PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
PERMASALAHAN SOLUSI Tingginya tagihan rekening PJU yang
B. Realisasi program dan kegiatan
10. Urusan Wajib Ketenagakerjaan
Penyelenggaraan Urusan Ketenagakerjaan dilaksanakan oleh Dinas Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan alokasi anggaran pada tahun 2013 sebesar Rp. 361.061.000,00, realisasi anggaran belanja sampai dengan pada akhir tahun anggaran mencapai Rp. 346.127.450,00 atau 95,86% dan realisasi fisik mencapai 95,86%.
A. Program dan Kegiatan
Pada tahun 2013, implementasi kebijakan penyelenggaraan Urusan Ketenagakerjaan untuk mencapai sasaran strategis yang ditetapkan dalam RPJMD Kota Mataram 2011-2015 dan RKPD Kota Mataram Tahun 2013 dilaksanakan melalui tiga program pokok, terdiri dari :
1. Program Peningkatan Kesempatan Kerja dan Berusaha, bertujuan mewujudkan peningkatan kesempatan kerja.
Kegiatan yang dilaksanakan :
LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
IV - 68
2. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Pengerah Ketenagakerjaan, bertujuan meningkatkan perlindungan dan pengembangan lembaga pengerah ketenagakerjaan.
Kegiatan yang dilaksanakan :
a. Penyelesaian Prosedur dan Perselisihan Hubungan Industri.
b. Pengawasan, Perlindungan dan Penegakan Hukum terhadap Tenaga Kerja.
3. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja, bertujuan mewujudkan peningkatan keterampilan bagi para lansia produktif. Kegiatan yang dilaksanakan :
a. Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Pencari Kerja. B. Realisasi program dan kegiatan
Keseluruhan penyelenggaraan program dan kegiatan bidang ketenagakerjaan ditujukan untuk mencapai salah satu sasaran strategis dari misi yang tertuang dalam RPJMD Kota Mataram Tahun 2012-2015, yaitu “Meningkatnya Ketersediaan Lapangan Kerja”. Tabel berikut ini menguraikan capaian indikator kinerja sasaran strategis sebagai berikut :
Tabel 4.14. CAPAIAN SASARAN
“Meningkatnya Ketersediaan Lapangan Kerja” No INDIKATOR KINERJA SASARAN SATU-AN Tahun 2012 CAPAIAN KINERJA 2012 Tahun 2013 CAPAIAN KINERJA 2013
Target Realisasi Target Realisasi
1 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) % 76,27 91,04 119,37 78,02 93,30 119,58 2 Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) % 95,00 93,30 95,00 93,40 98,32
Rata-rata Capaian Indikator Kinerja 109,46 108,95
Kinerja Capaian Sasaran 109,46 108,95
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa pencapaian target tingkat partisipasi angkatan kerja telah meningkat sebesar 2,26 persen di tahun 2013. Secara umum, cakupan ini meningkat sebagai akibat makin terbukanya peluang
kerja akibat meningkatkan jumlah usaha sektor formal maupun informal di Kota Mataram. Kebijakan keterbukaan usaha melalui kemudahan pemberian ijin usaha (SITU), TDP, IMB di bidang perdagangan dan jasa, telah menyebabkan menurunnya penduduk tidak bekerja (menganggur) di Kota Mataram sebesar 1,68 persen di tahun 2013.
Hal lain yang mempengaruhi adalah bertumbuhnya sektor tersier yang positif terkait berkembangnya pasar modern seperti Alfamart, Indomaret dan JB-Mart yang menggunakan tenaga kerja lokal. Jika sebagian besar angkatan kerja dapat tertampung di lapangan usaha, maka taraf hidup penduduk akan meningkat, sebaliknya jika sebagian besar angkatan kerja tersebut tidak dapat tertampung di lapangan usaha maka akan menjadi masalah pengangguran yang pada akhirnya berdampak pada ekonomi rumah tangga dan dampak selanjutnya akan menimbulkan kemiskinan. Pada tabel dibawah ini diuraikan tentang realisasi akumulasi pencapaian sasaran sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan rencana yang tercantum dalam RPJMD yaitu sebagai berikut :
No KINERJA SASARAN INDIKATOR SATUAN
REALISASI AKUMULAS I SD. TAHUN 2013 RENCANA SESUAI DENGAN TARGET AKHIR RPJMD (2015) PERSENTASE CAPAIAN KINERJA SD. TAHUN 2013
1 Cakupan Partisipasi Angkatan Kerja % 93,30 99,00 94,24 2 Penduduk Tidak Bekerja % 9,06 11,00 82,36
Rata-rata Capaian Sasaran terhadap Target RPJMD 88,30
Dari tabel diatas diketahui bahwa cakupan angkatan kerja ditargetkan sebesar 99 persen dapat dicapai. Perbaikan capaian tahun 2013 dilakukan dengan mengoptimalkan sekolah-sekolah kejuruan (SMK) sehingga lulusannya dapat bekerja dan membuka usaha secara mandiri, disamping itu efektivitas pelaksanaan program terobosan Wirausaha Baru (WUB) dilakukan dengan memberikan pelatihan dan bimbingan usaha, monitoring, serta akses permodalan. Sehingga dengan capaian 88,30 persen, optimis 100 persen target RPJMD dapat dicapai.
LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
IV - 70
Secara umum, capaian kinerja di tahun 2013 terkait sasaran untuk meningkatkan ketersediaan lapangan kerja telah mencapai 88,30 persen sehingga sisanya sebesar 11,7 persen direncanakan secara bertahap akan dicapai pada tahun 2014 dan 2015, sehingga pada akhir RPJMD tercapai 100 persen ketersediaan lapangan kerja sesuai dengan yang direncanakan pada awal periode RPJMD.
Keseluruhan target dan capaian indikator program dan kegiatan penyelenggaraan Urusan Ketenagakerjaan Tahun 2013 dapat dilihat pada tabel capaian program dan kegiatan urusan wajib dan pilihan pada
halaman lampiran.
C. Permasalahan dan Solusi
PERMASALAHAN SOLUSI
- Lulusan perguruan tinggi yang selalu membludak setiap tahun sehingga terjadi over supply of labor force
karena lapangan pekerjaan masih terbatas.
- Masih rendahnya jiwa
entrepreneurship dari angkatan kerja untuk menciptakan lapangan usaha sendiri disebabkan karena animo masyarakat untuk menjadi PNS atau karyawan di perusahaan swasta masih begitu besar.
- Memberikan pelatihan
entrepreneurship kepada setiap angkatan kerja agar mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.
- Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dan swasta untuk mendorong program
pembentukan wirausaha baru dan peningkatan investasi di Kota Mataram yang dapat membantu penyerapan angkatan tenaga kerja pada sektor informal. 11. Urusan Wajib Ketahanan Pangan
Penyelenggaraan Urusan Ketahanan Pangan dilaksanakan oleh :
- Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan dengan alokasi anggaran pada tahun 2013 sebesar Rp. 7.103.596.440,00, terdiri dari anggaran belanja tidak langsung sebesar Rp. 3.674.757.082,00 dan belanja langsung sebesar Rp. 3.428.839.358,00; dan
- Kantor Ketahanan Pangan, dengan alokasi anggaran pada tahun 2013 sebesar Rp. 1.651.089.091,00, terdiri dari anggaran belanja tidak langsung sebesar Rp. 844.187.941,00 dan belanja langsung sebesar Rp. 806.901.150,00.
Secara keseluruhan, alokasi anggaran penyelenggaraan Urusan Ketahanan Pangan pada tahun 2013 mencapai Rp. 8.754.685.531,00, dengan realisasi anggaran belanja pada akhir tahun anggaran 2013 mencapai Rp. 7.989.412.953,00 atau 91,26% dengan realisasi fisik mencapai 91,26%.
A. Program dan Kegiatan
Pada tahun 2013, implementasi kebijakan penyelenggaraan Urusan Ketahanan Pangan ditujukan untuk mencapai salah satu sasaran strategis yang ditetapkan dalam RPJMD Kota Mataram Tahun 2011-2015 dan RKPD Kota Mataram Tahun 2013. Implementasi kebijakan dilaksanakan melalui tiga program pokok, terdiri dari :
1. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani, bertujuan mewujudkan peningkatan kesejahteraan petani, pelaku agribisnis dan pengolah hasil melalui pemberian penyuluhan, pendampingan dan pelatihan keterampilan.
Kegiatan yang dilaksanakan :
a. Pelatihan Petani dan Pelaku Agribisnis.
b. Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan Pelaku Agribisnis. c. Pembinaan dan Pendampingan Kelompok Tani.
d. Pemberdayaan dan Pendampingan Keluarga Tani Miskin/Gakin. 2. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat
Guna, bertujuan meningkatkan penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan pertanian dan perkebunan.
Kegiatan yang dilaksanakan :
a. Pelatihan dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat guna.
3. Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan, bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga penyuluh pertanian dalam memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada petani dan kelompok tani.
LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
IV - 72
Kegiatan yang dilaksanakan :
a. Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh Pertanian.
b. Penyuluhan dan Pendampingan bagi Pertanian/Perkebunan.
4. Program Peningkatan Ketahanan Pangan, bertujuan meningkatkan ketahanan pangan daerah dan kemandirian pangan masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan :
a. Penanganan Daerah Rawan Pangan.
b. Penyusunan Database Potensi Produksi Pangan.
c. Pemanfaatan Pekarangan untuk Pengembangan Pangan. d. Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan.
e. Sosialisasi Kelembagaan Pangan. f. Pengembangan Aksi Mandiri Pangan.
g. Pengembangan Perlindungan Konsumsi Atas Mutu dan Keamanan Pangan.
h. Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan dan Gizi (P2KPG). i. Pengembangan Rumah Pangan Lestari.
B. Realisasi Program dan Kegiatan
Keseluruhan program dan kegiatan bidang ketahanan pangan dilaksanakan sebagai implementasi kebijakan penyelenggaraan Urusan Ketahanan Pangan, yang bertujuan untuk mencapai salah satu sasaran strategis dari misi yang tertuang dalam RPJMD Kota Mataram Tahun 2012-2015, yaitu “Meningkatnya Efektivitas Pemenuhan Kebutuhan Pangan Daerah”. Pada tabel dibawah ini diuraikan capaian sasaran strategis sebagai berikut :
Tabel 4.15. CAPAIAN SASARAN
“Meningkatnya Efektivitas Pemenuhan Kebutuhan Pangan Daerah” No INDIKATOR KINERJA SASARAN SATU-AN Tahun 2012 CAPAIAN KINERJA 2012 Tahun 2013 CAPAIAN KINERJA 2013
Target Realisasi Target Realisasi
1 Luas lahan
pertanian Ha 18,39 2,23 12,12 18,39 2,19 11,91 2 Cakupan layanan
penyuluhan % 93 67,23 72,29 93 68,17 73,30 Rata-rata Capaian Indikator Kinerja 42,21 45,11
Sebagai kota dan ibukota Provinsi NTB, Kota Mataram dihadapkan pada tantangan berkurangnya lahan pertanian dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 kondisi lahan pertanian Kota Mataram mencapai 2.231 hektar. Beberapa faktor yang menyebabkan perubahan fungsi lahan, antara lain belum adanya zona (zoning regulation) yang jelas mengenai perubahan lahan non terbangun di Kota Mataram; faktor “psikologis” pemilik lahan dalam mempertahankan lahan pertanian dari tawaran investor; dan lemahnya aspek hukum dalam perubahan pemanfaatan ruang.
Tingkat kontribusi persentase PDRB dari sektor pertanian atas dasar harga berlaku (ADH) mengalami penurunan 0,24 persen dari sebesar 3,87 persen pada tahun 2012 menjadi 3,63 persen pada tahun 2013. Pertanian sebagai salah satu sektor primer pembentuk PDRB memiliki pertumbuhan lebih rendah dari sektor skunder dan tersier. Ini menunjukkan adanya pola pergeseran pola perekonomian masyarakat yang lebih maju.
Kawasan pengembangan pertanian tanaman pangan Kota Mataram tersebar di masing-masing kecamatan, namun ketersediaan areal pengembangan pertanian yang ada jumlahnya berbeda dengan lainnya, perbedaan tersebut selain disebabkan oleh perubahan fungsi lahan juga perbedaan luasan kawasan. Saat ini kecamatan Sekarbela memiliki sebaran lahan pertanian tertinggi dibandingkan kecamatan lainnya seluas 650 hektar, dan kecamatan Cakranegara dengan sebaran terendah seluas 178 hektar.
Beberapa komponen pembentuk tingkat cadangan pangan daerah,antara lain dapat dilihat dari capaian komponen-komponen, sebagai berikut :
No Uraian 2012 2013
1 Luas lahan sawah (%) 11,40 11,00 2 Luas panen padi (Ha) 4.440 5.107 3 Produksi padi (ton) 24.236 27.217 3 Rata-rata produksi padi (Kw/Ha) 55,52 53,29 4 Rata-rata produksi jagung (Kw/Ha) 35 45
LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
IV - 74
Efektivitas kinerja di bidang pertanian, perikanan, dan tanaman pangan didukung oleh meningkatnya jumlah penyuluh pertanian dan perikanan sebanyak 53 orang. Saat ini, jumlah kelompok tani (Poktan) sebanyak 152 poktan, dengan 37 gabungan kelompok tani (Gapoktan).
Pada tabel dibawah ini diuraikan tentang realisasi akumulasi pencapaian sasaran sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan rencana yang tercantum dalam RPJMD yaitu sebagai berikut :
No KINERJA SASARAN INDIKATOR SATUAN
REALISASI AKUMULASI SD. TAHUN 2012 RENCANA SESUAI DENGAN TARGET AKHIR RPJMD (TAHUN 2015) PERSENTASE CAPAIAN KINERJA SD. TAHUN 2013 1 Tingkat Cadangan Pangan Daerah % 39,00 45,00 86,60 2 Cakupan layanan penyuluhan % 68,17 75,00 90,80
Rata-rata Capaian Sasaran terhadap Target RPJMD 88,70
Dari tabel diatas diketahui bahwa tingkat cadangan pangan daerah menunjukkan capaian yang positif jika capaian sebesar 45 persen di tahun 2015. Produktivitas pangan daerah dioptimalkan melalui program penerapan teknologi tepat guna maupun perkebunan tepat guna untuk menunjang produksi padi dan pangan daerah di tahun yang akan datang. Program lainnya adalah peningkatan produksi pertanian/perkebunan dengan mengembangkan bibit unggul pertanian lainnya. Upaya ini diharapkan mampu memberikan kontribusi pencapaian 45,00 persen cadangan pangan daerah di akhir periode RPJMD.
Terkait indikator cakupan layanan penyuluhan, dalam mencapai target 75,00 persen di tahun 2015, berangsur-angsur mulai tahun 2012 telah dilakukan optimalisasi layanan penyuluhan melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga penyuluh baik penyuluh pertanian maupun penyuluh perikanan. Akan dilakukan peningkatan jumlah penyuluh perikanan yang saat ini hanya berjumlah 6 orang menjadi 10 orang di tahun 2013, sehingga dengan upaya ini terjadi peningkatan pemahaman petani/peternak/nelayan dalam meningkatkan produksinya.
Dengan telah meningkatnya kelembagaan penyuluhan menjadi lembaga daerah yang mandiri memberikan peluang dalam pengaturan kebijakan teknis di bidang pertanian, perikanan dan kelautan. Sehingga target capaian produksi perikanan dan kelautan dapat dicapai sebesar 75,00 persen di akhir periode RPJMD.
Keseluruhan target dan capaian indikator program dan kegiatan penyelenggaraan Urusan Ketahanan Pangan Tahun 2013 dapat dilihat pada tabel capaian program dan kegiatan urusan wajib dan pilihan pada
halaman lampiran.
C. Permasalahan dan Solusi
PERMASALAHAN SOLUSI
- Data daerah rawan pangan yang belum lengkap dan valid
- Perlunya Peta kondisi rawan pangan yang valid sehingga data kondisi rawan pangan dapat tersaji dengan lengkap
- Kurangnya animo dan antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan penganekaraganam pangan berbasis B3A karena kurangnya sosialisasi terhadap kegiatan B3A.
- Permasalahan teknis dilapangan (tingkat pengetahuan dan
keterampilan pemeliharaan tanaman ,dan ternak,dan masalah keamanan dilapangan) yang terjadi pada kegiatan pengembangan rumah pangan lestari
- Perlunya petugas yang khusus menangani masalah pendataan daerah rawan pangan
- Pembuatan Peta rawan pangan dengan memanfaatkan data yang ada , lengkap dan valid sehingga dapat tersaji peta daerah rawan pangan secara lebih detail.
- Meningkatkan sosialisasi terhadap kegiatan
penganekaragaman pangan berbasis B3A untuk
meningkatkan animo dan
antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan kegiatan - Memberikan pelatihan untuk
meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pemeliharaan tanaman dan ternak dan
LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2013
PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
IV - 76
PERMASALAHAN SOLUSI
- Untuk Kegiatan Sosialisasi
Kelembagaan Pangan permasalahan yang terjadi dilapangan adalah pada permasalahan pengembalian dana Bansos (Bantuan Sosial) bergulir yang sumber dananya dari dana APBN sering tersendat bahkan tidak dikembalikan
meningkatkan keamanan di lapangan
- Meningkatkan Pembinaan di Kelompok penerima bantuan sosial
- Melakukan kontrol terhadap pencairan dana yang dilakukan secara bertahap sesuai RAB dan diawasi oleh ketua kelompok dan pendamping sehingga pertangungjawaban dana menjadi jelas
12. Urusan Wajib Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak