PT Indomining adalah Entitas Anak dari

PT Toba Bumi Energi, yang sepenuhnya (99,99%) dikendalikan secara tidak langsung oleh

Perseroan. Konsesi batubara Indomining terletak di Sangasanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dan mencakup 683 hektar, bersebelahan dengan konsesi ABN.

IM memiliki sumber daya batubara total sebesar 37 juta ton, dan memiliki fasilitas infrastruktur pertambangan batubara yang meliputi sebuah penghancur batubara, overland conveyor dan jetty. Indomining dapat mengangkut batubara yang telah dihancurkan dari stockpile ROM melalui overland

conveyor langsung ke tongkang yang merapat di jetty. Indomining mulai berproduksi pada tahun

2007 dan pada tahun 2014 menghasilkan sekitar 2,3 juta ton batubara. Batubara ke tongkang berkapasitas 300 kaki di jetty.

Dewan Komisaris

Paulina Maria Dame Uli Pandjaitan Komisaris Utama

Imelda The Komisaris

Aurelia Marsaulina Simatupang Komisaris

Soenggoel Pardamean Sitorus Komisaris

Sintong Pandjaitan Komisaris

Dewan Komisaris

Godlief Manangkak Timbul Silaen Komisaris Utama

Roby Budi Prakoso Komisaris

Saswinadi Sasmojo Komisaris

Lutfi Ismail Komisaris

PT ADIMITRA BARATAMA NUSANTARA

51%

Persentase Kepemilikan Saham PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) adalah produsen batubara termal yang terbesar diantara Entitas Anak lainnya. Konsesi batubara ABN terletak di Sangasanga Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia, dengan luas konsesi 2.990 hektar. Pertama berdiri tahun 2004, ABN telah menjadi Entitas Anak yang mayoritas sahamnya (51%) dimiliki Perseroan sejak 2010.

ABN memiliki sumber daya berjumlah total 156 juta ton batubara. Pada tahun 2014 ABN memproduksi 4,4 juta ton batubara, dengan infrastruktur utama yang terdiri atas stockpile batubara, penghancur batubara, overland conveyor dan jetty. ABN mengangkut batubara dari stockpile ROM melalui

overland conveyor sepanjang kurang dari 5

kilometer yang langsung memuat batubara ke tongkang berkapasitas 300 kaki di jetty.

Direksi

Arthur M. E. Simatupang Direktur Utama

Alvin Sunanda Direktur

Direksi

Hamid Awaluddin Direktur Utama

Sudirdjo Widjaja Direktur

Michael Soerijadji Direktur

Pandu P. Syahrir Direktur

(41)

PT TRISENSA MINERAL UTAMA

PT PERKEBUNAN KALTIM UTAMA I

99,99%

Persentase Kepemilikan Saham

90%

Persentase Kepemilikan Saham

PT Trisensa Mineral Utama (TMU) adalah Entitas Anak yang sepenuhnya (99,99%) dimiliki oleh Perseroan. Konsesi TMU berlokasi di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan mencakup 3.414 hektar. TMU telah selesai membangun jalan angkut batubara menuju IM melalui ABN, sehingga dapat menggunakan infrastruktur penambangan milik IM.

TMU memiliki sumber daya berjumlah total 43 juta ton. TMU memulai produksi awal pada Oktober 2011 dan pada tahun 2014 menghasilkan sekitar 1,4 juta ton batubara.

PT Perkebunan Kaltim Utama I (PKU) adalah Entitas Anak yang mayoritas sahamnya (90%) dimiliki oleh Perseroan. PKU bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. PKU memliki Ijin Usaha Budidaya Perkebunan Komoditi Kelapa Sawit dengan luas area HGU sebesar 8.633 hektar yang terletak di Kelurahan Teluk Dalam, Dondang, Desa Pulau Seribu, Kecamatan Muara Jawa, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga dan Desa Tani Bhakti, Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang berlaku untuk jangka waktu tiga puluh tahun.

Dewan Komisaris

Tjokro Saputrajaya Komisaris Utama

Bok Maria Laurensia Komisaris

Salikin Moenits Komisaris

Eddy Kustiwa Koesma Komisaris

Dewan Komisaris

Lutfi Ibrahim Nasution Komisaris Utama

Lutfi Ismail Komisaris

Direksi

Suaidi Marasabessy Direktur Utama

Elim Khiat Direktur Keuangan

Hartanto Saputrajaya Nyoto Direktur Operasional

Direksi

Suaidi Marasabessy Direktur Utama

(42)

LEMBAGA DAN/ATAU

PROFESI PENUNJANG

PASAR MODAL

No Lembaga Penunjang Nama Lembaga Alamat PenugasanPeriode

1 Akuntan Publik KAP Purwantono, Suherman & Surja

Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lt. 7

Jl. Jend. Sudiman Kav. 52-53 Jakarta 12190

T: (021) 5289 5000 F: (021) 5289 4100

2013 - 2014

2 Notaris Aryanti Artisari, SH. M. Kn

Menara Sudirman, Lt.18 Jl. Jend. Sudirman Kav. 60 Jakarta 12190

T: (021) 520 4778 F: (021) 520 4780

-3 Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom

Wisma Diners Club Amex Jl. Jend. Sudirman Kav. 34-35 Jakarta 10220

T: (021) 570 8870 F: (021) 570 9026

Sejak 2012

4 Kantor Jasa Penilai Publik Jennywati, Kusnanto & Rekan

Plaza Bapindo Citibank Tower, Lt. 27

Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55 Jakarta 12190

T: (021) 526 0808 F: (021) 526 6006

(43)

-DAN ENTITAS ANAK

Entitas Anak Kantor Site

PT ADIMITRA BARATAMA

NUSANTARA

Kantor Jakarta Wisma Bakrie 2, Lt. 11 Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-2 Jakarta 12920, Indonesia T: (021) 579 42103 F: (021) 579 42130

Jl. Habiba RT 04

Kelurahan Jawa, Sangasanga 75254 Kab. Kutai Kartanegara - Samarinda Kalimantan Timur Indonesia T/F: (0541) 671 259

PT INDOMINING

Kantor Jakarta Wisma Bakrie 2, Lt. 11 Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-2 Jakarta 12920, Indonesia T: (021) 579 30579 F: (021) 579 30580

District 5, Jl. Gajah Mada Kel. Sangasanga Dalam, Kec. Sangasanga, Kab. Kutai Kartanegara - Samarinda, Kalimantan Timur Indonesia T: (0541) 671 387 F: (0541) 671 310

PT TRISENSA MINERAL

UTAMA

Kantor Jakarta Wisma Bakrie 2, Lt. 16 Jl. H.R. Rasuna Said Kav B-2 Jakarta 12920, Indonesia T: (021) 5793 0568/9 F: (021) 5793 0570

KM 23 Desa Tani Harapan Kecamatan Loa Janan

Kab. Kutai Kartanegara - Samarinda Kalimantan Timur Indonesia T/F: (0541) 726 8231

PT PERKEBUNAN KALTIM

UTAMA I

Kantor Jakarta Wisma Bakrie 2, Lt. 16 Jl. H.R. Rasuna Said Kav B-2 Jakarta 12920, Indonesia T: (021) 5794 5779

Desa Tani Harapan Kecamatan Loa Janan

Kab. Kutai Kartanegara - Samarinda Kalimantan Timur

Indonesia

T/F: (0541) 796 4704

PT TOBA BARA

SEJAHTRA TBK

Wisma Bakrie 2, Lantai 16 Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-2 Jakarta 12920, Indonesia T: (021) 5794 5779 F: (021) 5794 5778 [email protected]

(44)

ANALISA

DAN PEMBAHASAN

MANAJEMEN

Walaupun pasar batubara masih belum

beranjak dari posisi kelebihan pasokan

dan menurunnya permintaan, dalam

jangka panjang permintaan batubara

akan terus meningkat seiring dengan

kebutuhan energi dunia yang terus

meningkat didorong laju pertumbuhan

penduduk dan peningkatan Produk

Domestik Bruto (PDB).

(45)

Referensi

Dokumen terkait

Rekonsiliasi antara laba Perseroan sebelum pajak penghasilan, menurut laporan keuangan konsolidasian interim dengan estimasi penghasilan kena pajak untuk periode tiga bulan

Penghasilan kena pajak berbeda dengan laba yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian karena penghasilan kena pajak

Rekonsiliasi antara laba sebelum taksiran beban (penghasilan) pajak, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi, dengan taksiran penghasilan kena pajak

Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, dengan taksiran laba kena

Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, dengan taksiran laba

Rekonsiliasi antara laba komersial sebelum pajak penghasilan sebagaimana dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasian dan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan

Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, dengan taksiran laba

Rekonsiliasi antara manfaat (beban) pajak penghasilan yang dihitung menggunakan tarif pajak yang berlaku sebesar 30% dari laba sebelum pajak penghasilan, dengan manfaat