• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

PERMASALAHAN SOLUSI

4. Urusan Wajib Pekerjaan Umum

Penyelenggaraan Urusan Pekerjaan Umum dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dengan alokasi anggaran pada tahun 2013 sebesar Rp. 134.472.622.795,00, terdiri dari anggaran belanja tidak langsung sebesar Rp. 6.241.063.884,00 dan belanja langsung sebesar Rp. 128.231.558.911,00. Sampai dengan akhir tahun anggaran 2013 realisasi anggaran belanja Urusan Pekerjaan Umum mencapai Rp. 69.708.543.112,00 atau 51,84% dengan realisasi fisik mencapai 51,84%.

A. Program dan Kegiatan

Pada tahun 2013, implementasi kebijakan penyelenggaraan Urusan Pekerjaan Umum untuk mencapai sasaran strategis yang ditetapkan dalam RPJMD Kota Mataram 2011-2015 dan RKPD Kota Mataram Tahun 2013 dilaksanakan melalui dua belas program pokok, terdiri dari :

1. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana aparatur untuk mendukung peningkatan kinerja aparatur dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Kegiatan yang dilaksanakan : a. Pembangunan gedung kantor.

2. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan, bertujuan meningkatkan kondisi prasarana jalan dan jembatan agar tetap dalam kondisi baik dan mantap guna menunjang kelancaran arus lalu lintas.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Peningkatan Jalan dan Jembatan.

3. Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, bertujuan memelihara prasarana jalan secara rutin/berkala agar tetap dalam kondisi baik dan mantap dengan daya dukung, kapasitas dan kualitas yang memadai.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Rehabilitasi/Pemeliharaan Rutin Jalan. b. Rehabilitasi /Pemeliharaan Berkala Jalan.

4. Program Pembangunan Turap/Talud/Bronjong, bertujuan melindungi bantaran sungai dari kerusakan untuk mempertahankan keberlanjutan fungsi sungai sebagai sumber daya air serta mencegah terjadinya erosi/banjir.

Kegiatan yang dilaksanakan :

LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

IV - 32

5. Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainnya, bertujuan mewujudkan tercapainya sistem pengelolaan jaringan irigasi dan jaringan pengairan lainnya yang efektif dan efisien serta berkelanjutan guna mempertahankan keberlanjutan fungsinya dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Irigasi. b. Rehabilitasi/Pemeliharaan Saluran.

6. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah, bertujuan menjaga ketersediaan sarana dan prasarana air minum guna peningkatan pelayanan dan pemenuhan pemerataan distribusi air minum bagi masyarakat serta terpeliharanya sistem jaringan perpipaan untuk mengurangi tingkat kebocoran air yang terjadi.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Minum Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

7. Program Pengendalian Banjir, bertujuan melindungi kawasan sekitar muara sungai dan pantai yang rawan terjadi banjir/genangan dan abrasi pantai.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Pembangunan Tanggul Pengaman Pantai. b. Rehabilitasi / Pemeliharaan Bantaran Sungai. c. Pemeliharaan Kolam Pengendalian Air

8. Program Pemeliharaan Saluran Drainase, bertujuan memelihara kondisi saluran drainase agar tetap dalam kondisi baik dan berfungsi mengalirkan air guna mencegah terjadinya genangan/banjir pada kawasan permukiman/perkotaan.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Pemeliharaan Saluran Drainase Perkotaan. b. Pemeliharaan Saluran Drainase Lingkungan.

9. Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perkotaan, bertujuan meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana perkotaan yang memadai untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan : a. Pembangunan Pasar.

b. Pembangunan Sarana dan Prasarana Rekreasi. c. Penataan Kawasan Perkotaan.

10. Program Pembinaan dan Pengawasan Serta Pelayanan Ijin Usaha Jasa Konstruksi, bertujuan meningkatkan pembinaan dan pengawasan serta pelayanan ijin usaha jasa konstruksi guna mendukung penyelenggaraan tertib administrasi bagi usaha jasa konstruksi dan peningkatan kualitas pelaksanaan pembangunan konstruksi.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Pengawasan Pembangunan Konstruksi Untuk Umum Oleh Pihak Swasta.

b. Penyusunan Standar Harga Upah /Bahan Pekerjaan Konstruksi. c. Pembinaan dan Pelayanan Penerbitan Ijin Usaha Jasa Konstruksi. d. Penyusunan dan Pengadaan Buku Standar Bidang ke-PU-an,

Bangunan dan Jasa Konstruksi.

11. Program Pembangunan dan Penataan Lingkungan Perumahan, bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan perumahan dan permukiman yang sehat dan bersih guna mendukung peningkatan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Peningkatan Kualitas Sarana Air Bersih dan Sanitasi Dasar Lingkungan.

b. Peningkatan/Pembangunan Jalan Lingkungan Perumahan. c. Penilaian Kelayakan Bangunan.

12. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, bertujuan meningkatkan Kualitas Lingkungan Perumahan dan Permukiman.

Kegiatan yang dilaksanakan :

a. Peningkatan Kualitas Infrastruktur Lingkungan Perumahan dan Permukiman.

LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

IV - 34

B. Realisasi Program dan Kegiatan

Keseluruhan program dan kegiatan bidang pekerjaan umum dilaksanakan sebagai implementasi kebijakan penyelenggaraan Urusan Pekerjaan Umum bertujuan untuk mencapai lima sasaran strategis dari misi yang tertuang dalam RPJMD Kota Mataram Tahun 2012-2015, yaitu :

1. Meningkatnya Efektivitas Pemerataan dan Kualitas Pelayanan Publik. 2. Meningkatnya Fungsi Saluran Drainase.

3. Meningkatnya Ketersediaan Kawasan Resapan Air. 4. Optimalisasi penataan sempadan sungai dan pantai.

5. Meningkatnya penanganan perumahan tidak layak huni dan kawasan permukiman kumuh.

Tabel 4.5. CAPAIAN SASARAN

Meningkatnya Efektivitas Pemerataan dan Kualitas Pelayanan Publik No KINERJA SASARAN INDIKATOR SATU-AN Tahun 2012 CAPAIAN KINERJA

2012

Tahun 2013 CAPAIAN KINERJA

2013

Target Realisasi Target Realisasi

1 Cakupan layanan

air bersih % 40 38,58 96,45 40 41,54 103,85 2 Jalan dalam

Kondisi Baik km 319.000 318.524 99,86 319.000 256.453 80,25 Rata-rata Capaian Indikator Kinerja 95,49 94,70

Kinerja Capaian Sasaran 95,49 94,70 Cakupan layanan air bersih sebagai salah satu komponen layanan dasar

masyarakat mengalami peningkatan jumlah pelanggan. Dari 402.843 jiwa penduduk, jumlah rumah tangga 110.175 RT pada tahun 2012 menjadi 111.288 RT pada tahun 2013, dengan jumlah pelanggan air minum 42.512 pelanggan (38,58 persen dari total RT) menjadi 46.231 pelanggan (41,54 persen), pelanggan terbanyak adalah rumah tinggal sebanyak 40.788 pelanggan. Hingga saat ini kebutuhan air minum PDAM masih diakses dan disuplai dari mata air Sarasuta, Ranget dan Saraswaka di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat.

Untuk mengoptimalkan penyediaan air bersih, pada tahun mendatang Kota Mataram dapat memanfaatkan sumber daya air yang dimiliki. Kota Mataram memiliki potensi air tanah (aquifer) yang cukup besar. Hal ini dapat dilihat di beberapa bagian wilayah Kota Mataram, seperti Kelurahan Rembiga dan

Kelurahan Sayang-sayang. Kedalaman air tanah di Kota Mataram antara 5–7 meter, kecuali di beberapa lokasi, seperti: Cakranegara, Monjok dan Dasan Agung bagian utara kedalaman air tanah mencapai 15 meter.

Kinerja di bidang bina marga ditunjukkan dengan telah dibukanya jalan tembus dari ruas jalan Bung Hatta menuju jalan jenderal Sudirman sepanjang 2,4 Km. Akses jalan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat disekitarnya.

Selanjutnya terkait dukungan program dan kegiatan dalam pencapaian indikator sasaran strategis meningkatnya fungsi saluran drainase diuraikan sebagai berikut.

Tabel 4.6 CAPAIAN SASARAN

Meningkatnya Fungsi Saluran Drainase No KINERJA SASARAN INDIKATOR SATU-AN Tahun 2012 CAPAIAN KINERJA

2012

Tahun 2013 CAPAIAN KINERJA

2013

Target Realisasi Target Realisasi

1 Cakupan drainase

dalam kondisi baik % 75 71.32 95.09 78,5 88,28 112,46 Rata-rata Capaian Indikator Kinerja 95,09 112,46

Kinerja Capaian Sasaran 95,09 112,46

Klimatologi Kota Mataram umumnya merupakan daerah yang beriklim tropis, musim hujan antara bulan Oktober sampai dengan bulan April dengan curah hujan rata-rata sebesar 1.256,66 mm/tahun, dan jumlah hari hujan relatif yakni 110 hari/tahun, curah hujan tertinggi tercatat pada bulan Desember sebesar 302 mm dan jumlah hari hujan terbanyak juga terjadi pada bulan Desember sebanyak 29 hari.

Kondisi topografi Kota Mataram yang sebagian besar merupakan daerah datar-landai dan dilalui oleh empat sungai besar, menyebabkan tiap daerah aliran sungai tersebut menjadi daerah rawan longsor terutama di musim penghujan. Selain bencana longsor, beberapa titik di Kota Mataram terutama di Kecamatan Sekarbela, Mataram, dan Cakranegara kerap terjadi genangan dan banjir. Genangan air ini, selain disebabkan oleh kondisi topografi yang cenderung datar, juga disebabkan oleh banyaknya saluran drainase yang tidak berfungsi secara optimal. Beralihnya fungsi dari saluran irigasi menjadi drainase/air buangan.

LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

IV - 36

Namun hal ini tidak berarti bahwa Kota Mataram terbebas dari genangan. Genangan yang kerap terjadi saat ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: 1. Banjir kiriman yang berasal dari daerah hulu yang mengalir melalui sungai yang ada di Kota Mataram sehingga sering kali sungai-sungai tersebut meluap (over toping) dan mengakibatkan genangan di wilayah sekitarnya,

2. Terjadinya penyempitan mulut-mulut/muara sungai dan sering berpindah-pindah.

3. Penutupan saluran yang tidak mengikuti petunjuk teknis dari instansi terkait.

4. Perubahan fungsi lahan dari daerah persawahan/peresapan menjadi kawasan hunian/ekonomi.

5.

Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya saluran drainase serta pemeliharaanya. Seringkali genangan terjadi karena saluran tidak dapat menampung air hujan karena dipenuhi oleh sampah.

Kota Mataram memiliki 12 titik rawan genangan dengan air tergenang kurang dari 6 jam. Faktor penyebab terjadinya genangan selain alih fungsi lahan juga karena akses jalan kurang memadai, idealnya setiap per 10 meter jalan harus tersedia lubang drainase jalan. Untuk mencapai target 2013, Kota Mataram bebas genangan di 12 lokasi rawan genangan tersebut, mulai tahun 2012 telah dilakukan pembuatan dan perbaikan saluran drainase sepanjang 18,6 Km dari Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) sebesar 9,7 milyar rupiah, dan sepanjang 4,7 Km berasal dari APBD Kota Mataram sebesar 2,3 milyar rupiah.

Pada tahun 2012, drainase dalam kondisi baik terealisasi sebesar 71,32 persen dari target 75,00 persen, dengan panjang drainase dalam kondisi baik sepanjang 173.946 meter, dan drainase dalam kondisi kurang baik atau tersumbat sepanjang 49.880 meter. Efektivitas penanganan genangan dan banjir dilakukan melalui normalisasi saluran drainase baik di jalan utama, juga drainase di permukiman dan perumahan penduduk. Titik-titik genangan pada tahun 2013 mulai berkurang.

Dengan meningkatnya cakupan drainase dalam kondisi baik akan memberikan dampak berkurangnya jumlah titik genangan di Kota Mataram. Pada tahun 2012 terdapat 16 titik genangan dan dengan pelaksanaan

program Pemeliharaan Saluran Drainase terutama dengan diperolehnya anggaran Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) pada tahun 2012 titik-titik genangan tersebut dapat terselesaikan. Sedangkan untuk tahun anggaran 2013 jumlah titik genangan dapat diselesaikan sebanyak 9 titik. Pada tabel dibawah ini diuraikan tentang realisasi akumulasi pencapaian sasaran sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan rencana yang tercantum dalam RPJMD yaitu sebagai berikut :

No KINERJA SASARAN INDIKATOR SATUAN

REALISASI AKUMULASI SD. TAHUN 2013 RENCANA SESUAI DENGAN TARGET AKHIR RPJMD (TAHUN 2015) PERSENTASE CAPAIAN KINERJA SD. TAHUN 2013

1 Cakupan drainase dalam kondisi

baik % 112,46 100,00 92,46

Rata-rata Capaian Sasaran terhadap Target RPJMD 92,46 Dari tabel diatas diketahui bahwa capaian kinerja telah mencapai 92,46 persen dari target 100 persen seluruh drainase Kota Mataram dalam kondisi baik atau berfungsi. Capaian ini mengartikan bahwa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertamanan, serta satuan kerja terkait lainnya telah menunjukkan kinerja yang positif untuk mengatasi permasalahan genangan dan banjir yang terjadi di Kota Mataram.

Dalam meningkatkan capaian kinerja pada indikator cakupan drainase dalam kondisi baik, melalui Program Pengendalian Banjir, dan Program Pemeliharaan Saluran Drainase, target yang diinginkan adalah: Menurunkan persentase luas genangan menjadi 4,45 persen, dan meningkatnya fungsi drainase sebesar 70 persen.

Pencapaian Indikator kinerja dilakukan melalui :

1. Meningkatkan cakupan drainase yang masih belum optimal fungsinya, dengan melakukan normalisasi alur sungai dan pembanguan jetty, memperbesar dimensi dan levelling pada saluran pembuang, melalui Pemeliharaan Saluran Drainase Perkotaan secara rutin (Penggalian, Pengurasan, Pengangkutan sampah dan pengangkutan sediment) sepanjang 7419 meter dengan saluran drainase perkotaan yang dibuat dan diperbaiki sepajang 798 meter.

LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

IV - 38

2. Pengadaan Penutup Manhole yang diadakan sejumlah 50 unit, selanjutnya melakukan pemeliharaan Saluran Drainase Lingkungan dengan output Saluran drainase lingkungan yang dibuat dan diperbaiki sepanjang 2966 meter dan saluran drainase yang dinormalisasi sepanjang 700 meter.

3. Pemantapan peran tenaga lapangan (pasukan biru Dinas PU) untuk normalisasi drainase dan mengatasi saluran yang tidak berfungsi, dan Pelaksanaan gotong-royong membersihkan saluran yang dilaksanakan oleh aparat pemerintah dan masyarakat.

Terkait dukungan program dan kegiatan dalam pencapaian indikator sasaran strategis Optimalisasi penataan sempadan sungai dan pantai diuraikan sebagai berikut.

Tabel 4.7. CAPAIAN SASARAN

Optimalisasi penataan sempadan sungai dan pantai No KINERJA SASARAN INDIKATOR SATU-AN Tahun 2012 CAPAIAN KINERJA

2012

Tahun 2013 CAPAIAN KINERJA

2013

Target Realisasi Target Realisasi

1 Rasio sempadan sungai dan pantai yang dipakai bangunan liar

- 13,06 7,03 53,83 13,06 9,94 76,11

Rata-rata Capaian Indikator Kinerja 53,83 76,11

Kinerja Capaian Sasaran 53,83 76,11

Abrasi pantai terjadi karena tergerusnya pantai oleh gelombang atau ombak tinggi pada waktu tertentu yang terus menerus. Hal ini dikarenakan pantai tidak memiliki penahan gelombang, sehingga mempercepat proses terjadinya abrasi pantai.

Kawasan yang rawan abrasi pantai di Kota Mataram adalah wilayah pesisir yang telah disebutkan di atas. Salah satu dampak abrasi pantai adalah terjadinya intrusi air laut yang dapat mempengaruhi kondisi air tanah di wilayah Kota Mataram.

Dengan panjang pantai 9,1 kilometer mengharuskan Kota Mataram melakukan upaya menjaga pantai dari abrasi maupun bangunan liar. Aktivitas pantai harus mengarah pada pelestarian sumber daya alam pantai yang ada, yang dilakukan melalui pembinaan kelompok nelayan dan relokasi perumahan nelayan.

Pada tahun 2013, Pemerintah Kota Mataram sudah merelokasi perumahan nelayan dan menyiapkan rumah sebanyak 50 unit.

Terkait sungai dan sempadannya, Kota Mataram dialiri empat sungai utama dan potensial sebagai sumber daya air, yaitu: Sungai Jangkok, Sungai Ancar, Sungai Brenyok, dan Sungai Midang, yang hulunya berada di sekitar lereng Gunung Rinjani dan bermuara di Pantai Ampenan (Selat Lombok) yakni batas bagian barat wilayah Kota Mataram.

Pada tabel dibawah ini diuraikan tentang realisasi akumulasi pencapaian sasaran sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan rencana yang tercantum dalam RPJMD yaitu sebagai berikut:

No KINERJA SASARAN INDIKATOR SATUAN

REALISASI AKUMULASI SD. TAHUN 2013 RENCANA SESUAI DENGAN TARGET AKHIR RPJMD (TAHUN 2015) PERSENTASE CAPAIAN KINERJA SD. TAHUN 2013

1 Rasio sempadan sungai dan

pantai yang dipakai bangunan liar - 76,11 40,00 52,55

Rata-rata Capaian Sasaran terhadap Target RPJMD 52,55 Dalam RKPD Kota Mataram tahun 2014, arah strategis daya dukung infrastruktur perkotaan dalam pencapaian Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Pengembangan Ekonomi Rakyat, maka dibutuhkan perhatian pada tiga komponen penting yaitu Jalan, Drainase, dan Permukiman.

Mengingat kebutuhan akan perbaikan kualitas hidup masyarakat ada pada komponen permukiman, maka upaya penanganan oleh Pemerintah dilakukan melalui penataaan kawasan sempadan sungai.

Keseluruhan target dan capaian indikator program dan kegiatan penyelenggaraan Urusan Pekerjaan Umum Tahun 2013 dapat dilihat pada tabel capaian program dan kegiatan urusan wajib dan pilihan pada halaman

LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

IV - 40

C. Permasalahan dan Solusi

PERMASALAHAN SOLUSI

Jika dibandingkan dengan tahun 2012, alokasi anggaran tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 160,20 %. Namun realisasi keuangan pada tahun 2013 mengalami penurun menjadi sebesar 52,44 % dan realisasi fisik sebesar 54,70 %. Rendahnya capaian realisasi keuangan dan fisik disebabkan karena adanya anggaran dari PIP sebesar Rp. 60.000.000.000,- untuk kegiatan Peningkatan Jalan yang tidak jadi direalisasikan. Dana dari PIP (Pusat Investasi Pemerintah) tersebut tidak dapat direalisasikan karena pada Tahun 2013 masih dalam masa proses pemenuhan kelengkapan dokumen antara lain Surat Pengajuan, Proposal, Perencanaan dan DED, AMDAL, Feasibility Study Rincian Keuangan Daerah, UKL/UPL, dan lain sebagainya

untuk persiapan proses

evaluasi/verifikasi oleh Badan Pengawas PIP pada tahun 2014.

Melaksanakan koordinasi dengan PIP dan melakukan pembenahan serta pemenuhan kelengkapan administrasi.

Masih kurangnya kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam

memelihara infrastruktur yang telah dibangun. Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya masyarakat kita yang memanfaatkan sungai dan saluran-saluran drainase yang ada sebagai tempat pembuangan sampah.

Sosialisasi program/kegiatan mulai dari tingkat lingkungan, kelurahan dan kecamatan.