• Tidak ada hasil yang ditemukan

Urusan Ketahanan Pangan a.Program dan Kegiatan a.Program dan Kegiatan

URUSAN DESENTRALISASI

B. Prioritas Urusan Wajib Yang Dilaksanakan 1.Urusan Pendidikan 1.Urusan Pendidikan

13. Urusan Ketahanan Pangan a.Program dan Kegiatan a.Program dan Kegiatan

1) Program pelayanan administrasi perkantoran, dialokasikan dana Rp.488.250.000,- dan realisasi Rp.459.626.365,- atau 94,14%, digunakan untuk

mendukung pelaksanaan kegiatan : a) Penyediaan jasa surat menyurat

b) Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik c) Penyediaan jasa administrasi keuangan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Akhir Tahun Anggaran 2016 119

d) Penyediaan jasa kebersihan kantor

e) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja f) Penyediaan alat tulis kantor

g) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan h) Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor

i) Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan j) Penyediaan makanan dan minuman

k) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah

2) Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur, dialokasikan dana Rp.772.577.000,- realisasi Rp.772.577.000,- atau 100 %, digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan:

a) Pembangunan rumah dinas

b) Pemeliharaan berkala/rutin gedung kantor

c) Pemeliharaan berkala/rutin kendaraan dinas/operasional

3) Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan, dialokasikan dana Rp.3.500.000,- dan realisasi Rp.3.500.000,- atau 100 %, digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan penyusunan laporan capaian kinerja dan realisasi keuangan.

4) Program peningkatan kesejahteraan petani, dialokasikan dana Rp. 307.075.000,- dan realisasi Rp.304.618.000,- atau 99,20%, digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan :

a) Pelatihan petani dan pelaku agrobisnis b) Peningkatan kemampuan lembaga tani

5) Program peningkatan ketahanan pangan, dialokasikan dana Rp.674.105.500,- dan realisasi Rp.635.796.171,- atau 94,32%, digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan :

a) Analisis pola konsumsi pangan

b) Laporan berkala kondisi ketahanan pangan daerah c) Pemantauan dan analisis akses pangan

d) Pengembangan cadangan pangan daerah e) Pengembangan mutu dan keamanan pangan f) Penyuluhan sumber pangan alternative g) Monitoring, evaluasi dan pelaporan

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Akhir Tahun Anggaran 2016 120

6) Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan, dialokasikan dana Rp.608.367.500,- dan realisasi Rp.608.317.500,- atau 99,99%, digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan :

a) Pengadaan sarana dan prasarana teknologi pertanian/perkebunan tepat guna b) Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana teknologi

pertanian/perkebunan tepat guna

c) Pelatihan penerapan teknologi pertanian/perkebunan modern bercocok tanam

d) Monitoring, evaluasi dan pelaporan

7) Program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan lapangan, dialokasikan dana Rp.3.452.120.500,- dan realisasi Rp.3.424.385.191,- atau 99,21%, digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan :

a) Peningkatan kapasitas tenaga penyuluh pertanian/perkebunan lapangan b) Peningkatan kesejahteraan tenaga penyuluh pertanian/perkebunan

b. Tingkat Pencapaian SPM/Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Realisasi pelaksanaan kegiatan dapat diuraikan per program sebagai berikut : 1) Program pelayanan adminsitrasi perkantoran :

a) Penyediaan jasa surat menyurat, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya meterai dan terlaksananya pengiriman surat kilat dan surat biasa sehingga proses pelayanan administrasi perkantoran dapat berjalan lancar. b) Penyediaan jasa komunikasi sumber daya air dan listrik, telah dilaksanakan

dengan hasil/manfaat : tersedianya jasa sumber daya air dan listrik untuk menunjang aktivitas perkantoran.

c) Penyediaan jasa adminstrasi keuangan, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terbayarnya jasa pengelola keuangan sehingga terwujudnya pengelolaan keuangan yang akuntabel.

d) Penyediaan jasa kebersihan kantor, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat: tersedianya peralatan dan bahan pembersih untuk kantor BP2KP sehingga terciptanya kebersihan dan keindahan kantor.

e) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja, telah dilaksanakan dengan hasil : terpeliharanya laptop dan komputer PC demi menunjang pelaksanaan kegiatan kantor.

f)Penyediaan alat tulis kantor, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya paket ATK sehingga dapat mendukung pelaksanaan kegiatan kantor.

g) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya barang cetakan dan penggandaan guna memenuhi kebutuhan dokumen kantor.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Akhir Tahun Anggaran 2016 121

h) Penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya peralatan dan perlengkapan kantor guna mendukung kelancaran pelayanan perkantoran.

i) Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya bahan bacaan sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan pegawai.

j) Penyediaan makanan dan minuman, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya makan minum untuk rapat-rapat baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat kecamatan.

k) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terlaksananya rapat - rapat koordinasi dan konsultasi guna sinkronisasi program/kegiatan.

2) Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur :

a) Pembangunan rumah dinas, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya 1 (satu) unit rumah dinas yakni di BPK Borong.

b) Pemeliharan rutin/ berkala gedung kantor, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terpeliharanya gedung kantor.

c) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terpeliharanya kendaraan dinas/operasional roda empat dan roda dua untuk mendukung mobilitas perkantoran.

3) Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya dokumen laporan capaian kinerja dan realisasi keuangan sehingga terukurnya kinerja SKPD.

4) Program peningkatan kesejahteraan petani :

a) Pelatihan petani dan pelaku agribisnis, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terlaksananya kegiatan pelatihan kelompok wanita tani dan pelatihan budidaya kakao sehingga terwujudnya pemahaman masyarakat tentang teknik budidaya tanaman.

b) Peningkatan kemampuan lembaga Tani (PUAP), telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : berkembangnya usaha lembaga petani di 9 Kecamatan. 5) Program peningkatan ketahanan pangan (pertanian/perkebunan) :

a) Analisis pola konsumsi pangan, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terkumpulnya data pola konsumsi masyarakat sehingga dapat diketahuinya pola konsumsi dan ketahanan pangan masyarakat.

b) Laporan berkala kondisi ketahanan pangan daerah, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya neraca bahan makanan Kabupaten Manggarai Timur.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Akhir Tahun Anggaran 2016 122

c) Pemantauan dan analisis akses pangan masyarakat, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya data analisis pangan masyarakat Kabupaten Manggarai Timur sebagai pedoman perencanaan dalam merumuskan kebijakan pangan secara menyeluruh dan Kabupaten Manggarai Timur khususnya.

d) Pengembangan cadangan pangan daerah, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya keberadaan pangan untuk masyarakat.

e) Pengembangan mutu dan keamanan pangan, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terlaksananya inspeksi mendadak di pasar guna melihat kualitas bahan makanan yang dijual.

f) Penyuluhan sumber pangan alternatif, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terlaksananya peringatan hari pangan sedunia di Rana Mese guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pangan non beras.

6) Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan :

a) Pengadaan sarana dan prasarana teknologi pertanian/perkebunan tepat guna, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya sarana dan prasarana penyuluhan seperti komputer PC, laptop, printer, GPS, rak buku dan modem. b)Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana teknologi

pertanian/perkebunan tepat guna, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terpeliharanya sarana prasarana teknologi pertanian/perkebunan tepat guna. c) Pelatihan penerapan teknologi pertanian/perkebunan modern bercocok

tanam, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terlaksananya kegiatan pembuatan demonstrasi percontohan (demplot) yang dilakukan oleh PPL sebanyak 44 unit.

d)Monitoring, evaluasi dan pelaporan, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terlaksananya perjalanan dinas untuk monitoring, evaluasi dan pelaporan kegiatan penyuluhan.

7) Program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan lapangan :

a) Peningkatan kapasitas tenaga penyuluh pertanian/perkebunan, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terlaksananya kegiatan diklat bagi penyuluh guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan bidang penyuluhan.

b) Peningkatan kesejahteraan tenaga penyuluh pertanian/perkebunan, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terbayarnya biaya operasional penyuluh (BOB) PNS sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan tenaga penyuluh pertanian/perkebunan.

c. SKPD Penyelenggara

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Akhir Tahun Anggaran 2016 123 d. Dukungan SDM

Program dan kegiatan tersebut di atas didukung SDM sebanyak 87 orang, dengan rincian sebagai berikut :

1) Kualifikasi Pendidikan

a) Sarjana (S2) : 1 orang

b) Sarjana (S1) : 45 orang

c) Sarjana Muda : 11 orang

d) SLTA : 30 orang

2) Pangkat/Golongan

a) Golongan IV : 4 orang

b) Golongan III : 64 orang

c) Golongan II : 19 orang

3) Jabatan Struktural

a) Eselon II : 1 orang

b) Eselon III : 5 orang

c) Eselon IV : 11 orang

4) Jabatan Fungsional : 59 orang

5) Staf : 11 orang

e. Alokasi dan Realisasi Anggaran

Alokasi anggaran untuk pelaksanaan urusan Ketahanan Pangan pada Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp.12.050.900.759,- dan realisasi Rp.11.044.694.197,- atau 92%.

f. Proses Perencanaan Pembangunan

Seperti tergambar pada urusan pendidikan.

g. Kondisi Sarana dan Prasarana

Kurang menunjang pelaksanaan kegiatan kantor.

h. Permasalahan dan Solusi

1) Permasalahan

a) Ketidakpastian jumlah dan harga pengiriman dokumen yang dikirim; b) Ketersediaan alat yang kurang terutama dalam Budidaya Kakao.

c) Sertifikasi kelompok belum sepenuhnya diakui sebagai satu-satunya persyaratan legal formal dalam pembentukan kelompok tani sehingga banyak kelompok dadakan yang muncul ketika ada bantuan program/kegiatan dari pemerintah.

2) Solusi

a) Pemaketan biaya pengiriman dalam DPA BP2KP.

b) Memberdayakan peralatan yang ada dengan memodifikasi alat yang tidak memakan biaya operasional.

c) Melakukan koordinasi lintas SKPD untuk bersama-sama mendampingi dan membina lebih lanjut kelompok-kelompok tani yang bersertifikat.

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Akhir Tahun Anggaran 2016 124 14. Urusan Wajib Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

a. Program dan Kegiatan

1) Pelayanan administrasi perkantoran, dialokasikan dana Rp.857.330.100,- dan realisasi Rp.790.460.000,- atau 92,20%, digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai berikut :

a) Penyediaan jasa surat menyurat

b) Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

c) Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional d) Penyediaan jasa administrasi keuangan

e) Penyediaan jasa kebersihan kantor

f) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja g) Penyediaan alat tulis kantor

h) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan i) Penyediaan makanan dan minuman

j) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah

2) Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur, dialokasikan dana Rp.287.517.000,- dan realisasi Rp.287.050.000,- atau 99,84%, digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pembangunan gedung kantor.

3) Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan, dialokasikan dana Rp.4.000.000,- dan realisasi Rp. 4.000.000,- atau 100%, digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD.

4) Program Keluarga Berencana dialokasikan dana Rp.1.944.032.717,- dan realisasi Rp.1.925.793.000,- atau 99,06%, digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan :

a) Penyediaan pelayanan KB dan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin b) Pelayanan KIE

c) Promosi pelayanan khiba d) Pembinaan keluarga berencana

e) Temu kerja kemitraan tingkat kabupaten

5) Program pelayanan kontrasepsi, dialokasikan dana Rp.2.567.865.500,- dan realisasi Rp.2.565.954.000,- atau 99,93%, digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan :

a) Pelayanan Konseling KB

b) Pelayanan Pemasangan Kontrasepsi KB c) Pengadaan alat kontrasepsi

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Akhir Tahun Anggaran 2016 125

6) Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR yang mandiri, dialokasikan dana Rp.45.589.000,- dan realisasi Rp.44.008.000,- atau 96,53%, digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan :

a) Fasilitasi pembentukan kelompok masyarakat peduli KB b) Rakerda tingkat Kabupaten Manggarai Timur

7) Program penyiapan tenaga pendamping kelompok bina keluarga, dialokasikan dana Rp.30.390.000,- dan realisasi Rp.30.390.000,- atau 100 %, digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pelatihan tenaga pendamping kelompok bina keluarga di kecamatan.

b. Tingkat Pencapaian SPM/Realisasi Pelaksanaan Program/Kegiatan

Realisasi pelaksanaan kegiatan dapat diuraikan per program sebagai berikut : 1) Program pelayanan administrasi perkantoran:

a) Penyediaan jasa surat menyurat, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya meterai dan terlaksananya pengiriman paket kilat dan biasa guna mewujudkan kelancaran pelaksanaan kegiatan kantor.

b) Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya jasa pemasangan meteran air, tersedianya jasa penerangan bangunan kantor guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pelayanan.

c) Penyediaan jasa pemeliharaan dan perijinan kendaraan dinas/operasional, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya jasa Tenaga Harian Lepas (jasa sopir roda 4), tersedianya jasa service dan pergantian suku cadang, tersedianya bahan bakar minyak dan pelumas, tersedianya Surat Tanda Nomor Kendaraan roda 2, tersedianya kendaraan dinas/operasional yang siap pakai untuk pelaksanaan mobilitas perkantoran.

d) Penyediaan jasa administrasi keuangan, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya honorarium jasa pengelola keuangan sehingga terwujudnya pengelolaan administrasi keuangan yang transparan dan akuntabel.

e) Penyediaan jasa kebersihan kantor, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya peralatan kebersihan dan bahan pembersih kantor untuk mewujudkan terciptanya lingkungan kantor yang bersih dan nyaman.

f) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya peralatan kerja yang siap pakai guna mendukung kelancaran aktivitas kantor.

g) Penyediaan alat tulis kantor, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya paket alat tulis kantor untuk kelancaran administrasi

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Akhir Tahun Anggaran 2016 126

perkantoran sehingga terwujudnya pelayanan admnistrasi perkantoran yang efektik dan efisien.

h) Penyediaan barang cetakan dan penggandaan, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terlaksananya belanja penjilidan dan fotokopi guna mendukung ketersediaan dokumen kantor.

i) Penyediaan makanan dan minuman, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya makan dan minum rapat kantor serta harian pegawai guna meningkatkan kinerja aparatur.

j) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terlaksananya kegiatan rapat koordinasi dan konsultasi provinsi dan pusat guna mewujudkan sinkronisasi pelaksanaan program dan kegiatan.

2) Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur, melalui kegiatan pembangunan gedung kantor, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : tersedianya 2 unit pagar Balai Penyuluhan KB Kecamatan guna mendukung pelaksanaan pelayanan kemasyarakatan.

3) Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kenerja dan keuangan, telah dilaksanakan dengan hasil : tersedianya dokumen laporan capaian kinerja dan realisasi keuangan guna mengukur capaian kinerja.

4) Program keluarga berencana, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terlaksananya pelayanan KB dan alat kontrasepsi, pelayanan KIE, pelayanan promosi khiba dan pembinaan terhadap keluarga berencana guna meningkatkan pemahaman masyarakat pentingnya program keluarga bencana.

5) Program pelayanan kontrasepsi, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terlaksananya pelayanan konseling KB, pemasangan kontasepsi KB, tersedianya alat kontrasepsi, telaksananya pelayanan Medis KB dan terlaksananya pelayanan konseling KB guna meningkatkan pemahaman masyarakat akan alat kontrasepsi.

6) Program pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terlaksananya fasilitasi pembentukan kelompok peduli KB dan rakerda tingkat Kabupaten Manggarai Timur guna meningkatkan kerja sama dan menyamakan program/kegiatan.

7) Program penyiapan tenaga pendamping kelompok bina keluarga, telah dilaksanakan dengan hasil/manfaat : terlaksananya pelatihan tenaga pendamping kelompok bina keluarga di kecamatan guna menyiapkan tenaga pendamping.

c. SKPD Penyelenggara

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Akhir Tahun Anggaran 2016 127 d. Dukungan SDM

Program dan kegiatan tersebut di atas didukung SDM sebanyak 40 orang, dengan rincian sebagai berikut :

1. Kualifikasi Pendidikan :

a) Sarjana (S2) : 1 orang

b) Sarjana (S1) : 18 orang

c) Sarjana Muda : 8 orang

d) SLTA : 13 orang

2. Pangkat/Golongan :

a) Golongan IV : 4 orang

b) Golongan III : 26 orang

c) Golongan II : 10 orang

3. Jabatan Struktural :

a) Eselon II : 1 orang

b) Eselon III : 3 orang

c) Eselon IV : 7 orang

4. Staf : 29 orang

e. Alokasi dan Realisasi Anggaran

Alokasi anggaran untuk pelaksanaan urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera pada Tahun Anggaran 2016 dialokasikan dana sebesar Rp.8.524.774.469,- dan realisasi Rp.8.300.223.059,- atau 97,36%.

f. Proses Perencanaan Pembangunan

Seperti tergambar pada urusan pendidikan.

g. Kondisi Sarana dan Prasarana

Kurang menunjang pelaksanaan kegiatan kantor.

h. Permasalahan dan Solusi

1) Permasalahan :

a) Masih lemahnya pembinaan peserta KB aktif khususnya peserta KB jangka pendek (pil, suntikan, kondom) yang mengakibatkan tingginya angka putus pakai alkon/drop out sejumlah 3.362 akseptor atau 9,64% dari akseptor KB aktif yang ada sejumlah 34.885 akseptor.

b) Masih rendahnya kemandirian ber-KB karena masih lemahnya mekanisme pencatatan dan pelaporan pelayanan KB.

c) Masih rendahnya kesertaan KB pria yakni sejumlah 242 akseptor (0,6%) karena masih tingginya rumor negative tentang KB pria baik MOP maupun kondom serta akses pelayanan MOP yang masih terbatas.

d) Masih rendahanya pengetahuan dan pemahaman pembantu Pembina keluarga berencana desa (PPKBD) dan sub PPKBD tentang kependudukan dan KB

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Akhir Tahun Anggaran 2016 128

e) Kegiatan Tim Keluarga Berencana Keliling (TKBK) baik tingkat kabupaten maupun tingkat kecamatan belum menjangkau semua desa karena keadaan geografis dan terbatasnya alokasi anggaran.

2) Solusi

a) Meningkatkan pembinaan peserta KB aktif oleh setiap petugas lapangan KB di setiap wilayah kerja melalui kunjungan rumah serta lebih mengintensifkan KIE dan konseling tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKPJ) sebagai upaya menurunkan angka putus pakai alat kontrasepsi/drop out. b) Melakukan koordinasi dengan instansi terkait (Dinas Kesehatan) serta dokter

dan bidan praktek swasta dalam upaya pembenahan sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan KB.

c) Meningkatkan KIE dan konseling tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) serta metode KB pria untuk meminimalisir rumor negative tentang KB pria baik MOP maupun kondom.

d) Meningkatkan akses pelayanan KB sampai ke pelosok pedesaan untuk menjangkau kelompok sasaran yang berada di wilayah tertinggal, terpencil dan perbatasan (Galcitas).

e) Meningkatkan pelayanan KIE dan konseling KB pada ibu hamil dan ibu nifas sehingga kelompok sasaran tersebut dapat menjadi peserta KB pada masa pasca persalinan dan pasca keguguran sehingga dapat mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan.

f) Perlu bimbingan teknis bagi PPKBD, sub PPKBD dan tenaga penyuluh KB non PNS.

g) Kegiatan TKBK tingkat kabupaten dan tingkat kecamatan perlu ditingkatkan baik frekuensi kegiatan maupun alokasi anggaran.

15. Urusan Wajib Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak