• Tidak ada hasil yang ditemukan

Urusan Wajib Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

PERMASALAHAN SOLUSI Tingginya tagihan rekening PJU yang

B. Realisasi program dan kegiatan

13. Urusan Wajib Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

Penyelenggaraan Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana dengan alokasi anggaran pada tahun 2013 sebesar Rp. 6.427.749.518,00, terdiri dari anggaran belanja tidak langsung sebesar Rp. 4.115.893.343,00 dan anggaran belanja langsung sebesar Rp. 2.311.856.175,00. Sampai dengan akhir tahun anggaran 2013 realisasi anggaran belanja Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera mencapai Rp. 5.799.819.171,00 atau 90,23% dengan realisasi fisik mencapai 90,23%.

A. Program dan Kegiatan

Pada tahun 2013, kebijakan penyelenggaraan Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera untuk mencapai sasaran strategis yang ditetapkan dalam RPJMD Kota Mataram 2011-2015 dan RKPD Kota Mataram Tahun 2013 diimplementasikan melalui enam program pokok, terdiri dari :

1. Program Keluarga Berencana, bertujuan memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan keluarga berencana & kesehatan reproduksi yang berkualitas, termasuk upaya-upaya menurunkan angka Kematian Ibu,bayi & Anak serta penanggulangan masalah reproduksi.

Kegiatan yang dilaksanakan : a. Pembinaan Keluarga Berencana.

b. Penyusunan Umpan Balik Hasil Pelaksanaan Program KB. c. Operasional Kader Program KBKS.

d. Pengolahan Data Mutasi Keluarga.

e. Orientasi Sistem Pemutahiran Data Mutasi Keluarga. f. Penyusunan PPM Untuk Menjadi Peserta KB/Aktif.

g. Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program KBKS Lapangan. h. Penyajian Data Program KB dan KS Tahunan.

i. Operasional Petugas Penghubung Dokter, Bidan Praktek Swasta. j. Pelatihan Penyuluh KB dan Petugas Klinik KB.

2. Program Kesehatan Reproduksi Remaja, bertujuan meningkatkan pemahaman, pengetahuan sikap dan perilaku remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi serta meningkatkan kualitas generasi mendatang.

LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

IV - 84

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Operasional Konseling Bagi Konselor Kesehatan Reproduksi Remaja. b. Pelatihan Konselor Sebaya (Peer Conselor) Kesehatan Reproduksi

Remaja.

3. Program pelayanan kontrasepsi. Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Pelayanan Pemasangan Kontrasepsi KB.

4. Program pengembangan bahan informasi tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Pelatihan BKB bagi PKB dan Kader.

5. Program pengembangan model operasional BKB-Posyandu-PADU. Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Penilaian BKB, keluarga Balita, Keluarga Harmonis dan UPPKS Terbaik, Operasional Kader, Pemantapan Keterpaduan BKB-Posyandu-PADU.

6. Program Pembinaan Peran Serta Masyarakat dan Kelompok Usaha dalam Pelayanan KB dan Peningkatan Kesejahteraan.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Pembinaan Ke Kelompok UPPKS, Orientasi Kewirausahaan bagi Kelompok UPPKS, Magang Kader Kelompok UPPKS.

b. Peran Serta Kepala Lingkungan RT, LSOM Dalam Program PPKB. c. Refrising Program PPKB bagi PPKBD dan Sub PPKBD.

B. Realisasi program dan kegiatan

Keseluruhan program dan kegiatan bidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera dilaksanakan untuk mengimplementasikan kebijakan penyelenggaraan Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera yang bertujuan untuk mencapai salah satu sasaran strategis dari misi yang tertuang dalam RPJMD Kota Mataram Tahun 2012-2015, yaitu “Meningkatnya Kualitas Keluarga”. Pada tabel dibawah ini diuraikan capaian indikator kinerja sasaran strategis sebagai berikut :

Tabel 4.17. CAPAIAN SASARAN “Meningkatnya Kualitas Keluarga” No INDIKATOR KINERJA SASARAN SATU-AN Tahun 2012 CAPAIAN KINERJA 2012 Tahun 2013 CAPAIAN KINERJA 2013

Target Realisasi Target Realisasi

1 Jumlah Keluarga

Sejahtera % 110.175 78.141 70,92 111.288 78.950 70,94 2 Cakupan Layanan

PUS ber-KB Aktif % 65.763 40.333 61,34 65.763 42.104 64,02 Rata-rata Capaian Indikator Kinerja 66.13 67,48

Kinerja Capaian Sasaran 66.13 67,48

Data target jumlah keluarga sejahtera adalah data seluruh keluarga atau rumah tangga yang ada di Kota Mataram, yaitu pada tahun 2013sebanyak 110.175,- meningkat sebanyak 1.113 keluarga pada tahun 2013 menjadi 111.288 keluarga/rumah tangga, dengan rata-rata pertumbuhan penduduk sebesar 1,01 persen maka tata-rata jumlah anggota keluarga berkisar antara 3,3 sampai dengan 3,7 jiwa. Pentahapan Keluarga Sejahtera terbagi menjadi 4 kategori, mulai dari Keluarga Sejahtera I, II, III, dan III Plus. Data statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2013, masing kategori dicapai sebagai berikut :

Kategori 2012 2013

Keluarga Pra Sejahtera 11.505 10.549

Keluarga Sejahtera I 37.592 37.306 Keluarga Sejahtera II 19.735 21.425 Keluarga Sejahtera III 18.192 20.219 Keluarga Sejahtera III Plus 2.622 3.317

Jumlah 89.646 92.816

Keluarga Sejahtera 78.141 78.950

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan jumlah Keluarga Sejahtera (KS) dari 78.141 KK pada tahun 2013 menjadi 78.950 KK di tahun 2013. Cakupan layanan KB pun meningkat sebesar 101,04 persen.

Untuk indikator cakupan peserta KB Aktif menunjukkan informasi tentang pencapaian partisipasi masyarakat Kota Mataram dalam ber-KB. Dari 65.763 PUS Lapangan di Kota Mataram dibandingkan dengan metode kontrasepsi yang digunakan, maka target yang ingin diperoleh dalam

LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

IV - 86

partisipasi PUS sebesar 72.46 persen. Pada tahun 2013, tercapai 61,34 persen meningkat sebesar 2,46 persen atau menjadi 64,02 persen di tahun 2013. Kinerja peningkatan ini berhasil dicapai sebagai dampak intensitas penyuluhan guna meningkatkan pemahaman masyarakat untuk ber-KB yang dilakukan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Mataram.

Berdasarkan hasil Susenas 2010 yang menyebutkan bahwa total Fertility Rate Kota Mataram sebesar 1,9. Artinya setiap Pasangan Usia Subur (PUS) yang sudah berkeluarga mempunyai anak 1-2 orang. Data jumlah PUS tahun 2013, terbagi dalam dua kelompok umur, yaitu PUS usia 20-29 tahun sebanyak 20.387 orang, dan PUS usia 30-40 sebanyak 44.344 orang.

Sementara untuk capaian program peserta KB Baru dan peserta KB Aktif yang ditargetkan pada tahun 2013 sebesar 10.878 peserta KB Baru dengan capaian sebesar 75 persen atau sebanyak 8.159 peserta. Demikian juga dengan peserta KB Aktif yang ditargetkan tahun 2013 sebanyak 49.490 telah tercapai sebesar 78,23 persen atau sebanyak 35.747 peserta.

Dalam menekan angka kelahiran dilakukan pembagian alat kontrasepsi gratis dan suntikan KB gratis di seluruh Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Polindes, selain itu dilakukan pendekatan psikologis tentang manfaat ber-KB kepada masyarakat.

Pada tabel dibawah ini diuraikan tentang realisasi akumulasi pencapaian sasaran sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan rencana yang tercantum dalam RPJMD yaitu sebagai berikut :

No KINERJA SASARAN INDIKATOR SATUAN

REALISASI AKUMULASI SD. TAHUN 2013 RENCANA SESUAI DENGAN TARGET AKHIR RPJMD (TAHUN 2015) PERSENTASE CAPAIAN KINERJA SD. TAHUN 2013 1 Peningkatan Jumlah Keluarga Sejahtera % 78.950 111.288 70,94 2 Cakupan Layanan KB % 42.104 65.763 64,02

Dari tabel diatas diketahui bahwa sampai dengan tahun kedua RPJMD (2012), capaian kinerja baru mencapai 70,94 persen dari target jumlah keluarga sejahtera sebanyak 111.288 keluarga.

Diharapkan pada akhir periode RPJMD, target yang diinginkan dapat dicapai diatas 80 persen. Upaya dalam mencapai target dilakukan antara lain melalui :

1. Intensitas temu kader dan optimalisasi peran penyuluh KB di lapangan. 2. Meningkatkan cakupan program kontrasepsi gratis di tahun 2013.

3. Meningkatkan stimulasi dan pembinaan keluarga dalam rangka peningkatan peningkatan daya beli.

Keseluruhan target dan capaian indikator program dan kegiatan penyelenggaraan Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Tahun 2013 dapat dilihat pada tabel capaian program dan kegiatan urusan wajib dan pilihan pada halaman lampiran.

C. Permasalahan dan Solusi

PERMASALAHAN SOLUSI

1. Program Keluarga Berencana : a. Pencapaian peserta KB baru non

hormonal (IUD) masih relative rendah (s/d Desember 2013 sebanyak 3.323 dari total PUS 67.605).

b. Kesertaan pria dalam

menggunakan alat kontrasepsi (kondom dan kontap pria) sangat rendah (s/d Desember 2013 sebanyak 482 dari total PUS 67.605).

c. Sarana medis untuk penunjang pemasangan alat kontrasepsi (IUD dan Implant) masih terbatas

1. Program Keluarga Berencana : a. Meningkatkan gerak kader,

dalam rangka mencari akseptor melalui pemberian biaya operasional yang memadai.

b. Meningkatkan frekuensi, pelatihan/sosialisasi/orientasi bagi

TOMA,TOGA,Kaling,Kader,TP PKK,LSOM, terhadap program KB-KS.

c. Memenuhi ketersediaan sarana medis pemasangan alat kontrasepsi

LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

IV - 88

PERMASALAHAN SOLUSI

d. Masih rendahnya pengetahuan/ pemahaman para keluarga

tentang perlunya memelihara dan meningkatkan kesehatan.

2. Program Kesehatan Reproduksi Remaja :

a. Masih rendahnya tingkat

pengetahuan & pemahaman para remaja tentang program

Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR).

b. Kurangnya Sarana Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) seperti booklet,leaflet,brosur, dan Poster c. Belum berfungsinya secara

maksimal Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) yang sudah dibentuk dalam memberi KIE kepada para Remaja.

2. Program Kesehatan Reproduksi Remaja :

a. Ops. Konseling bagi Konselor. b. Pelatihan Konselor Sebaya

bagi SLA,Pondok pesantren. c. Melakukan pembinaan secara

rutin kepada kelompok-kelompok PIK-KRR yang ada di Kota Mataram.

d. Meningkatkan frekuensi pelatihan,sosialisasi,orientasi kepada guru BP yang ada di SLTA maupun yang ada di pondok pesantren, tentang program Kesehatan

Reproduksi Remaja. e. Memperbanyak Buku Pintar

(booklet,leaflet,brosur,poster tentang KRR).

3. Program Pemberdayaan Keluarga : a. Belum Optimalnya pertemuan

Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

3. Program Pemberdayaan Keluarga :

a. Dilakukan

orientasi/sosialisasi bagi pengurus dan anggota kelompok BKB,BKR dan BKL

PERMASALAHAN SOLUSI