PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
PERMASALAHAN SOLUSI
5. Urusan Wajib Penataan Ruang
Penyelenggaraan Urusan Penataan Ruang dilaksanakan oleh Dinas Tata Kota dan Dinas Pertamanan dengan alokasi anggaran belanja pada tahun 2013 sebesar Rp. 13.715.361.783,00, terdiri dari anggaran belanja tidak langsung sebesar Rp. 3.093.631.483,00 dan anggaran belanja langsung sebesar Rp. 10.621.730.300,00. Sampai dengan akhir tahun anggaran 2013 realisasi anggaran belanja urusan penataan ruang mencapai Rp. 11.398.245.663,00 atau 83,11% dengan realisasi fisik mencapai 83,11%.
A. Program dan Kegiatan
Pada tahun 2013, implementasi kebijakan penyelenggaraan urusan penataan ruang untuk mencapai sasaran strategis yang ditetapkan dalam RPJMD Kota Mataram 2011-2015 dan RPKD Kota Mataram Tahun 2013 dilaksanakan melalui enam program pokok, terdiri dari :
1. Program Perencanaan Tata Ruang, bertujuan menyediakan informasi pengendalian syarat zoning kawasan dan informasi Tata Ruang Kota yang Faktual untuk pengawasan dan pengendalian Tata Ruang Kota. Kegiatan yang dilaksanakan :
a. Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK). b. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Pemanfaatan Ruang.
2. Program Pemanfaatan Ruang, bertujuan menghimpun data dan informasi mengenai pemanfaatan ruang Kota Mataram yang Faktual sebagai bahan penyusunan kebijakan perizinan pemanfaatan ruang.
Kegiatan yang dilaksanakan : a. Survey dan Pemetaan.
b. Penyusunan Kebijakan Perizinan pemanfaatan ruang.
3. Pengendalian Pemanfaatan Ruang, bertujuan meningkatkan tertib pemanfaatan tata ruang sesuai RUTRK, Dokumen Pemetaan Ruas Jalan Utama dan Prosedur Layanan Ijin Mendirikan Bangunan.
Kegiatan yang dilaksanakan :
a. Penyusunan kebijakan pengendalian pemanfaatan ruang.
LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
IV - 42
c. Pengawasan Pemanfaatan Ruang.
d. Koordinasi dan Fasilitasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang. e. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan.
4. Program Penataan dan Pemeliharaan Ornamen Kota dan Reklame, bertujuan meningkatnya kinerja penataan dan pemeliharaan ornamen kota dan reklame.
Kegiatan yang dilaksanakan :
a. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Dekorasi Kota. b. Pengelolaan Layanan Isi Reklame.
c. Penyediaan Sarana dan Prasarana Dekorasi Kota.
5. Program Peningkatan dan Pemeliharaan Fasilitas PJU, bertujuan meningkatkan kemampuan operasional pelayanan penerangan jalan umum.
Kegiatan yang dilaksanakan :
a. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana PJU. b. Pemasangan Tiang dan Kap Lampu PJU.
6. Program Pemeliharaan/Pengelolaan Pemakaman, bertujuan melaksanakan penataan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana di areal pemakaman.
Kegiatan yang dilaksanakan :
a. Pengembangan, Pemeliharaan dan Penataan Areal Pemakaman. B. Realisasi Program dan Kegiatan
Keseluruhan program dan kegiatan bidang penataan ruang dilaksanakan sebagai implementasi kebijakan penyelenggaraan Urusan Penataan Ruang yang bertujuan untuk mencapai sasaran strategis dari misi yang tertuang dalam RPJMD Kota Mataram 2011-2015, yaitu meningkatkan efektivitas pemanfaatan dan pengendalian ruang yang berwawasan lingkungan hidup; dan meningkatkan ketersediaan media ekspresi dan ruang publik.
Tabel 4.8. CAPAIAN SASARAN
“Meningkatkan Efektivitas Pemanfaatan dan Pengendalian Ruang yang Berwawasan Lingkungan Hidup”
No KINERJA SASARAN INDIKATOR SATU-AN Tahun 2012 CAPAIAN KINERJA 2012
Tahun 2013 CAPAIAN KINERJA
2013
Target Realisasi Target Realisasi
1 Ruang Terbuka Hijau (RTH) % 16,80 12,48 74,29 15,30 13,00 84,97 2 Rasio Tempat Pemakaman Umum (TPU) - 20,00 18,15 90,75 20,00 19,35 96,75 3 Bangunan yang memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) % 85,00 76,15 89,58 87,00 85,12 97,83
4 Alih fungsi lahan
pertanian % 5,00 7,83 63,86 5,00 8,22 60,82 Rata-rata Capaian Kinerja Sasaran 79,62 85,09
Kinerja Capaian Sasaran 79,62 85,09
Isu pemanasan global menjadi poros sentral dalam upaya kembali merestorasi alam sebagai sahabat bagi semua makhluk hidup termasuk manusia. Menjawab isu tersebut, Pemerintah Kota Mataram tetap mempertahankan penetapan Car Free Day setiap minggu pagi di kawasan Udayana. Selain itu, kampanye Gerakan Mataram Bersepeda dilakukan guna menekan angka polusi udara di Kota Mataram yang umumnya disebabkan oleh peningkatan jumlah kendaraan bermotor.
Kota Mataram dengan luas 6.130 hektar membutuhkan 20 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) setara dengan luas 460,86 hektar. Saat ini RTH Kota Mataram mencapai 12 persen sehingga dibutuhkan upaya guna meningkatkan persentase RTH Kota Mataram yang ditargetkan sebesar 20 persen atau setara dengan kebutuhan 41 titik RTH. Saat ini kebutuhan RTH dipenuhi baru 12 persen sehingga 8 persen RTH harus dipenuhi. Pada tahun 2012, luas RTH Publik yang ada di Kota Mataram seluas 765,07 hektar dari luas wilayah Kota Mataram sebesar 6.130 Km2.
LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
IV - 44
Sesuai dengan amanat Undang-Undang 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang mewajibkan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30 persen, maka Pemerintah Kota Mataram melakukan penambahan luasan RTH pada areal tanah pecatu, serta penataan kembali taman-taman kota yang ada sebanyak 15 taman.
Dari hasil analisa RTRW Kota Mataram 2010-2013, Luasan RTH dikalikan Koefisien Dasar Hijau (KDH) diperoleh luasan sebesar 1.646,51 hektar atau setara dengan 26,86 persen. Dalam menghitung RTH terbagi menjadi dua kategori, yaitu :
1. RTH Publik, terdiri dari: Taman Kota, Hutan Kota, Pemakaman, Lapangan Olahraga, RTH Jalan, RTH Sempadan Sungai, RTH Sempadan Pantai seluas 2.958,45 hektar.
2. RTH Privat, terdiri dari RTH perumahan dan kawasan Permukiman dan Bangunan Lainnya seluas 2.938 hektar.
Di tahun 2013, dilaksanakan pula Gerakan Cinta Kota Hijau dengan penyediaan 2.000 bibit pohon pelindung per tahunnya, serta optimalisasi
Program Pembangunan Kota Hijau (P2KH) dengan menggandeng BUMD, komunitas sekolah, dan masyarakat. Dengan diimplementasikannya program ini, diharapkan tujuan pemulihan kondisi lingkungan, berkurangnya tingkat pencemaran udara dan meningkatnya kawasan resapan air dalam jangka panjang akan tercapai.
Terkait indikator alih fungsi lahan, lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi non pertanian cukup tinggi di Kota Mataram. Hal ini dibuktikan dengan berkurangnya lahan pertanian seluas 4,8 Ha atau 480 meter persegi per tahun sejak tahun 2009. Jika dibandingkan dengan luas Kota Mataram 6,130 Km2, maka terjadi alih fungsi lahan sebesar 7,83 persen per tahunnya. Jika dihitung secara keseluruhan maka luas yang tersisa pada kondisi pada tahun 2012 adalah 5,170 Km2.
Tingginya pengalihan fungsi lahan disebabkan oleh tingginya permintaan pemanfaatan lahan pertanian menjadi non pertanian. Pada tahun 2013 kondisi lahan pertanian Kota Mataram mencapai 2.231 hektar atau sekitar 36,39 persen dari luas Kota Mataram.
Indikator rasio tempat pemakaman umum menunjukkan saat ini jumlah areal pemakaman yang ada di wilayah Kota Mataram sebanyak 51 areal pemakaman dengan luas sebesar 197.181 meter persegi. Jumlah dan areal pemakaman yang ada saat ini sudah cukup memadai.
Terkait dengan indikator bangunan yang memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), berdasarkan data yang tercatat per Desember 2013, bangunan yang belum memiliki IMB diperkirakan sebanyak 50 persen dari jumlah bangunan yang ada di Kota Mataram. Sehingga dengan persentase tersebut, jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram masih belum optimal diperoleh dari penarikan Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) sehingga perlu dilakukan upaya-upaya strategis untuk mendorong peningkatan PAD dari sektor IMB. Namun demikian, sebagai salah satu sumber PAD, realisasi Retribusi IMB pada tahun 2013 melebihi target sebesar 154,36 persen, sementara untuk jenis Retribusi Daerah lainnya belum ada realisasi, sebagaimana diuraikan pada tabel dibawah ini :
Jenis Retribusi Target
(Rp.) Realisasi %
Retribusi IMB 2.255..000.000 3.530.963.211 154,36
Cetak Peta 7.500.000 - -
Kekayaan Daerah/Sewa Lahan 25.000.000 - -
Leges - - -
Jasa atas Pekerjaan - - -
Sumbangan Pihak Ketiga/ILOK - - -
Sumber: Dinas Tata Kota, 2013
Adanya kegiatan PEMUTIHAN IMB (PIMB), yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum memiliki IMB terhadap bangunan-bangunan yang telah terbangun untuk dapat memperoleh IMB dengan biaya 50 persen dari IMB Reguler dan dibebaskan dari kewajiban membayar Retribusi Galian C. Kegiatan Pemutihan IMB dilakukan di 6 Kecamatan yang ada di Kota Mataram, yaitu Kecamatan Ampenan, Mataram, Cakranegara, Sekarbela, Selaparang, dan Sandubaya. Sedangkan untuk tahun 2013, kegiatan Pemutihan IMB dengan sasaran unit bangunan sebanyak 2.373 unit dengan realisasi sebanyak 1.762 unit. Dari data tersebut, dilihat penurunan realisasi kegiatan pemutihan IMB antar
LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
IV - 46
tahun 2012 sebanyak 146 unit dan di tahun 2013 sebanyak 199 unit bangunan atau sebesar 36,30 persen. Bangunan yang belum memiliki IMB diperkirakan sebanyak 50%.
Pada tabel dibawah ini diuraikan tentang realisasi akumulasi pencapaian sasaran sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan rencana yang tercantum dalam RPJMD yaitu sebagai berikut :
No KINERJA SASARAN INDIKATOR SATUAN
REALISASI AKUMULAS I SD. TAHUN 2013 RENCANA SESUAI DENGAN TARGET AKHIR RPJMD (2015) PERSENTAS E CAPAIAN KINERJA SD. TAHUN 2013
1 Ruang Terbuka Hijau (RTH) % 63,83 80,00 79,79 2 Rasio Tempat Pemakaman Umum
(TPU) - 68,38 73,50 93,03
3 Bangunan yang memiliki Ijin
Mendirikan Bangunan (IMB) % 89,79 94,50 95,02 4 Alih fungsi lahan pertanian % 60,82 30,00 49,32
Rata-rata Capaian Sasaran terhadap Target RPJMD 79,29
Dari tabel diatas dapat diketahui bahawa tingkat capaian sesuai target RPJMD baru mencapai 79,29 persen, sisa persentase capaian sebesar 20,71 persen akan diupayakan untuk dicapai melalui optimalisasi pelaksanaan program dan kegiatan yang terkait dengan perijinan (IMB) yang dikelola oleh KPPT dan Dinas Tata Kota, penataan RTH (Dinas Pertamanan), Pengendalian Alih Fungsi Lahan (Bappeda dan Dinas Tata Kota).
Beberapa program yang berkaitan dengan pencapaian kinerja tersebut, adalah :
1. Program Pemeliharaan/Pengelolaan Pemakaman. 2. Program Perencanaan Pembangunan Daerah. 3. Program Perencanaan Tata Ruang.
4. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang.
Dalam rangka meningkatkan sinergitas program, koordinasi antar masing-masing SKPD ditingkatkan, pembentukan FORUM PERENCANA yang beranggota seluruh Kasubbag Perencanaan SKPD dapat dijadikan sebagai wahana menyatukan pemikiran sebagai bahan referensi arah program dan masukan dalam penetapan kebijakan pembangunan daerah.
Tabel 4.9. CAPAIAN SASARAN
“Meningkatnya ketersediaan media ekspresi dan ruang publik” No INDIKATOR KINERJA SASARAN SATU-AN Tahun 2012 CAPAIAN KINERJA 2012 Tahun 2013 CAPAIAN KINERJA 2013
Target Realisasi Target Realisasi
1 Cakupan ketersediaan ruang public % 95 87,00 91,58 95 93,50 98,42 2 Cakupan ketersediaan fasilitas media ekspresi % 95 89,00 93,64 95 94,60 99,58
Rata-rata Capaian Indikator Kinerja 92,61 99,00
Kinerja Capaian Sasaran 92,61 99,00
Penggunaan lahan untuk ruang publik seperti taman, terjadi penurunan dari 6,10 hektar pada tahun 2012 menjadi 6,07 hektar. Hal ini menggambarkan bahwa terjadi pengurangan luas taman yang dimiliki Kota Mataram. Saat ini terdapat 30 lokasi taman didukung dengan 344.688 m2 hutan kota.
Dalam rangka meningkatkan cakupan ruang publik dan fasilitas media ekpresi maka Pemerintah Kota Mataram melakukan upaya dengan mengeluarkan kebijakan kepada para pengembang (developer) perumahan untuk menyediakan fasilitas ruang publik atau ruang ekspresi bagi penghuni perumahan. Kebijakan ini setidaknya mengingatkan bahwa kebutuhan ruang publik dan media ekspresi telah menjadi kebutuhan masyarakat perkotaan. Disamping itu, untuk beberapa fasilitas media ekpresi yang sudah ada, dioptimalkan fungsinya melalui penanganan langsung oleh SKPD Dinas Pertamanan Kota Mataram selaku leading sektor dalam dekorasi dan penataan ruang kota.
Pada tabel dibawah ini diuraikan tentang realisasi akumulasi pencapaian sasaran sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan rencana yang tercantum dalam RPJMD yaitu sebagai berikut:
No KINERJA SASARAN INDIKATOR SATUAN
REALISASI AKUMULASI SD. TAHUN 2013 RENCANA SESUAI DENGAN TARGET AKHIR RPJMD (TAHUN 2015) PERSENTASE CAPAIAN KINERJA SD. TAHUN 2013
1 Cakupan ruang public buah 14 35 40,00
2 Cakupan fasilitas media
ekspresi buah 2 10 20,00
LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
IV - 48
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa capaian kinerja sampai dengan tahun 2013 sebesar 30,00 persen, masih dibutuhkan beberapa tambahan titik ruang ekpresi sehingga dapat mencukupi rasio penduduk dengan jumlah ruang ekpresi dan ruang publik.
Dalam rangka meningkatkan cakupan ruang publik dan fasilitas media ekpresi maka Pemerintah Kota Mataram melakukan upaya dengan mengeluarkan kebijakan kepada para pengembang (developer) perumahan untuk menyediakan fasilitas ruang publik atau ruang ekspresi bagi penghuni perumahan. Kebijakan ini setidaknya mengingatkan bahwa kebutuhan ruang publik dan media ekspresi telah menjadi kebutuhan masyarakat perkotaan. Disamping itu, untuk beberapa fasilitas media ekpresi yang sudah ada, dioptimalkan fungsinya melalui penanganan langsung oleh SKPD Dinas Pertamanan Kota Mataram selaku leading sector dalam dekorasi dan penataan ruang kota.
Keseluruhan target dan capaian indikator program dan kegiatan penyelenggaraan Urusan Penataan Ruang Tahun 2013 dapat dilihat pada tabel capaian program dan kegiatan urusan wajib dan pilihan pada halaman
lampiran.
C. Permasalahan dan Solusi
PERMASALAHAN SOLUSI
Dinas Pertamanan
Belum optimalnya pengelolaan penerangan jalan umum. Hal ini disebabkan oleh tingginya tingkat kerusakan dan terbatasnya sarana pendukung yang ada berupa mobil tangga.
Untuk meningkatkan pelayanan diperlukan sistem penanganan maksimal dengan menambah atau meningkatkan motivasi dan SDM yang telah ada dan/atau
menyerahkan sebagian beban tersebut kepada pihak ketiga melalui kontrak kerja penyediaan jasa.
PERMASALAHAN SOLUSI