Dalam meningkatkan capaian kinerja pada indikator cakupan drainase dalam kondisi baik, melalui Program Pengendalian Banjir, dan Program
EVALUASI CAPAIAN SASARAN 6
15. Urusan Wajib Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
Penyelenggaraan Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Mataram dengan alokasi anggaran pada tahun 2012 sebesar Rp. 5.745.911.852,00, dengan realisasi keuangan pada akhir tahun anggaran
mencapai Rp. 5.523.301.337,00 atau 96,13% dan realisasi fisik mencapai 96,13%.
A. Program dan Kegiatan
Berdasarkan tugas pokok dan fungsi, dalam penyelenggaraan Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, pada tahun 2012 Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Mataram melaksanakan enam program pokok, terdiri dari :
1. Program Keluarga Berencana, bertujuan memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan keluarga berencana & kesehatan reproduksi yang berkualitas, termasuk upaya-upaya menurunkan angka Kematian Ibu,bayi & Anak serta penanggulangan masalah reproduksi.
Kegiatan yang dilaksanakan : a. Pembinaan Keluarga Berencana.
b. Penyusunan Umpan Balik Hasil Pelaksanaan Program KB. c. Operasional Kader Program KBKS.
d. Pengolahan Data Mutasi Keluarga.
e. Orientasi Sistem Pemutahiran Data Mutasi Keluarga. f. Penyusunan PPM Untuk Menjadi Peserta KB/Aktif.
g. Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program KBKS Lapangan. h. Penyajian Data Program KB dan KS Tahunan.
i. Operasional Petugas Penghubung Dokter, Bidan Praktek Swasta. j. Pelatihan Penyuluh KB dan Petugas Klinik KB.
2. Program Kesehatan Reproduksi Remaja, bertujuan meningkatkan pemahaman, pengetahuan sikap dan perilaku remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi serta meningkatkan kualitas generasi mendatang.
Kegiatan yang dilaksanakan :
a. Operasional Konseling Bagi Konselor Kesehatan Reproduksi Remaja. b. Pelatihan Konselor Sebaya (Peer Conselor) Kesehatan Reproduksi
Remaja.
3. Program pelayanan kontrasepsi. Kegiatan yang dilaksanakan :
a. Pelayanan Pemasangan Kontrasepsi KB.
4. Program pengembangan bahan informasi tentang pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak.
Kegiatan yang dilaksanakan :
a. Pelatihan BKB bagi PKB dan Kader.
Kegiatan yang dilaksanakan :
a. Penilaian BKB, keluarga Balita, Keluarga Harmonis dan UPPKS Terbaik, Operasional Kader, Pemantapan Keterpaduan BKB-Posyandu-PADU.
6. Program Pembinaan Peran Serta Masyarakat dan Kelompok Usaha dalam Pelayanan KB dan Peningkatan Kesejahteraan.
Kegiatan yang dilaksanakan :
a. Pembinaan Ke Kelompok UPPKS, Orientasi Kewirausahaan bagi Kelompok UPPKS, Magang Kader Kelompok UPPKS.
b. Peran Serta Kepala Lingkungan RT, LSOM Dalam Program PPKB. c. Refrising Program PPKB bagi PPKBD dan Sub PPKBD.
B. Realisasi program dan kegiatan
Realisasi dan capaian indikator program dan kegiatan penyelenggaraan Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera tahun 2012 sebagaimana tertera dalam tabel berikut :
Tabel 4.15.
Pencapaian Indikator Program Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Tahun 2012
NO PROGRAM PROGRAMSASARAN KEGIATAN URAIANCAPAIAN INDIKATOR KINERJATARGET REALISASI
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
1. Program Keluarga
Berencana Terpenuhinya capaianpeserta KB baru Pembinaan KB Bidan, PKB, PUS danAkseptor KB peserta Orientasi Medis Teknis
50 org 50 org Peserta Baru dan
Peserta Aktif KB yang mendapatkan pelayanan alat kontrasepsi KB : - PB KB 9.901 Org 10.948 Org - PA KB 49.763 Org 49.093 Org Penyusunan umpan
balik hasil pelaksanaan program KB
Laporan hasil pelaksanaan Program KB & KS yang disusun: 1. Laporan pencatatan program KB & KS 2. Laporan pendataan keluarga 1 dok 1 dok 1 dok 1 dok Operasional kader
program KB/KS Kader KB yangditugaskan melakukan pendataan keluarga
800 org 800 org Pengolahan data
mutasi keluarga Laporan data mutasikeluarga yang disusun 1 dok 1 dok Orientasi sistem pemutahiran mutasi keluarga Kader KB peserta Orientasi Sistem Pemutakhiran Data Mutasi Keluarga 75 org 75 org Penyusunan PPM untuk menjadi peserta KB aktif Laporan hasil pencapaian program KB selama 12 bulan 50 eks
laporan 50 eks laporan Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program KB/KS lapangan Laporan hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program KB/KS lapangan 5 buku 5 buku Penyajian data program KB/KS tahunan
Data program KB dan KS tahunan yang disusun 25 buku 25 buku Operasional petugas penghubung dokter,bidan praktek swasta Laporan hasil pendataan Peserta Baru dan Peserta Aktif KB yang melakukan layanan alat kontrasepsi di bidan/dokter swasta
55 dok 55 dok
NO PROGRAM PROGRAMSASARAN KEGIATAN URAIANCAPAIAN INDIKATOR KINERJATARGET REALISASI
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.
dan petugas klinik KB 2. Program Kesehatan
Reproduksi Remaja Terlaksananyaprogram kesehatan reproduksi remaja
Operasional konseling
bagi konselor KRR Konselor KRR, LSM,Remaja, Toga, Toma peserta pelatihan konselor remaja
60 org 60 org
Pelatihan konselor sebaya (Peer Conselor) KRR
Kelompok remaja, santriwan/wati pondok pesantren dan psikolog remaja peserta pelatihan
100 org 100 org
3. Program Pelayanan
Kontrasepsi Terlaksananyakegiatan pelayanan KB, KIE dan Alat Kontrasepsi
Pelayanan pemasangan
kontrasepsi KB PUS calon akseptor KByang mendapatkan pelayanan 1000 org 1000 org 4. Program Pengembangan bahan Informasi tentang Pengasuhan dan Pembinaan Tumbuh Kembang Anak Tercapainya pengembangan informasi pengasuhan dan pembinaan
Pelatihan bagi BKB dan
kader Pengurus BKB danKader KB peserta pelatihan 50 org 50 org 5. Program Pengembangan Model Operasional BKB-Posyandu-PADU Meningkatnya motivasi kader, kelompok BKB, UPPKS dan Keluarga Harmonis Penilaian BKB, Keluarga Balita, Keluarga Harmonis, UPPKS Terbaik, Operasional Kader, Pemantapan Keterpaduan BKB-Posyandu-PADU Kelompok BKB, BKH
dan UPPKS yang dinilai 10 klp 10 klp
6. Program Pembinaan Peran Serta Masyarakat dan Kelompok Usaha dalam Pelayanan KB dan Peningkatan Kesejahteraan Terpenuhinya pembinaan kelompok UPPKS dan meningkatnya peran serta masyarakat dan LSM dalam pelayanan KB dan peningkatan kesejahteraan Pembinaan ke Kelompok UPPKS, Orientasi Kewirausahaan bagi Kelompok UPPKS, Magang Kader Kelompok UPPKS Anggota Kelompok UPPKS yang mengikuti Kegiatan Pembinaan Kewirausahaan
45 org 45 org
Peran serta kaling, RT, LSOM dalam program PP dan KB Aparat Lingkungan, RT dan LSM peserta orientasi Program PP dan KB 50 org 50 org Refresing program PPKB bagi PPKBD dan sub PPKBD
Aparat kelurahan dan lingkungan peserta kegiatan refresing program PPKB
50 org 50 org
Data target jumlah keluarga sejahtera adalah data seluruh keluarga atau rumah tangga yang ada di Kota Mataram, yaitu pada tahun 2011 sebanyak 110.175,- meningkat sebanyak 1.113 keluarga pada tahun 2012 menjadi 111.288 keluarga/rumah tangga, dengan rata-rata pertumbuhan penduduk sebesar 1,01 persen maka tata-rata jumlah anggota keluarga berkisar antara 3,3 sampai dengan 3,7 jiwa. Pentahapan Keluarga Sejahtera terbagi menjadi 4 kategori, mulai dari Keluarga Sejahtera I, II, III, dan III Plus. Data statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2011, masing kategori dicapai sebagai berikut:
Kategori 2011 2012
Keluarga Pra Sejahtera 11.505 10.549
Keluarga Sejahtera I 37.592 37.306
Keluarga Sejahtera II 19.735 21.425
Keluarga Sejahtera III 18.192 20.219
Keluarga Sejahtera III Plus 2.622 3.317
Jumlah 89.646 92.816
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan jumlah Keluarga Sejahtera (KS) dari 78.141 KK pada tahun 2011 menjadi 78.950 KK di tahun 2012. Cakupan layanan KB pun meningkat sebesar 101,04 persen.
Untuk indikator cakupan peserta KB Aktif menunjukkan informasi tentang pencapaian partisipasi masyarakat Kota Mataram dalam ber-KB. Dari 65.763 PUS Lapangan di Kota Mataram dibandingkan dengan metode kontrasepsi yang digunakan, maka target yang ingin diperoleh dalam partisipasi PUS sebesar 72.46 persen. Pada tahun 2011, tercapai 61,34 persen meningkat sebesar 2,46 persen atau menjadi 64,02 persen di tahun 2012. Kinerja peningkatan ini berhasil dicapai sebagai dampak intensitas penyuluhan guna meningkatkan pemahaman masyarakat untuk ber-KB yang dilakukan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Mataram.
Di tahun 2012, Kota Mataram menjadi tuan rumah untuk acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIX pada tanggal 28-30 Juni 2012.
Gambar 4.16. : Walikota Mataram saat menerima penghargaan Manggala Karya Kencana
Dalam kesempatan itu pula, Walikota Mataram atas nama Pemerintah Daerah menerima Penghargaan “MANGGALA KARYA KENCANA” dari Badan Kesejahteraan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), atas prestasi mengelola program Keluarga Berencana (KB) di Kota Mataram.
Berdasarkan hasil Susenas 2010 yang menyebutkan bahwa total Fertility Rate Kota Mataram sebesar 1,9. Artinya setiap Pasangan Usia Subur (PUS) yang sudah berkeluarga mempunyai anak 1-2 orang. Data jumlah PUS tahun 2012, terbagi dalam dua kelompok umur, yaitu PUS usia 20-29 tahun sebanyak 20.387 orang, dan PUS usia 30-40 sebanyak 44.344 orang.
Sementara untuk capaian program peserta KB Baru dan peserta KB Aktif yang ditargetkan pada tahun 2011 sebesar 10.878 peserta KB Baru dengan capaian sebesar 75 persen atau sebanyak 8.159 peserta. Demikian juga dengan peserta KB Aktif yang ditargetkan tahun 2011 sebanyak 49.490 telah tercapai sebesar 78,23 persen atau sebanyak 35.747 peserta.
Dalam menekan angka kelahiran dilakukan pembagian alat kontrasepsi gratis dan suntikan KB gratis di seluruh Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Polindes, selain itu dilakukan pendekatan psikologis tentang manfaat ber-KB kepada masyarakat.
Dari tabel diatas diketahui bahwa sampai dengan tahun kedua RPJMD (2012), capaian kinerja baru mencapai 70,94 persen dari target jumlah keluarga sejahtera sebanyak 111.288 keluarga.
Diharapkan pada akhir periode RPJMD, target yang diinginkan dapat dicapai diatas 80 persen. Upaya dalam mencapai target dilakukan antara lain melalui :
1. Intensitas temu kader dan optimalisasi peran penyuluh KB di lapangan. 2. Meningkatkan cakupan program kontrasepsi gratis di tahun 2013.
3. Meningkatkan stimulasi dan pembinaan keluarga dalam rangka peningkatan peningkatan daya beli.
C. Permasalahan dan Solusi
PERMASALAHAN SOLUSI
- Pencapaian peserta KB baru non hormonal (IUD) relative rendah (s/d Desember 2012 + sebanyak 25,03%).
- Kesertaan pria dalam menggunakan alat kontrasepsi (kondom dan kontap pria) sangat rendah (1,48%).
- Masih rendahnya tingkat
pengetahuan dan pemahaman para remaja tentang program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR).
- Kurangnya Sarana Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang
- Meningkatkan gerak kader, dalam rangka mencari akseptor melalui pemberian biaya operasional yang memadai.
- Meningkatkan frekuensi, pelatihan/sosialisasi/orientasi bagi TOMA,TOGA,Kaling,Kader,TP PKK,LSOM, terhadap program KB-KS.
- Ops. Konseling bagi Konselor. - Pelatihan Konselor Sebaya bagi
SLA,Pondok pesantren.
- Melakukan pembinaan secara rutin kepada kelompok-kelompok
PERMASALAHAN SOLUSI
Program Kesehatan Reproduksi
Remaja (KRR) seperti
booklet,leaflet,brosur,Poster dan lain sebagainya.
- Belum berfungsinya secara maksimal Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) yang sudah dibentuk dalam memberi KIE kepada para Remaja.
PIK-KRR yang ada di Kota Mataram.
- Meningkatkan frekuensi
pelatihan,sosialisasi,orientasi kepada guru BP yang ada di SLTA maupun yang ada di pondok pesantren, tentang program Kesehatan Reproduksi Remaja. - Memperbanyak Buku Pintar
(booklet,leaflet,brosur,poster dll yang materinya tentang KRR).