GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2.1 Aspek Geografi dan Demograf
2011 2012 2013 2014 2015 B Peningkatan Kesempatan Kerja
2. Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran Undang-Undang nomor 23 Tahun 2014 mengalami perubahan yaitu dengan penambahan sub urusan Kualitas Keluarga. Penambahan urusan ini menunjukan bahwa ruang lingkup kewenangan urusan ini semakin besar yang berarti bahwa permasalahan kehidupan masyarakat semakin kompleks.
Sebagaimana diketahui bahwa Undang-undang 23 tahun 2014 tentang pemerintahan Daerah mengamanatkan 5 sub bidang dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yaitu Kualitas Hidup Perempuan, Perlindungan Perempuan, Kualitas Keluarga, Sistem Data Gender dan Anak, Pemenuhan Hak Anak (PHA), dan Perlindungan Khusus Anak. Amanat ini mengandung konsekuensi yaitu pencapaian keberhasilan kewenangan tercermin dalam program dan kegiatan.
Amanat menjalankan kewenangan ini seseuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional. Inpres ini adalah mandat untuk melaksanakan pembangunan yang memihak kepada perempuan dan anak khususnya dan pencapaian kesetaraan dan keadilan gender umumnya. Mandat tersebut diperkuat melalui Undang-Undang (UU) No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
II - 63 RPJMD Kabupaten Grobogan Tahun 2016-2021
(RPJPN) 2005 – 2025, yang dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 dan RPJMN 2010-2014 serta RPJMN 2015-2019. Sayangnya meskipun telah banyak ketentuan yang ada pencapaian kesetaraan dan keadilan gender masih jauh dari harapan.
Dalam rangka percepatan pelaksanaan PUG, pada tahun 2012 diluncurkan Strategi Nasional Percepatan Pengarusutamaan Gender melalui Perencanaan, Penganggaran yang Responsif Gender (Stranas PPRG) melalui Surat Edaran Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Negara PP dan PA.Selain itu diluncurkannya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memperkuat upaa-upaya mencaai kesetaraan dan keadilan gender. Dalam UU Desa secara eksplisit dinyatakan pentingnya PUG dalam pembangunan dan pemerintahan desa. UU Desa tersebut mengatur bahwa Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa berkewajiban melaksanakan kehidupan demokrasi dan berkeadilan gender. Selanjutnya, Peraturan Pemerintah (PP) No. 43 Tahun 2014 Pasal 121 Ayat 1 (sebagai aturan pelaksanaan dari UU No. 6 Tahun 2014) menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan pembangunan desa ditetapkan dengan mempertimbangkan keadilan gender, termasuk Badan Kerjasama antar Desa harus mempertimbangkan keadilan gender dalam keanggotaan dari tokoh masyarakat desa.
Kabupaten Grobogan selama ini telah melaksanakan berbagai amanah dalam pencapaian kesetaraan dan keadilan gender, namun hasilnya masih jauh dari harapan. Perencanaan Pembangunan Jangka menengah maupun tahunan belum mengarah pada perspektif gender. Jumlah SKPD yang menyusun PPRG masih terbatas, meskipun capacity building untuk PPRG sering dilaksanakan. Jumlah Perangkat Daerah yang sudah melaksanakan PPRG tidak lebih dari 60%.
Kabupaten telah memiliki data gender sejak tahun 2000. Data gender meliputi data gender khusus pendidikan dan kesehatan, mulai level kelurahan. Ada 57 kelurahan yang sudah membentuk profil data gender kelurahan. Berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan, Kabupaten masuk dalam kategori kuning yaitu kasus kekerasan yang terjadi rata-rata setiap bulan mencapai 75-100 kasus. Untuk mengatasi permasalahan kekerasan terhadap perempuan dana anak yaitu pemerintah Kabupaten Grobogan mendirikan Lembaga Perlindungan Anak Desa (LPAD) yang tersebar di desa-desa dan kelurahan. Hingga tahun 2015 tercatat sudah ada 273 desa dan tujuh keluarahan di Grobogan yang sudah mempunyai
RPJMD Kabupaten Grobogan Tahun 2016-2021 LPAD. Dengan keberadaaan lembaga ini, diharapkan warga tak segan untuk memanfaatkan dan melaporkan jika ada kasus kekerasan terhadap anak.
Selain kekerasan terhadap perempuan dan anak yang cukup tinggi, Kabupaten Grobogan memiliki masalah pernikahan anak. Banyak anak usia < 18 di Kabupaten Grobogan yang melangsungkan pernikahan, sehingga hak-hak mereka sebagai anak banyak yang terabaikan dan tidak terpenuhi, seperti hak untuk bermain dan juga hak untuk memperoleh pendidikan. Perkawinan usia anak, khususnya pada anak perempuan sangat rentan menjadi penyebab adanya gangguan organ reproduksi yang belum siap. Anak perempuan yang menikah dini membuat mereka kehilangan hak untuk meraih pendidikan sehingga akhirnya tidak memiliki keterampilan. Perkawinan anak telah menyebabkan anak kehilangan hak untuk sekolah, bermain, dan berkreasi.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik, usia perkawinan anak perempuan usia 17-18 tahun di Kabupaten Grobogan Tahun 2013 cukup tinggi dengan prosentase 28,55%, berada di bawah Kabupaten Tegal, Pemalang, Banjarnegara, Pati, dan Blora, namun jika dilihat dari Umur Perkawinan Pertama <17 tahun, diketahui bahwa Kabupaten Grobogan berada pada urutan pertama jumlah Perkawinan Usia Anak dengan prosentase 34,95%. Sedangkan jika dilihat dari data BP3AKB Kabupaten Grobogan, jumlah perkawinan usia anak di Grobogan tahun 2012 berjumlah 3.142 kasus mengalami kenaikan menjadi 4.072kasus di tahun 2014.
Pada tahun 2015, jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 110 kasus, tingkat perceraian mencapai 3.225 kasus dan jumlah penegakan hukum dari tingkat penyidikan sampai dengan putusan pengadilan atas kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 5 kasus. Sementara itu Kasus anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang diselesaikan dengan Pendekatan Keadilan Restoratif sebanyak 25 kasus, jumlah perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan kesehatan oleh tenaga kesehatan terlatih di Puskesmas mampu tatalaksana KtP/A dan PPT/PKT di RS sebanyak 55 kasus dan jumlah perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan bantuan hukum sebanyak 11 kasus. Sedangkan presentase kelembagaan PUG yang aktif mencapai 50% dengan cakupan ketersediaan lembaga pelayanan kekerasan berbasis gender 123 lembaga.
Capaian kinerja urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak adalah sebagai berikut :
II - 65 RPJMD Kabupaten Grobogan Tahun 2016-2021
Tabel 2.27
Capaian Kinerja Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2011-2015
Indikator Satuan Kinerja
2011 2012 2013 2014 2015
Presentase kelembagaan PUG yang aktif % - 10 40 46 50
Cakupan ketersediaan lembaga pelayanan kekerasan berbasis gender
lembaga 31 42 50 75 123
Kasus anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang diselesaikan dengan Pendekatan Keadilan Restoratif
kasus 12 18 20 23 25
Persentase partisipasi perempuan di lembaga pemerintah
% 46,75 46,76 46,75 46,78 46,70 Kontribusi perempuan dalam pekerjaan
upahan di sektor non pertanian
Rupiah - - - - 6.879.
150 Jumlah pernikahan usia anak Jumlah 4.037 3.142 3.995 4.072 3.170
Angka Perceraian Kasus - - - - 3.225
Lembaga aktif dalam peningkatan kualitas keluarga
lembaga -
Persentase forum anak aktif persentase 0,1 0,1 0,2 0,2 0,42 Jumlah kekerasan terhadap perempuan
dan anak
Kasus 43 61 194 175 110
Jumlah perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan kesehatan oleh tenaga kesehatan terlatih di Puskesmas mampu
tatalaksana KtP/A dan PPT/PKT di RS.
Jumlah 12 27 64 43 55
Jumlah layanan bimbingan rohani yang diberikan oleh petugas bimbingan rohani terlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan di dalam unit pelayanan terpadu
Jumlah 10 10 19 26 22
Jumlah penegakan hukum dari tingkat penyidikan sampai dengan putusan pengadilan atas kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Jumlah 11 13 9 9 5
Jumlah perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan layanan bantuan hukum.
Jumlah 11 13 19 18 11
Jumlah layanan pemulangan bagi perempuan dan anak korban kekerasan
Jumlah 1 1 2 1 1
Jumlah layanan reintegrasi social bagi perempuan dan anak korban kekerasan
Jumlah 1 1 2 1 1
Jumlah layanan rehabilitasi social yang diberikan oleh petugas rehabilitasi sosial terlatih bagi perempuan dan anak korban kekerasan di dalam unit pelayanan terpadu
Jumlah 1 1 2 8 6
Jumlah peraturan daerah, peraturan bupati dan kebijakan untuk pemenuhan hak anak
Jumlah 1 0 1 0 1